#PukPukDay

Categories: Think.Web By: Ramya Prajna S

Hari ini sebuah kegiatan internal baru lahir lagi. To appriciate our hard work along the year of 2011, I held an activity untuk setiap orang saling bersalaman, lihat ke mata, bilang “Thanks for the hard work” dan put tap on other shoulder (puk-puk).

Acaranya simple, cuman makan pempek & minum es jeruk. Diadakan sore hari di hari terakhir bekerja di 2011.

It’s just a simple activity, but sure means a lot. Buat saya tidak ada yang bisa lebih saya berikan selain mengatakan dari lubuk hati “terima kasih atas semua kerja keras dan dukungan selama tahun 2011.

When the DC Super Heroes coming to town

Categories: GeneralThink.Web By: Ramya Prajna S

Saya bukan penggemar komik sejati. Saya suka, tapi hanya beberapa yang saya baca dan beberapa yang saya simpan.

Kalau membaca dari Wikipedia mengenai komik di Indonesia kita mengalami beberapa paruh masa. Di era tahun 30an komik-komik adalah terkait dengan perjuangan bangsa. Baru di tahun 50an, R.A. Kosasih, bapak komik Indonesia, mulai mengadopsi komik Amerika menjadi bentuk super hero Indonesia, Sri Asih.
Sri Asih merupakan ‘lokalisasi’ dari Wonder Woman, sebuah karakter yang diterbitkan DC Comics di tahun 1941.

Di tahun 70an ketika industri film Indonesia menjadi raja, ada juga film super hero yang muncul. Film yang saya ingat adalah Rama Superman Indonesia (kesamaan nama bukan faktor kesengajaan :D ).
Sampai hari ini rasanya belum ada lagi film layar lebar super hero yang dibuat lagi di Indonesia.

Kenapa sih saya membahas mengenai komik?

Saat ini, di industri Digital Agency Indonesia, mulai berdatangan memulai langkahnya masuk ke Indonesia. Beberapa tidak terlalu sulit, karena memang sudah ada perusahaan terdahulu yang establish di Indonesia. Misal dalam bentuk brand agency, advertising agency, activation agency, PR agency, atau lainnya.

Kebetulan yang datang mengetuk pintu kami, membuka kesempatan maupun tertarik dengan Think.Web namanya kebanyakan berakhiran ‘man’ atau ‘an’. Kok seperti kedatangan Superman, Batman, Wonder Woman ya… :D

Lepas dari nama, apa sih yang kemudian terjadi pada industri ini kedepan nantinya? Digital Industri di Indonesia masih ‘perawan’ sekali, demikian kalau kata Sarah Lacy saat dia di interview.

In this early era, disaat ‘supe hero’ asing masuk ke Indonesia, sikap seperti apa yang sebaiknya diambil oleh ‘jagoan-jagoan’ lokal?
Kita tentunya nggak mau sekedar jago kandang. Dunia juga perlu mendengar bahwa Indonesia punya potensi kreatif dan produksi berkelas dunia. Bukan hanya soal market nya saja yang melulu di garap uangnya.

Globalization means come in to Indonesia, and come out to bigger world.

What do you think?

 

University of Thinkers

Categories: BrainFood for SoulThink.Webwork By: stefani

universityofthinkers

‘Stef… Happy Birthdayy…!” that’s all my friends said when day on that month is on October 27th. Another year has past, and yet another year must face. Yes,  I thanked God with all that I have now.  Not that I was not grateful for all this years.

Actually it gave me a moment of reflection. Well, I did it everyday to rewind the day and remember what I have been done for today. But,  I don’t know, this time feel different. Maybe because my age. Ha..ha.. Yeah, facing the world of 3.0 would be ‘make sense’ reason.

In many ways, life has taught me to be strong. And yes, I have become a strong person. But the same time, life made me always challenge myself. The result, I always never satisfied what I have achieved. And that often made me have no self confidence and no trust in my self. Complicated huh..

Complicated or not, God already have His plan to my me and my life. If I was thought I am strong, then the last of  2,5 -  3 years really made me re-think again about it. Yes, that happened when I entered to a building E1A.

