Insiden di Kantor Pajak (Based on True Story)

Categories: Uncategorized By: radit

23108000.jpg

Suatu hari Didit pergi ke kantor pajak Kebayoran Baru. Setelah mengisi formulir aplikasi NPWP, ia pun menyerahkan formulir itu pada pegawai pelayanan pajak yang stand by di situ. Saat pegawai sedang memeriksa kelengkapan formulirnya, tiba-tiba ada bapak-bapak yang sedikit gendut dan berwajah sama sekali tidak menarik langsung menghampiri mas-mas pegawai yang sedang melayani aplikasi saya. Dan di sini lah insiden itu dimulai.

Bapak-Bapak Blo’on (BBB): Mas kalo di Kantor pajak Kebayoran Baru sini itu musti ngelapor tahunan gak? Soalnya di Kantor Pajak Cipulir katanya gak usah.

Pegawai Kurang Perhatian (PKP): Iya pak kalo disana bank-nya jauh jadi repot kalo satu-satu laporannya harus ditanganin. Jadi disana ya gak usah laporan. Soalnya udah ada datanya juga, jadi gak perlu laporan manual lagi. Nah kalo di sini boleh lapor boleh enggak. Soalnya kan bank-nya deket. Itu banknya tuh pak (sambil menunjuk keluar). Jadi kalau di Kebayoran Baru sini terserah bapak aja. Mau lapor boleh, tapi gak lapor juga ga apa-apa.

BBB: oooh jadi kalo disini terserah ya. Tapi kalo di Cipulir kok tadi saya dibilang gak usah lapor ya?

PKP: Iya pak kalo disana bank-nya jauh jadi repot kalo satu-satu laporannya harus ditanganin. Jadi disana ya gak usah laporan. Soalnya udah ada datanya juga, jadi gak perlu laporan manual lagi. Nah kalo disini boleh lapor boleh enggak. Soalnya kan bank-nya deket. Itu banknya tuh pak (sambil menunjuk keluar). Jadi kalau di Kebayoran Baru sini terserah bapak aja. Mau lapor boleh, tapi gak lapor juga ga apa-apa.

BBB: ooh gitu. Tapi tadi saya ke kantor yang di Cipulir katanya gak usah laporan?

Didit: (mulai merasa keadaan tidak menyenangkan lalu mengetuk-ngetuk meja dengan irama konstan)

PKP: Iya pak kalo disana bank-nya jauh jadi repot kalo satu-satu laporannya harus ditanganin. Jadi disana ya gak usah laporan. Soalnya udah ada datanya juga, jadi gak perlu laporan manual lagi. Nah kalo disini boleh lapor boleh enggak. Soalnya kan bank-nya deket. Itu banknya tuh pak (sambil menunjuk keluar). Jadi kalau di Kebayoran Baru sini terserah bapak aja. Mau lapor boleh, tapi gak lapor juga ga apa-apa.

BBB: oooh.. tapi tadi saya ke Cipulir dibilangin ga usah lapor ya?

Didit: (sudah mulai bosan mengetuk meja dan beralih memainkan air guitar untuk membunuh rasa bosan, sambil menyanyikan lagu-lagu Joni Iskandar supaya si bapak blo’on itu jadi sedikit lebih pintar)

PKP: Iya pak kalo disana bank-nya jauh jadi repot kalo satu-satu laporannya harus ditanganin. Jadi disana ya gak usah laporan. Soalnya udah ada datanya juga, jadi gak perlu laporan manual lagi. Nah kalo disini boleh lapor boleh enggak. Soalnya kan bank-nya deket. Itu banknya tuh pak (sambil menunjuk keluar). Jadi kalau di Kebayoran Baru sini terserah bapak aja. Mau lapor boleh, tapi gak lapor juga ga apa-apa.

BBB: oh jadi kalo disini tersrah ya mau laporan apa enggak. ya ya ya…

Didit: (mulai menemukan secercah harapan)

BBB: tapi kalo di Cipulir kok katanya gak usah ngelapor tuh mas?

Didit: (menatap dalam-dalam kedua mata si bapak blo’on sambil menghujaninya dengan sumpahan-sumpahan yang kotor dan tidak manusiawi, tapi cuma dalam batin)

PKP: Iya pak kalo disana bank-nya jauh jadi repot kalo satu-satu laporannya harus ditanganin. Jadi disana ya gak usah laporan. Soalnya udah ada datanya juga, jadi gak perlu laporan manual lagi. Nah kalo disini boleh lapor boleh enggak. Soalnya kan bank-nya deket. Itu banknya tuh pak (sambil menunjuk keluar). Jadi kalau di Kebayoran Baru sini terserah bapak aja. Mau lapor boleh, tapi gak lapor juga ga apa-apa.

BBB: oooh gitu ya mas. Tapi tadi saya mau laporan ke kantor pajak Cipulir ditolak tuh?

(dan dialog yang menyiksa itu kurang lebih terulang-ulang lagi sebanyak 3-4 kali)

 –> Pesan moral: Jadi orang blo’on itu boleh-boleh saja tapi ya tolong jangan kebangetan.

Sama Jurusnya

Categories: Uncategorized By: Anantya

Seharusnya saya sudah tidur. Tapi karena satu dan lain hal, mata gue masih terbuka lebar sekali. Alasannya, selain sedang sibuk membuka mindjet dan menuangkan pemikiran, gue masih bangun gara-gara film ini nih:
FLASH GORDON

Gue juga bingung ngapain Trans masang FLASH GORDON setelah Charlie’s Angels. Mungkin mereka memasang dengan alasan menyamakan tema, tema hero/action. Jadi target audience yang menonton kurang lebih akan sama. Tapi apakah pecinta film action akan suka film action/hero dari dua dekade yang berbeda? Film Charlie’s Angels yang dipasang adalah keluaran tahun 2000 sedang film FLASH GORDON rilisan tahun 1980. Apa dampak 20 tahun dalam dunia perfilm-an? Ya ampun dampaknya ternyata banyak banget. Setelah melihat seri pertama dari film Charlie’s Angels, melihat FLASH GORDON menjadi seperti melihat film komedi. Yang ada jadi ketawa terus. Padahal film FLASH GORDON ini pada masanya bisa menjadi nominasi beberapa penghargaan kelas dunia, seperti BAFTA dan Hugo award di tahun 1981.

