<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.web &#187; Featured</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/category/featured/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>this Brain continously Think about Web, and sometime other things too</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jun 2010 01:31:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Java Jazz Festival 2010</title>
		<link>http://think.web.id/brain/java-jazz-festival-2010/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/java-jazz-festival-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 08:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1043</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kebanggan bagi kami, Think.Web, untuk bisa menjadi partner dari Java Festival Production (JPF) dalam hal Social Network Management.
Tahun ini adalah tahun ke 5 dari Java Jazz Festival. Sebuah umur yang cukup matang untuk sebuah festival. Java Jazz Festival (JJF) sudah masuk kedalam agenda kegiatan internasional. Mata dan telinga dari seluruh dunia mengarah ke festival [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1046" title="Java Jazz Festival" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/02/JJF1.png" alt="Java Jazz Festival" width="510" height="235" />Sebuah kebanggan bagi kami, <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a>, untuk bisa menjadi partner dari <a href="http://www.javafestivalproduction.com/" target="_blank">Java Festival Production (JPF)</a> dalam hal <strong>Social Network Management</strong>.</p>
<p>Tahun ini adalah tahun ke 5 dari Java Jazz Festival. Sebuah umur yang cukup matang untuk sebuah festival. Java Jazz Festival (JJF) sudah masuk kedalam agenda kegiatan internasional. Mata dan telinga dari seluruh dunia mengarah ke festival ini, terutama bagi mereka yang sangat suka dengan musik Jazz. Lebih dari itu, event ini juga menjadi ajang &#8216;kopi darat&#8217; dari musisi-musisi Jazz dunia.</p>
<p>Tahun ini JJF ingin membuka lebih lebar lagi sayapnya di digital media, specifically online media, atau lebih khusus lagi di Social Media. Bersama dengan team Promosi dari JFP, team Social Network Management (SNM) JJF dari Think.Web menyusun strategi, editorial dan eksekusi dalam channel-channel yang digunakan.</p>
<p>Objective dari SNM JJF adalah meningkatkan kredibilitas festival.</p>
<p>Untuk menjawab objective itu strategi yang dilakukan adalah menjadikan Social Media channel sebagai pusat informasi. Anda bisa tanya apapun (seputar JJF 2010), account @JavaJazz2010 akan coba menjawab. Bukan hanya saat ditanya, informasi seputar venue,festival juga akan diberikan. Mulai dari artis sampai dengan toilet ada dimana.</p>
<p>Ada 3 channel utama dari JJF 2010: <a href="http://twitter.com/JavaJazz2010" target="_blank">@JavaJazz2010</a>, <a href="http://twitter.com/JavaJazzFest" target="_blank">@JavaJazzFest</a> dan <a href="http://Facebook.com/JavaJazzFestival">Facebook.com/JavaJazzFestival</a>.</p>
<p>Diluar itu masih ada channel lainnya yang resmi maupun partner, misalnya kehadirannya <a href="http://koprol.com/#users/javajazz" target="_blank">@JavaJazz</a> di Koprol.</p>
<p>So, want to be part of an international event? come to JIExpo, Kemayoran.<br />
JJF SocMed channel will accompany you along the show.</p>
<p style="padding-left: 30px;">PS:<br />
Want to help us? please ask to <a href="http://twitter.com/JavaJazz2010" target="_blank">@JavaJazz2010</a> ANYTHING that relate to Java Jazz Festival 2010. We need the practice to make us better.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/java-jazz-festival-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite (2nd Part)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 02:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pandji]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[Di part sebelumnya adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di <a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/">part sebelumnya</a> adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.</p>
<p><span class="youtube">
<object type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="373" data="http://www.youtube.com/v/HEw1iHc6CP4&amp;color1=006699&amp;color2=54abd6&amp;border=1&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0?rel=0">
<param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/HEw1iHc6CP4&amp;color1=006699&amp;color2=54abd6&amp;border=1&amp;fs=1&amp;hl=en&amp;autoplay=0&amp;showinfo=0&amp;iv_load_policy=3&amp;showsearch=0?rel=0" />
<param name="allowFullScreen" value="true" />
<param name="wmode" value="transparent" />
</object>
</span><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=HEw1iHc6CP4"><img src="http://img.youtube.com/vi/HEw1iHc6CP4/default.jpg" width="130" height="97" border=0></a></p><p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=HEw1iHc6CP4">www.youtube.com/watch?v=HEw1iHc6CP4</a></p></p>
<p>Kalau di youtube mana seru kalau cuma dengar suara tanpa video. Ok, gue harus membuat video nya supaya bisa di upload ke YouTube. I&#8217;m thinking what&#8217;s the easiest &amp; fastest software to use. Gue terpikir bahwa Mac seharusnya punya software dasar kaya gini. Karena inget prinsip nya Mac &#8220;everyone can use it&#8221;.  Ok, iMovie adalah pilihannya pagi itu.</p>
<p>Sambil belajar cara pake iMovie dan dibekali pengalaman editing dikit2 hasil kerja di Production House dulu, gue berusaha dengan cepat semuanya dibikin. Gue cuman mikir, kualitas nanti dulu deh. Yang penting lagu nya dan pesen nya sampe. Hal yang paling mudah dilakukan adalah bermain dengan template-template tittle text yang ada di iMovie.</p>
<p>1,5 jam kemudian selesai lagu itu. Itu adalah sekitar jam 1 siang. Saya perhatikan di Twitter timeline saya orang sudah mulai banyak menggunakan hashtag #indonesiaunite. Maka kemudian link video tadi saya twit juga dengan menyertakan #indonesiaunite.</p>
<p>Ketika orang nonton video klip di YouTube pasti yang diharapkan adalah sebuah penggambaran/film cerita dari lagu yang didengarkan. Apa yang muncul dari video ini adalah hanya teks &amp; blank screen dengan beberapa warna (merah, putih, hitam). Semua dilakukan dengan sengaja.</p>
<p><strong>Kenapa Sengaja?</strong><br />
Alasan pertama adalah karena memang tidak punya stock materi video untuk dipakai.<br />
Alasan kedua adalah (saat itu) gue merasa orang harus mendengarkan pesan dari lagu ini. Visual nya tidak penting. Yang penting lirik nya. Ini juga kenapa dibeberapa bagian ada teks yang muncul, fungsinya untuk menekankan pesan. Tapi dibagian lain ada blank screen juga, karena memang untuk kembali mendengarkan lagunya meresapi liriknya.<br />
Kalau aja semua lirik saya masukkan disitu maka video itu akan menjadi video karaoke.</p>
<p>Scene pertama diawali dengan blank screen warna putih, tujuannya untuk  menandakan kalau video nya sudah ter-load. Karena kan starting screen dari YouTube adalah hitam.<br />
Scene berikutnya berganti-ganti merah dan putih sesuai dengan beat musik, warna merah untuk menandakan tetesan darah yang baru saja terjadi akibat peristiwa bom, warna putih yang mengikuti adalah untuk menyampaikan peristiwa berdarah itu terjadi di Indonesia. Kemudian warna hitam sebagai perlambang bahwa tetesan darah di Indonesia itu membuat kita berduka. Dan kemudian rangkaian itu berlulang untuk mempertegas dari yang kita rasakan.</p>
<p>Mungkin saja semua itu dilakukan dengan berbagai design atau element visual yang lebih menarik, tapi:<br />
