<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web &#187; Book</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/category/book/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>10 Tips Writing a Succesful Corporate Blog</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/08/19/10-tips-writing-a-succesful-corporate-blog/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/08/19/10-tips-writing-a-succesful-corporate-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 04:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[corporate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Ini oleh-oleh lain dari buku The Corporate Blogging Book. The Top 10 Tips For Writing a Succesful Corporate Blog 1. Choose the right topic (be sure it&#8217;s specific) 2. Find your voice 3. Invite a conversation 4. Package what you write (ten Tips, five Rules, seven Ways) 5. Always, always link. 6. Write for Web [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini oleh-oleh lain dari buku <a href="http://www.amazon.com/Corporate-Blogging-Book-Absolutely-Everything/dp/B000MR8TF4%3FSubscriptionId%3D02E5W5871AJF7PMMMS82%26tag%3Dprovocaproact-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3DB000MR8TF4" target="_blank"><strong>The Corporate Blogging Book</strong></a>.</p>
<div class="tips" style="padding-left: 60px">
<h2>The Top 10 Tips For Writing a Succesful Corporate Blog</h2>
<p style="padding-left: 30px"><strong>1. Choose the right topic (be sure it&#8217;s specific)</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>2. Find your voice</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>3. Invite a conversation</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>4. Package what you write (ten Tips, five Rules, seven Ways)</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>5. Always, always link.</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>6. Write for Web readers.</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>7. Write for Google searchers.</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>8. Publish consistently.</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>9. Take risks.</strong></p>
<p style="padding-left: 30px"><strong>10. Have dun (the &#8220;dancing&#8221; part).</strong></p>
<p style="padding-left: 30px">
</div>
<blockquote><p><strong>Anan&#8217;s Think:</strong></p>
<p>Ok, ada 10 commandments. Let&#8217;s discuss it. Ada satu yang paling susah. Publish consistently, kenapa? Karena dalam segala kesibukan dan segala pertimbangan (cocok ga ya ditulis? terlalu ringankah? terlalu beratkah? udah cukup belum nulis sebanyak ini? dan beberapa pertanyaan lain), pada akhirnya sebuah tulisan butuh waktu yang lama untuk akhirnya &#8220;jadi&#8221; dan publish. Mungkin ini karena gue aja yang kebanyakan mikir ya? Sampai saat ini sebenarnya belum mendapatkan formula yang tepat untuk bisa punya konsistensi dalam publishing. Kalau publishing some silly stuff, i could do it everyday, tapi kalau publishing something more serious, kadang kala, butuh waktu sedikit lebih banyak.</p>
<p>The next, ada dua hal yang gue belum sepenuhnya mengerti:<br />
<em>Package what you write (ten Tips, five Rules, seven Ways)<br />
</em>Ini artinya apa ya ma? Maksudnya masukin list gitu ya? Kalau misalnya gue menulis mengenai copywriting dalam web, kemudian memasukkan list (mungkin itu 10 cara menulis copy yang baik, 5 cara yang perlu dihindari dalam membuat web copy) hal-hal seperti itu?<br />
<em>Have dun (the &#8220;dancing&#8221; part)<br />
</em>Ini have fun or have dun? Maksudnya? Have fun dengan what you write. Iya sih bener, dengan <em>you have fun, you pour a little of your soul into it</em>. Sebenarnya tulisan lo akan lebih bagus kalau lo have fun dengan apapun yang sedang lo tulis itu. Mereka yang baca akan tahu kok bedanya.</p>
<p>The rest of the commandments sebenarnya adalah hal standar yang perlu lo perhatikan untuk bisa menjadi penulis yang baik, penulis yang baik dalam media online. <em>So, pay good attention it it!</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/08/19/10-tips-writing-a-succesful-corporate-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Corporate Blog</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/08/19/corporate-blog/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/08/19/corporate-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 04:44:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[corporate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=253</guid>
