On 2011-05-26 , Handoko said...

"Tellerku Sayang Tellerku Malang"

On the subject of Uncategorized

Teller : “Selamat pagi Pak nDimun, ada yang bisa saya bantu?”
nDimun : “Selamat pagi mbak eee….?? (sambil mencari-cari papan nama dimeja
teller) mbak…Maya. Saya mau transfer mbak.
Teller : “Boleh saya periksa slip setorannya Pak nDimun?”
nDimun : “Silahkan mbak Maya. Ini Slip setorannya dan ini uangnya”
Teller : “Terima kasih Pak.Uangnya saya terima ya. Ini transfernya ke Atika
Nurkoestanti,
Bank Mandiri cab. UGM ya Pak!. Jumlah transfernya satu milyar dua
ratus dua ribu rupiah ya?!
nDimun : “E..e…. i.. iiya mbak Maya.” (gagap)
Teller : “Uangnya dihitung dengan mesin ya Pak nDimun, silahkan dilihat.”

Sreee…..tttt, satu milyar dua ratus dua ribu rupiah. Uang dengan cepat telah terhitung.
Tapi, tidak secepat itu dengan tatapan mata nDimun kepada seseorang yang dengan ramah membantu nDimun mengurus transfer pembayarannya kepada suppliernya. Matanya tak henti-henti menatap mbak Maya, teller yang sejak tadi dengan sabar, ramah, dan penuh senyum melayani nasabah sepertinya. Cantik, putih, ayu, menarik, ramah, murah senyum. Hmmm… Malinda Dee lewat..!!.

Helai rambutnya hitam, halus menutupi kening dahinya, beberapa helai tergerai menyelinap dibalik daun telinganya. Sebagian lagi menjulur hinggap di jenjang lehernya. Hm…ingin sekali aku menyingkapnya.
Bola matanya hitam kebiru-biruan, bening & jernih melirik setiap angka yang tertera di slip setoran & kemudian menjentikan jari menekan tuts keyboardnya. Menatap tenang dan sabar setiap berbicara dengan nasabahnya. Ah.. tatapan itu tajam menusuk. Memberi sensasi & inspirasi “nakalku”.
Ranum pipinya lembut, membuat hasrat ini ingin mengelusnya. Mengecup & membuainya. Memerah & merekah tatkala lampu neon menerpa wajahnya.
Mungil hidungnya memberi proporsi sempurna wajah cantiknya. Helaan nafasnya wangi menyeruak hidungku. Oh.. seandainya hidung ini bisa lebih dekat, helaan nafas itu pasti akan membuat aliran darah & detak jantung ini 4 kali lebih cepat memompa adrenalin hasratku.
Aku hampir tak tahan. Bibir merahnya menyunggingkan senyum manis yang penuh peluru-peluru emas menembus, & melumat setiap inci bagian jantungku.
Aku sungguh tak kuat. Lesung pipitnya mampu menampung segala pujianku terhadap kesempurnaannya.
Aku jatuh. Tatkala dia berdiri dihadapanku, menatap tajam mataku, mendekatkan bibirnya di telingaku membisikan beberapa kata. Terbuai aku mendengar suaranya. Menerbangkan tubuh ringan ini hingga ke atap plafaon kantor itu. Jemari lentiknya meraih dingin & kaku tanganku yang membeku.
“nDimun….” Desahan nafasnya renyah memanggil namaku. Dunia berputar kencang dari arah barat menuju timur. Menghempaskan lunglai tubuhku dari plafon lantai 5 hingga ke lantai basement.

Demi Tuhan mbak Maya, aku pasrah, aku terbuai, aku terpesona, aku terpana, aku lunglai, aku jatuh & aku terkoyak. Demi itu semua pula tolong bantu aku… mari kita selingkuh….& mari kita bercinta (volume 2)

Tinggalkan saja… pria separuh baya gendut, item, perut buncit, kepala botak, bogel, perokok berat dengan bau mulut asam busuk itu. Tak bisa kumengerti kenapa dia bisa menjadi pilihanmu.
Aku muntah tatkala membayangkan tubuh item bogelnya itu menindih tubuh molek & mulus tubuhmu. Brengsek !!! (Hmm aku racun saja pria itu dengan racun tikus.)

