Facebook User Indonesia Get Over India and Get Close to Hong Kong

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

Berdasar situs All Facebook, pada Demographic Statistics, pengguna Facebook dari Indonesia sudah mencapai 1,3 juta user. Hal ini cukup mengagetkan karena beberapa bulan lalu Enda Nasution menuliskan di Blog nya bahwa pengguna Facebook dari Indonesia baru menembus angka 1 jt. Ini artinya ada peningkatan sebanyak 300 ribu pengguna di waktu yang cukup pendek.

Pada hari ini, 27 Februari 2009, data menunjukkan bahwa pengguna Facebook yang berasal dari Indonesiaada sekitar 1,3 juta, mendekati pengguna dari Hong Kong yang sebesar 1,5 jt. Dan Indonesia baru saja melewati India di awal Februari ini.

fb-user

Saya masukkan juga widget dari Demographic Statistic nya, yang akan mendapatkan real update.

Berikut juga perbandingan dengan negara Asia lainnya.

Indonesia vs Malaysia vs Singapore
fb-user-2

Indonesia vs India vs China
fb-user-31

Indonesia vs Thailand vs Philippines
fb-user-4

Indonesia vs South Korea vs Japan
fb-user-6

Dari semua statistik menunjukkan bahwa memang dari seluruh Asia, Indonesia dengan 1,3 juta FB user, berada diperingkat ke 2 setelah Hong Kong. Bahkan menurut Andy Santoso, salah seorang dari Interactive Hub (Advertising Sales Representative dari Facebook), mengatakan berdasar dari internal data yang dia dapat dari Facebook saat ini user FB dari Indonesia sudah di angka 1,51 juta. Ini artinya kita juga sudah melampaui Hong Kong.

Walau tentunya kita masih dibawah Australia yang mencapai 4,7 juta, atau UK yang 16 juta atau bahkan negara asalnya US 48 juta ) tentunya masalah ketersediaan Internet di Indonesia ikut ambil peran dalam hal ini ya.

Kalau dibandingkan dengan pengguna Friendster, Social Network yang lebih dulu populer di Indonesia, jumlah pengguna yang berasal dari Indonesia juga masih dibawah. Pada saat Friendster me-release versi mobile nya di Indonesia pada September 2008 lalu, pengguna dari Indonesia mencapai 8,2 juta.

Anan’s Think:
Akhirnya. Menyenangkan melihat pertumbuhan social networking yang menggila di Indonesia (terutama kota besar seperti Jakarta). Sepertinya user sudah semakin siap untuk bermain di ranah maya.

Tidak cuma yang menarik di mata saya, Facebook berhasil menarik kelas pengguna baru. Ini diluar pengguna social network yang biasanya berada di range usia 16-25 tahun. Pengguna baru ini adalah mereka yang termasuk kelas umur diatas 35 tahun.

I’m welcoming my aunt and uncles on Facebook. Dan sepertinya tak lama lagi my own mom.

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, dan jumlah pengguna internet kurang lebih 25 juta orang. Jadi sepertinya, jumlah pengguna Facebook akan terus bertambah ya?

Berangkat dari kekalahan besar

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S

pandjiSeorang sahabat, Pandji Pragiwaksono, bercerita tentang salah satu kejadian yang dia anggap sebagai kekalahan terbesarnya.

Sebaiknya gue mengawali posting ini dengan gimana hubungan gue dengan Pandji.
Gue mengenal Pandji saat SMA dulu saat kita beberapa kali main basket bareng. Di tahun 1997 ternyata kita sama-sama diterima di FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) ITB. Karena senasib sama-sama anak Jakarta yang merantau ke Bandung maka dari pertama kali kita menginjakkan kaki di Bandung pun kita bareng-bareng. Nggak cuman itu, kita juga bareng-bareng di jurusan Desain Produk. Bahkan akhirnya kita tinggal disatu rumah bareng yang jadi tempat kost kita D

‘Gank’ kita yang isinya anak2 Jakarta perantauan itu adalah gue sendiri, Pandji, Citra Pramadi (sekarang kita barengan di Think.Web, Citra menjadi Web Designer handal kami), Wicaksono (Coki) dan Bla Chirstophorus.

