Think.Web is my home Think.Web is my campus Think.Web is my life 3 tahun 8 bulan gue menghabiskan waktu di Think.Web. Bekerja, menuntut ilmu, bersenang-senang sekaligus mencari nafkah. Merangkak, berdiri, berjalan sampai berlari gue lakukan semuanya di Think.Web Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali hingga Singapur dengan Think.Web In relationship, single, hingga Engaged dengan orang yang sama gue alami selama di Think.Web Banyak kenangan yang gak bisa gue lupakan selama bekerja di Think.Web, banyak ilmu baru, banyak pelajaran hidup yang membuat gue dewasa. Bos yang mirip seperti dosen, lingkungan kerja yang seru serta pekerjaan yang menyenangkan membuat gue merasa nyaman bekerja di Think.Web.... Read more»
Haiiiiii… Akhirnyaaaaa…. Setelah berbulan-bulan puasa nulis, akhirnya jari-jari nan mungil ini terpanggil lagi untuk melanjutkan cerita tentang Social Media World Forum Asia. Baiklah… Jadi, setelah berbulan-bulan berpikir akan sepanjang tol Simatupang kah nantinya blog ini jika dijabarkan satu-satu tentang isi seminar, maka daku memutuskan untuk membuat semacam resume saja. So far, ga banyak hal baru yang dibicarakan di dalam seminar ini. Beberapa hal sudah kita (para pekerja social media) tahu, bahkan lakukan setiap harinya. Beruntung, para pembicaranya talkative dengan slide yang menarik. Diantara bule-bule ganteng & cantik, muncullah sesosok pria lokal di stage. Yup!... Read more»
What is social Media? Social media is about bla bla bla… Yup, 1 minggu yang lalu, gue dan Tikabanget mendapat kesempatan dari Think.Web untuk mengikuti conference Social Media di Singapore. Social Media World Forum Asia (SMWF) merupakan sebuah seminar yang cukup bergengsi se-Asia. Acara yang diadakan setiap tahun ini menghadirkan para pembicara yang berpengalaman dan canggih di bidangnya masing-masing. Tentunya masih dalam lingkup media sosial. Apa saja yang didapat, siapa saja yang ditemui serta pengalaman apa yang paling mengesankan selama di Singapur, akan gue coba tuliskan disini. Day 1 Jam 5.30 (waktu Singapur) alarm gue berbunyi. Beruntung bunyinya cukup kencang, sehingga tikabanget... Read more»
Di dunia nyata, kata “Lu Lagi Lu Lagi” yang disingkat 4L mungkin lebih pas diucapkan dalam benak awak kendaraan umum untuk seseorang yang selalu naik kendaraannya selama bertahun-tahun. Saking seringnya, sang awak kendaraan mungkin sudah hapal pakaian, tempat tujuan sampai kebiasaan bayarnya. Kalau di dunia online, kata “Lu Lagi Lu Lagi” biasa diucapkan dalam benak admin sebuah akun brand/event/activity yang menyelenggarakan kuis. Seperti diriku misalnya. Semakin banyak kuis online yang saya (dan tim social media di think.web) manage, makin sering saya melihat akun-akun yang sama mengikuti kuis tersebut. Saya tidak melarang mereka ikutan, saya justru senang. Asal memang kreatif dan mengikuti... Read more»
Pagi-pagi sblm brangkat ke kantor, aku melihat bocah-bocah perempuan memakai pakaian adat jalan beriringan di sisi jalan. Sang guru yang membimbingnya berada di bagian depan & belakang. Sayang tidak ada suara-suara nyanyian “Ibu Kita Kartini” mengiringi mereka. Entah karena kelelahan menggunakan pakaian adat sambil berjalan kaki atau memang tidak hapal. Apapun itu, aku salut pada mereka yang sudah ‘merayakan’ hari besar secara kecil-kecilan bagi perempuan di Indonesia. Akupun juga tidak mau kalah. Meski tidak menggunakan pakaian adat ke kantor, aku juga ingin merayakan hari kartini. Namun, dengan cara yang berbeda. Caraku merayakan hari Kartini adalah dengan mengajak... Read more»
