<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.web &#187; Marketing</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/category/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>this Brain continously Think about Web, and sometime other things too</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jun 2010 01:31:56 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ketika Social Media Ada [dimana-mana]</title>
		<link>http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 01:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis   fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook.

Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis   fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook.</p>
<ul></ul>
<p>Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam iklan-iklan yang tayang di TV ataupun media cetak.  Belum habis eksis di tayangan iklan, brand juga sudah merasa perlu untuk mengikutsertakan url social media mereka di kemasan produk, sebuah kepentingan yang bahkan belum ada setahun yang lalu.</p>
<p>Sebuah kepentingan yang tercipta karena tuntutan pengguna. Belum lama ini saya melihat sebuah minuman merek mancanegara yang mencantumkan logo Facebook di kemasannya. Ternyata yang dilakukan si minuman ini adalah melakukan sebuah aktivitas yang berbasis konsumen, memberikan kekuasaan lebih pada konsumen untuk membuat jenis minuman mereka sendiri. Jenis minuman yang paling diminati secara online kemudian di&#8221;wujudkan&#8221; nyata dan didistribusikan ke seluruh negeri. Salah satu cara cerdas melakukan test market, sebelum melakukan produksi barang baru.</p>
<p>Itu tadi contoh kasus merek mancanegara, terus apakabar merek lokal? Kita tidak usah bahas merek-merek lokal terkenal ya. Karena kebetulan saya bertemu dengan merek yang baru kemarin saya ketahui keberadaannya, dan merek kecil ini pun sudah &#8220;melek&#8221; social media.</p>
<blockquote><p>Mari kita kenalan dengan &#8220;Kree-oks&#8221;</p></blockquote>
<p>Ada yang tau merek apa ini?<br />
[belum tau?]</p>
<p>Gimana kalau saya kasih tambahan embel-embel chip dibelakangnya?<br />
[udah bisa tebak dong, jenis produknya]</p>
<p>Ya ternyata si &#8220;Kree-oks&#8221; ini atau kriuk kalau sambil makan produknya adalah camilan sehat kripik buah kering yang diproduksi di Indonesia dan dikemas oleh sebuah CV di Bandung. Kemasannya sederhana, bersahaja, cenderung polos. Tapi dibalik kebersahajaannya itu, ternyata &#8220;Kree-oks&#8221; termasuk salah satu panganan yang cukup maju karena dia diam-diam menampilkan eksistensinya di salah satu Social Media.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1130" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/kreeoks/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1130" title="Kreeoks" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/06/Kreeoks-255x333.jpg" alt="" width="255" height="333" /></a></p>
<p>Coba cek di sudut kiri atas dibawah bendera Indonesia yang menjulur. Dengan sedikit malu-malu, Kree-oks menampilkan logo Facebook dan keterangan Kreeoks Chips. Walau belum merupakan affinity URL, namun mereka yang memiliki rasa penasaran berlebih macam saya, dapat dengan mudah melakukan proses search di facebook dengan mengetikkan Kreeoks Chips dan dalam hitungan detik akan bertemu dengan facebook groups <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=67652859045&amp;v=wall&amp;ref=ts" target="_blank">Kreeoks Chips</a>.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1129" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/screen-shot-2010-06-14-at-6-16-18-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1129" title="Kree-oks Chip facebook group" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/06/Screen-shot-2010-06-14-at-6.16.18-PM.png" alt="" width="374" height="62" /></a></p>
<p>Penggunaan facebook oleh Kree-oks chip juga memperlihatkan bahwa social media selain untuk mendukung brand engagement juga dapat dipergunakan untuk step pengembangan bisnis. Ketika masuk ke group Kreeoks Chip, tujuan pengembangan bisnis dan promosi produk adalah dua hal yang paling terasa. Walau belum maksimal, tapi apa yang dilakukan Kree-oks menurut saya adalah sebuah langkah besar dalam memanfaatkan teknologi untuk berpromosi dan mengembangkan bisnis.</p>
<p>PS: Thanks to Mega yang sudah mengenalkan saya pada Kreeoks Chip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Ads Salah Tempat</title>
		<link>http://think.web.id/brain/google-ads-salah-tempat/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/google-ads-salah-tempat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 01:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Uniquely Advertise]]></category>
		<category><![CDATA[google adwords]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Google Ads yang muncul ditempat yang nggak seharusnya pasti sering kita lihat kan? Ini karena si pengguna Adsense kurang taktis menggunakan keyword sehingga iklan yang muncul malah merugikan Blog (tempat iklan) itu dipasang. Kemunculan iklan salah tempat yang merugikan blog misalnya iklan tentang website porn yang muncul di blog tentang wanita atau bayi.