Setelah tertawa-tawa bahagia ditengah malam melihat film ini, sebuah pembahasan mengenai film ini pun digelar:

teman: dulu tuh gua liat awannya keren bgt
gue: hah? asep2an itu? yang warnanya kaya cet kalo dicampur?
teman: yg merah2 campur jingga ungu2lembayung gitu deh
teman: dulu tuh liat keren
gue: hehehe gue ga berenti ketawa lho tadi. itu tahun berapa ya buatnya?
gue: dulu banget gue juga pernah liat dan gue menganggap keren

(harap diingat, ini pembicaraan di jam 2 pagi, jadi mohon maklum jika agak aneh)

gue: dia (FLASH GORDON) tu kekuatannya apa si?
gue: kok disepanjang film gue ga menemukan kekuatannya dia apa
teman: oiya, kali ini pertanyaan lu bagus
teman: kekuatannya… kekuatan cinta!

Serentak setelah gue melihat jawaban itu gue kembali ketawa. Ini kan film soal superhero yah. Dan kekuatan superheronya adalah kekuatan cinta? Gue jadi membandingkan FLASH GORDON dengan yang ini:

Ok, perbandingan yang agak jomplang. Tapi dua-duanya kan punya strategi kekuatan yang sama yaitu kekuatan cinta. Dan dimata gue Care Bear itu termasuk kategori pahlawan super, karena mereka selalu menolong. Memang mungkin kalau disejajarkan dengan para hero-hero jaman sekarang, sepertinya kekuatan cinta ga ada apa-apanya. Gila film superhero sekarang kan senjatanya canggih-canggih. Tapi sewaktu gue kecil (paling ngga di era 80-an dan awal 90-an) sepertinya kekuatan yang paling kuat itu adalah kekuatan cinta memang. Sailor Moon saja selalu “menghukum” para lawannya dengan kekuatan cinta.

Jadi mungkin, pahlawan era 80-an itu kalau bertarung rata-rata akan bilang:
Dengan kekuatan cinta.. akan menghukummu

Rama’s Think:

Sepertinya di era 80-an memang Cinta punya translate ‘lain’ dalam hal-hal yang cenderung terlihat ‘keras’. Rock Glamour atau band-band rock jaman 80-an walaupun gondrong tapi tetep aja lagu-lagunya juga manis tentang cinta (beberapa rocker malah emang dandan nya juga manis beneran).
KISS aja (this is early 80’s kan ya?) Dandanan sangar tapi ya musik nya nggak segahar itu.

Mungkin juga ada pengaruh-pengaruh Love Generation dari 70’s?

What do you think guys?

Fiuhhh…(bernafas lega)

Categories: Uncategorized By: Anantya

Bingung liat judulnya? Untuk kali ini postingan gue bersifat sedikit personal. Jadi ceritanya saya baru saja kehilangan sesuatu yang sangat dekat dengan gue. Kalau gue bilang “sesuatu” udah jelas ini masalah kebendaan (jadi ga ada yang meninggal kok).

Sebenarnya ini intinya:
Hari ini Jumat 28 Juni, untuk kedua kalinya dopod tercinta gue tiba-tiba raib.
Untuk yang mau tahu, dopod gue ini pertama kali hilang di XXI PS, jatoh dan meluncur ke bawah tempat duduk sewaktu gue nonton, dan gue ga sadar sampai gue udah berada di kamar gue dan mo ngeset alarm. Tapi untungnya satpam penunggu XXI PS baik hati dan cepet tanggap. Gue langsung telpon, HP langsung ditemukan dan diamankan. Singkat cerita, Dopodnya balik lagi ke genggaman gue.

Nah kali ini, di kehilangan gue yang kedua, walau deg-degannya dan paniknya ga seperti yang pertama. Ternyata efeknya masih lumayan kerasa. Jadi gue kehilangan dopod itu di perjawalanan gue menuju meeting. Nah di dalam taksi karena gue terlena dengan sajian film yang dipasang ditaksi ditambah dinginnya AC ditambah jalan sudirman yang tadi siang macet kesumat, tertidurlah gue dengen gemilang selama setengah jam dengan dopod tercinta di pangkuan. Sebelum tidur udah sempet kepikiran “Anan itu Dopod dimasukin tas dong! nanti ketinggalan”, tapi karena ngantuk pikiran itu gue kesampingkan dulu.

45 menit berlalu, dan sewaktu terbangun, harus turun dari taksi, ternyata oh ternyata apa yang sempet kepikiran tadi benar-benar kejadian. Firasat sudah agak buruk sejak saya menutup pintu taksi berwarna orange itu. Duh Dopod gue dah masuk belum ya tadi. Ih, ternyata belum lho, dan memang tertinggal dalam taksi. Yah lemes deh. Padahal seharusnya saat itu gue harus meeting dengan salah satu client tercinta tapi apa daya gue hanya terbengong-bengong dan sedikit hampa. Aneh rasanya, karena pikiran terus melayang ke dopod hitam gue.

Selama meeting ga konsentrasi karena berusaha menghubungi pool taksi untuk mencari Pak Ricardo si pengemudi. Walau ga hafal dengan nomer taksinya, untuk Reno (project manager Think.Web) sempat berbasa basi ria dengan sang supir dan tersebutlah nama Ricardo. Pak Ricardo bilang dopod sudah diamankan dan nanti akan diantar. Lega dong.

Akhirnya di jam 21.30 saya bertemu kembali dengan Dopod tercinta. Seneng banget. Terimakasih pak Ricardo, terimakasih mbak Yanti dan Reno yang udah nelponin Trans Cab. Moral of the story: Dengerin apa kata hati deh. Kalau dibilang simpen HPnya ya disimpen.

