Aku dan Waktu
By asti | August 9, 2008
Mencermati hari libur yang hanya 2 hari ini memang perlu.
Pertama yang harus kita lakukan adalah menghargai waktu itu sendiri, baik dalam kehidupan diri kita sendiri maupun dalam bekerja. Hmm… sulit memang, karena waktu yang ada itu memang sangatlah sempit dan padat tentu.
Kedua adalah bagaimana waktu yang sudah kita hargai serta sempit itu kita bagi dengan sangat sangat cermat. Tingkat kecermatan setiap orang pasti berbeda dan tidak sama.
Saya pribadi mencoba membagi dengan sistem angka 1 s/d 4 tujuan agar lebih sistematis mengukur neraca value dalam diri.
Pembagiannya sangat mudah :
Nilai 1 untuk Cinta = bagaimana saya membagi waktu saya untuk rasa cinta terhadap Tuhan, keluarga, diri sendiri dan orang sekitar ;
Nilai 2 untuk Rasa Duniawi = hidup harus terbelah dengan seimbang antara kerja dan kesenangan, yang notabene adalah duniawi semata, dunia yang penuh dengan berbagai hal yang membuat kita harus menjadi sosok yang kuat dan tegar; Nilai 3 untuk Penghargaan = apa yang telah kita lakukan pasti bertujuan untuk diberikan suatu “Badge” baik. Bagaimana setiap apa yang kita lakukan itu menjadi baik untuk diri sendiri, orang lain, keluarga dan siapapun yang terlibat dengan diri kita ini.
Nilai 4 untuk Tabungan= hidup ini pastinya akan berakhir dan kembali kepada Sang Pencipta, sehingga saya selalu mencoba untuk memberikan waktu yang ada dalam hidup ini untuk Sang Khalik yang dengan baik hati memberikan kesempatan pada saya untuk menikmati hidup ini dengan lebih berarti dan bermakna bagi semua orang
Yang terakhir dari Aku dan Waktu adalah bagaimana aku memberikan rasa ringan untuk menjalankan semua hal yang telah Tuhan berikan kepada aku
Intinya = Semoga Tuhan memberikan kebahagiaan kepada aku atas sisa waktu ini
Insyaallah ………… amin
Topics: Uncategorized | No Comments »
My Dream !!
By asti | August 9, 2008
Yuk masak
mungkin itu satu satunya yang aku pengen lakukan di hari hari kosong ku
tapi apa daya, kadang kala waktu tidak mau bersahabat dengan aku
Sok sibuk…. sok kerja berat banget …. padahal ga juga tuh!!!
Masak duh pengen banget Masak dan mentoknya pengen punya WARTEG
itu cita cita aku banget……………WARTEG dong!!! please
Tapi tetap aja aku harus berjuang dulu untuk mencapai itu
kita tidak bisa bercita cita tanpa ada usaha yang maksimal, usaha aku sendiri [ saat ini] antara lain : ngumpulin resep, bikin resep baru dll… seru juga sih!!! sesekali di praktekin buat my Hubby, my friend dll
Masakan andalan aku adalah Bebek Panggang ala Asti . ….. nyam nyam, buatnya gampang banget dan tidak cape. Nanti di curhat berikutnya aku akan buat deh Cerita ttng resep resep andalan aku ya
Topics: curhat | 1 Comment »
Hujan !!!!
By asti | February 18, 2008
Hujan terus………….
semoga Rejeki di Tahun 2008 seperti hujan yang ada di bulan Januari dan Februari 2008 ini.
Mengalir bak air dari pegunungan yang jernih dan tidak ada pencemaran apapun. Semoga rejeki kita juga jernih tanpa perlu ada hal hal yang tidak ‘manis’ untuk di rasakan bersama. Semoga Tuhan memberikan banyak Ridho di tahun 2008 ini
Yuk kita berdoa dan berusaha [terutama] agar kita di berikan Ridho dan kemakmuran yang Hakiki di tahun 2008 dan tahun tahun mendatang….
