![]()

Dalam beberapa minggu ini saya menemukan beberapa Blog yang memasang widget baru. Google Friend Connect, ini lah yang sedang ramai digunakan orang. Sebuah blog saat ini sudah dengan mudah untuk bisa memiliki friendlist.
Pada saat beberapa waktu lalu, saat kami menjadi pembicara di Indonesia Bootcamp 2008 - Bandung, kami memberikan insight bahwa community pun juga bisa dibentuk dari sebuah blog. Free framework blog dari WordPress memang memungkinkan sebuah blog memiliki membership system, hanya saja proses nya tidak semudah itu. MyBlogLog, salah satu produk milik Yahoo, memberikan kemudahan bagi pemilik Blog untuk membuat community dalam blog nya. Untuk dapat bergabung dengan MyBlogLog, baik pembaca maupun pemilik community, harus login dengan Yahoo ID.
Tidak seperti MyBlogLog, Google Friend Connect jauh lebih cepat menjadi populer. Blog Mashable.com pun saat ini menggunakan Google Friend Connect. Di Indonesia sendiri, salah satu blog populer Media-ide.com membentuk komunitas pembacanya dengan Google Friend Connect. Atau ada juga di Navinot.com yang selain menggunakan Google Friend Connect juga terdapat posting membahas mengenai potensinya.
Kalau MyBlogLog member diharuskan untuk sign up menggunakan Yahoo ID, untuk Google Friend Connect member punya lebih banyak pilihan. Mereka bisa sign up dengan Gmail account, Yahoo account, AIM atau juga OpenID.
Pada bulan Juli lalu, Facebook di F8 Developer Conference nya juga me-launch Facebook Connect. Facebook Connect adalah feature dari Facebook yang menghubungkan profile data pemilik account dengan website lainnya. Salah satu yang dimungkinkan lewat Facebook Connect adalah orang tidak lagi perlu register pada sebuah website jika dia sudah member dari Facebook. orang tersebut cukup ‘logged in’ lewat Facebook Account nya.
Lewat Facebook Connect sebuah blog juga dimungkinkan untuk membentuk komunitas nya, walaupun not as easy as MyBlogLog atau Google Friend Connect. Tetapi bagi mereka yang menggunakan framework Wordpress untuk blog nya akan sangat dimudahkan oleh pluggin Sociable.
Kelebihan dari Facebook Connect adalah 3rd-party website juga bisa mendapatkan data profile dari Facebook Member yang sudah terkoneksi. Di awal tahun 2008 Yahoo pernah mengeluarkan service seperti ini, dan baru Oktober lalu mengeluarkan Yahoo! Open Strategy.
Sebelum nya Google mengawalinya dengan Google OpenSocial, yang kemudian dikembangkan dengan Google Friend Connect. Namun apa yang tidak (belum) dimungkinkan oleh Google Friend Connect adalah mendapatkan data dari community yang dibentuk pada sebuah website. Apa yang ada pada Google Friend Connect hanyalah friendlist gallery.
Keuntungan (mungkin juga kekurangan) dari kombinasi Facebook Connect, WordPress Blog & Sociable Plugin adalah user yang meng-connect Facebook profile nya secara automatic menjadi registered member dari WordPress blog tersebut. Dengan demikian apa yang pemilik Blog dapatkan bukan hanya sekedar gallery, tetapi juga data-data dari komunitas member nya.
Bukan cuman itu, comment yang diberikan di Blog juga bisa ter-publish di mini-feed nya Facebook.
Yang menjadi kekurangan Google Open Social adalah Google tidak memiliki central Social Network website yang menjadi wadah dari connectivity di Google Friend Connect. Berbeda jauh dengan Facebook yang memang berangkatnya dari Social Network website.
Tetapi harusnya hal ini tidak berlangsung lama. Dengan terhubungnya Google Friend Connect dengan OpenID, seharusnya semua website yang menjadi partner dari OpenID (nantinya) juga menjadi wadah dari Google Friend Connect.
MySpace pun sebagai Social Network sudah mengembangkan open connection ini.
