“I envy you!”
Kira-kira inilah kalimat yang keluar dari mulut perempuan berkawat gigi ini begitu mendengar sang sahabat yang ingin pergi ke NYC mengikuti sang suami. (does he American? Oh No!!! Her husband is Indonesian. Gosh, Lucky you!)
Yes, aku iri padanya. Aku iri karena dia bisa pergi ke Amerika bersama sang suami yang bekerja disana. Aku iri membayangkan dirinya bisa merasakan salju, memakai baju dingin berlapis-lapis di musim dingin tanpa terlihat norak dan memakai baju setipis2nya di musim panas tanpa takut di-siul2in pemuda yg suka nongkrong di pinggir jalan.
1 minggu dia pergi, rasa iri itu belum bisa hilang. Melihat status update-nya di twitter membuatku tambah “panas”. Gimana engga? Coba liat beberapa status update-nya berikut ini:



Buat perempuan bertubuh mungil yang bercita-cita bisa sekolah di Aussie dan tinggal di US ini, status update diatas cukup membuat sedih. Sempet merasa Tuhan ga adil lohhh… (duh, lebay banget sih gue).
Anyway, akhirnya gue jujur kalau gue iri sama dia. And u know what? Dia cuma bilang kalau gue ga perlu merasa iri. Dia sih ga bilang apa penyebabnya. Tapi, status update-nya di twitter setelahnya membuat gue akhirnya menyadarinya sendiri.


Yes, sesungguhnya apa yang kita rasakan terhadap seseorang belum tentu dia rasakan. Mungkin kita yang di Indonesia berpikir; wah, cuaca lagi bersahabat, asiknya dia bisa jalan-jalan di Central Park, sebuah taman diantara gedung2 bertingkat yg terkenal indah itu. But u know what? She miss Jakarta. Kota yang terkenal dengan udaranya yang kotor & sangat macet itu.
Mulai dari situ, gw berpikir. Kalau semua orang merasa “rumput tetangga lebih indah”, tidak ada yang bisa memperindah rumputnya sendiri. So, gw membalikkan badan, melihat baik-baik keadaan rumput gw sendiri, lalu berkata dengan lantang dalam hati: “AKU PUNYA RUMPUT YANG INDAH”


10:33 am on January 18th, 2010
Jualan rumput sekarang cha? :p
10:35 am on January 18th, 2010
Jiaaahhhh… tak ada rotan, rumput pun jadi! :-p
10:52 am on January 18th, 2010
This is remind me of the video that we watch on last TEDxThink.Web. “Discover our full potential in our humanity” – Aimee Mullins.
10:55 am on January 18th, 2010
Yes… but in the different story.
9:16 pm on January 19th, 2010
let me tell u something, dear..
it’s not easy to be alienated in other’s country!
u’ll even missed the worst thing in jakarta.
i think it’s nice to have a little adventure like “orang kampung masuk kota” or “sok bule”, but actually it’s like a burden if you cannot blend with it.
but the best thing being in other’s country is:
kagak peduli orang mau bilang apa..kagak ada yg kenal ini!! :-p