SMS Dari Mas Ace

Categories: Uncategorized By: Anantya

Siapa itu mas Ace? Mas-mas baru suka mendekati cewek-cewek muda usia? Huhuhu bukan kok. Mas Ace malah bukan tokoh nyata tapi dia  adalah bukti dari kesaktian data mining dan consumer engagement activity. Bagaimana Mas Ace bisa membuat saya atau cewek-cewek jatuh hati? Jawabannya simple sih do something and make your costumer feels special. Bukti nyata bahwa consumen akan memiliki persepsi yang bagus pada sebuah brand karena merasa terperhatikan adalah saya sendiri. Buktinya sms dari Mas Ace mampu membuat saya tersenyum kok….bener deh.

Cerita bergulir pada hari ini saya ulang tahun ke-28… Dan menjelang perayaan ulang tahun ke-28 ini, ternyata dari sekian banyak brand yang saya pergunakan ada 4 brand yang ternyata cukup care dengan keberadaan saya dan hari ulang tahun saya. Mereka adalah

Citibank
Bank tempat saya menabung dan membelanjakan uang saya dengan tagihan-tagihan kartu kredit yang gila-gilaan itu ternyata cepat tanggap dan tangkas dengan mengirimi saya sebuah kartu ulang tahun di awal November. Mungkin mereka pikir daripada lupa lebih baik dikirim di awal. It was nice, kartunya biru muda dan tulisan bergaya minimalis dengan sederet tanda tangan dari para banker yang mengelola keuangan saya.
Note: cukup berhasil mengambil hati, tapi kalau mengirimkannya beda sehari atau pas di hari ulang tahun pasti dampaknya lebih spektakuler dalam sisi psikologis konsumen yang menerima. Total point 7 dari kemungkinan 10

Manulife
Yang ini adalah untuk asuransi. Saya nggak nyangka si asuransi ini juga akan mengirimkan kartu ulang tahun pada saya. Tiba seminggu setelah kartu ulang tahun dari Citibank, Kartu yang berwarna hijau itu memang masih kurang cantik kalau disanding dengan kartu dari Citibank, tapi yang penting kan niatnya.
Note: cukup mengambil hati juga tapi jadi ilfil karena dalam amplopnya ternyata ada selebaran promonya juga. Total point 6 dari kemungkinan 10

Telpon Dari HP Xperience Zone
Yang ini bikin kaget, tiba-tiba di hari ulang tahun saya mendapat telpon dari seorang wanita dari HP Xperience Zone yang bilang selamat ulang tahun D.  Suaranya cukup renyah
Note: Ini pendekatan yang paling personal dari beberapa brand yang ada. Tanpa embel-embel mengajak datang ke HP Xperience Zone ucapan selamat ulang tahunnya jadi terkesan murni datang dari dalam hati P thank you. Tapi mungkin it would be nice kalau bisa dikasih hadiah ulang tahun ke rumah? Total point 9 dari kemungkinan 10 karena saya terus terang kaget dan ga nyangka ada brand berani telfon dan ngomong langsung

SMS Dari Ace Hardware
Darimana mas Ace tau nomer hp saya ya? Humm penasaran. Karena seingat saya, saya belum pernah menjadi anggota tetap Ace walau saya suka berputar-putar dalam tokonya melihat barang-barang penting ga penting dan akhirnya membeli satu dari sekian banyak barang-barang itu. Jadi darimana mereka mendapat data saya? Walau tidak pakai nomer special 0-800-ACE misalnya atau nomer cantik lainnya, namun SMS berbunyi: “ACE>> Seluruh staff dan management ACE Hardware Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun. Semoga Sehat, Sukses dan Bahagia Selalu.
Note: Wah mas Ace terimakasih yah semoga doanya dikabulkan amin. Saya suka dengan gaya SMS Anda saya kasih nilai 8 untuk keseluruhan usahanya.

