Blogger Support for #IndonesiaUnite
Posting yang berisi 2 video ini online secara bersamaan pada tanggal 14 Agustus 2009, 14.00 di semua blog yang mendukung semangat kebangsaan #IndonesiaUnite.
Posting yang berisi 2 video ini online secara bersamaan pada tanggal 14 Agustus 2009, 14.00 di semua blog yang mendukung semangat kebangsaan #IndonesiaUnite.
Di part 1 saya bercerita mengenai bagaimana lagu “Kami Tidak Takut” pertama kali diperdengarkan secara online. Di part 2 adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya. Di part ini adalah cerita mengenai website indonesiaunite.com dan channel lainnya yang ikut melengkapi.
Tweeps semakin ramai berkomentar tantang video “Kami Tidak Takut” dan meneruskan link nya ke yang lain. Hashtag #indonesiaunite pun semakin banyak digunakan juga. Ada juga yang kemudian mengkombinasikan 2 kalimat tersebut dalam 1 twit.
Bentuk dukungan pun juga mulai berkembang. Untuk lebih terlihat kemudian muncul ajakan untuk mengganti avatar profile masing-masing dengan atribut merah-putih. Satu per satu user Twitter mulai mengganti avatar nya. Ada yang bentuknya overlay, ada yang badge, ada juga yang di layout khusus.
Pada awalnya memang untuk memasangkan attribute perlu software design. Untuk yang tidak berada atau dekat dengan dunia design langsung pada teriak ngiri
Seorang teman, Andira Pramanta, membuka bantuan untuk yang ingin avatar nya dengan overlay merah-putih. Dia buatkan secara manual dan hasilnya bisa di download di Flickr nya. Baik sekali.
Saya bersama salah satu rekan di kantor, Endi Hamid, bertanya-tanya masa sih nggak ada tools online yang bisa membantu melakukan hal itu. “Bisa kok” begitu kata Endi dan kemudian dia terlihat sibuk melakukan sesuatu.
Hampir disaat yang bersamaan juga salah satu user yang yang saya follow (kira-kira) berkata seperti ini “Hi IT geek, bikin yang kaya Iran Election dong”. Twit itu dari @dondihananto.
Saya penasaran, memang nya Iran Election bikin apa sih? Yang saya tahu memang bahwa orang-orang yang bersimpati terhadap peristiwa election di Iran memang memberikan attribut mereka dengan warna hijau. Kebanyakan avatar mereka di overlay dengan warna hijau. Saya googling dan kemudian menemukan website Help Iran Election.
Isi si website hanya tools untuk avatar tadi. Dengan engine untuk mengambil dan menambah element pada image, dan kemudian menggunakan fungsi OAuth dr Twitter, mengganti avatar jadi sangat mudah.
Ok, I got the idea. Salah satu programmer Think.Web saat itu sedang cuti menikah. The only person that I know about programming is only Antorio, Design & Technical Associates di Think.Web. Yang saya tanyakan adalah berapa cepat dia bisa bikin seperti ini. Karena dikepala saya saat itu adalah semangat Tweeps ini harus di fasilitasi, kalo kelamaan akan hilang begitu aja.
His answer is “wait” dan kemudian “bisa sih…”, disaat itu saya percaya bahwa dia pasti bisa bantu.
I don’t know how tapi next thing yang saya pikirkan adalah website -> nampung informasi -> jadi tujuan orang -> beli domain. Dan yang saya lakukan kemudian adalah checking domain availability, book, bayar dan siap. Http://indonesiaunite.com siap digunakan. Proses pembelian domain nya sangat cepat, tapi menunggu domain nya resolve dan siap mengarah kepada server yang saya siapkan ini yang makan waktu cukup lama.
Dulu proses ini makan 2 hari, bwehh… too long!! untungnya sekarang dalam hitungan jam saja sudah siap. Walaupun belum sempurna. Di beberapa tempat/pengguna tetap saja baru 1-2 hari kemudian bisa masuk ke domain tersebut.
