Sahabat Baikku: Database

Categories: Uncategorized By: Anantya

“Apa yang dibutuhkan seorang jurnalis untuk dapat membuat komposisi cerita yang mampu membuat orang lain membaca berita mereka?”
“Apa yang dibutuhkan seorang financial planner sewaktu ia hendak memberikan saran pada para client?”
“Apa yang dibutuhkan seorang mahasiswa yang sedang menyusun skripsinya?”

Ketiga orang tersebut pasti akan meneriakkan satu kata: Data! Sadar atau tidak, semua orang akan membutuhkan data dalam setiap langkah kehidupannya. Tanpa data, sebuah karya hasilnya akan tampak hambar. Hadir dalam bentuk yang sangat beragam, mulai dari hasil statistik, rangkaian keterangan mengenai peristiwa, sejumlah nama, alamat dan keterangan vital lainnya sampai hadir dalam bentuk pesan singkat di handphone kesemuanya ini merupakan sebuah data bagi seseorang.

Sang data ini jugalah yang dibutuhkan dalam dunia promosi. Bagaimana dan apa gunanya? Berterimakasihlah pada perkembangan teknologi informasi yang memungkinkan kita membuat cara-cara yang tak pernah terpikirkan sebelumnya untuk menghadirkan garis penghubung antara brand dan para konsumennya. Pernah terpikir bahwa friendster bisa menjadi salah satu pengumpul database yang berguna? Atau coba gunakan google (baca: googling) untuk mengumpulkan data feedback mengenai popularitas sebuah brand.

Bila memang ingin serius, cobalah untuk memikirkan strategi yang paling tepat untuk mengumpulkan database yang sesuai dengan kebutuhan.  Dengan strategi yang tepat komunikasi personal antara brand dan konsumen sangat mungkin untuk dijalin disini, mendapatkan data-data hanya dengan satu kalik klik dan juga kemampuan pemilahan segmen konsumen. Ya, jangan mau ketinggalan dari yang lain, pergunakan teknologi dan mulai kumpulkan database!

Bookmark to:
Add 'Sahabat Baikku: Database' a Del.icio.usAdd 'Sahabat Baikku: Database' a diggAdd 'Sahabat Baikku: Database' a FURLAdd 'Sahabat Baikku: Database' a Feed Me LinksAdd 'Sahabat Baikku: Database' a TechnoratiAdd 'Sahabat Baikku: Database' a Yahoo My WebAdd 'Sahabat Baikku: Database' a Ma.gnoliaAdd 'Sahabat Baikku: Database' a Google BookmarksAdd 'Sahabat Baikku: Database' a BlinkBitsAdd 'Sahabat Baikku: Database' a TailrankAdd 'Sahabat Baikku: Database' a Bookmark.itAdd 'Sahabat Baikku: Database' a Live-MSNAdd 'Sahabat Baikku: Database' a FaceBook

Valentine Anak Sekarang

Categories: Uncategorized By: Anantya

Ada apa di bulan Februari? Untuk anak usia 17-25 tahun jawabannya pasti Valentine! Dengan wajah agak bersemu kemerahan, mata berbinar dan senyum tersungging. Ups…ini tentunya wajah-wajah mereka yang kebetulan sudah berpasang-pasangan.

Nah tahun ini, bulan Februari jadi lebih semarak dengan kehadiran perayaan Valentine secara online. Buat saya pribadi, semuanya jadi lebih gampang. Walau saya si apatis Valentine, tapi ngirim Valentine Card, mengutip puisi buat valentine, dan mencari fakta seputar Valentine sepertinya jadi jauh lebih gampang. Dan hal lain yang menarik, adalah melihat kelakuan dan ide gila para pemasar yang berusaha menarik hati konsumennya.

