Bapakk……. mulut mungilnya berteriak memanggil dari hati hingga ke bibir. Lugas, iklhas dan penuh harap agar aku menoleh, menatapnya dan berharap senyumanku sebagai balasan atas usahanya berteriak. Dengan langkah kecilnya berlari menghampiri aku setiap dia rindu pelukan dalam gendonganku setelah sehari penuh nggak bertemu. Matanya berbinar bertanda ia senang malam ini ia akan ditemani bermain bersama. Tangan mungilnya bergelayut erat seolah tidak mau lepas. Berlari kian kemari mengeja kata a-i-u-e-o, bernyanyi dan tertawa lepas.
Keceriaan dan tawanya melunturkan kepenatan dan kejenuhan yang sempat terbawa hingga kedepan rumah. Hilang lenyap tak berbekas melihat ia menatap, tersenyum dan akhirnya berteriak Bapakk…
Matanya sayu setelah lelah bercerita tentang dunianya hari ini. Merengek berharap kasih sayang dengan sebotol susu. Dalam hangat dekapan malaikat penjaga malam, perlahan menjemut indahnya mimpi.

Bintaro, di tiap malam.

Speak your mind

Line and paragraph breaks are automatic.
All posts are moderated. This may delay your comment, but there is no need to resubmit it.
Allowed tags: <a href=""> <blockquote> <code> <em> <strong>.

(required)

(required)