Asik.. akhirnya theme blog pilihan gw di-synch ke blog gw juga..makasih buat Jeffry. Hehe..Semoga semakin bersemangat buat nge-blog.
“Stef, kok loe bisa gak gemuk sih?” tanya seorang teman. “Iya nih.. makannya banyak kok tetep segitu aja..” balas yang lain. Yeah..terima kasih teman-teman, i take that as compliment. Agak heran juga sih model kaya gw dibilang gemuk. Hehe.. belum liat gw dengan ‘birthday suit’ gw sih. Kadang-kadang gw pikir apa gw cacingan ya? tapi itu kan seharusnya perut gw membuncit *melihat ke arah perut yang buncit* (uoops..?!) tapi gw coba menganalisa kenapa sih banyak cewek yang merasa tidak puas dengan berat tubuhnya?Merasa tubuh orang laen lebih kurus, lebih putih, lebih tinggi, lebih eksotis, lebih imut-imut, lebih mulus, dan sejuta alasan lain.. Kenapa gak kita beranggapan seperti itu untuk tubuh kita sendiri.Gw sendiri sering juga begitu .. merasa ‘rumput tetangga lebih hijau’ tapi kalo dipikir.. kok ribet banget ya.. bagaimana caranya agar mind set ky githu bisa diputer. Pas gw lagi gak ada kerjaan, dan browsing for any ideas, sebuah artikel di salah satu web menarik perhatian. Artikel itu minta kita meneruskan kalimat: “My body is.. (but no negative statement). Cool! Gw jadi terdorong mencari hal positif dari tubuh gw. Ini menurut gw cara bagus untuk mengeluarkan sisi positif tentang tubuh kita. Besides it is our own right!”My body is hell energic and strong. What i am proud of my body is it’s not get easily sick and tough - it is really kick ass. Love my body” . How bout you?Kl ini diterapkan dalam urusan pekerjaan, i wonder apakah itu bisa nge-push semangat untuk menjadi lebih baik?
Posting yang berisi 2 video ini online secara bersamaan pada tanggal 14 Agustus 2009, 14.00 di semua blog yang mendukung semangat kebangsaan #IndonesiaUnite.
Di part 1 saya bercerita mengenai bagaimana lagu “Kami Tidak Takut” pertama kali diperdengarkan secara online. Di part 2 adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya. Di part ini adalah cerita mengenai website indonesiaunite.com dan channel lainnya yang ikut melengkapi.
Tweeps semakin ramai berkomentar tantang video “Kami Tidak Takut” dan meneruskan link nya ke yang lain. Hashtag #indonesiaunite pun semakin banyak digunakan juga. Ada juga yang kemudian mengkombinasikan 2 kalimat tersebut dalam 1 twit.
Bentuk dukungan pun juga mulai berkembang. Untuk lebih terlihat kemudian muncul ajakan untuk mengganti avatar profile masing-masing dengan atribut merah-putih. Satu per satu user Twitter mulai mengganti avatar nya. Ada yang bentuknya overlay, ada yang badge, ada juga yang di layout khusus.
Pada awalnya memang untuk memasangkan attribute perlu software design. Untuk yang tidak berada atau dekat dengan dunia design langsung pada teriak ngiri
Seorang teman, Andira Pramanta, membuka bantuan untuk yang ingin avatar nya dengan overlay merah-putih. Dia buatkan secara manual dan hasilnya bisa di download di Flickr nya. Baik sekali.
Saya bersama salah satu rekan di kantor, Endi Hamid, bertanya-tanya masa sih nggak ada tools online yang bisa membantu melakukan hal itu. “Bisa kok” begitu kata Endi dan kemudian dia terlihat sibuk melakukan sesuatu.
Hampir disaat yang bersamaan juga salah satu user yang yang saya follow (kira-kira) berkata seperti ini “Hi IT geek, bikin yang kaya Iran Election dong”. Twit itu dari @dondihananto.
