Hindari Bad Press
- bad or good publicity mengenai brand akan hadir dalam versi online. Dan hampir 50% dari traffic yang datang ke sebuah situs biasanya dihasilkan oleh Searh Engine dan sisanya masuk melalui direct URL ataupun refferal (link) dari situs lain.
- 85% pengguna internet menggunakan Search Engines untuk menemukan situs/produk yang dicari
Nah dilihat dari dua fakta tersebut, limitasi bad press memang dapat dilakukan dengan SEO. Caranya ada dua:
Dengan melakukan hal ini, berarti Anda juga telah mengoptimasi produk untuk membangun image baik brand. Dengan demikian link brand-friendly akan mendorong bad press dari posisi halaman pertama atau kedua di search engine, dan memperbesar peluang user untuk menemukan berita baik mengenai brand
2. Link building
Rama’s Think:Permasalahannya dibeberapa kasus justru yang mendapat Bad Publicity malah trauma dengan online media. Saat mereka search nama brand mereka, yang ditemukan adalah website-website yang memberikan bad comment terhadap brand mereka.“Bad publicity is good publicity”
Kalimat itu sangat tepat tapi perlu diikuti dengan 3 hal ini:
Wise
Bijak lah dalam menerima tanggapan. Jangan panik atau bahkan trauma kemudian malah meninggalkan online media. Karena tanggapan itu akan terus ada dan bahkan mungkin terus berkembang. Meninggalkannya hanya bikin semakin tidak terkendali.Open hearted
Dalam dunia internet yang tanpa batas orang ber hak untuk melakukan apapun. Berhati terbuka lah untuk menerima segala sesuatu tanggapan yang ada.Smart
Bukan berarti semua tanggapan itu diterima saja dan tidak dibalas, tentunya semua harus juga ditanggapi. Tapi kita tetap harus smart dalam menanggapinya. Jangan terjebak malah memperdalam bad publicity tadi.