Rama’s Think:

Menurut gue sih ini kesempatan terakhir nan. Artinya lo udah musti siap-siap 1 handphone lagi kalo besok-besok ilang beneran.
So.. Blackberry??? yuuukk…. hahahaha.

Bookmark to:
Add 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a Del.icio.usAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a diggAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a FURLAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a Feed Me LinksAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a TechnoratiAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a Yahoo My WebAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a Ma.gnoliaAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a Google BookmarksAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a BlinkBitsAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a TailrankAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a Bookmark.itAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a Live-MSNAdd 'Fiuhhh…(bernafas lega)' a FaceBook

Another Smart Marketing Moves

Categories: Uncategorized By: Anantya

Kemarin gue udah sempet bahas soal everybody loves irene kan? Dan sekarang, gue akan membahas soal ELI.

Kalau ada yang tanya: Yah ampun masih sama ya? Bukannya kemarin udah dibahas?
Jawaban saya: Iya masih sama, dan iya kemarin udah dibahas
Kalau ada yang tanya: Kenapa?
Jawaban saya: lho ini blog saya, saya boleh nulis apapun yang bisa tiba-tiba membuat otak saya berpikir “wah ini cemerlang”
Kalau ada yang bilang: iya bisa, tapi kenapa?
Jawaban saya: Iya karena ELI membuat satu (lagi) gerakan pintar

Dimana letak kepintarannya? Mari saya tunjukkan.
Tahu detik dong? Iya detik, portal yang konon merupakan satu-satunya website yang paling sering dikunjungi orang seantero Indonesia. Iya seantero Indonesia. Penduduk Indonesia yang sudah mainan internet menurut APJII saat akan mencapai 50 juta di akhir tahun ini (banyak ya, tapi kayaknya ga semuanya masuk detik ya?).

Nah ELI berhasil masuk dan menempatkan dirinya di salah satu bagian dalam halaman muka detik.com, bukan melalui dari hasil interview apalagi melalui iklan, ELI masuk melalui blognya detik. Kisahnya adalah detik punya layanan blog sekarang, dan ini yang dipergunakan (secara disengaja atau tidak) untuk marketing moves oleh ELI . Posting blog mereka masuk di halaman muka detik sebagai blog terbaru. Bayangkan sekarang dengan kepopuleran detik yang pembaca setianya 68% (data AC Nielsen tahun 2004) masuk setiap hari ke situs tersebut, sudah berapa banyak orang yang kenal ELI?

Keliatan kan posting blognya ELI? Nah its another briliant move. Masuk ke detik and you could generate ribuan orang untuk masuk dan mengenal ELI. Apalagi kalau di dalam blognya, berisi tulisan yang nantinya bisa membawa mereka ke masing-masing sarana komunikasi yang sudah dibuat sebelumnya. It’s a good step untuk membawa orang tahu siap ELI itu. Dan yang paling penting lo ga harus membayar 7 juta rupiah (ini iklan paling murah untuk jangka seminggu yang bisa hadir di halaman muka detik per 2008) dan lo udah bisa dapet publikasi. See, dunia online menawarkan banyak kesempatan dan cara untuk bisa berpromosi

Bila langkah-langkah dalam dunia online memang distrategikan, banyak cara untuk menjadi terkenal. Dan buat band indie lain, a keep on promoting yourself out there.

Rama’s Think:

Dan dengan bijaknya pemilik blog ELI juga menempatkan link blog ini di posting nya. Hasilnya… terjadi lonjakan statistik di blog ini.
Ini lah hasil positif dari spirit sharing di era Web 2.0 ini.
Thanks to ELI and welcome for the new visitor.

Bookmark to:
Add 'Another Smart Marketing Moves' a Del.icio.usAdd 'Another Smart Marketing Moves' a diggAdd 'Another Smart Marketing Moves' a FURLAdd 'Another Smart Marketing Moves' a Feed Me LinksAdd 'Another Smart Marketing Moves' a TechnoratiAdd 'Another Smart Marketing Moves' a Yahoo My WebAdd 'Another Smart Marketing Moves' a Ma.gnoliaAdd 'Another Smart Marketing Moves' a Google BookmarksAdd 'Another Smart Marketing Moves' a BlinkBitsAdd 'Another Smart Marketing Moves' a TailrankAdd 'Another Smart Marketing Moves' a Bookmark.itAdd 'Another Smart Marketing Moves' a Live-MSNAdd 'Another Smart Marketing Moves' a FaceBook

Blog Behind The Scene

Categories: Uncategorized By: Anantya

Hai all…setelah beberapa hari tidak menulis. Sepertinya gue tertarik untuk menulis kembali, kali ini terinspirasi dari sebuah email berantai yang mendiskusikan mengenai keberadaan blog. Siapkan mata dan waktu lo, karena sepertinya tulisan ini akan panjang.

Sebelum mulai merangkai abcdefg menjadi analisa panjang, saya mau kasih prolog dulu:
Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya tiba-tiba menemukan link ini amildcrew.blogspot.com yang ternyata adalah blog behind the scene dari para pembuat amild.com. Karena tertarik, saya lantas melihat, berpikir dan kepala saya mulai menganalisa. Posisi behind the scene itu kan sebenarnya punya maksud untuk memberikan cita rasa lain untuk sesuatu,kita sebut saja x, dan sebisa mungkin memberikan kaedah, manfaat dan barokah untuk si x tadi. Dalam kasus ini amildcrew.blogspot.com sebisa mungkin memberikan kaedah, manfaat dan barokahnya untuk amild.com.