Ide Gila 1: Hadiah untuk Virtual Friends
Untuk apa ya ngirim hadiah, apalagi hadiah untuk teman virtual? Ups nanti dulu, mereka yang beranggapan ngirim hadiah ke teman virtual itu ga penting pasti belum mendapatkan kiriman coklat mars dari teman di Facebook. Baru-baru ini Mars membuat Facebook application yang memungkinkan pengguna Facebook (di Inggris) mengirimkan cokelat ke teman-temannya hanya dengan melakukan langkah mudah seperti layaknya invite friend untuk memakai facebook apps. caranya: ya select friend - add message - bayar pakai paypal! Its easy, its fast and its fun. Tapi berhubung cuma ada di Inggris saya cuma bisa gigit jari deh P

Ide Gila 2: Cinta untuk si Anti Valentine
Buat yang sama sekali ga suka valentine, play your heart out bareng altoids. Pendekatan altoids kali ini adalah anti-valentine untuk merayakan valentine. Sepertinya mereka berusaha untuk berempati pada golongan kaum apatis seperti saya. permainan Where’s Sindy? yang menggunakan bantuan Google Earth dan serentetan permainan lain yang sepertinya seru. Kenapa saya bilang sepertinya? Karena sambungan internet saya terkena kram otak dan untuk membuka 1 permainan saja butuh tingkat kesabaran yang luar biasa tinggi. Huah cuape dey

Bookmark to:
Add 'Valentine Anak Sekarang' a Del.icio.usAdd 'Valentine Anak Sekarang' a diggAdd 'Valentine Anak Sekarang' a FURLAdd 'Valentine Anak Sekarang' a Feed Me LinksAdd 'Valentine Anak Sekarang' a TechnoratiAdd 'Valentine Anak Sekarang' a Yahoo My WebAdd 'Valentine Anak Sekarang' a Ma.gnoliaAdd 'Valentine Anak Sekarang' a Google BookmarksAdd 'Valentine Anak Sekarang' a BlinkBitsAdd 'Valentine Anak Sekarang' a TailrankAdd 'Valentine Anak Sekarang' a Bookmark.itAdd 'Valentine Anak Sekarang' a Live-MSNAdd 'Valentine Anak Sekarang' a FaceBook

Cincha Lawra

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Pas waktu blogwalking tiba-tiba nemu tulisan-tulisan tentang salah satu celebrity yang sering muncul di Infotainment. Nggak sah rasanya kalo nggak di bahas. Fenomenal soalnya.

Cinta Laura ini (maaf ya, kali-kali suatu saat kita berkenalan dan berteman) terus terang cukup ganggu (saya) cara bicara nya kalo di infotainment. Saya termasuk orang yang nggak terlalu suka dengan orang-orang Indonesia yang ketika bicara lebih banyak bahasa Inggris nya dan lebih-lebih dengan ’s’ dan ’sh’ yang berlebihan. Biasanya begitu liat/denger (di radio) orang-orang yang gaya bicara nya kaya gitu saya langsung pindah channel atau station.
Nah kalo si Cinta ini cukup unik, saking ajaib nya saya jadi penasaran dengerin semua omongannya. Jadi mulai dari eneg-males-penasaran-nyari-nyari. Hahaha aneh.

Nah ternyata banyak orang-orang yang lebih ‘ngikutin’ si Cinta ini. Ikuti link-link berikut deh. Dijamin hari mu menyenangkan… hahaha.

Yang pasti dari sisi Buzz Marketing celebrity yang satu ini sudah memenuhi salah satu syarat yaitu kontroversial -)

Sekarang saya bingung mau bersikap gimana, mungkin ber-kasihan (baca: simpati) saja deh. Kok saat ini saya melihat dia sebagai figur remaja cewe yang anak rumahan dan dimanja kemudian tersesat di rimba infotainment Indonesia.

Kachihan eh kasihan…. hehehe.

