Think.Web @ Hard Rock FM: RSS Charge Up Your Day

Categories: Uncategorized By: Anantya

Pandji:
Sharing mengenai pengalaman Daily Habit of reading any blog or any news from news portal.

Anan:
Nah dari semua website itu kan lo pasti sering liat RSS icon. Biasanya warnanya orange trus ada garis-garis melengkungnya. Nah itu artinya website itu provide RSS function. Nah apa itu RSS, apa gunanya buat kita dan gimana nya yang akan jadi bahasan malam ini.

 

Pandji:
Apa itu RSS?

Anan:
RSS = Real Simple Syndication
Syndication disini sebenarnya sama seperti arti sindikasi di dunia penyiaran atau berita. Kalau di dunia penyiaran, sindikasi adalah menjual hak untuk menyiarkan acara TV atau Radio ke beberapa stasiun lain. Atau kantor berita Antara misalnya yang memang menyediakan berita sebagai sumber bagi perluasan berita lainnya.

Rama:
Nah dari nama nya kan udah keliatan tuh. Ini emang bentukan sindikasi seperti itu tapi yang paling simple nya. Intinya dari yang di sindikasi kan adalah content, nah RSS memang memberikan inti content dari sebuah website.

 

Pandji:
Kegunaannya apa si RSS ini?

Anan:
Pada dasar nya ketika Hardrockers mengikuti blog tertentu atau website/portal berita tertentu kan seperti secara rutin baca majalah atau Koran tertentu. Nah kalo udah rutin baca sebuah majalah tapi kita masih bolak-balik ke toko buku atau tukang majalah kan jadi agak buang-buang waktu tuh. Nah dengan RSS ini kita dimungkinkan untuk berlangganan content dari sebuah website.

Ketika ada content yang baru di website tersebut kita langsung dapet update nya tanpa kita musti buka-buka si website nya. Nah untuk membuka content itu kita butuh RSS Reader atau RSS Feeder. Nah kuntungannya didalam 1 RSS reader kita bisa masukin berapa banyak pun RSS address nya. Jadi semua bisa kekumpul disitu.

Misal lo ndji, kan selalu ngikutin blog nya Seth Godin, baca CNN.com & NBA.com, nah untuk membaca article/posting terbaru lo bisa baca semua itu terpusat di 1 tempat tanpa musti masuk website nya satu2. Nah itu semua kan kelebihannya.

Kalau Kekurangannya ya jadinya kita memang baca updating dari website itu aja. Tapi nggak bisa liat hal-hal lain dari website itu. Misalnya ada foto-foto baru di foto gallery, atau ada video baru di video gallery, nah itu di RSS nya belum tentu ada update nya.
Tapi hal ini bergantung sama website nya juga, NBA.com misalnya, ini masing-masing ada RSS nya sendiri. News sendiri, photo sendiri, video sendiri, score sendiri, dan yang lainnya. Nah elo misalnya ndji, kan lo ngikutin NBA & Premierre League, itu untuk dapet score nya lo juga bisa feeding RSS nya.

Jadi nggak perlu repot-repot browsing.

 

Pandji:
Sekarang yang terpenting. Soal RSS Reader atau RSS Feeder nya. Gue bisa pake apa untuk itu?

Rama:
Web Base
Yang paling mudah untuk kita pake yaitu Google Reader atau MyYahoo. Di website-website ini kita tinggal meng-add url dari RSS yang mau kita ikuti, dan kemudian setiap kali kita buka account Google Reader kita atau My Yahoo kita RSS list kita akan automatically di update. Jadi kalo misalnya ada content yang baru kita langsung tahu dan bisa langsung baca.