Pengedara B 12 HHH : “Tiiiin tinnnn tinnn Hoi.. gw sambit Lo ye. Udah lampu
ijo tuh…buruan jalan
Pengendara AB 218 TK : “Toooot.. toot.. toooot.. Hoii anj**ng Lo. Udah kering nih
kepanasan di lampu merah. Jalannn…..”
Pengendara B 1711 WL : “Asuuuuiii… buruan jalan atau gw tabrak mampus Lo”
Pengendara B 6143 EKW : “Danc***k mau mampus Lo… Udah lampu ijo tuh”
Pengendara B 6624 UNJ : “ Hoiii.. timpuk Lo ye. Dah telat nih..”
Pengendara B 4111 HP : “Mata lo pi***ck ya. Mau masuk IGD atau tanah kusir
Lo”
Pengendara B 6124 WAI : “B**bi ngepet Lo molor aja di lampu merah”

Oh mana… doble staterku. Oh.. mana setangku. Oh mana motor smash-ku…mana.. manaa.. mana… mana…

Briptu Norman Kamaru : “Selamat siang Pak. Mohon diperlihatkan SIM & surat-surat kendaraan lainnya. Anda saya tilang ….”

**Cerita ini hanya karangan semata. Kesamaan nama, tempat & kejadian hanya kebetulan saja


On 2009-02-13 , Handoko said...

"“Big Goss”"

On the subject of Uncategorized

Mbah sastro dikun Marcell Ruhut Sitompul Tukul Arwana

Jumpa lagi dengan nDimun Series.

Sudah seminggu ini nDimun nggak nongkrong di pos ronda RT 05. Dia lagi “selon” dengan sohib karibnya Radityo Sunarto atau yang akrab disapa “Tomblok”. Di hari Ultahnya akhir Desember 2008 kemaren, Tomblok cuma ngasih ucapan Selamat lewat facebook & kartu ucapan doang nggak ngasih kado apa-apa. Karena sebab itulah dia jarang nongkrong lagi di pos ronda. Setiap malam nDimun jadi ketinggalan gosip-gosip teranyar dari tomblok.

Merasa gelisah juga, akhirnya tomblok nyambangi sohibnya yang sudah 3 hari tidak nongkrong di pos ronda.
Tomblok : “Kemana aja Mun, kok sudah tiga hari nggak nongol di pos ronda”
nDimun : “Ah, lagi males aja”
Tomblok : “Eh tahu nggak Mun gossip teranyar pekan ini?” (dah mulai on-air nih).
nDimun : “Nggak tahu, memang ada gosip apa-an?”
Tomblok : “Tahu nggak si Dhidhie, AE TW. Gw lihat kemaren dia lagi kepergok jalan bareng di pasar Blok A lagi pilih-pilih sayur sawi ama Marcel. Gila nggak tuh”.
nDimun : “Ah yang bener lo mBlok.”
Tomblok : “Makanya nongkrong dong di pos ronda biar gak ketinggalan gosip.”

Keesokan harinya.

Tomblok :”Mun, semalem kok nggak nongkrong di pos ronda. Ada gosip baru lagi loh!”
nDimun : “Ah, gosip apaan lagi?”
Tomblok : “Setelah AE 1 TW selingkuh dengan Marcel, sekarang AE 2 TW, Naila ketularan selingkuh juga. Gw lihat kemaren dia lagi makan bareng di warung umat sama Tukul Arwana penyiar 4 mata itu lho!”
nDimun : “Ah, Serius lo mBlok !??”
Tomblok : “Makanya sering nongkrong dong di pos ronda!”
nDimun : (Keki mode on)

Hari ke-3 nDimun tak kunjung juga nongkrong di pos ronda.

Tomblok :”Eh mun, kok nggak nongol-nongol di pos ronda? Tahu nggak dunia entertainment lagi gempar lho. Udah denger belom kalau NBD TW ternyata juga nggak mau ketinggalan dengan yang junior. Semalem waktu gw berangkat ke pos ronda, gw lihat dia lagi nonton layar tancep di kawinannya kang Sukiran sama Ruhut Sitompul Caleg golkar & pengacara kondang itu lho.

nDimun : “Ah ngaco lo!!??”
Tomblok : “Makanya sekali-sekali nongkrong dong di pos ronda.”
nDimun : (Makin Keki mode on)

nDimun kesel diledekin terus sama Tomblok. Malam ini dia mo balas dendam sama Tomblok. Tidak bisa diprediksi apa yang terjadi, yang pasti bentrok pun tak dapat dihindari. nDimun malam ini bertekad menyambangi Tomblok di Pos Ronda RT 05.