Silahkan Hujan turun terus, semoga setiap tetes hujan memberikan kekuatan, kesehatan, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi kita semuanya
Amin
18 Februari 2008
Topics: curhat | No Comments »
Positif Thingking
By asti | February 2, 2008
Semakin tinggi Ilmu manusia semakin banyak ujian yang menghadang
Semakin banyak tahu tentang kehidupan maka semakin bijak manusia bersikap
Setiap ilmu yang kita dapatkan haruslah kita tuntun dengan nilai nilai indah yang membuat kita semakin menjadi manusia yang Kodrati
Setiap saat Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk memanaged Ilmu, Emosi, Hati dan Laku
Manusia harus selalu berlandaskan kepada nilai nilai positif yang telah diajakarkan oleh Sang Khalik
Oleh karena itu, semakin kita tahu semakin Positif Nilai yang di anut
Namun kadang, manusia lupa dengan nilai positif tersebut, sehingga berlaku / merasa lebih TINGGI dibanding orang lain.
Masyaallah ya Tuhan ….. Tolong tetap pelihara nilai positif dalam diri setiap manusia baik yang TAHU maupun yang TIDAK TAHU
GOOD …. I LOVE YOU …………..ALWAYS
LEAD US TO YOU HEAVEN ………………
Topics: Uncategorized | No Comments »
Success Strategie
By asti | January 5, 2008
The Keys To A Success Strategy That Works
Success has millions of meanings to different people. Success to one person may be a step backwards to another. It is therefore a very personal thing, or even “things”. A single person may have several strands to his life that he wants to be successful in; all may require a separate success strategy. At least, in detail the strategies may be separate and different.
Sowing the Seeds of Success
One of the fundamentals in life can be found in what farmers and gardeners do, and what Jesus taught this to his disciples. “As we sow, so we shall reap”. The principle is that success is not an overnight thing. It has got nothing to do with watching others become successful. It is about consistent work and effort – day in and day out. Farmers tend to their crops every single day without fail, and when the time comes, they reap the benefits from their effort.
Success is a lot like that. Continuous and consistent effort makes a world of difference, in whatever field it is you wish to be successful.
Seeing the Long Term Picture
The harsh truth is that there are usually no shortcuts to success. The length of the journey is a direct result of the level of commitment and effort one puts into becoming successful. Another critical factor is your level of knowledge, and how quickly you can acquire all the necessary knowledge and information to succeed in your particular aim. It is usually the case that the harder you try, the shorter your journey. Shortcuts often lead to disappointments. While luck may influence becoming successful, shortcuts have nothing to do with success. Anyway, you can make your own luck by persistence, hard work, learning, and applying that learning.
Monitoring Your Route To Success
As you would with any journey to a new place, plan your journey to success and then monitor it. Have a plan, keep to it and monitor your efforts. Keeping track of the things that you do, and the success rate of those efforts will help you understand what you are doing right and what it is that you are doing wrong. And during this journey of yours, you can fine tune your plan and map out the route you want to travel. The better you adapt and change according to the circumstances, the faster you will get to where you want to go.
Channelling Your Stress
It is a fact that every single breathing human being has to deal with stress, whether we like to or not. Stress is a natural part of existence, and it is also necessary. And if you want to be successful, you’ll have to learn how to deal with stress better.
There are two tiers to stress. Firstly, you have to learn how to deal with the daily stress level in your life. Secondly, you need to learn how to channel stress energy somewhere else and turn it to your advantage. Yes, stress can be your ally, not your enemy. If you can learn how to turn stress into becoming a motivating factor, then each time you feel stressed, push forward and channel it towards achieving something, doing something positive and beneficial towards your goals and dreams. And most importantly, never waver from your goal just because you’re stressed.
Keeping Yourself Positive and Eliminating the Negative
Being positive all the time is somehow easier said than done. But there are a few things you can do. Start with eliminating negative influences in your life. This is possible, and it is now something I practice almost automatically. It was the key to me totally changing my own life to achieve happiness.
Once the negatives are out of the way, it is easier for you to become positive about everything. Surround yourself with things that will benefit you, and spend your time with with positive, successful or success-minded people. If someone is always miserable and negative, regardless, then they are not someone to have in your life.
Embrace the positive positive people and influences, andlet them overwhelm and influence you.
Topics: knowledge | No Comments »
How to get sucsess
By asti | January 5, 2008
HOW TO GET SUCSESS
Generally human being hope success and there is no difference about the success of men or women, because human being hope certainly to get a success, and will not come by it self without effort or sufficiency of knowledge.