Bookmark to:
Add 'Cincha Lawra' a Del.icio.usAdd 'Cincha Lawra' a diggAdd 'Cincha Lawra' a FURLAdd 'Cincha Lawra' a Feed Me LinksAdd 'Cincha Lawra' a TechnoratiAdd 'Cincha Lawra' a Yahoo My WebAdd 'Cincha Lawra' a Ma.gnoliaAdd 'Cincha Lawra' a Google BookmarksAdd 'Cincha Lawra' a BlinkBitsAdd 'Cincha Lawra' a TailrankAdd 'Cincha Lawra' a Bookmark.itAdd 'Cincha Lawra' a Live-MSNAdd 'Cincha Lawra' a FaceBook

ANTICIPATION:PERCUMAH KARENA BEDA PAS DI LAPANGAN

Categories: Uncategorized By: hendrahoedojo

Hahahaha, pada bingung ya sama judulnya, anyway biarin aja dah kalo bingung. Ada beberapa hal yang pengen gua share ke semuanya yang masih berhubungan dengan pekerjaan.

Yah, pekerjaan adalah ibadah. Mungkin banyak yang belum sadar atau mungkin pernah denger atau apapun, tapi sekarang biar pada tahu aja. Hehehe, gak penting sih. Yang pengen gua share disini adalah pekerjaan yang TW dapetkan dari Vertical, temen2 TW yang dulu barengan di Vertigo, lieur kan ? Dua minggu lebih kita prepare dengan segala macem antisipasi yang mungkin bisa terjadi, secara kita udah 5 tahun berpengalaman ngerjain projek ini. OH ya buat yang belum pada tahu ini proyek annualnya PT Sampoerna tiap tahun.

Terus, kebetulan tahun ini Vertical diminta assist team Sampoerna untuk presentasinya dan berangkat ke Bali. Hooray !

Nah, singkat cerita dimulai saat gladiresik, di hotel Westin, Nusa Dua, A Mild latihan presentasi. Tiba2 saja pas ngeliat video presentasinya mereka minta dirubah, almost the whole thing, which is IMPOSSIBLE, secara semua filenya ada di Jakarta, kalo ngerjain powerpointnya doang mah 10 menit jadi kali, nah ini file video yang mesti dirender dll. Terus kita kontak ke Yoseph yang di kantor jakarta, akhirnya keputusannya adalah apapun yang direvisi akan diupload via web, dan didownload di Bali, which is gak papa karena gua bawa modem IM2 yang stabil dan kenceng jadi its okay.

Tapi Yoseph sendiri gak yakin dengan ukuran file yang guede banget. jadi akhirnya gak jadi ngerjain di jakarta tapi kita edit file yang ada pake mesin editing disana. Can you imagine its 9 o’clock already and we have to edit something that they already approved, my God.

Untungnya ada orang area, sebutan orang Sampoerna di daerah, yang punya laptop dengan software editing, jadilah akhirnya kita ngedit di laptopnya ni orang. Yang, udah dua hari gak tidur buat bantuin nyiapin acara ini dan baru balik dari Surabaya, karena orang ini berdedikasi tinggi dan sangat sabar tentunya, beliau dengan senang hati membantu (daripada gua di komplain pusat….hehehe begitu mungkin pikirnya)

Sejam kemudian file yang diedit tersebut selesai dan bisa dipakai dan yang punya brand, A Mild, senang dan bahagia karena videonya berjalan sesuai dengan keinginan mereka…

The moral of the story is
1. You will never have enough anticipation for anything.
Dalam hal ini kita udah nyiapin semateng2nya bahwa ni presentasi is solid, 90%, paling ada yang kecil2 yang mesti dibenerin, eh malah hal yang kita anggap udah fix masih mesti dibenerin.