1. Lama<br />
2. Saya udah lama nggak ngedesain (berkait sama nomer 1 tadi)<br />
3. Nggak terlalu penting (untuk saat itu)<br />
4. Baru pake software ini pertama kali :p</p>
<p>Kemudian blank screen mulai ditambahkan dengan teks-teks seiring dengan vokal Pandji juga sudah muncul. Teks nya hanya summary inti dari kalimat-kalimat Pandji karena memang untuk mempertegas isi pesan nya.<br />
Begitu juga kenapa pada bagian chorus kalimat &#8220;Kami Tidak Takut&#8221; terus-terusan muncul, ya memang untuk mengajak semuanya menyerukan &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Rangkaian visual seperlunya sudah selesai, tetapi rasanya perlu ada hal-hal yang ditambahkan untuk melengkapi. Perlu ada pesan sendiri untuk merangkum seluruh pesan dari lagu nya. Sepertinya memang ajakan yang paling tepat adalah untuk bersatu. Ini kenapa di paling akhir dari video saya sisipkan pesan &#8220;Bersatu Indonesia!!&#8221;.<br />
Lagu sudah selesai, sisa suara tinggal sedikit, kalimat &#8220;Bersatu Indonesia!!&#8221; muncul dengan cepat dan hilang. Tujuannya seperti shock therapy. Membuat &#8216;kaget&#8217; dan kemudian memikirkan hal itu.</p>
<p>Hal terakhir yang ditambahkan adalah nama. Ada 2 nama yang saya masukkan disana. Nama Pandji Pragiwaksono harus masuk karena sebagai penyanyinya. Dan saya tidak ingin seperti teroris yang abis nge-bom kemudian tidak meng-claim siapa yang berbuat.<br />
Kemudian di intro lagu juga saya tempatkan <a href="http://twitter.com/joelbanget" target="_blank">@joelbanget</a> karena setelah lagu di Imeem muncul kemudian orang-orang bertanya &#8220;itu yang intro dengan solo bass Barry Likumahuwa ya?&#8221;. Jadi sekalian saja keterangannya ditaro didepan.<br />
Nama saya nggak dimasukin? nggak penting rasanya, toh akhirnya saya posting juga disini.</p>
<p>Editing wrap up. Selanjutnya adalah uplod. Kemudian saya meng-embed video tersebut di blog <a href="http://pandji.com" target="_blank">Pandji</a>.<br />
Sengaja saya tidak Twit untuk yang ini, pingin tahu reaksi orang setelah dengar lagunya Pandji di Imeem apakah kemudian membuka blog nya dia.<br />
Tidak lama ternyata somehow sudah ada yang twit link ini. Dan kemudian mulai lah video ini berpopulasi.</p>
<p>5  jam setelah upload video ini online mendapat 200 views dan 22 comments.<br />
Kurang dari 10 jam setelahnya sudah menjadi 1000 views.<br />
Hari ketiga setelah upload sudah mencapai 4000 views.<br />
Dan saat ini 10 hari setelah upload view nya adalah 14ribu!  dengan 144 comments.</p>
<p>Berikut detail statistic nya yang saya capture per hari ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-986" title="KTT-stat-youtube-01" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-youtube-01.png" alt="KTT-stat-youtube-01" width="646" height="517" /></p>
<p>Twitt RT pun terus berjalan dengan rangkaian kata &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;. Semua orang berusaha untuk menggugah teman lainnya dengan video ini.</p>
<p>Sambil mengikuti perkembangan berita seputar bom, dan juga sambil mengikuti timeline twitter saya, tiba-tiba saya mendapat call up. Panggilan ini yang mengantarkan saya mengerjakan hal lainnya lagi untuk #indonesiaunite.</p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-3rd-part/" target="_blank"><em>Bersambung&#8230;</em></a></p>
<blockquote><p>Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.<br />
Kalau 2 part yang sudah di post adalah soal &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;, part-part berikutnya akan cerita soal website indonesiaunite.com dan hal-hal lain didalamnya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite (1st Part)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pandji]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.
(image credit: antobilang)

AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!
That&#8217;s exactly my word saat itu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1006 alignleft" style="border: 1px solid black; margin-right: 10px;" title="indonesiaunite-part01" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/indonesiaunite-part011.jpg" alt="indonesiaunite-part01" width="300" height="275" />17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.</p>
<p>(image credit: <a href="http://antobilang.googlepages.com/tidaktakut.png" target="_blank">antobilang</a>)</p>
<p><span id="more-975"></span></p>
<p>AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!</p>
<p>That&#8217;s exactly my word saat itu. Marah, geram, kesal, sedih, semua campur-campur.</p>
<p>Masih dengan agak terbengong dan ngantuk, berusaha mencerna dimana lokasi terjadinya. Dan sambil mulai membaca Twitter timeline saya, pingin tahu udah seberapa rame pembicaraan di Twitter. Dan ternyata memang bener, sudah banyak yang membicarakan hal itu. Mulai dari kejadian di lokasi, dan kemudian yang paling hangat adalah &#8220;Manchester United jadi dateng nggak ya?&#8221;.<br />
Saat itu juga saya sadar akan imbas besar yang terjadi terhadap (online) public figure luar negri untuk datang ke Indonesia.</p>
<blockquote><p>I was on the mission mengajak beberapa orang dari luar untuk datang &amp;  bicara kepada brand-brand di Indonesia mengenai Digital Marketing/Internet Marketing. Lebih-lebih ada kepada salah satu perusahaan besar saya agak memaksa karena memang pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia.<br />
Tapi dengan kejadian ini kan buyar semua jadinya.<br />
Sorry to say, sepertinya brand-brand di Indonesia lebih percaya kepada mereka mereka yang berambut pirang dan speak in english dibanding kita-kita orang lokal yang kebetulan sudah duluan berada di internet industry.</p></blockquote>
<p>Arggghhhh!!! saat itu makin kesal with those idiot yg mikirin isi kepalanya sendiri (this is the reason kenapa buat mereka nggak masalah ketika kepala nya putus dari badan nya akibat bom bunuh diri, &#8217;cause what they&#8217;re thinking is only their head).</p>
<p>Entah gimana gue teringat dengan salah satu lagunya <a href="http://pandji.com" target="_blank">Pandji</a> di album ke 2 nya yang baru rilis awal Juli kemarin. Tentang sebuah pernyataan sikap tidak takut atas intimidasi terorisme. Dan gue merasa orang perlu denger lagu ini. Judulnya &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Upload! upload! upload! tapi kemana ya. I was trying upload to <a href="http://www.facebook.com/Pandjimusic" target="_blank">Pandji&#8217;s Facebook Page</a> at that time, tapi koneksi <a href="http://http://www.facebook.com" target="_blank">Facebook</a> beberapa minggu kemaren lagi bener-bener payah. Second thought is <a href="http://youtube.com" target="_blank">YouTube</a>, tapi gimana caranya, YouTube hanya untuk video. <a href="http://myspace.com" target="_blank">MySpace</a>? terlalu ribet, koneksi lama, musti delete salah satu lagu dari list yang lama dulu.</p>
<blockquote><p>(Think.Web adalah salah satu pihak yang membantu Pandji dibelakang channel-channel onlinenya. Ini kenapa dikepala saya yang muncul cuman channel2 nya dia). Selain itu, ini lagu dia juga, akan lebih baik kalau keluar dari channel nya dia sendiri. Cuman aja memang kita belum sempet naikin lagu2 album baru nya.</p></blockquote>
<p>Pilihan termudah saat itu adalah jatuh ke <a href="http://imeem.com" target="_blank">Imeem</a>. Saya sengaja membuat banyak channel social media untuk Pandji dengan tujuan ada dimana-mana. <em><span style="text-decoration: underline;">Dalam Social Media Marketing (SMM) salah satu hal yang perlu dilakukan adalah ada dimana-mana (dengan kepentingan mengamankan account/domain juga) tetapi fokus dibeberapa tempat saja (yang ramai target marketnya).</span></em></p>