Di tahun-tahun terakhir kita di Bandung, gue & Pandji kost di rumah salah satu temen kita juga, Ario S Tamat.

Beberapa hari lalu, setelah kita selesai meeting, muncul obrolan-obrolan jaman kuliah. Mungkin itu juga yang membuat dia melakukan posting tentang kekalahan terbesarnya. Di pembicaraan itu ada beberapa hal yang Pandji nggak bisa ngerti kenapa dulu dia bisa berada di posisi itu. Misal: Wakil ketua angkatan 97, ketua wahana Desain Produk di Pasar Seni 2000, ketua Kampanye Anti Kekerasan, dan lainnya. Gue bilang “lo nggak bisa menyamakan lo yang dulu dengan sekarang. Keberadaan lo yang dulu emang bener-bener tanpa dasar tidak seperti seperti hal-hal yang lo lakukan sekarang”. Jadi memang nggak bisa disamain. Gue yakin banyak juga orang yang seperti ini.

Pandji was ‘the clown of the crowd’. Karena banyak omong (banyak usaha ngelawak) dia memang sering menjadi center of attention. Karena dasar itu lah kemudian dia sering kali diminta untuk menjadi wakil dari crowd nya. Mungkin kadang lebih kepada ‘tumbal’.  Bahkan kadang dia menjadi ‘boneka’ yang ditinggal ‘dalang’ nya. Dan seperti yang Pandji cerita di posting nya, he was nothing about leadership. Jadi memang posisi2 yang dia tempati bukan karena sikap leadership  atau keinginan dia.

Menjadi ‘clown of the crowd’ jelas berbeda seperti Pandji sekarang yang kadang menjadi ‘comedian of the crowd’. Apa beda Clown dengan Comedian pasti semua tahu akan hal ini.

Mungkin ini beberapa dasar posisi Pandji dulu (berdasar analisa gue pribadi).
Wakil ketua angkatan 97: Yang pasti karena kalah suara untuk menjadi ketua dong ya. Tapi pertanyaan besar Pandji adalah “kenapa gue memunculkan diri saat itu, gue nggak ada backgorund apa2″. Dan mungkin memang sebabnya adalah karena dia di ojog2 untuk tampil “udah lo aja… udah lo aja….”. Dan mungkin karena polos dan agak tolol nya (bwahahahaha) muncul lah sebagai kandidat ketua angkatan.

Ketua wahana Desain Produk di Pasar Seni 2000: Hampir semua orang terlibat dalam kepanitiaan inti Pasar Seni. Gue juga nggak inget kenapa pada akhirnya Pandji ‘tersisa’ dari yang lain.
Gue sendiri terlibat di seksie Publikasi saat itu. Lebih spesifik nya sih ke media alternatif. Ini kiprah pertama gue di online media karena gue yang bertanggung jawab penuh dengan website Pasar Seni 2000 saat itu. Selain itu gue juga pegang untuk urusan flyer-flyer yang sifatnya kecil-kecil hasil repro (kaya fotocopy gitu tapi diatas kertas berwarna dan dengan tinta 1 warna).
Wahana Desain Produk ini dulu konsep nya pil merah & pil biru (Matrix) dan masing-masing menuju ke ‘permainan’ yang beda-beda. Area nya sebesar lapangan basket dan seluruhnya ditutup pake tenda. Nah gue nggak inget (dan pas itu juga nggak sempet masuk) area segede itu diisi apa aja. Yang pasti, yang gue inget adalah seharian Pandji menjadi ‘tour guide’ dari semua orang yang masuk ke wahana itu.

Kampanye Anti Kekerasan adalah salah satu kegiatan yang initiate pertamanya dateng dari Pandji. Awalnya dia abis nonton berita pada sebuah malam dan ada ibu-ibu yang diperlakukan kasar (gue lupa oleh siapa dan alesannya apa).

