f8

Saturday, November 20th, 2010, By
Filed under: Featured Personal Anan Personal Rama


Pada tanggal 21 April lalu kami memiliki kesempatan untuk ikut menghadiri sebuah event bernama F8 di San Francisco, US. F8 atau Facebook Conference adalah konferensi ke 3 Facebook setelah yang pertama pada tahun 2007 dan kedua di 2008.

Terus terang waktu berangkat yang ada dalam pikiran saya adalah sama seperti kebanyakan orang di Indonesia yang menunggu “apa ya setelah Facebook”. Jadi apa yang dikepala saya adalah benar-benar hanya ingin menjadi bagian dari sesuatu yang selama ini Think.Web jalan kan. Itu saja.
Banyak orang yang melihat bahwa Facebook adalah sebuah persinggahan sesaat dan akan muncul yang baru, yang lebih seru. Wajar saja, kita semua punya pengalaman dengan Friendster yang booming banget dan kemudian berakhir dilupakan saat Facebook muncul. MySpace di Indonesia tidak sempat menjadi besar sekali karena kemudian Facebook lebih populer. Belum lagi yang dengan pesat dan ramainya bermunculan bentukan-bentukan social network baru yang populer di Indonesia.

Twitter, memang bukan SocMed baru, tapi memang baru-baru ini populer di Indonesia. Jakarta adalah kota penggunan Twitter di Asia. Bukan Jepang, bukan Shanghai, tapi Jakarta. Padahal Jepang lebih dulu meng-adopsi Twitter.
Kemudian yang terbaru naik trend nya adalah Foursquare.

Tapi semua yang ada dikepala saya lenyap saat Mark Zuckerberg, Facebook founder, memaparkan rencana dan hal baru mereka. Kalau di f8 2007 mereka launch Social Graph, kemudian di f8 2008 mereka launch Facebook Connect, tahun 2010 mereka mengeluarkan Open Graph.

Dalam deskripsi sederhana Open Graph adalah sebuah platform yang berdasar pada Facebook framework namun berjalan di luar Facebook.
Sebuah langkah jenius dari Mark Z., karena dengan ini artinya Facebook menjadi dasar dari social interaction dari sebuah website. Dengan jumlah pengguna lebih dari 500jt wajar saja kalau Facebook percaya diri.

Dalam membangun community site, salah satu yang perlu diperhatikan adalah critical mass. Atau jumlah minimal dari user sehingga interaksi pada website itu bisa berjalan sendiri. Jumlah pengguna Facebook sudah jauh melampaui critical mass (bahkan untuk skala dunia).

Apakah kita pernah berpikir “abis Search Engine Google kemudian ada apa ya?”
Sebagai pengguna, kita tidak repot mikirin apakah ada yang muncul baru atau tidak. Google SE (search engine) sudah menjadi tools dalam online behavior kita. Competitor Google memang mencoba membuat SE-SE saingan, tapi penggunanya ya nonton aja (sambil Googling). Module Search Google dipasang dibanyak website. Google SE sudah menjadi platform. Hal ini juga lah yang terjadi pada Facebook Open Graph.

Let’s embrace Facebook be part of our (online) live. Sambil mencoba SocMed baru dan sambungin account kita dengan Facebook Connect.

Buat oleh-oleh, ini foto kami bersama Mark 🙂

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010