It looks like a just any building in this office complex. But from the moment I stepped in to this office,  I sensed  it will give me a new perspective about my self and my life.

Turn out, it certainly did. You know, when you have been working in to many places, you see yourself with half full glass. You had experience, you are getting more accustomed to adapt with new place, new people. You know how to interact with new co worker. But, sometimes, in my experience, we need to see our self in half empty glass. In my point of view, this perspective made a person always curious. When we feel we don’t know anything, we eager to learn or searching to know. Well, okay.. the same time it made you feel dumb too, but feeling dumb is important sometimes.. I think.

And, that is exactly what I felt when I become the permanent member of E1A. The strong quality that I was proud of, bam! That feel nothing when you feel dumb. The glass is not more half full, but it is half empty. I feel lack of knowledge. I feel lack of creativity. I feel dumb. Not just once, but couple times.

When you said you seek a challenge in life, be careful because  life will give it you. And when you face that challenge you don’t have any other option than to face it and conquer the challenge.

Yes, Stumble and fell of was happened, but give up is not the answer.

Being a member of E1A made me to reach beyond my limit and made me experience all that. Especially working with 2 persons who I think in my humble opinion , is superman and wonder woman. They are duo that made us to dig deeper, to think deeper than usually we ever did, push us to the limit that sky is the boundaries.  I must give my bows to these amazing persons that I almost believed they really have super power.

For 2,5 – 3 years now I have been stumble, fell off, and yet, I rise up, learnt, and continue. Every time that happened, my glass was filled. And gradually the glass is not half empty anymore, but it is half full.  Now, slowly I regain my strength back. And certainly made me reach new level of my life.

And that because the experienced I had in this building E1A.

In the past, when I read my friend’s card, (it is said, Think.web) I asked to myself, why namedThink Web? Is it because this office related to web? Or it sounds so catchy? And now, I realized I understand what it meant. Not it (coincidence) related to web but it also define the persons inside.

We are not just couple of persons who do the job and get paid, but we are all too students. We are here not just working, but also learning. Sometime there are tests, challenge. And we have moments of success and failed. But for sure, we are growing to be better in the place, now I said, university of thinkers[stf]

WOOZ.in

Categories: facebookFacebook ApplicationPortofolioProductSocial Media MarketingSocial NetworkingThink.Web By: Ramya Prajna S

Pada Pesta Blogger tanggal 30 Oktober lalu, kami melakukan soft launch atau open beta produk atau web service pertama kami. Wooz.in namanya (baca: wuzin).

Wooz.in adalah sebuah web service yang menggabungkan fungsi Social Network dengan radio-frequency. Saat ini technology radio-frequency yang kami gunakan adalah RFID (Radio-frequency Identification).

Idenya adalah bagaimana seseorang bisa melakukan update dimana mereka berada hanya dengan melakukan ‘tap’, seperti halnya yang banyak orang lakukan ketika absen pegawai, masuk pintu kantor ataupun seperti ketika di gate MRT Singapore.
Ide ini terinspirasi dari kegiatan yang dilakukan oleh Facebook di Facebook Conference 2010 beberapa bulan lalu. Saat itu setiap name tag peserta juga terdapat RFID chip dan ada beberapa reader di acara tersebut.

Di event pertama Wooz.in device RFID yang digunakan pada event pertama ini adalah kartu atau RFID card. Kartu ini dibagikan secara gratis oleh sponsor pertama kami, Acer Indonesia. Acer membagikan RFID card kepada seluruh peserta Pesta Blogger+ 2010 secara gratis.
Setelah mendapatkan kartu peserta diharuskan untuk melakukan registrasi di website Wooz.in. Yang perlu dilakukan adalah menyambungkan account Facebook dan/atau Twitter mereka, juga Foursquare dan Gowalla apabila memiliki. Hal penting lainnya yang perlu dilakukan adalah memasukkan UID (Unique ID) atau nomer RFID yang tertera pada kartu kedalam account wooz.in masing-masing. Setelah semua proses registrasi selesai RFID device siap digunakan.

Yang user lakukan hanya melakukan ‘tap’ seperti biasanya dilakukan pada mesin absen atau pintu masuk kantor atau pengguna Flazz BCA ataupun ketika menggunakan MRT di Singapore.
User melakukan tap pada RFID reader yang kami kemas dalam bentuk sebuah booth. Kami namakan Wooz.in Spot.

