The end of paid influencers era

Categories: Social Media MarketingSocial Networking By: Ramya Prajna S

Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar.

Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer.

Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach nya jelas seluruh Indonesia, tidak bergantung ke jumlah follower account tertentu.
Atau mereka juga tidak perlu repot-repot untuk berpikir bagaimana caranya supaya masuk ke trending topic.
All they need to do is only bayar ke Twitter.

Influencer seharusnya kemudian sadar akan fungsi mereka. Influncer dari kata influence. Yang artinya yang harus mereka ciptakan adalah pengaruh terhadap followernya untuk melakukan interaksi atau action (call to action).
Saat ini semua itu menjadi tidak sesuai karena influencer hanya berpikir bahwa mereka adalah publisher. Spot mereka dibayar untuk melakukan iklan kepada follower mereka.

Seharusnya Influencer harus mampu membuat engagement atau interaksi kepada follower nya sesuai dengan topic yang dibayar oleh brand atau product.

What comes after Facebook?

Categories: facebookSocial Media MarketingSocial Networking By: Ramya Prajna S

Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar.

Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir “apa yang akan menggantikan Google?”

Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita mencari sesuatu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Yang terjadi kita semakin amaze dengan hasil pencarian dari Google. Kita semakin puas dengan apa yang dihasilkan Google karena Google semakin pintar dan semakin mengerti diri kita.

Saat Facebook me-launching Open Graph di f8 2010, yang Facebook lakukan adalah menjadikan Facebook sebagai sebuah platform. Facebook tidak lagi hanya sebuah website social network, tapi Facebook ‘mem-Facebook-an’ seluruh website di seluruh dunia.

Kita mungkin sudah tidak sering lagi masuk ke Facebook.com, tapi kita menggunakan website-website lain dengan menggunakan feature Facebook. Misal: sign up & login membership dengan Facebook connect, put ‘Like’ pada article atau blog post yang kita suka, share to our friends on Facebook, etc.

If Facebook.com is a weekend, other websites (that using Open Graph) are the weekday. You will enjoy your weekend eventually.

#PukPukDay

Categories: Think.Web By: Ramya Prajna S

Hari ini sebuah kegiatan internal baru lahir lagi. To appriciate our hard work along the year of 2011, I held an activity untuk setiap orang saling bersalaman, lihat ke mata, bilang “Thanks for the hard work” dan put tap on other shoulder (puk-puk).

Acaranya simple, cuman makan pempek & minum es jeruk. Diadakan sore hari di hari terakhir bekerja di 2011.

It’s just a simple activity, but sure means a lot. Buat saya tidak ada yang bisa lebih saya berikan selain mengatakan dari lubuk hati “terima kasih atas semua kerja keras dan dukungan selama tahun 2011.

User Behavior, Experience & Interface

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

We learn about User (Target Market) Behavior, translate it to User Experience and make it into User Interface.

Hardening Your WordPress Installation

Categories: pluginsecuritywordpress By: Alit Mahendra Bramantya

sudah ada banyak sekali tips dan trik yang memberikan berbagai informasi tentang bagaimana kita mengamankan instalasi wordpress yang kita gunakan, mungkin anda bisa mencari di google dengan keyword “securing wordpress installation” dan anda akan menemukan banyak artikel yang sangat baik dan menarik, namun sayangnya sebagian besar masih mengharuskan kita belajar lebih lanjut tentang detail instalasi dan beberapa hal tentang pemrograman, setup server, dan lain-lain. dan apabila kita bisa melakukannya, kenapa tidak?

lalu bagaimana dengan kita yang tidak mengetahui sedikit pun tentang hal-hal itu dan yang mungkin juga tidak punya akses hingga ke level server? berikut adalah beberapa catatan saya tentang beberapa perilaku pencegahan yang mungkin berguna untuk meningkatkan keamanan pada instalasi wordpress kita.

1. don’t use ‘admin’ as your username
username admin dulu merupakan settingan default saat instalasi, namun pada versi terbaru, wordpress memberikan keleluasaan kepada user untuk memilih username-nya sendiri, oleh karena itu lebih baik jangan gunakan username admin atau bahkan jangan gunakan username yang berhubungan dengan diri anda atau paling tidak gunakan kombinasi yang jarang diketahui oleh orang lain.