Ok saya tuangkan dulu hasil analisa kepala saya
01. Kenapa buat blog?
Kalau ditarik ke manfaat dan barokah berarti harus kembali ke fitrah tujuan ada blog biar:
1. beken alias ada yang mengagumi
2. keren
3. punya network
4. sukur-sukur membuat brand yang diasuh jadi terkenal
–> mari kita telaah keberadaan di amildcrew.blogspot.com:
Kadar kebekenan
Kayaknya masi kurbek ya alias memang kurang beken. Kenapa kurang? kadar kebekenan sebuah blog bisa dilihat dari berapa orang yang ngasi komen dan ngasi link k posting ini. Nah dari hasil pemantauan, yang ngasih komentar masi jarang-jarang dan kayaknya personil sendiri (ga aci dong ya?). Tapi udah lumayan karena shoutboxnya cukup berisi, walau saya juga tidak memilah-milah lagi mana yang personil sendiri mana yang bukan. Karena saya juga ga kenal personilnya siapa saja.
Saya kasih nilai: 1 deh

kadar kekerenan.
Riasannya, kalo dibanding sama temen-temen blognya? Plis deh masi kurang keren, ini mah blog standar yang ga diapa-apain. Ayo dong, bisa lebih baik ituh.
Saya kasih nilai: 0

Punya network
Ok, yang ini mungkin lumayan karena pas dibuka eng ing eng dia menampilkan 22 link ke tempat yang berbeda. Link itu isinya para amilders yang memang sudah cinta mati sama brand, dan juga web-web yang mereka buat untuk sang brand (amild) dan juga ke webnya sang pembuat. Tapi pertanyaannya adalah apakah di web yang mereka link me-link balik (ini kalau tujuannya menciptakan jaringan) sepertinya memang belum. Tapi its a good effort untuk menampilkan:
- all brand fans
- link to you youtube account (its free and semua orang juga udah kesitu)
- link to yahoo groups (oke this is so last century, but perhaps it still work)
- link ke webnya Soundrenaline.
Untuk usaha kerasnya saya kasih nilai: 2 (plus saya berikan link dari tulisan ini ke blog amildcrew…)

Untuk brand
Nah untuk brand, sepertinya kesadaran untuk membawa netters masuk ke brand belum sepenuhnya disadari. Memang sudah ada beberapa tulisan yang menyingung soal brand dan keberadaan blog memang dibawa untuk mendekatkan crew amild dengan siapapun yang ada di dunia maya sana. Tapi kesadaran penuh dan terstruktur dengan strategi yang jelas nampaknya belum dibangun. Padahal kalau mau bisa saja di beberapa entrynya tulisan soal A Mild Live Soundrenaline memang langsung dibawa ke webnya soundrenaline. Tulisan amild dibawa ke webnya amild. Ini kaya pemain bola yang kerjanya ngoper bola supaya gol. Hasilnya?
Mungkin dari traffic yang mendatangkan backlink ke web brand hanya dari link di sebelah kanan. Dan keberadaan blog ini juga tidak mendorong peringkat brand dalam kancah search engine. Padahal biasanya search engine punya pangsa lebih dari 50% dalam mendatangkan traffic ke dalam sebuah website. Mungkin karena baru, jadi namanya belum ngetop di mesin pencari. Coba search kata kunci soundrenaline 2008 atau A Mild. Yang jagoan malah avolution sedang web amild dan web blog amildcrew ini malah tak hadir meramaikan suasana.
Nah karena kesadaran untuk brand sepertinya belum terlalu dibangun saya kasih nilai: 1

02. Kenapa harus amildcrew?
Kenapa ngga? Memang idenya menarik. Berusaha memanusiawikan sebuah media. Kalau dekat, kenal dan tahu maka sebuah media akan terasa lebih mengena. Lebih dekat dihati dan lebih bisa mempengaruhi para pengikutnya.
–> mari kita telaah keberadaan di amildcrew.blogspot.com:
Saran saya untuk hal ini, lebih baik dibuat jalan cerita atau paling tidak plot. Karena yang berusaha ditawarkan disini adalah sebuah personifikasi. Menawarkan sebuah persona berarti harus ada titik-titik yang dijual. Sang “siapa” itu harus keluar, tutur berceritanya juga harus bisa pada akhirnya mendekatkan kita pada:
* wartawan gokil yang nulis artikel2 itu buat loe semua
* desainer grafis keren yang membuat coretan-coretan desain
* bu bos cantik yang dengan setia mengawasi anak buah dsb dsb
Disamping tentunya hasil kerja si para crew itu. Karena pake embel-embel crew behind atau the story of sesuatu harus diungkap (ini yang sih sudah diterapkan sekarang)

Hum, sudah agak pegal mengetik nih. Sepertinya analisa gue berhenti dulu sampai sini yah. Dengan tambahan diakhir: Menurut gue pribadi apa yang dilakukan oleh mereka yang membuat amildcrew ini sudah baik, dari segi niat dan at least they are trying kan. Memang “kalau ga dimulai sekarang” ga ada yang akan mulai. Tapi buat gue berstrategi tetap penting. Jadi teman-teman semua, marilah berstrategi dalam apapun yang kita buat.

Rama’s Think:

Lepas dari bagian dari strategi atau buah dari dedikasi terhadap project client, untuk inisiatif nya gue acungi jempol. Dan gue akui ini cukup menginspirasi.
So, thanks for the inspiration )

Bookmark to:
Add 'Blog Behind The Scene' a Del.icio.usAdd 'Blog Behind The Scene' a diggAdd 'Blog Behind The Scene' a FURLAdd 'Blog Behind The Scene' a Feed Me LinksAdd 'Blog Behind The Scene' a TechnoratiAdd 'Blog Behind The Scene' a Yahoo My WebAdd 'Blog Behind The Scene' a Ma.gnoliaAdd 'Blog Behind The Scene' a Google BookmarksAdd 'Blog Behind The Scene' a BlinkBitsAdd 'Blog Behind The Scene' a TailrankAdd 'Blog Behind The Scene' a Bookmark.itAdd 'Blog Behind The Scene' a Live-MSNAdd 'Blog Behind The Scene' a FaceBook

Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Berikut adalah kurang lebih ringkasan dari hasil siaran kami di Provocative Proactive Show hosted by Pandji Pragiwaksono, Rabu Malam, 16 Juli 2008.

