Men’s Thing

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Ini adalah produksi Think.Web yang terbaru. Mini website yang digunakan untuk supporting brand secara online dan sebagai wadah online community.

Website ini mengiringi project sebelumnya dari client yang sama. Untuk website Men’s Biore sendiri dibagi menjadi 3 fase. Apa yang online saat ini adalah fase pertama.

Objective yang kami terima dari client antara lain adalah:

  • Memperkenalkan logo baru
  • Membantu reposisi dari brand bahwa Men’s Biore adalah “one of men’s gear to keep at his best”.

Untuk menjawab objective mengenai pengenalan logo baru kami menjawab nya melalui design header yang menggunakan element paling kuat pada logo baru tersebut, yaitu diagonal slice berwarna pink. Color tone yang diambil cenderung monotone dan kemudian pada header menggunakan warna contrast pink agar slice nya terlihat standout dibanding yang lain.

Dalam hal reposisi brand, penggunaan kata Men’s Gear ternyata tidak familiar dikalangan target market Indonesia. Hal ini yang kemudian membuat client men-twist nya menjadi Men’s Thing. Kondisi ini menjadi tantangan kami yaitu menyadarkan viewer bahwa si produk adalah salah satu bagian dari benda-benda atau hal-hal andalannya untuk membuat mereka berada dalam kondisi terbaik.

Penegasan Men’s Thing kami implementasikan dalam beberapa feature. Salah satu yang muncul pasa fase pertama ini adalah Men’s Scene.

Kami mencoba memberikan cara berbeda dalam menampilkan produk. Instead of membuat dalam bentuk katalog, dengan mengadopsi gaya IKEA dalam menampilkan produk-produknya, kami menampilkannya dalam bentuk scene-scene yang disesuaikan dengan kira-kira target market utama nya.

Tantangan besar untuk kami juga adalah pada layout bagaimana membuat website ini ‘Men Friendly’.
Menghadapi laki-laki yang umumnya mempunyai gengsi yang besar, terlebih ketika berbicara mengenai grooming, cukup sulit untuk tidak menimbulkan resistensi pada mereka. Menjauhkan kesan gay, tetap menonjolkan maskulin tapi tanpa menjual tubuh wanita, dan hal-hal lainnya adalah menjadi pagar-pagar kami dalam men-design.

Yang hampir terlupa oleh kami saat itu adalah image-image dari artikel. Image artikel sering kali tidak dianggap bagian dari layout. Padahal ketika website tersebut mempunyai minimal image, justru image-image dari artikel lah yang mewakili isi website tersebut.

Ada apalagi di website ini?
Kunjungi terus http://www.mensthing.info agar tetap ter-update.

Tim inti project Men’s Biore:
Web Designer: Citra Pramadi
Web Programmer: Khalid Adisendjaja
Web Content: Stefani Ananda & Radityo Soenarto
Project Manager: Reno Dewan
Account Executive: Naila Getnah

Anan Think
Seperti gaya anak jaman sekarang yang sukanya pakai skinny jeans and tights, schedule untuk membuat proyek ini juga ga kalah tightnya. Dan karena malam ini terlalu banyak melihat MTV saya hanya bisa bilang bahwa tahap satu ini,  sang sutradara teriak: “It’s a wrap!”  Nice job guys (sambil tepuk-tepuk tangan, dan menepuk bahu masing-masing anggota tim). I know all the sweats and hard work you all been trough. Sampai bertemu di shooting sequelnya yah!

Bookmark to:
Add 'Men’s Thing' a Del.icio.usAdd 'Men’s Thing' a diggAdd 'Men’s Thing' a FURLAdd 'Men’s Thing' a Feed Me LinksAdd 'Men’s Thing' a TechnoratiAdd 'Men’s Thing' a Yahoo My WebAdd 'Men’s Thing' a Ma.gnoliaAdd 'Men’s Thing' a Google BookmarksAdd 'Men’s Thing' a BlinkBitsAdd 'Men’s Thing' a TailrankAdd 'Men’s Thing' a Bookmark.itAdd 'Men’s Thing' a Live-MSNAdd 'Men’s Thing' a FaceBook

Ik-Col

Categories: Uncategorized By: Anantya

Waktu jadi sesuatu yang mahal. Mungkin itu sebabnya, jaman sekarang jaman instan. Hal ini bisa dilihat dari beragam barang consumer goods yang ditawarkan. Banyak sekali yang menawarkan konsep instan.