Tomblok : “Eh ndimun tumben maen ke Pos Ronda.
nDimun : “Eh iya, ini gw lagi dapet gosip baru.”
Tomblok : “Nah ini dia, baru semalem nongkrong di pos ronda dah dapet gosip. Gitu dong. Ada gosip apaan Mun?”
nDimun : “Kamu tahu nggak mbah Sastro Dikun, duda jelek, bandot tua, yang sudah botak separoh, trus suka ngerokok kemenyan & boker di kali?”
Tomblok :”Oh mbah Sastro !!. Yang juga suka pake kolor ijo & minyak wangi nyong-nyong!!?? Kenapa dengan mbah Sastro Mun???”
nDimun : “Gw kemaren lihat dia lagi maen PS dipasar Paron ama seorang cewe!! Tahu nggak siapa tuh ceweknya??”
Tomblok : “Wah… tu bandot tua-tua keladi juga, emang siapa tuh ceweknya??”
nDimun : “Ceweknya tuh Lastri bini lo!!!
Tomblok : “Haaaahh..>!!!”
nDimun : “Makanya sekali-kali nongkrong dong dirumah jangan di pos ronda melulu!!”
Tomblok : “Glekkkk” (Gubrakk)

“Mohon ma’af jika ada kesalahan penulisan nama atau jabatan. Dedicated for trio kwek-kwek.”


On 2008-12-10 , Handoko said...

"“nDimun Serut”"

On the subject of Uncategorized

sawah-1.jpeg

Pemuda dalam balutan baju bekas eks Korpri pemberian Pak lurah desa Gelung berjalan menuntun sepeda ontanya menulusuri pematang sawah. Kulitnya hitam legam mengkilat terpantul cahaya pagi. Selegam nasibnya, sebagai buruh tani menjadi pilihan terakhir penyambung hidupnya bersama Sukiyem istri semata wayangnya dan empat orang anak. Sastro kencrit, Pariyatun, Selamet bengkring & yang bungsu Trimo. Kehidupannya “adem ayem” selaras dengan hawa pegunungan & sawah yang membentang di ujung desa depan rumahnya. Jauh dari sederhana sebuah rumah gubuk menjadi tempat mengayomi dan membesarkan anak-anaknya. Orangnya dikenal ramah & suka membantu. Kepolosan dan keluguannya memberikan citra seorang petani miskin yang iklhas menerima apa adanya kehidupan dia saat ini. Baginya berbagi kebaikan membantu orang lain adalah sebuah ibadah & anugrah dari Gusti Allah yang dia punyai selain kejujurannya. Mungkin hanya itu yang bisa dia abdikan kepada desanya.
Kebaikannya menjadikan dia disenangi warga desa Gelung. Tak sedikit warga yang minta bantuannya dengan beberapa lembar imbalan atau sekedar ucapan terima kasih. Setiap musim tanam ataupun musim panen, ia tak bakalan kehabisan job. Disela dua musim tadi dia banyak membantu di balai desa sebagai kacung kampret. Sebuah potret kemiskinan yang lekat dengan kehidupan masyarakat desa Indonesia saat ini.

Bekal hidup

Pagi ini yu Sukiyem isteri nDimun serut ngomel-ngomel. “Gimana sih Pak, udah harga-harga pada naik, Pak-ne masih nganggur, Ee.. minta sarapan telor ceplok. Sudah untung pagi ini bisa masak nasi sama sambel bajak. Jangan yang aneh-aneh apa Pak-ne.” suara yu Sukiyem menjadi lauk tambahan sarapannya pagi ini. “Sana apa nyari obyekan lain selama pak lurah nggak minta bantuan. Lumayan kan buat nambah beli terasi” pinta yu sukiyem.
Dengan langkah gontai & muka masam nDimun serut menuju bengawan solo yang berada di ujung desa tak jauh dari rumahnya. Di bengawan itu nDimun punya inisiatif mencari rezeki tambahan dengan meminjam perahu Kang Sukiran untuk dijadikan moda transportasi jasa penyeberangan. Dari pagi hingga menjelang duhur belum ada satupun rezeki yang mampir di perahu nDimun. Namun tak lama kemudian, dasar memang lagi rejeki segerombolan cewek-cewek mahasiswi dari UI Depok yang lagi KKN ingin mencoba nyebrang pake perahu nDimun.