		<description><![CDATA[Ini &#8216;oleh-oleh&#8217; dari membaca buku The Corporate Blogging Book karya Debbie Weil. Setiap blogger yang menulis blog untuk perusahaannya pasti pernah merasa dilema dalam mengkategorikan blog nya. Kebanyakan dari mereka akhirnya memiliki 2 blog yang secara segment pembaca sebenernya nggak beda-beda amat. Seorang CEO yang menulis blog mewakili perusahaannya, kalau posting-posting nya diminati orang biasanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.amazon.com/Corporate-Blogging-Book-Absolutely-Everything/dp/B000MR8TF4%3FSubscriptionId%3D02E5W5871AJF7PMMMS82%26tag%3Dprovocaproact-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3DB000MR8TF4" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 1px solid black;margin-left: 10px;margin-right: 10px" src="http://ecx.images-amazon.com/images/I/41H8JT0RADL._SL160_.jpg" alt="" width="106" height="160" /></a>Ini &#8216;oleh-oleh&#8217; dari membaca buku <a href="http://www.amazon.com/Corporate-Blogging-Book-Absolutely-Everything/dp/B000MR8TF4%3FSubscriptionId%3D02E5W5871AJF7PMMMS82%26tag%3Dprovocaproact-20%26linkCode%3Dxm2%26camp%3D2025%26creative%3D165953%26creativeASIN%3DB000MR8TF4" target="_blank"><strong>The Corporate Blogging Book </strong></a>karya <strong>Debbie Weil.</strong></p>
<p>Setiap blogger yang menulis blog untuk perusahaannya pasti pernah merasa dilema dalam mengkategorikan blog nya. Kebanyakan dari mereka akhirnya memiliki 2 blog yang secara segment pembaca sebenernya nggak beda-beda amat.</p>
<p>Seorang CEO yang menulis blog mewakili perusahaannya, kalau posting-posting nya diminati orang biasanya orang tersebut juga kemudian mengikuti blog lainnya CEO tersebut. Jadinya sama saja.</p>
<p>Beberapa CEO yang saya ikuti blog nya, saya juga ikuti blog pribadi nya&#8230; hehehe. Ambil contoh saja:<br />
<strong>Pak Nukman Luthfie</strong>, pemilik <a href="http://www.virtual.co.id/blog" target="_blank">Blog Virtual Consulting</a> nya dengan <a href="http://www.sudutpandang.com" target="_blank">Blog Sudut Pandang</a> nya.<br />
Kemudian <strong>Pitra Satvika</strong>, pemilik <a href="http://media-ide.bajingloncat.com" target="_blank">Blog Media Ide</a> dan <a href="http://pitra.dagdigdug.com" target="_blank">Blog pribadi nya di Dagdigdug</a>.</p>
<p>Pertanyaan pun juga muncul pada diri saya ketika ingin menuliskan hal-hal diluar online media. Apakah saya harus punya 2 blog untuk nulisin hal-hal yang bahkan nggak ada kaitannya dengan Think.Web?</p>
<p>Dari buku The Corporate Blogging Book dikatakan <span style="text-decoration: underline">sebuah Corporate Blog adalah sebuah blog yang di <em>manage</em> </span><span style="text-decoration: underline">untuk mendukung &amp; mengkomunikasikan sebuah perusahaan</span>.<br />
Corporate blog tidak harus ditulis oleh pemilik tapi juga bisa ditulis oleh karyawan atau bahkan dibantu sebuah lembaga/vendor. Memang idealnya sebuah corporate blog ditulis oleh CEO atau pemilik nya, karena hal ini benar-benar akan menunjukkan alasan-alasan dibalik sebuah keputusan dibuat.</p>
<p>Pemikiran seorang CEO pasti didasari banyak hal, dan yang ada dikepalanya juga ada banyak hal, bukan cuman bisnis nya saja.</p>
<p>Buat saya ini jawabannya, buat apa punya 2 blog yang besar kemungkinan reader nya sama. Fungsi category di blog kan memang untuk membagi-bagi topic tulisan yang kita tulis. Jika ada category yang tidak ingin di posting saya juga yakin pasti cara untuk men-tweak nya.</p>
<p>Hal ini yang kemudian menguatkan deskripsi dari blog Brain.<br />
Blog Brain adalah blog pribadi dari seorang Ramya Prajna S  &amp; Anantya, yang merupakan co-founder dari Think.Web sehingga blog ini juga diatur untuk mendukung Think.Web.<br />
Isinya tidak melulu soal Think.Web, atau online media, bisa saja soal branding atau marketing secara luas, atau bahkan hobi kita.<br />
Intinya blog ini mencerminkan siapa kah dan apa kah yang membentuk seorang Rama &amp; Anan.</p>
<p>Bagaimana dengan blog Anda? Sebuah corporate blog kah?</p>
<blockquote><p><strong>Anan&#8217;s Think:<br />
</strong></p>
<p>Saya belum sempat baca buku The Corporate Blogging sewaktu menuliskan pemikiran ini, jadi mungkin saja nanti pemikiran saya akan berkembang. Tapi saat ini, disaat saya belum membaca dan mengembangkan pemikiran lebih lanjut. Ada dua perbedaan dasar menulis sebagai CEO sebuah perusahaan dan menulis sebagai pribadi, individu merdeka.</p>
<p>Menulis sebagai sebuah CEO perusahaan kadang menulis dengan &#8220;sebuah aturan tak terlihat&#8221;, menulis dibawah norma, menulis dibawah beberapa pertimbangan, dan menulis dibawah ikatan tertentu. Anda mungkin tidak bisa secara bebas menulis, sebebas menulis jika berkedudukan sebagain individu merdeka. Mungkin CEO akan memikirkan apakah &#8220;kenapa dan bagaimana&#8221; saya mengambil keputusan ini perlu dishare, CEO memikirkan standar image yang harus dipenuhi dari tulisannya dan masih banyak lagi yang dipikirkan. Ya nampaknya seorang CEO mungkin akan menjadi seseorang yang terlalu banyak berpikir sebelum bertindak.</p>
<p>Hasil tulisannya akan sangat berbeda dari tulisan individu merdeka. Kata kuncinya: bebas. Bebas mau nulis apa saja, soal apa saja dan kapan saja. Tanpa ikatan tertentu, tuntutan tertentu, pertimbangan tertentu. Mungkin kebebasan inilah yang menyebabkan para CEO memiliki 2 buah blog, satu blog yang menunjukkan profesionalitas dan terkait dengan perusahaannya, dan satu lagi blog personal.</p>
<p>Sekali lagi, ini pemikiran sebelum sempat baca buku The Corporate Blogging ya&#8230;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/08/19/corporate-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