At the end keempat brand ini berhasil menambah poin brand value mereka 1 point dimata saya. See mudah kan? Kumpulkan data dari konsumen, cari  hal personal dari konsumen kita dan lakukan tindakan. Kalau dalam rumusan matematika:

(data + hal personal) x tindakan positif= kenaikan brand value

Ucapan selamat ulang tahun misalnya, ini adalah hal yang paling mendasar dan 99% approach kita terhadap kondisi ulang tahun konsumen akan diterima dengan positive responds.

Orang Kaya Menginjak Orang Miskin

Categories: Uncategorized By: Handoko Makanya, Jangan jadi orang miskin. Kata si Kaya. Karena miskin sangat dekat dengan kekufuran dan kekufuran menjadikan manusia menjadi kafir. Itulah kata-kata bijak yang saya lupa dapetnya dari mana. Tidak ada salahnya si miskin meratapi nasibnya yang sudah miskin. Namun, juga nggak seharusnya kemiskinan dijadikan alasan untuk menuntut si kaya akan secuil emas 12.500, malah tadi pagi sudah ada kabar kalau secuil emas yang akan dirampas si kaya bertambah 5.000 menjadi 17.500. (Memang sungguh keterlaluan si Kaya itu). Tapi apa mau di kata si Kaya memang berkuasa. Segepok (tidak lagi secuil) emas itu memang harus dirampas untuk memenuhi celengan-celengan si Kaya. Kita memang tidak tahu untuk apa si Kaya yang sudah kaya tetap mau merampas segepok emas si miskin. Apakah untuk membantu si Miskin-si Miskin yang lain (syukurlah!) atau hanya untuk menumpuk pundi-pundi emasnya?? (mampuslah!). Saya tergelitik untuk tahu kenapa si Kaya kekeuh merampas emas si Miskin. Dan setelah saya lihat-lihat di social network-nya Mr. Jeff. Ternyata, si Kaya merampas emas si miskin salah satunya hanya untuk membayar hutangnya pada sebuah Kerajaan. Si Kaya memang mempunyai hutang jasa pada sebuah kerajaan itu untuk pembuatan situs www.c********a.com salah satunya. Lalu, Apa mau dikata semua memang sudah ada rumus dan sistem pemecahannya. Tinggal kita yang harus bisa membaca fenomena si Kaya dan si Miskin ini dari sudut pandang mana untuk melihatnya. Namun bisa saya sarankan bacalah setiap fenomena kontroversial dimana saja yang Anda lihat dari sudut pandang hati. Sebab saya yakin hati biasanya lebih bisa menerima fenomena tersebut dengan lapang dada bukan lapangan bola. Karena memang hati tempatnya ada di dada selain payudara.

Orang Miskin Diinjak Orang Kaya #1

Categories: Uncategorized By: radit

capitalism

Seberapa hidup kami dihargai? Seberapa hidup kalian dihargai? Bisa dibandingkan namun tidak bisa dibayangkan. Tidak cukupkah darah yang kami berikan demi keglamoran yang kalian nikmati. Sunat saja secuil emas yang kalian berikan pada kami sebagai simbol kebesaran kalian. Toh itu tidak akan terasa ketika ditumpukkan pada gunung emas kalian. Tapi cuilan emas kecil itu terlihat sangat besar di tangan kecil kami.

Proletar adalah alat. Tak lebih dari alat. Ya… kami memang alat. Alat yang terbalut seribu keterbatasan. Tapi alat ini masih memiliki jiwa dan harapan. Cuilan emas seharga 12.500 yang kau jarah dari telapak tangan kami adalah gambaran dari cukup besarnya kaki kalian untuk menginjak kepala kami.

Selamat buat kalian orang-orang kaya di atas bangunan yang mereka sebut Bank ***g*. Mulut kami bisa kalian bungkam, hak kami bisa kalian redam, tapi harapan kami tidak akan pernah terbenam.