Hal yang juga membuat saya berpikir bahwa harus ada sebuah website adalah saya sadar pengguna Twitter di Indonesia masih sedikit. Saat itu pembicaraan yang mulai bergulir adalah membawa semangat “Kami Tidak Takut – #indonesiaunite” ini keluar dari dunia online.
Kalau sudah keluar dan kemudian ngomong panjang lebar kan ribet, akan jauh lebih simpel kalo ngajak orang masuk ke website dan kemudian lihat sendiri apa yang berjalan dengan #indonesiaunite.
Endi, yang tadi mulai sibuk ternyata memang sedang menyiapkan tools dengan platform flash. Antorio pun sudah hampir selesai dia bilang. Disaat yang hampir sama juga seorang teman, Valent Mustamin, membuat halaman dengan fungsi yang sama.
Mengejar waktu solusi yang paling sederhana adalah website instant dengan platform blog. Dengan hosting server yang dilengkapi feature cPanel dengan Fantastico nya, menyiapkan sebuah blog benar-benar instant. 5 menit! (nggak sampe ding :p)
Dikepala saya saat itu website ini berisi hanya tools untuk menambahkan attribute merah-putih dan hasil Twitter Search untuk #indonesiaunite.
Tools Endi & Antorio ready, layout sederhana dari Antorio juga siap, maka online lah Indonesiaunite.com.
Ada beberapa tambahan tools yang kemudian saya masukkan disana. Dan kemudian mulai dengan beberapa isi yang memang dibutuhkan. Tapi itu saya lakukan besoknya. Karena setelah website online kemudian saya… ketiduran…
Apa yang kami lakukan untuk beberapa orang (terutama memang berada di bidang web development) adalah hal yang sangat mudah.
Saya percaya disaat yang bersamaan juga pasti ada minimal 1 orang yang punya ide yang sama dari call up yang berbeda. Kami hanya kebetuan melakukannya duluan.
In my (twitter) timeline call up datang dari @dondihananto. Yang kemudian menjadi triger saya untuk memberikan kontribusi terhadap #indonesiaunite.
Masih pentingkah mempertanyakan “siapa penggagasnya?” didalam memberikan sesuatu untuk Bangsa? karena siapapun bisa melakukan apapun demi Bangsa nya.
Bersambung…
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
Di part selanjutnya adalah cerita dibalik channel lainnya selain website dan bagaimana gerakan ini dibawa ke offline.
Di part sebelumnya adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.
Kalau di youtube mana seru kalau cuma dengar suara tanpa video. Ok, gue harus membuat video nya supaya bisa di upload ke YouTube. I’m thinking what’s the easiest & fastest software to use. Gue terpikir bahwa Mac seharusnya punya software dasar kaya gini. Karena inget prinsip nya Mac “everyone can use it”. Ok, iMovie adalah pilihannya pagi itu.
Sambil belajar cara pake iMovie dan dibekali pengalaman editing dikit2 hasil kerja di Production House dulu, gue berusaha dengan cepat semuanya dibikin. Gue cuman mikir, kualitas nanti dulu deh. Yang penting lagu nya dan pesen nya sampe. Hal yang paling mudah dilakukan adalah bermain dengan template-template tittle text yang ada di iMovie.
1,5 jam kemudian selesai lagu itu. Itu adalah sekitar jam 1 siang. Saya perhatikan di Twitter timeline saya orang sudah mulai banyak menggunakan hashtag #indonesiaunite. Maka kemudian link video tadi saya twit juga dengan menyertakan #indonesiaunite.
Ketika orang nonton video klip di YouTube pasti yang diharapkan adalah sebuah penggambaran/film cerita dari lagu yang didengarkan. Apa yang muncul dari video ini adalah hanya teks & blank screen dengan beberapa warna (merah, putih, hitam). Semua dilakukan dengan sengaja.
Kenapa Sengaja?
Alasan pertama adalah karena memang tidak punya stock materi video untuk dipakai.