Email Base
Diluar 2 itu untuk RSS Feeder, kalau kebetulan dikantor atau dirumah lo pake email software nya Mozilla Thunderbird, nah disitu lo tinggal add RSS Blog & News didalem menu Account Settings. Tapi selain Thunderbird juga ada kok, Outlook misalnya. Itu juga bisa kita feeding RSS dari situ.
Browser Base
Atau misalnya dengan Internet Browser itu juga bisa. Khususnya untuk Mozilla Firefox, dia punya feature Live Bookmark. Nah ini seperti bookmark biasa tapi link atau isi si bookmark ini akan auto-update untuk nge-check ada content terbaru nggak. Caranya gampang, kalo lo masuk website yang provide rss, di address bar si Firefox itu akan muncul icon RSS, nah itu tinggal di klik. Nanti dia akan masuk ke halaman XML si RSS dan lo bisa pilih Live Bookmark itu. Atau kalo lo mau masukin itu ke Google Reader lo atau My Yahoo lo, lo juga bisa pilih disitu.

Other Base
Nah software2 ini juga ada untuk gadget2 lain. Misalnya buat yang pake Blackberry itu ada aplikasi yang namanya Viigo. Untuk yang pake iPhone atau iPod touch banyak aplikasi bayar atau gratis untuk RSS Feeding. Bisa cari langsung di iTunes nya. Untuk yang pake PDA atau Smart-Phone banyak juga RSS Reader untuk Pocket PC, Palm atau juga Symbian. Ada yang bayar ada yang gratis.
Atau yang paling gampang ya tadi itu Google Reader atau My Yahoo, selama handphone lo ada gprs nya dan bisa akses internet ya lo bisa masuk ke 2 website itu. Dan bisa baca RSS lo disitu.

Anan:
Oh ya Hardrockers, RSS itu sama juga dengan PodCasting, ini untuk yang punya iPod. Cuman aja biasanya content nya audio atau video. Tapi dasarnya sama RSS Feeding juga. Dan iPod pun juga bisa dipake sebagai RSS Reader. Nah dengan segala kemudahan-kemudahan ini, waktu2 lo pas waktu macet, nunggu, ngantri, dll itu bisa di isi dengan membaca update-update menarik kan.

Rama:
Gue sendiri sekarang jadi punya rutinitas sendiri soal RSS ini. Setiap pagi sebelum mulai kerja, pasti buka iPod gue untuk baca update2 terbaru dari website atau blog yang gue ikutin. Malem sebelum tidur juga gitu.
Nah kalo dari sisi yang punya website atau blog, mungkin mikir nanti jadinya blog gue nggak ada yang visit dong. Tenang aja, RSS bisa dibatesin berapa kalimat yang keluar. Apakah semua atau hanya beberapa kalimat untuk jadi teaser. Dan apakah RSS subscriber ini bisa dihitung berapa banyak pelanggannya? Bisa. Kita bisa bantuan website2 seperti Feedburner.com untuk mengetahui berapa banyak pelanggan kita.

Pandji:
Jadi ternyata emang segitu mudahnya untuk keep updating untuk content-content website atau blog yang mau kita ikutin isinya. Waktu kita jadi lebih efektif terisi. Jadi provokasi nya adalah mau jadi gampang dan ter-update atau bengong-bengong nggak nambah isi. Pilihan lo aja deh. 

Jangan lupa keep update dengan Pandji.com, lo juga bisa subscribe RSS nya.
Dan masuk ke Thinksmartweb.com untuk dapet info-info seputar online media, dan bisa subscribe RSS nya juga.

Tebak Gambar tapi Band

Categories: Uncategorized By: radit

Band apaan nih?
(dibuat oleh radit)

Band 1:
untitled-2.jpg

Band 2:

untitled-3.jpg

Band 3:

untitled-8.jpg

Band 4:

untitled-6.jpg

Band 5:

untitled-4.jpg

Band 6:

untitled-9.jpg

Band 7:

untitled-5.jpg

Band 8:

untitled-7.jpg

Band 9:

untitled-1.jpg

Band 10:

untitled-10.jpg

Yang tau jawabannya, reply laaaaaaaaaaaahhhh……..

nb: kira2 bisa sekalian dijadiin viral gak?