2. use super strong password
kenapa harus super strong? karena kebanyakan pengguna selalu menggunakan password yang familiar dengan dirinya, dan ini memiliki probabilitas yang sangat tinggi untuk ditebak, dan bisa jadi yang berhasil menebak akan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak kita inginkan.

meski susah, alangkah baiknya password menggunakan kombinasi antara huruf dan angka, huruf besar dan huruf kecil, dan mungkin ditambahkan dengan kombinasi karakter-karakter lainnya, dan sangat baik jika tidak menggunakan kombinasi berikut :

  • permutasi, kombinasi, atau anagram dari nama lengkap, username, nama anggota keluarga, atau bahkan nama website
  • kata-kata yang terdapat pada kamus, atau kata yang marak digunakan di masyarakat
  • hanya menggunakan angka atau hanya menggunakan huruf
  • hanya menggunakan sedikit karakter (kalau bisa gunakan 8-10 karakter)

dan kalau bisa sih gunakan password seperti sikat gigi, ganti minimal 6 bulan sekali :D

3. do regular core update and plugins update
selalu pastikan instalasi wordpress menggunakan versi terbaru, demikian juga untuk plugin yang ter-install, mengapa? karena untuk setiap update akan selalu ada bugs atau security holes yang ditutup, dan ketika tidak pernah ada sebuah program yang benar-benar aman, alangkah baiknya kita selalu menjaga instalasi kita dari kemungkinan mudah disusupi.

4. do regular backup
daily or weekly back up menjadi penting untuk menjaga agar data-data yang kita letakkan pada instalasi wordpress memiliki salinan, sehingga apabila terjadi permasalahan baik hilang atau rusak,  kita tidak perlu mengulang dari awal lagi.

5. choose your plugins and themes wisely
ada banyak sekali theme dan plugin yang tersedia untuk wordpress, mulai dari yang gratis hingga berbayar. oleh karena itu ketika memilih harus diperhatikan dengan baik mengenai track record dari theme atau plugin yang bersangkutan, alangkah baiknya untuk tidak menggunakan theme atau plugin yang hanya satu kali rilis dan tanpa update. saran saya untuk yang ini :

  • cari theme dan plugin yang lengkap dokumentasinya
  • cari theme dan plugin yang sudah banyak di-download dan mendapatkan rating yang baik
  • cari theme dan plugin yang memiliki riwayat update dan revisi yang lengkap hingga tanggal terbaru
  • perhatikan kompatibilitas theme dan plugin dengan versi wordpress yang digunakan
  • cari review (baik positif atau negatif) tentang theme dan plugin yang akan digunakan

dokumentasi dan riwayat update akan menunjukkan kredibilitas pembuat theme dan plugin bahwa mereka aware dengan adanya bugs dan security holes pada theme atau plugin yang mereka buat, sehingga secara tidak langsung mereka akan terus awas terhadap segala kemungkinan yang tentu akan membuat instalasi wordpress kita juga aman.

plugin menjadi bagian yang sangat penting dari instalasi wordpress, karena plugin dibuat oleh berbagai orang yang memiliki pola pikir yang berbeda sehingga masing-masing akan memiliki pendekatan yang berbeda, dan ketika hasil dari plugin tersebut memiliki tingkat keamanan yang rendah, maka instalasi wordpress pun akan berkurang tingkat keamanannya.

lalu plugin apa yang aman?

saya sendiri dulu sering mencoba banyak sekali plugin, dalam rangka mencari yang paling cocok, dan alhasil ketika saya tidak sedemikian rupa memperhatikan tentang track record si plugin, sempat bobol lah instalasi wordpress saya. dan sejak itu saya berusaha untuk terus mencari plugin yang benar-benar aman.

di direktori plugin wordpress tersedia banyak sekali plugin sekuritas yang berguna untuk mengamankan instalasi wordpress kita, dan saya paling sering menggunakan 2 (dua) diantaranya, yaitu wordpress firewall dan antivirus. menurut pengalaman saya beberapa waktu terakhir ini, kedua plugin tersebut termasuk handal untuk menangkal serangan-serangan keamanan.

plugin lain yang sering saya gunakan antara lain adalah akismet dan wp-reCaptcha untuk mengurangi kemungkinan celah keamanan melalui form komentar, dan mungkin anda bisa mencoba menggunakan plugin wp security scan secara regular untuk memonitoring tingkat keamanan instalasi wordpress anda.

instalasi wordpress aman, ngeblog pun nyaman :)