Saya penasaran, memang nya Iran Election bikin apa sih? Yang saya tahu memang bahwa orang-orang yang bersimpati terhadap peristiwa election di Iran memang memberikan attribut mereka dengan warna hijau. Kebanyakan avatar mereka di overlay dengan warna hijau. Saya googling dan kemudian menemukan website Help Iran Election.
Isi si website hanya tools untuk avatar tadi. Dengan engine untuk mengambil dan menambah element pada image, dan kemudian menggunakan fungsi OAuth dr Twitter, mengganti avatar jadi sangat mudah.
Ok, I got the idea. Salah satu programmer Think.Web saat itu sedang cuti menikah. The only person that I know about programming is only Antorio, Design & Technical Associates di Think.Web. Yang saya tanyakan adalah berapa cepat dia bisa bikin seperti ini. Karena dikepala saya saat itu adalah semangat Tweeps ini harus di fasilitasi, kalo kelamaan akan hilang begitu aja.
His answer is “wait” dan kemudian “bisa sih…”, disaat itu saya percaya bahwa dia pasti bisa bantu.
I don’t know how tapi next thing yang saya pikirkan adalah website -> nampung informasi -> jadi tujuan orang -> beli domain. Dan yang saya lakukan kemudian adalah checking domain availability, book, bayar dan siap. Http://indonesiaunite.com siap digunakan. Proses pembelian domain nya sangat cepat, tapi menunggu domain nya resolve dan siap mengarah kepada server yang saya siapkan ini yang makan waktu cukup lama.
Dulu proses ini makan 2 hari, bwehh… too long!! untungnya sekarang dalam hitungan jam saja sudah siap. Walaupun belum sempurna. Di beberapa tempat/pengguna tetap saja baru 1-2 hari kemudian bisa masuk ke domain tersebut.
Hal yang juga membuat saya berpikir bahwa harus ada sebuah website adalah saya sadar pengguna Twitter di Indonesia masih sedikit. Saat itu pembicaraan yang mulai bergulir adalah membawa semangat “Kami Tidak Takut – #indonesiaunite” ini keluar dari dunia online.
Kalau sudah keluar dan kemudian ngomong panjang lebar kan ribet, akan jauh lebih simpel kalo ngajak orang masuk ke website dan kemudian lihat sendiri apa yang berjalan dengan #indonesiaunite.
Endi, yang tadi mulai sibuk ternyata memang sedang menyiapkan tools dengan platform flash. Antorio pun sudah hampir selesai dia bilang. Disaat yang hampir sama juga seorang teman, Valent Mustamin, membuat halaman dengan fungsi yang sama.
Mengejar waktu solusi yang paling sederhana adalah website instant dengan platform blog. Dengan hosting server yang dilengkapi feature cPanel dengan Fantastico nya, menyiapkan sebuah blog benar-benar instant. 5 menit! (nggak sampe ding :p)
Dikepala saya saat itu website ini berisi hanya tools untuk menambahkan attribute merah-putih dan hasil Twitter Search untuk #indonesiaunite.
Tools Endi & Antorio ready, layout sederhana dari Antorio juga siap, maka online lah Indonesiaunite.com.
Ada beberapa tambahan tools yang kemudian saya masukkan disana. Dan kemudian mulai dengan beberapa isi yang memang dibutuhkan. Tapi itu saya lakukan besoknya. Karena setelah website online kemudian saya… ketiduran…
Apa yang kami lakukan untuk beberapa orang (terutama memang berada di bidang web development) adalah hal yang sangat mudah.
Saya percaya disaat yang bersamaan juga pasti ada minimal 1 orang yang punya ide yang sama dari call up yang berbeda. Kami hanya kebetuan melakukannya duluan.
In my (twitter) timeline call up datang dari @dondihananto. Yang kemudian menjadi triger saya untuk memberikan kontribusi terhadap #indonesiaunite.