Cut 1

[Testimonial 1: "Menurut lo keren nggak kalo punya email dengan nama lo sendiri?"]
[Testimonial 2: "Kenapa nggak punya domain sendiri?"]

[Pandji Opening]

Pandji:
Dari cuplikan tadi, hard rockers mengakui bahwa punya domain dengan nama sendiri itu keren, tapi ternyata mereka belum punya. Menurut loe yang jadi penghalang apa nih?

Anan:
1. Nggak kepikiran bahwa gue bisa punya email  ….@namalosendiri.com
Ok, this is why kita sekarang akan provoking lo bahwa lo butuh those email to look stylish as a professional.
2. Nggak tahu caranya (bahwa itu gampang).Gue juga berpikir tadinya ribet, karena kadang ngeliat internet gue liat ribet, tapi ternyata ngga juga. Karena waktu dicoba dan dijalanin gue malah mengutuk pemikiran ribet tadi. Its just  a minute away.
3. Nggak tahu dimana daftarin nya.
4. Ragu-ragu cara pembayarannya.

Pandji:
Apakah perlu jadi seorang yang expert di bidang teknologi informasi untuk memiliki sebuah domain pribadi? Maksudnya, prosedurnya ribet ngga?

Rama:
Nggak ribet sama sekali kok.
Caranya cuman:
1. Masuk ke website dimana lo mau pesen domain itu
2. Pastiin domain yang lo pilih emang available
3. Lakukan registrasi
4. Lakukan pembayaran
5. Done

Pandji:
Mahal kah untuk bikin sebuah domain dengan nama sendiri?

Rama:
Mahal murah pasti kan relative ya. Gue kasih info aja kalo harga dasarnya ada yang mulai dari 25rb per tahun s.d 300rb per tahun. Semua tergantung jenis akhirannya (.com, .co.id, .web.id, etc).
Anan:
Tapi ini tergantung, ada pihak yang memang sudah menyadari bahwa nama domain adalah brand lo di dunia online. Kadang nama-nama domain yang memang dilihat “komersial” sudah diblok dan dijual kembali dengan harga supermahal. Misalnya Business.com dijual di tahun 1999 seharga $7.5 juta, atau CreditCards.com yang dijual $2.75 juta di tahun 2004. Tapi sepertinya jangan khawatir, karena kecuali nama yang dipilih adalah nama umum atau nama brand terkenal, sepertinya biaya yang dikeluarkan cukup hanya dengan 25-300 ribu per tahun kok.
Rama:
Dan masing-masing reseller biasanya bikin paket-paket sendiri. Ada yang lo cuman bayar hosting aja tapi domain nya gratis. Eh tau kan bedanya hosting sama domain? Domain tuh alamat rumah nya, hosting tuh tanah tempat si rumah berada.

Cut 2

[Pandji Opening]

Pandji:
Prosedur untuk membeli domain dengan nama sendiri bagaimana?

Rama:
Untuk yang umum/generic (bukan per country, misal: .com, .net, .org, .biz, .name, .info, etc) bisa dibilang nggak ada syarat nya.
Tapi untuk yang per country di beberapa negara ada syarat nya. Misal di Indonesia: untuk .co.id (biasanya buat perusahaan) ini musti menyertai NPWP perusahaan dan beberapa dokumen lainnya. Untuk .or.id (biasanya untuk organisasi) ini ada dokumen2 yang dibutuhkan, untuk .web.id (disediakan untuk personal yang dibutuhkan cuman scan-scanan KTP).

Pandji:
Untuk pilihan yang Top Level Domains bagaimana? Bagusnya pilih yang generic (gTLDs) atau country (cTLDs), dan seberapa penting factor TLDs saat kita bikin sebuah domain?

Rama:
Your domain adalah be your branding. Pertanyaannya jadi lo mau muncul atau dikenal dengan domain apa.  Karena penentuan .com, .net, .info, .name, .web.id, .co.id itu semua bebas dipilih.
Sebagai contoh:
1. Pandji.com -> ini biar gampang aja, orang inget nama (dan cara spelling) abis itu langsung kepikir untuk nambahin .com dibelakang nya.
2. Think.web.id -> ini kenapa kita pilih .web.id karena kebetulan nama perusahaan kita think.web dan berlokasi di Indonesia. Jadi .id dibelakang nya sebagai penanda kita berasal dari mana.

Anan:
Tapi yang tetap perlu diingat, pikirkan benar-benar dalam memilih nama. Karena nama domain ini yang nantinya akan menjadi “brand” yang lo kasih tau ke orang-orang.

Kenapa gue bilang pilih yang benar? Karena ada jutaan pengguna internet diluar sana, menemukan nama domain yang masih available dan sesuai dengan keinginan sama sulitnya seperti memilih alamat email di email-email gratisan. Apalagi jika kebetulan nama kita atau nama perusahaan adalah nama pasaran yang mungkin dimiliki oleh ribuan orang diluar sana. Sarannya sih memilih nama harus dilakukan dengan cerdik. Sebelum mulai memilih, eksplore dulu semua opsi. Pemilik nama Iwan misalnya mungkin akan kesulitan untuk membuat domain dengan nama iwan.com misalnya sehingga harus melakukan modifikasi menjadi iwan23.com. padahal kalau dilihat, ia bisa saja mencoba mencari jalan lain misalnya dengan membuat dengan nama panjang. Atau mungkin lo bisa menyiasati dengan memilih iwan.name atau iwantanata.name (nama panjang) atau dokter-iwan.com (sesuai profesi) dan masih banyak alternatiflain.

Pandji:
Enaknya hosting dimana untuk sebuah domain yang murah dan mudah? Biayanya berapa untuk masing-masing host?