Tapi ada hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Google Ads yang muncul ditempat yang nggak seharusnya pasti sering kita lihat kan? Ini karena si pengguna Adsense kurang taktis menggunakan keyword sehingga iklan yang muncul malah merugikan Blog (tempat iklan) itu dipasang. Kemunculan iklan salah tempat yang merugikan blog misalnya iklan tentang website porn yang muncul di blog tentang wanita atau bayi.</p>
<p>Tapi ada hal yang menarik baru-baru ini. Berkaitan dengan peristiwa terorisme di Mumbai.</p>
<p>Perhatikan image ini:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror.png"><img src="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror.png" alt="Source: Mashable.com" width="600" height="622" /></a><p class="wp-caption-text">Source: Mashable.com</p></div>
<p>Atau yang ini:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror3.png"><img src="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror3.png" alt="Source: Mashable.com" width="600" height="710" /></a><p class="wp-caption-text">Source: Mashable.com</p></div>
<p> <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sertifikat untuk melakukan terorisme bisa didapatkan secara online!! begitu kira-kira inti iklan nya. Padahal siapapun yang sedang membaca berita mengenai teroris di Mumbai pasti sedang mengecam aksi terorisme dalam bentuk apapun (didalam hatinya). Kemunculan iklan ini menjadi sebuah humor satir.</p>
<p>Hal seperti ini memang diluar dari kendali Google. Karena mereka hanya menyediakan tempat bagi siapapun yang mau menjual apapun.</p>
<p>Dan seperti nya memang susah untuk mencegah hal-hal seperti ini. <em>At least </em>untuk mendapatkan sebuah aksi preventif, pasti harus ada kejadian pertama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/google-ads-salah-tempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Marketing</title>
		<link>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[
 photo credit: Matt Hamm
Wikipedia.org:
Social Media Marketing is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers.
Itu adalah potongan definisi dari Social Media Marketing yang didapat dari Wikipedia.org.
Nah tapi apa sebenernya Social Media itu?
Mudah nya Social Media adalah media untuk bersosialisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Jump on the social media bandwagon" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;" src="http://farm4.static.flickr.com/3285/2945559128_53078d246b_m.jpg" border="0" alt="Jump on the social media bandwagon" width="240" height="201" /></a><br />
<small><a title="Attribution-NonCommercial License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Matt Hamm" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank">Matt Hamm</a></small></p>
<blockquote><p>Wikipedia.org:</p>
<p><strong>Social Media Marketing</strong> is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers.</p></blockquote>
<p>Itu adalah potongan definisi dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">Social Media Marketin</a><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">g</a> yang didapat dari <a href="http://Wikipedia.org" target="_blank">Wikipedia.org</a>.</p>
<p>Nah tapi apa sebenernya Social Media itu?<br />
Mudah nya Social Media adalah media untuk bersosialisasi dengan pihak lain. Walaupun sebenernya yang namanya media untuk bersosialisasi ya berarti media apapun termasuk Telephone, Mobile Phone atau apapapun, saat ini yang dimaksud dengan Social Media adalah lebih kepada website-website dengan konsep Web 2.0.</p>
<p>Kalau pada era Web 1.0 bentukan Social Media juga sudah ada, misalnya seperti Mailing List pada Yahoogroups atau lainnya, tapi di era Web 2.0 bisa dibilang bahwa bentukan Social Media justru menjadi dasar dari keberadaan sebuah website.</p>
<p>Berikut salah satu slide yang saya temukan di <a href="http://slideshare.net" target="_blank">Slideshare.net</a></p>
<object width="425" height="348"><param name="movie" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=whatthefissocialmedia070208-1215026815612657-8"/><param name="allowFullScreen" value="true"/><param name="allowScriptAccess" value="always"/><embed src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=whatthefissocialmedia070208-1215026815612657-8"  type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="348"></embed></object>
<p>Dengan maraknya Social Media saat ini, banyak pihak yang berpendapat bahwa era baru dalam Internet Marketing sudah dimulai. Kalau beberapa tahun ini SEM (Search Engine Marketing) atau melakukan program (internet) merketing menggunakan jalur Search Engine banyak digunakan oleh banyak pihak, mulai tahun ini dan beberapa tahun kedepan yang akan menjadi unggulan adalah <strong>Social Media Marketing (SMM)</strong>.<br />
Pada dasarnya sebabnya sama, dimana orang banyak melakukan aktivitas di internet, disitulah tempat yang efektif untuk melakukan strategy marketing.</p>