2. Spot the problem, brainstorm the solution, pick the best solution available
Intinya cari masalahnya apa, pikirin solusinya apa yang paling cepet(kalo berhubungan dengan waktu) dan gak ribet. Kadang solusinya adalah sesuatu yang sangat mudah dan simpel banget, dalam hal ini ternyata telpon orang daerah tanyain punya software editing mpeg dan ternyata ada. Tanpa harus ngerjain di jakarta dan ngirim file via internet yang masih besar kemungkinan ada kesalahan

3. Improvise and use all of your resources that available
Hahaha, dalam hal ini semua channel yang bisa membantu di telpon dan mencari solusi yang terbaik dan paling gak rese dan minimal tingkat kesalahan, yaitu pinjem komputer orang yang ada software editingnya (it works) dalam hal lain, kalo kepepet, mangkanya rajin bergaul dan inget sama orang, punya temen yang bisa bantuin mecahin masalah kalo udah stuck

Sama halnya dalam hidup segala sesuatu yang kita persiapkan itu nggak ada apa-apanya. Artinya, kita sebagai manusia boleh aja berkehendak, punya kemauan dan keinginan, udah kita siapin segala macem antisipasi biar jalan kita lancar, tapi in the end kalo nggak dapet ‘IZIN’ dari Yang Maha Kuasa ya tetep aja ada masalah. Bahkan mau seperfect apapun tetep aja kita masih di kasih ‘cobaan’ biarpun kecil banget, tapi tetep aja kalo nggak ada jalan keluar pasti jadi masalah gede kan.

Sedangkan dalam hidup Gusti Allah selalu ‘ngetest’ manusia buat tahu seberapa tawakalnya manusia sama Gusti Allah. Kita sering lupa kalo ada masalah terus ribet sendiri, nggak mencoba tenang liat masalahnya apa baru temukan solusinya, kalo udah mentok ya tanya sama yang jadi SUMBER SEGALA SUMBER, do’a. Insya Allah dikasih petunjuk, asal kita mau sabar dan menangkap solusi yang diberikan, kadang solusi yang diberikan suka gak masuk akal alias bisa gampang banget gitu, asal kita mau dan mampu menangkap solusi yang diberikan. Tapi kadang jawaban itu nggak muncul begitu aja bisa itungan detik, menit bahkan hari, atau bahkan kita ‘disuruh’ coba dulu dengan jawaban kita.

Life is about improvisation, nothing is as it seems, nothing is perfect. Mangkanya kita harus selalu siap kapanpun, dimanapun, siapapun karena ya itu, mau se-oke apapun persiapan tetep aja di’test’ jadi ya kita terima dan jalani semua itu dengan SABAR, IKHLAS dan TAWAKAL, karena ya, memang cuman itu yang bisa dilakukan.

Jadi ya dalam semua hal siap-siap improve terus !!!!

Life and Choices

Categories: Uncategorized By: niiia

“Life is sums of all your choices”

I’ve been reading this quote more than 10 times.
It is group of words which perfectly describe how I memorize my life.

There’s a thought inside me which tell me time goes by so quickly, then we don’t have so much time in this world. This way of thinking can creates sense not to do bad things. Warning to avoid the wrong path. Reminder to be grateful for every breath that given. Tears for the wonderful memory of love ones surround us. Very limited time to achieve your dreams in this earth.

But in other way, I’ve also been thinking mistakes make life very valuable.
We learn. We flop.
Yes, we cry a lot aren’t we?
Life is a lesson
Then we able to value the lesson itself
Very valuable

Choices we make in life lead us the way we are now.
Decide to take management major rather than design
Choose to cheat on your partner
Avoid your mom’s feeling and abandon her
Choose to stay at home to be a housewife
Choose not to pray
Choose to work 9 to 5
To have children
And the list continues

When we lose someone
Is it because something from the past?
When we achieve something
Is it because we work so hard on it before?
Aside of God’s undoubtedly power
I think human have chance and power to build life the way they wish for

Isn’t life is reward and punishment for our choices?

Hujan !!!!