Kita ikuti terus saja perkembangannya. Kabar terakhir adalah Facebook tidak bersedia bergabung dengan Google Friend Connect. Sehingga kita masih harus memilih mana yang akan kita gunakan ![]()
Tapi saya percaya ini pasti ada ujung baiknya. Karena Yahoo pun akhirnya membuka diri dengan Google di Google Friend Connect.
Blog Brain sendiri (mencoba) menggunakan Facebook Connect. Belum terbayang lebih lanjut mana yang lebih menguntungkan.
Pemuda dalam balutan baju bekas eks Korpri pemberian Pak lurah desa Gelung berjalan menuntun sepeda ontanya menulusuri pematang sawah. Kulitnya hitam legam mengkilat terpantul cahaya pagi. Selegam nasibnya, sebagai buruh tani menjadi pilihan terakhir penyambung hidupnya bersama Sukiyem istri semata wayangnya dan empat orang anak. Sastro kencrit, Pariyatun, Selamet bengkring & yang bungsu Trimo. Kehidupannya “adem ayem” selaras dengan hawa pegunungan & sawah yang membentang di ujung desa depan rumahnya. Jauh dari sederhana sebuah rumah gubuk menjadi tempat mengayomi dan membesarkan anak-anaknya. Orangnya dikenal ramah & suka membantu. Kepolosan dan keluguannya memberikan citra seorang petani miskin yang iklhas menerima apa adanya kehidupan dia saat ini. Baginya berbagi kebaikan membantu orang lain adalah sebuah ibadah & anugrah dari Gusti Allah yang dia punyai selain kejujurannya. Mungkin hanya itu yang bisa dia abdikan kepada desanya.
Kebaikannya menjadikan dia disenangi warga desa Gelung. Tak sedikit warga yang minta bantuannya dengan beberapa lembar imbalan atau sekedar ucapan terima kasih. Setiap musim tanam ataupun musim panen, ia tak bakalan kehabisan job. Disela dua musim tadi dia banyak membantu di balai desa sebagai kacung kampret. Sebuah potret kemiskinan yang lekat dengan kehidupan masyarakat desa Indonesia saat ini.
Bekal hidup
Pagi ini yu Sukiyem isteri nDimun serut ngomel-ngomel. “Gimana sih Pak, udah harga-harga pada naik, Pak-ne masih nganggur, Ee.. minta sarapan telor ceplok. Sudah untung pagi ini bisa masak nasi sama sambel bajak. Jangan yang aneh-aneh apa Pak-ne.” suara yu Sukiyem menjadi lauk tambahan sarapannya pagi ini. “Sana apa nyari obyekan lain selama pak lurah nggak minta bantuan. Lumayan kan buat nambah beli terasi” pinta yu sukiyem.
Dengan langkah gontai & muka masam nDimun serut menuju bengawan solo yang berada di ujung desa tak jauh dari rumahnya. Di bengawan itu nDimun punya inisiatif mencari rezeki tambahan dengan meminjam perahu Kang Sukiran untuk dijadikan moda transportasi jasa penyeberangan. Dari pagi hingga menjelang duhur belum ada satupun rezeki yang mampir di perahu nDimun. Namun tak lama kemudian, dasar memang lagi rejeki segerombolan cewek-cewek mahasiswi dari UI Depok yang lagi KKN ingin mencoba nyebrang pake perahu nDimun.
“Pak nDimun sudah lama kerja jadi sopir perahu?” tanya Dhidhie membuka obrolannya. “Ah.. ini cuma iseng non, kerja sambilan, kerja pokok saya buruh tani” jawab ndimun.
“Pak nDimun sudah pernah belajar matematika nggak?” tanya Naila menyambung obrolan.
“Walah non yang penting saya bisa ngitung duit sudah cukup.”
“Wah.. tahu nggak Pak, dengan tidak belajar matematika sampeyan sudah mengurangi 1/4 bekal hidup Bapak.” jawab Naila
“Kalau belajar filsafat pernah nggak Pak?” sambungnya
“Apalagi itu non? Saya itu cuma pernah sekolah SD, itu juga cuma sampe kelas tiga non, belum pernah diajarin itu”
“Yah Pak, berarti 1/2 bekal hidup bapak sudah berkurang.”