To get success is easy provided we know that to get a success it self moreover in learning there are many kinds or manners of success:
1.Schedule your time
2. Study
3. Put our knowledge
4. Optimist
5. Pray to Allah
1. Schedule Your Time
In our life the time is very important so that we have to settle the time, and to settle time is rather difficult, if the time arranged, we bring about either our obligation or our duty can take easier have not to settle time is as not the some as every obligation or activities so around the clock or twenty four is arranged according to our obligation or duty to take activities and to fulfill of our activities and bring about in a series since morning to night or on the country (Indonesia) because the time is very important or urgent for our live
“Time is money” and for aphorism said “That the time is like sword if we don’t utilize it will cut down us” so arrangement of time is the first step to get success.
2. Study
Study is physic and physics activities because change of behavior if we make related to the success is key to get success, there is no limit time and place to study “never too old to learn”, because studying is a transfer of knowledge from someone to the others or from old generation to new generation and result of study to study generally or diligently what I have done therefore the complete success Is seldom found in our live so that we have to study either manner or method that I have done The commitment.
Said in Al-qur’an
“Look what the something in the past for future, so we study deeply makes success”
3. Put our knowledge in to practice
To obligate of our knowledge support to get a success, because our knowledge in to practice not only support but also give picture
4. Optimist
To bring about of our knowledge or obligation we ought to have optimism so that emerge of doing something or idea to get success. The essentially human being have a power to study as well as understand, on measure will be stable, if we have an optimism view point, hopeless is forbidden in Islam because the Marcy god runs well to human being as like Allah said in Alqur’an, Meaning: “don’t lose hope (keep your spirit) from god’s Marcy”.
Optimist makes us zest in working or studying to get success, because optimist is very important and necessary in our live and effort.
5. Pray to Allah
Either duty or our working to get success will run well or easy to understand and get easily if we pray to Allah because to get a success we have no power about it have no clever enough to get it, we only rely on either our exertion or power although we have tips on method to get a success because we don’t have knowledge to predict the success, when or what the success will occur, in Islam pray has important part and suggested to pray because we only effort and effort, can not decide the success as like a wise word “man proposes god disposer ” and “if Allah be with us who will be again us”. So the success has many factors to get conclusion, to get a success is easy provided we have trick on method and pray to Allah every time
Topics: knowledge | No Comments »
“Mother”
By asti | January 5, 2008
MOTHER’S ARE THE SWEETEST.
Our mother is the sweetest and
Most delicate of all.
She knows more of paradise
Than angels can recall.
She’s not only beautiful
But passionately young,
Playful as a kid, yet wise
As one who has lived long.
Her love is like the rush of life,
A bubbling, laughing spring
That runs through all like liquid light
And makes the mountains sing.
And makes the meadows turn to flower
And trees to choicest fruit.
She is at once the field and bower
In which our hearts take root.
She is at once the sea and shore,
Our freedom and our past.
With her we launch our daring ships
Yet keep the things that last.
Topics: curhat | No Comments »
Do it what do you think you can do it
By asti | January 5, 2008
Anda Bisa Jika Anda Berpikir Bisa!
Seekor gajah yang diikat kakinya sejak kecil dengan seutas rantai sepanjang 4 meter, ketika dia dewasa dia tidak akan melangkah keluar dari area lingkaran 4 meter walaupun rantainya sudah diganti dengan seutas benang. Itu bukan cerita, itu kisah nyata.
Kita sebagai manusia yang berakal budi ternyata juga mengalami trauma yang sama. Teman saya sejak kecil tidak berani mengendarai sepeda, ketika kami remaja dan suka keliling kota dengan sepeda motor, dia selalu dibonceng teman lainnya, setelah kami dewasa beberapa teman mulai memakai mobil untuk aktivitasnya, tapi teman saya itu tetap tidak berani mengendarai apapun.