Categories: Uncategorized By: asti Hujan terus…………. semoga Rejeki di Tahun 2008 seperti hujan yang ada di bulan Januari dan Februari 2008 ini. Mengalir bak air dari pegunungan yang jernih dan tidak ada pencemaran apapun. Semoga rejeki kita juga jernih tanpa perlu ada hal hal yang tidak ‘manis’ untuk di rasakan bersama. Semoga Tuhan memberikan banyak Ridho di tahun 2008 ini Yuk kita [...]

Selalu Ada Awal

Categories: Uncategorized By: Anantya

Bermain dengan kata-kata adalah cinta pertama saya. Dengan impian jadi penulis besar dan seorang jurnalis tangguh, saya mendamparkan diri di dunia online. Mengapa mendamparkan diri, karena saya terdampar dengan sengaja. Saya memilih berada disini, di rimba maya karena tiba-tiba saya tersadar akan sebuah kenyataan. Untuk generasi saya, setiap orang pada tahapan tertentu dalam hidupnya akan bertemu dengan komputer dan akhirnya terjebak dalam jerat rimba maya. Daripada terjebak tanpa tahu apa-apa, lebih baik saya belajar untuk tahu. Ini awal saya bekerja di dunia maya.

Jadi seorang perempuan yang tadinya gaptek berat (sejujurnya sampai sekarang masih), lebih suka menulis hal-hal sederhana yang mudah dicerna dan mengungkapkan asumsi-asumsi pribadinya kini harus bercengkrama amat dekat dengan teknologi terkini yang selalu berlomba untuk jadi yang ter-.

Seseorang berkacamata - (memegang aliran pesimistis) pasti akan berkata ini pada saya:

  • cewek gaptek harus berhubungan dengan teknologi mana bisa?
  • Yakin mau main di dunia online? Berapa banyak sih mereka yang bermain di dunia ini? Stick to traditional media or OOH aja
  • Internet masih mahal, sambungannya cupu! Udah deh
  • Kalau lo gak geek, bisa programming or at least bisa desain ga usah main di dunia internet

Seseorang berkacamata + (memegang aliran positivis) pasti akan berkata ini pada saya:

  •  Cewek gaptek? Tenang… gaptek itu kan awalnya, you can learn almost anything dan dengan kegigihan pasti bisa. Kunci utamanya adalah belajar dan mau tahu kok. Lagian teknologi keep evolving and you have to learn every time. Its not to late if you start now.
  • Siapa yang main di dunia online? Just for your information, internet sudah me-reach 1,1 milyar orang diseluruh dunia dan Asia mengkontribusikan 56% dari pengguna internet. Jumlah pasti di Indonesia memang hanya Allah yang tahu, karena banyak orang memberikan asumsi dan prediksi akan banyaknya pengguna internet di Indonesia. But for me, its the future, its our way of living in the next 10-20 years. Dalam waktu itu saya sudah menjadi seorang ibu-ibu yang dengan asiknya mencekoki anak saya yang masih SD untuk gaul di internet. So just embrace it dan menjadikannya pendamping yang tercantik untuk media traditional and other communication tools yang ada.
  • Internet mahal? Belakangan penyedia jasa internet berlomba-lomba memberikan tawaran sambungan dengan band yang bikin melongo dan harga yang bikin tersenyum. Coba bayangkan ada yang mengeluarkan paket 2in1 Homecable plus sambungan internet broadband dengan harga cuma 188.000 per bulan dengan koneksi speed 384 kbps.
  • Haruskah jadi geek? Nggak kok karena sebenarnya internet berkembang karena keberadaan tipikal user seperti saya (seorang cewek gaptek), atau ibu saya (ibu rumah tangga yang juga gaptek) dan Uti (anak magang di tempat kerja saya) yang menggunakannya tiap hari dan tidak sadar bahwa mereka memberikan kontribusi mereka terhadap internet. Coba pikir kenapa ada web 2.0? Karena pengguna internet geek, jago programming dan bisa desain? The answer is NO! Jawabannya adalah karena pengguna internet itu sama seperti saya, kamu, dia dan mereka. Itu kenapa user friendliness dan interaksi dengan pengguna jadi hal yang penting. Jadi jangan takut, malu atau sungkan bermain dalam dunia internet. All you need is to experience it.