Makanan: Mie, kopi 2 in 1, pasta instan
Selebritas: indonesian idol, AFI, Seleb dance
Hubungan: speed dating

Masih terimbas konsep instan, sepertinya konsep ini mulai merambah ke dunia iklan. Memang saya tidak melakukan research mendalam mengenai ada/tidaknya iklan sebelumnya yang menggunakan konsep ini. Namun sewaktu saya melihat iklan ini saya tersenyum. Kalau saya biasa colongan curhat, berarti brand yang satu ini termasuk colongan ngiklan alias Ik-Col (iklan-colongan).

Iklan colongan ini dilakukan oleh salah satu perusahaan transportasi yang kebetulan melakukan iklan colongan di sebuah iklan milik sepupu jauhnya. Sebelumnya brandnya tidak terlihat jelas, namun lama kelamaan terlihat juga. Mungkin iklan ini dibuat dengan split budget. Karena dari awal setting sudah diatur dalam salah satu armada sang perusahaan transportasi. Kemudian dalam beberapa adegan terlihatlah brand identity sang perusahaan transportasi.

Terlihatkah? Yup 2 in 1 commercial…not bad isn’t it?. Disaat inflasi, BBM naik, semua harga meningkat, mungkin ini salah satu cara yang efisien untuk beriklan.

Rama’s Think:

Terlihat apanya sih? (belaga bego). Ini kaya itu loh nan… butuh talent untuk sebuah episode tapi budget dr client mepet. Seraya ada yang berkata “Nan… nanti lo aja jadi talent nya”.
Dududu…. lalalala….

Bookmark to:
Add 'Ik-Col' a Del.icio.usAdd 'Ik-Col' a diggAdd 'Ik-Col' a FURLAdd 'Ik-Col' a Feed Me LinksAdd 'Ik-Col' a TechnoratiAdd 'Ik-Col' a Yahoo My WebAdd 'Ik-Col' a Ma.gnoliaAdd 'Ik-Col' a Google BookmarksAdd 'Ik-Col' a BlinkBitsAdd 'Ik-Col' a TailrankAdd 'Ik-Col' a Bookmark.itAdd 'Ik-Col' a Live-MSNAdd 'Ik-Col' a FaceBook

Perubahan

Categories: Uncategorized By: Anantya

Berubah itu sulit, dan kadang perubahan tidak diterima dengan baik oleh mereka yang sudah terbiasa dengan status quo. Ini yang saya sendiri rasakan sewaktu sebuah perubahan kecil terjadi di salah satu situs yang sering saya datangi.

Harusnya perubahan ini jadi sebuah perubahan kurang begitu penting. Tapi ternyata karena sudah terbiasa, perubahan yang seharusnya minimal malah terlihat maksimal. Jadi aneh, janggal dan agak jengah melihatnya. Google baru saja mengubah favicon nya (favicon itu bahasa cantik untuk image berukuran 16×16 pixel yang biasa muncul di tab, url atau bookmark. Kalau diliat dari sisi semantik, favicon ini kependekan dari favorite icon). Ini adalah langkah besar, karena logo Google belum pernah berubah selama 8 tahun ini.

Favicon ini jadi penanda atau logo kecil yang merupakan bagian dari keseluruhan identitas sebuah website. Walau kecil dan tidak sesignifikan logo besar Google disamping box search, namun berubahnya favicon ini ternyata membuat saya kurang nyaman. Kenapa? Karena sesuatu yang biasa saya lihat, sebuah icon yang menjadi penanda, tiba-tiba harus diganti dengan tanda lain. Neuron di otak saya masih susah untuk menghubungkan favicon baru Google dengan keberadaan Google. Kadang saya masih suka mencari-cari, mana tab Google search yang tadi saya buka??

Kenapa otak saya agak susah mencerna? Saya mencoba berpikir dan ini adalah jawaban yang saya dapat.

  1. Mungkin karena Google dimuali dengan huruf G besar, bukan g kecil yang sekarang dipergunakan untuk faviconnya.
  2. Favicon G besar memiliki aura berkuasa sedang g kecil nampak lebih lembut

Apakah favicon ini akan dipakai selamanya? Nampaknya memang mereka yang berada di Google juga mengalami kesulitan dalam menentukan. Memang mengubah icon yang sudah mendarah daging dan menjadi kebiasaan akan lebih sulit. Coba saja mengubah logo M milik Mcdonnald dengan huruf M gaya lain, pasti akan terasa aneh dan para pecinta McD akan bilang: “Ah gak McD banget si”.