<p>Inti dari Social Media Marketing adalah melakukan marketing di Social Media. Dan tidak hanya sekedar melakukan sesuatu tapi juga menghubungkan antara satu social media dengan social media yang lainnya sehingga network yang terjadi menjadi maksimal. Hal yang perlu untuk dijalankan antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Tidak sekedar paid posting ada sebuah Blog (advetorial), tapi juga menghubungkan posting itu dengan Social Media channel lainnya.</li>
<li>Pada posting blog mengunakan foto dari gallery yang dibuat di Flickr, begitu juga dengan video dari YouTube.</li>
<li>Melakukan tagging pada photo/notes di Facebook.</li>
<li>Melakukan activity-activity yang menggunakan channel dari Social Media.</li>
<li>Etc.</li>
</ul>
<p>Hal yang penting dalam melakukan program Social Media Marketing adalah dengan menentukan channel-channel yang tepat, benar-benar terjun didalamnya dan berdasar pada strategy yang tepat.</p>
<p>Embrace the Social Media Marketing!</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Untuk menjual sesuatu kita butuh <em>a place to sell</em>. Untuk mewartakan sesuatu kita butuh tempat untuk berbicara. Sebuah mall yang tingkat visitornya tinggi tentu saja akan lebih menguntungkan bagi pemilik toko. Kalau kita ingin untuk berinteraksi di dunia maya, berbicara di ranah social media sepertinya memang merupakan pilihan yang tepat karena tempat ini sudah dipenuhi oleh pengguna internet.</p>
<p>Dan yang hadir dalam social media bukan sembarang pengguna internet, namun mereka yang termasuk golongan aktif. Golongan yang akan sangat bermanfaat bagi mereka yang melakukan Social Media Marketing. Golongan ini aktif dalam berkomunikasi, aktif dalam menyumbangkan sesuatu, aktif dalam merekomendasikan sesuatu.</p>
<p>Bagaimana memanfaatkan golongan yang aktif ini? Lakukan Social Media Marketing dengan melakukan <em>Smart Moves</em>!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ride The Wave</title>
		<link>http://think.web.id/brain/markpluss-conference-09/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/markpluss-conference-09/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 02:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Markplus Conference 09]]></category>
		<category><![CDATA[New Wave Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[ ride (on) a/the wave
to become involved with and get advantages from opinions or activities which have become very common or popular.
Pertanyaan yang kemudian muncul. Ride what wave? Belakangan satu kata muncul di setiap sudut media. New Wave Marketing &#8211; Ombak baru dalam dunia marketing. Penasaran seperti apa ombaknya? Sebagai seorang pecinta pantai dan olah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong> ride (on) a/the wave</strong><br />
to become involved with and get advantages from opinions or activities which have become very common or popular.</em></p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-699" style="margin-right: 10px;" title="Markplus Conference" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/12/kompas_color_small.jpg" alt="" width="280" height="156" />Pertanyaan yang kemudian muncul. Ride what wave? Belakangan satu kata muncul di setiap sudut media. New Wave Marketing &#8211; Ombak baru dalam dunia marketing. Penasaran seperti apa ombaknya? Sebagai seorang pecinta pantai dan olah raga air, saya terus terang penasaran ombak seperti apa yang dibawa oleh New Wave Marketing, what is the fuss is all about?</p>
<p>Salah satu <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/" target="_blank">kawan kami</a> (sebuah media yang selalu penuh ide) belakangan rajin menuliskan dan menyumbangkan pemikirannya mengenai New Wave ini. Dan sejujurnya, mereka yang sudah sering berkarya di dunia online sepertinya sudah 1 langkah lebih dekat dengan keberadaan si ombak baru. Tapi sepertinya pembicaraan mengenai New Wave Marketing ini agak kurang kalau belum mendengarkan langsung dari si pencetus konsep.</p>
<p>Itu kenapa ketika salah satu teman kami menawarkan 2 buah tiket ikut Markplus Confrence 09, we immediately said &#8220;OK why not?&#8221;. Dan ikutlah kami bersiap mengendarai ombak baru yang sibuk didengungkan. 11 Desember 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun ibu saya dan juga hari operasi ayah saya, saya dan <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">rama</a> (si partner in crime) memuaskan rasa penasaran untuk mengikuti conference yang katanya akan berjalan 14 jam itu.</p>
<p><em><strong>What was my first opinion?</strong></em><br />
Wow, you must have been good, to being able to gather this many marketing related people all in one room. Ada yang bilang conference ini berhasil mengumpulkan 4000an orang, that&#8217;s a lot. I&#8217;ve got to give a hand to the effort of inviting those many people. And the truth I was quite impress by the room deviding system.</p>
<p><strong>Anything else?</strong><br />
Oh iya, saya juga selalu suka makanan di Ritz Carlton.</p>
<p><strong><em>Move to the content please!</em></strong><br />