Posisi besar yang kemudian Pandji ikuti adalah kandidat Presiden KMSR (Keluarga Mahasiswa Seni Rupa). Diluar dari hal-hal dia yang selalu menjadi ‘tumbal’ yg sering (dengan mudah) diyakinkan untuk maju dan kemampuan leadership yang dia punya saat itu, tapi juga ada issue-issue lain (ini berdasar apa yang gue inget ya), misal:

Sejak awal pencalonan presiden KMSR ini sudah muncul issue untuk kami (angkatan 97) untuk melewatkan masa kepemimpinan di KMSR demi kepentingan bersama. Ini salah satunya juga periode kepemimpinan menjadi lebih singkat dari periode sebelumnya karena saat itu aktifitas kita sempat banyak di isi dengan aktifitas keseluruhan ITB atas gejolak politik di Indonesia saat itu.
Hal ini juga yang membuat kami (97) sudah keburu menyatu dengan seluruh element di SR dan ITB (makanya saya pribadi juga udah berpikir kalo udah nggak terlalu penting lagi posisi presiden itu).

Issue kedaerahan. Entah ini biasa atau tidak, tapi hal ini dulu terasa kental sekali. ‘Gank’ kami yang berisi 5 anak Jakarta itu entah kenapa dibenci oleh sebagian besar orang (bahkan dari angkatan kami sendiri). Pandji adalah anak yang paling mingle dengan semua element saat itu, tapi tetep aja nggak luput dari kebencian (Di Pandji.com: baca soal pernyataan sahabatnya saat speech nya di hari pemilihan).

Issue pecah suara. Awalnya adalah memang keraguan angkatan kami, kemudian Pandji ‘terpaksa’ muncul sebagai wakil agar tidak kosong sama sekali (baca: formalitas). Tapi karena ada yg gerah atas issue kedaerahan, maka kemudian muncul kandidat lain. Kemudian juga karena ada issue jurusan juga (Seni Murni dan Desain) kemudian muncul juga kandidat lain. Tapi intinya… sejak awal memang angkatan 98 sudah ‘dimungkinkan’ untuk menjalankan KMSR.

Buat saya (saat itu), sudah tidak penting angkatan berapa yang menjalankan KMSR, yang penting kan memang bisa bersama-sama jalaninnya.

Gue sendiri, emang sengaja untuk tidak terlalu dalem untuk terlibat dalam kompetisi yang sejak awal menurut gue emang kurang strategis ) Saat itu gue hanya berusaha sebagai teman yang kalo diminta bisa bantu tapi jangan ngarepin proactive (apalagi provocative :p).

Dari kepala & mata gue, satu hal yang mendasari Pandji dari jaman dulu sampe sekarang adalah:

  1. Modal nya mulut (untuk ngajak orang, untuk bercerita, untuk membuat suasana menjadi ceria, untuk kuliah, termasuk untuk ke cewe2.
  2. Dia selalu bagian dari kerumunan.

Setiap bagian yang dia lewatin memang mengisi kepala dia sampai kemudian bisa menjadi sekarang ini. Kami adalah orang-orang yang (belajar) menghargai proses yang terjadi. Jadi kalo sekarang Pandji bertanya-tanya “kenapa gue bisa kaya gitu ya?”  itu wajar, karena emang dulu isi kepalanya nggak kaya sekarang D dan gue rasa banyak orang yang juga begitu.
Apa yang menjadi lebih baik lagi adalah ketika mendapat pelajaran dari sebuah kegagalan dan kemudian membaginya ke orang lain.
Besides… kenapa musti disimpan? toh belajarnya juga dari lingkungan/orang lain.

*Yang pasti dari obrolan kemarin dan posting dia, ada satu hal yang akhirnya gue mengerti. Setelah kegagalan Pandji sebagai kandidat presiden (yang menurut dia kekalahan besar itu), Pandji bisa dibilang hilang dari kampus. Saat itu kita bilang Pandji jadi lover boy yang berada di ketiak pacar nya. Hahahahaha. Gue baru ngerti sekarang ternyata dia sakit hati banget dengan segala yang berkaitan dengan pemilihan presiden saat itu.

