Wish Me Luck!

Categories: Serius Dikit By: citcitcuit

chadiTW

Think.Web is my home
Think.Web is my campus
Think.Web is my life

3 tahun 8 bulan gue menghabiskan waktu di Think.Web.
Bekerja, menuntut ilmu, bersenang-senang sekaligus mencari nafkah.
Merangkak, berdiri, berjalan sampai berlari gue lakukan semuanya di Think.Web
Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali hingga Singapur dengan Think.Web
In relationship, single, hingga Engaged dengan orang yang sama gue alami selama di Think.Web

Banyak kenangan yang gak bisa gue lupakan selama bekerja di Think.Web, banyak ilmu baru, banyak pelajaran hidup yang membuat gue dewasa.

Bos yang mirip seperti dosen, lingkungan kerja yang seru serta pekerjaan yang menyenangkan membuat gue merasa nyaman bekerja di Think.Web.

So, why am I leaving?

No! I’m not leaving, I’m just moving on. Moving to the next grade.

Terima kasih banyak untuk bos-bos ku tercinta, teman-teman seperjuangan & klien-klien yang menyenangkan. Gw bisa seperti sekarang ini berkat kalian semua. Mohon maaf jika ada kesalahan yang pernah gue lakukan. Wish me Luck ya!

Pesan untuk teman-teman Think.Web yang baru;

Love your job, and you will never have to work a day in your life! Have fun at Think.Web!

Dan…. sambil menikmati macaroni skutel, silahkan nikmati juga perubahan wajah gue di Think.Web dari awal hingga sekarang. :D

chichagabungan

Perempuan 2.0

Categories: Serius Dikit By: citcitcuit

Pagi-pagi sblm brangkat ke kantor, aku melihat bocah-bocah perempuan memakai pakaian adat jalan beriringan di sisi jalan. Sang guru yang membimbingnya berada di bagian depan & belakang. Sayang tidak ada suara-suara nyanyian “Ibu Kita Kartini” mengiringi mereka. Entah karena kelelahan menggunakan pakaian adat sambil berjalan kaki atau memang tidak hapal.

Apapun itu, aku salut pada mereka yang sudah ‘merayakan’ hari besar secara kecil-kecilan bagi perempuan di Indonesia.

Akupun juga tidak mau kalah. Meski tidak menggunakan pakaian adat ke kantor, aku juga ingin merayakan hari kartini. Namun, dengan cara yang berbeda.

Caraku merayakan hari Kartini adalah dengan mengajak perempuan-perempuan Indonesia untuk menjadi perempuan 2.0 (baca: two point o).

Perempuan 2.0 adalah perempuan yang melek teknologi & dunia maya. Dia tidak harus memiliki handphone yang canggih atau komputer dengan processor terbaru, tapi dia tahu bagaimana caranya mengoperasikan komputer dan berkelana di dunia maya.

Menurutku, dunia maya saat ini hampir mirip dengan dunia nyata. Banyak kejujuran terungkap disana, meski banyak juga kebohongan yang tersembunyi disana.

Coba saja kamu ketik nama lengkap seseorang yang baru kamu kenal di google dan lihatlah hasilnya. Sederetan akun pribadinya di jejaring sosial pasti akan muncul. Facebook, twitter & friendster adalah 3 media yg biasanya terlihat di deretan atas. Buka akun mereka, lalu lakukan apa yang kamu mau. Cek relationship statusnya, liat foto2nya, liat siapa teman-temannya, atau lihat status update-nya. Temukan kejujuran & kebohongan disana.

Perempuan 2.0 adalah perempuan yang tidak langsung percaya dengan lelaki yang baru dikenal sebelum melihat akunnya di media sosial.

Perempuan 2.0 adalah perempuan yang cerdas menganalisa kebohongan/kejujuran yang ada di dunia maya.

Tidak susah bukan?

Selamat hari Kartini, perempuan 2.0!

Dimana penyemangatmu?

Categories: Serius Dikit By: citcitcuit

“Cha, mana? Kok ga update lagi blog-nya?”

Teguran dari sang teman, erwin, diatas seakan membangunkanku dari ‘penerbangan’ menyenangkan bersama lamunan.

