0

Matter of Interview

Posted by stefani on Oct 18, 2010 in Food for Brain, musik

Saat lagi nonton American Next Top Model (yup! That’s my favorite tv show and I am not shamed about it) , Setiap minggu, para calon model itu diberikan tantangan. Nah, salah satu-nya tantangannya adalah mewawancarai seorang selebritis.

Well, banyak tips yang bisa dipetik. Terutama buat gue. Tapi sayangnya kenapa tontonan itu gak gue tonton sebelumnya? *sigh* Jadi, gw tidak harus menerima pelajaran in a harsh way…

Sebagai seorang content provider/content writer, you named it lah… gw bertugas meng-update web milik brand dengan berita2 terbaru. Terutama jika acara itu disponsori oleh si Brand tersebut. Nah, salah satu brand yang kantor aku pegang cukup sering buat acara dan mau gak mau, sebagai sponsor, mereka sering ingin kami punya special interview with the stars.

Pendek kata, 1-2 kali gue kedapatan untuk interview. Tapi sebagai lulusan anak sastra, ilmu jurnalistik gue dapat adalah saat gue bekerja di media. Learning by doing.  Gue sama sekali gak kepikir untuk membuka buku cara mewawancara yang baik ketika gue bekerja di media. Semuanya adalah Trial and Error.

Yup! Dari ditolak mentah-mentah kaya lalat yang tidak diinginkan, sampai terpana karena kecakepan si seleb itu semua gue lalui. But hey… from all there, I learnt some in do & don’ts in interview. Beberapa adalah yang gue dapatkan melalui pengalaman nyata. Tentunya ini semua adalah kesalahan yang pernah gue lakukan.

  1. Sebelum sesi wawancara, selalu siap dengan pertanyaan yang bakal mo ditanyain. Tentunya profil si artis perlu dihafal secara brief agar lo gak plonga-plongo nantinya. Dari facts – gossip terbaru. Dan kalo pertanyaan yang lo udah buat terasa basi, lo bisa ngarang2 dari info itu.
  2. Lupain deh tuuh pertanyaan ‘Darimana Inspirasi” atau “berdiri kapan” —-> so lameee. Apalagi jika si artis udah terkenal. Dia bisa mati kebosanan ditanya itu-itu lagi. Kudu update ‘what happened’ sama si Artis tuh sekarang.
  3. Lo ga tau harus tanya apa? Buat pertanyaan nyeleneh… yang gak ada hubungannya sama karya-nya. Misalnya: Bangun tidur ngapain? Sukanya sarapan apa? Lo punya  ‘pet’ ga? Apapun deh.. Kalo artisnya dah terkenal, orang pengen tau segala nya tentang mereka. Meski mungkin kenyataannya dia gak lebih manusia dari kita.
  4. Artis yang diwawancara punya karakter yang macam-macam.  Ada yang hobi ngobrol, lo pancing dikit, mereka bakal cerita panjang lebar. Biasanya mereka yang sekuter atau artis lagi promo kaya gini nih. Ada juga yang ngelantur kemana-mana. Maksudnya, lo tanya ke dia, dia malah ngajak ngobrol asistennya. Atau dia malah asik BB-an. Emang sih pengen jitak rasanya. Tapi, as interviewer, gak boleh. Tetep senyum, tanya ada apa, terus balikin fokusnya ke sesi wawancara. Intinya, kita yang pegang kendali.  Belive me… gak gampang!
  5. Oia, situasi wawancara juga gak mesti lo ama dia duduk manis saling berhadapan. Bisa duduk bareng di rumahnya, atau  sambil lunch di mall (ini kalo artisnya baek) atau lo nyela waktu saat red carpet atau sebelum mereka manggung. Kalo situasinya leluasa, biasanya lo udah janjian jauh hari sebelumnya. Tapi kalo Red Carpet dan sela-sela sebelum manggung… aduuuhh itu kudu cepat berpikir. Lo harus ngeluarin sisi paparazzi lo. Biasanya pertanyaan yang akan ditanya adalah situasi saat itu dan perasaan mereka. Ngomongin karya mereka saat mereka sedang dikejar waktu lo ga akan dapat jawaban yang memuaskan. Percaya deh…
  6. Satu lagi, Startruck! Buat yang kebetulan nge-fans sama artis yang diwawancara, jangan sampai lo kehilangan konsentrasi saat wawncara dia, betapapun mengagumkan dia. Lo gak mau dikatain bego di depan idola lo kan!
  7. Yang namanya interviewer emang kudu punya mental kaya paparazzi dikit-gak tau malu. Ada kalanya lo ditolak wawncara . Gak usah merasa spt lalat yang tidak diinginkan yaa… meski rasanya emang kaya githu. Resiko kerjaan sih. Namanya juga seleb.
  8. Satu lagi dink… kalo kebetulan artis yang dikejar orang bule, yah siap siap aja kuping dibersihin dan latian wwcr pake ingglish. Jangan sampai salah ngomong. Kadang kita tanya apa, mereka gak ngerti. Kecuali lo menyediakan jasa translator.