Sex in The Kost

Categories: Uncategorized By: Handoko

kost.jpeg

“Nah depan situ aja Ko gw turun” suara Radit melegakan konsentrasiku yang sejak tadi mencari-cari tempat yang dimaksudnya. “Nah ini rumah gw, Lo mampir dulu nggak. Gw bikinin minum kalo mampir, kalo nggak ya nggak gw bikinin”. ucap Radit basa-basi. “Oh, gitu ya? Ya udah gw mampir deh nyobain minuman sisa lebaran. Sia-sia gw nganterin lo nggak dapet apa-apa”.
Sembari menikmanti minuman, tak sengaja sih awalnya, aku menatap seseorang yang rasanya pernah ketemu aku, aku kenal & sangat tidak asing bagiku.
Daripada penasaran, aku sengaja mengamatinya sekali lagi. Yup! benar aku kenal sama dia. Untuk memastikan pengamatanku tidak salah aku tanya ke Radit. “Dit, cewek yang di depan rumah Lo itu siapa? Kok rasanya gw kenal sama dia?”. “oh, itu? Dia namanya mba Desi Ratnasari, Dia kost disitu sama suaminya setahun yang lalu. Kerjanya di Darmawangsa Square. Dia bekas guru biologi sebuah SMU didaerah Ngawi, Jawa Timur. Emang kenapa Ko, Lo kenal sama dia?”. “Tuh benerkan, ternyata tidak salah dugaanku.” gumamku.

Dan, dari sinilah awal kisah perselingkuhanku dengannya dimulai.

Tinggi semapai & putih bersih dengan dengan rambut lurus dihiasi tali air rambutnya yang menutupi kening dan pancaran matanya. Oh .. Mbak Desi Ratnasari, kamu masih seperti yang dulu. Lembut, anggun, ayu & sedikit sensual. Mantan guru biologiku ini sangat banyak dikagumi kaum adam di sekolahku, tak terkecuali anak didiknya termasuk aku. Kekaguman kami tidak hanya terpaut akan kecantikannya, iner beauty yang memancar dari dalamlah yang membuat magnet bagi besi-besi kekaguman kaum laki-laki. Guru bantu ini masih sangat muda hanya terpaut 5 tahun dengan umurku. Tutur katanya lembut namun tegas, tatapan matanya tajam penuh makna, langkahnya anggun berwibawa & kecantikannya luar dalam.

Dia hengkang ke Jakarta mengikuti suaminya yang dia nikahi setahun yang lalu. Dengan berbekal sedikit cuap-cuap sangat mudah baginya mendapatkan pekerjaan di sini. Dia diterima disebuah perusahaan Media sebagai Media Partner.

Keakraban kami diawali setiap siang di waktu istirahat makan siang dan petang sewaktu aku mengantarnya pulang. Disaat-saat itulah entah kenapa ada suatu rasa yang membuat dada ini berdebar. Hampir di setiap pertemuan aku lebih banyak diam. Aku masih menghormati dia sebagai Ibu guru sekaligus kakakku mengingat umurnya lebih tua dariku, jadi aku sangat berhati-hati setiap bertutur & menatapnya.

“Handoko, malam ini kamu mau nggak nganterin aku nonton film Laskar Pelangi? Aku lagi bt dikantor, suamiku lagi keluar kota & yang punya kost belum balik dari mudik” Deg.. debar-debar itu makin kencang mengguncang. Aku yakin tidak ada laki-laki lain yang bisa menolak permintaannya, begitupun dengan aku yang secara langsung merasakan tatapan mata iba-nya. “Baik bu, tapi kita jalan kaki saja ya motor saya kalau kehujanan mogok biasanya, toh nggak jauh juga kan tempatnya.” jawabku lugas & sesekali meliriknya. “Ok. nanti malem aku tunggu di kantormu lantai satu ya.!”

