Categories:
Uncategorized By:
Ramya Prajna S
“Jaringan manusia, inilah kekuatan Internet yang sesungguhnya. Welcome to the Human Network”. Itu merupakan potongan teks dari sebuah advetorial Cisco di majalah View.
Seperti juga dituliskan pada artikel tersebut bahwa Internet yang dulunya dikatakan sebagai awal dari kehidupan Antisosial tetapi justru yang terjadi adalah tempat social baru. Seiring dengan spirit baru di dunia dotcom, yaitu Web 2.0, bermunculan juga website-website yang berbasis Social Networking seperti MySpace, Friendster, Facebook, LinkedIn dan lainnya.
Saat ini justru lebih mudah untuk menghubungi teman & kerabat yang jauh atau sudah lama tidak dijumpai di website-website Social Networking yang populer. Saya dengan mudah bertemu dengan teman-teman SD atau SMP lewat Friendster. Padahal kalau mau mengandalkan jalur telpon hampir dipastikan tidak mungkin saya bisa mendapatkan nomer nya kalo nggak bener2 berburu.
Berkomunikasi sudah umum dilakukan lewat email, Instant Messenger, atau pun Message Box di website2 Social Networking. Dengan bantuan Skype (atau tools VoIP yang lain) komunikasi tidak hanya lewat text, tapi juga suara. Belum lagi dengan bantuan webcam, komunikasi juga bisa dengan tatap muka.
Untuk media berkumpul atau diskusi pun bisa dilakukan lewat Mailing List.
Di masa depan mungkin saja justru Internet menjadi tulang pungung dari jalur komunikasi. Mungkin saja ada software-software di Handphone yang bisa menjadi sarana komunikasi Human Network. Misalnya: untuk menghubungi saya tinggal memasukkan ID Friendster saya kemudian bisa langsung menelpon saya lewat jalur VoIP.
Chatting lewat HP udah umum kan sekarang.
Lewat Human Network, user bukannya menjadi anti-social tetapi justru menjadi pemicu hubungan sosail itu sendiri. Banyak sekali milis-milis alumni atau Grup Hobi yang kemudian memutuskan Kopi Darat karena udah kangen, selama ini cuman bisa bertemu text.
Categories:
Uncategorized By:
Ramya Prajna S
Baru saja seminggu yang lalu di Internal Seminar Think.Web saya bicara soal pertumbuhan dan penetrasi internet di Indonesia. Setelah cerita soal potensi penetrasi nya, efek menang nya Bakrie Telecom menang Tender sambungan International dan bagaimana langkah-langkah nya Telkom dengan TVC “Internet masuk desa” nya, Salah satu omongan ngelantur yang keluar adalah “jangan kaget kalo suatu saat nanti ada petani yang jualan beras nya nggak lagi ke KUD tapi mereka jualan langsung lewat internet”.
Ternyata ’suatu saat’ itu umur nya cuman 1 minggu. Di koran Kompas hari Senin, 29 Oktober 2007 kemarin, ada berita dengan judul “Internet Merambah Masyarakat Pedesaan“. Pada inti nya ini cerita mengenai seorang petani teh Rosela yang secara nyata menggunakan online media sebagai media pemasaran.
Secepat itu kah perkembangan Teknologi Informasi sampai dengan kata-kata suatu saat itu hanya berlaku dengan hitungan hari.
Diluar dari hal itu yang menarik adalah bagaimana menyikapi hal-hal internet masuk desa ini. Mungkin kah terjadi gap teknologi karena bisa dibilang mereka di desa tidak merasakan process tumbuh nya internet di Indonesia.
Ketika masyarakat Indonesia tiba-tiba menerima keberadaan telpon umum, mereka tidak menghargai telpon umum tersebut dengan berlaku vandal karena memang tidak mengalami proses dari tidak ada menjadi ada.
Atau seperti ketika masyarakat Indonesia tidak mengenal text message device. Text message device adalah gadget yang hanya untuk mengirimkan & membaca text message. Lebih maju dari pager karena bukan cuman bisa terima text, tapi lebih terbelakang dari handphone karena hanya bisa text bukan suara. Akhirnya banyak orang yang menggunakan Handphone sebagai Text message device SAJA.