Hal yang sama terjadi pada Google. Google sadar bahwa perubahan yang akan dilakukan sama sekali tidak mudah. Kabarnya mereka sudah mencoba 300 permutasi (varian yang kurang lebih menggambarkan logo awal mereka). Kabarnya lagi logo ini belumlah logo favicon akhir yang akan dipakai, karena Google masih menunggu respon dari para pengguna. Alhamdulilah Google punya akal sehat dan meminta nasihat dari para penggunanya, crowd wisdom rules!

Buat yang merasa terganggu dengan favicon baru Google, yuk mari urun pendapat favicon apa yang sesuai buat Google. Waktunya sampai 20 Juni 2008. Buka suara, walau cuma untuk logo ukuran 16×16 pixel, bisa membuat statement tersendiri lho!

Rama’s Think:

Do you have your own Favicon?

Bookmark to:
Add 'Perubahan' a Del.icio.usAdd 'Perubahan' a diggAdd 'Perubahan' a FURLAdd 'Perubahan' a Feed Me LinksAdd 'Perubahan' a TechnoratiAdd 'Perubahan' a Yahoo My WebAdd 'Perubahan' a Ma.gnoliaAdd 'Perubahan' a Google BookmarksAdd 'Perubahan' a BlinkBitsAdd 'Perubahan' a TailrankAdd 'Perubahan' a Bookmark.itAdd 'Perubahan' a Live-MSNAdd 'Perubahan' a FaceBook

All I Need

Categories: Uncategorized By: Anantya

All I Need, ini adalah salah satu single dalam album terbarunya RadioHead yang judulnya Rainbows. Nah Radiohead rupanya bekerjasama dengan MTV EXIT (End Exploitation and Trafficking) ngebuat kampanye khusus untuk menyebarkan pesan sosial.

Sewaktu ngeliat clip ini, gue sampe bengong…soalnya video ini cerita soal kehidupan anak-anak dalam 2 kondisi yang beda banget. Satu anak bule yang diasosiasikan sebagai anak yang berada dan dengan kondisi ideal. Dan satu lagi anak asia yang diasosiasikan sebagai anak yang harus bekerja keras dan jadi buruh di usia yang masih muda.

International Labour Organization (ILO) mengestimasi kalau ada 218 juta anak berumur 5-17 tahun yang harus bekerja dan mereka berdomisili di negara berkembang. Diantara angka ini 112,3 juta bekerja di kawasan Asia-Pasifik, 49,3 bekerja di Afrika dan 5,7 juta bekerja di Amerika Latin dan kepulauan Karibia.

Dan, yang bikin saya lebih terperangah karena dalam video itu kalau diperhatikan di kolom si anak asia. Ada seorang cewek yang nampaknya bertugas jadi mandor si anak-anak ini dalam bekerja. Daaan dia pakai bahasa Indonesia, walau terdengarnya samar-samar.

“Hei semua!”
“ayo bangun-bangun-bangun!”
“ayo cepat”
“ayo kerja!”

Apa Indonesia memiliki kasus child labour terparah ya? Gue ngerasa beruntung untuk punya masa kecil normal.

Rama’s Think:

Yup kita perlu bersyukur karena orang tua kita mampu dan mau bekerja keras supaya anak-anak nya bisa bekerja disaatnya (bukan sebelumnya).

Menurut saya apa yang membuat itu cukup sederhana, antara putus asa ataupun juga memang ada kesempatannya.
Putus asa, karena besarnya himpitan ekonomi. Sering ditemui seorang ibu dengan lebih dari 3 orang anak sedangkan sang bapak entah kemana. Tenaga nya habis untuk mengurus sekaligus mencari uang. Mau nggak mau terpaksa minta tolong anak tertua untuk membantu mencari uang.
Ada kesempatan, kalo yang ini sih nggak perlu terjadi pada mereka yang kekurangan. Ini juga terjadi di siapapun. Seorang keluarga yang sangat berkecukupan kalau tiba-tiba anak terkecil nya ditawari jadi bintang iklan atau sinetron pasti langsung bersemangat. Dan jika tawaran nggak berhenti-berhenti ya sang orang tua juga akan bisa kelupaan akan kebahagiaan sang anak.
Intinya ya karena ada kesempatan. Si anak harusnya sedang sedang bermain, tapi ada kesempatan, dikombinasi dengan ada nya kebutuhan, jadilah sebuah profesi. Bukan kah itu dasar hukum ekomoni (atau hukum apalah itu).