Alasan kedua adalah (saat itu) gue merasa orang harus mendengarkan pesan dari lagu ini. Visual nya tidak penting. Yang penting lirik nya. Ini juga kenapa dibeberapa bagian ada teks yang muncul, fungsinya untuk menekankan pesan. Tapi dibagian lain ada blank screen juga, karena memang untuk kembali mendengarkan lagunya meresapi liriknya.
Kalau aja semua lirik saya masukkan disitu maka video itu akan menjadi video karaoke.
Scene pertama diawali dengan blank screen warna putih, tujuannya untuk menandakan kalau video nya sudah ter-load. Karena kan starting screen dari YouTube adalah hitam.
Scene berikutnya berganti-ganti merah dan putih sesuai dengan beat musik, warna merah untuk menandakan tetesan darah yang baru saja terjadi akibat peristiwa bom, warna putih yang mengikuti adalah untuk menyampaikan peristiwa berdarah itu terjadi di Indonesia. Kemudian warna hitam sebagai perlambang bahwa tetesan darah di Indonesia itu membuat kita berduka. Dan kemudian rangkaian itu berlulang untuk mempertegas dari yang kita rasakan.
Mungkin saja semua itu dilakukan dengan berbagai design atau element visual yang lebih menarik, tapi:
1. Lama
2. Saya udah lama nggak ngedesain (berkait sama nomer 1 tadi)
3. Nggak terlalu penting (untuk saat itu)
4. Baru pake software ini pertama kali :p
Kemudian blank screen mulai ditambahkan dengan teks-teks seiring dengan vokal Pandji juga sudah muncul. Teks nya hanya summary inti dari kalimat-kalimat Pandji karena memang untuk mempertegas isi pesan nya.
Begitu juga kenapa pada bagian chorus kalimat “Kami Tidak Takut” terus-terusan muncul, ya memang untuk mengajak semuanya menyerukan “Kami Tidak Takut”.
Rangkaian visual seperlunya sudah selesai, tetapi rasanya perlu ada hal-hal yang ditambahkan untuk melengkapi. Perlu ada pesan sendiri untuk merangkum seluruh pesan dari lagu nya. Sepertinya memang ajakan yang paling tepat adalah untuk bersatu. Ini kenapa di paling akhir dari video saya sisipkan pesan “Bersatu Indonesia!!”.
Lagu sudah selesai, sisa suara tinggal sedikit, kalimat “Bersatu Indonesia!!” muncul dengan cepat dan hilang. Tujuannya seperti shock therapy. Membuat ‘kaget’ dan kemudian memikirkan hal itu.
Hal terakhir yang ditambahkan adalah nama. Ada 2 nama yang saya masukkan disana. Nama Pandji Pragiwaksono harus masuk karena sebagai penyanyinya. Dan saya tidak ingin seperti teroris yang abis nge-bom kemudian tidak meng-claim siapa yang berbuat.
Kemudian di intro lagu juga saya tempatkan @joelbanget karena setelah lagu di Imeem muncul kemudian orang-orang bertanya “itu yang intro dengan solo bass Barry Likumahuwa ya?”. Jadi sekalian saja keterangannya ditaro didepan.
Nama saya nggak dimasukin? nggak penting rasanya, toh akhirnya saya posting juga disini.
Editing wrap up. Selanjutnya adalah uplod. Kemudian saya meng-embed video tersebut di blog Pandji.
Sengaja saya tidak Twit untuk yang ini, pingin tahu reaksi orang setelah dengar lagunya Pandji di Imeem apakah kemudian membuka blog nya dia.
Tidak lama ternyata somehow sudah ada yang twit link ini. Dan kemudian mulai lah video ini berpopulasi.
5 jam setelah upload video ini online mendapat 200 views dan 22 comments.
Kurang dari 10 jam setelahnya sudah menjadi 1000 views.
Hari ketiga setelah upload sudah mencapai 4000 views.
Dan saat ini 10 hari setelah upload view nya adalah 14ribu! dengan 144 comments.
Berikut detail statistic nya yang saya capture per hari ini:

Twitt RT pun terus berjalan dengan rangkaian kata “Kami Tidak Takut”. Semua orang berusaha untuk menggugah teman lainnya dengan video ini.