Bagaimana dengan internet di pedesaan? yang mungkin mereka baru saja tersambung dengan listrik dan beberapa saat kemudian sudah langsung menggunakan internet. Mungkin sambungan telpon saja mereka belum pernah menggunakan.
Terkait dengan hal itu yang kemudian mungkin harus dikembangkan adalah bagaimana membuat User Interface atau Layout yang user Friendly dengan masyarakat pedesaan. Mungkin mereka hanya bisa didekati dengan gambar-gambar sehingga segala bentuk interface harus iconic.
Hal seperti ini juga seperti ketika Esia mengembangkan jalur jual-beli Ring Back Tone lewat jalur suara (bukan text command) (saya nggak tahu ini sudah terjadi atau masih dalam rencana Esia).
Categories:
Uncategorized By:
Ramya Prajna S

Salah satu feature terbaru dari Leopard adalah Time Machine.
Time Machine is the breakthrough automatic backup that’s built right into Mac OS X. It keeps an up-to-date copy of everything on your Mac — digital photos, music, movies, TV shows, and documents. Now, if you ever have the need, you can easily go back in time to recover anything.
Sebetulnya tools recovery ini adalah tools yang sudah lama ada pada Windows, atau banyak juga software-software PC yang memberikan system backup dan recovery nya. Tetapi yang menarik dari Time Machine nya Leopard adalah semua fungsi nya di visualisasikan secara menarik. User bisa melihat history recovery mereka seperti melihat buku atau photo gallery. Visual dari record time juga ditampilkan dengan menarik.
Backup hardware nya sebenarnya adalah device terpisah yang User harus membeli dulu agar fungsi Time Machine nya berjalan. Backup hardware ini adalah External Drive yang dijual terpisah. Jadi pada dasarnya fungsi Time Machinehanya akan berjalan bila User memiliki External Drive. Tetapi dengan dipampangkan nya fungsi ini dan ‘diceritakan’ bagaimana mudahnya me-recovery file, User tentu sangat sulit menahan diri untuk tidak membeli External Drive ini.
Dalam hal ini Apple mampu untuk mem-visual kan sebuah fungsi yang terkesan sangat sulit (backup & recovery) menjadi sesuatu yang fun ketika dilakukan.
Apple memang (selalu) mampu membuat hal yang terkesampingkan menjadi sesuatu yang terasa sangat penting.
Categories:
Uncategorized By:
Salut, Comment Ca Va?
"The first day work after a long holiday is a time waste"
That was my boss opening sentence when the team were invited to Paregu to join half day seminar (plus free yummy meal) after 9 days Lebaran holiday.
The presentation were given by two of my boss, mostly about the web.2.0 issue, the growing number and improvement of the social networking websites and so on.
The closing presentation from my female boss attract my mind. You might have known this since it's not something new. It's called 9 dots puzzle (any clue for physiology communication student?)
Anyway, there's a story behind this puzzle (tapi agak lupa maap deh kl salah). The employees of the Disney or Warner (really can not recall my short term memory on this) admire the unusual creative way of thinking of their boss. The employees curiosity ended in this 9 dots puzzle. If you can answer the question on this puzzle, then you able to know the secret of 'his creative' way of thinking.

Task : Starting from any point, draw four...
Categories:
Uncategorized By:
Salut, Comment Ca Va?
Why have I choose mass communication major than advertising and public relation? it was journalism TV broadcasting which taking me into mass communication study.
Today I'm doing brief research for a project which related to a news channel. Client objective is to make website for one of their programme and one of the target is trying to be an online news portal.
So i run to worldwide or regional news channel such as CNN, BBC, channel news asia or ABC. The result : I spent the whole day enjoying this sites.
It's incredible how the online media make changes to our traditional journalism. You can run to blogs from CNN reporters around the worlds,watch video or pictures submitted by netters around the globe, read articles updated 5 minutes a go, chat with other netters on issues and so many more you can't do on newspaper, television or radio (there are no time and space limitation!)
