- analyst
- Analytics
- Analytics Goal
- Analytics Opinion
- Application
- Applications Economy
- Basic Metrics
- Book
- Event
- Facebook Application
- Featured
- General
- goal value
- Headline
- Marketing
- Online Business
- Online Media
- Online ROI
- Personal Anan
- Personal Rama
- Portofolio
- Product
- Radio Show
- Random Thought
- Review
- Slide
- Social Media Marketing
- Social Networking
- Think.Web
- Tujuan Pengukuran
- Uncategorized
- Uniquely Advertise
- Visit Value
The end of paid influencers era
Filed under: Social Media Marketing Social Networking
Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar.
Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer.
Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach nya jelas seluruh Indonesia, tidak bergantung ke jumlah follower account tertentu.
Atau mereka juga tidak perlu repot-repot untuk berpikir bagaimana caranya supaya masuk ke trending topic.
All they need to do is only bayar ke Twitter.
Influencer seharusnya kemudian sadar akan fungsi mereka. Influncer dari kata influence. Yang artinya yang harus mereka ciptakan adalah pengaruh terhadap followernya untuk melakukan interaksi atau action (call to action).
Saat ini semua itu menjadi tidak sesuai karena influencer hanya berpikir bahwa mereka adalah publisher. Spot mereka dibayar untuk melakukan iklan kepada follower mereka.
Seharusnya Influencer harus mampu membuat engagement atau interaksi kepada follower nya sesuai dengan topic yang dibayar oleh brand atau product.