An apple a day

Friday, May 4th, 2012, By
Filed under: Think.Web

Di semua perusahaan pasti punya masalah dengan karyawannya datang pagi tepat waktu. Segala sangsi dan aturan diberlakukan. Mulai dari potong gaji sampai dengan teguran keras. Masalah yang tidak pernah selesai dan dihadapi hampir semua HR division.

Hal yang sama yang terjadi di Think.Web. Peraturan kami akan datang pagi memang tidak ketat. Kami mengharapkan kedewasaan dari thinkers untuk bisa menepati perjanjian bersama (di Think.Web aturan jam mulai & selesai bekerja merupakan dibahas dan disepakati bersama).
Di beberapa agency aturan jam kerja memang lebih loose dibanding perusahaan pada umumnya. Bahkan ada yang benar-benar bebas jam datang & pulang nya. Terlebih lagi kami yang bergerak di digital atau online industry yang secara sifat media tidak ada jam ‘tutup’nya, social media always on, right? 🙂
Beberapa perusahaan sudah menerapkan system Smart Hour. Bebas jam datang & pulang, asal waktu yang dihabiskan dikantor adalah 9 jam bekerja. Tanpa melepaskan komitmen apabila ada meeting pagi dengan client atau internal. Kami belum menerapkan system ini.

Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah sebagai agency yang menjual jasa service nya kepada client, buat saya tidak nyaman apabila client kami sudah sibuk mengirimkan email-email sedangkan kita masih berada dirumah.

Diluar itu sendiri setiap orang memang punya masalahnya masing-masing, jarak antara rumah & kantor yang sangat jauh, kebutuhan mengurus rumah & keluarga di pagi hari, dan lain-lain.

Selama beberapa tahun kami di manajemen juga berpikir, gimana ya membuat semua thinkers datang jam 9 sehingga lebih awal siap bekerja. Semakin siang datang, pasti semakin lama juga kita benar-benar siap untuk bekerja. Kira-kira seperti ini, datang jam 9, duduk istirahat sebentar, ngobrol ini itu, dan jam 10 benar-benar siap untuk bekerja. Sedangkan semisal datang jam 10, siap bekerjanya jam 11, sedangkan jam 12 sudah waktunya makan siang. Belum lagi semakin siang datang jadinya sudah nggak segar sehingga butuh persiapan lama untuk benar-benar siap bekerja.
Kami tidak pernah menemukan solusinya. Beberapa kali berpikir untuk menerapkan sistem ‘denda’ tapi kemudian berpikir, apa iya benar-benar efektif?

Suatu hari saya terpikir, saya terus-terusan memikirkan mereka yang berlaku tidak sesuai tapi kok yang berlaku sesuai tidak di apresiasi. Memang sih sudah seharusnya mereka seperti itu karena itu peraturannya, tapi juga lebih baik mengapresiasi mereka yang datang pagi sesuai peraturan. Karena justru mereka yang diharapkan dan bisa menularkan hal baik tersebut ke orang lain.

Dalam waktu yang lain saya pernah punya keinginan untuk membagikan buah apel setiap hari ke seluruh karyawan. Sederhana alasannya, ada quote “An apple a day, keep the doctors away”.
Jadi inget juga dibeberapa scene film atau foto dari sebuah kelas dan di meja guru nya ada sebuah apel. Apel itu menjadi reward untuk yang bisa menjawab soal dari sang guru.

Hey, it’s a match!
Sekarang saya atau Anan menjadi ‘tukang’ apel setiap pagi. Kami membagikan buah apel setiap jam 9 pagi. Diberikan untuk mereka yang sudah ada di meja nya. Kami pun jadi ‘terpaksa’ datang pagi, kalo nggak siapa yang bagiin? 😀

Pada sebuah kesempatan saya jelaskan ke mereka alasannya.

Apel adalah penghargaan buat mereka yang bisa menghargai peraturan kita untuk datang jam 9 pagi. The winner will appreciate the apple as a trophy or reward, but the looser will say “it’s only an apple, I can buy one”. So be the winner or the looser is in your hand 🙂

Musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Dan saat paling pertama kita berusaha mengalahkan diri kita sendiri adalah di pagi hari ketika berusaha membuka mata, bangun dari tidur. Kalau kita sudah bisa mengalahkan musuh terbesar kita sejak mulai hari, percayalah kita akan memenangkan seluruh hari.

 

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010