- analyst
- Analytics
- Analytics Goal
- Analytics Opinion
- Application
- Applications Economy
- Basic Metrics
- Book
- Event
- Facebook Application
- Featured
- General
- goal value
- Headline
- Marketing
- Online Business
- Online Media
- Online ROI
- Personal Anan
- Personal Rama
- Portofolio
- Product
- Radio Show
- Random Thought
- Review
- Slide
- Social Media Marketing
- Social Networking
- Think.Web
- Tujuan Pengukuran
- Uncategorized
- Uniquely Advertise
- Visit Value
Trialogue
Membacakan puisi, berdeklamasi atau membacakan cerita adalah beberapa dari kegiatan Monologue. Dimana ada seseorang yang bertugas menjadi source dan ada beberapa orang yang dengan setia mendengarkan dan mengambil peran sebagai receiver. Jadi pola komunikasinya adalah: source -> receiver
Kalau bosan bermonologue, para pecinta sastra kemudian menghadirkan percakapan timbal balik dalam drama. Para aktorpun mulai berdialog. Terjadi timbal balik gagasan dan ide antara satu orang source dan satu orang receiver. Ingat kata kuncinya ada di masalah timbal balik tadi. Jadi pola komunikasinya adalah: source <-> receiver
Kalau monologue dan dialogue di dunia sastra diambil untuk dunia online marketing. Campuran monologue dan dialogue terjadi silih berganti. Sebuah news di sebuah portal adalah monologue gaya online, sebuah chat room atau instant messenger adalah sebuah dialogue.
Uniknya, dunia baru satu ini juga memungkinkan satu lagi jenis komunikasi baru. Word of mouth yang terjadi dalam dunia online. Peluncuran sebuah film misalnya, sebelum diluncurkan, sang pemilik film bermonolog, memperkenalkan filmnya. Para penerima pesan karena tertarik dengan monologue sang source kemudian berdialog, namun dialog disini terjadi diantara sesama receiver. Dan yang menarik pada akhirnya source hanya perlu berkomunikasi pada beberapa receiver dan para receiver akan melakukan amplifikasi pesan terhadap sesama receiver. Jadi pola komunikasinya adalah: seource -> receiver dan receiver <-> receiver. Pola trialogue ini sebenarnya bisa diaplikasikan untuk bermacam brand, terutama ketika mereka melakukan promosi (produk baru, kemasan baru, servis baru, anything).
Bagaimana cara komunikasi seperti ini memberi manfaat kepada para pemasar online? Gampang, cobalah untuk melakukan online monitoring di social media, tempat user biasa berada. Kemudian lihat:
- Semakin positif komentar yang didapat dari amplifikasi pesan yang digaungkan oleh para receiver, maka semakin besar kemungkinan brand atau apapun yang dikomunikasikan oleh source akan sukses.
- Selain itu semakin besar amplifikasi (dalam artian semakin banyak receiver yang membicarakan, diluar hasil positif atau negatif yang didapatkan), maka kemungkinan pesan yang dikomunikasikan sukses akan semakin besar lagi.
Kalau belum terpanggil hatinya untuk bisa menciptakan trialogue dalam komunikasi online yang dipunya, wah sepertinya better start now. Karena terus terang, monologue sangat membosankan! Dialog bagus cuma terjadi di film karya segelintir sutradara bagus! Yang dibutuhkan adalah gosip terkini dari sekumpulan ibu-ibu penggosip! Be aware of this:
“consumers will always talk about brand, you’d better tap into the hottest gossip and get them talking (about your brand offcourse).“
Source: courtessy of 360 digital influence
Tags: communication Internet Marketing Social Media Marketing