Masih pentingkah mempertanyakan “siapa penggagasnya?” didalam memberikan sesuatu untuk Bangsa? karena siapapun bisa melakukan apapun demi Bangsa nya.
Bersambung…
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
Di part selanjutnya adalah cerita dibalik channel lainnya selain website dan bagaimana gerakan ini dibawa ke offline.
Di part sebelumnya adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.
Kalau di youtube mana seru kalau cuma dengar suara tanpa video. Ok, gue harus membuat video nya supaya bisa di upload ke YouTube. I’m thinking what’s the easiest & fastest software to use. Gue terpikir bahwa Mac seharusnya punya software dasar kaya gini. Karena inget prinsip nya Mac “everyone can use it”. Ok, iMovie adalah pilihannya pagi itu.
Sambil belajar cara pake iMovie dan dibekali pengalaman editing dikit2 hasil kerja di Production House dulu, gue berusaha dengan cepat semuanya dibikin. Gue cuman mikir, kualitas nanti dulu deh. Yang penting lagu nya dan pesen nya sampe. Hal yang paling mudah dilakukan adalah bermain dengan template-template tittle text yang ada di iMovie.
1,5 jam kemudian selesai lagu itu. Itu adalah sekitar jam 1 siang. Saya perhatikan di Twitter timeline saya orang sudah mulai banyak menggunakan hashtag #indonesiaunite. Maka kemudian link video tadi saya twit juga dengan menyertakan #indonesiaunite.
Ketika orang nonton video klip di YouTube pasti yang diharapkan adalah sebuah penggambaran/film cerita dari lagu yang didengarkan. Apa yang muncul dari video ini adalah hanya teks & blank screen dengan beberapa warna (merah, putih, hitam). Semua dilakukan dengan sengaja.
Kenapa Sengaja?
Alasan pertama adalah karena memang tidak punya stock materi video untuk dipakai.
Alasan kedua adalah (saat itu) gue merasa orang harus mendengarkan pesan dari lagu ini. Visual nya tidak penting. Yang penting lirik nya. Ini juga kenapa dibeberapa bagian ada teks yang muncul, fungsinya untuk menekankan pesan. Tapi dibagian lain ada blank screen juga, karena memang untuk kembali mendengarkan lagunya meresapi liriknya.
Kalau aja semua lirik saya masukkan disitu maka video itu akan menjadi video karaoke.
Scene pertama diawali dengan blank screen warna putih, tujuannya untuk menandakan kalau video nya sudah ter-load. Karena kan starting screen dari YouTube adalah hitam.
Scene berikutnya berganti-ganti merah dan putih sesuai dengan beat musik, warna merah untuk menandakan tetesan darah yang baru saja terjadi akibat peristiwa bom, warna putih yang mengikuti adalah untuk menyampaikan peristiwa berdarah itu terjadi di Indonesia. Kemudian warna hitam sebagai perlambang bahwa tetesan darah di Indonesia itu membuat kita berduka. Dan kemudian rangkaian itu berlulang untuk mempertegas dari yang kita rasakan.
Mungkin saja semua itu dilakukan dengan berbagai design atau element visual yang lebih menarik, tapi:
1. Lama
2. Saya udah lama nggak ngedesain (berkait sama nomer 1 tadi)
3. Nggak terlalu penting (untuk saat itu)
4. Baru pake software ini pertama kali :p
Kemudian blank screen mulai ditambahkan dengan teks-teks seiring dengan vokal Pandji juga sudah muncul. Teks nya hanya summary inti dari kalimat-kalimat Pandji karena memang untuk mempertegas isi pesan nya.
Begitu juga kenapa pada bagian chorus kalimat “Kami Tidak Takut” terus-terusan muncul, ya memang untuk mengajak semuanya menyerukan “Kami Tidak Takut”.