Ini salah satu kenapa alasan saya tidak pernah mau mengeluarkan uang saya, berapa perak pun, ditempat-tempat yang seharusnya bukan menjadi tempat mencari uang.
Lampu merah adalah salah satu yang utama.
Stop spending your money on traffic light!!
Mungkin ada yang cuman berpikir “ah itu kan cuman 100 perak, daripada numpuk di mobil”, tapi sadarkah efek snowball yang terjadi.
Semua dimulai dengan pemahaman “hai… saya bisa dapat uang disini”.
Ironis kan? berniat membantu tapi yang dilakukan adalah memperkeruh.

Tapi dalam hal ini saya masih berpikir masing-masing orang punya peran nya. Jadi silahkan saja jika ingin membuang uang di lampu merah itu.
Soal anak-anak yang bekerja… asal jangan lupa. Hak mereka adalah bermain. Jadi kalau mereka menuntut hak nya… ya berikanlah.

Bookmark to:
Add 'All I Need' a Del.icio.usAdd 'All I Need' a diggAdd 'All I Need' a FURLAdd 'All I Need' a Feed Me LinksAdd 'All I Need' a TechnoratiAdd 'All I Need' a Yahoo My WebAdd 'All I Need' a Ma.gnoliaAdd 'All I Need' a Google BookmarksAdd 'All I Need' a BlinkBitsAdd 'All I Need' a TailrankAdd 'All I Need' a Bookmark.itAdd 'All I Need' a Live-MSNAdd 'All I Need' a FaceBook

Kandang Burung

Categories: Uncategorized By: Anantya

Apa menariknya sebuah kandang burung? Saya juga kurang bisa menangkapnya. Kecuali mungkin bagi para burung aficionado (hum kalimat ini konotasinya agak aneh ya?). Nah saya masih tidak menangkap mengapa sebuah kandang burung punya arti yang sangat besar, apalagi ketika saya membalik-balik halaman sebuah majalah franchise ibukota dan menemukan si kandang burung ini muncul di beberapa halaman dalam satu edisi.

Kandang burung yang dalam bahasa inggrisnya dinamakan bird cage yang sedang saya bahas disini adalah salah satu tempat makan yang mungkin akan jadi tempat yang hip dalam beberapa saat lagi (gimana ngga, promonya gila-gilaan). Di salah satu majalah franchise ibukota yang tadi saya sebut diatas, pada edisi Juni 2008, coba deh buka halaman 196. Saya mulai dari paling belakang yah, karena saya suka membaca majalah dari belakang.

Review 1
Si bird cage ini hadir di bagian buzz nightspot (halaman 196). Dalam review pertamanya ini, promosinya memang tidak terlalu bombastis, namun imagenya mendukung. Dikisahkan bahwa interior bird cage didominasi kayu dengan jendela super besar untuk memaksimalkan pencahayaan. Kemudian diterangkan juga kalau tempat ini menawarkan koleksi wine beragam (dan murah) serta koleksi martini yang katanya “juara”.
…dari imagenya saya lumayan tertarik untuk hadir mencoba duduk di posisi paling dekat kaca yang menghadap ke luar, sepertinya akan menyenangkan

Review 2
Secara spektakuler si bird cage ini hadir di 1 halaman sebelum buzz nightspot, yaitu di buzz dining (halaman 195!). Karena gak percaya saya sampai membaca ulang lokasi Bird Cage: Wijaya 9 no 23, yap sama persis. Ga salah ini restoran yang sama. Untungnya foto yang ditampilkan berbeda, kalau sama sih namanya copy paste yah. Apa yang dibahas sih kurang lebih sama, tapi penggunaan katanya agak sedikit berbeda. Tapi ya itu intinya sama sih, dominasi kayu, disekelilingi pepohonan dan jendela besar.
…dari penggambaran dan kalimat-kalimat ajakannya saya belum terlalu tertarik. Saya jadi bertanya-tanya keputusan dari review 1 tadi

