f8

Categories: FeaturedPersonal AnanPersonal Rama By: Ramya Prajna S


Pada tanggal 21 April lalu kami memiliki kesempatan untuk ikut menghadiri sebuah event bernama F8 di San Francisco, US. F8 atau Facebook Conference adalah konferensi ke 3 Facebook setelah yang pertama pada tahun 2007 dan kedua di 2008.

Terus terang waktu berangkat yang ada dalam pikiran saya adalah sama seperti kebanyakan orang di Indonesia yang menunggu “apa ya setelah Facebook”. Jadi apa yang dikepala saya adalah benar-benar hanya ingin menjadi bagian dari sesuatu yang selama ini Think.Web jalan kan. Itu saja.
Banyak orang yang melihat bahwa Facebook adalah sebuah persinggahan sesaat dan akan muncul yang baru, yang lebih seru. Wajar saja, kita semua punya pengalaman dengan Friendster yang booming banget dan kemudian berakhir dilupakan saat Facebook muncul. MySpace di Indonesia tidak sempat menjadi besar sekali karena kemudian Facebook lebih populer. Belum lagi yang dengan pesat dan ramainya bermunculan bentukan-bentukan social network baru yang populer di Indonesia.

Twitter, memang bukan SocMed baru, tapi memang baru-baru ini populer di Indonesia. Jakarta adalah kota penggunan Twitter di Asia. Bukan Jepang, bukan Shanghai, tapi Jakarta. Padahal Jepang lebih dulu meng-adopsi Twitter.
Kemudian yang terbaru naik trend nya adalah Foursquare.

Tapi semua yang ada dikepala saya lenyap saat Mark Zuckerberg, Facebook founder, memaparkan rencana dan hal baru mereka. Kalau di f8 2007 mereka launch Social Graph, kemudian di f8 2008 mereka launch Facebook Connect, tahun 2010 mereka mengeluarkan Open Graph.

Dalam deskripsi sederhana Open Graph adalah sebuah platform yang berdasar pada Facebook framework namun berjalan di luar Facebook.
Sebuah langkah jenius dari Mark Z., karena dengan ini artinya Facebook menjadi dasar dari social interaction dari sebuah website. Dengan jumlah pengguna lebih dari 500jt wajar saja kalau Facebook percaya diri.

Dalam membangun community site, salah satu yang perlu diperhatikan adalah critical mass. Atau jumlah minimal dari user sehingga interaksi pada website itu bisa berjalan sendiri. Jumlah pengguna Facebook sudah jauh melampaui critical mass (bahkan untuk skala dunia).

Apakah kita pernah berpikir “abis Search Engine Google kemudian ada apa ya?”
Sebagai pengguna, kita tidak repot mikirin apakah ada yang muncul baru atau tidak. Google SE (search engine) sudah menjadi tools dalam online behavior kita. Competitor Google memang mencoba membuat SE-SE saingan, tapi penggunanya ya nonton aja (sambil Googling). Module Search Google dipasang dibanyak website. Google SE sudah menjadi platform. Hal ini juga lah yang terjadi pada Facebook Open Graph.

Let’s embrace Facebook be part of our (online) live. Sambil mencoba SocMed baru dan sambungin account kita dengan Facebook Connect.

Buat oleh-oleh, ini foto kami bersama Mark :)

Java Jazz Festival 2010

Categories: FeaturedSocial Media MarketingThink.Web By: Ramya Prajna S

Java Jazz FestivalSebuah kebanggan bagi kami, Think.Web, untuk bisa menjadi partner dari Java Festival Production (JPF) dalam hal Social Network Management.

Tahun ini adalah tahun ke 5 dari Java Jazz Festival. Sebuah umur yang cukup matang untuk sebuah festival. Java Jazz Festival (JJF) sudah masuk kedalam agenda kegiatan internasional. Mata dan telinga dari seluruh dunia mengarah ke festival ini, terutama bagi mereka yang sangat suka dengan musik Jazz. Lebih dari itu, event ini juga menjadi ajang ‘kopi darat’ dari musisi-musisi Jazz dunia.

Tahun ini JJF ingin membuka lebih lebar lagi sayapnya di digital media, specifically online media, atau lebih khusus lagi di Social Media. Bersama dengan team Promosi dari JFP, team Social Network Management (SNM) JJF dari Think.Web menyusun strategi, editorial dan eksekusi dalam channel-channel yang digunakan.

Objective dari SNM JJF adalah meningkatkan kredibilitas festival.

Untuk menjawab objective itu strategi yang dilakukan adalah menjadikan Social Media channel sebagai pusat informasi. Anda bisa tanya apapun (seputar JJF 2010), account @JavaJazz2010 akan coba menjawab. Bukan hanya saat ditanya, informasi seputar venue,festival juga akan diberikan. Mulai dari artis sampai dengan toilet ada dimana.

Ada 3 channel utama dari JJF 2010: @JavaJazz2010, @JavaJazzFest dan Facebook.com/JavaJazzFestival.

Diluar itu masih ada channel lainnya yang resmi maupun partner, misalnya kehadirannya @JavaJazz di Koprol.

So, want to be part of an international event? come to JIExpo, Kemayoran.
JJF SocMed channel will accompany you along the show.

PS:
Want to help us? please ask to @JavaJazz2010 ANYTHING that relate to Java Jazz Festival 2010. We need the practice to make us better.