Gerimis tak jua berhenti. Hawa dingin menusuk kulit & hanya kehangatan yang kami butuhkan. Selama perjalanan pulang dari nonton rintik-rintik itu seolah menegaskan kepada kami sekali lagi bahwa kehangatanlah yang benar-benar kami butuhkan.
Sesampai di rumah kos mbak Desi, aku tak kuasa menolak permintaannya untuk mampir. Dengan baju pinjeman suaminya sedikit mengurangi beban dingin yang sedari tadi hinggap di badanku. Secangkir teh semakin menghangatkan obrolan kami berdua sembari sesekali menggigil menahan hawa.

Keheningan malam dan gemericik air hujan memabukkan obrolan kami yang sudah mulai ngalor ngidul hingga keakraban itu melewati batas . Aku juga sudah berani mulai tak sopan menatap kerlingan matanya. Dia mulai binal, cabul bertutur kata menembus imajinasi memuaskan hasrat terpendam. Hujan yang sudah agak reda malah membuat hawa bagi kami semakin dingin saja.

Sesaat obrolan kami terdiam, menelusuri jauh kedalam pikiran dan gejolak kami masing-masing. Meraba arah yang sama-sama kami tuju. Hening, diam dan berdebar-debar itu saja yang ada. Dan akhirnya sentuhan-sentuhan itu mulai terasa di belaian rambut, remasan tangan, sentuhan pipi dan akhirnya dikecupan bibir. “Aku menginginkanmu malam ini.. ” desahnya sembari membimbing aku ke kamar kos-nya. Aku tak bisa & tak pernah bisa membayangkan ini sebelumnya.

Malam makin larut. Pergumulan kami sudah tidak bisa terelakkan lagi. Ya.. aku tak kuasa menahan hasratnya, begitupun hasratku. Kami bersetubuh….

Gejolak itu akhirnya berhenti dengan sendirinya. Di hadapan dinding kamar itu pertanyaan-pertanyaan sudah mulai terjawab. Aku, mbak Desi & Radit.
Belaian rambut, sentuhan pipi & kecupan bibir dia sematkan sebelum akhirnya……..

“Mas… mas wis awan, jam setengah wolu saiki. Mangkat kerjo opo ora kowe. Saiki dino Senen lho biasane macet. Cah sekolah wis podo mlebu”. (”Mas.. mas sudah siang, jam setengah delapan sekarang. Berangkat kerja nggak. Hari Senin sekarang biasanya macet lho. Anak sekolah sudah mulai masuk“) Ooopss.. aku bangung menyadarkan diri. Hah… jam 7:30 hari Senin. Semua buyar ketika aku sadar istriku membangunkan aku. Brengsek… sialan…semprul…F@%$&&*Ck. CUMIIII…… CUMA MIMPI

EYD oh EYD…

Categories: Uncategorized By: stefani

“Anjing dilarang Buang Sampah Di sini”, ketika saya baca, yang terlintas di pikiran saya adalah, sejak kapan ‘anjing’ bisa baca? Lalu ada tulisan lain juga yang seperti: “Nerima Ngawinin kucing”? Saya tahu sih maksudnya orang yang menulis itu tapi bahasanya itu lhoo. Tidak bisa komentar banyak deh.

Ngomong-ngomong soal bahasa, jadi inget salah satu acara Snap Shot di Metro TV yang membahas tentang penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat, dari pejabat sampai masyarakat awam yang tidak sekolahan sekalipun. Lucunya, banyak orang menggunakan bahasa campur alias memasukkan bahasa-bahasa lain ke dalam kosa katanya. Saya tidak akan menyangkal diri saya sendiri karena saya juga sering mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Tapi, dari situ timbulah keheranan. Kenapa ya bahasa Indonesia ‘tidak laku’? Padahal itu’kan bahasa Indonesia kita sendiri. Tapi entah kenapa, banyak dari orang-orang, justru lebih percaya diri jika saat mereka bicara dicampur dengan bahasa lain. Entah bahasa ‘prokem’ atau bahasa asing (inggris, dsb).

