WOOZ.in

Categories: facebookFacebook ApplicationPortofolioProductSocial Media MarketingSocial NetworkingThink.Web By: Ramya Prajna S

Pada Pesta Blogger tanggal 30 Oktober lalu, kami melakukan soft launch atau open beta produk atau web service pertama kami. Wooz.in namanya (baca: wuzin).

Wooz.in adalah sebuah web service yang menggabungkan fungsi Social Network dengan radio-frequency. Saat ini technology radio-frequency yang kami gunakan adalah RFID (Radio-frequency Identification).

Idenya adalah bagaimana seseorang bisa melakukan update dimana mereka berada hanya dengan melakukan ‘tap’, seperti halnya yang banyak orang lakukan ketika absen pegawai, masuk pintu kantor ataupun seperti ketika di gate MRT Singapore.
Ide ini terinspirasi dari kegiatan yang dilakukan oleh Facebook di Facebook Conference 2010 beberapa bulan lalu. Saat itu setiap name tag peserta juga terdapat RFID chip dan ada beberapa reader di acara tersebut.

Di event pertama Wooz.in device RFID yang digunakan pada event pertama ini adalah kartu atau RFID card. Kartu ini dibagikan secara gratis oleh sponsor pertama kami, Acer Indonesia. Acer membagikan RFID card kepada seluruh peserta Pesta Blogger+ 2010 secara gratis.
Setelah mendapatkan kartu peserta diharuskan untuk melakukan registrasi di website Wooz.in. Yang perlu dilakukan adalah menyambungkan account Facebook dan/atau Twitter mereka, juga Foursquare dan Gowalla apabila memiliki. Hal penting lainnya yang perlu dilakukan adalah memasukkan UID (Unique ID) atau nomer RFID yang tertera pada kartu kedalam account wooz.in masing-masing. Setelah semua proses registrasi selesai RFID device siap digunakan.

Yang user lakukan hanya melakukan ‘tap’ seperti biasanya dilakukan pada mesin absen atau pintu masuk kantor atau pengguna Flazz BCA ataupun ketika menggunakan MRT di Singapore.
User melakukan tap pada RFID reader yang kami kemas dalam bentuk sebuah booth. Kami namakan Wooz.in Spot.

Wooz.in Spot
Adalah station atau booth dimana wooz.in user bisa melakukan woozing RFID device mereka dan kemudian Social Network yang sudah disambungkan akan melakukan update mengenai keberadaan user.
Ada 4 Wooz.in Spot di event Pesta Blogger+ 2010 yang tersebar diberbagai area. Tujuannya adalah juga agar setiap user exploring area-area tersebut. Ada Wooz.in Pin yang dapat ter-unlock setelah user woozing di 4 spot tersebut.

Wooz.in Pin
Adalah penanda bahwa user telah menyelesaikan task tertentu. Kalau di Foursquare adalah istilah Badge dan di Gowalla isitilahnya Trips, di wooz.in kami namakan pin.

Dengan Wooz.in fungsi updating menjadi lebih mudah dan tidak terjadi orang yang check-in disuatu tempat namun sebenarnya tidak berada di lokasi tersebut (atau isitilahnya jumper).
The possibility is unlimited. Baru 4 Social Network yang terhubung saat ini, tapi kedepan akan terus bertambah.

Wooz.in bisa dilihat di: http://wooz.in dan FB Page-nya

Ini videonya:

Wooz.in is the new check-in ;)

Apps. Economy

Categories: ApplicationApplications EconomyfacebookFacebook Application By: Ramya Prajna S

Beberapa waktu lalu kami menghadiri conference bernama “Inside Social Apps. 2010“. Sebuah conference yang berlangsung di San Francisco, tepat sehari sebelum f8 berlangsung. Event ini membahas segala sesuatu perkembangan dan kemungkinan yang berjalan dalam dunia aplikasi. Aplikasi yang dimaksud disini adalah web & mobile apps. Lebih spesifik lagi pada Facebook Apps. dan iPhone Apps.

Di industri iPhone Apps. ada fakta yang sangat menarik: Dari 10 Apps. terbaik di iPhone, 8 adalah game apps. dan 7 apps. adalah dari Brand.

Di Facebook kita tahu sendiri bahwa apps. merupakan ‘roda’ mereka untuk membuat Facebook menjadi tetap berjalan. Mulai dari apps. default seperti Photo gallery, Notes, Wall, sampai dengan yang game seperti Farmville, Restaurant City dan yang sekarang sedang saya coba main My Empire.

Application sebenarnya adalah sama seperti feature pada sebuah website. Hanya saja dia berdiri sendiri untuk menjadi aplikasi pada platform tertentu seperti Facebook atau pun pada mobile seperti di iPhone, Android, Blackberry dan lainnya.
Dengan demikian developing apps. yang sama dengan developing web feature/module. Memang bahasa yang digunakan ada yang berbeda, misalnya iPhone menggunakan Cocoa (CMIIW), tapi ada juga yang bahasanya tidak terlalu jauh berbeda. Hanya membutuhkan sedikit adjustment.

Application Economy adalah sebuah pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada pembuatan penggunaan aplikasi.
Ekonomi dibidang digital atau online media semakin tumbuh subur sekarang. Gampangnya orang Indonesia bisa hidup dengan menjadi developer, entah itu developer untuk system, web, software, atau lainnya. Dengan dasar yang sama seorang developer web atau software kedepan juga punya pilihan untuk menjadi developer aplikasi.

Di bidang mobile, developer Blackberry sudah mulai bertumbuh. Baik dalam bentuk perusahaan maupun perorangan. Beberapa ada juga yang mulai masuk ke iPhone, dan sebentar lagi Android juga pasti ikut.
Pada Facebook Apps. juga sudah mulai bermunculan beberapa, walaupun masih sangat sedikit. Tidak seimbang dengan jumlah penggunanya. Indonesia jadinya hanya seperti pengguna pasif karena FB developer nya tidak tumbuh, pemasang iklan di Social Ads. juga masih sedikit.

Mudah-mudahan semakin banyak yang melihat peluang ini, sehingga Apps. Economy menjadi salah satu yang menyuburkan pertumbuhan ekonomi di industri digital Indonesia.