Rangkaian visual seperlunya sudah selesai, tetapi rasanya perlu ada hal-hal yang ditambahkan untuk melengkapi. Perlu ada pesan sendiri untuk merangkum seluruh pesan dari lagu nya. Sepertinya memang ajakan yang paling tepat adalah untuk bersatu. Ini kenapa di paling akhir dari video saya sisipkan pesan “Bersatu Indonesia!!”.
Lagu sudah selesai, sisa suara tinggal sedikit, kalimat “Bersatu Indonesia!!” muncul dengan cepat dan hilang. Tujuannya seperti shock therapy. Membuat ‘kaget’ dan kemudian memikirkan hal itu.
Hal terakhir yang ditambahkan adalah nama. Ada 2 nama yang saya masukkan disana. Nama Pandji Pragiwaksono harus masuk karena sebagai penyanyinya. Dan saya tidak ingin seperti teroris yang abis nge-bom kemudian tidak meng-claim siapa yang berbuat.
Kemudian di intro lagu juga saya tempatkan @joelbanget karena setelah lagu di Imeem muncul kemudian orang-orang bertanya “itu yang intro dengan solo bass Barry Likumahuwa ya?”. Jadi sekalian saja keterangannya ditaro didepan.
Nama saya nggak dimasukin? nggak penting rasanya, toh akhirnya saya posting juga disini.
Editing wrap up. Selanjutnya adalah uplod. Kemudian saya meng-embed video tersebut di blog Pandji.
Sengaja saya tidak Twit untuk yang ini, pingin tahu reaksi orang setelah dengar lagunya Pandji di Imeem apakah kemudian membuka blog nya dia.
Tidak lama ternyata somehow sudah ada yang twit link ini. Dan kemudian mulai lah video ini berpopulasi.
5 jam setelah upload video ini online mendapat 200 views dan 22 comments.
Kurang dari 10 jam setelahnya sudah menjadi 1000 views.
Hari ketiga setelah upload sudah mencapai 4000 views.
Dan saat ini 10 hari setelah upload view nya adalah 14ribu! dengan 144 comments.
Berikut detail statistic nya yang saya capture per hari ini:

Twitt RT pun terus berjalan dengan rangkaian kata “Kami Tidak Takut”. Semua orang berusaha untuk menggugah teman lainnya dengan video ini.
Sambil mengikuti perkembangan berita seputar bom, dan juga sambil mengikuti timeline twitter saya, tiba-tiba saya mendapat call up. Panggilan ini yang mengantarkan saya mengerjakan hal lainnya lagi untuk #indonesiaunite.
Bersambung…
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
Kalau 2 part yang sudah di post adalah soal “Kami Tidak Takut”, part-part berikutnya akan cerita soal website indonesiaunite.com dan hal-hal lain didalamnya.
17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.
(image credit: antobilang)
AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!
That’s exactly my word saat itu. Marah, geram, kesal, sedih, semua campur-campur.
Masih dengan agak terbengong dan ngantuk, berusaha mencerna dimana lokasi terjadinya. Dan sambil mulai membaca Twitter timeline saya, pingin tahu udah seberapa rame pembicaraan di Twitter. Dan ternyata memang bener, sudah banyak yang membicarakan hal itu. Mulai dari kejadian di lokasi, dan kemudian yang paling hangat adalah “Manchester United jadi dateng nggak ya?”.
Saat itu juga saya sadar akan imbas besar yang terjadi terhadap (online) public figure luar negri untuk datang ke Indonesia.
I was on the mission mengajak beberapa orang dari luar untuk datang & bicara kepada brand-brand di Indonesia mengenai Digital Marketing/Internet Marketing. Lebih-lebih ada kepada salah satu perusahaan besar saya agak memaksa karena memang pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia.
Tapi dengan kejadian ini kan buyar semua jadinya.
