17 Jan

“I envy you!” Kira-kira inilah kalimat yang keluar dari mulut perempuan berkawat gigi ini begitu mendengar sang sahabat yang ingin pergi ke NYC mengikuti sang suami. (does he American? Oh No!!! Her husband is Indonesian. Gosh, Lucky you!) Yes, aku iri padanya. Aku iri karena dia bisa pergi ke Amerika bersama sang suami yang bekerja disana. Aku iri membayangkan dirinya bisa merasakan salju, memakai baju dingin berlapis-lapis di musim dingin tanpa terlihat norak dan memakai baju setipis2nya di musim panas tanpa takut di-siul2in pemuda yg suka nongkrong di pinggir jalan. 1 minggu dia pergi, rasa iri itu belum bisa hilang. Melihat status update-nya di twitter membuatku tambah “panas”. Gimana... Read more»

3 Jan

Setiap traveller pasti punya ‘senjata’ sendiri untuk menghilangkan rasa sakit atau pegal di kakinya. Mulai dari balsem, lotion panas sampai alat pijit elektronik yang harganya semahal tiket pesawat ke Singapur (P-P). Tapi buat gue, senjata itu cuma ada tiga, koyo, air panas dan dinding. Kenapa koyo? Karena gue percaya kalau rasa sakit/pegal itu hanya pada titik2 tertentu. Jadi, daripada harus tersiksa dengan panasnya balsem atau lotion di tempat yang sesungguhnya tidak sakit, lebih baik fokus di satu titik. Kenapa air panas? Karena waktu kecil gue pernah diajak ke tempat pemandian air panas sama orang tua gue. Mereka bilang, air panas itu berkhasiat untuk menghilangkan pegal-pegal dan mengobati... Read more»