“Kalo belajar sejarah pernah Pak?” tanya Chica menimpali
“Kalo sekedar perang Jendral sudirman saja saya sudah pernah dengar non.” jawab ndimun.
“Hah.. kalo begitu Pak ndimun hanya punya 1/4 bekal hidup saja!!!??” ekspresi terkejut Asti
Tak lama obrolan mereka berhenti.
Tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi menabrak sebongkah karang. Brakk.. (wuih mirip kapal Titanic nih..)
Perlahan perahu mulai kemasukan air dari lambung kapal yang pecah. Ndimun berusaha keras menguras air dalam perahu dan mencoba mengatasi kebocoran. Namun, sepertinya sia-sia.
Ndimun : Non Dhidhie, non Naila, Non Chica & non Asti sudah pernah belajar berenang belum ?
Dhidhie, Naila, Chica, Asti : Belum pak, memang kenapa ?
nDimun : Wah berarti kalian sudah menghabiskan seluruh bekal hidup kalian karena sebentar lagi perahu ini akan tenggelam.
Dhidie, Naila, Cica, Astri : Wuaaa…..!!!!?????
* Ini hanya cerita fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat & kejadian hanya kebetulan saja.
Pernah dengar cerita around the world in 80 days hardrockers?
Dalam buku yang ditulis sama Jules Verne (penulis perancis) ini, Phileas Fogg melakukan perjalanan (yang katanya nggak mungkin pada saat itu) mengelilingi dunia selama 80 hari demi taruhan sebesar 20.000 poundsterling.
Pada saat itu (1873) memang sepertinya keliling dunia selama 80 hari jadi sesuatu yang nggak mungkin. Itu dulu hardrockers, waktu itu Phileas Fogg masih kesulitan menentukan rute, jenis transportasi dan dimana dia harus nginep.
Sekarang?
Ya beda lah!!!
Hardrockers bisa dengan gampang foto-foto di menara petronas, terus menikmati uniknya Angkor Wat atau naik yellow cab di downtown New York. Semua bisa dilakukan dalam hitungan hari dan Hardrockers juga bisa dapetin sesuatu yang lebih. Caranya? Ya Renew your Travel Style Hardrockers!
Pandji: Maksudnya Renew Your Travel Style apa nih?
Anan: Maksudnya Renew disini sebenarnya: renew the way hardrockers think sewaktu traveling. Nah yang mo kita angkat, renew disini ada 2: Renew your way of travel dan Renew how you travel.
Renew your way of of travel maksudnya:
Kalau biasanya menyerahkan semuanya pada travel agency atau ke orang lain, now there is a new way to travel. Since it’s independence and technology time to rule, manfaatkan aja hardrockers! Everything is online now. Mulai dari ideas soal where to go, how to go and ngapain aja, semua bisa hardrockers dapetin online.
Pesawat? Sewa mobil? Hotel? Tujuan wisata? Tur Guide? Semua bisa lewat online!
Pandji: Jadi maksudnya Renew Your Travel Style itu use technology, use the internet?
Anan: Exactly!
Karena sebenarnya all you needed to know all you needed to book semua ada di internet. Kenapa gue bilang all you need ada di internet? Karena sudah terbukti: pesertanya amazing race sudah pernah membuktikan kehebatan teknologi dan internet untuk membantu perjalanan mereka mengelilingi dunia. Hardrockers cuma harus tahu dimana mencarinya.
Dan belakangan, sudah semakin banyak elemen travel: transport, akomodasi, aktivitas yang memang hadir melalui internet. Selain itu banyak juga memang elemen travel yang memberikan harga khusus bagi mereka yang memang booking langsung melalui internet. So it’s double the advantage kan?
Pandji: OK, convince! Kalau gue mau mulai planning my travel. Apa hal pertama yang harus gue lakukan?
