Categories:
Lumayanlah (setengah serius setengah engga) By:
citcitcuit
Haiiiiii…
Akhirnyaaaaa….
Setelah berbulan-bulan puasa nulis, akhirnya jari-jari nan mungil ini terpanggil lagi untuk melanjutkan cerita tentang Social Media World Forum Asia.
Baiklah…
Jadi, setelah berbulan-bulan berpikir akan sepanjang tol Simatupang kah nantinya blog ini jika dijabarkan satu-satu tentang isi seminar, maka daku memutuskan untuk membuat semacam resume saja.
So far, ga banyak hal baru yang dibicarakan di dalam seminar ini. Beberapa hal sudah kita (para pekerja social media) tahu, bahkan lakukan setiap harinya. Beruntung, para pembicaranya talkative dengan slide yang menarik.
Diantara bule-bule ganteng & cantik, muncullah sesosok pria lokal di stage. Yup! Please welcome, an Indonesian speaker! Enda Nasution!

Banyak hal yang dibicarakan bapak blogger ini, tapi karena tampak gugup & agak terbata-bata, yang diriku highlite hanya di bagian tentang “Koin Prita”. Well, kalian semua pasti sudah tahulah, betapa suksesnya aksi solidaritas untuk Prita di Social Media, jadi, ga perlu gw jelaskan lagi ya…
Setelah bapak Enda turun panggung, naiklah seorang pembicara dari Cina. Dia menjelaskan tentang social media di Cina yang cukup membuat gue terheran-heran. You know what… di Cina ga ada facebook karena facebook dalam bahasa Cina mempunyai makna yang tidak baik. So, mereka membuat ‘facebook versi Cina’. Sama halnya dengan Twitter. Orang-orang Cina-pun juga membuat KW-nya. Ck ck ck… Ga heran kalau Amerika senang nyindir Cina di Film-film mereka (Sex & The City, 127 Hours, dll)
Well, abis liat slide-slide KW Facebook & Twitter, mata gue disegarkan dengan 3D Video Mapping dari BMW.
It’s cool, fun & interactive! Ga percaya? liat nih: http://www.youtube.com/watch?v=Pm9yb1w7-Lc
Social Media World Forum Hari Pertama ditutup dengan ‘party’ kecil-kecilan di sebuah club beken di Clarke Quay bernama Helipad. Cocktail, foto-foto, liat pemandangan Singapur sampai kenalan dengan orang India yang ‘pamer’ kekayaan ayahnya. Pertanyaan ‘pancingan’ pun keluar dari mulutnya, tapi diriku tetap tak tergoda. “Huh! enak aja main ngajak pergi, orang kenal aja baru kok!” (bangga dalam hati)
Ini dia cewek-cewek Indonesia sebelum akhirnya “mengantuk’

Me, Tika, Hanny dan rekan kerja Hanny
Keesokan harinya, gue dan Tika kembali lagi ke Suntec untuk mengikuti seminar hari ke-2. Perasaan gue sih biasa-biasa aja pagi itu, masih sama dengan hari pertama kemarin, senang, excited & penasaran. Yup! Penasaran akan ada bule cakep lagi ga ya? hahahahaha….
Awalnya, seminar hari ke-2 ini cukup membosankan, mungkin pembawaan dari para speakernya yang kurang membangkitkan semangat. Sampai akhirnya, datanglah sang ratu dari Eropa! Fernanda Romano. Gaya bicara, slide & body language-nya berhasil membangunkan gue dari kantuk! Dia bercerita tentang “Color Project” untuk produk cat internasional. Fefa & agency-nya tak hanya memanfaatkan social media, tapi juga menterjemahkannya di dunia nyata. Sebuah wilayah yang suram, disulap jadi berwarna dengan sentuhan cat-cat tersebut. Watch this! http://www.letscolourproject.com/in/
Setelah Fefa selesai, panggung SMWF pun kembali membosankan. Sampai akhirnya, panitia mengumumkan pemenang tweet contest berhadiah Ipad! Siapakah pemenangnya??? IT”S ME!!! Yeaaayyyy….

Cuma nge-tweet “Tweeting to Win an IPAD at #SMWF Asia with @StanChartBreeze” berulang-ulang & live update tentang seminar, gue berhasil memenangkan IPAD. How lucky I am! Senang tiada terhingga!

Terima kasih banyak buat Think.Web yang mensponsori gue ke Social Media World Forum Asia di Singapur, sehingga gue bisa menang Ipad, barang yang sangat gue idam-idamkan selama ini. I’m so HAPPY!!!