Ada yang menjawab, kosa kata bahasa Indonesia kadang tidak cukup banyak untuk bisa mewakili apa yang ingin disampaikan seseorang. Sebuah pendapat dari penulis kesukaan saya, Djenar Maesa Ayu, justru menggelitik saya sendiri. Dia mengatakan kalau bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk mempermudah menyampaikan maksud pikiran seseorang. Tapi, jika bahasa itu sudah tidak membantu seseorang untuk menyampaikan pikirannya, lalu bagaimana?

Lalu bagaimana? Apakah itu berarti sebuah bahasa akan mati? Bagaimana dengan bahasa Indonesia? Jika kita coba melihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), sebenarnya kosa kata bahasa Indonesia cukup banyak untuk bisa mewakili percakapan kita sehari-hari. Yah, tapi balik lagi, siapa yang setiap hari melihat ke KBBI?

Media sebenarnya adalah cara yang tepat untuk menyampaikan kepada masyarakat bagaimana bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahwa banyak juga kosa-kata bahasa Indonesia yang bisa dipakai untuk menggantikan beberapa ungkapan yang lebih sering dan mungkin lebih keren dalam bahasa asing. Selain itu, para menteri dan aparat pemerintah juga bisa memberi contoh dengan menerapkan budaya berbahasa Indonesia. Tidak perlu yang EYD banget deh, tapi setidaknya mengurangi pemakaian kata-kata bahasa Inggris jika memang ada padanannya di bahasa Indonesia. Inipun bisa diterapkan oleh kita masing-masing agar bahasa Indonesia kita tidak mati dan kalah pamor sama bahasa asing. Lagipula, kalau bukan kita yang mengembangkan bahasa Indonesia, siapa lagi dong? Jangan sampai bahasa Indonesia diakuisisi oleh bangsa lain. Cape dehh..!

Beberapa kata bisa mulai dipraktekkan:

Mouse (komputer) = tetikus; Men-download = mengunduh; Meng-up load = memunggah. Pembantu rumah tangga (PRT) = Asisten Rumah Tangga (AST)

Untuk perubahan PRT menjadi AST sepertinya akan membuat AST semakin ‘diawang-awang’ nih.. hehehe.

Salam,

Social Media? Lets Make It Personal

Categories: Uncategorized By: Anantya

Ketika demam web 2.0 melanda dunia, ternyata demam ini membawa jenis virus baru; Social Media. Jenis virus inilah yang sekarang sedang gencar melancarkan serangan dan gaungnya keberadaannya mulai terdengar kemana-mana. Walaupun diberi tag “Social Media”, sebenarnya yang harus diingat adalah interaksi yang terjadi dalam sebuah social media sebenarnya sangat personal.

Ambil contoh blogging misalnya, walaupun berada dalam kategori Social Media, namun keberadaannya adalah sebagai medium personal. Yang memiliki kepentingan terhadap sebuah blog adalah sang pemiliki blog sendiri. Blogger biasanya akan menuliskan hal yang mereka sukai atau hal-hal yang memang mereka kuasai. Berbeda dari media tradisional yang berusaha untuk menampilkan berita-berita terbaru, bloggers akan menuliskan apa yang mereka ingin tuliskan saja. Bila kebetulan sebuah brand ingin mendekati blogger, sebuah press release untuk media konvensional sepertinya tidak akan cocok untuk mereka.  Kalau mau mendekati para blogger itu, cobalah melakukan pendekatan yang lebih personal.

Seth Godin dalam bukunya, ‘Meatball Sundae’ juga mengungkapkan hal yang sama. Dalam bukunya, ia menyebutkan bahwa sebaiknya jangan gunakan traditional marketing untuk berkomunikasi dalam social media.