Anan: Sebenarnya ada 2 cara menurut gue yang hardrockers bisa lakukan:
Kalau ngikut cara pertama. Ini sebenarnya, kalau boleh gue bilang adalah bagian paling menarik dari merencanakan sebuah traveling. Mau kemana kita?
Rama: Ok, sebenarnya untuk mendapatkan inspirasi “mau kemana dan ngapain ya liburan nanti?” Inspirasi paling mudah dilakukan adalah dengan browsing internet Hardrockser! And did you know bahwa ada 65% pengguna Internet memanfaatkan mesin pencari (Google) sebagai sumber untuk mendapatkan informasi wisatadan 18% pengguna kemudian tertarik pada promosi wisata yang ditawarkan lewat Internet (bisnis Indonesia 19 November):
Selain memanfaatkan mesin pencari, Hardrockers juga bisa cari inspirasi di
Nah setelah inspirasi didapat, mulai cari tahu bagaimana bisa sampai ke tempat tujuan. Nah kalau ini sih biasanya, kita juga bisa langsung belajar dari cerita dan cari tahu di forum. Biasanya sudah langsung di ceritakan bagaimana dan apa akomodasi dan transport yang baik.
Pandji: Ok tadi kita udah bahas soal Renew your way of travel. Nah kalau renew how you travel maksudnya gimana nih??
Rama: Untuk Renew how You Travel maksudnya sebenarnya sedikit men-twist pola pikir Hardrockers, bahwa travelling is about spending money. Karena ternyata dengan traveling dan berlibur, hardrockers juga bisa gaining money or at least mengasah bakat. Pertanyaan besarnya: gimana?
Anan: Jawaban kita hardrockers: berterimakasih lah pada internet! Karena dengan keberadaan internet, hardrockers jadi punya kesempatan untuk menambah income!
Kalau hardrockers suka nulis, sebenarnya ini bisa jadi salah satu sumber penghasilan hardrockers. Hardrockers bisa memilih untuk jadi kontributor blog atau publikasi online yang memang mengkhususkan diri untuk travelling.
Atau kalau hardrockers suka foto, coba juga cari publisher yang memang menerima kiriman foto2 hardrockers. Untuk yang suka foto, hardrockers bisa cek ke:
Cara pembayarannya bragam ada yang royalty, iStock contributors bisa mendapatkan 20% - 40% dari setiap foto yang terjual. Sedang di Snapvillage.com misalnya, photographer bisa menentukan harga mereka sendiri.
Yang menarik, walau hasilnya kecil misalnya, cuma 50 sen per foto, tapi hardrockers bisa bermain dalam bentukan volume. Jadi semakin banyak yang beli fotonya, kontributor akan semakin untung, karena satu foto dapat terjual berkali-kali. Semakin banyak stok foto yang kita miliki, semakin besar kesempatan untuk mendapatkan penghasilan.
So happy holiday and make sure you Renew Your Travel Style!
We’re in December now. Untuk banyak orang akhir tahun adalah masanya untuk liburan. Ada beberapa yang mampu untuk menyusun rencana perjalanan sendiri, tapi yang lainnya hanya pergi ke tempat-tempat yang memang sebelum nya sudah pernah didatangi.
Buat yang niat nya adventure biasanya lebih memilih tempat-tempat yang memang belum pernah didatangi sebelumnya. Tapi kalo kita nggak familiar dengan tempat nya pasti kan little bit loss.
Solusinya bisa buka dulu semua website yang mengenai tempat tujuan, dibacain satu-satu baru kemudian susun rencana. Atau di print website per website dan pergi dengan berkas print-print an. Atau ya beli buku tentang kota atau daerah tersebut, tapi kadang-kadang terlalu general isinya malah bikin bingung.
<img class="size-medium wp-image-643 alignleft" style="margin: 5px 10px;" mce_ title="offbeatguide-screen" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/11/offbeatguide-screen-300x225.jpg" mce_src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/11/offbeatguide-screen-300×225.jpg” alt=”" width=”300″ height=”225″>
Dave Sifry founder Technorati memberikan solusi sebuah instant travel guide, hadir dalam format PDF dan Print Edition, yang sumber content nya adalah beberapa open source website seperti Wikipedia, Wikitravel, Flickr, Google Maps dan lainnya: Offbeat Guides.