Ya, selama 1 bulan ini, aku seakan berada di awang-awang. Terbelenggu dengan rutinitas yang seakan-akan tidak ada habisnya. Aku ingin menginjak bumi, aku ingin bisa melenggang tanpa beban, aku ingin berjalan, berlari dan bermain dengan imajinasiku. Imajinasi yang liar tanpa batas, imajinasi yang bebas tanpa kekangan.

Tapi dimana aku bisa menemukan hal itu?

Selain di SURGA, ternyata aku bisa menemukan itu dalam pekerjaanku.
Pekerjaan yang sangat menyenangkan dengan orang-orang yang mengasyikan.
Pekerjaan yang menantang kreativitas.
Pekerjaan yang menuntutku berimajinasi dengan sebebas-bebasnya.

Tapi, bukankah pekerjaan itu sumber beban?

Ya, pekerjaan memang bisa menimbulkan beban. Beban yang akan terasa ringan jika dilakukan dengan ikhlas. Menurutku, kuncinya ada di SEMANGAT. Semangat yang bisa membuat kita tersenyum kembali saat beban itu menghampiri.

Lalu, dimana penyemangatmu?

Masing-masing orang memiliki penyemangat yang berbeda-beda. Mulai dari sahabat, pacar atau bahkan sesuatu yang tidak bernyawa, seperti rokok & minuman. Buatku, penyemangat itu ada pada sebuah kalimat. Kalimat sederhana yang membuatku berpikir, merenung & merasa bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh yang maha Kuasa. Seperti yang menempel pada monitor di meja kerjaku ini:

monitor1

“Yeah, Write!”
“Looks on the Bright Side”
“Have a nice day”
“Live Love Laugh”
“There aren’t many people out there like me, so I’m proud to be myself”

Aku Punya Rumput yang Indah

Categories: Serius Dikit By: citcitcuit

I envy you!
Kira-kira inilah kalimat yang keluar dari mulut perempuan berkawat gigi ini begitu mendengar sang sahabat yang ingin pergi ke NYC mengikuti sang suami. (does he American? Oh No!!! Her husband is Indonesian. Gosh, Lucky you!)

Yes, aku iri padanya. Aku iri karena dia bisa pergi ke Amerika bersama sang suami yang bekerja disana. Aku iri membayangkan dirinya bisa merasakan salju, memakai baju dingin berlapis-lapis di musim dingin tanpa terlihat norak dan memakai baju setipis2nya di musim panas tanpa takut di-siul2in pemuda yg suka nongkrong di pinggir jalan.

1 minggu dia pergi, rasa iri itu belum bisa hilang. Melihat status update-nya di twitter membuatku tambah “panas”. Gimana engga? Coba liat beberapa status update-nya berikut ini:

status nisa1

status nisa2

status nisa4

Buat perempuan bertubuh mungil yang bercita-cita bisa sekolah di Aussie dan tinggal di US ini, status update diatas cukup membuat sedih. Sempet merasa Tuhan ga adil lohhh… (duh, lebay banget sih gue).

Anyway, akhirnya gue jujur kalau gue iri sama dia. And u know what? Dia cuma bilang kalau gue ga perlu merasa iri. Dia sih ga bilang apa penyebabnya. Tapi, status update-nya di twitter setelahnya membuat gue akhirnya menyadarinya sendiri.

status nisa5

status nisa6

Yes, sesungguhnya apa yang kita rasakan terhadap seseorang belum tentu dia rasakan. Mungkin kita yang di Indonesia berpikir; wah, cuaca lagi bersahabat, asiknya dia bisa jalan-jalan di Central Park, sebuah taman diantara gedung2 bertingkat yg terkenal indah itu. But u know what? She miss Jakarta. Kota yang terkenal dengan udaranya yang kotor & sangat macet itu.

Mulai dari situ, gw berpikir. Kalau semua orang merasa “rumput tetangga lebih indah”, tidak ada yang bisa memperindah rumputnya sendiri. So, gw membalikkan badan, melihat baik-baik keadaan rumput gw sendiri, lalu berkata dengan lantang dalam hati: “AKU PUNYA RUMPUT YANG INDAH”