Review 3
Daaan ini review penutup di halaman 14 bagian mens special edition. Ok secara struktur dia ada di sisipan sebenarnya. Tapi tetep lah, muncul 3 kali dalam 1 edisi. Pencapaian yang spektakuler. Yang ini gaya penyampaiannya juga paling beda diantara 2 artikel sebelumnya. Penggambarannya lebih menarik, mulai dari saran untuk memilih tempat outdoor untuk mereka yang ingin santai karena disana ada sofa bed atau mengarahkan kaki ke lantai 2 untuk mereka yang suka dengan gaya vintage sekaligus menikmati kandang burung yang diletakkan di langit-langit.
…yak akhirnya saya tertarik lagi untuk datang ke Kandang Burung ini.

Weekend ke Bird Cage ahh…haha terkena promosi 3x berturut-turut dalam majalah. Seperti iklan murah yang diulang 3 kali yah.

Rama’s Think:

Bisa ada 2 kemungkinan sih. Disengaja atau tidak.
Disengaja karena si tempat itu minta dipromosikan di majalah secara soft sale (jangan-jangan ada kesamaan secara kepemilikan hehehe).
Tidak disengaja, kalo ini sih lebih kepada kelalaian editor-in-chief nya. Dalam 1 edisi mengulang topic yang sama (lebih-lebih dengan tulisan yang mirip) kan bukan sesuatu yang baik.

Bookmark to:
Add 'Kandang Burung' a Del.icio.usAdd 'Kandang Burung' a diggAdd 'Kandang Burung' a FURLAdd 'Kandang Burung' a Feed Me LinksAdd 'Kandang Burung' a TechnoratiAdd 'Kandang Burung' a Yahoo My WebAdd 'Kandang Burung' a Ma.gnoliaAdd 'Kandang Burung' a Google BookmarksAdd 'Kandang Burung' a BlinkBitsAdd 'Kandang Burung' a TailrankAdd 'Kandang Burung' a Bookmark.itAdd 'Kandang Burung' a Live-MSNAdd 'Kandang Burung' a FaceBook

Bukan Pernikahan Dini

Categories: Uncategorized By: Anantya

Kalau pernikahan dini, dua pihak yang menikah biasanya belum siap. Kadang ini yang terjadi untuk pernikahan sebuah acara TV dan website. Tapi, saya baru saja menemukan bahwa kadang panah cupid menancap ditempat yang tepat. Kalau sudah begini hasilnya: A marriage made in heaven. Ini yang terjadi ketika saya menemukan website acara TV fave saya. Acara TV yang saya gandrungi ini termasuk dalam kategori a must seen TV shows. Project Runway. Yes it’s girly and gayly but I couldnt resist watching each and every episodes of project runway.

Lho kok jadi part english part Indonesia like Chincha Lawra?

Setelah lama mengikuti episode per episode, saya memang agak telat dalam mencari perkembangannya dalam dunia online. Tapi ketika menemukannya, whoa…saya terkesima karena ternyata supporting onlinenya termasuk bagus. Bagus dan lengkap. Saking senangnya saya, saya terkena euphoria dan agak bingung kemana harus melangkahkan mouse. Yang saya kunjungi adalah web project runway buatan bravotv, pembuat acara TV yang sepertinya memang senang dengan reality show.

Mulai dari hal-hal standar yang dicari para pecinta sebuah acara:

  • keterangan soal si acara TV mulai dari about, behind the scenes, bio each contestant dan juga sang juri, final collection photos,
  • untuk interaktifitas, ada message board, games, mobile, rate runway
  • Lainnya? Masih ada expert advice, widget

Walau nggak ngulik dalam-dalam, tapi saya cukup senang. Ada media yang mau memanfaatkan habis sebuah acara yang bagus, dan diangkat ke dalam website dengan konsep dan isi yang juga bagus. Memang harusnya acara TV yang memang sekiranya bagus ditunjang dengan keberadaan website yang lebih dari hanya sekedar menampilkan sinopsis, foto dan biodata pemain saja. Perlu analisa dalam untuk bisa mengeluarkan fitur yang memang sesuai dan bisa diterima para penonton acara yang bersangkutan. Soalnya membuat website bukan seperti proses “bertemu-one night stand-besoknya menikah”.

“Auf wiedersehen!”