Sambil mengikuti perkembangan berita seputar bom, dan juga sambil mengikuti timeline twitter saya, tiba-tiba saya mendapat call up. Panggilan ini yang mengantarkan saya mengerjakan hal lainnya lagi untuk #indonesiaunite.
Bersambung…
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
Kalau 2 part yang sudah di post adalah soal “Kami Tidak Takut”, part-part berikutnya akan cerita soal website indonesiaunite.com dan hal-hal lain didalamnya.
17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.
(image credit: antobilang)
AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!
That’s exactly my word saat itu. Marah, geram, kesal, sedih, semua campur-campur.
Masih dengan agak terbengong dan ngantuk, berusaha mencerna dimana lokasi terjadinya. Dan sambil mulai membaca Twitter timeline saya, pingin tahu udah seberapa rame pembicaraan di Twitter. Dan ternyata memang bener, sudah banyak yang membicarakan hal itu. Mulai dari kejadian di lokasi, dan kemudian yang paling hangat adalah “Manchester United jadi dateng nggak ya?”.
Saat itu juga saya sadar akan imbas besar yang terjadi terhadap (online) public figure luar negri untuk datang ke Indonesia.
I was on the mission mengajak beberapa orang dari luar untuk datang & bicara kepada brand-brand di Indonesia mengenai Digital Marketing/Internet Marketing. Lebih-lebih ada kepada salah satu perusahaan besar saya agak memaksa karena memang pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia.
Tapi dengan kejadian ini kan buyar semua jadinya.
Sorry to say, sepertinya brand-brand di Indonesia lebih percaya kepada mereka mereka yang berambut pirang dan speak in english dibanding kita-kita orang lokal yang kebetulan sudah duluan berada di internet industry.
Arggghhhh!!! saat itu makin kesal with those idiot yg mikirin isi kepalanya sendiri (this is the reason kenapa buat mereka nggak masalah ketika kepala nya putus dari badan nya akibat bom bunuh diri, ’cause what they’re thinking is only their head).
Entah gimana gue teringat dengan salah satu lagunya Pandji di album ke 2 nya yang baru rilis awal Juli kemarin. Tentang sebuah pernyataan sikap tidak takut atas intimidasi terorisme. Dan gue merasa orang perlu denger lagu ini. Judulnya “Kami Tidak Takut”.
Upload! upload! upload! tapi kemana ya. I was trying upload to Pandji’s Facebook Page at that time, tapi koneksi Facebook beberapa minggu kemaren lagi bener-bener payah. Second thought is YouTube, tapi gimana caranya, YouTube hanya untuk video. MySpace? terlalu ribet, koneksi lama, musti delete salah satu lagu dari list yang lama dulu.
(Think.Web adalah salah satu pihak yang membantu Pandji dibelakang channel-channel onlinenya. Ini kenapa dikepala saya yang muncul cuman channel2 nya dia). Selain itu, ini lagu dia juga, akan lebih baik kalau keluar dari channel nya dia sendiri. Cuman aja memang kita belum sempet naikin lagu2 album baru nya.
Pilihan termudah saat itu adalah jatuh ke Imeem. Saya sengaja membuat banyak channel social media untuk Pandji dengan tujuan ada dimana-mana. Dalam Social Media Marketing (SMM) salah satu hal yang perlu dilakukan adalah ada dimana-mana (dengan kepentingan mengamankan account/domain juga) tetapi fokus dibeberapa tempat saja (yang ramai target marketnya).
Upload selesai, dan this is my first tweet:
Kami Tidak Takut – Pandji Pragiwaksono
Dalam hitungan 4 menit sudah 10 RT (ReTweet/Forward Tweet) yang terjadi. Dan kemudian terus sambung-menyambung dan semakin banyak. Gue ikuti semuanya lewat Twitter Search “Kami Tidak Takut”.