To live working or to die fighting…

Programmer VS Manager

Categories: Uncategorized By: Jeffry Ada banyak issue yang berkembang disekitar dua bidang pekerjaan ini, secara umum yg terjadi di dalam dunia proffesional perusahaan selalu memandang jenjang karir yang umum adalah mengarah ke sisi manajerial, tetapi pada kenyataannya tidak semua kasus bisa diperlakukan seoerti itu. Ada banyak kejadian diperusahaan bila programmer mereka sudah cukup lama membuktikan bahwa dia sudah bekerja dengan [...] SHARETHIS.addEntry({ title: "Programmer VS Manager", url: "http://think.web.id/blog/jeffry/2007/11/29/programmer-vs-manager/" });

Internal Seminar

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Di awal tahun 2007 ini salah satu rencana kerja Think.Web adalah membuat Internal Seminar sebagai media latihan untuk kita membuat seminar untuk umum.
Setelah lewat dari 9 bulan lebih akhirnya hal itu terwujud. Di hari pertama masuk setelah libur panjang Lebaran kemarin kami menyelenggarakan Internal Seminar perdana kami. Karena ini yang perdana, sekalian juga dalam rangka Halal-bi-halal, kami buat nya rada spesial di restoran Paregu.
Di Internal Seminar pertama itu Speaker 1 nya saya sendiri, dengan materi “Web 2.0″ dan speaker 2 nya adalah Anan dengan topic “Online media selain media PC”. Seminar pertama berlangsung cukup sukses walaupun persiapan nya singkat banget.
Anan juga membuat Internal Seminar menjadi lebih menarik, dengan mini booklet yang isinya jadwal seminar untuk setiap peserta dan juga membuat ’sertifikat’ tanda telah mengikuti seminar ini.

Minggu lalu adalah jadwal Internal Seminar ke 2. Setelah sempat diundur 1 minggu karena penuh nya pekerjaan kami, akhirnya saya haruskan saja untuk tidak diundur lagi. Sekali flexible akan hal seperti ini maka ancamannya tradisi yang mulai dibentuk jadi luntur.
Speaker 1 adalah Aheng (Hendra Hoedojo) dengan topic “Brand dan support website terhadap brand”.
Speaker 2 adalah Jeffry Rahatama dengan topic “Social Networking di kantor”
2 topic ini sangat menarik dan membuka wawasan masing-masing peserta.

Dari topic “Brand dan support website terhadap brand” kami mendapat ‘garis bawah’ bahwa dibutuhkan komitmen  yang kuat Think.Web dalam membuat website yang mendukung brand. Lebih-lebih ketika ‘menjual’ bahwa website adalah media publikasi cepat yang 24/7.

Dari topic kedua, “Social Networking di kantor”, ini impact nya lebih ditujukan ke Internal. Salah satunya adalah mendorong seluruh personel Think.Web agar memiliki Blog dan meng-update nya secara reguler.
Hal ini tentu saja sangat baik, karena Blog dapat menjadi media ber-ekspresi dan mungkin untuk mengetahui dibalik pemikiran masing-masing orang. Plus mendukung juga campaign yang saya coba tularkan ke teman-teman di Think.Web to “Read and Write“.
Think.Web goes blogging dalam hitungan hari sejak Internal Seminar 2. Masing-masing bisa membuat blog di server Think.Web secara instant dan semua blog personel di Agregat kedalam 1 blog Think.Web. Handoko, salah satu rekan kami (yang menurut dia) ‘jauh’ dari dunia internet pun akhirnya mempunya Blog dan saya cukup takjub dengan tulisan yang dihasilkan. Salut!! Keep on Reading & Writing guys!

Pada Internal Seminar kami para pembicara nya memang dari Think.Web sendiri. Bergilir bergantian. Internal Seminar menjadi hal yang sangat bermanfaat bagi semua. Yang paling utama (dan tidak disadari) adalah sebagai proses belajar, memperluas sekaligus mendalami wawasan, mengasah kemampuan bagi si pembicara sendiri.
Jadi memang urutan pertama yang mendapat manfaat nya adalah memang pembicara sendiri. Baru kemudian peserta-pesertanya, dan wawasan ini pun bisa berlipat ganda manfaatnya.