Anda jg pasti punya teman yg tidak pernah mau mencoba mengendarai sepeda/sepeda motor, apalagi mobil, selalu takut & merasa bahwa mengendarai motor atau mobil adalah sesuatu yg sangat sulit. Istri teman saya bisa mengendarai mobil, setiap hari dia menggunakan mobil untuk antar jemputnya ke dan dari sekolah, tapi dia hanya berani menggunakannya di dalam kompleks ( Kelapa Gading Jakarta ), selama lebih dari 5 tahun tidak pernah sekalipun dia berani mengendarai mobil keluar dari Kelapa Gading.
Suatu hari anaknya sakit dan masuk rumah sakit di Sunter diluar Kelapa Gading, dan suaminya sedang tugas di luar kota. Terpaksa dia mengendari mobilnya pergi ke rumah sakit tersebut, dan sejak saat itu dia berani mengendarai mobilnya kemana saja, termasuk pulang pergi ke bandung.
Ada staff di bagian keuangan yang sudah bekerja 5 tahun, tidak pernah bisa meraih promosi jabatan karena disana adalah jabatan fungsional yang buntu dengan jenjang karir, ketika saya tawarkan jabatan di bagian marketing, dia tidak berani mengambilnya karena merasa tidak mampu menjadi orang marketing.
Ada seorang salesman yang sudah bekerja 10 tahun, prestasinya bagus, disegani teman temannya, bahkan jadi tempat bertanya atasannya. Ketika ditawari jabatan supervisor dia menolak karena dia takut dengan pekerjaan administrasi dan takut kalau nanti suatu hari naik lagi jadi distrik manager yang sarat dengan tugas tugas di atas meja, dia merasa tidak bisa mengerjakan pekerjaan adminitrasi.
Dear teman2 sekalian, coba anda lihat diri anda sendiri, adakah seutas benang yang memhambat diri anda saat ini? Putuskan benang itu, bergeraklah maju lebih dari lingkaran yang selama ini mengurung anda.
Anda pasti bisa kalau anda berpikir anda bisa, anda akan gagal kalau anda selalu berpikir anda akan gagal. Peluang demi peluang muncul setiap hari, dan karena selama ini anda menutup mata anda, telinga anda, pikiran anda, diri anda, hidup anda, maka peluang itu menjadi bukan peluang, lewat begitu saja.
Mulailah melangkah sedikit demi sedikit kalau anda masih gamang, lalu berlari cepat setelah anda lebih yakin lagi. Jangan sia siakan setiap peluang untuk maju, untuk berhasil, demi diri anda sendiri
Topics: Kata kata Bijak | No Comments »
hari libur ?
By asti | December 31, 2007
wow, libur kok ya tetep ya lier…………
mo bikin proposal kok ya otaknya ga mau diajak mikir, pengennya istirahat, tp kok ya dikejar sama yang namanya Proposal….. and PUYENGG!!!!!!!! huahauhauaaaa………….
ok itu adalah salah satu “batu cadas yang harus di pecahkan” dengan bantuan otak dan juga ketajaman niat.
Intinya: Nikmati suatu pekerjaan, dengan niat menikmati, pasti suatu persoalan akan segera teselesaikan dengan cukup baik, walaupun masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Tapi pastinya, bantuan rekan rekan merupakan suatu hal yang paling dibutuhkan dari suatu pekerjaan yang membutuhkan koordinasi Team.
Yuk kerja lagi di hari Libut
HAPPY NEW YEAR my dear Team and Friends ……….. muah muah muah
Semoga Keindahan dan Kenikmatan di Tahun 2008 nanti selalu di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa…………..
Topics: Galerry Ku...., curhat | No Comments »
Tangan di atas jauh lebih baik daripada yang dibawah
By asti | December 26, 2007
Bahasan ini bagus dan menurut aku bermanfaat untuk mencoba mensejahterakan diri kita sendiri apalagi kalau di terapkan dalam kehidupan sehari hari, sertai di tularkan ke orang lain
Makan.