Just Another Thumbnail Method in WordPress

Categories: phpSnippettheme tweakthemesthumbnailwordpress By: Alit Mahendra Bramantya

belakangan ini kembali marak adanya serangan terhadap blog ber-engine wordpress yang dilakukan melalui celah keamanan pada on-the-fly thumbnailer yang marak digunakan pada themes wordpress. fungsi thumbnailer sendiri sebetulnya sudah built in dalam system wordpress, tapi salah satu kelemahannya adalah hanya terbatas pada satu ukuran saja.

tampilan ini membutuhkan 3 macam ukuran thumbnail

dan untuk themes yang membutuhkan beberapa macam ukuran thumbnail, kita bisa menambahkan thumbnailer sendiri yang tidak menggunakan metode on-the-fly tapi menggunakan metode membuat file gambar baru dengan ukuran yang ditentukan sebelumnya.

untuk menggunakan metode ini, ada dua file di struktur themes yang harus diubah atau ditambahkan kode di dalamnya, yang pertama file functions.php dan penambahannya sebagai berikut :

if ( ! function_exists( 'itz_a_thumbnailer_selector' ) ) :
    function itz_a_thumbnailer_selector($post_ID, $size = 'thumbnail', $w = 120, $h = 120) {
        if($size == 'thumbnail') {
            if(has_post_thumbnail( $post_ID ) ) {
                $post_thumbnail_id = get_post_thumbnail_id( $post_ID );
                $attachment= wp_get_attachment_image_src( $post_thumbnail_id, $size, false, '');
                if($attachment[1] == $w.'px' && $attachment[2] == $h.'px') {
                    $related_img_src = $attachment[0];
                } else {
                    $thumm = itz_the_thumbnailer($attachment[0], $w, $h);
                    $related_img_src = get_bloginfo("template_directory") . '/cache/'.$thumm;
                }
            } else {
                if ($images = get_children(array(
                'post_type' => 'attachment',
                'numberposts' => 1,
                'post_status' => null,
                'post_parent' => $post_ID,))) {
                    foreach($images as $image) {
                        $attachment = wp_get_attachment_image_src($image->ID, $size);
                    }
                    if($attachment[1] == $w.'px' && $attachment[2] == $h.'px') {
                        $related_img_src = $attachment[0];
                    } else {
                        $thumm = itz_the_thumbnailer($attachment[0], $w, $h);
                        $related_img_src = get_bloginfo("template_directory") . '/cache/'.$thumm;
                    }
                } else {
                    $related_img_src = get_bloginfo("template_directory") . '/images/image_dasar.png';
                }
            }
        } else {
            if(has_post_thumbnail( $post_ID ) ) {
                $post_thumbnail_id = get_post_thumbnail_id( $post_ID );
                $attachment= wp_get_attachment_image_src( $post_thumbnail_id, $size, false, '');
                if($attachment[1] == $w.'px' && $attachment[2] == $h.'px') {
                    $related_img_src = $attachment[0];
                } else {
                    $thumm = itz_the_thumbnailer($attachment[0], $w, $h);
                    $related_img_src = get_bloginfo("template_directory") . '/cache/'.$thumm;
                }
            } else {
                if ($images = get_children(array(
                'post_type' => 'attachment',
                'numberposts' => 1,
                'post_status' => null,
                'post_parent' => $post_ID,))) {
                    foreach($images as $image) {
                        $attachment = wp_get_attachment_image_src($image->ID, $size);
                    }
                    if($attachment[1] == $w.'px' && $attachment[2] == $h.'px') {
                        $related_img_src = $attachment[0];
                    } else {
                        $thumm = itz_the_thumbnailer($attachment[0], $w, $h);
                        $related_img_src = get_bloginfo("template_directory") . '/cache/'.$thumm;
                    }
                } else {
                    $related_img_src = get_bloginfo("template_directory") . '/images/image_dasar.png';
                }
            }
        }
        return $related_img_src;
}
endif;

function itz_the_thumbnailer($filename, $maxw = 120, $maxh = 120) {
    $target = md5($filename).$maxw.$maxh.'.jpg';
    $path_to_folder = $_SERVER['DOCUMENT_ROOT'].'/wp-content/twentyten/cache/';
    if(!is_file($path_to_folder.$target)) {
        $get = explode('.', $filename);
        $result = count($get);
        $gambar = $get[$result-1];
        list($w, $h) = getimagesize($filename);