Untuk Internal Seminar perusahaan yang dibutuhkan hanya komitmen terhadap program dan disiplin terhadap komitmen tersebut. Jangan lupa kontrol terbuka terhadap materi pembicara juga penting untuk menghindari miss lead.

Kucing Gedek

Categories: Uncategorized By: dhidhi

Kucing Gedek

Stay Hungry. Stay Foolish Part 2

Categories: Uncategorized By: niiia

I don’ t know why i love this tittle so much.. stay hungry, stay foolish. I think it encourage us to always learn.. just like kids who always curious about the world.

I read a blog of a professional of Experience Design and what he wrote in his blog describe this “stay hungry. stay foolish” so nicely it grabbed my mind. He also use The Curse of Knowledge philosophy to describe his mind as follow :

I believe that when you know too much—it takes away from your creativity and your ability to see things from different perspectives. I’ve been thinking about this quite it bit. I’ve been having mixed feelings regarding the specialized degrees that are being marketed to us, promising to turn us into design thinkers, creative strategists etc. Steve Jobs, the original design thinker was a college drop out. What does this tell us?

I’m happy to see the business world take creative problem solving seriously and I’m certainly not against higher education or any of the new programs. But I’m also wary of what happens when we perceive ourselves as experts who have been trained in the black art of [insert profession here].

I started this blog because I was hungry. I was most certainly foolish. I had no idea what on earth I was doing—and that sense of wonder freed me from any restrictions or limitations I might have otherwise been put upon myself. There was no “Guru-sim” involved, and no formal education or even work experience could have taught me to open a Typepad account and make the transformation from spectator to participant.

That was an act of foolishness on my part. I was foolish enough to believe that people would come here. I was hungry enough to spend my downtime producing content and talking to people vs. watching the tube. So, you can call me whatever you like—but for my own sanity check, I’m going to stay hungry and foolish.

It’s just like that.
Just stay hungry and stay foolish to be a person who always learn

Dunia Semakin Panas

Categories: Uncategorized By: citcitcuit

Gilaaaaa!!!! Dunia Semakin Panas.

Hari ini gue kipas-kipas di dalam Bus AC.

Panas…

Padahal temperature AC menunjukkan angka 22 derajat celcius (sebuah angka yang dapat membuat seluruh penumpang kedinginan). Tapi entah kenapa, gue malah bercucuran keringat.

Entahlah… Apa ada yang salah dengan cuaca di luar?

Fenomena panas ternyata juga menular pada supir metromini.

Hari ini gue melihat dua metromini dengan nomor trayek dan tujuan yang sama saling bertabrakan, tepatnya di Jalan Fatmawati Raya. Hanya demi mendapatkan penumpang, sang supir menyetir ugal-ugalan. Alhasil, ketika metromini yang berada tak jauh di depannya berhenti mendadak karena mengangkut penumpang, supir Metromini yang berada di belakangnya tidak dapat mengendalikan setirnya, hingga akhirnya tabrakan pun terjadi.

BAM!!! Kaca belakang metromini yang berada didepan runtuh seketika. Nasib metromini yang menabraknyapun sudah dapat ditebak bukan? ya, bagian depannya hancur!

Entahlah… apa karena sang supir metromini tersebut panas?

Entahlah… yang gue tahu, saat ini dunia semakin panas!