Setelah mencerna dan berpikir panjang, saya hanya bisa berkata bahwa selalu ada awal. Dan ini adalah awal dari ratusan bahkan mungkin ribuan tulisan saya mengenai keberadaan rimba maya dan saya sang perempuan dengan semua ciri keperempuanannya berusaha memahami dunia yang memiliki percepatan berpangkat n ini.

Bookmark to:
Add 'Selalu Ada Awal' a Del.icio.usAdd 'Selalu Ada Awal' a diggAdd 'Selalu Ada Awal' a FURLAdd 'Selalu Ada Awal' a Feed Me LinksAdd 'Selalu Ada Awal' a TechnoratiAdd 'Selalu Ada Awal' a Yahoo My WebAdd 'Selalu Ada Awal' a Ma.gnoliaAdd 'Selalu Ada Awal' a Google BookmarksAdd 'Selalu Ada Awal' a BlinkBitsAdd 'Selalu Ada Awal' a TailrankAdd 'Selalu Ada Awal' a Bookmark.itAdd 'Selalu Ada Awal' a Live-MSNAdd 'Selalu Ada Awal' a FaceBook

Manusia Modern yang Mengaku Modern

Categories: Uncategorized By: radit

agnosticfront_dead_yuppies.jpg

Aku adalah manusia modern sejati. Teknologi adalah tangan ku. Telematika adalah panca indera ku. Aku mendidik keras diri ku sendiri untuk tidak mengatakan hal-hal bodoh di depan individu lain. Semua yang melekat pada tubuh ku harus merepresentasikan kapasitas pola pikir ku yang kompleks dan elegan. Aku sangat puas ketika manusia-manusia yang tidak terlalu modern di sekitar ku ternganga melihat berbagai instrumen canggih yang sengaja ku pamerkan secara implisit. Dan aku tertawa pada mereka yang berpikir bahwa mereka adalah makhluk paling “masa kini” dengan semua yang mereka punya itu.

Huh… Kenapa aku harus hidup di tengah kerumunan orang-orang seperti ini. Jengah rasanya harus selalu menghadapi orang-orang yang selalu membusungkan dada mengaku-ngaku sebagai orang yang paling modern. Mereka harusnya tahu tidak ada yang lebih modern disini melebihi aku. Hanya aku.

Ini lah kenapa aku lebih suka menghabiskan waktu sendiri daripada menjadi bagian dari kerumunan norak itu. Ku pacu mobil built up ku untuk mencari ruang kesendirian. Haha… jalanan lenggang sekali. Merangsang keinginan ku untuk mengetes kecepatan maksimal mobil sporty ku ini. Gas penuh. Ku liuk-liukkan mobil ku di antara celah barisan mobil-mobil pelan itu. Kebanyakan membunyikan klaksonnya. Bah, masa bodoh. Bisa apa mereka dengan mobil-mobil standar itu. Ku jaga mobil ku tetap pada kecepatan maksimum.

Ku lihat jauh ke depan. Hey, mau kemana orang itu. Haruskah ia menyeberang jalan di depan mobil ku. Ku tekan klakson dalam-dalam. Ku tancap gas habis-habis. Orang itu kaget dan melompat kembali ke trotoar. Sambil berlalu ku lontarkan kata-kata kotor sambil memamerkan jari tengah ku. Dasar orang bodoh dan tak tahu aturan. Mengganggu laju mobil ku saja.

Tak lama aku tiba di sebuah kafe mahal favorit ku. Masuk lapangan parkir langsung ku ambil satu tempat parkir dengan sekali mundur. Aku turun dan sambil berlalu aku tekan remote pengunci mobil sambil kupandangi mobil keren ku itu. Ho.. ternyata mobil ku keluar garis parkir dan memakan dua tempat parkir. Masa bodoh lah, sekalian biar tidak ada yang parkir dekat-dekat mobil ku, kalau tersenggol dan gores, siapa yang mampu mengganti rugi reparasi mobil keren ini.