Ini hasil statistik dari Imeem yang gue capture per hari ini:


Tapi ini nggak cukup, musti ada channel lain untuk men-support juga. Soalnya, Imeem tidak (belum) terlalu populer di Indonesia. YouTube jauh lebih populer. Di SMM kalau ingin sesuatu terpopulasi dengan baik maka harus dilakukan di social media yang memang banyak digunakan orang. Banyak digunakan yang ini maksudnya adalah juga kepada kemudahan orang untuk menyebarkan. Fungsi share, embed, fasilitas dari web service lain juga jadi penting.
bersambung…
Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.
On the next post saya akan cerita soal video klip “Kami Tidak Takut”, website Indonesiaunite.com, dan hal-hal lainnya.
Berikut liputan mengenai FreSh yang muncul di Koran Tempo.
Ada juga review tentang kami dan Think.Web. ![]()
![]()
![]()
Pada salah satu slide yang saya bawakan saat Pecha Kucha Jakarta vol.01 beberapa waktu lalu bertuliskan “Dimana langit dijunjung, disitu bumi dipijak”. Ini memang sebuah peribahasa yang sengaja saya balik. Langit saya andaikan sebagai tempat beradanya mimpi-mimpi, dan bumi menjadi tempat saya untuk mengejar mimpi itu.
“Membumikan mimpi” sebuah kalimat sederhana yang sama sekali tidak mudah melakukannya.
Ada suatu waktu dimana saya, Anan dan mas Bri (Febriyanto) meeting dengan kawan lama dari mas Briyan. Pada salah satu obrolan mas Bri bercerita mengenai bisnis apa saja yang dia lakukan. Sebuah advertising agency, event organizer, production house sampai dengan web agency yaitu Think.Web. Kawannya kemudian menanggapi “buset, jadi sebenernya kerjaan lo apa Bri?”. Dijawab “kerjaan gue membumikan mimpi teman-teman ini” sambil menunjuk ke saya & Anan. Sejak itu kalimat “membumikan mimpi” cukup membekas di saya.
Kalimat itu kembali terangkat hari ini saat berdiskusi mengenai kerjasama bisnis dengan sebuah pihak untuk sebuah project ‘masa depan’. Untuk tujuan business partnership antara kedua belah pihak sama-sama mengemukakan visi masing-masing. Visi disini sebenarnya lebih kepada mimpi, apa yang dibayangkan didepan sana. Mimpi atau tujuannya bisa dikatakan sama tapi bayangan langkahnya yang berbeda.
Langkah untuk mencapai mimpi ini lah yang saya maksud sebagai membumikan mimpi. Mimpi yang besar adalah sebuah awalan, tetapi apabila kita tidak bisa menyusun langkah yang strategis maka mimpi itu tidak akan jadi kenyataan.
Mimpi yang besar seharusnya diiringi dengan visi yang besar juga. Visi besar ini yang kemudian di break down menjadi langkah-langkah besar strategis. Kalau mimpi nya besar tapi langkah nya kecil-kecil maka semakin sulit untuk terwujudkan. Atau bahkan jangan sampai langkah nya terus mengawang-ngawang sehingga tidak ada langkah maju. Tidak mudah memang, tapi membumikan mimpi adalah hal yang sangat penting.
Jadi penuhi langit Anda dengan mimpi-mimpi besar dan kemudian pijaklah bumi untuk bisa berlari mengejar mimpi-mimpi tersebut.
Pada malam 10 Maret lalu, saya mendapat kesempatan untuk ikut serta pada Pecha Kucha Jakarta yang pertama. Kebetulan saya 2 kali ‘naik panggung’. Ini gara-gara diminta mewakilkan teman-teman di FreSh makanya sampe 2 kali.
Pada kesempatan pertama saya dan Anan ‘dibawa’ bapak Febriyanto (atau biasanya saya memanggil mas Bri). Beliau mendapat kesempatan sebagai pembicara pertama yang tampil. Presentasinya bercerita tentang perjalanan dia menjadi seorang Entrepreneur.
Kalau melihat slide diatas, bagian saya dan Anan adalah dari slide 12 sampai dengan 16.
Kemudian pada kesempatan kedua saya mewakili Forum FreSh untuk bercerita tentang apa itu FreSh.
