Dimana penyemangatmu?
“Cha, mana? Kok ga update lagi blog-nya?”
Teguran dari sang teman, erwin, diatas seakan membangunkanku dari ‘penerbangan’ menyenangkan bersama lamunan.
Ya, selama 1 bulan ini, aku seakan berada di awang-awang. Terbelenggu dengan rutinitas yang seakan-akan tidak ada habisnya. Aku ingin menginjak bumi, aku ingin bisa melenggang tanpa beban, aku ingin berjalan, berlari dan bermain dengan imajinasiku. Imajinasi yang liar tanpa batas, imajinasi yang bebas tanpa kekangan.
Tapi dimana aku bisa menemukan hal itu?
Selain di SURGA, ternyata aku bisa menemukan itu dalam pekerjaanku.
Pekerjaan yang sangat menyenangkan dengan orang-orang yang mengasyikan.
Pekerjaan yang menantang kreativitas.
Pekerjaan yang menuntutku berimajinasi dengan sebebas-bebasnya.
Tapi, bukankah pekerjaan itu sumber beban?
Ya, pekerjaan memang bisa menimbulkan beban. Beban yang akan terasa ringan jika dilakukan dengan ikhlas. Menurutku, kuncinya ada di SEMANGAT. Semangat yang bisa membuat kita tersenyum kembali saat beban itu menghampiri.
Lalu, dimana penyemangatmu?
Masing-masing orang memiliki penyemangat yang berbeda-beda. Mulai dari sahabat, pacar atau bahkan sesuatu yang tidak bernyawa, seperti rokok & minuman. Buatku, penyemangat itu ada pada sebuah kalimat. Kalimat sederhana yang membuatku berpikir, merenung & merasa bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh yang maha Kuasa. Seperti yang menempel pada monitor di meja kerjaku ini:

“Yeah, Write!”
“Looks on the Bright Side”
“Have a nice day”
“Live Love Laugh”
“There aren’t many people out there like me, so I’m proud to be myself”
Sebuah kebanggan bagi kami, 