Bookmark to:
Add 'Bukan Pernikahan Dini' a Del.icio.usAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a diggAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a FURLAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a Feed Me LinksAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a TechnoratiAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a Yahoo My WebAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a Ma.gnoliaAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a Google BookmarksAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a BlinkBitsAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a TailrankAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a Bookmark.itAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a Live-MSNAdd 'Bukan Pernikahan Dini' a FaceBook

Apakah Anda Diantaranya?

Categories: Uncategorized By: Anantya

Setahun yang lalu, kami menciptakan sebuah permainan yang dibuat dari flash. Permainan ini diciptakan khusus untuk para wanita yang senang permainan ramal meramal.

Namanya diambil dari bola ramal yang namanya 8 Ball. Tugasnya? sebenarnya seperti meramal atau memberi tahu sebuah jawaban. Masalah akurat atau tidaknya ya siapa tahu, namanya juga mainan.

Dengan sistematika tertentu, siapapun yang memainkannya bisa menanyakan sebuah pertanyaan (tipe yes/no) dan akan mendapatkan jawaban yang mudah-mudahan sesuai selera.

Kebodohan belum dimulai, karena sewaktu membuat sangat terlihat dong kalau saya dan tim pembuatnya benar-benar pintar. Hasilnya sebuah permainan manis yang menyenangkan untuk dimainkan.

Nahhhh….disinilah kebodohan dimulai. Karena sedikit demi sedikit beberapa orang dekat mulai termakan permainan sendiri. Misalnya AE saya yang menanyakan apakah proyek akan sukses pada 8 ball ini. Hahaha lucu ya, padahal permainan ini dibuat sendiri. Kalau mau tanya sukses apa ngga ya berdoa dan berusaha ya harusnya. Dan cerita berlanjut karena ternyata saya juga kemudian tertular kebodohan ini.

Saya yang waktu itu sedang tertular penyakit kurang penting yang namanya cinta menanyakan pertanyaan-pertanyaan seputar percintaan (yang sayangnya selalu dijawab dengan pertanyaan bernada negatif).

“apakah saya kawin tahun ini?”
…ok saya tahu pertanyaan bodoh, karena secara rasional saya bisa menjawab tidak. Apa jawaban si bola 8? Tidak lupakan saja

“apakah saya akan pacaran dengan B***?”
…hahhahah ini lebih bodoh karena saya tau jawabannya pasti ngga. Jawaban si bola 8? Tidak, kok bisa ya kamu mikir kaya gitu.

“apakah adik saya kawin tahun ini”
…faktanya sih adik saya memang berencana menikah. tahu apa jawaban 8 ball? ya, asal hati-hati melangkah

Menyenangkan memang bertanya-tanya dan mendapat jawabannya. Tapi tetap berdoa dan berusaha udah paling bener. Anyway, kalau mau main silahkan main 8 ball (as long as the site is still up).

Rama’s Think

Kok mau-mau nya sih perjalanan hidup ditentukan oleh randomize engine. Hahahaha. Sesajen nya pas berarti tuh waktu bikin.

Bookmark to:
Add 'Apakah Anda Diantaranya?' a Del.icio.usAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a diggAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a FURLAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a Feed Me LinksAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a TechnoratiAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a Yahoo My WebAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a Ma.gnoliaAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a Google BookmarksAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a BlinkBitsAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a TailrankAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a Bookmark.itAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a Live-MSNAdd 'Apakah Anda Diantaranya?' a FaceBook

Good Company Treatment

Categories: Uncategorized By: Jeffry Hari ini saya menerima telepon dari CS jobstreet.com intinya dia menanyakan apakah saya sedang mencoba  memposting iklan lowongan baru,  dan  dengan tersipu malu saya menjawab iya, kenapa malu…? Yah pasalnya karena saya lupa quota job posting saya sudah expired dari bulan lalu, tapi saya nekat masih berusaha menggunakannya saja, setelah itu tiba2x dia [...] SHARETHIS.addEntry({ title: "Good Company Treatment", url: "http://think.web.id/blog/jeffry/2008/06/05/good-company-treatment-2/" });

Indonesia Bangkit

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

“Angkat tangan mu untuk Indonesia!!” (sambil bernyanyi bersama dengan lagu dari Pandji.)