Rama:
Sebenernya kebanyakan dari reseller domain itu adalah service nya penyedia jasa hosting. Service tambahannya adalah sewa domain.
Hosting dimana  kalo bicara lokasi server (dalam negri atau luar negri) ini berkait nya sama nanti siapa yang kira-kira (atau di inginkan) masuk website lo. Kalo banyak orang Indonesia ya taro aja di dalem negri, kalo banyak orang luar ya taro nya di luar. Biasanya di hosting service itu ada pilihannya kok.
Harganya beragam dan tergantung paket2 yang ditawarkan si penyedia jasa. Ada yang mulai 5rb per bulan s.d 2jt per bulan.

Cut 3

[Pandji Opening]

Pandji:
Cara pembayarannya gimana?

Rama:
Pada dasar nya memang seluruh pembayaran di online media itu emang pake credit card. Tapi kan banyak yang takut.. nah gimana cara yang aman?? Itu kayaknya di sesi berikut nya aja deh kita khusus bahas soal itu hehehe.
Nah kalo nggak nyaman pake credit card untuk yang local biasanya pasti ada transfer bank. Nah ya pake itu.
Iya salah satunya penyedia .id (PANDI) di pandi.or.id, ini system pembayarannya juga dengan system transfer. Jadi kalau sudah memilih nama domainnya, kemudian melengkapi persyaratan, tinggal kirim biaya pendaftaran yang kisarannya dari 25-100 ribu lewat transefer bank.

Pandji:
Akan hangus ngga atau hilang saat kita tidak membayar untuk tahun berikutnya?

Rama:
Ya iya dong. Rumah kita kalo dianggurin lama-lama juga akhirnya bisa diambil orang atau minimal bukan orang tapi ‘mahluk’ deh.
Anan:
Soalnya sebenarnya pada saat kita beli domain itu bukan kaya kita lagi beli baju di mall. Yang dibeli disini bukan actual domain jadi hak milik tapi yang dibeli hanya masa sewa eksklusif atau hak sewa tunggal.
Biasanya pembelian hak sewa eksklusif ini dilakukan dalam jangka waktu tahunan dengan minimun satu tahun dan maksimum pembayaran didepan 10 tahun (hal ini bervariasi tergantung dari kebijakan penyedia domain).
Rama:
Jadi ya emang musti hati-hati dan dijaga tuh renewal nya. Temen gue lagi ada yang kehilangan domain dan domain nya udah keburu diambil sama calo domain, sekarang lagi tawar2an dia. Terakhir katanya dia ditawarin bayar 150USD (sebelum nya 250USD). Padahal tadi harga domain berapa coba, max cuman 200rb an.
Kalo mau aman ya langsung sewa 2, 3, 5 atau 10 tahun aja.

Pandji:
Recap tentang apa yang yang harus dipersiapkan lagi untuk memiliki domain pilihan sendiri.

Rama:
1. Pergi ke penyedia jasa nya, tempat sewa hosting atau pun domain.
Indoglobal.com
Techscape.co.id
Masterwebnet.com
Yahoo.com
Mediatemple.com
• Atau pun ISP2 yang lo pake mungkin juga punya jasa ini.
2. Pastiin domain yang lo mau emang available.
3. Daftar/pesen domain itu.
4. Lakukan pembayaran.
5. Tunggu maksimal 2 hari untuk domain itu resolve di jaringan seluruh dunia.
6. Create alamat email lo deh.
7. Selesai

Tips dari kita:
Anan:
1. (entah itu individu ataupun company) di online media. Domain bisa menjadi sarana untuk building brand lo Jadi have your own domain… why not?
2. Pilih domain yang paling mewakili diri lo, bisnis lo atau website lo nanti, entah itu personal web, blog, atau apapun.
Rama:
3. Pake email resmi lo (eg: contact@namalo.com) untuk yang sifatnya business atau personal aja. Untuk hal lain, kaya ikutan Facebook, Friendster, Multiply dll dll… ini lo bisa pake email Yahoo or Gmail aja.
4. Set reminder untuk renewel (walaupun lo akan di ingetin).

Bookmark to:
Add 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a Del.icio.usAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a diggAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a FURLAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a Feed Me LinksAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a TechnoratiAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a Yahoo My WebAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a Ma.gnoliaAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a Google BookmarksAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a BlinkBitsAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a TailrankAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a Bookmark.itAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a Live-MSNAdd 'Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain' a FaceBook

Band Indie Juga Bisa Online Marketing

Categories: Uncategorized By: Anantya

Band boleh indie, tapi pemasaran harus tetap punya strategi yang mantap. Salah satu band indie yang memiliki strategi pemasaran online yang cukup baik adalah Everybody Loves Irene (ELI). Buat yang belum tahu siapa sih ELI ini harap mengetikkan keyword “Everybody Loves Irene” di google, niscaya akan segera dapat informasi lengkap soal band yang satu ini. Karena 9 entry di halaman pertama memang membahas soal siapa Everybody Loves Irene, termasuk 2 social network besar myspace dan multiply yang memang mereka buat khusus untuk promosi band mereka.

Official Web
Yap, ELI punya official email. Walau kalau kita search Google ternyata ga keluar di halaman pertama. Namun mereka tetap memiliki official web kan? Karena sedang promosi album ke-2nya, official webnya hanya berupa promo salah satu single mereka yang judulnya Rindu (bisa download juga lho). Beserta link ke beberapa promo page mereka yang lain di berbagai media online. Satu trik lain untuk mempopulerkan lagu mereka, ada code embed yang bisa dimasukkan di web dan ada juga promo untuk album pertama mereka (tentunya juga disertai dengan how to download RBT)

Social Network
Ini menarik, karena ELI cukup eksis di dunia per-social network-an. Mulai dari myspace, friendster, multiply sampai facebook semua dibabat habis. Di Friendster, teman mereka sudah mencapai 996 orang, move on to facebook, walau fansnya masih sedikit (80 orang), tapi semua fitur yang ditawarkan oleh facebook page dibabat habis. Mulai dari video, foto, event schedule dan discography berjejer manis di halaman facebook mereka.

