"Tellerku Sayang Tellerku Malang"
On the subject of UncategorizedTeller : “Selamat pagi Pak nDimun, ada yang bisa saya bantu?”
nDimun : “Selamat pagi mbak eee….?? (sambil mencari-cari papan nama dimeja
teller) mbak…Maya. Saya mau transfer mbak.
Teller : “Boleh saya periksa slip setorannya Pak nDimun?”
nDimun : “Silahkan mbak Maya. Ini Slip setorannya dan ini uangnya”
Teller : “Terima kasih Pak.Uangnya saya terima ya. Ini transfernya ke Atika
Nurkoestanti,
Bank Mandiri cab. UGM ya Pak!. Jumlah transfernya satu milyar dua
ratus dua ribu rupiah ya?!
nDimun : “E..e…. i.. iiya mbak Maya.” (gagap)
Teller : “Uangnya dihitung dengan mesin ya Pak nDimun, silahkan dilihat.”
Sreee…..tttt, satu milyar dua ratus dua ribu rupiah. Uang dengan cepat telah terhitung.
Tapi, tidak secepat itu dengan tatapan mata nDimun kepada seseorang yang dengan ramah membantu nDimun mengurus transfer pembayarannya kepada suppliernya. Matanya tak henti-henti menatap mbak Maya, teller yang sejak tadi dengan sabar, ramah, dan penuh senyum melayani nasabah sepertinya. Cantik, putih, ayu, menarik, ramah, murah senyum. Hmmm… Malinda Dee lewat..!!.
Helai rambutnya hitam, halus menutupi kening dahinya, beberapa helai tergerai menyelinap dibalik daun telinganya. Sebagian lagi menjulur hinggap di jenjang lehernya. Hm…ingin sekali aku menyingkapnya.
Bola matanya hitam kebiru-biruan, bening & jernih melirik setiap angka yang tertera di slip setoran & kemudian menjentikan jari menekan tuts keyboardnya. Menatap tenang dan sabar setiap berbicara dengan nasabahnya. Ah.. tatapan itu tajam menusuk. Memberi sensasi & inspirasi “nakalku”.
Ranum pipinya lembut, membuat hasrat ini ingin mengelusnya. Mengecup & membuainya. Memerah & merekah tatkala lampu neon menerpa wajahnya.
Mungil hidungnya memberi proporsi sempurna wajah cantiknya. Helaan nafasnya wangi menyeruak hidungku. Oh.. seandainya hidung ini bisa lebih dekat, helaan nafas itu pasti akan membuat aliran darah & detak jantung ini 4 kali lebih cepat memompa adrenalin hasratku.
Aku hampir tak tahan. Bibir merahnya menyunggingkan senyum manis yang penuh peluru-peluru emas menembus, & melumat setiap inci bagian jantungku.
Aku sungguh tak kuat. Lesung pipitnya mampu menampung segala pujianku terhadap kesempurnaannya.
Aku jatuh. Tatkala dia berdiri dihadapanku, menatap tajam mataku, mendekatkan bibirnya di telingaku membisikan beberapa kata. Terbuai aku mendengar suaranya. Menerbangkan tubuh ringan ini hingga ke atap plafaon kantor itu. Jemari lentiknya meraih dingin & kaku tanganku yang membeku.
“nDimun….” Desahan nafasnya renyah memanggil namaku. Dunia berputar kencang dari arah barat menuju timur. Menghempaskan lunglai tubuhku dari plafon lantai 5 hingga ke lantai basement.
Demi Tuhan mbak Maya, aku pasrah, aku terbuai, aku terpesona, aku terpana, aku lunglai, aku jatuh & aku terkoyak. Demi itu semua pula tolong bantu aku… mari kita selingkuh….& mari kita bercinta (volume 2)
Tinggalkan saja… pria separuh baya gendut, item, perut buncit, kepala botak, bogel, perokok berat dengan bau mulut asam busuk itu. Tak bisa kumengerti kenapa dia bisa menjadi pilihanmu.
Aku muntah tatkala membayangkan tubuh item bogelnya itu menindih tubuh molek & mulus tubuhmu. Brengsek !!! (Hmm aku racun saja pria itu dengan racun tikus.)
Pengedara B 12 HHH : “Tiiiin tinnnn tinnn Hoi.. gw sambit Lo ye. Udah lampu
ijo tuh…buruan jalan
Pengendara AB 218 TK : “Toooot.. toot.. toooot.. Hoii anj**ng Lo. Udah kering nih
kepanasan di lampu merah. Jalannn…..”
Pengendara B 1711 WL : “Asuuuuiii… buruan jalan atau gw tabrak mampus Lo”
Pengendara B 6143 EKW : “Danc***k mau mampus Lo… Udah lampu ijo tuh”
Pengendara B 6624 UNJ : “ Hoiii.. timpuk Lo ye. Dah telat nih..”
Pengendara B 4111 HP : “Mata lo pi***ck ya. Mau masuk IGD atau tanah kusir
Lo”
Pengendara B 6124 WAI : “B**bi ngepet Lo molor aja di lampu merah”
Oh mana… doble staterku. Oh.. mana setangku. Oh mana motor smash-ku…mana.. manaa.. mana… mana…
Briptu Norman Kamaru : “Selamat siang Pak. Mohon diperlihatkan SIM & surat-surat kendaraan lainnya. Anda saya tilang ….”
**Cerita ini hanya karangan semata. Kesamaan nama, tempat & kejadian hanya kebetulan saja

