0

Horee Theme baru

Posted by stefani on Oct 1, 2009 in Uncategorized

Asik.. akhirnya theme blog pilihan gw di-synch ke blog gw juga..makasih buat Jeffry. Hehe..Semoga semakin bersemangat buat nge-blog.

Tags: , ,

 
0

My Body is … (teruskan kalimatnya, tapi ga boleh negatif)

Posted by stefani on Sep 10, 2009 in Uncategorized

“Stef, kok loe bisa gak gemuk sih?” tanya seorang teman. “Iya nih.. makannya banyak kok tetep segitu aja..” balas yang lain.  Yeah..terima kasih teman-teman, i take that as compliment. Agak heran juga sih model kaya gw dibilang gemuk. Hehe.. belum liat gw dengan ‘birthday suit’ gw sih. Kadang-kadang gw pikir apa gw cacingan ya? tapi itu kan seharusnya perut gw membuncit *melihat ke arah perut yang buncit* (uoops..?!) tapi gw coba menganalisa kenapa sih banyak cewek yang merasa tidak puas dengan berat tubuhnya?Merasa tubuh orang laen lebih kurus, lebih putih, lebih tinggi, lebih eksotis, lebih imut-imut, lebih mulus, dan sejuta alasan lain.. Kenapa gak kita beranggapan seperti itu untuk tubuh kita sendiri.Gw sendiri sering juga begitu .. merasa ‘rumput tetangga lebih hijau’ tapi kalo dipikir.. kok ribet banget ya.. bagaimana caranya agar  mind set ky githu bisa diputer. Pas gw lagi gak ada kerjaan, dan browsing for any ideas, sebuah artikel di salah satu web menarik perhatian. Artikel itu minta kita meneruskan kalimat: “My body is.. (but no negative statement). Cool! Gw jadi terdorong mencari hal positif dari tubuh gw. Ini menurut gw cara bagus untuk mengeluarkan sisi positif tentang tubuh kita. Besides it is our own right!”My body is hell energic and strong. What i am proud of my body is it’s not get easily sick and tough – it is really kick ass. Love my body” . How bout you?Kl ini diterapkan dalam urusan pekerjaan, i wonder apakah itu bisa nge-push semangat untuk menjadi lebih baik?

Tags: , , , , , ,

 
0

Happy New Year 2009!

Posted by stefani on Jan 2, 2009 in Uncategorized

Yup! Udah taun baru (lagi).. tadi pas lagi mandi, gw sempat berpikir tahun baru, bakal mo ngapain? Yeah.. pastinya sih mandi dan berangkat ke kantor, sementara kakak gw masih bersembunyi dibalik selimutnya. Taon baru udah pasti mikirin resolusi..dan ini membuat gw berpikir, karena banyak banget resolusi tahun kemaren yang gak sempet gw wujudin. Salah satunya mencopot status gw as single to its complicated.. ha ha ha..kan jadi keren tuh kl dibaca di fs or fb. Hehe wait.. kenapa gak gw ganti sendiri ya? toh gak ada yang tau bener ato gak.. hahaha.. just a pathetic thought. Seperti mengirim bunga ke diri sendiri. (err…sempat terlintas sih hehe).

– damn! Handoko baru aja kasih yammer, kl hari ini Pak Bas gak masuk. Wekkss… bakal pusing mikir makan dimana.—

Oke, lanjut.. jadi apa sih sebenarnya yang mo gw tulis di blog ini dan mungkin blog2 lain gw yang sudah hampir 6 bulan terlantar. Bukannya gw gak suka nulis lagi, tapi ketika di depan hamparan layar putih, pikiran gw juga jadi putih.. aka blank gak tau musti nulis apa. Oke lah kalo nulis sesuatu yang stupid sih banyak.. tapi menulis sesuatu yang berisi dan menginspirasi.. err..kayanya gw bener-bener gak ada stock.

Seharusnya ya.. selama setahun ini, banyak yang bisa diceritain. 365 hari bow.. gak mungkin punya kejadian sama untuk diceritain. Pasti ada aja kejadian lucu atau pelajaran yang bisa diambil. Tapi untuk mengingat 365 hari kebelakang gak mudah kali yaa… apalagi gw yang suka lupaan. Kata orang, bagusnya pergantian tahun diisi dengan hening, merefleksikan apa saja yang sudah kita lakukan, apa saja yang sudah dicapai, apa saja yang masih harus dikejar dan bukannya karaoke sampai gila dan cheers ketika jam menunjukkan pukul 12.00. (ups!). Tapi lucunya, itu adalah sering menjadi aktivitas pergantian tahun baru. (maksud gw bukan karaoke). Iya.. kl ditanya, mo ngapain tahun baru? Rata-rata bbq, atau jalan2 lihat jalanan (aneh banget yaa) atau kumpul2 sama temen2.. makan2 sama keluarga…Gw pernah ditanya seperti itu sama temen gw, dan gw jawab: Tidur, dirumah. dan dia tertawa terbahak2.. apa ada yang salah?

Aniweeii… entah apa kegiatan pada tahun baru, bagi gw tahun baru sama seperti gw menyambut hari demi hari. Di benak gw ketika matahari menyongsong di ufuk timur, gw sadar, sebuah kesempatan baru diberikan. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Meski belum tentu hasilnya seperti itu ketika gw analisa sebelum tidur malam. Pemisahan tahun gw pikir supaya mudah saja membuat perencanaan, seperti 1 bulan terbagi jadi 30 hari, 1 tahun terbagi jadi 12 bulan. Kebayang gak sih kalo gak ada perhitungan kalender .. wait, gw sudah mulai ngaco nih.