Application
Ngomong soal Social Networking, terutama facebook harus punya dong yang namanya application. And yes guys, ELI punya application! Isinya memang agak sama dengan yang ada di web mereka, but still dalam hitungan hari sudah ratusan orang yang menggunakannya.

Imeem [dan ilike]
Another social network, dan yang ini khusus musik, I Love Imeem. Cara kerjanya murup dengan social network lain, bikin account, nyari temen, dan yang satu ini ditambah dengan denger musik.

Youtube
I dont have to explain kenapa youtube penting untuk sebuah band kan? Ok walau view mereka masih agak tipis, tapi at least bisa punya tempat untuk showcasing your clip or rekaman manggung and let the whole world to see.

Gue terus terang cukup salut dengan usaha mereka bermain dengan online media dan benar-benar memanfaatkan kelebihan yang ada di online untuk marketing band mereka. Hope for the best!

Rama’s Think:

Prinsip Indie adalah Independent… Do It Your Self. Di online media nggak harus mahal, yang penting taktis.

Tambahan Tools yang mereka udah punya juga adalah Widget
This is smart. Karena setiap fans nya bisa pasang widget ini dimana pun (Blog, account MySpace, Multiply, etc).

Bookmark to:
Add 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a Del.icio.usAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a diggAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a FURLAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a Feed Me LinksAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a TechnoratiAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a Yahoo My WebAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a Ma.gnoliaAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a Google BookmarksAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a BlinkBitsAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a TailrankAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a Bookmark.itAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a Live-MSNAdd 'Band Indie Juga Bisa Online Marketing' a FaceBook

Grand Launch of C3friends.com

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Steny: “Sazkia seneng nggak kalo ada temen yang dateng main ke RS Dharmais?”
Sazkia
: “Iya seneng banget, soalnya di rumah sakit kan kita bosen nggak ngapa2in”.
Pandji
: “Sazkia kamu udah berapa kali di kemoterapi?”
Sazkia
: “mmm… berapa ya? kayaknya udah lebih dari 20 kali”
Pandji
: “kalo nggak salah kemoterapi itu sangat sakit dan tidak enak ya?”
Sazkia: “Iya sakit banget”

Nggak sadar mata saya berkaca-kaca waktu denger Sazkia bercerita. Saya buru-buru menenangkan diri karena beberapa saat kemudian saya musti naik panggung lagi untuk menjelaskan soal C3friends.com

Sazkia adalah salah satu anak penderita kanker yang berada dibawah naungan C3 (Community for Children with Cancer). Coba bandingkan penampilannya di layar belakang, masih gemuk dan rambut panjang, dibanding dengan sekarang yang sudah kurus dan cepak.

Beberapa waktu lalu saya pernah menuliskan tentang C3friends.com. Salah satu project sosial dari Think.Web untuk mendukung anak-anak penderita kanker dibawah naungan C3.
Pada tanggal 25 Juni 2008 kemarin di Score, Cilandak Townsquare diadakan acara charity concert:
“Musicare the 3rd: the Grand launch of C3friends.com”

Di tengah-tengah acara itu saya dan Anan berkesempatan menjelaskan bagaimana membantu C3 dan apakah itu C3friends.com.

Untuk lebih mudah dalam penjelasan kami mencoba untuk mengkomunikasikan dalam bentuk C3 atau 3 huruf C.

C3 adalah singkatan dari Community for Children with Cancer.

C3 adalah cara membantu mereka:
Cash
Sampai saat ini pengobatan kanker di Indonesia masih mahal. Berdonasi uang dalam jumlah berapapun pasti akan berguna. Bahkan hanya beberapa ribu rupiah untuk membeli 1 lembar kertas dan 1 buah crayon akan membuat mereka senang.
Nomer rekening untuk donasi dapat dilihat disini.
Collocation
Untuk membantu bisa juga dengan mengalokasikan waktu untuk berkunjung ke RS Dharmais. Dengan menemani mereka bermain ataupun nonton kartun hal ini akan sangat berarti buat anak-anak ini.
Communicate
Komunikasikan atau beri tahukan siapapun yang dikenal akan C3 dan c3friends.com.

C3 adalah isi dari C3friends.com:
Content
Berita seputar C3, Blog dari anak-anak penderita, event, informasi kesehatan, atau apapun bisa didapat di website terebut.
Community
Ini bukan website yang melulu soal sakit aja. Ini adalah online community yang dasar kepentingan dari semuanya adalah ingin ikut berpartisipasi dalam membantu anak-anak penderita kanker di Indonesia.
Commercial
Dari mana kah nantinya website ini akan mendatangkan dana, yaitu dari Commercial Space. Bisa dalam bentuk banner, sponsorship page, sponsorship feature, atau apapun.

C3 adalah bagaimana C3friends.com bisa membantu:
Click
Setiap click berarti Hits, Visit & Page Views. Itu semua artinya value dari sebuah website bertambah. Persis sama dengan yang terjadi di majalah, radio, tv atau media apapun. Makin banyak pembaca, pendengar atau pemirsa pasti value nya semakin tinggi.
Connect
Apa yang menyenangkan saat ini dalam ber-online? Connectivity, Friendster, Facebook, MySpace or all others Social Network semua dasarnya adalah connect. Penyebaran informasi, viral, dan lainnya juga berdasar dari connect. Dengan cara ini kita bisa lebih dekat dengan mereka, lebih dekat dengan teman (lama atau baru) dan lebih dekat dengan informasi.
Care
Why we click, why we connect, because we Care.

C3 adalah harapan yang didapatkan: Cheers, Cheers dan Cheers.
Si anak mendapatkan kebahagiaan (mudah2an tidak pendek), orang tua nya pasti ikut bahagia, yang membantu juga ikut bahagia, yang yang mendengar juga pasti bahagia.