<p>Upload selesai, dan this is my first tweet:</p>
<div style="width: 300px;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="110" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="wmode" value="transparent" /><param name="src" value="http://media.imeem.com/m/fZxN1gSVPv/aus=false/" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" src="http://media.imeem.com/m/fZxN1gSVPv/aus=false/" wmode="transparent"></embed></object></p>
<div style="background-color:#E6E6E6;padding:1px;">
<div style="float:left;padding:4px 4px 0 0;"><a href="http://www.imeem.com/"><img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" alt="" /></a></div>
<form style="margin:0;padding:0;" action="http://www.imeem.com/embedsearch/" method="post">
<input name="EmbedSearchBox" type="text" />
<input style="font-size:12px;" type="submit" value="Search" />
<div style="padding-top:3px;"><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/fZxN1gSVPv/" border="0" alt="" /></a></div>
</form>
</div>
</div>
<p><a href="http://www.imeem.com/people/fBaXvdk/music/9wC5xd-e/pandji-pragiwaksono-kami-tidak-takut/">Kami Tidak Takut &#8211; Pandji Pragiwaksono</a></p>
<p>Dalam hitungan 4 menit sudah 10 RT (ReTweet/Forward Tweet) yang terjadi. Dan kemudian terus sambung-menyambung dan semakin banyak. Gue ikuti semuanya lewat Twitter Search &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Ini hasil statistik dari Imeem yang gue capture per hari ini:</p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-01.png"><img class="alignnone size-full wp-image-979" title="KTT-stat-imeem-01a" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-01a.png" alt="KTT-stat-imeem-01a" width="582" height="265" /></a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-980" title="KTT-stat-imeem-01b" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-01b.png" alt="KTT-stat-imeem-01b" width="279" height="265" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-981" title="KTT-stat-imeem-02" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-02.png" alt="KTT-stat-imeem-02" width="589" height="463" /></p>
<p>Tapi ini nggak cukup, musti ada channel lain untuk men-support juga. Soalnya, Imeem tidak (belum) terlalu populer di Indonesia. YouTube jauh lebih populer. <span style="text-decoration: underline;"><em>Di SMM kalau ingin sesuatu terpopulasi dengan baik maka harus dilakukan di social media yang memang banyak digunakan orang. Banyak digunakan yang ini maksudnya adalah juga kepada kemudahan orang untuk menyebarkan. Fungsi share, embed, fasilitas dari web service lain juga jadi penting.</em></span></p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/" target="_self">bersambung&#8230;</a></p>
<blockquote><p>Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.<br />
On the next post saya akan cerita soal video klip &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;, website Indonesiaunite.com, dan hal-hal lainnya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook User Indonesia Get Over India and Get Close to Hong Kong</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-user-indonesia/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/facebook-user-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 11:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Baru beberapa bulan lalu pengguna Facebook asal Indonesia menembus angka 1 juta. Saat ini sudah mencapai 1,3 juta, melampaui India dan mendekati jumlah pengguna dari Hong Kong.
Bagaimana kalau dibanding dengan negara Asia lainnya?
Di posting ini saya berikan perbandingan dengan Singapore, Malaysia, China, India, Jepang, South Korea, bahkan Australia &#038; UK.

Baca selengkapnya di Blog kami.
(click Original Posting kalau Anda membaca ini di Facebook Notes)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasar situs <a href="http://www.allfacebook.com" target="_blank">All Facebook</a>, pada Demographic Statistics, pengguna Facebook dari Indonesia sudah mencapai 1,3 juta user. Hal ini cukup mengagetkan karena beberapa bulan lalu Enda Nasution menuliskan di Blog nya bahwa pengguna Facebook dari Indonesia baru menembus angka 1 jt. Ini artinya ada peningkatan sebanyak 300 ribu pengguna di waktu yang cukup pendek.</p>
<p>Pada hari ini, 27 Februari 2009, data menunjukkan bahwa pengguna Facebook yang berasal dari Indonesiaada sekitar 1,3 juta, mendekati pengguna dari Hong Kong yang sebesar 1,5 jt. Dan Indonesia baru saja melewati India di awal Februari ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-817" title="fb-user" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user.png" alt="fb-user" width="527" height="382" /></p>
<p>Saya masukkan juga widget dari Demographic Statistic nya, yang akan mendapatkan real update.</p>
<p><script src="http://widgets.clearspring.com/o/49487c157da35b0b/49a7bf353385912e/49488c688d93b6e5/b74980e0/-cpid/dbcad697a73087d4/widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p>Berikut juga perbandingan dengan negara Asia lainnya.</p>
<p>Indonesia vs Malaysia vs Singapore<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-818" title="fb-user-2" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-2-300x217.png" alt="fb-user-2" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs India vs  China<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-823" title="fb-user-31" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-31-300x218.png" alt="fb-user-31" width="300" height="218" /></p>
<p>Indonesia vs Thailand vs Philippines<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-820" title="fb-user-4" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-4-300x217.png" alt="fb-user-4" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs South Korea vs Japan<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-822" title="fb-user-6" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-6-300x219.png" alt="fb-user-6" width="300" height="219" /></p>
<p>Dari semua statistik menunjukkan bahwa memang dari seluruh Asia, Indonesia dengan 1,3 juta FB user, berada diperingkat ke 2 setelah Hong Kong. Bahkan menurut <a href="http://orangemood.wordpress.com/" target="_blank">Andy Santoso</a>, salah seorang dari Interactive Hub (Advertising Sales Representative dari Facebook), mengatakan berdasar dari internal data yang dia dapat dari Facebook saat ini user FB dari Indonesia sudah di angka 1,51 juta. Ini artinya kita juga sudah melampaui Hong Kong.</p>
<p>Walau tentunya kita masih dibawah Australia yang mencapai 4,7 juta, atau UK yang 16 juta atau bahkan negara asalnya US 48 juta <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tentunya masalah ketersediaan Internet di Indonesia ikut ambil peran dalam hal ini ya.</p>
<p>Kalau dibandingkan dengan pengguna <a href="http://friendster.com" target="_blank">Friendster</a>, Social Network yang lebih dulu populer di Indonesia, jumlah pengguna yang berasal dari Indonesia juga masih dibawah. Pada saat Friendster me-release versi mobile nya di Indonesia pada <a href="http://www.friendster.com/info/presscenter.php?A=pr44" target="_blank">September 2008 lalu</a>, pengguna dari Indonesia mencapai 8,2 juta.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>&#8217;s Think:<br />
Akhirnya. Menyenangkan melihat pertumbuhan social networking yang menggila di Indonesia (terutama kota besar seperti Jakarta).  Sepertinya user sudah semakin siap untuk bermain di ranah maya.</p>