Itu kebiasaan kita setiap hari. Bahkan kita melakukannya
lebih dari satu kali dalam sehari. Tetapi, adakah `nilai lebih’ dari
proses makan yang kita lakukan itu? Bagi anda yang berkecukupan,
fungsi makan bisa ditingkatkan dengan cara `memberi makan’ kepada
orang yang membutuhkan. Dengan begitu anda digelari sebagai sang
dermawan. Posisi si pemberi derma selalu berada lebih tinggi
daripada si penerima. Sehingga timbul ungkapan; `tangan diatas jauh
lebih baik daripada yang dibawah’. Oleh karenanya pula, tidak heran
kalau kita sering merasa `lebih mulia’ setiap kali memberi. Bahkan,
ketika menyerahkan pemberian itu pun tidak jarang wajah kita
mendongak keatas. Pertanda kemuliaan kita – rasanya – lebih tinggi
dari si fakir itu. Karena melalui ungkapan itu kita meletakkan
posisi sang penerima derma ditempat terbawah. Memang; `Tangan diatas
jauh lebih baik daripada yang dibawah’.
Ada sebuah model lain yang saya temukan. Model dimana posisi sang
pemberi dan sang penerima itu sama. Sederajat. Tanpa sekat. Tidak
berbeda martabat. Ketika itu, saya dalam perjalanan untuk berkunjung
ke rumah salah seorang famili kami. Tiba-tiba saja perut saya
keroncongan. “Aku pengen makan ketoprak nih,” Saya bilang. Kemudian,
istri saya yang duduk disebelah kiri bertugas untuk melihat-lihat;
siapa tahu disepanjang jalan yang kami lalui ada gerobak penjual
ketoprak. Makanan favorit saya. Tak lama kemudian, kami menemukan
gerobak penjual makanan. Tidak hanya satu gerobak, melainkan dua.
Yang satu gerobak ketoprak. Dan yang satu lagi, mie ayam. Anda boleh
berpikir; `ngapain sih kok yang beginian aja diomongin? Bukankah
gerobak mie ayam dan ketoprak sudah biasa saling berdampingan?’
Memang betul. Itu pemandangan yang biasa kita temukan. Tetapi, yang
menjadikannya begitu luar biasa adalah moment ketika tengah
berlangsung adegan pertukaran makanan diantara kedua penjualnya.
Tukang ketoprak menyediakan sepiring penuh ketoprak dan
menyerahkannya kepada tukang mie ayam. Sedangkan, tukang mie ayam
menyajikan semangkuk mie ayam untuk disantap si penjual ketoprak….
Pernah menyaksikan adegan itu? Bagi saya, itu bukan adegan yang
biasa. Ketika seseorang bersedia menyerahkan sesuatu yang
dimilikinya bagi orang lain, dan tindakan itu berlangsung secara dua
arah; maka saya kira, kita sudah mencapai nilai kemanusiaan kita
yang paling tinggi. Coba perhatikan, bagaimana mereka meletakkan
diri mereka sendiri relatif terhadap orang lain. Meskipun mereka
berada pada posisi sebagai `sang pemberi derma’, namun mereka sama
sekali tidak menunjukkan tanda-tanda keangkuhan yang sering menempel
dalam diri kita setiap kali kita menyodorkan pemberian kepada orang
lain. Mereka tetap berada dalam kesetaraan.
Anda boleh saja mengatakan bahwa mereka bisa begitu karena ketika si
tukang ketoprak memberikan ketopraknya, dia juga akan menerima mie
ayam dari temannya. Anda benar. Tetapi, bukankah itu merupakan
isyarat bagi kita untuk terbebas dari distorsi tangan yang diatas
lebih baik daripada yang dibawah? Anda boleh protes; “Gue kan kalau
ngasih kagak dapat imbalan apa-apa dari dia. Ya wajar donkszt, kalau
dia berhutang budi sama gue! Toh gue memberi sama dia bukan
mengharapkan imbalan apapun dari dia. Apa sih yang bisa dia lakukan
buat gue? Nothing!”
Anda benar lagi. Mungkin, dia tidak akan bisa membalas budi anda.
Bagaimanapun juga caranya. Tidak mungkin. Lagipula, anda tidak
membutuhkan apa-apa dari dia. Tetapi, tidakkah anda meyakini bahwa
untuk setiap kebaikan yang anda lakukan; Tuhan akan selalu
menyediakan balasannya? Seandainya kepada anda dikatakan: Tuhan
tidak akan membalas kebaikan apapun yang anda lakukan kepada orang
lain; apakah anda masih bersedia melakukannya? See? Ada trade-off
disitu. Dan anda melakukannya untuk trade-off, itu. Baiklah, anda
boleh berkata: “gue tidak butuh pahalanya!” Oh ya? Bukankah ketika
anda menolong orang lain, lalu hati anda merasa lega. Anda bahagia.