All in all, sebenarnya saya belum melihat apa yang baru dalam gelombang yang ditawarkan dalam New Wave Marketing. Saya masuk ke dalam beberapa breakout session, dan menurut saya yang paling menggambarkan soal perpaduan New Wave yang manis adalah penjelasan mengenai kesuksesan program Kick Andy. Program ini memang dinilai sukses mengkombinasikan sebuah acara tv dengan online existance (website). Keberadaan kedua media tersebut berhasil mewadahi komunitas yang terbentuk dari acara Kick Andy. [<em>Tell you the truth we once did this kind of connection antara TV show dan website in 2001 and yes, the result is also good</em>]</p>
<p>Sisanya? Beberapa breakout lain yang saya masuki kebanyakan berbicara mengenai gambaran singkat performa brand mereka di tahun 2009 tanpa memberikan penekanan pada si &#8220;New Wave&#8221;. Memang saya cuma masuk ke beberapa sesi dan sayangnya disetiap yang saya masuki tidak ada yang meng-highlight si &#8220;New Wave&#8221;, sepertinya memang aura saya yang salah di hari itu.</p>
<p>Bahkan sesi Research 2.0 on Social Media yang tadinya saya pikir bisa memberikan pencerahan jiwa yang sedang kusyut, ternyata tidak terlalu membantu. Bahan yang dihadirkan sebenarnya bisa dibilang sudah menjadi santapan mereka yang berkecimpung basah di dunia internet. Entah karena waktu yang memang singkat atau memang sesi ini sengaja dibuat sebagai sesi &#8220;pemancing&#8221; saja.</p>
<p><strong><em>So What Is New Wave Marketing?</em></strong><br />
Untuk yang bekerja di internet field be gratefull, karena gelombang ini sebagian besar akan menerpa di ranah maya. Ranah yang memungkinkan kita untuk berbicara secara horizontal kepada target market. MarkPlus memetakan pembicaraan horizontal ini melalui 3 jalur:</p>
<ul>
<li> Jalur Mobile</li>
<li> Jalur Experential</li>
<li> Jalur Social</li>
</ul>
<p>[<em>Buat saya sejujurnya jika kita berbicara mengenai horizontal, sebenarnya keberadaan orang lain-lah yang berpengaruh. Yang mempu berbicara pada saya sebagai seorang target market bukanlah brand, tetapi teman saya yang kemudian merekomendasikan atau membicarakan mengenai sesuatu. Itu gaya bertutur horizontal menurut saya</em>]</p>
<p>Melalui New Wave Marketing ini juga, MarkPlus mengemukakan strategi 12C.</p>
<ul>
<li> Communnitization</li>
<li> Confirming</li>
<li> Clarifying</li>
<li> Coding</li>
<li> Co-Creation</li>
<li> Currency</li>
<li> Communal Activation</li>
<li> Conversation</li>
<li> Commercialization</li>
<li> Character</li>
<li> Caring</li>
<li> Collaboration</li>
</ul>
<p>Banyak ya? Apa artinya? Saran saya sih, just buy their book and perhaps just read their article.</p>
<p>Atau berterimakasihlah karena MarkPlus juga sudah riding the new wave dan memberikan kesempatan kepada siapapun, ya siapapun untuk mendownload materi conference mereka kemarin di website <a href="http://www.markplusconference.com/downloads/" target="_blank">markplusconference</a>. Walau memang tidak semua materi diupload, tapi menurut saya usaha untuk membagi materi ini sudah bisa dibilang: &#8220;bagus&#8230;bagus&#8221; ala pak Tino Sidin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/markpluss-conference-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Get Reach or Die Trying</title>
		<link>http://think.web.id/brain/get-reach-or-die-trying/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/get-reach-or-die-trying/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 03:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[
 photo credit: Cayusa

Beberapa tahun yang lalu
Fakta 01.
Ketika saya masih duduk di bangku kuliah mengambil mata kuliah periklanan dan mendengarkan dengan seksama mengenai pengukuran dalam strategi promosi. Kesemua penjelasan hanya mencakup pengukuran keberhasilan komunikasi dalam 3 media; cetak, radio dan televisi. Waktu itu walau bergumam &#8220;mana pengukuran keberhasilan komunikasi buat media online ya,&#8221; ternyata hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Reach" href="http://www.flickr.com/photos/17731548@N00/2068087368/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none; margin-bottom: 5px; margin-right: 10px;" src="http://farm3.static.flickr.com/2173/2068087368_f010f11862_m.jpg" border="0" alt="Reach" width="240" height="240" /></a><br />
<small><a title="Attribution-NonCommercial License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Cayusa" href="http://www.flickr.com/photos/17731548@N00/2068087368/" target="_blank">Cayusa</a><br />
</small></p>
<p><em>Beberapa tahun yang lalu</em></p>
<p><strong>Fakta 01.<br />
<span style="font-weight: normal;">Ketika saya masih duduk di bangku kuliah mengambil mata kuliah periklanan dan mendengarkan dengan seksama mengenai pengukuran dalam strategi promosi. Kesemua penjelasan hanya mencakup pengukuran keberhasilan komunikasi dalam 3 media; cetak, radio dan televisi. Waktu itu walau bergumam &#8220;mana pengukuran keberhasilan komunikasi buat media online ya,&#8221; ternyata hanya sebatas bergumam, tidak menanyakan atau mempermasalahkan.</span></strong></p>
<p><strong>Fakta 02.<br />
</strong>Dalam salah satu buku yang kebetulan terbaca selama masa kuliah, saya juga menyadari bahwa menurut teori, konsumen sudah berubah. Dari konsumen yang pasif menjadi konsumen yang aktif dan lebih kritis, lebih aware akan sesuatu hal dan lebih mau untuk berbagi. Secara singkat, konsumen digambarkan memiliki kekuasaan yang lebih dibanding beberapa dekade sebelumnya.</p>