**Buat Pandji: Sang presiden terpilih, sang ‘penjegal’ speech akhir lo dan siapapun mereka, kenyataannya memang ‘tidak ada’ sekarang (or at least belum). Bersyukurlah elo (kita) menjadi bagian yang gagal saat itu dan kemampuan kita untuk belajar membuat bagaimana kita saat ini. I’m proud of you man! )

Selamat datang!

Categories: Uncategorized By: siendi

Akhirnya, saya harus mengakhiri perlawanan saya untuk tidak membuat web blog. Mengapa saya melawan dan mengapa kini saya menyerah, kali lain (MUNGKIN) akan saya ceritakan.

Apa sih ukuran pertemanan?

Categories: Uncategorized By: Anantya Dalam sebuah hubungan, apa sih sebenarnya penanda sebuah kesetiaan. Dalam hubungan suami istri biasanya tanda kesetiaan ditandai dengan sebuah cincin. Kalau dalam hubungan pertemanan, tanda kesetiaannya ditandai dengan apa ya? Pertanyaan yang menarik karena tidak mudah untuk mengukur kesetiaan seorang teman. Yang dapat dilakukan hanyalah melakukan tes kesetiaan. Caranya? Dari tadi kebanyakan nanya ya? (eh itu udah pertanyaan ketiga, empat kalau judul dihitung). Kebetulan saya mendapatkan jawaban soal bagaimana melihat kesetiaan seseorang, tapi sayangnya tes kesetiaan ini sekarang sudah berakhir. Tapi karena testnya menarik, saya bagi ya disini. Jadi tes ini adalah untuk melihat ...br/ br/ -This is just a piece of Brain posting. Visit our blog Brain for full posting, other thought, and more!-div class="feedflare" a href="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?a=Oj1EaVCw"img src="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?i=Oj1EaVCw" border="0"/img/a a href="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?a=ALGxKODG"img src="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?d=41" border="0"/img/a a href="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?a=gdFiNG7w"img src="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?d=52" border="0"/img/a /divimg src="http://feeds2.feedburner.com/~r/ThinkWebBrain/~4/4SMe9SKGKsg" height="1" width="1"/

SEM or SMM

Categories: Uncategorized By: Ramya Prajna S photo credit: Pete Kim Membaca tulisan Toni di NavinoT yang berjudul #8220;SEO: Masih berhargakah dikejar?#8221; membuat saya tertarik untuk mengangkat hal ini. Pada tulisan tersebut Toni mempertanyakan masih penting nggak sih men-SEO kan sebuah website? atau cukup eksis di Facebook (Social Network) aja? Hal ini bisa dijawab berdasar tujuan dari website (atau blog) masing-masing. Website untuk traveling atau yang berkait pariwisata biasanya yang paling efektif memang menggunakan SEM (Search Engine Marketing). Karena habit user ketika mau pergi ke suatu tempat yang  jarang dia tuju atau bahkan belum pernah sama sekali adalah mencari ...br/ br/ -This is just a piece of Brain posting. Visit our blog Brain for full posting, other thought, and more!-div class="feedflare" a href="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?a=7kAEZKKc"img src="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?i=7kAEZKKc" border="0"/img/a a href="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?a=hWJaub8q"img src="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?d=41" border="0"/img/a a href="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?a=MeZXsUdi"img src="http://feeds2.feedburner.com/~f/ThinkWebBrain?d=52" border="0"/img/a /divimg src="http://feeds2.feedburner.com/~r/ThinkWebBrain/~4/WQSQLaMcZI8" height="1" width="1"/

“Big Goss”

Categories: Uncategorized By: Handoko

Mbah sastro dikun Marcell Ruhut Sitompul Tukul Arwana

Jumpa lagi dengan nDimun Series.

Sudah seminggu ini nDimun nggak nongkrong di pos ronda RT 05. Dia lagi “selon” dengan sohib karibnya Radityo Sunarto atau yang akrab disapa “Tomblok”. Di hari Ultahnya akhir Desember 2008 kemaren, Tomblok cuma ngasih ucapan Selamat lewat facebook & kartu ucapan doang nggak ngasih kado apa-apa. Karena sebab itulah dia jarang nongkrong lagi di pos ronda. Setiap malam nDimun jadi ketinggalan gosip-gosip teranyar dari tomblok.