<p>Tidak cuma  yang menarik di mata saya, Facebook berhasil menarik kelas pengguna baru. Ini diluar pengguna social network yang biasanya berada di range usia 16-25 tahun. Pengguna baru ini adalah mereka yang termasuk kelas umur diatas 35 tahun.</p>
<p>I&#8217;m welcoming my aunt and uncles on Facebook. Dan sepertinya tak lama lagi my own mom.</p>
<p>Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, dan jumlah pengguna internet kurang lebih 25 juta orang. Jadi sepertinya, jumlah pengguna Facebook akan terus bertambah ya?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/facebook-user-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEM or SMM</title>
		<link>http://think.web.id/brain/sem-or-smm/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/sem-or-smm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 13:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[
 photo credit: Pete Kim
Membaca tulisan Toni di NavinoT yang berjudul &#8220;SEO: Masih berhargakah dikejar?&#8221; membuat saya tertarik untuk mengangkat hal ini.
Pada tulisan tersebut Toni mempertanyakan masih penting nggak sih men-SEO kan sebuah website? atau cukup eksis di Facebook (Social Network) aja? Hal ini bisa dijawab berdasar tujuan dari website (atau blog) masing-masing.
Website untuk traveling [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="How social media succeeds by being invisibly serious fun" href="http://www.flickr.com/photos/35468141938@N01/209665229/" target="_blank"></a><a title="234 social media marketing examples" href="http://www.flickr.com/photos/31884970@N00/2909140600/" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3135/2909140600_5fc420fb20.jpg" border="0" alt="234 social media marketing examples" /></a><br />
<small><a title="Attribution-NonCommercial-ShareAlike License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Pete Kim" href="http://www.flickr.com/photos/31884970@N00/2909140600/" target="_blank">Pete Kim</a></small></p>
<p>Membaca tulisan <a href="http://www.navinot.com/author/neofreko/" target="_blank">Toni</a> di <a href="http://www.navinot.com" target="_blank">NavinoT</a> yang berjudul &#8220;<a href="http://www.navinot.com/2009/02/16/seo-masih-berharga-dikejar/" target="_blank">SEO: Masih berhargakah dikejar?</a>&#8221; membuat saya tertarik untuk mengangkat hal ini.</p>
<p>Pada tulisan tersebut Toni mempertanyakan masih penting nggak sih men-SEO kan sebuah website? atau cukup eksis di Facebook (Social Network) aja? Hal ini bisa dijawab berdasar tujuan dari website (atau blog) masing-masing.</p>
<p>Website untuk traveling atau yang berkait pariwisata biasanya yang paling efektif memang menggunakan<em> SEM (Search Engine Marketing)</em>. Karena habit <em>user </em>ketika mau pergi ke suatu tempat yang  jarang dia tuju atau bahkan belum pernah sama sekali adalah mencari informasi nya lewat Search Engine. Tetapi bukannya mereka tidak bisa melakukan (juga) dengan<em> SMM (Social Media Marketing)</em>.</p>
<p>Ada beberapa orang bilang <em>SEM is lame, the hip new trend is SMM</em>. Tapi menurut saya (saat ini) masing-masing punya tempatnya masing-masing. Yang menarik adalah ketika kita melakukan SMM secara tidak langsung kita juga melakukan SEO. Website/blog kita menjadi optimize.</p>
<p>Kami punya contoh nyatanya. Coba search di <a href="http://www.google.com" target="_blank">Google </a>dengan keyword &#8220;Thinkweb&#8221;. Anda akan menemukan URL website <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> pada top result (result tgl 16 Februari 2009). Apakah kami melakukan SEO? <span style="text-decoration: underline;">Tidak sama sekali</span>.<br />
Sekitar 2 tahun lalu ketika saya melakukan search dengan keyword tersebut maka website kami berada di page result 3 atau 4. Kami tidak melakukan apa-apa setelahnya, the website is not Search Engine friendly (yet).</p>
<blockquote><p>** mohon maaf untuk <a href="http://seokita.com" target="_blank">mas Keke</a> karena seminar <a href="http://indonesiabootcamp.com/" target="_blank">Indonesia Bootcamp</a> Bali nya nggak saya praktekkan langsung :p **</p></blockquote>
<p>Tapi kemudian kami rajin mempublish URL itu di semua Social Media yang kami ikuti. Hasilnya ya seperti sekarang ini <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi&#8230; SEM or SEO?<br />
<em>based on needs.. you decide.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/sem-or-smm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Samsung Hope</title>
		<link>http://think.web.id/brain/samsung-hope/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/samsung-hope/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 14:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Think.Web kali ini dipercaya oleh Samsung Indonesia untuk mendukung salah satu program mereka yaitu Samsung Hope. Samsung Hope adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Samsung untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Samsung menunjuk 3 yayasan yang akan diberikan bantuan dan besar donasi ke masing-masing yayasan bergantung pada jumlah vote yang berlangsung di microsite Samsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.samsunghopeid.org"><img class="alignleft size-full wp-image-706" style="margin-top: 5px; margin-right: 10px;" title="Samsung Hope" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/12/samsunghope.jpg" alt="" width="320" height="320" /></a><a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> kali ini dipercaya oleh Samsung Indonesia untuk mendukung salah satu program mereka yaitu Samsung Hope. Samsung Hope adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Samsung untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Samsung menunjuk 3 yayasan yang akan diberikan bantuan dan besar donasi ke masing-masing yayasan bergantung pada jumlah vote yang berlangsung di <a href="http://www.samsunghope.org" target="_blank">microsite Samsung Hope</a>.</p>
<p>Service Think.Web kali ini adalah <strong>Social Media Optimization Service</strong>. Rasanya baru kali ini ada brand di Indonesia yang melakukan Social Media Optimization secara comprehensive. Selama ini yang saya temukan hanya sebatas advetorial pada Blog saja.</p>
<p>Think.Web melakukan optimize dan maintenance pada <a href="http://www.samsunghopeid.org" target="_blank">blog Samsung Hope Indonesia</a>. Kemudian juga menggunakan jalur Facebook, Twitter, Plurk dan Blog (lain) dengan cara &amp; strategi sendiri-sendiri.</p>
<p>Walaupun masih menjadi hal yang baru dan masih ada beberapa kendala, mudah-mudahan langkah dari Social Media Marketing ini bisa membuktikan bahwa Social (media) Marketing dapat berjalan &#8220;Low Cost, High Impact&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/samsung-hope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Day I Learn To Be Creative</title>
		<link>http://think.web.id/brain/the-day-i-learn-to-be-creative/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/the-day-i-learn-to-be-creative/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 03:59:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Anan]]></category>
		<category><![CDATA[creativity]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa saat yang lalu gue complaining: &#8220;I&#8217;m not creative enough&#8221; sepertinya complain ini dipicu kondisi gue yang dihadapkan pada setumpuk proposal and started to think, &#8220;where did my creative nerve goes?&#8221;.