Slide:
Pecha Kucha adalah salah satu contoh bentukan worldwide event yang belakangan banyak muncul. Event-event ini biasanya menggunakan format acara yang sama sebagai penanda kesatuan event. Event pada masing-masing kota atau negara atau pihak dilakukan secara mandiri oleh masing-masing penyelenggara. Sebuah kolaborasi event yang mungkin kalau menggunakan trend nama sekarang menjadi disebut Event 2.0.
Pecha Kucha sendiri, seperti yang disebutkan di websitenya, mempunyai format 20/20 yang harus digunakan oleh event-event yang dinaungi oleh Pecha Kucha. 20/20 ini maksudnya 20 slide dan masing-masing berdurasi 20 detik. Jadi total setiap presenter mempunyai waktu 6-7 menit untuk berbicara.
Twestival merupakan contoh lain. Twestival secara bersamaan dilakukan pada tanggal 12 Februari 2009 dengan tujuan mencari donasi untuk kepentingan air bersih di dunia. Setiap negara atau kota atau area mendaftarkan dirinya pada website Twestival untuk kemudian disediakan blog sendiri sebagai tempat komunikasi, publikasi dan update dari masing-masing penyelenggara. Nama Twestival diambil dari Twitter karena basis komunikasi yang dilakukan adalah Twitter.
Bentukan lain adalah Facebook Developer Garage (FBDG). Event ini adalah event yang secara resmi di support oleh Facebook dan masuk kedalam agenda acara mereka. FBDG merupakan komunitas event. Salah satu syarat sebagai penyelenggara FBDG adalah diselerenggarakan atau bekerja sama dengan group dari Facebook Developer per negara. Artinya setiap developer group secara mandiri mengadakan FBDG walaupun semuanya dibawah supervisi dari Facebook.
Event-event 2.0 ini yang meng-inspirasi FreSh untuk melakukan settle down format. FreSh adalah sebuah forum diskusi dan networking yang dilakukan setiap bulan. Topik yang menjadi pembahasan berganti setiap bulannya dan semuanya berkait dengan dunia online (online enable). Saya & Anan menjadi salah satu penggerak bersama dengan rekan-rekan lainnya: Catur PW, Pitra Satvika, Kukuh TW dan Anggun Himawan.
FreSh berharap forum ini bisa menjadi nation wide atau bahkan world wide. Kalau Pecha Kucha dimulai dari Jepang, Twestival & Facebook Developer Garage dimulai dari US, mungkin FreSh bisa menjadi international event yang dimulai dari Jakarta, Indonesia.
Hari ini Facebook melakukan sebuah pembaharuan lagi. Salah satunya adalah dalam hal design. Mungkin beberapa orang ada yang sependapat dengan saya yang kecewa dengan layout baru Facebook (yang saat ini berjalan). Kenapa? karena berbeda dengan layout yang lama dimana seluruh application yang digunakan oleh seseorang ‘dijembreng’ pada 1 halaman profile. Sedangkan pada layout baru application tersebut dimasukkan kedalam tab “Boxes”. Itu pun hanya aplikasi-aplikasi yang memang kita pilih untuk ada di Boxes. Hal ini mengecewakan karena aplikasi yang dapat menjadi ‘ruang branding’ jadi kehilangan fungsi langsung nya.

Namun baru saya anilisa kemudian bahwa layout yang baru tersebut memang untuk menunjang interaksi & sharing antar pengguna Facebook. Layout ini merupakan solusi jenius dari para UX (User Xperience) expert untuk bisa mendukung konsep networking Facebook.
Social Graph to Stream
Bukan cuman itu, Facebook juga akan mengeluarkan konsep baru untuk News Feed. News Feed adalah salah satu feature Facebook untuk menampilkan activity yang terjadi kita dan teman-teman kita.
Facebook mengalami pertumbuhan jumlah user yang cukup pesat. Hal ini adalah hasil dari konsep Social Graph, sebuah cara dari Facebook untuk memetakan network/connection dari user nya. Dari hal ini kemudian Facebook juga mengembangkan fungsi share nya. Mungkin bayangannya adalah seperti yang apa yang berjalan pada Freindfeed.com.
