Penelitian Mengenai User Generated Content #1

Thursday, May 10th, 2007, By
Filed under: Online Media

 

# Yahoo! Pyramid

Penelitian ini memperlihatkan bahwa para pembuat isi “user genereated” ternyata sangat kecil. “hanya 0.16 persen dari visit ke YouTube dilakukan oleh user yang memang ingin melakukan upload video sedangkan sisanya masuk ke YouTube untuk melihat saja. Hal yang sama terjadi pada Flickr, dimana hanya 2/10 dari 1% visit ke flickr dilakukan untuk upload photo baru.” (hasil penelitian oleh Hitwise)

Bahkan wikipedia, sebagian isi yang dimilikinya dikontribusikan oleh 2,5% dari keseluruhan user.User disini disebut sebagai log in user. Yahoo! Pyramid merupakan piramida yang menggambarkan mengenai produksi content. Dari piramida yang terjadi (lihat gambar)

  • 1% dari pengguna kemungkinan akan membuat grup (membuat thread didalam sebuah grup) [creator]
  • 10% dari pengguna mungkin akan berpartisipasi secara aktif dan akan mengkontribusikan isi (membuat yang baru atau merespon) [synthesizer]
  • 100% dari pengguna akan mengambil manfaat dari akvitas yang ada [consumer]

Hal yang patut disimak adalah:
Kita tidak harus mengubah 100% dari pengguna untuk menjadi mereka yang aktif. Karena memang social networking tidak butuh 100% partisipan aktif untuk bisa menghasilkan great value. Karena sebenarnya tantangan yang dilewati konsumen untuk bertransformasi dari hanya consumer ke synthesizers hingga akhirnya menjadi creators adalah sebuah filter tersendiri. Selain itu dalam piramida yang ada creator jugalah seorang consumer.

  • Untuk menghilangkan halangan partisipasi, salah satu caranya adalah mempermudah proses produksi dan konsumsi isi.
  • Interestingness. Bagaimana cara paling efektif untuk mengajak pengguna memberikan kontribusi. Salah satu contoh paling baik dilakukan oleh Flickr. Cara yang paling umum untuk dilakukan untuk menentukan foto2 yang menarik dalam flickr tentu saja dengan memberikan rating, namun kenapa orang memberi rating?

Alhasil biasanya diadakan pemberian hadiah atau skenario kemenangan tertentu. Namun cara ini tidak dipilih flickr, flickr memilih cara yang lebih halus yaitu dengan menentukan menarik/tidaknya foto dari perpaduan banyak hal:

  1. jumlah view
  2. jumlah foto difavoritkan (oleh siapa)
  3. jumlah komentar sebuah foto
  4. etc

Semua berjalan natural dan ternyata strategi ini berhasil. Tanpa keharusan untuk melakukan voting dan mengganggu proses alami berinternet, flickr mampu menampilkan isi yang prima.

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010