<p><em>Sekarang<br />
<span style="font-style: normal;">Pernah terpikir sekarang, mengapa media online menjadi semakin menarik perhatian konsumen? Jawabannya ada kaitannya dengan fakta 02, karena mau tidak mau konsumen telah berubah. Bentukan konsumen dunia online sendiri telah mengalami perubahan, dari mereka yang hanya membaca dan sedikit berkomentar, menjadi mereka yang banyak berkomentar dan malah kini banyak mencipta. Bentukan media online pun semakin mengikuti gaya konsumen. Itulah mengapa website gelombang kedua yang dikenal dengan istilah pop: web 2.0 hadir.</span></em></p>
<p>Bagaimana dengan pengukuran keberhasilan komunikasi media online? Jawabannya banyak berhubungan dengan fakta 01 yang gue tulis diatas. Sampai saat ini ukuran keberhasilan sebuah komunikasi banyak diwakili dengan REACH. Mengukur komunikasi yang dilakukan akan dapat menjangkau audience seberapa besar dan dengan biaya x rupiah. Namun bila kita berbicara mengenai online media, sepertinya pengertian mengenai REACH ini harus sedikit diubah:</p>
<ul>
<li>Komunikasi di dunia online bukan saja mengenai komunikasi yang mencapai massa sebesar-besarnya dan dengan hasil yang semurah-murahnya. Hasil akhirnya bukan awareness semata. Tetapi juga mengenai bagaimana bisa mengundang orang dan mengajak mereka untuk berinteraksi dengan brand. Dalam perhitungan ini, semakin target audience mau berinteraksi maka semakin sukses sebuah komunikasi yang dilakukan oleh Brand. Saat ini, sepertinya belum ada media lain yang dapat melakukan pengukuran sedalam ini.</li>
<li>Yang di reach melalui komunikasi online bukanlah semua orang, tetapi mereka yang memang merupakan target yang cocok seperti fans, pecinta brand, dan konsumen yang memang ingin membeli produk/service yang ditawarkan dan mau merekomendasikan brand ke orang lain.</li>
<li>Komunikasi di dunia online memungkinkan adanya partisipasi, percakapan, dan mendapatkan feedback dari target market.</li>
</ul>
<div><em>Funny when times changes everything.  So get (online) reach or die trying&#8230;</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/get-reach-or-die-trying/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/social-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[ 
What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium online [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<div id="attachment_579" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/10/social-media.jpg"><img class="size-full wp-image-579" title="social-media" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/10/social-media.jpg" alt="Image courtesyof: www.donortec.com.au" width="500" height="356" /></a><p class="wp-caption-text">Image courtesyof: www.donortec.com.au</p></div>
<p>What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium online tadi.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Aplikasi sosial media sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:</p>
<p>Communication</p>
<ul>
<li>Blogs: Wordpress, TypePad, Blogger (service)</li>
<li>Microblogs / Presence apps: Twitter and Pownce</li>
<li>Social networking: Friendster, Facebook, LinkedIn, MySpace, Orkut</li>
</ul>
<p>Collaboration</p>
<ul>
<li>Wikis: Wikipedia, PBWiki</li>
<li>Social bookmarking: del.icio.us and StumbleUpon</li>
<li>Social News Sites: Digg, Mixx and Reddit</li>
</ul>
<p>Multimedia</p>
<ul>
<li>Photo sharing: Flickr and Zooomr</li>
<li>Video sharing: YouTube and Vimeo</li>
<li>Audio and Music Sharing: imeem, iLike</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Agar brand bisa sukses dalam social media pastikan Anda tidak terjebak dalam beberapa anggapan yang &#8220;salah&#8221; berikut ini:</p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal;">01. kampanye sosial media = halaman facebook dan myspace</span><br />
</strong><span style="font-style: normal;">Dalam kenyataannya walaupun keduanya adalah social networking besar, namun masih banyak opsi lain yang mungkin lebih cocok dengan brand Anda. Semua tergantung dari objektif yang ingin dicapai. Bila Anda perusahaan perhotelan/travel mungkin lebih cocok main di Flickr atau youtube. Bila hanya ingin berita tersebar coba gunakan digg atau del.icio.us atau coba juga gunakan wikipedia untuk mengembangkan brand Anda. </span></em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal;">02. Traffiknya nggak tinggi</span></strong><br />
<span style="font-style: normal;">Tinggi rendahnya traffic sebenarnya tergantung bagaimana planning yang dibuat. Selain itu yang perlu disasar adalah menujukan komunikasi pada audience yang tepat sehingga mampu menghasilkan traffic berkualitas baik.</span></em></p>
<p><strong><em><span style="font-style: normal;">03. Selalu kontrol komunikasi di social media</span><br />
<span style="font-style: normal; font-weight: normal;">Pada kenyataannya bila kita berbicara mengenai sosial media, Anda harus bersiap untuk kehilangan kontrol. Mungkin saja pembicaraan yang terjadi terhadap brand adalah campuran antara negatif dan positif .</span></em></strong></p>