Few minutes enough to be informed on your interests. Stunning!
Browsing at Chann...
Categories:
Uncategorized By:
Salut, Comment Ca Va?

Learning French has resulted in my interest of watching French movies. And this is one that I'm keen of. Three words to describe : romantic, drama, funny.
Remember the pretty Audrey Taotou as Amelie? Yes, you'll meet her again but this time as a materialistic high class woman dating rich man no matter how old they are..She lives on their money, she shops on their credit cards, she passionate their money.
One midnight at a hotel in Paris, she came to hotel cafe and met a bartender and mis valued him as a young rich man.In brief she slept with him, her old fiance found out her affair then dumped her, she ran into the bartender's arm..what a big mistake!
Irene (Audrey) then found out his affair's true identity as a hotel staff and dumped him.Yet, this young man already in love with her and followed her ever where she goes. Irene demanded so much money he couldn't afford. By coincidence, Jean (the bartender) met an old rich lady.. who turned out ask him to be her young lover. Since Irene demanded loads of money, Jean pretending this job and fulfilled her needs.
This movie so fun to watch, I laugh, I enjoy the high class lifestyle, I enjoy the comedy and last but not least I enjoy the true love valued inside the story.
Categories:
Uncategorized By:
Anantya
5 tahun lalu jika disuruh memilih lebih baik mana: membaca buku atau membuka laptop dan browsing internet. Jawabannya saya akan membaca buku! Its way better that time. Tapi itu dulu, seperti kata pepatah lain dulu lain sekarang. Nah sekarang ini, my life is about computers and internet. Saya bukan that computer geeks dan tidak punya pengalaman berlebih soal komputer dan internet tapi I breathe, live, eat and think about it. 24/7 preoccupied and frankly its an amazing world out there.
Take google for instance. Its like my own servant. Google will do almost anything that i order it to search. Dan lebih dari sekedar sebuah mesin pencari, google punya kelebihan-kelebihan lain yang bila dipikir-pikir cukup menarik. Belakangan ini saya mendapatkan sebuah kebiasaan yang rasanya cukup manusiawi berkaitan dengan google. I google people down! (its out of curiosity:p)
Pertama-tama tentunya karena saya cukup narsis untuk mengetikkan kata Anantya di google type-pad. Hasilnya? Yah walau agak menyedihkan karena terpaksa harus kalah pamor dari perusahaan software dan yoga, tapi at least my name was there
Tapi dari pengalaman meng-google diri sendiri saya punya kebiasaan untuk mencoba googling orang-orang yang saya kenal dan juga melihat background mereka yang baru saja saya kenal. like for instance, somebody once set me up with this guy…penasaran orangnya seperti apa i immidiately google the name and in 1 second or more (tergantung internet speed sih) i know about the guy. Technology…it fasinates me.
Teknologi ini berguna juga untuk mencari tahu mengenai calon-calon pegawai yang kebetulan melamar ketempat saya bekerja. Just type in their name and see informasi apa yang bisa saya dapatkan dari my loyal Google. Dari sana saya mendapatkan informasi berharga yang mungkin tidak akan saya dapatkan ketika saya setengah mati berusaha mengorek informasi dari sang pelamar ini di 30 menit obrolan panjang kita mengenai kompetensi diri, keinginan kerja dan juga pencarian kecocokan antara calon penerima pegawai dan calon pegawai.
Googling, try it…perhaps you’ll love it!
Categories:
Uncategorized By:
Ramya Prajna S
Saat ini User Generated Content juga sudah hadir di situs-situs berita. Berita-berita aktual tidak lagi datang dari Jurnalis yang bekerja di media nya, tetapi bisa juga datang dari siapapun. Hanya saja pemberitaan nya masih harus di supervisi agar tidak objektif, bersifat opini atau bahkan hanya sekedar dugaan.
Masyarakat tidak lagi hanya menuliskan berita-berita yang mereka dapatkan pada situs-situs pribadi atau pun Blog nya, tetapi mereka juga dapat menjadi kontributor terhadap sebuah website berita.