Tapi semuanya agak hilang ketika one day my partner sent me this slide share link. Ketika gue liat, its about creativity. Ih tau aja, temennya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa saat yang lalu gue complaining: &#8220;I&#8217;m not creative enough&#8221; sepertinya complain ini dipicu kondisi gue yang dihadapkan pada setumpuk proposal and started to think, &#8220;where did my creative nerve goes?&#8221;.</p>
<p>Tapi semuanya agak hilang ketika one day my partner sent me this slide share link. Ketika gue liat, its about <a title="Creativity Slide Share" href="http://www.slideshare.net/jakobdenk/creativity-538456" target="_blank">creativity</a>. Ih tau aja, temennya lagi merasa ga kreatif.</p>
<p>Upon reading slide by slide, it get me thinking. Gue udah melakukan most of the slides suggested. So if this the way to make me a more creative person, sepertinya I&#8217;m on the right track. Berterimakasihlah pada beberapa kebiasaan yang ditularkan oleh my partner <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a> yang kebetulan berkesempatan sekolah di sekolah seni.</p>
<p><em><strong>01. Scribbles a lot</strong></em><br />
Well dari kecil juga ini sih kerjaan gue, nyorat nyoret. I once have this little books yang memang isinya cuma gambar. Penting, ga penting, komik, puisi, pemikiran gue, ide ini itu. Semua ada disitu, sayangnya once bukunya habis, i tend to switch to another book dan meninggalkan buku yang lama begitu saja. I should have save it somewhere save! Ideas are precious&#8230;</p>
<p><em><strong>02. Mindmap</strong></em><br />
Ini yang baru gue lakukan gara-gara Rama. This 2 years gue jadi terbiasa dan terobsesi setiap mau mengeluarkan ide atau membuat proyek, sibuklah membuat si mind mapping ini. It helps a lot to see the bigger picture</p>
<p><em><strong>03. Read&#8230;A lot of good stuff</strong></em><br />
Its not just books, good literature comes in different shapes and form. Hehe so either lo baca buku, baca lewat slideshare, baca blog orang&#8230;as long as lo menganggap its good stuff..please continue reading then. Your brain is a sponge, kalau ga diisi yang memang ga akan pernah ada isinya. Kalau lo berada dekat-dekat bacaan ga mutu, ya otak lo mungkin isinya sesuatu yang ga mutu. But if you really wanted to fill those brain of yours with something worthy, ya baca aja a lot of good stuff.</p>
<p><em><strong>04. Be a photographer</strong></em><br />
Im not saying that you should be a real photographer. But its more like, having the essence of a photographer. Lo bisa lihat detailed stuff, lo bisa menentukan scene mana yang harus diambil dan mana yang ngga. That&#8217;s why I decided I wanted a camera. Yang akhirnya kupunya di pertengahan tahun kemarin&#8230;yeay me. I always carry it in my bag.</p>
<p><img class="size-full wp-image-626 alignnone" title="creative" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/11/creative.jpg" alt="Sketches on behalf of Hendra Hoedojo" width="500" height="375" /></p>
<p>PS: Kenapa ya gue nulis dalam dua bahasa? Hehe ga papa ya? Lagi belajar mengekspresikan diri in another language&#8230;mungkin suatu hari nanti gue akan menulis dengan campuran 3 bahasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/the-day-i-learn-to-be-creative/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Startup Company, Everybody Have To Start Somewhere</title>
		<link>http://think.web.id/brain/startup-company-everybody-have-to-start-somewhere/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/startup-company-everybody-have-to-start-somewhere/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 06:55:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Google, Yahoo!, Facebook, Friendster, Myspace&#8230;
Nama-nama besar ini semuanya dimulai dari sesuatu yang kecil, a start up company. Sama seperti manusia, perusahaan besar harus memulai segala sesuatunya seperti siklus kehidupan, memulai segalanya dari sebuah kelahiran. Kelahiran sebagai sebuah start-up company, perusahaan yang baru saja didirikan, dalam masa perkembangan dan pencarian pasar. Masa depan masih agak belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Google, Yahoo!, Facebook, Friendster, Myspace&#8230;</em></p>
<p>Nama-nama besar ini semuanya dimulai dari sesuatu yang kecil, <em>a </em><em>start up company</em>. Sama seperti manusia, perusahaan besar harus memulai segala sesuatunya seperti siklus kehidupan, memulai segalanya dari sebuah kelahiran. Kelahiran sebagai sebuah <em>start-up company</em>, perusahaan yang baru saja didirikan, dalam masa perkembangan dan pencarian pasar. Masa depan masih agak belum pasti, bisa sangat sukses atau malah terpuruk. </p>
<p>Di tahun 1998 Google juga mengalami kelahiran menjadi sebuah start up company, dengan hanya 5 orang pegawai (di luar Larry and Sergey). Sekarang Google sudah merayakan 10 tahun karir perusahaan dengan lebih dari 20.000 pegawai. <em>How was Google as a startup company?</em> Di masa awalnya itu, sebuah koran Jerman, Stern, berhasil mewawancarai dynamic duo yang mendirikan Google ini:</p>
<p> </p>
<p><em>How did Google start?</em></p>
<p><strong>Larry:</strong> Basically I started doing my Phd. research on the link structure of the Web, about 3 1/2 years ago. And then I got other people interested; Sergey started working on this soon after. </p>
<p><strong>Sergey:</strong> I was at the time working on data mining.</p>
<p><strong>Larry</strong>: We’re both Phd. students at Stanford, computer science. We’re taking a leave-of-absence. It just seemed like this was a really good opportunity. Craig [Silverstein, Google employee no. 1] and I have very little left to do, but the world doesn’t wait.</p>
<p> </p>
<p><em>Was it difficult to find funding?</em></p>
<p><strong>Sergey</strong>: Basically, we talked to our advisers and other faculty whom we knew. And they just pointed us to other people. Pretty soon, we had investors, we had a lawyer, we had everything that we needed. We got more money than expected. We worked on a business plan for a little bit, but we were basically never even asked for it. Recently we got an e-mail from one of our investors saying, “Oh, do you guys have a business plan? I don’t think I ever saw one.”</p>
<p><strong>Larry:</strong> To be fair: We told these guys what we wanted to do and they asked us good questions and they know enough to know what we’re doing.</p>
<p><strong>Sergey:</strong> This is based on three years of research. We have a running prototype.</p>
<p><strong>Larry: </strong>And we’ve had a lot of contact with the people in the industry. It’s not like we were random students walking in saying, “Hey, we would like some money!”</p>
