Kandang Burung
Apa menariknya sebuah kandang burung? Saya juga kurang bisa menangkapnya. Kecuali mungkin bagi para burung aficionado (hum kalimat ini konotasinya agak aneh ya?). Nah saya masih tidak menangkap mengapa sebuah kandang burung punya arti yang sangat besar, apalagi ketika saya membalik-balik halaman sebuah majalah franchise ibukota dan menemukan si kandang burung ini muncul di beberapa halaman dalam satu edisi.
Kandang burung yang dalam bahasa inggrisnya dinamakan bird cage yang sedang saya bahas disini adalah salah satu tempat makan yang mungkin akan jadi tempat yang hip dalam beberapa saat lagi (gimana ngga, promonya gila-gilaan). Di salah satu majalah franchise ibukota yang tadi saya sebut diatas, pada edisi Juni 2008, coba deh buka halaman 196. Saya mulai dari paling belakang yah, karena saya suka membaca majalah dari belakang.
Review 1
Si bird cage ini hadir di bagian buzz nightspot (halaman 196). Dalam review pertamanya ini, promosinya memang tidak terlalu bombastis, namun imagenya mendukung. Dikisahkan bahwa interior bird cage didominasi kayu dengan jendela super besar untuk memaksimalkan pencahayaan. Kemudian diterangkan juga kalau tempat ini menawarkan koleksi wine beragam (dan murah) serta koleksi martini yang katanya “juara”.
…dari imagenya saya lumayan tertarik untuk hadir mencoba duduk di posisi paling dekat kaca yang menghadap ke luar, sepertinya akan menyenangkan
Review 2
Secara spektakuler si bird cage ini hadir di 1 halaman sebelum buzz nightspot, yaitu di buzz dining (halaman 195!). Karena gak percaya saya sampai membaca ulang lokasi Bird Cage: Wijaya 9 no 23, yap sama persis. Ga salah ini restoran yang sama. Untungnya foto yang ditampilkan berbeda, kalau sama sih namanya copy paste yah. Apa yang dibahas sih kurang lebih sama, tapi penggunaan katanya agak sedikit berbeda. Tapi ya itu intinya sama sih, dominasi kayu, disekelilingi pepohonan dan jendela besar.
…dari penggambaran dan kalimat-kalimat ajakannya saya belum terlalu tertarik. Saya jadi bertanya-tanya keputusan dari review 1 tadi
Review 3
Daaan ini review penutup di halaman 14 bagian mens special edition. Ok secara struktur dia ada di sisipan sebenarnya. Tapi tetep lah, muncul 3 kali dalam 1 edisi. Pencapaian yang spektakuler. Yang ini gaya penyampaiannya juga paling beda diantara 2 artikel sebelumnya. Penggambarannya lebih menarik, mulai dari saran untuk memilih tempat outdoor untuk mereka yang ingin santai karena disana ada sofa bed atau mengarahkan kaki ke lantai 2 untuk mereka yang suka dengan gaya vintage sekaligus menikmati kandang burung yang diletakkan di langit-langit.
…yak akhirnya saya tertarik lagi untuk datang ke Kandang Burung ini.
Weekend ke Bird Cage ahh…haha terkena promosi 3x berturut-turut dalam majalah. Seperti iklan murah yang diulang 3 kali yah.
Rama’s Think:
Bisa ada 2 kemungkinan sih. Disengaja atau tidak.
Disengaja karena si tempat itu minta dipromosikan di majalah secara soft sale (jangan-jangan ada kesamaan secara kepemilikan hehehe).
Tidak disengaja, kalo ini sih lebih kepada kelalaian editor-in-chief nya. Dalam 1 edisi mengulang topic yang sama (lebih-lebih dengan tulisan yang mirip) kan bukan sesuatu yang baik.