Sorry to say, sepertinya brand-brand di Indonesia lebih percaya kepada mereka mereka yang berambut pirang dan speak in english dibanding kita-kita orang lokal yang kebetulan sudah duluan berada di internet industry.
Arggghhhh!!! saat itu makin kesal with those idiot yg mikirin isi kepalanya sendiri (this is the reason kenapa buat mereka nggak masalah ketika kepala nya putus dari badan nya akibat bom bunuh diri, ’cause what they’re thinking is only their head).
Entah gimana gue teringat dengan salah satu lagunya Pandji di album ke 2 nya yang baru rilis awal Juli kemarin. Tentang sebuah pernyataan sikap tidak takut atas intimidasi terorisme. Dan gue merasa orang perlu denger lagu ini. Judulnya “Kami Tidak Takut”.
Upload! upload! upload! tapi kemana ya. I was trying upload to Pandji’s Facebook Page at that time, tapi koneksi Facebook beberapa minggu kemaren lagi bener-bener payah. Second thought is YouTube, tapi gimana caranya, YouTube hanya untuk video. MySpace? terlalu ribet, koneksi lama, musti delete salah satu lagu dari list yang lama dulu.
(Think.Web adalah salah satu pihak yang membantu Pandji dibelakang channel-channel onlinenya. Ini kenapa dikepala saya yang muncul cuman channel2 nya dia). Selain itu, ini lagu dia juga, akan lebih baik kalau keluar dari channel nya dia sendiri. Cuman aja memang kita belum sempet naikin lagu2 album baru nya.
Pilihan termudah saat itu adalah jatuh ke Imeem. Saya sengaja membuat banyak channel social media untuk Pandji dengan tujuan ada dimana-mana. Dalam Social Media Marketing (SMM) salah satu hal yang perlu dilakukan adalah ada dimana-mana (dengan kepentingan mengamankan account/domain juga) tetapi fokus dibeberapa tempat saja (yang ramai target marketnya).
Upload selesai, dan this is my first tweet:
Kami Tidak Takut – Pandji Pragiwaksono
Dalam hitungan 4 menit sudah 10 RT (ReTweet/Forward Tweet) yang terjadi. Dan kemudian terus sambung-menyambung dan semakin banyak. Gue ikuti semuanya lewat Twitter Search “Kami Tidak Takut”.
Ini hasil statistik dari Imeem yang gue capture per hari ini:


Tapi ini nggak cukup, musti ada channel lain untuk men-support juga. Soalnya, Imeem tidak (belum) terlalu populer di Indonesia. YouTube jauh lebih populer. Di SMM kalau ingin sesuatu terpopulasi dengan baik maka harus dilakukan di social media yang memang banyak digunakan orang. Banyak digunakan yang ini maksudnya adalah juga kepada kemudahan orang untuk menyebarkan. Fungsi share, embed, fasilitas dari web service lain juga jadi penting.
bersambung…
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
On the next post saya akan cerita soal video klip “Kami Tidak Takut”, website Indonesiaunite.com, dan hal-hal lainnya.
They invent chemistry, they invent flavored potato chips, they gave us U2, and to top of it, the Irish has given us the world most spectacular beer, the Guinness. Yes… Guinness is considered Irish biggest contribution to the world. A man named Arthur Guinness creates this famous dark beer on 1759, and from time to time, Guinness invades the whole world, and people from every country around the world drink Guinness today.
This year, 250 years after Arthur Guinness starts his own brewery at St. James’s Gate in Dublin, they will celebrate the spectacular 250 years Anniversary of Guinness. Great events will be thrown not only in Ireland, but also all around the globe. The world will raise a Guinness to the master brewer Arthur Guinness. The greatest gift a Guinness fan would have is to celebrate this event on the very home of Guinness, Dublin, Ireland. World biggest acts are gonna be there. It’s a spiritual experience that all Guinness fans are wanna be a part of. Myself? I would sell both my kidney and half of my brain to join this one of the most remarkable celebration of the century.