Kuambil satu meja. Sambil duduk, ku buka laptop putih berlambang buah apel. Ketika orang-orang kampungan lain yang duduk di sekitar meja ku masih menganga terkagum-kagum akan laptop ku, kujentikkan jari ku memanggil pelayan. Ku pesan kopi favorit ku sambil berusaha terlihat sibuk di depan kompeter dahsyat ku ini. Mereka yang disana itu pasti sedang membicarakan aku. Hoho… wanita yang disana itu pasti sedang jual mahal dengan tidak melirik ku sama sekali.

Setelah kusruput habis kopi ku, ku tutup laptop dan ku beranjak keluar kafe. Seorang pelayan tersenyum sambil membukakan pintu yang menghalangi lajur langkah ku. Ku berlalu tanpa melihatnya. Buat apa ku balas senyumnya toh aku sudah membayar service charge untuk semua ini.

Melihat jalanan yang begitu macet tiba-tiba aku malas menaiki mobil ku. Akh.. kutinggal saja mobil ku di sini. Toh nanti aku bayar. Ku naik busway saja.

Wahwah.. ternyata haltenya penuh. Apa boleh buat aku harus mengantri dan berdesak-desakan dulu diantara keringat dan bau tak sedap orang-orang ini. Begitu bis datang, kudorong orang d depan ku supaya ia turut mendesak masuk. Tak peduli orang yang mau turun dari bis sudah teriak-teriak kesal. Masa bodoh… Siapa suruh ia tidak sigap langsung turun.

Untung sekali ku dapat duduk kulihat banyak yang kurang sigap dan harus berdiri. Hidup di Jakarta harus sigap, bung. Hehehe… Dua halte ku lewati, ketika di halte ketiga masuk seorang ibu hamil tua kira-kira sudah 7 atau 8 bulan. Kulihat sekeliling, loh kenapa tidak ada satu pun yang mau memberkan tempat duduknya? Hey bapak tua yang disana, bangunlah, anda sudah banyak duduk sejak puluhan tahun lalu. Bocah kecil yang disana, bangunlah, kamu cukup kuat untuk berdiri. Atau wanita muda di sampingku ini, bangunlah, berikan tempat duduk mu pada ibu hamil itu. Kenapa mereka tidak ada yang memiliki kesadaran?

Loh mengapa ibu hamil itu berjalan ke arah ku. Akh tidak… sekarang ia berdiri di depan ku. Syuuh… Syuhhh.. jangan berdiri di sini. Aku akan terlihat jahat kalau tidak memberikan tempat duduk ku. Padahal tempat ini kudapatkan dengan susah payah. Akh aku pura-pura tidur saja. Tak akan ada yang berani membangunkan aku.

Untungnya di halte berikutnya, ibu itu turun. Huh.. hampir saja ia merusak image-ku. Giliran ku turun di halte berikutnya. Aku turun kemudian ku naik ojek sampai depan rumah. Kubayar ongkosnya dan si tukang ojek membalas dengan senyuman dan ucapan terima kasih. Sekali lagi ia kuacuhkan karena aku kan sudah membayar semuanya dengan ongkos itu, tak perlu lah respon terimakasihnya atau balas senyumnya.

Ku kemudian masuk kamar ku dan kukunci pintu. Menikmati kesendirian ku. Akhirnya tidak harus berhadapan dengan masyarakat yang kampungan dan tidak tahu etika… Paling tidak sampai besok pagi sampai aku harus beraktivitas lagi di dunia primitif itu. Sekarang yang ada hanya aku seorang diri, benar-benar hanya aku saja seorang diri.
Aku adalah manusia modern sejati….

