Musik Jazz bisa dibilang ‘ga baru’ di telingaku. Saat masih kuliah dulu, aku seringkali mendatangi Fakultas Ekonomi yang memakan waktu 15 menit jalan kaki dari fakultas ku untuk mendengarkan musik Jazz. Aku juga pernah sengaja mendatangi mall di bilangan Pondok Indah untuk menikmati live music Jazz. Tapi, entah kenapa, aku tidak pernah mendatangi JCC untuk JavaJazz yang konon sudah diselenggarakan selama 4 tahun disana. Bahkan seorang Jamie Cullum & Jason Mraz pun tak mampu mendorong kakiku melangkah ke JCC.
Namun, tahun ini, takdir berkata lain. Lain dari yang aku harapkan. Sangat luar biasa! Aku tidak hanya bisa datang ke JavaJazz, tapi menjadi bagian dari JavaJazz. Menonton (dari media pit lagi! Gosh, I’m so lucky), me-report, foto-foto, makan-makan, kenal-kenalan, mondar-mandir, sampai ditanya-tanyain orang.
Meskipun 4 hari 3 malam ga pulang ke rumah (thanks to tika yg mengijinkanku tidur di kasurnya), kurang tidur & pegal-pegal (maklum, JavaJazz tahun ini diselenggarakan di JIExpo Kemayoran yang luas bangeeetttt), tapi pengalaman baru di JavaJazz ini membuatku kecanduan. Beberapa hari setelah acara selesai, aku merasakan kerinduan. Rindu dengan suasanya, rindu dengan pekerjaannya, rindu dengan teman-teman yang bekerja bersama. ooohh, I miss the moment!
Semoga tahun depan, takdir masih berpihak kepadaku. amiinn…



11:08 am on March 24th, 2010
ayo tidur di kasurku lagiii..
11:13 am on March 24th, 2010
ikuttt…
…ke Java jazz tahun depan
11:14 am on March 24th, 2010
amien…
11:25 am on March 24th, 2010
Jadi kamyu dan tika sudah …..
6:57 am on March 30th, 2010
Kalau gak dalam rangka dinas, juga gak akan dateng ke Java Jazz tahun ini pasti!
Btw, mau ndeprok di kasur saya juga boleh kok.
12:50 pm on April 6th, 2010
wew, nonton japajes juga? koq ya ga ketemu?