“Pak nDimun sudah lama kerja jadi sopir perahu?” tanya Dhidhie membuka obrolannya. “Ah.. ini cuma iseng non, kerja sambilan, kerja pokok saya buruh tani” jawab ndimun.
“Pak nDimun sudah pernah belajar matematika nggak?” tanya Naila menyambung obrolan.
“Walah non yang penting saya bisa ngitung duit sudah cukup.”
“Wah.. tahu nggak Pak, dengan tidak belajar matematika sampeyan sudah mengurangi 1/4 bekal hidup Bapak.” jawab Naila
“Kalau belajar filsafat pernah nggak Pak?” sambungnya
“Apalagi itu non? Saya itu cuma pernah sekolah SD, itu juga cuma sampe kelas tiga non, belum pernah diajarin itu”
“Yah Pak, berarti 1/2 bekal hidup bapak sudah berkurang.”
“Kalo belajar sejarah pernah Pak?” tanya Chica menimpali
“Kalo sekedar perang Jendral sudirman saja saya sudah pernah dengar non.” jawab ndimun.
“Hah.. kalo begitu Pak ndimun hanya punya 1/4 bekal hidup saja!!!??” ekspresi terkejut Asti

Tak lama obrolan mereka berhenti.
Tiba-tiba perahu yang mereka tumpangi menabrak sebongkah karang. Brakk.. (wuih mirip kapal Titanic nih..)
Perlahan perahu mulai kemasukan air dari lambung kapal yang pecah. Ndimun berusaha keras menguras air dalam perahu dan mencoba mengatasi kebocoran. Namun, sepertinya sia-sia.

Ndimun : Non Dhidhie, non Naila, Non Chica & non Asti sudah pernah belajar berenang belum ?
Dhidhie, Naila, Chica, Asti : Belum pak, memang kenapa ?
nDimun : Wah berarti kalian sudah menghabiskan seluruh bekal hidup kalian karena sebentar lagi perahu ini akan tenggelam.
Dhidie, Naila, Cica, Astri : Wuaaa…..!!!!?????

* Ini hanya cerita fiktif belaka. Kesamaan nama, tempat & kejadian hanya kebetulan saja.


On 2008-10-15 , Handoko said...

"Sex in The Kost"

On the subject of Uncategorized

kost.jpeg

“Nah depan situ aja Ko gw turun” suara Radit melegakan konsentrasiku yang sejak tadi mencari-cari tempat yang dimaksudnya. “Nah ini rumah gw, Lo mampir dulu nggak. Gw bikinin minum kalo mampir, kalo nggak ya nggak gw bikinin”. ucap Radit basa-basi. “Oh, gitu ya? Ya udah gw mampir deh nyobain minuman sisa lebaran. Sia-sia gw nganterin lo nggak dapet apa-apa”.
Sembari menikmanti minuman, tak sengaja sih awalnya, aku menatap seseorang yang rasanya pernah ketemu aku, aku kenal & sangat tidak asing bagiku.
Daripada penasaran, aku sengaja mengamatinya sekali lagi. Yup! benar aku kenal sama dia. Untuk memastikan pengamatanku tidak salah aku tanya ke Radit. “Dit, cewek yang di depan rumah Lo itu siapa? Kok rasanya gw kenal sama dia?”. “oh, itu? Dia namanya mba Desi Ratnasari, Dia kost disitu sama suaminya setahun yang lalu. Kerjanya di Darmawangsa Square. Dia bekas guru biologi sebuah SMU didaerah Ngawi, Jawa Timur. Emang kenapa Ko, Lo kenal sama dia?”. “Tuh benerkan, ternyata tidak salah dugaanku.” gumamku.

Dan, dari sinilah awal kisah perselingkuhanku dengannya dimulai.

Tinggi semapai & putih bersih dengan dengan rambut lurus dihiasi tali air rambutnya yang menutupi kening dan pancaran matanya. Oh .. Mbak Desi Ratnasari, kamu masih seperti yang dulu. Lembut, anggun, ayu & sedikit sensual. Mantan guru biologiku ini sangat banyak dikagumi kaum adam di sekolahku, tak terkecuali anak didiknya termasuk aku. Kekaguman kami tidak hanya terpaut akan kecantikannya, iner beauty yang memancar dari dalamlah yang membuat magnet bagi besi-besi kekaguman kaum laki-laki. Guru bantu ini masih sangat muda hanya terpaut 5 tahun dengan umurku. Tutur katanya lembut namun tegas, tatapan matanya tajam penuh makna, langkahnya anggun berwibawa & kecantikannya luar dalam.

Dia hengkang ke Jakarta mengikuti suaminya yang dia nikahi setahun yang lalu. Dengan berbekal sedikit cuap-cuap sangat mudah baginya mendapatkan pekerjaan di sini. Dia diterima disebuah perusahaan Media sebagai Media Partner.

Keakraban kami diawali setiap siang di waktu istirahat makan siang dan petang sewaktu aku mengantarnya pulang. Disaat-saat itulah entah kenapa ada suatu rasa yang membuat dada ini berdebar. Hampir di setiap pertemuan aku lebih banyak diam. Aku masih menghormati dia sebagai Ibu guru sekaligus kakakku mengingat umurnya lebih tua dariku, jadi aku sangat berhati-hati setiap bertutur & menatapnya.

“Handoko, malam ini kamu mau nggak nganterin aku nonton film Laskar Pelangi? Aku lagi bt dikantor, suamiku lagi keluar kota & yang punya kost belum balik dari mudik” Deg.. debar-debar itu makin kencang mengguncang. Aku yakin tidak ada laki-laki lain yang bisa menolak permintaannya, begitupun dengan aku yang secara langsung merasakan tatapan mata iba-nya. “Baik bu, tapi kita jalan kaki saja ya motor saya kalau kehujanan mogok biasanya, toh nggak jauh juga kan tempatnya.” jawabku lugas & sesekali meliriknya. “Ok. nanti malem aku tunggu di kantormu lantai satu ya.!”

Gerimis tak jua berhenti. Hawa dingin menusuk kulit & hanya kehangatan yang kami butuhkan. Selama perjalanan pulang dari nonton rintik-rintik itu seolah menegaskan kepada kami sekali lagi bahwa kehangatanlah yang benar-benar kami butuhkan.
Sesampai di rumah kos mbak Desi, aku tak kuasa menolak permintaannya untuk mampir. Dengan baju pinjeman suaminya sedikit mengurangi beban dingin yang sedari tadi hinggap di badanku. Secangkir teh semakin menghangatkan obrolan kami berdua sembari sesekali menggigil menahan hawa.

Keheningan malam dan gemericik air hujan memabukkan obrolan kami yang sudah mulai ngalor ngidul hingga keakraban itu melewati batas . Aku juga sudah berani mulai tak sopan menatap kerlingan matanya. Dia mulai binal, cabul bertutur kata menembus imajinasi memuaskan hasrat terpendam. Hujan yang sudah agak reda malah membuat hawa bagi kami semakin dingin saja.

Sesaat obrolan kami terdiam, menelusuri jauh kedalam pikiran dan gejolak kami masing-masing. Meraba arah yang sama-sama kami tuju. Hening, diam dan berdebar-debar itu saja yang ada. Dan akhirnya sentuhan-sentuhan itu mulai terasa di belaian rambut, remasan tangan, sentuhan pipi dan akhirnya dikecupan bibir. “Aku menginginkanmu malam ini.. ” desahnya sembari membimbing aku ke kamar kos-nya. Aku tak bisa & tak pernah bisa membayangkan ini sebelumnya.

Malam makin larut. Pergumulan kami sudah tidak bisa terelakkan lagi. Ya.. aku tak kuasa menahan hasratnya, begitupun hasratku. Kami bersetubuh….

Gejolak itu akhirnya berhenti dengan sendirinya. Di hadapan dinding kamar itu pertanyaan-pertanyaan sudah mulai terjawab. Aku, mbak Desi & Radit.
Belaian rambut, sentuhan pipi & kecupan bibir dia sematkan sebelum akhirnya……..

“Mas… mas wis awan, jam setengah wolu saiki. Mangkat kerjo opo ora kowe. Saiki dino Senen lho biasane macet. Cah sekolah wis podo mlebu”. (“Mas.. mas sudah siang, jam setengah delapan sekarang. Berangkat kerja nggak. Hari Senin sekarang biasanya macet lho. Anak sekolah sudah mulai masuk“) Ooopss.. aku bangung menyadarkan diri. Hah… jam 7:30 hari Senin. Semua buyar ketika aku sadar istriku membangunkan aku. Brengsek… sialan…semprul…F@%$&&*Ck. CUMIIII…… CUMA MIMPI


On 2008-09-23 , Handoko said...

"Amal"

On the subject of Uncategorized

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke. Sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, “Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup. Dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit”.

Dengan lembut si Malaikat berkata, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi. Rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.

Tampa menunggu reaksi dari si pengusaha, si malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.

Kata Malaikat, “Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? Itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh, ” Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah. Hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini. Timbul penyesalan bahwa selama ini bahwa dia bukanlah suami yang baik. Dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya.. Malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini,penyesalan yang luar biasa. Tapi waktunya sudah terlambat ! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya,”Apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat, ” Ada beberapa yang berdoa buatmu.Tapi mereka tidak Tulus. Bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini. Itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik. Bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”. Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia. Tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! Kau tidak jadi meninggal,karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan. “Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri. ”

“Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU. Setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu. ”

Doa sangat besar kuasanya. Tak jarang kita malas. Tidak punya waktu. Tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia. Mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Hindarilah perbuatan menyakiti orang lain… Sebaliknya perbanyaklah berdoa buat orang lain.

Terima kasih

Karena pahlawan sejati, bukan dilihat dari kekuatan phisiknya, tapi dari kekuatan hatinya. Katakan ini dengan pelan, “Ya ALLAH, hamba mencintai-MU dan membutuhkan-MU, datang dan terangilah hati kami sekarang…!!!”. (dari: Nurfirman)

Pas banget rasanya artikel ini beredar di bulan Puasa. Met Puasa


On 2008-08-14 , Handoko said...

"Tasya I"

On the subject of Uncategorized

Tangisnya sesaat pecah, kemudian berhenti. Lelah mengurai air mata, terus menahan sakit entah dimana. Matanya kembali sayu, kering dan kemudian basah kembali oleh air mata kesakitan. 2 Pebruari 2008 lalu ia terbaring lemah tak berdaya Radang tenggorokan telah melenyapkan keceriaan dan teriakannya. Suhu badanya tinggi hingga 40 derajat celcius, badannya lemas, dan tidak ada makanan atau minuman yang mau masuk.
Sedih rasanya melihat dia manggapai tanganku seraya menangis, memohon dan berharap agar aku memaksa suster-suster itu berhenti menusuk-nusuk kulitnya mencari segaris nadi sebagai jalan masuk selang infus.
Entah sudah berapa kali tangisnya pecah seiring tusukan jarum-jarum suntik itu.
Andai rasa sakit itu bisa terbagi, aku akan mengambil bagian yang paling banyak, atau semua akan aku ambil hingga tak berrsisa untuknya.
Ufhh ternyata begitu besar & mahalnya arti kesehatan. Tak berbanding dengan apapun yang aku miliki. Bahkan, sekarung uangpun tak akan bisa menggantikannya. Pun hasratku untuk menggantikannya berbaring disana kesakitan. Kesabaran hati dan keikhlasan yang hanya bisa sedikit menawarkan racun penyesalan yang selalu bias setiap mendengar tangisnya. Hari-hari yang penuh pelajaran dan harapan. Allahu Akbar…


On 2008-08-04 , Handoko said...

"HP Nokia Hang !!??"

On the subject of Uncategorized

Pernahkah tiba-tiba HP kalian nge-hang atau mungkin sering muncul keterangan “memory full”? Padahal memorynya masih sangat mencukupi. Jika ada yang mengalami hal demikian, tidak usah khawatir dan repot-repot membawa HP kalian ke service centernya, berikut saya bagi tips bagaimana cara siple untuk me-reset HP kalian semua.
Jangan lupa ketika me-reset, back-up dulu data kalian agar tidak hilang. Bagi pengguna Telkomsel, bisa menggunakan fitur Telkomsel Pelindung Dataku.Caranya gampang, tinggal tekan *989# dan ikuti instruksi selanjutnya.
Phonebook, SMS, Kalender dan data-data penting bisa tersimpan dengan aman, dan dapat diambil sewaktu-waktu. Biaya berlangganannya cukup murah, hanya Rp 5.000,-/bulan. Murah bukan??

Ada 2 cara buat reset Nokia

1. Soft Reset
Untuk reset nokia yang hang / istilahnya cuman untuk reset atau restart handphone.. Kalian bisa ketik *#7780#.
Code diatas bisa me-restart handphone nokia kembali seperti semula tanpa menghilangkan data data atau software di dalam handphone.
2. Hard Reset
Code yg ini buat install ulang handphone nokia *#7370#.
Code diatas itu bisa me-reset Handphone nokia. Tapi code yg kedua itu lain dengan code yg pertama. Jika code itu di ketikan maka, handphone nokia tersebut akan hilang seluruh software dan data data yg ada di handphone. Atau dengan kata lain, handphone itu balik lagi seperti saat beli baru.
Disarankan buat kalian jika pengen reset handphone gunakan yang code pertama aja. kecuali jika handphone itu mengalami kerusakan seperti di bawah ini:

1. jika layar handphone cuman gelap item gak keluar apa apa dan tidak bisa booting.
2. handphone km bisa booting tapi cuman sampai “nokia” screen.
3. Jika kalian install software, tetapi software tersebut tidak bisa di uninstall.
4. Jika handphone kalian tidak bisa mendelete file yg ada di drive C.
5. Jika handphone kalian terkena virus dan tidak dapat tertolong lagi.

Langkah² untuk melakukan Hard reset setelah memasukan code nomer 2.

1. backup semua data yg ada di handphone ke tempat yg aman [bisa menggunakan fitur yang saya jelaskan diatas, karena semua file dan software di handphone akan terhapus semua.
2. pastikan batere handphone full.
3. matikan handphone.
4. tekan dan tahan tombol berikut ini secara ber-urutan.
- tombol dial warna hijau.
- tombol bintang (*)
- tombol angka nomer 3 (3) tahan sambil menghidupkan handphone kamu.
5. Jangan lepas memencet tombol angka 3 sampai keluar kata formating dilayar handphone kamu.
6. setelah beberapa saat, format akan selesai. dan skrg handphone nokia kamu sudah kembali seperti saat pertama kamu beli. (mariverika)

Selamat Mencoba ??!!


On 2008-04-11 , Handoko said...

"Hantu mobil"

On the subject of Uncategorized

Hantu mobil gak mau nongol. Tapi akhirnya mau nongol setelah dipanggilkan Jailangkungavatar29034_1.gif


On 2008-04-09 , Handoko said...

"Hantu mobil"

On the subject of Uncategorized

Suatu siang pk 12:00 di tol jagorawi KM 65. Konon katanya korban tabrak lari.


On 2008-01-23 , Handoko said...

"Tasya"

On the subject of Uncategorized

Bapakk……. mulut mungilnya berteriak memanggil dari hati hingga ke bibir. Lugas, iklhas dan penuh harap agar aku menoleh, menatapnya dan berharap senyumanku sebagai balasan atas usahanya berteriak. Dengan langkah kecilnya berlari menghampiri aku setiap dia rindu pelukan dalam gendonganku setelah sehari penuh nggak bertemu. Matanya berbinar bertanda ia senang malam ini ia akan ditemani bermain bersama. Tangan mungilnya bergelayut erat seolah tidak mau lepas. Berlari kian kemari mengeja kata a-i-u-e-o, bernyanyi dan tertawa lepas.
Keceriaan dan tawanya melunturkan kepenatan dan kejenuhan yang sempat terbawa hingga kedepan rumah. Hilang lenyap tak berbekas melihat ia menatap, tersenyum dan akhirnya berteriak Bapakk…
Matanya sayu setelah lelah bercerita tentang dunianya hari ini. Merengek berharap kasih sayang dengan sebotol susu. Dalam hangat dekapan malaikat penjaga malam, perlahan menjemut indahnya mimpi.

Bintaro, di tiap malam.