Namun untuk bisa membatasi apa saja yang mau ditampilkan… Facebook mempermudah system filtering di profile.
News Feed ini akan muncul dalam bentuk Stream. Jadi seluruh update akan ditampilkan dalam bentuk list update (seperti pada Twitter) atau horizontal scroll (seperti pada plurk). Secara automaticaly website akan me refresh sekitar 10 s.d 15 menit untuk mendapatkan update baru. Feature ini akan di launch pada tanggal 11 Maret minggu depan.

Facebook Page

Facebok Page akan muncul dalam bentuk baru. Secara fungsi dan tampilan akan disamakan juga dengan profil account. Banyak hal-hal yang bisa dilakukan pada sebuah profile. FB Application yang dipasangkan pada sebuah FB Page akan masuk kedalam tab Boxes.
Hal ini sangat menguntungkan para/Brand atau product owner, karena mereka bisa berbicara dengan para fans atau menunjukkan profile nya seolah-olah si Brand itu adalah seorang individu.
Foto source: Allfacebook.com, techcrunch.com
Berdasar situs All Facebook, pada Demographic Statistics, pengguna Facebook dari Indonesia sudah mencapai 1,3 juta user. Hal ini cukup mengagetkan karena beberapa bulan lalu Enda Nasution menuliskan di Blog nya bahwa pengguna Facebook dari Indonesia baru menembus angka 1 jt. Ini artinya ada peningkatan sebanyak 300 ribu pengguna di waktu yang cukup pendek.
Pada hari ini, 27 Februari 2009, data menunjukkan bahwa pengguna Facebook yang berasal dari Indonesiaada sekitar 1,3 juta, mendekati pengguna dari Hong Kong yang sebesar 1,5 jt. Dan Indonesia baru saja melewati India di awal Februari ini.

Saya masukkan juga widget dari Demographic Statistic nya, yang akan mendapatkan real update.
Berikut juga perbandingan dengan negara Asia lainnya.
Indonesia vs Malaysia vs Singapore

Indonesia vs India vs China

Indonesia vs Thailand vs Philippines

Indonesia vs South Korea vs Japan

Dari semua statistik menunjukkan bahwa memang dari seluruh Asia, Indonesia dengan 1,3 juta FB user, berada diperingkat ke 2 setelah Hong Kong. Bahkan menurut Andy Santoso, salah seorang dari Interactive Hub (Advertising Sales Representative dari Facebook), mengatakan berdasar dari internal data yang dia dapat dari Facebook saat ini user FB dari Indonesia sudah di angka 1,51 juta. Ini artinya kita juga sudah melampaui Hong Kong.
Walau tentunya kita masih dibawah Australia yang mencapai 4,7 juta, atau UK yang 16 juta atau bahkan negara asalnya US 48 juta
tentunya masalah ketersediaan Internet di Indonesia ikut ambil peran dalam hal ini ya.
Kalau dibandingkan dengan pengguna Friendster, Social Network yang lebih dulu populer di Indonesia, jumlah pengguna yang berasal dari Indonesia juga masih dibawah. Pada saat Friendster me-release versi mobile nya di Indonesia pada September 2008 lalu, pengguna dari Indonesia mencapai 8,2 juta.
Anan’s Think:
Akhirnya. Menyenangkan melihat pertumbuhan social networking yang menggila di Indonesia (terutama kota besar seperti Jakarta). Sepertinya user sudah semakin siap untuk bermain di ranah maya.Tidak cuma yang menarik di mata saya, Facebook berhasil menarik kelas pengguna baru. Ini diluar pengguna social network yang biasanya berada di range usia 16-25 tahun. Pengguna baru ini adalah mereka yang termasuk kelas umur diatas 35 tahun.
I’m welcoming my aunt and uncles on Facebook. Dan sepertinya tak lama lagi my own mom.
Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, dan jumlah pengguna internet kurang lebih 25 juta orang. Jadi sepertinya, jumlah pengguna Facebook akan terus bertambah ya?