Get Reach or Die Trying

Friday, November 28th, 2008, By
Filed under: Headline Marketing Social Media Marketing

Reach
Creative Commons License photo credit: Cayusa

Beberapa tahun yang lalu

Fakta 01.
Ketika saya masih duduk di bangku kuliah mengambil mata kuliah periklanan dan mendengarkan dengan seksama mengenai pengukuran dalam strategi promosi. Kesemua penjelasan hanya mencakup pengukuran keberhasilan komunikasi dalam 3 media; cetak, radio dan televisi. Waktu itu walau bergumam “mana pengukuran keberhasilan komunikasi buat media online ya,” ternyata hanya sebatas bergumam, tidak menanyakan atau mempermasalahkan.

Fakta 02.
Dalam salah satu buku yang kebetulan terbaca selama masa kuliah, saya juga menyadari bahwa menurut teori, konsumen sudah berubah. Dari konsumen yang pasif menjadi konsumen yang aktif dan lebih kritis, lebih aware akan sesuatu hal dan lebih mau untuk berbagi. Secara singkat, konsumen digambarkan memiliki kekuasaan yang lebih dibanding beberapa dekade sebelumnya.

Sekarang
Pernah terpikir sekarang, mengapa media online menjadi semakin menarik perhatian konsumen? Jawabannya ada kaitannya dengan fakta 02, karena mau tidak mau konsumen telah berubah. Bentukan konsumen dunia online sendiri telah mengalami perubahan, dari mereka yang hanya membaca dan sedikit berkomentar, menjadi mereka yang banyak berkomentar dan malah kini banyak mencipta. Bentukan media online pun semakin mengikuti gaya konsumen. Itulah mengapa website gelombang kedua yang dikenal dengan istilah pop: web 2.0 hadir.

Bagaimana dengan pengukuran keberhasilan komunikasi media online? Jawabannya banyak berhubungan dengan fakta 01 yang gue tulis diatas. Sampai saat ini ukuran keberhasilan sebuah komunikasi banyak diwakili dengan REACH. Mengukur komunikasi yang dilakukan akan dapat menjangkau audience seberapa besar dan dengan biaya x rupiah. Namun bila kita berbicara mengenai online media, sepertinya pengertian mengenai REACH ini harus sedikit diubah:

  • Komunikasi di dunia online bukan saja mengenai komunikasi yang mencapai massa sebesar-besarnya dan dengan hasil yang semurah-murahnya. Hasil akhirnya bukan awareness semata. Tetapi juga mengenai bagaimana bisa mengundang orang dan mengajak mereka untuk berinteraksi dengan brand. Dalam perhitungan ini, semakin target audience mau berinteraksi maka semakin sukses sebuah komunikasi yang dilakukan oleh Brand. Saat ini, sepertinya belum ada media lain yang dapat melakukan pengukuran sedalam ini.
  • Yang di reach melalui komunikasi online bukanlah semua orang, tetapi mereka yang memang merupakan target yang cocok seperti fans, pecinta brand, dan konsumen yang memang ingin membeli produk/service yang ditawarkan dan mau merekomendasikan brand ke orang lain.
  • Komunikasi di dunia online memungkinkan adanya partisipasi, percakapan, dan mendapatkan feedback dari target market.
Funny when times changes everything.  So get (online) reach or die trying…

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010