Merasa gelisah juga, akhirnya tomblok nyambangi sohibnya yang sudah 3 hari tidak nongkrong di pos ronda.
Tomblok : “Kemana aja Mun, kok sudah tiga hari nggak nongol di pos ronda”
nDimun : “Ah, lagi males aja”
Tomblok : “Eh tahu nggak Mun gossip teranyar pekan ini?” (dah mulai on-air nih).
nDimun : “Nggak tahu, memang ada gosip apa-an?”
Tomblok : “Tahu nggak si Dhidhie, AE TW. Gw lihat kemaren dia lagi kepergok jalan bareng di pasar Blok A lagi pilih-pilih sayur sawi ama Marcel. Gila nggak tuh”.
nDimun : “Ah yang bener lo mBlok.”
Tomblok : “Makanya nongkrong dong di pos ronda biar gak ketinggalan gosip.”

Keesokan harinya.

Tomblok :”Mun, semalem kok nggak nongkrong di pos ronda. Ada gosip baru lagi loh!”
nDimun : “Ah, gosip apaan lagi?”
Tomblok : “Setelah AE 1 TW selingkuh dengan Marcel, sekarang AE 2 TW, Naila ketularan selingkuh juga. Gw lihat kemaren dia lagi makan bareng di warung umat sama Tukul Arwana penyiar 4 mata itu lho!”
nDimun : “Ah, Serius lo mBlok !??”
Tomblok : “Makanya sering nongkrong dong di pos ronda!”
nDimun : (Keki mode on)

Hari ke-3 nDimun tak kunjung juga nongkrong di pos ronda.

Tomblok :”Eh mun, kok nggak nongol-nongol di pos ronda? Tahu nggak dunia entertainment lagi gempar lho. Udah denger belom kalau NBD TW ternyata juga nggak mau ketinggalan dengan yang junior. Semalem waktu gw berangkat ke pos ronda, gw lihat dia lagi nonton layar tancep di kawinannya kang Sukiran sama Ruhut Sitompul Caleg golkar & pengacara kondang itu lho.

nDimun : “Ah ngaco lo!!??”
Tomblok : “Makanya sekali-sekali nongkrong dong di pos ronda.”
nDimun : (Makin Keki mode on)

nDimun kesel diledekin terus sama Tomblok. Malam ini dia mo balas dendam sama Tomblok. Tidak bisa diprediksi apa yang terjadi, yang pasti bentrok pun tak dapat dihindari. nDimun malam ini bertekad menyambangi Tomblok di Pos Ronda RT 05.

Tomblok : “Eh ndimun tumben maen ke Pos Ronda.
nDimun : “Eh iya, ini gw lagi dapet gosip baru.”
Tomblok : “Nah ini dia, baru semalem nongkrong di pos ronda dah dapet gosip. Gitu dong. Ada gosip apaan Mun?”
nDimun : “Kamu tahu nggak mbah Sastro Dikun, duda jelek, bandot tua, yang sudah botak separoh, trus suka ngerokok kemenyan & boker di kali?”
Tomblok :”Oh mbah Sastro !!. Yang juga suka pake kolor ijo & minyak wangi nyong-nyong!!?? Kenapa dengan mbah Sastro Mun???”
nDimun : “Gw kemaren lihat dia lagi maen PS dipasar Paron ama seorang cewe!! Tahu nggak siapa tuh ceweknya??”
Tomblok : “Wah… tu bandot tua-tua keladi juga, emang siapa tuh ceweknya??”
nDimun : “Ceweknya tuh Lastri bini lo!!!
Tomblok : “Haaaahh..>!!!”
nDimun : “Makanya sekali-kali nongkrong dong dirumah jangan di pos ronda melulu!!”
Tomblok : “Glekkkk” (Gubrakk)

“Mohon ma’af jika ada kesalahan penulisan nama atau jabatan. Dedicated for trio kwek-kwek.”