Indonesia Bangkit
“Angkat tangan mu untuk Indonesia!!” (sambil bernyanyi bersama dengan lagu dari Pandji.)
Hampir 1 minggu sejak Hari Kebangkitan Nasional yang ke 100. Sebenernya saya ingin posting di hari itu, tapi karena berbagai kesibukan akhirnya baru keluar sekarang.
Entah kenapa momen Kebangkitan Nasional kali ini terasa agak berbeda untuk saya. Mulai dengan Thomas-Uber yang bisa diharapkan jadi momentum Kebangkitan Nasional, pidato Presiden (thanks to pak Nukman catatan pidatonya) mencanangkan “Creative Economy” didepan Bill Gates, pencanangan “Indonesia Bisa!” pada perayaan 100 tahun Kebangkita Nasional di Senayan dan lainnya.
Saya juga nggak ngerti kenapa menjadi tergetar ketika melihat PSA yang ada Deddy Mizwar nya. Kalimat dia kira-kira begini:
Bangkit itu Susah…
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senangBangkit itu Takut…
Takut untuk korupsi
Takut untuk makan yang bukan haknyaBangkit itu Malu…
Malu menjadi benalu
Malu karena minta meluluBangkit itu Marah…
Marah bila martabat bangsa dilecehkanBangkit itu Mencuri…
Mencuri perhatian dunia dengan prestasiBangkit itu Tidak ada…
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asaBangkit itu aku…
Aku untuk Indonesia-ku
(terima kasih untuk Cosa Aranda atas catatan teks nya, kok ya bisa-bisa nya dapet teks nya tuh lo).
Sejak diingatkan oleh iklan-iklan pengingat 100th Kebangkitan Nasional entah kenapa rasa nasionalisme saya jadi mudah tergugah. Kemudian saya berpikir “gue tuh cheesy banget nggak sih kepikir kaya gini… kok kayaknya jadi orang asing ketika bangga dan ingin jadi bagian dalam memajukan Indonesia”.
Saya percaya saat ini banyak sekali orang (terutama yang muda) yang apatis dengan Indonesia. Sekolah di luar nggak mau pulang, pas udah kembali kerja maunya di luar negri (tapi ya tetep aja masih cari kerja, disini), nyela-nyela keberadaan Indonesia terus, mulai dari prestasi, transportasi, kebersihan, ketertiban, dan lain-lain…
Karena itu lah saya jadi merasa aneh.
Teman saya sering bilang “jual aja negara ini”, buat saya agak menyebalkan. Tapi saya percaya dia punya maksud lain dibalik kata-kata nya itu.
Tidak Seorang Diri.
Tapi setelah saya pikir-pikir masih banyak juga kami yang muda dengan semangat yang sama. Pandji Pragiwaksono salah satu nya, yang lagunya mengiringi posting ini. Musisi yang bisa membuat lagu dengan tema kebangsaan, dan lagunya bisa jadi theme song mewakili Indonesia, menurut saya musisi yang cukup smart. Eros (SO7) dengan lagu Bendera ciptaannya yang dinyanyikan oleh Cokelat. Lagunya jadi theme song di banyak kesempatan.
Posting-postingan Pandji di blog nya pun belakangan bertema provokasi untuk bangkit ber-inovasi dalam menyuarakan aspirasi rakyat.
Ada juga rekan yang mem-push akan bangkit nya UKM Indonesia untuk menggunakan jalur Internet. “UKM Goes Online“ katanya.
Dan masih banyak yang lainnya.
Kami dalam Indonesia Bangkit.
Apa yang kami lakukan dalam Indonesia Bangkit?
Kami membuat perusahaan dengan tujuan berbagi rejeki dengan rekan kerja, membuka peluang kerja.
Di Hard Rock FM ada slogan “Tunjukkan Karyamu”
Think.Web adalah karya kami.
Think.Web berisi seluruhnya jebolan sekolah dalam negri. Dan cita-cita kami adalah mengharumkan nama bangsa lewat brand Think.Web.
Sound’s cliche? Well what did you do untuk bisa mengangkat nama Indonesia??