Disana Anda bisa membuat personalized travel guide. Kalo cuman ke Bali sih mungkin kurang seru ya isi Travel Guide ini (kurang banyak isinya), tapi coba ini: kota tujuan Ibiza. Banyak sekali informasi yang tersedia disana. Dan semua datanya adalah yang terkini (tidak terpaut waktu cetak dari buku).
Places, exchange rates, current event, sampai ke simple dictionary juga ada. Kita bisa pilih sendiri mana yang mau kita masukin di buku itu mana yang nggak. Personal banget dan bener-bener sesuai kebutuhan.
So, pack your bag and have a nice trip
Gue suka banget planning a holiday, entah karena terpaksa atau karena memang niat tapi belakangan I’ve done it quite a lot. And i find internet as my personal helper. Gue belajar banget bisa ngapain dan kemana aja trough the net, mulai dari menentukan tempat tujuan sampai merencanakan itenerary lengkap. 3 hal yang bisa gue dapetin: Inspirasi, Informasi, Panduan. Holiday Season jadi lebih menyenangkan
Sadarkah kita kalau terkadang apa yang kita bicarakan mengganggu orang lain?
We’re in YM conference kemudian ada beberapa orang yang membicarakan topik yang kita tidak mengerti, dan kemudian mereka asik sendiri. Padahal mereka punya pilihan untuk membuat conference room baru.
Sebuah conversation antar 2 orang di Yammer yang kita tahu bahwa apa yang terjadi di Yammer (dan micro-blogging lainnya) sifatnya adalah ‘update to all’. Sedangkan ada pilihan untuk berdiskusi di tempat lain.
Reply message di Twitter yang berkepanjangan seperti sedang chatting. Sedangkan ada pilihan Direct Message.
Diskusi OOT (Out of topic) yang berkepanjangan pada sebuah Milis atau bahkan diskusi yang sudah melenceng dari Subject semula (dan tidak mau merubah tulisan Subject nya).
Sebuah conversation yang berjalan bukan pada tempatnya tidak hanya mengganggu orang lain, tapi juga jadi tidak tepat sasaran. Sering kali pembicaraan jadi ‘ngalor ngidul’ karena yang terlibat adalah pihak-pihak yang tidak dapat mengikuti diskusi tersebut. Bahkan jadi lebih parah kalo tidak ada ’sumber ahli’ dalam conversation itu.
Jadi? mendingan ngobrol di tempat lain kan?
Anan’s Mind
Woops sepertinya ada yang agak sensi yah? Tapi ok, diantara kesensian lo ma, you got a point there, all this media yang lo mention adalah media untuk berkomunikasi dengan banyak orang from many to many or from one to many. Jadi memang keberadaannya ditujukan untuk sebuah pembahasan general yang memang menjadi topik bahasan bersama. Namun ngga bisa ditolak, disangkal atau dihindari bahwa kadangkala seperti layaknya para ibu-ibu arisan yang walau berkumpul bersama, kadangkala hadirnya pembicaraan-pembicaraan personal tak dapat dihindari.
Kalau dalam arisan normal, mudah! Saya hanya tinggal menarik jeung X, untuk membicarakan soal sepatu trendy yang dikenakannya malam itu. Atau berbisik ke jeung M untuk mengkonfirmasi kabar pernikahan dirinya. Kalau dalam pertemuan offline, caranya mudah: colek, tarik ke pinggir, berbisik dan cara-cara lain untuk bisa berbicara OOT tadi.
Tapi kalau di dunia maya? Seseorang harus tahu bagaimana caranya untuk bisa meraih japri lawan bicara kita. Kebanyakan tools conversation pasti menyediakan hal itu. Masalahnya: tahukah kita para pengguna cara penggunaan tools secara maksimal? Sehingga dengan mudah mencolek, berbisik dan menarik perhatian lawan bicara tanpa menganggu yang lain?