        $a = $maxw/$w;
        $b = $maxh/$h;

        if($a>$b) {
            $newwidth = (int) ($w*$a);
            $newheight = (int) ($h*$a);
            if($newwidth>$maxw) {
                $ndx = (int) (($newwidth - $maxw)/2);
                $dx = -$ndx;
            } else $dx = 0;
            if($newheight>$maxh) {
                $ndy = (int) (($newheight - $maxh)/2);
                $dy = -$ndy;
            } else $dy = 0;
        } else {
            $newwidth = (int) ($w*$b);
            $newheight = (int) ($h*$b);
            if($newwidth>$maxw) {
                $ndx = (int) (($newwidth - $maxw)/2);
                $dx = -$ndx;
            } else $dx = 0;
            if($newheight>$maxh) {
                $ndy = (int) (($newheight - $maxh)/2);
                $dy = -$ndy;
            } else $dy = 0;
        }

        $thumb = imagecreatetruecolor($maxw, $maxh);
        $white = imagecolorallocate($thumb, 255, 255, 255);

        imagefill($thumb, 0, 0, $white);

        if ($gambar=='jpg'||$gambar=='jpeg') {
            $source = imagecreatefromjpeg($filename);
        } else if ($gambar=='gif') {
            $source = imagecreatefromgif($filename);
        } else if ($gambar=='png') {
            $source = imagecreatefrompng($filename);
        }

        imagecopyresampled($thumb, $source, $dx, $dy, 0, 0, $newwidth, $newheight, $w, $h);
        imagejpeg($thumb, $path_to_folder.$target, 85);
        imagedestroy($thumb);
    }
    return $target;
}

penambahan kedua adalah pada file viewer, bisa home.php, index.php, atau category.php tergantung dimana fungsi multiple thumbnail akan digunakan, dan pada gambar di atas, fungsi tersebut diletakkan pada file home.php dengan penambahannya bisa sebagai berikut :

echo '<ul>';
echo '<li><h2>Main Featured</h2>';
echo '<img src="'.itz_a_thumbnailer_selector($post->ID, 'medium', 380, 240).'" alt="'.the_title().'"  />';
echo '</li>';
echo '<li><h2>Secondary Featured</h2>';
echo '<img src="'.itz_a_thumbnailer_selector($post->ID, 'medium', 186, 140).'" alt="'.the_title().'"  />';
echo '</li>';
echo '<li><h2>Normal Post</h2>';
echo '<img src="'.itz_a_thumbnailer_selector($post->ID).'" alt="'.the_title().'"  />';
echo '</li>';
echo '<li><h2>Normal Post</h2>';
echo '<img src="'.itz_a_thumbnailer_selector($post->ID).'" alt="'.the_title().'"  />';
echo '</li>';
echo '<ul>';

fungsi itz_a_thumbnailer_selector() yang ditambahkan di file functions.php merupakan fungsi yang akan digunakan untuk menentukan data image mana yang akan digunakan sebagai thumbnail sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan oleh file viewer, setelah data image ditemukan diperiksa apakah ukuran image telah sesuai dengan yang dibutuhkan atau tidak. jika tidak, maka fungsi itz_the_thumbnailer() akan dipanggil untuk memproses data image menjadi image baru yang sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan.

fungsi itz_the_thumbnailer() akan menurunkan ukuran image menuju ukuran yang dibutuhkan tanpa mengubah proporsi-nya, dan apabila terdapat perbedaan perbandingan antara tinggi dan lebar antara image asli dengan ukuran thumbnail, maka fungsi tersebut akan secara otomatis menggeser peletakan image baru sehingga image asli dan thumbnail memiliki titik tengah yang sama.

berikut contoh jadinya :

hasil dari multiple image thumbnailer

oh ya, jangan lupa untuk membuat folder penyimpan thumbnailnya sebelum menggunakan script ini –dimana jauh lebih baik apabila diletakkan di dalam folder themes yang digunakan–, agar thumbnail-nya dapat dibuat dengan baik.

selamat mencoba :D

Tellerku Sayang Tellerku Malang

Categories: Uncategorized By: Handoko

Teller : “Selamat pagi Pak nDimun, ada yang bisa saya bantu?”
nDimun : “Selamat pagi mbak eee….?? (sambil mencari-cari papan nama dimeja
teller) mbak…Maya. Saya mau transfer mbak.
Teller : “Boleh saya periksa slip setorannya Pak nDimun?”
nDimun : “Silahkan mbak Maya. Ini Slip setorannya dan ini uangnya”
Teller : “Terima kasih Pak.Uangnya saya terima ya. Ini transfernya ke Atika
Nurkoestanti,
Bank Mandiri cab. UGM ya Pak!. Jumlah transfernya satu milyar dua
ratus dua ribu rupiah ya?!
nDimun : “E..e…. i.. iiya mbak Maya.” (gagap)
Teller : “Uangnya dihitung dengan mesin ya Pak nDimun, silahkan dilihat.”