<p><strong> 04. Ga bisa diukur</strong><br />
Bisa kok, cara paling mudah adalah lihat refferal yang masuk ke situs.  Atau monitor sendiri pembicaraan mengenai brand yang terjadi di blog, forum dan lainnya.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Nih tips dari gue:<br />
1. You have to be there!! Optimizing in Social Media nggak akan jalan kalo cuman ditaro aja. At least musti sampai kepada critical mass tertentu baru kemudian account/campaign itu bisa ditinggal. Tapi juga tetap harus dalam supervisi.</p>
<p>2. Minimize usage of one-door service. Masing-masing social media biasanya punya style dan cara masing-masing. Kalau kita menggunakan 1 pintu untuk blasting tapi kemudian tidak berada disitu (lagi-lagi point 1 tadi jadi yang utama) maka campaign nya akan percuma.<br />
Contoh: lewat ping.fm orang bisa posting ke beberapa microblogging secara langsung. Tetapi yang didapat tidak akan maksimal:</p>
<p style="padding-left: 30px;"> a. Twitter secara fungsi adalah untuk mengupdate status sedang apa seseorang, karena itu kalau kita login ke web nya akan ada tulisan &#8220;What are you doing?&#8221;.</p>
<p style="padding-left: 30px;">b. Plurk memungkinkan tercipta nya conversation di masing-masing message nya. Kalo kita cuman posting tanpa kemudian mengikutinya makan tidak akan maksimal fungsinya.</p>
<p style="padding-left: 30px;"> </p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Nama Domain</title>
		<link>http://think.web.id/brain/pilih-nama-domain/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/pilih-nama-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 14:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik untuk menarik <em>audience</em>. </p>
<p> </p>
<p>Ada beberapa alasan mengapa pemilihan nama domain menjadi sesuatu yang penting:</p>
<p><strong>01. Menggunakan kata yang sudah dikenal umum atau kata yang sering dijadikan keyword brand kita akan sangat menolong mendatangkan traffic direct ke dalam situs.</strong><strong> </strong><br />
Selain itu, mereka yang masuk direct ke dalam situs memiliki kualitas yang lebih baik. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh WebSideStory menunjukkan bahwa visitor yang masuk melalui URL direct 2x lebih berkualitas dalam melakukan action (melakukan klik, memberikan komentar, mengikuti quiz, etc) daripada mereka yang masuk melalui search engine atau masuk melalui refferer lain.  <br />
Mereka yang menggunakan keywords sebagai nama situs antara lain:<br />
- Calvin Klein -&gt; <a href="http://www.underwear.com" target="_blank">underwear.com</a><br />
- Johnson &amp; Johnson -&gt; <a href="http://www.baby.com" target="_blank">baby.com</a></p>
<p> </p>
<p><strong>02. Bila kampanye online didasari sebuah kampanye singkat (Quiz atau hal sejenis), pemasar bisa lebih kreatif sesuai dengan ide yang ditawarkan dalam kampanye singkat tersebut.</strong><br />
Misalnya:<br />
- Burger King -&gt; <a href="http://www.subservientchicken.com" target="_blank">subservientchicken.com<br />
</a>- Wrigley -&gt; <a href="http://www.candystand.com" target="_blank">candystand.com</a><br />
Nama-nama seperti ini akan mengajak dan membangun rasa penasaran target market. Target market akan lebih tertarik untuk membuka candystand.com dibanding wrigley.com. </p>
<p> </p>
<p><strong>03. Selain itu perhatikan juga pemilihan nama. </strong><br />
Ada beberapa kata yang bila digabung memiliki arti lain. Misalnya sebuah perusahaan database artis Who Represents, ingin menggunakan brandnya secara online dan memilih whorepresents.com (kata who dan represent bila digabung ternyata membentuk arti lain).</p>
<p> </p>
<p><strong>04. Selain itu yang perlu juga diperhatikan, walau isi kampanye online pada akhirnya merupakan penentu dalam sukses tidaknya sebuah kampanye, memilih nama domain yang pas juga membantu untuk membangun traffic masuk ke dalam situs.</strong></p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Tentunya hal ini juga berlaku untuk nama domain dengan bahasa Indonesia. Namun jadi sedikit masalah kalau nama Brand nya adalah International sedangkan yang initiate membuat website nya dari Indonesia.<br />
Atau mungkin ya hanya sekedar dibuat untuk kepentingan redirect aja. Yang penting mudah diingat, gampang disebut. </p>
<p>Coba buat orang Indonesia mana yang lebih cepet nempel: <a href="http://www.disingkat.com" target="_blank">disingkat.com</a> atau <a href="http://www.tinyurl.com" target="_blank">tinyurl.com</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/pilih-nama-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Effective Online Branding</title>
		<link>http://think.web.id/brain/effective-online-branding/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/effective-online-branding/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 17:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>
		<category><![CDATA[Rich Media]]></category>
		<category><![CDATA[Statistic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.   
Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG (Fast [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.   </p>
<p>Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods) semakin giat melakukan kampanye promosi online. Memilih situs yang cocok dan melakukan placement yang baik merupakan salah satu kunci.</p>
<p>Mencari dasar perhitungan online branding memang sulit, karena belum ada dasar pengukuran universal seperti hanya pengukuran pada media konvensional (TV, Radio atau media cetak). Namun bukan berarti kita tidak dapat mengukur hasil kampanye online kita.</p>
<p><strong>1) Bila menggunakan Rich Media Interactions</strong><br />
Berupa banner atau product knowledge yang dibuat dengan Rich Media format. Biasanya menggunakan flash  yang tidak hanya menawarkan bentukan kreatif yang menarik perhatian, tetapi juga memungkinkan pengukuran. Hal yang dapat diukur antara lain adalah: </p>
<ul>
<li>bagaimana interaksi user (memperlihatkan ketertarikan/interest user): mouse over, banner expanded, video dimainkan, waktu interaksi</li>
<li>apakah user tertarik lebih jauh: click trough, testimoni </li>
</ul>
<p><strong>2) Ukur Kliknya<br />
</strong>Jika membuat microsite (mungkin berisi tips, info produk atau newsletter), pastikan selain terlihat menarik, seluruh aktifitas dalam microsite tersebut dapat dimonitor dan diukur pada akhir periode. Bisa dengan mengukur traffic dari Log atau dengan embed code pada setiap halaman yang ada.</p>
<p><strong>3) Bila menggunakan Social networking<br />
</strong>Belakangan, melakukan kampanye online di Social Networking banyak dilakukan oleh brand.  Baik itu menghadirkan forum, membuat aplikasi di Facebook, membuat halaman di Friendster, Facebook, Myspace atau Multiply. Kuncinya adalah untuk  mendapatkan WOM yang pada akhirnya mendapatkan rekomendasi ke jaringan teman lain. Dengan social networking yang didapat adalah dan penting untuk diukur adalah bagaimana feedback yang terbentuk.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Yang menjadi dasar menjadi efektivitas adalah segala sesuatu harus berdasar analisa yang kemudian turun kepada strategy. Jadi bukan asal jalan.</p>
<p>Kemudian apapun itu, bilsa sudah menyangkut brand, didunia online harus diurus dan dijaga. Karena apapun informasi yang ada di dunia online akan hidup selamanya disana.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/effective-online-branding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posisi Penting Sosial Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/posisi-penting-sosial-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/posisi-penting-sosial-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 11:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana.
Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka. 
Pertanyaan besar yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana.</p>
<p>Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka. </p>
<p>Pertanyaan besar yang ada kemudian adalah: <em>&#8220;bagaimana hasilnya?&#8221;</em></p>
<p>Salah satu kekuatan yang dimiliki adalah keberadaan natural seeding, posting pada blog dan social media optimizing ternyata memiliki Google rank yang lebih tinggi dibandingankan dengan sebuah situs korporat biasa. Selain itu keberadaan sebuah brand dalam social networking juga berakhir pada long tail (alias berbuntut panjang), dimana eksistensi brand berada dalam waktu yang cukup lama dalam dunia online.</p>
<p>Sebuah studi yang dilakukan oleh JupiterResearch memperlihatkan bahwa 22% dari responden yang diresearch (para pengguna email) mengatakan bahwa mereka menggunakan situs sosial network untuk sarana komunikasi mereka yang utama (bukan lagi dengan menggunakan email). Funny thing is, hal ini terjadi pada diri gue sendiri. Sewaktu mau menggalang acara kumpul-kumpul buka puasa teman kuliah, instead of mengunakan SMS atau email, saya menggunakan inbox facebook tempat teman2 kuliah saya juga terdaftar. Lebih cepat dan efektif. </p>
<p><em>&#8220;Have you tried using Social Network to communicate? Coba deh, it worked for me, mungkin juga worked for you guys.&#8221;</em></p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Dari Social Media Marketing (SMM) kemudian lahir Social Media Optimizing (SMO) yang merupakan kegiatan dari Social Media Strategy (SMS).<br />
And I proudly to say the <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> as Social Media Evangelist. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/posisi-penting-sosial-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Trialogue</title>