Thanks for the real hero di Think.Web sampai dengan website online di versi beta maupun yang sekarang:
Abdullah Alaydrus, Jeffry Rahatama, Citra Pramadi, Khalid Adisendjaja, Antorio Bergasdito dan lainnya yang walaupun tidak terlibat langsung tapi pasti sangat membantu.

Anda semua bisa menjadi the Real Hero untuk anak-anak penderita kanker itu. Salah satunya dengan masuk dan menjadi member di www.c3friends.com.

Atau bisa juga dengan menempatkan Web Badge C3 yang ada di sidebar blog ini sebagai cara mengkomunikasikan C3.

Anan’s Think:
Walau tidak terlalu involve banyak di C3 sendiri, tapi doing something with the web ternyata sudah menjadi bantuan tersendiri. I just wish I have more time, more than 24 hours a day to really help

Bookmark to:
Add 'Grand Launch of C3friends.com' a Del.icio.usAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a diggAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a FURLAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a Feed Me LinksAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a TechnoratiAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a Yahoo My WebAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a Ma.gnoliaAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a Google BookmarksAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a BlinkBitsAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a TailrankAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a Bookmark.itAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a Live-MSNAdd 'Grand Launch of C3friends.com' a FaceBook

Microfame

Categories: Uncategorized By: Anantya

Bukan bukan microphone, yang saya tulis di judul benar kok dan anda juga belum harus ganti kacamata. Microfame. Ini adalah julukan baru yang diberikan pada selebriti yang lahir berkat internet. Kalau dalam tulisan yang lalu saya sempat membahas mengenai Demam (Internet) Seleb, yang akan saya bahas sekarang sebenarnya setali tiga uang hanya saja sedikit lebih dalam.

Sebelum membahas lebih dalam teman saya sempat bertanya, kenapa harus lewat blog sih untuk jadi seleb? Jawaban saya hanya ya kenapa nggak? Jawabannya simple sih, blog memang bukan satu-satunya sarana untuk bisa eksis jadi seleb tapi blog ini salah satu sarana orang bisa berekspresi, karena percaya atau nggak, sebenarnya masih banyak sarana lain. Lily Allen misalnya, jadi seleb beneran setelah meraih microfame dari Myspace. Hal yang sama juga dialami beberapa musisi lain.

OK, balik ke topik soal Microfame, sebenarnya kesuksesan yang diperoleh batasnya ternyata masih dalam ukuran micro (ini kalau dibanding dengan seleb beneran). Misalnya mau terkenal dan ikutan reality show, atau contoh sederhana, banyak-banyakan punya temen di facebook atau friendster. Tapi kepopuleran jenis inilah yang bisa didapat oleh semua orang dan bukan impian belaka.

NY-mag dalam blognya menyebutkan bahwa untuk mencapai tangga kepopuleran paling atas, ada 8 langkah yang harus dilalui:
1. Self-publish
2. Stylize
3. Overshare
4. Respond
5. Ally
6. Diversify
7. Create Controversy
8. Persist

Cukup banyak ya? Kalau tertarik mendapatkan microfame, silahkan dibaca sendiri keterangan dari masing-masing langkah. Siapa tahu bisa menjadi the next Perez Hilton, ya saya juga baru tahu ternyata dia terkenal, tadinya saya kira campuran Julia Perez dan Paris Hilton.

Bookmark to:
Add 'Microfame' a Del.icio.usAdd 'Microfame' a diggAdd 'Microfame' a FURLAdd 'Microfame' a Feed Me LinksAdd 'Microfame' a TechnoratiAdd 'Microfame' a Yahoo My WebAdd 'Microfame' a Ma.gnoliaAdd 'Microfame' a Google BookmarksAdd 'Microfame' a BlinkBitsAdd 'Microfame' a TailrankAdd 'Microfame' a Bookmark.itAdd 'Microfame' a Live-MSNAdd 'Microfame' a FaceBook

Strange Snack

Categories: Uncategorized By: Anantya

Kellog adalah perusahaan makanan Amerika yang sudah berdiri sejak tahun 1906. Dua bersaudara Will Keith Kellogg, dan Dr. John Harvey Kellogg lah yang telah berjasa menciptakan sereal dan mengubah gaya makan pagi panduduk Amerika.

Baru-baru ini Kellog mengeluarkan rangkaian Fruit Flavored Snack dengan berbagai macam bentuk. Bentuknya juga unik karena disesuaikan dengan beberapa merek yang sudah terkenal. Misalnya Kellogg’s™ John Deere Fruit Flavored Snacks, snack warna warni yang berbentuk traktor. Kellogg’s™ Strawberry Shortcake™ Fruit Flavored Snacks yang bergambar karakter dalam film kartun Strawberry Shortcake. Nah selain kedua seri tersebut masih ada sebuah seri lagi yang nampaknya mengundang kontroversi:
Kellogg’s™ Lego® Fruit Flavored Snacks

Kenapa produk yang satu ini mengundang kontroversi? Karena Kellog mengambil balok-balok lego sebagai bentuk snacknya. Dilihat secara sekilas sih, idenya lucu dan menarik. Namun dalam jangka panjang ternyata ide ini menimbulkan pro dan kontra. Nggak heran, karena orang tua paling ribut melarang anak mereka untuk memasukkan mainan (termasuk lego) ke dalam mulut anak mereka.

Hati-hati jangan sampai tertukar lego asli!

Bookmark to:
Add 'Strange Snack' a Del.icio.usAdd 'Strange Snack' a diggAdd 'Strange Snack' a FURLAdd 'Strange Snack' a Feed Me LinksAdd 'Strange Snack' a TechnoratiAdd 'Strange Snack' a Yahoo My WebAdd 'Strange Snack' a Ma.gnoliaAdd 'Strange Snack' a Google BookmarksAdd 'Strange Snack' a BlinkBitsAdd 'Strange Snack' a TailrankAdd 'Strange Snack' a Bookmark.itAdd 'Strange Snack' a Live-MSNAdd 'Strange Snack' a FaceBook