Who dare turns down Google??

Tuesday, August 19th, 2008, By Ramya Prajna S
Filed under: Personal Rama Think.Web

Sekitar sebulan yang lalu Anan mendapatkan sebuah tawaran luar biasa.

Tulisan pembuka nya seperti ini:
Google leadership opportunity
I came across your name on Linked In and I wanted to reach out to you to see if you would be interested in discussing a challenging, new opportunity with Google’s team in Singapore.”

Pernah kebayang nggak, the biggest company in the world offering you a job?!

Sesaat abis Anan forward email nya ke gue, sempet kepikir ini hoax bukan ya. Nama pengirim nya adalah Jeanine Wade. Gue coba googling nama itu dan semua result nya emang nunjukin relate nya dia sama Google.

Berikut gue masukin hasil capture message LinkedIn nya.

Next thing is, Anan tanya ke gue “gimana ya ma?”.
Waduh, gue sama sekali have no idea kalo sampe ada tawaran seperti ini. Tapi gue cuman ingetin, semakin dalem kita menanggapi tawaran itu akan semakin bingung nentuin arah nya.

Anan cukup bingung untuk menentukan langkah, dan gue yakin gue sendiri akan berada dikebingungan yang sama dengan dia kalo dapet kesempatan seperti itu.
Walaupun kami adalah pemilik perusahaan, yang mungkin ada orang yang bisa bilang “hire orang baru untuk gantiin & ambil kesempatannya”, tapi pada kenyataannya jauh lebih rumit dari itu. Terutama untuk perusahaan yang baru mulai seperti Think.Web.

Nggak berapa lama Anan tanya sama gue, “bikin rejection letter nya gimana ya ma?”. Gue langsung tanya “jadi keputusan lo menolak tawaran itu nan?”.
Anan memutuskan untuk tetap bersama membangun Think.Web.
Saat gue tanya alasannya, dia bilang “banyak yang belum gue beresin & kerjain di Think.Web ma, belum lagi tanggung jawab terhadap pegawai”.
Sebuah keputusan yang bijak.

Gue percaya setelah kita berhasil membawa Think.Web menjadi besar dan stabil, peluang-peluang besar seperti ini lebih mudah didapat.

What ‘da ya think?

Anan’s Think:

Tell the truth tadinya gue pikir hoax, tapi terlepas dari itu, gue seperti dihadapkan pada kenyataan lucu, “Kalau lo ditawarin kerjaan, ditempat yang bagus, big brand. Lo tau lo bisa, and lo tau kualitas diri lo. Apa yang akan lo lakukan?”

Ketika dihadapkan pada pilihan itu, sejujurnya yang ada dikepala cuma: “Gue udah milih Think.Web sebagai tempat gue besar. Gue udah menjatuhkan pilihan dan sekarang gue harus bertanggung jawab terhadap pilihan itu.” Sewaktu menjawab bahwa gue tetap memilih Think.Web pada saat itu gue ngerasa it’s the right thing to do.

But then, gue juga jadi penasaran, yah namanya juga manusia:
“Apa rasanya ya kerja di Google?”
“Ini kesempatan, mmm kalau ga diambil bisa ga ditambah di CV, ‘Ive turn down Google job offering?”

And then second thing occur:
My advice to all of the colleague, build your personal brand online! It’s your future. How would a big company or good overseas head hunter know you? Ya lewat jalur online. My friend, my advice is really take time to build you online brand. Kalau lo punya good education, good experience and good vision, just show it. Beberapa kawan sudah melakukan hal ini, tapi sepertinya we all need to do it, karena kesempatan seperti ini ada disekeliling kita. Manfaatkan kesempatan yang ada! I believe i still get my second opportunity, after I see Think.Web made it big.

Share This Post

One Response

Add your comment

Think.Web on Facebook

brain.think.web.id is a
blog of ramya & anantya

Powered by Wordpress.
All rights is now also lefts. 2010
toolbar powered by www.mit3xxx.de