<p><strong>Sergey:</strong> Everybody who we talked to wanted to invest. No exceptions. Now, we get probably 5 to 10 e-mails every day [from potential investors]. We collect their names. We’ll have to decide [at some point] what we want to do. It’s not necessarily that sensible to have hundreds of smaller investors rather than a few big ones.</p>
<p> </p>
<p><em>Where do you see yourselves in, say, five years from now?</em></p>
<p><strong>Sergey:</strong> That’s a long way down the sea. There are a lot of benefits for us, aside from potential financial success. The experience, for example. If we want to start another company at some point, that would be fairly easy because we have all the contacts in the industry. Also, it’s been very exciting. I really enjoyed being a Phd. at Stanford, but at Google, we do lots of really different things involved in setting up a company. We take care of very many things you don’t get to see if you’re just purely focused on creating technology.</p>
<p>There’s one more important thing, and that’s to bring what we’ve done to the world. That’s very exciting, too, of course. And we think this does have a potential to really change things forever.</p>
<p><strong>Larry:</strong> That’s one of my personal goals. Search engines play a really important role in people’s lives, determining what information they get to look at. You really want to trust the people that are doing that for you.</p>
<p>For both of us, that’s been a strong reason why we started the company, is to say: We think we can do a better job doing this, and that’s an important thing to do for the world. </p>
<p> </p>
<p><em>Do you ever consider the risks?</em></p>
<p><strong>Larry:</strong> Silicon Valley is a little bit different. There’s not so much risk to us. If you fail in starting your company, you’re actually more fundable. You may have failed for some reason not involving yourself at all, just [due to] some random factors.</p>
<p><strong>Sergey:</strong> The main risk is really our time. We’re working much, much harder than we would in a normal job. It’s not a 40 hour a week job.</p>
<p>We’ve been trying to cut down. When we started we’d be working upwards of 12 hours a day, six days a week. But be have been trying to cut down, because we think this isn’t necessarily most productive. We try hard to take at least one of the weekend days off, and at times both or at least portions of both.</p>
<p><strong>Larry:</strong> Web companies especially are like 24 hour businesses. You just have to keep things running. When something breaks it needs to be fixed right away. So there are demands, I think, even beyond normal start-ups. Sergey: Anyway, we’re trying to push it down below 60 hours.</p>
<p> </p>
<p><em>What’s the main part of your work?</em></p>
<p><strong>Sergey:</strong> There are more main parts than we care to have. We try to offload as much as we can to our employees [but] we still do a lot of lower-level programming.</p>
<p>Then, we spend a lot of time talking to people in other companies and to VCs, any kind of strategic contact. And we need to do some kind of high-level strategic planning for the company.</p>
<p>The other thing we do, by the way, is, taking out the garbage, bringing food for people, making sure we have the phone lines, ordering computers, taking care of the “everything else” category.</p>
<p>Starting Monday, we’ll have 6 full-time employees. This week we have 5, last week we had 4. I think it’s going to keep growing at that pace for a while.</p>
<p> </p>
<p><em>At some point, the goal is the IPO …?</em></p>
<p><strong>Larry:</strong> Of course, yeah.</p>
<p><strong>Sergey:</strong> There are several possible places where we can take Google. One is to get bought out. After that, we’d still continue to work on it. The other possibility is the IPO. I think it would be much more exciting for us to make Google stand on its own. But both are possibilities.</p>
<p> </p>
<p><em>Do your investors talk about a day when they expect to earn their money back?</em></p>
<p><strong>Sergey</strong>: Not really. I mean, they talk about schedules to IPO. That&#8217;s when they can cash out. But in terms of actually becoming a profitable company and eventually paying dividends or something like that – people don’t bother talking about that, that’s very far down the line.<br />
It certainly doesn’t make sense to try to become profitable tomorrow and stay small, rather than keep spending the money and capture ten times as much market share.</p>
<p><strong>Larry</strong>: Clearly, if you’re providing a service to the whole world, you have to have a fairly big company.</p>
<p> </p>
<p><em>Do you generate any revenue at the moment?</em></p>
<p><strong>Sergey:</strong> You caught us at an interesting time. Right now, we’re thinking about generating some revenue. We have a number of ways to doing that. One thing is we can put up some advertising. The key there is to put up advertising that will be really useful to our users and not slow down our site. That way we won’t push people away from our site, but we’ll still take in some revenue. Another way would be co-branding. Provide the back-end search engine to other sites.</p>
<p> </p>
<p><em>How do you see Google develop? At some point, do you see yourselves on par with AltaVista, Excite, all these other established search engines?</em></p>
<p><strong>Sergey: </strong>I would say no. We want to be on par with Yahoo, or Amazon, AOL. AltaVista, Excite and [the others] are by no means viewed as the winners. There’s no question, we want to be number one in market share in terms of search. And I think we can do that in not so long. Past that, it’s really hard to predict. There’s really no reason to set our sights low. If you do things right you can make a big jump over everybody else.</p>
<p> </p>
<div>See, all company have to start somehere. And now you know about Google as a start up company. They even have a start up name card. So my advice is: just start your own company now, every company is a startup company when they started the business.</div>
<div><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/041.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-401" title="041" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/041-300x176.jpg" alt="" width="300" height="176" /></a></div>
<div><em>Source: www.ubergizmo.com</em></div>
<blockquote>
<div><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</div>
<div>Yes! intinya adalah MULAI.</div>
<div>Banyak sekali orang yang takut untuk memulai usaha, ada yang ngambil S2 dulu dengan dalih belum cukup ilmu, ada yang nggak mulai-mulai karena ngumpulin modal dulu. Well, percaya apa nggak yang namanya ilmu &amp; uang nggak akan pernah cukup untuk menjadi modal.</div>
<div>Yang dibutuhin cuman MULAI.</div>