Sreee…..tttt, satu milyar dua ratus dua ribu rupiah. Uang dengan cepat telah terhitung.
Tapi, tidak secepat itu dengan tatapan mata nDimun kepada seseorang yang dengan ramah membantu nDimun mengurus transfer pembayarannya kepada suppliernya. Matanya tak henti-henti menatap mbak Maya, teller yang sejak tadi dengan sabar, ramah, dan penuh senyum melayani nasabah sepertinya. Cantik, putih, ayu, menarik, ramah, murah senyum. Hmmm… Malinda Dee lewat..!!.

Helai rambutnya hitam, halus menutupi kening dahinya, beberapa helai tergerai menyelinap dibalik daun telinganya. Sebagian lagi menjulur hinggap di jenjang lehernya. Hm…ingin sekali aku menyingkapnya.
Bola matanya hitam kebiru-biruan, bening & jernih melirik setiap angka yang tertera di slip setoran & kemudian menjentikan jari menekan tuts keyboardnya. Menatap tenang dan sabar setiap berbicara dengan nasabahnya. Ah.. tatapan itu tajam menusuk. Memberi sensasi & inspirasi “nakalku”.
Ranum pipinya lembut, membuat hasrat ini ingin mengelusnya. Mengecup & membuainya. Memerah & merekah tatkala lampu neon menerpa wajahnya.
Mungil hidungnya memberi proporsi sempurna wajah cantiknya. Helaan nafasnya wangi menyeruak hidungku. Oh.. seandainya hidung ini bisa lebih dekat, helaan nafas itu pasti akan membuat aliran darah & detak jantung ini 4 kali lebih cepat memompa adrenalin hasratku.
Aku hampir tak tahan. Bibir merahnya menyunggingkan senyum manis yang penuh peluru-peluru emas menembus, & melumat setiap inci bagian jantungku.
Aku sungguh tak kuat. Lesung pipitnya mampu menampung segala pujianku terhadap kesempurnaannya.
Aku jatuh. Tatkala dia berdiri dihadapanku, menatap tajam mataku, mendekatkan bibirnya di telingaku membisikan beberapa kata. Terbuai aku mendengar suaranya. Menerbangkan tubuh ringan ini hingga ke atap plafaon kantor itu. Jemari lentiknya meraih dingin & kaku tanganku yang membeku.
“nDimun….” Desahan nafasnya renyah memanggil namaku. Dunia berputar kencang dari arah barat menuju timur. Menghempaskan lunglai tubuhku dari plafon lantai 5 hingga ke lantai basement.

Demi Tuhan mbak Maya, aku pasrah, aku terbuai, aku terpesona, aku terpana, aku lunglai, aku jatuh & aku terkoyak. Demi itu semua pula tolong bantu aku… mari kita selingkuh….& mari kita bercinta (volume 2)

Tinggalkan saja… pria separuh baya gendut, item, perut buncit, kepala botak, bogel, perokok berat dengan bau mulut asam busuk itu. Tak bisa kumengerti kenapa dia bisa menjadi pilihanmu.
Aku muntah tatkala membayangkan tubuh item bogelnya itu menindih tubuh molek & mulus tubuhmu. Brengsek !!! (Hmm aku racun saja pria itu dengan racun tikus.)

Pengedara B 12 HHH : “Tiiiin tinnnn tinnn Hoi.. gw sambit Lo ye. Udah lampu
ijo tuh…buruan jalan
Pengendara AB 218 TK : “Toooot.. toot.. toooot.. Hoii anj**ng Lo. Udah kering nih
kepanasan di lampu merah. Jalannn…..”
Pengendara B 1711 WL : “Asuuuuiii… buruan jalan atau gw tabrak mampus Lo”
Pengendara B 6143 EKW : “Danc***k mau mampus Lo… Udah lampu ijo tuh”
Pengendara B 6624 UNJ : “ Hoiii.. timpuk Lo ye. Dah telat nih..”
Pengendara B 4111 HP : “Mata lo pi***ck ya. Mau masuk IGD atau tanah kusir
Lo”
Pengendara B 6124 WAI : “B**bi ngepet Lo molor aja di lampu merah”

Oh mana… doble staterku. Oh.. mana setangku. Oh mana motor smash-ku…mana.. manaa.. mana… mana…

Briptu Norman Kamaru : “Selamat siang Pak. Mohon diperlihatkan SIM & surat-surat kendaraan lainnya. Anda saya tilang ….”

