sawah-1.jpeg

Pemuda dalam balutan baju bekas eks Korpri pemberian Pak lurah desa Gelung berjalan menuntun sepeda ontanya menulusuri pematang sawah. Kulitnya hitam legam mengkilat terpantul cahaya pagi. Selegam nasibnya, sebagai buruh tani menjadi pilihan terakhir penyambung hidupnya bersama Sukiyem istri semata wayangnya dan empat orang anak. Sastro kencrit, Pariyatun, Selamet bengkring & yang bungsu Trimo. Kehidupannya “adem ayem” selaras dengan hawa pegunungan & sawah yang membentang di ujung desa depan rumahnya. Jauh dari sederhana sebuah rumah gubuk menjadi tempat mengayomi dan membesarkan anak-anaknya. Orangnya dikenal ramah & suka membantu. Kepolosan dan keluguannya memberikan citra seorang petani miskin yang iklhas menerima apa adanya kehidupan dia saat ini. Baginya berbagi kebaikan membantu orang lain adalah sebuah ibadah & anugrah dari Gusti Allah yang dia punyai selain kejujurannya. Mungkin hanya itu yang bisa dia abdikan kepada desanya.
Kebaikannya menjadikan dia disenangi warga desa Gelung. Tak sedikit warga yang minta bantuannya dengan beberapa lembar imbalan atau sekedar ucapan terima kasih. Setiap musim tanam ataupun musim panen, ia tak bakalan kehabisan job. Disela dua musim tadi dia banyak membantu di balai desa sebagai kacung kampret. Sebuah potret kemiskinan yang lekat dengan kehidupan masyarakat desa Indonesia saat ini.

Bekal hidup

Pagi ini yu Sukiyem isteri nDimun serut ngomel-ngomel. “Gimana sih Pak, udah harga-harga pada naik, Pak-ne masih nganggur, Ee.. minta sarapan telor ceplok. Sudah untung pagi ini bisa masak nasi sama sambel bajak. Jangan yang aneh-aneh apa Pak-ne.” suara yu Sukiyem menjadi lauk tambahan sarapannya pagi ini. “Sana apa nyari obyekan lain selama pak lurah nggak minta bantuan. Lumayan kan buat nambah beli terasi” pinta yu sukiyem.
Dengan langkah gontai & muka masam nDimun serut menuju bengawan solo yang berada di ujung desa tak jauh dari rumahnya. Di bengawan itu nDimun punya inisiatif mencari rezeki tambahan dengan meminjam perahu Kang Sukiran untuk dijadikan moda transportasi jasa penyeberangan. Dari pagi hingga menjelang duhur belum ada satupun rezeki yang mampir di perahu nDimun. Namun tak lama kemudian, dasar memang lagi rejeki segerombolan cewek-cewek mahasiswi dari UI Depok yang lagi KKN ingin mencoba nyebrang pake perahu nDimun.

“Pak nDimun sudah lama kerja jadi sopir perahu?” tanya Dhidhie membuka obrolannya. “Ah.. ini cuma iseng non, kerja sambilan, kerja pokok saya buruh tani” jawab ndimun.
“Pak nDimun sudah pernah belajar matematika nggak?” tanya Naila menyambung obrolan.
“Walah non yang penting saya bisa ngitung duit sudah cukup.”
“Wah.. tahu nggak Pak, dengan tidak belajar matematika sampeyan sudah mengurangi 1/4 bekal hidup Bapak.” jawab Naila
“Kalau belajar filsafat pernah nggak Pak?” sambungnya
“Apalagi itu non? Saya itu cuma pernah sekolah SD, itu juga cuma sampe kelas tiga non, belum pernah diajarin itu”
“Yah Pak, berarti 1/2 bekal hidup bapak sudah berkurang.”
“Kalo belajar sejarah pernah Pak?” tanya Chica menimpali
“Kalo sekedar perang Jendral sudirman saja saya sudah pernah dengar non.” jawab ndimun.
“Hah.. kalo begitu Pak ndimun hanya punya 1/4 bekal hidup saja!!!??” ekspresi terkejut Asti

Tak lama obrolan mereka berhenti.
Tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi menabrak sebongkah karang. Brakk.. (wuih mirip kapal Titanic nih..)
Perlahan perahu mulai kemasukan air dari lambung kapal yang pecah. Ndimun berusaha keras menguras air dalam perahu dan mencoba mengatasi kebocoran. Namun, sepertinya sia-sia.

Ndimun : Non Dhidhie, non Naila, Non Chica & non Asti sudah pernah belajar berenang belum ?
Dhidhie, Naila, Chica, Asti : Belum pak, memang kenapa ?
nDimun : Wah berarti kalian sudah menghabiskan seluruh bekal hidup kalian karena sebentar lagi perahu ini akan tenggelam.
Dhidie, Naila, Cica, Astri : Wuaaa…..!!!!?????

* Ini hanya cerita fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat & kejadian hanya kebetulan saja.

5 people said...
  1. Astri tuh siapa?? wah gak sinkron ni penokohannya huuu

  2. Kereeeennnn…………

  3. Wah Sorry, terdapat kesalahan teknis (salah ketik tuh!) terima kasih koreksinya.

  4. Baguss… :)

  5. Casino 1237181402…

    Casino 1237181402…

 

Speak your mind

Line and paragraph breaks are automatic.
All posts are moderated. This may delay your comment, but there is no need to resubmit it.
Allowed tags: <a href=""> <blockquote> <code> <em> <strong>.

(required)

(required)