<div>Bisa dimulai dari yang sangat kecil, dengan menjalankan sesuatu sesuai dengan passion nya. Tetap ingat harus continue dan ada goal nya. Dan tentukan saat dimana untuk &#8216;naik kelas&#8217;.</div>
<div>Sejauh kita punya passion, punya pengetahuan dan bisa membayangkan masalah serta kira-kira solusi nya itu artinya kita siap.</div>
<div>Dan kadang memang harus memanfaatkan momentum, misal saat punya keinginan untuk membuktikan, saat sudah merasa jengah dengan pekerjaan yang dilakukan, atau ya saat bertemu dengan orang yang tepat untuk diajak berpartner.</div>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/startup-company-everybody-have-to-start-somewhere/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Maksimalkan Modal</title>
		<link>http://think.web.id/brain/maksimalkan-modal/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/maksimalkan-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 07:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=453</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam terjadi perdebatan seru dengan sahabat saya. Tidak ingat mulainya dari mana, tetapi teman saya langsung &#8216;panas&#8217; waktu kami sedang membahas tentang lulusan universitas luar negri. Persisnya ketika gue bilang &#8220;wah susah tuh lulusan luar negri kalo masuk Think.Web&#8220;. Teman itu langsung bertanya &#8220;why???&#8221;. Gue jawab &#8220;ya dia musti bisa nunjukin sesuatu yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/10/lulus1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-573" style="margin-left: 0px; margin-right: 25px;" title="lulus1" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/10/lulus1.jpg" alt="" width="326" height="522" /></a>Suatu malam terjadi perdebatan seru dengan sahabat saya. Tidak ingat mulainya dari mana, tetapi teman saya langsung &#8216;panas&#8217; waktu kami sedang membahas tentang lulusan universitas luar negri. Persisnya ketika gue bilang &#8220;wah susah tuh lulusan luar negri kalo masuk <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a>&#8220;. Teman itu langsung bertanya &#8220;why???&#8221;. Gue jawab &#8220;ya dia musti bisa nunjukin sesuatu yang lebih dibanding para lulusan dalam negri&#8221;.</p>
<p>Dan kemudian terjadi banyak perdebatan dan teman itu terus-terusan berkata &#8220;you can&#8217;t do double standard!! Pikiran lo sempit banget kalo melakukan itu. Lo nggak bisa judging seperti itu, mereka musti punya kesempatan yang sama&#8221;.</p>
<p>Bwehhh&#8230;.  whose giving the judgement now?? hehehe&#8230;</p>
<p>Tapi ini alesan-alesan gue dibalik pendapat gue mengenai lulusan luar negri:</p>
<ol>
<li><strong>Maksimalkan modal</strong><br />
Punya kesempatan sekolah di luar artinya punya pengalaman yang berbeda dengan orang lain. Lebih-lebih, seharusnya punya pengalaman dan pengetahuan yang lebih dibanding mereka yang hanya sekolah di dalam negri.  Jadi seharusnya orang tersebut bisa menghasilkan sesuatu yang lebih. Kalau tidak, artinya dia tidak menghasilkan sesuatu yang memaksimal dari modal yang dia miliki. Kalo memang seperti itu berarti <em>he or she doesn&#8217;t fit with us</em>.</li>
<li><strong>Just being fair</strong><br />
Apa jadinya kalau olimpiade penyandang cacat dengan mereka yang normal dijadikan satu? Setiap hal punya tolak ukur yang berbeda, dan harus bisa dinilai secara fair ketika dibandingkan dengan yang lain. (mungkin akan ada yang bilang, kita nggak bicara soal cacat fisik&#8230; <em>well it&#8217;s just analogy</em>. Tapi intinya <em>different competition, different people, different values</em>). Selama penilaiannya masih bisa dipisahkan dan dinilai secara adil, ya sebaiknya dipisahkan. Being fair itu tidak selalu 50-50 kok, bukan selalu sama rata. Tapi memang mampu menilai secara adil &amp; bijak.<br />
Dan kembali lagi, sudahkah modal yang dimiliki menjadi maksimal? </li>
<li><strong>Bangun bangsa mu</strong><br />
Gue nggak habis pikir dengan mereka yang S1 di luar negri, kemudian/atau S2 diluar negri, balik-balik cari kerja sebagai manager/director. Geeezzz&#8230;. Bangsa mu sudah cukup sulit dengan lapangan pekerjaan, kenapa orang-orang yang punya kesempatan untuk lebih maju dan kembali hanya untuk bersaing dengan yang tidak punya kesempatan yang sama. Kenapa bukan BIKIN LAPANGAN KERJA itu.<br />
Nggak punya modal (uang), nggak punya network, nggak punya pengalaman, itu cuman alesan. Yang dibutuhin cuman <em>guts!</em> keberanian! Dan kalo mereka yang udah berani hidup sendiri di negri orang dan balik-balik kesini nggak punya keberanian?! Malu dong sama mereka yang mampu bikin usaha sendiri disebuah desa, dan mengkaryakan orang-orang sekitarnya.</li>
<li><strong>Apa yang didapat tidak akan sama<br />
<span style="font-weight: normal;">Hal ini jelas lah ya. Pengalaman dalam dan luar negri pasti tidak akan sama. Tapi menurut gue bagi mereka yang menghabiskan S1 nya diluar negri kehilangan banyak hal yang secara nyata ada di Indonesia. Hal ini yang disayangkan. Mungkin ini karena gue sejauh ini baru berhasil menyelesaikan S1 dan didalam negri. Tapi masa kuliah gue itu bener-bener menjadi proses pembentukan diri gue yang sekarang. Cukup tahu masalah yang terjadi di bangsa ini, punya wawasan cukup akan bangsa dan segala kekayaannya, dan punya kecintaan terhadap bangsa.<br />
Jadi menurut gue memang punya dasar yang kuat dulu mengenai bangsa nya, kemudian lakukan sesuatu baru setelah itu putuskan mencari ilmu pengalaman diluar atau tidak. Tentunya dengan tujuan untuk kemudian kembali lagi dan memajukan bangsa.</span></strong></li>
</ol>
<p>Seinget gue, sejauh ini pernah ada 3-4 orang S1 lulusan LN yang apply ke Think.Web. Dalam proses recruitment kemampuan dan potensi seseorang memang hanya bisa diketahui dari portofolio/CV dan hasil interview. Dan dari proses itu orang-orang tersebut memang tidak menunjukkan hasil yang seharusnya dihasilkan berdasar point-point gue diatas.   </p>
<p>Surprising buat gue&#8230; gue selalu kemudian berpikir, &#8220;trus ngapain lo jauh-jauh sekolah?&#8221;.<br />
Mungkin akan ada yang bilang &#8220;yah itu kan nggak mempresentasikan lulusan LN yang lain&#8221;. Well&#8230; begini deh&#8230; gue percaya mereka yang lulus dari sekolah di LN pasti lebih banyak dari mereka yang muncul di majalah-majalah sebagai enteprenuer, tapi kan kenyataannya yang muncul sedikit sekali.</p>
<p>We&#8217;re proudly to say kalau saat ini Think.Web berisi kami-kami yang menjalankan sekolah nya di dalam negri. Dan kami juga mampu bersaing dengan mereka yang lulusan LN atau bahkan orang/perusahaan asing pun. 100% adalah dari dalam negri, tapi dengan internet pengetahuan dan &#8216;pengalaman&#8217; kami bisa dikatakan sama dengan mereka di dan dari manapun. Tanpa menutup kesempatan bagi mereka yang kebetulan lulusan luar atau bahkan orang asing pun, tapi mereka musti bisa memberikan nilai tambah buat kita.</p>