**Cerita ini hanya karangan semata. Kesamaan nama, tempat & kejadian hanya kebetulan saja

Simple Featured Post List in WordPress

Categories: phpSnippettheme tweakthemeswordpress By: Alit Mahendra Bramantya

sering kali kita ingin beberapa artikel menjadi sebuah headline di-blog atau website yang kita kelola, namun headline ini bisa terus berada dibagian terdepan atau paling atas meski banyak artikel-artikel baru ditambahkan, berikut adalah cara mudah membuat so-called featured post list di blog yang menggunakan wordpress.

cara 1 : menggunakan kategori khusus

penggunaan kategori khusus ini sebenarnya digunakan untuk mengelompokkan posting yang ingin selalu tampil di bagian depan atau atas. perhatikan contoh berikut, blog brain menggunakan kategori “featured” untuk menampilkan tulisan tertentu pada box besar “feat.” dan apabila diperhatikan, tanggal posting-nya pun lebih lama dari yang terbaru.

setelah diputuskan category apa yang akan digunakan, tahap selanjutnya adalah melakukan penambahan kode php di dalam themes yang akan digunakan. penempatan kode bisa dilakukan sesuai dengan selera, misal hanya muncul di halaman utama, selalu muncul di sidebar atau di bagian footer.

berikut adalah contoh kode yang ditambahkan untuk menampilkan list post-nya adalah sebagai berikut :

echo '<h3>FEATURED POST</h3>';
/* ganti dengan category yg diinginkan */
$category_id = get_cat_ID( 'Category Name' );

/* jumlah post yang akan ditampilkan */
$jumlah = 2;

$args = array(
     'cat' => $category_id,
     'posts_per_page' => $jumlah,
     'post_status' => 'publish',
     'order_by' => 'post_date',
     'order' => 'desc'
);
query_posts($args);

/* tampilkan featured post */
echo '<ul>';
if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post();
     echo '<li><a href="'.get_the_permalink().'">';
     echo get_the_title();
     echo '</a></li>';
endwhile; endif;
echo '</ul>';

wp_reset_query();

jangan lupa untuk menyertakan kode wp_reset_query() diakhir penambahan kode, agar variabel kembalian dari fungsi query_post() default halaman tidak tercampur dengan data yang kita tambahkan. perhatikan hasilnya pada gambar dibawah.

before adding featured code

after adding featured code

cukup mudah bukan?

cara 2 : menggunakan sticky post

sticky post adalah fitur yang diberikan wordpress untuk meletakkan satu atau beberapa posting untuk tampil pertama kali, proses-nya lebih sederhana, namun salah satu kekurangannya adalah semakin banyak sticky post yang tampil, jumlah recent post yang tampil dalam satu halaman akan ikut berkurang.

misalnya anda menampilkan 10 post pada halaman utama, dan anda memiliki 4 sticky post, maka hanya 6 recent post yang akan tampil.

anyway, untuk menampilkan sticky post, kita hanya perlu masuk ke list post di dashboard, klik link “quick edit” dan centang box “make this post sticky“. kemudian klik tombol update and than itz done.

dan contoh tampilannya menjadi seperti berikut :

cara kedua ini lebih mudah karena tidak perlu menambahkan kode php apapun, namun apabila terlalu banyak menggunakan sticky, secara tidak langsung pengunjung akan menganggap tidak ada artikel baru pada blog tersebut, karena jumlah sticky yang terlalu banyak akan menenggelamkan postingan yang terbaru.

cara 3 : menggabungkan 2 cara diatas

cara ketiga ini biasanya digunakan untuk menampilkan posting dengan cara yang lebih kompleks. mungkin secara garis besar adalah ingin meng-hilite beberapa artikel dengan satu atau lebih artikel yang menjadi jagoan, dan artikel-artikel yang di-hilite ini tidak akan muncul pada recent post dibawah.

untuk mendapatkan hasil seperti pola diatas, selain menetukan category yang akan dijadikan featured, artikel jagoan yang dipilih juga harus di-set sebagai sticky, dan kemudian mari kita melakukan beberapa penambahan kode php untuk pemanggilan si featured post list, secara garis besar kode-nya menjadi seperti berikut :

echo '<h3>FEATURED POST</h3>';
/* ganti dengan category yg diinginkan */
$category_id = get_cat_ID( 'Category Name' );

