Hindari Bad Press

Thursday, September 18th, 2008, By
Filed under: Online Media
Pemberitaan buruk alias bad press tidak hanya terjadi di surat kabar atau TV saja, belakangan bad press lebih cepat menyebar melalui online publicity. Berterimakasihlah pada user generated content atau juga maraknya citizen journalism online. Nah ketika masalah ini terjadi, apa yang harus dilakukan? Cobalah untuk melakukan Search Engine Optimization (SEO).
 
Kenapa SEO? Mari, let us share you a fact:
  • bad or good publicity mengenai brand akan hadir dalam versi online. Dan hampir 50% dari traffic yang datang ke sebuah situs biasanya dihasilkan oleh Searh Engine dan sisanya masuk melalui direct URL ataupun refferal (link) dari situs lain.
  • 85% pengguna internet menggunakan Search Engines untuk menemukan situs/produk yang dicari

Nah dilihat dari dua fakta tersebut, limitasi bad press memang dapat dilakukan dengan SEO. Caranya ada dua:

1. Fokuskan pada keyword yang akan memberikan image positive pada brand
Biasanya user akan mengetikkan nama brand atau nama perusahaan sebagai keyword untuk mencari sesuatu yang terkait dengan brand.  Cobalah untuk mengoptimasi keyword ini, agar hasil pencarian menghasilkan link yang brand-friendly.

Dengan melakukan hal ini, berarti Anda juga telah mengoptimasi produk untuk membangun image baik brand. Dengan demikian link brand-friendly akan mendorong bad press dari posisi halaman pertama atau kedua di search engine, dan memperbesar peluang user untuk menemukan berita baik mengenai brand

2. Link building
Bad press biasanya masuk dalam peringkat atas karena adanya link building. Komunitas online dapat menyebarkan gosip dan link dan ini akan menyebabkan naiknya posisi bad press dalam search engine. Sebagai penangkalnya, cobalah untuk membuat strategi penyebaran yang sama (melalui link building) dengan positive press.
 
“Bad publicity is a good publicity”. Ini bisa jadi apa yang dikatakan oleh PR person Anda, apalagi bila bad publicity kemudian bisa di-twist sehingga menghasilkan happy ending untuk semua pihak.
Rama’s Think:
Permasalahannya dibeberapa kasus justru yang mendapat Bad Publicity malah trauma dengan online media. Saat mereka search nama brand mereka, yang ditemukan adalah website-website yang memberikan bad comment terhadap brand mereka.

“Bad publicity is good publicity”

Kalimat itu sangat tepat tapi perlu diikuti dengan 3 hal ini: 

Wise
Bijak lah dalam menerima tanggapan. Jangan panik atau bahkan trauma kemudian malah meninggalkan online media. Karena tanggapan itu akan terus ada dan bahkan mungkin terus berkembang. Meninggalkannya hanya bikin semakin tidak terkendali.

Open hearted
Dalam dunia internet yang tanpa batas orang ber hak untuk melakukan apapun. Berhati terbuka lah untuk menerima segala sesuatu tanggapan yang ada.

Smart
Bukan berarti semua tanggapan itu diterima saja dan tidak dibalas, tentunya semua harus juga ditanggapi. Tapi kita tetap harus smart dalam menanggapinya. Jangan terjebak malah memperdalam bad publicity tadi. 

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010