Mendapatkan kampanye komunikasi yang sukses di kancah social media menuntut kerelaan para komunikan untuk jadi lebih terlibat dalam kampanye komunikasi, membangun hubungan antara komunikator dan para pendengarnya dan mengusahakan trust antara kedua belah pihak.

 

Rama’s Think:

Sebenernya kuncinya adalah “You HAVE to BE THERE”. Kalau ini adalah langkah Personal Branding maka si person itu sendiri harus ikut serta disitu. Kalau ini adalah langkah Branding dari sebuah brand atau perusahaan maka si pemilik brand atau brand ambassador harus terlibat disitu. 

Metode ‘hit-n-run’ tidak akan bekerja efektif pada Social Media.

The Geniuses

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Perhatikan gambar ini. Albert Einstein, John Lennon dan John F. Kennedy. 3 orang Genius di bidang nya masing-masing.

Albert Einstein adalah seorang genius dibidang ilmu pengetahuan.
John Lennon adalah seorang genius dibidang musik.
John F. Kennedy adalah seorang genius dibidang kenegaraan.

Pose 3 orang ini pasti sangat familiar,  karena memang pose gambar-gambar ini adalah dari salah satu photo mereka yang paling banyak dikenal dan dilihat orang.
Tapi apa yang membedakan gambar ini dengan yang sering kita lihat?
Ketiganya sedang merokok!

Bandingkan…

 

Keliatan dong beda nya.

Itulah 3 lukisan karya Agus Suwage yang terpajang di lobby salah satu perusahaan rokok Indonesia.

Apa maksud dibalik 3 lukisan ini? silahkan mengartikan sendiri.
Yang pasti 3 lukisan ini… 

KEREN!

Think.Web @ Hard Rock FM: Adult Website

Categories: Uncategorized By: Anantya

Kembali bekerja dan berhadapan dengan rutinitas sehari-hari kadang menimbulkan stress yang berlebihan. Salah satu pelepas stress yang biasanya diakses online adalah adult material content, terutama untuk para pria. 

 

Adult Material as MAN Universal Language
Beberapa orang mungkin akan berpendapat bahasa Inggris sebagai bahasa universal. Tapi ternyata, ada satu bahasa yang usianya lebih tua dari bahasa Inggris dan dapat menyatukan para pria di luar sana: adult material. Buktinya? Tempatkan Anda dalam posisi ini: ”baru masuk kantor, masih culun, bingung bagaimana harus mendekati sesama rekan kantor dan mencairkan suasana”. Nah salah satu yang dapat dilakukan adalah menggunakan MAN Universal Language tadi. Sebagai salah satu topic pembicaraan yang langsung nyambung antara pria disebuah tempat baru (kantor baru misalnya). Selain itu bahasa universal ini semakin meluas dipicu oleh  active & meluas nya penggunaan suatu feature atau technology. Misal nya penggunaan camera handphone, file sharing, Bluetooth, atau bahkan internet itu sendiri.

Fakta seputar Adult Content Material in 2006     

  • 12% dari seluruh website didunia merupakan situs adult content
  • 25% dari search request ternyata mencari mengenai adult content
  • 35% dari seluruh hasil download mengandung adult content material
  • Setiap detiknya ada 28,258 pengguna internet yang melihat adult content
  • Everyday, 266 new adult entertainment sites appear on the internet
  • Sex adalah kata yang paling dicari di Internet
  • 72% dari pengguna adult content adalah laki-laki dan sisanya 28% wanita
  • 70% dari traffic yang masuk ke adult content terjadi jam 9-5 selama hari kerja
  • Porn Revenue in 2006
  1. China 28% (27,4 billion)
  2. Korea Selatan 27% (25,73 billion)
  3. Japan 17% (19,98 billion)
  4. US 14% (13,33 billion)
  5. Australia 2% (2 billion)
  6. UK 2%
  7. Italia 1%
  8. Others 5%
Bagaimana perkembangan Online Adult Material?
  • Start with photo or photo gallery, next to video, 
  • Chatting, cara baru dari phone sex
  • Webcam and Webcam + Chat
  • Interactive Video
  • Desktop Widget

Please be wise!