/* jumlah featured post yang akan ditampilkan */
$jumlah = 3;

/* ambil array post yang masuk dalam sticky */
$sticky = get_option('sticky_posts');

$args = array(
     'cat' => $category_id,
     'posts_per_page' => $jumlah,
     'post_status' => 'publish',
     'order_by' => 'post_date',
     'order' => 'desc',
     'post__in'  => $sticky,
     'caller_get_posts' => 1
);
$sticky_opt = array(
     'post__in' => $sticky,
     'caller_get_posts' => 1
);
if($sticky) $args = $args + $sticky_opt;

query_posts($args);

/* tampilkan featured post */
$exclude = array();
echo '<ul>';
if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post();
     echo '<li>Sticky : <a href="'.get_permalink().'">';
     echo get_the_title();
     echo '</a></li>';
     $exclude[] = $post->ID;
endwhile; endif;
wp_reset_query();

/* tampilkan featured post yang bukan sticky */
if( count($exclude) < $jumlah ) {
      $args = array(
            'cat' => $category_id,
            'posts_per_page' => $jumlah - count($exclude),
            'post_status' => 'publish',
            'post__not_in' => $exclude,
            'order_by' => 'post_date',
            'order' => 'desc'
     );
     query_posts($args);

     if (have_posts()) : while (have_posts()) : the_post();
          echo '<li><a href="'.get_permalink().'">';
          echo get_the_title();
          echo '</a></li>';
          $exclude[] = $post->ID;
     endwhile; endif;
}
wp_reset_query();

echo '</ul>';

/* pengumpulan variabel agar tidak tampil lagi */
$sticky = array_unique( array_merge( $sticky, $exclude ) );

wp_reset_query();

/* modifikasi paging post per page */
$paged = (get_query_var('paged')) ? get_query_var('paged') : 1;
$x = get_option('posts_per_page');
$y = $x * ($paged - 1);

/* modifikasi query_post agar list diatas tidak tampil lagi */
$args = array(
    'cat' => '-'.$category_id,
    'posts_per_page' => $x,
    'post_status' => 'publish',
    'order_by' => 'post_date',
    'order' => 'desc',
    'offset' => ( 0 + $y)
);
if($sticky) $args = $args + array('post__not_in'  => $sticky);
query_posts($args);

untuk cara ketiga ini, kita tidak perlu menambahkan kode wp_reset_query(), karena kita melakukan perubahan query untuk recent post list yang ditampilkan setelah featured post. setelah kode diatas ditambahkan hasilnya akan tampil sebagai berikut :

sebelum ada sticky dan featured post

before adding featured code

after adding featured post (without sticky)

after adding featured post (without sticky)

after adding featured post (with sticky)

after adding featured post (with sticky)

and now. itz all done.. selamat mencoba :D

Wish Me Luck!

Categories: Serius Dikit By: citcitcuit

chadiTW

Think.Web is my home
Think.Web is my campus
Think.Web is my life

3 tahun 8 bulan gue menghabiskan waktu di Think.Web.
Bekerja, menuntut ilmu, bersenang-senang sekaligus mencari nafkah.
Merangkak, berdiri, berjalan sampai berlari gue lakukan semuanya di Think.Web
Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali hingga Singapur dengan Think.Web
In relationship, single, hingga Engaged dengan orang yang sama gue alami selama di Think.Web

Banyak kenangan yang gak bisa gue lupakan selama bekerja di Think.Web, banyak ilmu baru, banyak pelajaran hidup yang membuat gue dewasa.

Bos yang mirip seperti dosen, lingkungan kerja yang seru serta pekerjaan yang menyenangkan membuat gue merasa nyaman bekerja di Think.Web.

So, why am I leaving?

No! I’m not leaving, I’m just moving on. Moving to the next grade.

Terima kasih banyak untuk bos-bos ku tercinta, teman-teman seperjuangan & klien-klien yang menyenangkan. Gw bisa seperti sekarang ini berkat kalian semua. Mohon maaf jika ada kesalahan yang pernah gue lakukan. Wish me Luck ya!

Pesan untuk teman-teman Think.Web yang baru;

Love your job, and you will never have to work a day in your life! Have fun at Think.Web!

Dan…. sambil menikmati macaroni skutel, silahkan nikmati juga perubahan wajah gue di Think.Web dari awal hingga sekarang. :D

chichagabungan

Tentang Social Media World Forum Asia #2

Categories: Lumayanlah (setengah serius setengah engga) By: citcitcuit

Haiiiiii…
Akhirnyaaaaa….
Setelah berbulan-bulan puasa nulis, akhirnya jari-jari nan mungil ini terpanggil lagi untuk melanjutkan cerita tentang Social Media World Forum Asia.