Meski gue pernah wawancara sana sini, gue masih jauh dari baik. Setiap mo wawancara pun, gue selalu sakit perut. Karena gue ingin semua perfek. Tapi, sejauh pengalaman gue, semuanya yang sudah gue jalani belum perfek. *sigh* Karena setiap situasi wawancara dan setiap sosok yang diwancara berbeda, sesi wawancara gak pernah sama. Bahkan Putra Nababan aja nervous waktu wawancara sama Presiden Obama. Jadi… kuncinya sih, pengetahuan luas dan kenali medan (baik dari profile wwncr dan bidang yang digeluti)

Cheerio…

Me_Lenka

The-Ataris

all pictures was photographed by Yulian.

Tags: , , , , ,

 
0

Musik loe sampe mana?

Posted by stefani on Mar 3, 2009 in musik

Sabtu kemarin gw datang ke acara sebuah perhelatan musik yang cukup besar di Tennis Indoor Senayan. Terlepas gw datang untuk meliput, gw ingin mengatakan proficiat buat pencetus acara itu!

Acara musik yang mengusung kata ‘Indiefest’ ini punya tujuan untuk meningkatkan kreativitas musik anak bangsa. Acara tersebut adalah anti klimaks dari sebuah festival band yang dicetuskan oleh sebuah brand rokok terkenal di Indonesia. Sebenarnya festival band seperti ini bukan barang baru. ‘Toko-toko’ sebelah juga sudah mengadakan festival serupa, namun konsep dasar band dari acara festival yang gw datangi ini berbeda dari yang ‘toko-toko sebelah’.

Tanpa mencoba mendiskreditkan ‘toko-toko sebelah’,gw cukup salut dengan komitmen yang dibuat dari pencetus acara ini yang ternyata sudah dilakukan sejak 2006 lalu. (Dan gw baru tahu tentang ini tahun 2008 kemarin).Biasanya yang namanya festival, pastilah brand or label yang mensponsori festival tersebut ingin band jebolan festival itu terkenal, komersil, dan musiknya didengar kemana-mana. Kalau mau komersil pastilah harus mengikuti kemauan pasar. Padahal kemauan pasar tidak stagnant. Boleh-boleh saja saat ini ST 12 atau Kangen Band atau bahkan semua band yang mengikuti aliran pop melayu lebih ‘terdengar’ dibanding band-band lainnya. Tapi ini buat berapa lama?

The BanerycrowdNaifThe Morning After

Ketika gw denger musik-musik mereka, terus terang, musik mereka asing ditelinga gw yang sudah terbiasa dengan aliran mainstream dari pihak-pihal label raksasa. Tapi uniknya, mereka punya komunitas yang loyal. Dan ini terlihat ketika gw datang ke konser sabtu malam itu. Para penonton semua sing along saking hapalnya. Dari sekian banyak band-band jebolan festival indiefest itu, cuma satu lagu yang terasa familiar yaitu Efek Rumah Kaca. Dan gw juga heran, karena sambutan untuk Efek Rumah Kaca lebih meriah dibanding ke Andra&The Backbone, yang menjadi bintang tamu juga. Hoho..suprise-suprise!

Hmm.. mengusung kata ‘indefest’ gw jadi bertanya apakah ini yang disebut musik indie? Gw sendiri gak begitu mengerti definisi ‘Indie’ tersebut. Ada yang bilang musik Indie adalah mereka yang melakukan proses rekaman sendiri, distribusi rekamannya sendiri, pokoknya apa-apa sendiri lah. Ada juga di beberapa blog bilang musik indie dalam genre sebenarnya gak ada. Itu hanya untuk membedakan mereka yang ada di aliran mainstream dan mereka yang diluar itu. Ada juga yang bilang, band indie berarti band-band yang masih amatir.Gw juga pernah baca kalau ada yang menganggap ‘Indie’ berarti aliran yang bertentangan dari mainstream label-label raksasa atau kasarnya bentuk pemberontakkan terhadap label. Waduuhh terlalu banyak definisi, akhirnya gw bingung sendiri.

Terlepas apapun definisinya (*minumnya pasti teh botol xxx) musik yang gw denger Sabtu malam itu lebih fresh dan original. Yang keren adalah ketika penonton justru antipati ketika host menyebutkan beberapa band yang justru lagunya heboh banget dan sedang wira-wiri di acara musik seperti Dasyat, Inbox, Derings dsb (yang suka diputer malam-malam dikantor oleh gw). Haha.. oke deh. Sekarang gw jadi tertarik untuk mendengarkan band-band jebolan Indiefest ini, bukan ikut-ikutan, lebih kepada memperluas definisi musik di telinga gw aja. Hehehe..

Which means..tujuan festival itu sukses! Musik mereka sudah terdengar..! (Walau baru di kuping gw aja) Well, saluut! buat yang mencetuskan konsep ini.Keep the good work!

Tags: , , ,

Copyright © 2012 Daily Bread All rights reserved. Theme by Laptop Geek.