  • Kalau mau pay content musti perhatiin security di web nya kalo payment gateway web nya pake https lebih baik trus  atau pake secure trust web kaya verisign atau sejenis nya
  • Hati-hati juga dengan yang gratis sekarang, besok bayar. Biasanya kita diminta masukin nomer credit card dengan alesan verify umur, nggak di charge nah baca bener2 keterangannya karena bisa jadi ada keterangan besok2 cc kita di charge automatically tanpa further notice
  • Free download tapi harus install software, hati-hati, ini bisa jadi back door software atau spyware atau bahkan virus.

 

 

Be smart!
Bila Anda memiliki bisnis, be smart untuk dapat memanfaatkan adult material dan memaksimalkan people interest. Beberapa pemasar sudah dan berhasil memanfaatkan hal ini:

  • Cover dari video share atau viral yang seolah-olah ada adult content nya.
  • Sebagai tema dari underground advertising

Sebuah studi yang dilakukan di tahun 2005 oleh sebuah perusahaan riset menemukan bahwa:
Adult content related ad bila ditarget pada pria, akan menaikkan purchase intent. Hasil adult content related ad pada pria dan wanita juga berbeda:
Pada pria: mereka suka iklan dengan tema adult content dan berpendapat bahwa iklan itu tidak berdampak negatif
Pada wanita: terlalu banyak iklan bertema adult content dan berpendapat iklan berdampak negatif

 

 

Pastikan Aman!
a. Ngeliat secara sembunyi-sembunyi
Dengan New Incognito Window (Google Chrome) Hardrockers bisa goes incognito. Maksudnya, buka halaman khusus yang ngga akan kecampur sama halaman lain.  Dalam artian ga akan masuk ke dalam browser dan search history, ga akan meninggalkan jejak (cookies), ga kaya hansel and grettel sayangnya kalau sudah di download/bookmark tetap akan tersimpan. Tapi apa yang ditawarkan Chrome Incognito semua diluar websites yang ngumpulin info soal diri hardrockers atau ISP / bos yang ngedata situs yang hardrockers kunjungi

b. Lakukan antisipasi
Untuk yang computer nya juga dipake oleh anak nya atau keponkannya, coba gunakan Content Advisor (Internet Explorer). Content Advisor ini merupakan satu bagian dari Internet Content Rating Association yang tujuannya untuk melindungi anak bawah umur dari content yang berbahaya di Internet.

 

 

Social media is today’s porn site
Berkembangnya web 2.0 dan social media ternyata menimbulkan gelombang baru. Sebuah fakta di tahun 2008 yang  diambil dari Hitwise, perusahaan internet tracking company , mengemukakan bahwa

  • Terjadinya perubahan besar dalam penggunaan internet beberapa tahun belakangan ternyata menunjukkan penurunan dalam akses situs adult entertainment 
  • Pencarian mengalami penurunan sebanyak 10 percent dari rata-rata 20 percent. Apa yang dapat menggantikan adult entertainment? The hottest Internet searches now are for social networking sites
  • Semakin tinggi traffic social networking, traffic ke situs adult entertainment akan semakin berkurang. Fakta ini mengungkap kenyataan baru, generasi muda kita, kelompok umur 18-24 tidak lagi sibuk mencari adult material, karena mereka sibuk eksis di social network.

 

 

 

 

 

Hal yang kurang lebih serupa ditampilkan oleh Alexa, situs penghitung traffic, bahwa web yang paling banyak diakses (masuk dalam top 10), 5 diantaranya adalah situs social media. Sedang situs adult content berada di urutan ke-40an: 

  • YouTube
  • Facebook
  • Myspace
  • Wikipedia
  • Blogger

Still In?