Hampir 1 minggu sejak Hari Kebangkitan Nasional yang ke 100. Sebenernya saya ingin posting di hari itu, tapi karena berbagai kesibukan akhirnya baru keluar sekarang.

Entah kenapa momen Kebangkitan Nasional kali ini terasa agak berbeda untuk saya. Mulai dengan Thomas-Uber yang bisa diharapkan jadi momentum Kebangkitan Nasional, pidato Presiden (thanks to pak Nukman catatan pidatonya) mencanangkan “Creative Economy” didepan Bill Gates, pencanangan “Indonesia Bisa!” pada perayaan 100 tahun Kebangkita Nasional di Senayan dan lainnya.

Saya juga nggak ngerti kenapa menjadi tergetar ketika melihat PSA yang ada Deddy Mizwar nya. Kalimat dia kira-kira begini:

Bangkit itu Susah…
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut…
Takut untuk korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknya

Bangkit itu Malu…
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Marah…
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu Mencuri…
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu Tidak ada…
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku…
Aku untuk Indonesia-ku

(terima kasih untuk Cosa Aranda atas catatan teks nya, kok ya bisa-bisa nya dapet teks nya tuh lo).

Sejak diingatkan oleh iklan-iklan pengingat 100th Kebangkitan Nasional entah kenapa rasa nasionalisme saya jadi mudah tergugah. Kemudian saya berpikir “gue tuh cheesy banget nggak sih kepikir kaya gini… kok kayaknya jadi orang asing ketika bangga dan ingin jadi bagian dalam memajukan Indonesia”.

Saya percaya saat ini banyak sekali orang (terutama yang muda) yang apatis dengan Indonesia. Sekolah di luar nggak mau pulang, pas udah kembali kerja maunya di luar negri (tapi ya tetep aja masih cari kerja, disini), nyela-nyela keberadaan Indonesia terus, mulai dari prestasi, transportasi, kebersihan, ketertiban, dan lain-lain…

Karena itu lah saya jadi merasa aneh.
Teman saya sering bilang “jual aja negara ini”, buat saya agak menyebalkan. Tapi saya percaya dia punya maksud lain dibalik kata-kata nya itu.

Tidak Seorang Diri.
Tapi setelah saya pikir-pikir masih banyak juga kami yang muda dengan semangat yang sama. Pandji Pragiwaksono salah satu nya, yang lagunya mengiringi posting ini. Musisi yang bisa membuat lagu dengan tema kebangsaan, dan lagunya bisa jadi theme song mewakili Indonesia, menurut saya musisi yang cukup smart. Eros (SO7) dengan lagu Bendera ciptaannya yang dinyanyikan oleh Cokelat. Lagunya jadi theme song di banyak kesempatan.
Posting-postingan Pandji di blog nya pun belakangan bertema provokasi untuk bangkit ber-inovasi dalam menyuarakan aspirasi rakyat.
Ada juga rekan yang mem-push akan bangkit nya UKM Indonesia untuk menggunakan jalur Internet. “UKM Goes Online katanya.
Dan masih banyak yang lainnya.

Kami dalam Indonesia Bangkit.
Apa yang kami lakukan dalam Indonesia Bangkit?
Kami membuat perusahaan dengan tujuan berbagi rejeki dengan rekan kerja, membuka peluang kerja.

Di Hard Rock FM ada slogan “Tunjukkan Karyamu”
Think.Web adalah karya kami.

Think.Web berisi seluruhnya jebolan sekolah dalam negri. Dan cita-cita kami adalah mengharumkan nama bangsa lewat brand Think.Web.
Sound’s cliche? Well what did you do untuk bisa mengangkat nama Indonesia??

Bookmark to:
Add 'Indonesia Bangkit' a Del.icio.usAdd 'Indonesia Bangkit' a diggAdd 'Indonesia Bangkit' a FURLAdd 'Indonesia Bangkit' a Feed Me LinksAdd 'Indonesia Bangkit' a TechnoratiAdd 'Indonesia Bangkit' a Yahoo My WebAdd 'Indonesia Bangkit' a Ma.gnoliaAdd 'Indonesia Bangkit' a Google BookmarksAdd 'Indonesia Bangkit' a BlinkBitsAdd 'Indonesia Bangkit' a TailrankAdd 'Indonesia Bangkit' a Bookmark.itAdd 'Indonesia Bangkit' a Live-MSNAdd 'Indonesia Bangkit' a FaceBook