kesempatan

Categories: Uncategorized By: Handoko

Bikin Blog ternyata memang tidak mudah untuk saya kerjakan seperti apa yang Mas Rama bilang. “Bikin Blog nggak nyampe 5 menit sudah jadi”, 3 menit mungkin dia bilang. Untuk bikin itu saya harus dipandu Om Jeff step by step-nya. Bagi kebanyakan orang yang sudah familiar dengan IT sudah bukan barang susah untuk bikin blog. Tapi, bagi saya boro-boro bikin blog kenal betul & bisa browsing internet saja baru saya kenal ketika saya menginjakkan kaki di Jakarta pada medio 2001-an. Bukan mungkin lagi ke “gatek”-an saya terhadap hal-hal baru itu memang dikarenakan fasilitas tersebut memang tidak gampang saya dapatkan. Di sebuah desa terpencil tempat saya dibesarkan memang langka akan hal itu. Saya harus naik angkutan ke kota sekitar 2 jam tanpa macet dengan kecepatan rata-rata 60km/jam untuk bisa mengakses internet. Berarti 120 km harus saya tempuh untuk mendapatkannya. Di Jakarta, memang tidak susah untuk mengakses intenet namun, saya harus mengeluarkan beberapa lembar ribuan untuk sekedar browsing 1 jam. Sungguh bagi saya bukan hal yang primer untuk membagi gaji saya sebagai OB sebulan hanya untuk browsing atau hanya mengenal lebih jauh tentang internet.
Tapi, ternyata saya malah bekerja di perusahaan Website yang notabene pekerjaannya berkutat pada Internet, internet dan internet walaupun saya hanya bekerja pada bagian Admin-nya saja. Namun, setidaknya saya bisa mengenal atau hanya mendengar istilah-istilah atau hal-hal yang yang berhubungan dengan internet. Mulai dari cooding, (bener nggak ya tulisannya?), viral, Php, blog, YM, E-mail, network, server dan lain-lain yang kesemuanya itu memang benar-benar saya kenal pada saat saya bekerja di ThinkWeb.
Mugkin hal inilah yang saya jadikan judul di atas dimana saya mempunyai kesempatan untuk mengenal IT dan hal-hal yang baru lebih jauh. Belajar sambil bekerja tidak mengeluarkan uang sepeserpun untuk pengalaman dan pengetahuan yang saya dapatkan. Sungguh sesuatu yang berharga dalam hidup saya mendapatkan semua ini.
Terima Kasih atas “kesempatan” yang telah diberikan.

What in the name is…

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Beberapa bulan ini kami di Think.Web menjalankan system pem-folder an baru (yang mungkin hal lama untuk perusahaan2 lain). Semua data untuk kebutuhan bersama diletakkan pada Server kantor dan diberi restriction untuk masing-masing user.  Password yang digunakan juga diganti secara berkala dengan system pergantian tertentu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Yang saya suka adalah ketika memberi nama folder-folder tersebut.
DAPUR
adalah tempat semua project-project kami berada.

RUANG KERJA
adalah tempat file masing-masing Department (Creative,  Sales, Maintenance etc)

KAMAR TIDUR
adalah tempat file-file yang hanya bisa dikases oleh Owner dan Director.

MESIN UANG
adalah  tempat khusus untuk Sales Department.

PERPUSTAKAAN
adalah tempat file-file yang sifat nya untuk sharing or add knowledge. Newsletter Think.Web, materi Internal Seminar dan lainnya terdapat didalamnya.

MEJA MAKAN
adalah tempat untukbertuka file satu dengan lainnya.

STUDIO MUSIK
adalah tempat semua file-file mp3 berkumpul.

dan masih ada beberapa folder lain yang penamaannya sengaja dibuat demikian agar terasa kami semua adalah keluarga besar yang berada didalam sebuah rumah.

Nama-nama itu sengaja saya buat demikian supaya waktu dibawa bicara jadi menarik, contoh:
- “Itu filenya gue taro di MEJA MAKAN ya”
- “Kalo ada yang butuh PDF itu ambil aja di PERPUSTAKAAN”
- “Kalo ada yang cari album Nidji terbaru ada di STUDIO MUSIK”

Sama seperti ketika saya menamakan ruang meeting kami dengan nama PANTAI. Jadi lebih enak bicaranya, “Kita besok Brainstroming di PANTAI ya”.
Jadi memang biar menggelitik pikiran kita dan juga lebih diajak ‘bermain’.

Cita-cita saya yang belum kesampaian adalah membuat sekolah atau pelatihan dengan nama GUNUNG KAWI. Jadi nanti bisa ada pembicaraan:
“Wah hebat banget, belajar dimana?”
“Oh saya belajar di GUNUNG KAWI”

Mungkin jadi satu-satu nya ‘gunung’ yang setelah selesai cari ilmu memberikan ijazah.