Lalu anda terpicu untuk memberi lebih banyak lagi, kepada lebih
banyak orang lagi. Dan hati anda semakin senang. Lalu, anda terpicu
lagi, dan anda merasa nyaman dengan suasana hati anda? Sadarkah anda
bahwa hati yang tenang itu adalah bayaran kontan yang Tuhan berikan
atas kebaikan anda? Jika setelah memberi hati anda menjadi gundah;
apakah anda akan melakukannya lagi? Begitulah Tuhan memberi pahala
kepada kebaikan anda. Apapun hitungannya, memberi itu, selalu
membawa keuntungan bagi sang pemberi. Namun, sekedar perasaan nikmat
itu saja bisa menjebak kita kedalam perasaan `lebih tinggi’ dari
orang yang menerima kebaikan kita. Well, `Tangan diatas jauh lebih
baik daripada yang dibawah’.
Tapi, itu tidak terjadi pada tukang ketoprak dan mie ayam. Mereka
tetap memposisikan diri dan hatinya dalam kesetaraan. Dan ternyata;
pertukaran tidak hanya terjadi diantara mereka berdua. Melainkan
juga dengan tukang lontong sayur. Tukang gado-gado. Tukang cuanki.
Tukang baso. Tukang es buah. Dan dengan tukang-tukang lainnya.
Begitulah cara mereka menikmati pengalaman memakan beragam jenis
makanan. Tanpa harus terbebani oleh pikiran; bagaimana cara
membayarnya.
Dengan cara itu, mereka tidak sekedar berhasil meningkatkan nilai
dari sebuah tindakan yang kita sebut sebagai `makan’. Mereka juga
telah secara alami berhasil meningkatkan nilai hidup mereka sendiri.
Nilai hidup? Ya, nilai hidup. Masih ingat bahwa manusia ini adalah
mahluk sosial? Maka apa yang bisa dilakukannya untuk orang lain
itulah yang menentukan nilai hidupnya sendiri. Jika dia tidak
berguna bagi orang lain, maka sebagai mahluk sosial dia sudah gagal
membawakan fungsinya. Jika begitu, dia tidak menjadi apapun selain
perwujudan perilaku para benalu.
Tidak hanya itu; mereka juga telah secara alami berhasil
meningkatkan kemuliaan diri mereka sendiri dihadapan Tuhannya.
Tuhan? Apa hubungannya dengan Tuhan? Mengapa segala sesuatu yang
kita lakukan dalam hidup ini harus selalu dikait-kaitkan dengan
Tuhan? Karena Tuhan sudah berjanji untuk memberikan imbalan kepada
manusia-manusia yang bersedia memberikan manfaat kepada orang lain.
Kepada yang memberi makan orang lapar, Tuhan berjanji untuk tidak
membiarkannya kelaparan. Dan janji Tuhan adalah benar. Ketika si
Tukang ketoprak menyerahkan ketoprak jatah makan siangnya kepada
tukang mie; dia bisa saja kelaparan. Tapi, ternyata tidak.
Sebaliknya, malah dia mendapatkan mie ayam tanpa harus mengeluarkan
uang sepeserpun. Begitu pula sebaliknya dengan tukang mie ayam. Coba
perhatikan. Kedua orang itu saling memberi makan, tanpa harus takut
akan kelaparan karenanya.
Kita, jika makan. Ya…, makan saja. Kalaupun ada pahala didalamnya,
itu karena kita makan yang baik-baik dari rejeki yang halal. Tetapi,
tukang ketoprak dan mie ayam itu; ketika mereka makan, mereka
mendapatkan pahala dari Tuhan. Karena, setiap kali mereka tahu bahwa
temannya sedang lapar; mereka dengan sukarela memberinya satu porsi
dagangannya. Tanpa menghitung berapa temannya itu harus membayar.
Tanpa terbersit dihatinya ungkapan `Tangan diatas jauh lebih baik
daripada yang dibawah’. Karena, faktanya memang demikian, bukan?
Topics: Kata kata Bijak | No Comments »