Aku Si (Internet) Seleb
Aku, kamu, dia dan mereka kini bisa jadi seleb! Segitu mudahnya? Iya lho segitu mudahnya. Karena sekarang internet telah memberikan standar baru untuk ukuran selebriti. Sekarang ukurannya bukan lagi my “15 minutes” of fame atau dengan kata lain mencoba ikut-ikut acara reality show, karena ukurannya sudah menjadi “15 people” of fame.
Kenapa 15 people? Karena sekarang internet memberikan kesempatan bagi “aku, kamu, dia dan mereka” untuk memegang kendali. Ibaratnya menciptakan micro-seleb hanya dengan satu buah klik. Baru-baru ini hal yang kurang lebih sama dikemukakan oleh David Weinberger (dari Harvard Berkman Center for Internet and Society) dalam sebuah seminar.
Seleb tradisional seperti Paris Hilton, Britney Spears or mungkin disini Mayang Sari dan Dewi Persik memperoleh status ke-seleb-an mereka dari berapa banyak majalah/tabloid yang memberitakan mereka, berapa banyak TV yang melakukan interview dan berapa banyak ibu-ibu yang menggosipi mereka. Seleb internet beda! Karena ketenaran mereka dibangun dan didapat secara lebih personal. Mereka tenar karena apa yang mereka lakukan di internet, content dalam bentuk video, foto atau tulisan sukses menarik interest orang-orang.
Apa yang membuat sebuah content sukses sedang ribuan content lain gagal menarik perhatian orang? Kalau saya dan para ahli tahu, mungkin kamilah yang akan menjadi seleb. Word of mouth (WOM) dari sebuah content adalah salah satu aspek dari perbedaan seleb internet dan seleb tradisional. Ide content adalah segalanya dan mungkin kunci kesuksesan WOM. Selain WOM, traffic juga jadi salah satu hal yang penting. Mendapatkan berkah traffic dari Slashdot, Fark, Digg atau Reddit mungkin bisa membantu kadar ke-sebel-an seseorang.
Di tangan seleb tradisional, ketenaran adalah kelangkaan. Mereka yang dapat memperoleh telur dinosaurus pasti akan mendapat ketenaran, mereka yang dapat berjalan dengan tangan ketika kita semua berjalan dengan kaki akan mendapat ketenaran. Namun ketenaran di internet berbeda, karena disini semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa jadi tenar. Ketenaran itu bisa jadi milik kita.
Source formulated from Time with additional sparks here and there