Ayo Sumbangkan
Kalau sebelumnya saya sering sekali mendengar kata ambience ad, sekarang sepertinya saya sering membaca mengenai instalation yang dipakai sebagai sebuah medium iklan (Installation Advertising). Sebenarnya hasil akhirnya sama, iklan dengan memanfaatkan media luar ruang dan non-conventional medium untuk beriklan. Seorang penulis dalam blog yang berjudul Advergirl mendefinisikan installation ad ini sebagai sebuah cara untuk “berbicara” mengenai brand dalam lingkungan yang benar-benar non corporate.
Saya belum mengulas lebih dalam mengenai instalation ad ini, karena lebih tertarik untuk membahas contohnya dulu. Ini memang sebuah iklan yang ada di luar negeri (kali ini contohnya dari luar dulu yah, karena kebetulan saya belum sempat mencari contoh yang didalam negeri).
Karya yang ini dibuat oleh JWT New York. Iklan ini ditujukan untuk mendukung kampanye pengumpulan pakaian untuk para tunawisma yang memang setiap tahun dilakukan oleh JWT. Ad ini ditujukan untuk internal JWT. Sebuah gambar pria tunawisma dibuat di lobi kantor JWT oleh Julie Rutigliano. Nah gambar pria tunawisma ini dipenuhi gantungan di beberapa bagian tubuhnya. Jadi orang yang ingin menyumbangkan pakaian tinggal menggantungkannya di gantungan tersebut. Selain itu instalasi ini juga diperkuat dengan copy text: “Donating your coat wont stop people from sleeping on the streets but it may stop them from dying on them”
Kenapa instalation ad ini menarik? Buat saya karena idenya ringan dan menyentuh. Kalau dilihat-lihat lagi, pas. Yang menarik lagi, pakaian yang berhasil dikumpulkan 4x lipat lebih banyak dari yang sudah diantisipasi dan hasilnya instalasi yang terpasang terlihat seperti tunawisma yang tadinya tidak memiliki pakaian menjadi tunawisma yang berpakaian.
Rama’s think:
Di Indonesia karya seni instalasi masih belum mendapat ruang. Orang yang bisa mengapresiasi juga belum banyak. Yang lebih bingung lagi, kenapa Ambience Ad. di Indonesia nggak berkembang ya? padahal Ambience Ad. sangat dekat dengan people experience.