Wooz.in Spot
Adalah station atau booth dimana wooz.in user bisa melakukan woozing RFID device mereka dan kemudian Social Network yang sudah disambungkan akan melakukan update mengenai keberadaan user.
Ada 4 Wooz.in Spot di event Pesta Blogger+ 2010 yang tersebar diberbagai area. Tujuannya adalah juga agar setiap user exploring area-area tersebut. Ada Wooz.in Pin yang dapat ter-unlock setelah user woozing di 4 spot tersebut.

Wooz.in Pin
Adalah penanda bahwa user telah menyelesaikan task tertentu. Kalau di Foursquare adalah istilah Badge dan di Gowalla isitilahnya Trips, di wooz.in kami namakan pin.

Dengan Wooz.in fungsi updating menjadi lebih mudah dan tidak terjadi orang yang check-in disuatu tempat namun sebenarnya tidak berada di lokasi tersebut (atau isitilahnya jumper).
The possibility is unlimited. Baru 4 Social Network yang terhubung saat ini, tapi kedepan akan terus bertambah.

Wooz.in bisa dilihat di: http://wooz.in dan FB Page-nya

Ini videonya:

Wooz.in is the new check-in ;)

Live Report Engagement

Categories: EventPortofolioSocial Media MarketingThink.Web By: Ramya Prajna S

jjf-team
Mudah-mudahan tidak berlebihan dan tidak jumawa, tapi saya berani katakan bahwa kami melakukan Live Report yang terbaik di Indonesia.

Live Report Engagement
Bukan sekedar live report, live tweet, ataupun laporan langsung lainnya. Live Report Engagement berusaha memberikan experience yang sama dengan mereka yang membaca atau melihat, dan juga mengajak mereka berinteraksi.

Pengalaman memang tidak pernah berbohong. Saya & Anan sudah memulai melakukan (online) Live Report sejak tahun 2001. A Mild Live Soundrenaline 2001 di Parkir Timur, Jakarta adalah saat pertama.
No mobile broadband, just gprs modem dr Sony Ericcson T68i.
No blog framework, just html pages (and we’re not prepare by CMS engine).
No blackberry, just heavy notebook + low pixel digicam + gprs modem-phone.
But we try to give the actual experience to visitor with articles & photos.

The next year, Soundrenaline 2002, we support for 5 cities. More or less with the same equipment. All the articles & photos put on a microsite, all with list of artist, venue map & schedule.
Web statistik menunjukkan kalau visit & page views meningkat selama event berlangsung. Objektif nya simple, memberikan informasi dan experience yang sama dengan mereka yang kota nya dimampiri. Bahkan untuk kota nya yang dimampiri, liputan ini membuat mereka tidak sabar untuk datang langsung ke acaranya.

Di tahun lainnya kami tidak lagi hanya memberikan articles & photos, kami bergerak ke arah lain. Mirip dengan sebuah blog, kami membuat article khusus dari 3 orang crew fiktif. Masing-masing crew fiktif ini punya jobdesk beda-beda di festival, sehingga memberikan masing-masing angle berbeda.
Begitu kuat dan melekatnya karakter ini tidak sedikit yang mencari-cari nama crew-crew fiktif ini di backstage. Anan juga sering ditebak dengan nama-nama berbeda :D

Setelah memasuki era Social Media channel-channel menjadi lebih jelas dan pintu interaksi lebih terbuka. Tapi kembali lagi kepada strategi. Penulisan, pelaporan dan lainnya sih bisa dilakukan oleh siapapun. Seseorang dengan Blackberry nya dan UberTwitter sudah bisa melakukan Live Report sebuah event. Tapi apakah mampu menciptakan Engagement?