<p>Gue pribadi, tujuan utama bikin usaha adalah untuk membantu sesama. Memberikan lapangan kerja dan penghidupan buat bangsa gue, Indonesia. Jadi wajar sepertinya kalau gue berusaha berlaku adil buat mereka yang mungkin tidak punya kesempatan untuk menuntut ilmu di LN. </p>
<p>Dengan hal-hal itu gue tidak merasa narrow-minded, stereotyped or judging to something.<br />
Gimana menurut lo?</p>
<blockquote>
<div><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>&#8217;s Mind</div>
<div><em>   <br />
Too be honest menurut gue yang penting sebenarnya adalah outcomenya. What kinds of person have you become setelah lo sekolah. Mau di dalam or di luar negeri or di luar planet sekalipun. Karena in the end itu yang terpenting, the person matters dan bukannya dia sekolahnya dimana. Kenapa sebuah sekolah kemudian punya standar yang bagus dan lulusannya dianggap bagus? &gt;Let me tell you this, because good school menuntut good seeds. When they have good seeds, mereka akan memanen hasil yang tentunya juga bagus (yah kesampingkanlah beberapa anomali bibit yang kemudian mutasi). Soal sekolah di dalam ataupun di luar negeri, it&#8217;s all about the chances you&#8217;ve got.  Kesempatan pertama datangnya dari kondisi ekonomi, kalau memang mampu berarti orang tua akan mampu menyekolahkan sang anak, sehingga mendapatkan pendidikan terbaik (sesuai dengan kemampuan ekonomi). Kalau bisa sekolah di dalam negeri ya cari yang terbaik dan kalau memang punya kesempatan melihat dunia dan bersekolah di luar negeri juga cari yang terbaik. Don&#8217;t just settle for second best.    </p>
<p>Kesempatan kedua datangnya dari kemampuan dan keinginan sang anak. Kalau memang anaknya diberikan kelebihan di bidang pendidikan dan mampu mengejar beasiswa, dia bisa mendapat pendidikan terbaik (entah di dalam maupun di luar). Ini yang gue bilang tadi good seed akan bisa masuk ke sekolah terbaik dan memang dicari oleh good school. </p>
<p></em> </div>
<p><em></em></p>
<p><em> </em> </p>
<div><em>Jadi I really think what&#8217;s <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a> trying to say is, Think.Web has the privilege of working with the good seeds from local university therefore we except the same outcome from those who have the opportunity to study abroad.</em></div>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/maksimalkan-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/social-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[ 
What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium online [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<div id="attachment_579" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/10/social-media.jpg"><img class="size-full wp-image-579" title="social-media" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/10/social-media.jpg" alt="Image courtesyof: www.donortec.com.au" width="500" height="356" /></a><p class="wp-caption-text">Image courtesyof: www.donortec.com.au</p></div>
<p>What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium online tadi.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Aplikasi sosial media sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:</p>
<p>Communication</p>
<ul>
<li>Blogs: Wordpress, TypePad, Blogger (service)</li>
<li>Microblogs / Presence apps: Twitter and Pownce</li>
<li>Social networking: Friendster, Facebook, LinkedIn, MySpace, Orkut</li>
</ul>
<p>Collaboration</p>
<ul>
<li>Wikis: Wikipedia, PBWiki</li>
<li>Social bookmarking: del.icio.us and StumbleUpon</li>
<li>Social News Sites: Digg, Mixx and Reddit</li>
</ul>
<p>Multimedia</p>
<ul>
<li>Photo sharing: Flickr and Zooomr</li>
<li>Video sharing: YouTube and Vimeo</li>
<li>Audio and Music Sharing: imeem, iLike</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Agar brand bisa sukses dalam social media pastikan Anda tidak terjebak dalam beberapa anggapan yang &#8220;salah&#8221; berikut ini:</p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal;">01. kampanye sosial media = halaman facebook dan myspace</span><br />
</strong><span style="font-style: normal;">Dalam kenyataannya walaupun keduanya adalah social networking besar, namun masih banyak opsi lain yang mungkin lebih cocok dengan brand Anda. Semua tergantung dari objektif yang ingin dicapai. Bila Anda perusahaan perhotelan/travel mungkin lebih cocok main di Flickr atau youtube. Bila hanya ingin berita tersebar coba gunakan digg atau del.icio.us atau coba juga gunakan wikipedia untuk mengembangkan brand Anda. </span></em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal;">02. Traffiknya nggak tinggi</span></strong><br />
<span style="font-style: normal;">Tinggi rendahnya traffic sebenarnya tergantung bagaimana planning yang dibuat. Selain itu yang perlu disasar adalah menujukan komunikasi pada audience yang tepat sehingga mampu menghasilkan traffic berkualitas baik.</span></em></p>
<p><strong><em><span style="font-style: normal;">03. Selalu kontrol komunikasi di social media</span><br />
<span style="font-style: normal; font-weight: normal;">Pada kenyataannya bila kita berbicara mengenai sosial media, Anda harus bersiap untuk kehilangan kontrol. Mungkin saja pembicaraan yang terjadi terhadap brand adalah campuran antara negatif dan positif .</span></em></strong></p>
<p><strong> 04. Ga bisa diukur</strong><br />
Bisa kok, cara paling mudah adalah lihat refferal yang masuk ke situs.  Atau monitor sendiri pembicaraan mengenai brand yang terjadi di blog, forum dan lainnya.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Nih tips dari gue:<br />
1. You have to be there!! Optimizing in Social Media nggak akan jalan kalo cuman ditaro aja. At least musti sampai kepada critical mass tertentu baru kemudian account/campaign itu bisa ditinggal. Tapi juga tetap harus dalam supervisi.</p>
<p>2. Minimize usage of one-door service. Masing-masing social media biasanya punya style dan cara masing-masing. Kalau kita menggunakan 1 pintu untuk blasting tapi kemudian tidak berada disitu (lagi-lagi point 1 tadi jadi yang utama) maka campaign nya akan percuma.<br />
Contoh: lewat ping.fm orang bisa posting ke beberapa microblogging secara langsung. Tetapi yang didapat tidak akan maksimal:</p>
<p style="padding-left: 30px;"> a. Twitter secara fungsi adalah untuk mengupdate status sedang apa seseorang, karena itu kalau kita login ke web nya akan ada tulisan &#8220;What are you doing?&#8221;.</p>
<p style="padding-left: 30px;">b. Plurk memungkinkan tercipta nya conversation di masing-masing message nya. Kalo kita cuman posting tanpa kemudian mengikutinya makan tidak akan maksimal fungsinya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"> </p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