Categories: Uncategorized By: Anantya

Is gladiator sandals still “IN” in this time of year. It’s all about personal decision. Well if you happen to live in a tropical climate (like me), then perhaps this kind of sandals will always be on your shoe collection.

Or, if you are not sure wheter or not this kind of shoes will still be in (in the next season or even years), just add more details to it! As Steve Madden do. He added more flair to a plain gladiator shoes. As a shoe designer, he sure had a nice touch to all of his creation. And when it comes to shoes, its all about personal style! As he said:

“Today, fashion is dictated by individual style”

It’s unique appearance will goes smoothly with your individual style, either it’s a pair of black of denim hotpants. Or you could even give those pretty floral dress of yours a tougher edge.

Sumber Photo: Steve Madden

12% chances

Categories: Uncategorized By: Anantya

This is a survey that one of leading woman’s magazine in Indonesia has conduct. They surveyed 80 men between 25-35 years old on “What type of woman attracts you”.

What’s interesting about the result? Well it’s a small survey, but now I know why it is so hard to find and have a relationship with man. I’m a curly girl with tanned skin; see the result and you’ll know why.

  • 43% says that they like fair skin with straight hair. That would be around 34 people voice. Perhaps they see to many shampoos commercial? 
  • 25% says that they like fair skin with curly hair. This would be the voice of around 20 people. 
  • 20% says that they prefer tanned skin with straight hair. This would be the choice of let see … humm oh yeah 16 people.
  • And the last one, 12% says that they prefer tanned skin with curly hair. Sadly for me, its about 10 people who prefer it. 

 

What are my odds?

The small survey concluded that Indonesian man do prefer woman with fairer skin. 68% of the respondent has spoken their mind. See, this is why I insisting on buying all that scrubs, and body whitening product. Although none of them actually worked and I end up loving my tanned skin even more. I think I know why all those whitening stuff is such a hit, because men endorse them hehehe

The second fact is that curly hair will always be 2nd best compare to straight hair. Perhaps men doesnt care that the newest hit around hair today is a curly hair because 63% of the respondent choose it and well bad news for me because since the day I was born my hair has been a tangled curl and never ever change since. Tried to make it straight, but I guess in the end the curliness is very strong and I end up with a curly wurly hair until now. 

This leave me with only 12% chances of scoring a relationship. Oh this survey result troubles me )

Weekly Japanese Style

Categories: Uncategorized By: Anantya

 

Jepun…Jepun…Jepun…gara-gara melihat si telur (eh kenapa jadi ikut manggil telur?) hehe pokoknya gara-gara si telur jalan-jalan ke Jepang. Gue teringat untuk kembali melihat kegilaan Japanese street style.

Ini adalah salah satu gaya dandan yang gue suka. They tend to mix it like crazy. Going totally costumy, goody good girl or just plain silly. Bottom line, Japanese like to do it their style and sometimes it totally worked.

This is my pick of the week: 

From the corner of Harajuku, I pick her just because she wears a head piece. I’ve been watching GG recently and one thing that always awes me is Blair with her cute head piece. So there it goes, I pick the pretty girl in white dress and a white head piece to match.

 

Next we go to Shibuya. Girls in this part of town like to dress casually. Seems it looks like, they dress for comfort not style, well 60% comfort-40% style that is because they still look pretty stylish. This week pick, if I have to choose, it would be, Ok tough choice. I would love the white haired girl attire but I dislike her ugg. Then my choice goes to the girl with weird hairdo, but beautiful red dress. Absolutely love this two: red dress + knee high boots

 

Our next and last stop is Omotesando. Girls are more dressed up in this neighborhood, not as much as the one in Ginza tough. My eyes feel for this girl. She looks beautiful. Ok so we’ve seen enough tights already. But the girl pull it off nicely with ruffled purple shirt and her marry jane looks cute. Adore this look. 

That’s all for this week folks, see ya in my next random pick