Tetapi ada hal baru yang saya jumpai beberapa waktu lalu. Saya sengat terkesan dengan salah satu program berita di channel CNN yaitu I-Report yang bahkan mengangkat content dari user yang berupa video kedalam tayangan TV. Untuk di Indonesia menjadikan User Generated Content menjadi tayangan TV adalah sesuatu yang spesial. Mengingat di Indonesia penonton TV masih jauh lebih besar jika dibanding dengan pengguna internet. Hal ini membuat berita yang mungkin hanya ‘berkeliaran’ di internet menjadi konsumsi yang lebih umum. Sayang nya belum ada stasiun TV lokal yang berani melakukan hal yang sama seperti CNN.
Hal ini wajar karena memang agar sebuah berita dinilai valid maka harus di approve secara cepat oleh media tersebut. Jika berita tidak valid maka akan mencoreng pamor dari media berita tersebut. Sedangkan jika penilaian tersebut terlalu makan waktu, maka berita nya menjadi tidak aktual. Jadi memang kebutuhan akan supervisor menjadi sangat penting.
Hal menarik lain adalah diakhir acara sang Host mengatakan “kami sangat berharap anda bisa membantu kami untuk menjadi reporter kami. Tetapi ingat, apapun yang terjadi, anda tetap harus memperhatikan keamanan diri anda”. Mungkin maksudnya “jangan gara2 mau masukin berita perang Anda malah menjadi koran peran” hahahaha…
Categories:
Uncategorized By:
Ramya Prajna S

This photo made available by Mizzima News, Buddhist monks and ordinary civilians march in Rangoon on Thursday.(Mizzima News/Associated Press)
Menarik sekali mengikuti perkembangan berita mengenai Protest terhadap Junta militer di Mynmar. Untuk saya hal yang menarik untuk disimak adalah bagaimana Junta Militer benar-benar memblok semua akses informasi Massa. Seluruh koran lokal diberhentikan produksi nya. Sudah tentu media informasi lainnya seperi Radio & Televisi juga tidak mungkin memberitakan protes ini ke dunia luar.
Junta Militer merasa dengan blokade informasi seperti ini akan menekan aksi protes agar tidak semakin membesar. Para Biksu yang awalnya membangkitkan semangat rakyat benar-benar ditekan, kuil mereka diserbu dan mereka dikurung disana. Perjuangan benar-benar berada di tangan rakyat sekarang. Harapan mereka juga berada dari dunia International. Tetapi bagaimana dunia International mengetahui segala kondisi jika semua akses informasi di blok, dan mereka pun mengalami kesulitan untuk masuk.
Didalam keadaan seperti ini gaya Web 2.0 menjadi lebih nyata. Di Myanmar saat ini setiap pagi semua anak muda berusaha untuk mengirimkan foto-foto yang terjadi. Mereka berusaha meng-update dunia mengenai perkembangan terbaru yang terjadi. Mereka melakukan update diberbagai website dengan basis Web 2.0 seperti Flickr, Blog atau juga fasilitas-fasilitas User Generated Content yang diberikan media publikasi lain, seperti hal nya pada CNN.
Lihat juga foto-foto di salah satu gallery Flickr berikut atau juga dari situs ini.
Kejadian ini pun membuat beberapa warnet disana di tutup oleh militer. Tetapi akses internet masih bisa dilakukan di beberapa tempat melalui satelit-satelit yang kendalinya diluar jangkauan Myanmar. Atau juga karena satu-satunya media komunikasi yang berjalan adalah Handphone, seluruh update foto bisa saja dilakukan melalui HP, lebih-lebih dengan fasilitas Yahoo!Go upload foto ke Flickr menjadi lebih mudah.
Apabila pada akhirnya yang terjadi adalah Junta Militer menyerah karena kecaman dunia International, ini berarti Militer berhasil dikalahkan oleh Netters lewat User Generated Content. Selanjutnya lagi-lagi Internet Users harus mendapat penghargaan seperti yang diberikan Times terhadap “You” sebagai person of the year 2006.