Musik Jazz bisa dibilang ‘ga baru’ di telingaku. Saat masih kuliah dulu, aku seringkali mendatangi Fakultas Ekonomi yang memakan waktu 15 menit jalan kaki dari fakultas ku untuk mendengarkan musik Jazz. Aku juga pernah sengaja mendatangi mall di bilangan Pondok Indah untuk menikmati live music Jazz. Tapi, entah kenapa, aku tidak pernah mendatangi JCC untuk JavaJazz yang konon sudah diselenggarakan selama 4 tahun disana. Bahkan seorang Jamie Cullum & Jason Mraz pun tak mampu mendorong kakiku melangkah ke JCC. Namun, tahun ini, takdir berkata lain. Lain dari yang aku harapkan. Sangat luar biasa! Aku tidak hanya bisa datang ke JavaJazz, tapi menjadi bagian dari JavaJazz. Menonton (dari media... Read more»
“Cha, mana? Kok ga update lagi blog-nya?” Teguran dari sang teman, erwin, diatas seakan membangunkanku dari ‘penerbangan’ menyenangkan bersama lamunan. Ya, selama 1 bulan ini, aku seakan berada di awang-awang. Terbelenggu dengan rutinitas yang seakan-akan tidak ada habisnya. Aku ingin menginjak bumi, aku ingin bisa melenggang tanpa beban, aku ingin berjalan, berlari dan bermain dengan imajinasiku. Imajinasi yang liar tanpa batas, imajinasi yang bebas tanpa kekangan. Tapi dimana aku bisa menemukan hal itu? Selain di SURGA, ternyata aku bisa menemukan itu dalam pekerjaanku. Pekerjaan yang sangat menyenangkan dengan orang-orang yang mengasyikan. Pekerjaan yang menantang kreativitas. Pekerjaan... Read more»
“I envy you!” Kira-kira inilah kalimat yang keluar dari mulut perempuan berkawat gigi ini begitu mendengar sang sahabat yang ingin pergi ke NYC mengikuti sang suami. (does he American? Oh No!!! Her husband is Indonesian. Gosh, Lucky you!) Yes, aku iri padanya. Aku iri karena dia bisa pergi ke Amerika bersama sang suami yang bekerja disana. Aku iri membayangkan dirinya bisa merasakan salju, memakai baju dingin berlapis-lapis di musim dingin tanpa terlihat norak dan memakai baju setipis2nya di musim panas tanpa takut di-siul2in pemuda yg suka nongkrong di pinggir jalan. 1 minggu dia pergi, rasa iri itu belum bisa hilang. Melihat status update-nya di twitter membuatku tambah “panas”. Gimana... Read more»
Setiap traveller pasti punya ‘senjata’ sendiri untuk menghilangkan rasa sakit atau pegal di kakinya. Mulai dari balsem, lotion panas sampai alat pijit elektronik yang harganya semahal tiket pesawat ke Singapur (P-P). Tapi buat gue, senjata itu cuma ada tiga, koyo, air panas dan dinding. Kenapa koyo? Karena gue percaya kalau rasa sakit/pegal itu hanya pada titik2 tertentu. Jadi, daripada harus tersiksa dengan panasnya balsem atau lotion di tempat yang sesungguhnya tidak sakit, lebih baik fokus di satu titik. Kenapa air panas? Karena waktu kecil gue pernah diajak ke tempat pemandian air panas sama orang tua gue. Mereka bilang, air panas itu berkhasiat untuk menghilangkan pegal-pegal dan mengobati... Read more»
Diakhir tahun 2008, gw buat daftar resolusi tahun 2009, walaupun lbh mirip impian/cita2 sih. Anyway, isinya kurang lebih sprti dibawah ini: 1. Pake kawat Gigi 2. Ga pernah tinggal solat 3. Semakin dewasa dlm berfikir dan bertindak 4. Berlibur ke luar kota 5. Punya paspor 2 hari berikutnya, udah tahun 2009. Saatnya menjalankan rencana. Bulan pertama, gw berhasil mewujudkan point pertama, yaitu pakai kawat gigi. Meskipun pakai acara nyicil segala. Bulan ke-2, ke-3, ke-4, ke-5 gw berhasil mewujudkan point ke-2. Alhamdulillahh… Bulan ke-6 gw ditantang sama point ke-3. Sang pacar yg sudah mendampingi slma 3 tahun lebih, mengejutkan gw dgn sebuah kebenaran yg membuat hati gw tertusuk. Gue ga berhasil... Read more»