4 Type of Indonesian People

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Saya ingin mengutip pembagian segment yang dikatakan bpk. M. Nuh (Menkominfo) dalam acara Beyond Marketing yang dipandu bpk. Hermawan Kertajaya di JakTV.

1. Orang yang Tidak Tahu bahwa dirinya Tidak Tahu
Banyak sekali orang seperti ini memang, karena kesehariannya ‘bersentuhan’ dengan sebuah bidang maka dia kemudian merasa sangat tahu dengan bidang tersebut. Akibatnya orang-orang segment ini mudah salah arah, salah dasar berpikir dan salah mengambil keputusan. Parahnya, kadang-kadang mereka jadi tidak punya keinginan untuk mencoba karena memang merasa sudah tahu.
Dengan setiap hari berhadapan dengan komputer, baca detik.com & menggunakan email tidak membuat seseorang serta-merta mengerti atas Internet Marketing.

2. Orang yang Tahu bahwa dirinya Tidak Tahu.
Orang pada segment ini jauh lebih baik, karena kesadaran akan ketidak tahuannya membuat dia ingin mencoba dan mencari tahu lebih banyak.

3. Orang yang Tahu bahwa dirinya Tahu.
Entrepreneur & Professional (yang sukses) kebanyakan berada pada segment ini. Karena mereka tahu atas pengetahuan yang merke miliki, maka mereka bisa tahu langkah apa yang harus mereka lakukan.

4. Orang yang Tidak Tahu bahwa dirinya Tahu.
Orang-orang bijak, pendengar dan pemimpin yang baik biasanya berada pada segment ini. Mereka sangat rendah hati dan terus menerus ingin belajar dari siapapun. Karena mereka selalu tidak merasa tahu maka mereka selalu berusaha untuk mendapatkan ilmu dan tidak sombong atas ilmu yang mereka miliki.

Pada talk show tersebut dikatakan di Indonesia saat ini hampir semua masyarakat nya berada di Segment pertama. Hal ini lah yang membuat perkembangan IT di masyarakat Indonesia susah untuk berkembang.

Diperlukan pendekatan khusus bagi mereka yang “Tidak Tahu bahwa Tidak Tahu” ini. Mencari kata-kata halus dari “bukan seperti itu”, “pemahaman kamu salah”, “percayalah pada saya”, dan lainnya. Yang paling membuat berat segment ini kan adalah kesadarannya.
Pertanyaannya kemudian adalah apakah Anda yakin bahwa yang selama ini Anda pahami adalah benar adanya? Bagaimana kalau ada yang tiba-tiba bilang pada Anda “mas/mba… Anda salah mengerti”.

Bookmark to:
Add '4 Type of Indonesian People' a Del.icio.usAdd '4 Type of Indonesian People' a diggAdd '4 Type of Indonesian People' a FURLAdd '4 Type of Indonesian People' a Feed Me LinksAdd '4 Type of Indonesian People' a TechnoratiAdd '4 Type of Indonesian People' a Yahoo My WebAdd '4 Type of Indonesian People' a Ma.gnoliaAdd '4 Type of Indonesian People' a Google BookmarksAdd '4 Type of Indonesian People' a BlinkBitsAdd '4 Type of Indonesian People' a TailrankAdd '4 Type of Indonesian People' a Bookmark.itAdd '4 Type of Indonesian People' a Live-MSNAdd '4 Type of Indonesian People' a FaceBook

Positif Thingking

Categories: Uncategorized By: asti   Semakin tinggi Ilmu manusia semakin banyak ujian yang menghadang Semakin banyak tahu tentang kehidupan maka semakin bijak manusia bersikap Setiap ilmu yang kita dapatkan haruslah kita tuntun dengan nilai nilai indah yang membuat kita semakin menjadi manusia yang Kodrati Setiap saat Tuhan memberikan kemampuan kepada kita untuk memanaged Ilmu, Emosi, Hati dan Laku Manusia harus selalu berlandaskan kepada nilai [...]