Well.. hari baru di tahun baru… sebuah kelegaan besar pastinya, karena gw masih sehat sampai detik ini. Sebuah tarikan nafas panjang untuk menghilangkan segala sial di tahun lalu dan memulai dengan lembaran baru di tahun ini. Banyak kehilangan, namun banyak juga menemukan.. jika kita lebih ‘melihat’ banyak banget dari setiap menit, jam dan hari juga bulan, banyak banget kejadian yang membuat kita (terutama gw) belajar. Hidup ini sendiri memang penuh pembelajaran kan…

Jadi, kalo ditanya resolusi gw sendiri tahun ini, gw gak yakin bisa jawab juga sih..tapi gw yakin dan berharap tahun ini akan lebih baik dari tahun kemaren. Semoga pembelajaran yang gw dapat di tahun 2008 dapat memberikan perbaikan di tahun 2009 dan akhirnya kemajuan hidup gw (moral dan sosial). Wess…talk is cheap.  Bah.. sudah jam 9.42, saatnya mengakhiri wussy-wassy talk ini. Berhenti sejenak untuk memikirkan resolusi sudah berlalu, karena langkah kaki sudah menapaki hari-hari tahun baru. Yang bisa dilakukan sekarang adalah berdoa dan berusaha semoga ada perbaikan baru yang bisa menaikkan kualitas hidup gw.. karena yah..mau gak mau, hari selalu berganti dan mau gak mau kita harus juga menjalaninya(sebaik mungkin)..

So, Happy New Year 2009 guys! Selamat menjalani pertarungan baru lagi di tahun ini..

Ps: Gw masih aja belum kepikiran 1 resolusi yang serius nih… hehehe

Tags: ,

 
0

EYD oh EYD…

Posted by stefani on Oct 14, 2008 in Uncategorized

“Anjing dilarang Buang Sampah Di sini”, ketika saya baca, yang terlintas di pikiran saya adalah, sejak kapan ‘anjing’ bisa baca? Lalu ada tulisan lain juga yang seperti: “Nerima Ngawinin kucing”? Saya tahu sih maksudnya orang yang menulis itu tapi bahasanya itu lhoo. Tidak bisa komentar banyak deh.

Ngomong-ngomong soal bahasa, jadi inget salah satu acara Snap Shot di Metro TV yang membahas tentang penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat, dari pejabat sampai masyarakat awam yang tidak sekolahan sekalipun. Lucunya, banyak orang menggunakan bahasa campur alias memasukkan bahasa-bahasa lain ke dalam kosa katanya. Saya tidak akan menyangkal diri saya sendiri karena saya juga sering mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Tapi, dari situ timbulah keheranan. Kenapa ya bahasa Indonesia ‘tidak laku’? Padahal itu’kan bahasa Indonesia kita sendiri. Tapi entah kenapa, banyak dari orang-orang, justru lebih percaya diri jika saat mereka bicara dicampur dengan bahasa lain. Entah bahasa ‘prokem’ atau bahasa asing (inggris, dsb).

Ada yang menjawab, kosa kata bahasa Indonesia kadang tidak cukup banyak untuk bisa mewakili apa yang ingin disampaikan seseorang. Sebuah pendapat dari penulis kesukaan saya, Djenar Maesa Ayu, justru menggelitik saya sendiri. Dia mengatakan kalau bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk mempermudah menyampaikan maksud pikiran seseorang. Tapi, jika bahasa itu sudah tidak membantu seseorang untuk menyampaikan pikirannya, lalu bagaimana?

Lalu bagaimana? Apakah itu berarti sebuah bahasa akan mati? Bagaimana dengan bahasa Indonesia? Jika kita coba melihat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI), sebenarnya kosa kata bahasa Indonesia cukup banyak untuk bisa mewakili percakapan kita sehari-hari. Yah, tapi balik lagi, siapa yang setiap hari melihat ke KBBI?

Media sebenarnya adalah cara yang tepat untuk menyampaikan kepada masyarakat bagaimana bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahwa banyak juga kosa-kata bahasa Indonesia yang bisa dipakai untuk menggantikan beberapa ungkapan yang lebih sering dan mungkin lebih keren dalam bahasa asing. Selain itu, para menteri dan aparat pemerintah juga bisa memberi contoh dengan menerapkan budaya berbahasa Indonesia. Tidak perlu yang EYD banget deh, tapi setidaknya mengurangi pemakaian kata-kata bahasa Inggris jika memang ada padanannya di bahasa Indonesia. Inipun bisa diterapkan oleh kita masing-masing agar bahasa Indonesia kita tidak mati dan kalah pamor sama bahasa asing. Lagipula, kalau bukan kita yang mengembangkan bahasa Indonesia, siapa lagi dong? Jangan sampai bahasa Indonesia diakuisisi oleh bangsa lain. Cape dehh..!

Beberapa kata bisa mulai dipraktekkan:

Mouse (komputer) = tetikus; Men-download = mengunduh; Meng-up load = memunggah. Pembantu rumah tangga (PRT) = Asisten Rumah Tangga (AST)

Untuk perubahan PRT menjadi AST sepertinya akan membuat AST semakin ‘diawang-awang’ nih.. hehehe.

Salam,

Tags: , , ,

 
0

Buat Jeffry

Posted by stefani on Aug 28, 2008 in Uncategorized

Makasih ya Jeff.. blog gw dah di sinergis-kan… eh sindicate, eh agregate.. apa sih istilahnya? Ya itu deh..

Sekalian mo test segala. Gak usah serius2 bacanya..nothing important kok! Heheeh (peace!)

Tags: , ,

Copyright © 2012 Daily Bread All rights reserved. Theme by Laptop Geek.