Baiklah…
Jadi, setelah berbulan-bulan berpikir akan sepanjang tol Simatupang kah nantinya blog ini jika dijabarkan satu-satu tentang isi seminar, maka daku memutuskan untuk membuat semacam resume saja.

So far, ga banyak hal baru yang dibicarakan di dalam seminar ini. Beberapa hal sudah kita (para pekerja social media) tahu, bahkan lakukan setiap harinya. Beruntung, para pembicaranya talkative dengan slide yang menarik.

Diantara bule-bule ganteng & cantik, muncullah sesosok pria lokal di stage. Yup! Please welcome, an Indonesian speaker! Enda Nasution!

Enda

Banyak hal yang dibicarakan bapak blogger ini, tapi karena tampak gugup & agak terbata-bata, yang diriku highlite hanya di bagian tentang “Koin Prita”. Well, kalian semua pasti sudah tahulah, betapa suksesnya aksi solidaritas untuk Prita di Social Media, jadi, ga perlu gw jelaskan lagi ya…

Setelah bapak Enda turun panggung, naiklah seorang pembicara dari Cina. Dia menjelaskan tentang social media di Cina yang cukup membuat gue terheran-heran. You know what… di Cina ga ada facebook karena facebook dalam bahasa Cina mempunyai makna yang tidak baik. So, mereka membuat ‘facebook versi Cina’. Sama halnya dengan Twitter. Orang-orang Cina-pun juga membuat KW-nya. Ck ck ck… Ga heran kalau Amerika senang nyindir Cina di Film-film mereka (Sex & The City, 127 Hours, dll) :D

Well, abis liat slide-slide KW Facebook & Twitter, mata gue disegarkan dengan 3D Video Mapping dari BMW.
It’s cool, fun & interactive! Ga percaya? liat nih: http://www.youtube.com/watch?v=Pm9yb1w7-Lc

Social Media World Forum Hari Pertama ditutup dengan ‘party’ kecil-kecilan di sebuah club beken di Clarke Quay bernama Helipad. Cocktail, foto-foto, liat pemandangan Singapur sampai kenalan dengan orang India yang ‘pamer’ kekayaan ayahnya. Pertanyaan ‘pancingan’ pun keluar dari mulutnya, tapi diriku tetap tak tergoda. “Huh! enak aja main ngajak pergi, orang kenal aja baru kok!” (bangga dalam hati)

Ini dia cewek-cewek Indonesia sebelum akhirnya “mengantuk’ :D

party

Me, Tika, Hanny dan rekan kerja Hanny

Keesokan harinya, gue dan Tika kembali lagi ke Suntec untuk mengikuti seminar hari ke-2. Perasaan gue sih biasa-biasa aja pagi itu, masih sama dengan hari pertama kemarin, senang, excited & penasaran. Yup!  Penasaran akan ada bule cakep lagi ga ya? hahahahaha….

Awalnya, seminar hari ke-2 ini cukup membosankan, mungkin pembawaan dari para speakernya yang kurang membangkitkan semangat. Sampai akhirnya, datanglah sang ratu dari Eropa! Fernanda Romano. Gaya bicara, slide & body language-nya berhasil membangunkan gue dari kantuk! Dia bercerita tentang “Color Project” untuk produk cat internasional. Fefa & agency-nya tak hanya memanfaatkan social media, tapi juga menterjemahkannya di dunia nyata. Sebuah wilayah yang suram, disulap jadi berwarna dengan sentuhan cat-cat tersebut. Watch this! http://www.letscolourproject.com/in/

Setelah Fefa selesai, panggung SMWF pun kembali membosankan. Sampai akhirnya, panitia mengumumkan pemenang tweet contest berhadiah Ipad! Siapakah pemenangnya??? IT”S ME!!! Yeaaayyyy….

melukipad

Cuma nge-tweet “Tweeting to Win an IPAD at #SMWF Asia with @StanChartBreeze” berulang-ulang & live update tentang seminar, gue berhasil memenangkan IPAD. How lucky I am! Senang tiada terhingga!

thankuipad

Terima kasih banyak buat Think.Web yang mensponsori gue ke Social Media World Forum Asia di Singapur, sehingga gue bisa menang Ipad, barang yang sangat gue idam-idamkan selama ini. I’m so HAPPY!!!