- analyst
- Analytics
- Analytics Goal
- Analytics Opinion
- Application
- Applications Economy
- Basic Metrics
- Book
- Event
- Facebook Application
- Featured
- General
- goal value
- Headline
- Marketing
- Online Business
- Online Media
- Online ROI
- Personal Anan
- Personal Rama
- Portofolio
- Product
- Radio Show
- Random Thought
- Review
- Slide
- Social Media Marketing
- Social Networking
- Think.Web
- Tujuan Pengukuran
- Uncategorized
- Uniquely Advertise
- Visit Value
Online Video Contest: Peserta atau Pemirsa?
Sekarang ini banyak sekali brand yang bikin video contest. Seperti biasa, berangkat dari euphoria Sinta-Jojo, Audrey-Gamaliel dan lainnya.
Brand merasa kalo bikin video bisa lebih menarik dari photo. “Orang Indonesia banyak yang narsis, bikin video di handphone gampang, kalo lucu2an bisa banyak yang nonton”.
Tapi kemudian embel2nya juga banyak: musti ada tema nya, musti ada isi nya, musti ada pesan sponsor, musti ada logo brand nya, musti di moderasi dll dll.
Brand biasanya lupa juga kalo video dari handphone itu musti dipindah ke komputer buat di upload, kadang butuh sedikit editing juga supaya layak (bukan bagus loh), kualitas video handphone itu beda-beda, nggak semua orang Indonesia punya talent (tampil depan kamera, acting, dll) DAN sebenernya cuman Dono-Kasino-Indro, Srimulat dan Opera Van Java yang lucu.
Nah jadi sebenernya apa sih yang dicari dari video contest?
Jumlah peserta yang banyak kah? Tapi isinya nggak sesuai akhirnya overall amplification nya juga kecil.
Atau
Jumlah pemirsa per video yang banyak kah? Yang artinya bisa jadi pesertanya sangat sedikit tapi kualitas content nya memang bagus.
Ketika membuat activity sebaiknya berangkat dari tujuannya. Bukan berangkat dari pingin bikin apa.
Dari tujuan akan dijawab dengan activity yang sesuai dengan target market brand. Yang perlu diingat adalah ada beberapa kegiatan yang familiar dengan target market, namun belum tentu kegiatan itu bisa dilakukan oleh target market pada umumnya. Biasa menonton belum tentu bisa membuat, ada beberapa yang sanagt populer belum tentu semuanya bisa membuat.
Intinya adalah be flexible terhadap kebiasaan target market. Tidak ada salahnya memberikan banyak syarat asal sadar akan resikonya.