Engagement butuh strategi.
Setelah sekian lama kami tidak lagi melakukan Live Report Engagement, akhirnya kesempatan itu datang lagi. JavaJazz Festival 2010 adalah kesempatan berharga untuk kami.
Setiap tweet & message yang keluar semua dilakukan dengan strategi. Karakter account, activation dengan quiz dan lainnya semua on plan. Termasuk bagaimana mengatasi masalah-masalah technical seperti tidak ada sinyal.
Tentunya apa yang kami lakukan tidak luput dari kesalahan, sebuah hal manusiawi. Menjadi bukti bahwa Live Report Engagement masih dilakukan oleh manusia. Jadi engagement adalah manusia dengan manusia. Crisis Management juga menjadi bagian penting. Bagaimana memanage issue atau crisis dari tanggapan/conversation yang menyimpang atau bahkan dari kesalahan sendiri.

Pada akhirnya yang dituju adalah objective tercapai dan kepuasaan dari followers/fans dari brand yang kami tangani.

jjf03

Java Jazz Festival 2010

Categories: FeaturedSocial Media MarketingThink.Web By: Ramya Prajna S

Java Jazz FestivalSebuah kebanggan bagi kami, Think.Web, untuk bisa menjadi partner dari Java Festival Production (JPF) dalam hal Social Network Management.

Tahun ini adalah tahun ke 5 dari Java Jazz Festival. Sebuah umur yang cukup matang untuk sebuah festival. Java Jazz Festival (JJF) sudah masuk kedalam agenda kegiatan internasional. Mata dan telinga dari seluruh dunia mengarah ke festival ini, terutama bagi mereka yang sangat suka dengan musik Jazz. Lebih dari itu, event ini juga menjadi ajang ‘kopi darat’ dari musisi-musisi Jazz dunia.

Tahun ini JJF ingin membuka lebih lebar lagi sayapnya di digital media, specifically online media, atau lebih khusus lagi di Social Media. Bersama dengan team Promosi dari JFP, team Social Network Management (SNM) JJF dari Think.Web menyusun strategi, editorial dan eksekusi dalam channel-channel yang digunakan.

Objective dari SNM JJF adalah meningkatkan kredibilitas festival.

Untuk menjawab objective itu strategi yang dilakukan adalah menjadikan Social Media channel sebagai pusat informasi. Anda bisa tanya apapun (seputar JJF 2010), account @JavaJazz2010 akan coba menjawab. Bukan hanya saat ditanya, informasi seputar venue,festival juga akan diberikan. Mulai dari artis sampai dengan toilet ada dimana.

Ada 3 channel utama dari JJF 2010: @JavaJazz2010, @JavaJazzFest dan Facebook.com/JavaJazzFestival.

Diluar itu masih ada channel lainnya yang resmi maupun partner, misalnya kehadirannya @JavaJazz di Koprol.

So, want to be part of an international event? come to JIExpo, Kemayoran.
JJF SocMed channel will accompany you along the show.

PS:
Want to help us? please ask to @JavaJazz2010 ANYTHING that relate to Java Jazz Festival 2010. We need the practice to make us better.

Networking Project

Categories: Online BusinessPortofolioThink.Web By: Ramya Prajna S

network
Creative Commons License photo credit: jimmyroq

“Networking is not about who you know, but it’s about who knows you” begitulah kalimat dari Rene Suhardono yang sering terngiang di telinga saya. Rene Suhardono adalah seorang Career Coach yang sharing nya bisa didengar di Hard Rock radio.

Think.Web punya beberapa Networking Project yang tujuannya memang untuk mengenalkan (tidak hanya) siapa itu Think.Web, lebih dari itu adalah bagaimana sebaiknya sebuah online presence (including personal branding) berjalan. Yang dituju untuk dikenalkan bukan yang punya website atau blog atau digital channel nya, tapi lebih kepada visitor atau reader nya.

Ada 2 objective dari Networking Project:

  1. Menjadi dikenal oleh si pemilik project (dan lingkungannya)
  2. Menunjukkan kepada pemilik & lingkungan project bahwa kehadiran sebuah (personal) brand juga perlu disertai dengan strategi. Tidak hanya asal muncul tanpa tujuan & strategi.

Selain itu, sebuah Networking Project biasanya menjadi tempat kami untuk melakukan study case. Sang pemilik project pada umumnya memberikan kami keleluasan untuk melakukan usulan-usulan yang kami berikan. Jadi, Networking Project adalah tempat baik untuk latihan.

Beberapa networking project yang kami kerjakan adalah: