So Common, So Cheap

November 29, 2007

Orang Miskin Diinjak Orang Kaya #1

Filed under: CurCol — radit @ 12:51 pm

capitalism

Seberapa hidup kami dihargai? Seberapa hidup kalian dihargai? Bisa dibandingkan namun tidak bisa dibayangkan. Tidak cukupkah darah yang kami berikan demi keglamoran yang kalian nikmati. Sunat saja secuil emas yang kalian berikan pada kami sebagai simbol kebesaran kalian. Toh itu tidak akan terasa ketika ditumpukkan pada gunung emas kalian. Tapi cuilan emas kecil itu terlihat sangat besar di tangan kecil kami.

Proletar adalah alat. Tak lebih dari alat. Ya… kami memang alat. Alat yang terbalut seribu keterbatasan. Tapi alat ini masih memiliki jiwa dan harapan. Cuilan emas seharga 12.500 yang kau jarah dari telapak tangan kami adalah gambaran dari cukup besarnya kaki kalian untuk menginjak kepala kami.

Selamat buat kalian orang-orang kaya di atas bangunan yang mereka sebut Bank ***g*. Mulut kami bisa kalian bungkam, hak kami bisa kalian redam, tapi harapan kami tidak akan pernah terbenam.

To live working or to die fighting…

November 26, 2007

Hey kamu

Filed under: Tidak Lucu — radit @ 2:04 pm

Hey kamu,
tolong jangan gerogoti waktu berharga kamu dengan membaca rangkaian huruf tanpa makna ini. Tidak ada emas dan permata yang bisa kamu bawa pulang dari sela-sela bebatuan kusam ini. Semua cuma debu, debu, debu, udara, dan debu lagi. Hanya butiran debu yang siap menunggu untuk diterpa.

Hey kamu,
tolong jangan tikam kreativitas kamu dengan kalimat-kalimat bodoh di sini. Kebodohan bukanlah sebuah kekosongan belaka. Hanya sebuah botol kosong yang tersumpal apatisme. Tidak akan bisa diubah kecuali dipecah.

Hey kamu,
tolong jangan tambatkan mata kamu di coretan-coretan tak berarti ini. Coretan-coretan bertinta emas dan berlantun indah bisa kamu kagumi di lain layar, tapi bukan disini. Di sini hanya ada ketersesatan dan ambiguitas.

Hey kamu,
kerja. kerja.. Jangan nge-blog mulu.