Live Report Engagement

Sunday, March 14th, 2010, By
Filed under: Event Portofolio Social Media Marketing Think.Web

jjf-team
Mudah-mudahan tidak berlebihan dan tidak jumawa, tapi saya berani katakan bahwa kami melakukan Live Report yang terbaik di Indonesia.

Live Report Engagement
Bukan sekedar live report, live tweet, ataupun laporan langsung lainnya. Live Report Engagement berusaha memberikan experience yang sama dengan mereka yang membaca atau melihat, dan juga mengajak mereka berinteraksi.

Pengalaman memang tidak pernah berbohong. Saya & Anan sudah memulai melakukan (online) Live Report sejak tahun 2001. A Mild Live Soundrenaline 2001 di Parkir Timur, Jakarta adalah saat pertama.
No mobile broadband, just gprs modem dr Sony Ericcson T68i.
No blog framework, just html pages (and we’re not prepare by CMS engine).
No blackberry, just heavy notebook + low pixel digicam + gprs modem-phone.
But we try to give the actual experience to visitor with articles & photos.

The next year, Soundrenaline 2002, we support for 5 cities. More or less with the same equipment. All the articles & photos put on a microsite, all with list of artist, venue map & schedule.
Web statistik menunjukkan kalau visit & page views meningkat selama event berlangsung. Objektif nya simple, memberikan informasi dan experience yang sama dengan mereka yang kota nya dimampiri. Bahkan untuk kota nya yang dimampiri, liputan ini membuat mereka tidak sabar untuk datang langsung ke acaranya.

Di tahun lainnya kami tidak lagi hanya memberikan articles & photos, kami bergerak ke arah lain. Mirip dengan sebuah blog, kami membuat article khusus dari 3 orang crew fiktif. Masing-masing crew fiktif ini punya jobdesk beda-beda di festival, sehingga memberikan masing-masing angle berbeda.
Begitu kuat dan melekatnya karakter ini tidak sedikit yang mencari-cari nama crew-crew fiktif ini di backstage. Anan juga sering ditebak dengan nama-nama berbeda :D

Setelah memasuki era Social Media channel-channel menjadi lebih jelas dan pintu interaksi lebih terbuka. Tapi kembali lagi kepada strategi. Penulisan, pelaporan dan lainnya sih bisa dilakukan oleh siapapun. Seseorang dengan Blackberry nya dan UberTwitter sudah bisa melakukan Live Report sebuah event. Tapi apakah mampu menciptakan Engagement?

Engagement butuh strategi.
Setelah sekian lama kami tidak lagi melakukan Live Report Engagement, akhirnya kesempatan itu datang lagi. JavaJazz Festival 2010 adalah kesempatan berharga untuk kami.
Setiap tweet & message yang keluar semua dilakukan dengan strategi. Karakter account, activation dengan quiz dan lainnya semua on plan. Termasuk bagaimana mengatasi masalah-masalah technical seperti tidak ada sinyal.
Tentunya apa yang kami lakukan tidak luput dari kesalahan, sebuah hal manusiawi. Menjadi bukti bahwa Live Report Engagement masih dilakukan oleh manusia. Jadi engagement adalah manusia dengan manusia. Crisis Management juga menjadi bagian penting. Bagaimana memanage issue atau crisis dari tanggapan/conversation yang menyimpang atau bahkan dari kesalahan sendiri.

Pada akhirnya yang dituju adalah objective tercapai dan kepuasaan dari followers/fans dari brand yang kami tangani.

jjf03

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010