Sama Jurusnya

Monday, July 21st, 2008, By
Filed under: Personal Anan

Seharusnya saya sudah tidur. Tapi karena satu dan lain hal, mata gue masih terbuka lebar sekali. Alasannya, selain sedang sibuk membuka mindjet dan menuangkan pemikiran, gue masih bangun gara-gara film ini nih:
FLASH GORDON

Gue juga bingung ngapain Trans masang FLASH GORDON setelah Charlie’s Angels. Mungkin mereka memasang dengan alasan menyamakan tema, tema hero/action. Jadi target audience yang menonton kurang lebih akan sama. Tapi apakah pecinta film action akan suka film action/hero dari dua dekade yang berbeda? Film Charlie’s Angels yang dipasang adalah keluaran tahun 2000 sedang film FLASH GORDON rilisan tahun 1980. Apa dampak 20 tahun dalam dunia perfilm-an? Ya ampun dampaknya ternyata banyak banget. Setelah melihat seri pertama dari film Charlie’s Angels, melihat FLASH GORDON menjadi seperti melihat film komedi. Yang ada jadi ketawa terus. Padahal film FLASH GORDON ini pada masanya bisa menjadi nominasi beberapa penghargaan kelas dunia, seperti BAFTA dan Hugo award di tahun 1981.

Setelah tertawa-tawa bahagia ditengah malam melihat film ini, sebuah pembahasan mengenai film ini pun digelar:

teman: dulu tuh gua liat awannya keren bgt
gue: hah? asep2an itu? yang warnanya kaya cet kalo dicampur?
teman: yg merah2 campur jingga ungu2lembayung gitu deh
teman: dulu tuh liat keren
gue: hehehe gue ga berenti ketawa lho tadi. itu tahun berapa ya buatnya?
gue: dulu banget gue juga pernah liat dan gue menganggap keren

(harap diingat, ini pembicaraan di jam 2 pagi, jadi mohon maklum jika agak aneh)

gue: dia (FLASH GORDON) tu kekuatannya apa si?
gue: kok disepanjang film gue ga menemukan kekuatannya dia apa
teman: oiya, kali ini pertanyaan lu bagus
teman: kekuatannya… kekuatan cinta!

Serentak setelah gue melihat jawaban itu gue kembali ketawa. Ini kan film soal superhero yah. Dan kekuatan superheronya adalah kekuatan cinta? Gue jadi membandingkan FLASH GORDON dengan yang ini:

[youtube]pDT5aH_EXlA[/youtube]

Ok, perbandingan yang agak jomplang. Tapi dua-duanya kan punya strategi kekuatan yang sama yaitu kekuatan cinta. Dan dimata gue Care Bear itu termasuk kategori pahlawan super, karena mereka selalu menolong. Memang mungkin kalau disejajarkan dengan para hero-hero jaman sekarang, sepertinya kekuatan cinta ga ada apa-apanya. Gila film superhero sekarang kan senjatanya canggih-canggih. Tapi sewaktu gue kecil (paling ngga di era 80-an dan awal 90-an) sepertinya kekuatan yang paling kuat itu adalah kekuatan cinta memang. Sailor Moon saja selalu “menghukum” para lawannya dengan kekuatan cinta.

Jadi mungkin, pahlawan era 80-an itu kalau bertarung rata-rata akan bilang:
Dengan kekuatan cinta.. akan menghukummu

Rama’s Think:

Sepertinya di era 80-an memang Cinta punya translate ‘lain’ dalam hal-hal yang cenderung terlihat ‘keras’. Rock Glamour atau band-band rock jaman 80-an walaupun gondrong tapi tetep aja lagu-lagunya juga manis tentang cinta (beberapa rocker malah emang dandan nya juga manis beneran).
KISS aja (this is early 80′s kan ya?) Dandanan sangar tapi ya musik nya nggak segahar itu.

Mungkin juga ada pengaruh-pengaruh Love Generation dari 70′s?

What do you think guys?

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010