Bukan Pernikahan Dini
Kalau pernikahan dini, dua pihak yang menikah biasanya belum siap. Kadang ini yang terjadi untuk pernikahan sebuah acara TV dan website. Tapi, saya baru saja menemukan bahwa kadang panah cupid menancap ditempat yang tepat. Kalau sudah begini hasilnya: A marriage made in heaven. Ini yang terjadi ketika saya menemukan website acara TV fave saya. Acara TV yang saya gandrungi ini termasuk dalam kategori a must seen TV shows. Project Runway. Yes it’s girly and gayly but I couldnt resist watching each and every episodes of project runway.
Lho kok jadi part english part Indonesia like Chincha Lawra?
Setelah lama mengikuti episode per episode, saya memang agak telat dalam mencari perkembangannya dalam dunia online. Tapi ketika menemukannya, whoa…saya terkesima karena ternyata supporting onlinenya termasuk bagus. Bagus dan lengkap. Saking senangnya saya, saya terkena euphoria dan agak bingung kemana harus melangkahkan mouse. Yang saya kunjungi adalah web project runway buatan bravotv, pembuat acara TV yang sepertinya memang senang dengan reality show.
Mulai dari hal-hal standar yang dicari para pecinta sebuah acara:
- keterangan soal si acara TV mulai dari about, behind the scenes, bio each contestant dan juga sang juri, final collection photos,
- untuk interaktifitas, ada message board, games, mobile, rate runway
- Lainnya? Masih ada expert advice, widget
Walau nggak ngulik dalam-dalam, tapi saya cukup senang. Ada media yang mau memanfaatkan habis sebuah acara yang bagus, dan diangkat ke dalam website dengan konsep dan isi yang juga bagus. Memang harusnya acara TV yang memang sekiranya bagus ditunjang dengan keberadaan website yang lebih dari hanya sekedar menampilkan sinopsis, foto dan biodata pemain saja. Perlu analisa dalam untuk bisa mengeluarkan fitur yang memang sesuai dan bisa diterima para penonton acara yang bersangkutan. Soalnya membuat website bukan seperti proses “bertemu-one night stand-besoknya menikah”.
“Auf wiedersehen!”