Take you conversation somewhere else

Wednesday, December 3rd, 2008, By
Filed under: General

Conversations Silhouettes by Kirsty Pargeter
Creative Commons License photo credit: b_d_solis

Sadarkah kita kalau terkadang apa yang kita bicarakan mengganggu orang lain?

We’re in YM conference kemudian ada beberapa orang yang membicarakan topik yang kita tidak mengerti, dan kemudian mereka asik sendiri.  Padahal mereka punya pilihan untuk membuat conference room baru.

Sebuah conversation antar 2 orang di Yammer yang kita tahu bahwa apa yang terjadi di Yammer (dan micro-blogging lainnya) sifatnya adalah ‘update to all’. Sedangkan ada pilihan untuk berdiskusi di tempat lain.

Reply message di Twitter yang berkepanjangan seperti sedang chatting. Sedangkan ada pilihan Direct Message.

Diskusi OOT (Out of topic) yang berkepanjangan pada sebuah Milis atau bahkan diskusi yang sudah melenceng dari Subject semula (dan tidak mau merubah tulisan Subject nya).

Sebuah conversation yang berjalan bukan pada tempatnya tidak hanya mengganggu orang lain, tapi juga jadi tidak tepat sasaran. Sering kali pembicaraan jadi ‘ngalor ngidul’ karena yang terlibat adalah pihak-pihak yang tidak dapat mengikuti diskusi tersebut. Bahkan jadi lebih parah kalo tidak ada ‘sumber ahli’ dalam conversation itu.

Jadi? mendingan ngobrol di tempat lain kan?

Anan’s Mind

Woops sepertinya ada yang agak sensi yah? Tapi ok, diantara kesensian lo ma, you got a point there, all this media yang lo mention adalah media untuk berkomunikasi dengan banyak orang from many to many or from one to many. Jadi memang keberadaannya ditujukan untuk sebuah pembahasan general yang memang menjadi topik bahasan bersama. Namun ngga bisa ditolak, disangkal atau dihindari bahwa kadangkala seperti layaknya para ibu-ibu arisan yang walau berkumpul bersama, kadangkala hadirnya pembicaraan-pembicaraan personal tak dapat dihindari.

Kalau dalam arisan normal, mudah! Saya hanya tinggal menarik jeung X, untuk membicarakan soal sepatu trendy yang dikenakannya malam itu. Atau berbisik ke jeung M untuk mengkonfirmasi kabar pernikahan dirinya. Kalau dalam pertemuan offline, caranya mudah: colek, tarik ke pinggir, berbisik dan cara-cara lain untuk bisa berbicara OOT tadi.

Tapi kalau di dunia maya? Seseorang harus tahu bagaimana caranya untuk bisa meraih japri lawan bicara kita. Kebanyakan tools conversation pasti menyediakan hal itu. Masalahnya: tahukah kita para pengguna cara penggunaan tools secara maksimal? Sehingga dengan mudah mencolek, berbisik dan menarik perhatian lawan bicara tanpa menganggu yang lain?

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010