		<link>http://think.web.id/brain/trialogue/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/trialogue/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Sep 2008 23:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Membacakan puisi, berdeklamasi atau membacakan cerita adalah beberapa dari kegiatan Monologue. Dimana ada seseorang yang bertugas menjadi source dan ada beberapa orang yang dengan setia mendengarkan dan mengambil peran sebagai receiver.  Jadi pola komunikasinya adalah: source -&#62; receiver
Kalau bosan bermonologue, para pecinta sastra kemudian menghadirkan percakapan timbal balik dalam drama. Para aktorpun mulai berdialog. Terjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membacakan puisi, berdeklamasi atau membacakan cerita adalah beberapa dari kegiatan Monologue. Dimana ada seseorang yang bertugas menjadi <em>source </em>dan ada beberapa orang yang dengan setia mendengarkan dan mengambil peran sebagai <em>receiver</em>. <em> </em><em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: source -&gt; receiver</strong></em></p>
<p>Kalau bosan bermonologue, para pecinta sastra kemudian menghadirkan percakapan timbal balik dalam drama. Para aktorpun mulai berdialog. Terjadi timbal balik gagasan dan ide antara satu orang <em>source </em>dan satu orang <em>receiver</em>. Ingat kata kuncinya ada di masalah timbal balik tadi.<em> </em><em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: source &lt;-&gt; receiver</strong></em></p>
<p>Kalau monologue dan dialogue di dunia sastra diambil untuk dunia online marketing. Campuran monologue dan dialogue terjadi silih berganti. Sebuah news di sebuah portal adalah monologue gaya online, sebuah chat room atau instant messenger adalah sebuah dialogue.</p>
<p> </p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/03.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-336" title="03" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/03-300x174.jpg" alt="" width="300" height="174" /></a></p>
<p> </p>
<p>Uniknya, dunia baru satu ini juga memungkinkan satu lagi jenis komunikasi baru. <em>Word of mouth</em> yang terjadi dalam dunia online. Peluncuran sebuah film misalnya, sebelum diluncurkan, sang pemilik film bermonolog, memperkenalkan filmnya. Para penerima pesan karena tertarik dengan monologue sang source kemudian berdialog, namun dialog disini terjadi diantara sesama <em>receiver</em>.  Dan yang menarik pada akhirnya <em>source </em>hanya perlu berkomunikasi pada beberapa <em>receiver </em>dan para <em>receiver </em>akan melakukan amplifikasi pesan terhadap sesama <em>receiver</em>.  <em><strong>Jadi pola komunikasinya adalah: seource -&gt; receiver dan receiver &lt;-&gt; receiver</strong></em>. Pola trialogue ini sebenarnya bisa diaplikasikan untuk bermacam brand, terutama ketika mereka melakukan promosi (produk baru, kemasan baru, servis baru, anything). </p>
<p>Bagaimana cara komunikasi seperti ini memberi manfaat kepada para pemasar online? Gampang, cobalah untuk melakukan online monitoring di social media, tempat user biasa berada. Kemudian lihat:</p>
<ul>
<li>Semakin positif komentar yang didapat dari amplifikasi pesan yang digaungkan oleh para <em>receiver</em>, maka semakin besar kemungkinan brand atau apapun yang dikomunikasikan oleh source akan sukses. </li>
<li>Selain itu semakin besar amplifikasi (dalam artian semakin banyak receiver yang membicarakan, diluar hasil positif atau negatif yang didapatkan), maka kemungkinan pesan yang dikomunikasikan sukses akan semakin besar lagi. </li>
</ul>
<p>Kalau belum terpanggil hatinya untuk bisa menciptakan trialogue dalam komunikasi online yang dipunya, wah sepertinya better start now. Karena terus terang, monologue sangat membosankan! Dialog bagus cuma terjadi di film karya segelintir sutradara bagus! Yang dibutuhkan adalah gosip terkini dari sekumpulan ibu-ibu penggosip! Be aware of this:</p>
<blockquote><p>&#8220;<em>consumers will always talk about brand, you&#8217;d better tap into the hottest gossip and get them talking (about your brand offcourse).</em>&#8220;</p></blockquote>
<p> </p>
<p><em>Source: courtessy of 360 digital influence</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/trialogue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Advertorial</title>
		<link>http://think.web.id/brain/buavita/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/buavita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 17:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Buavita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Banyak Jalan Menuju Roma&#8221;
Sebuah kampanye marketing cocok banget disandingkan dengan petuah bijak diatas. Karena memang beragam jalan dapat dilalui untuk akhirnya mencapai objective yang diinginkan. Strategi marketing communication mix bisa jadi adalah salah satu contohnya. Dalam strategi ini, terdapat beberapa karakteristik kontak (atau jalan). Biasanya karakteristik kontak akan dibagi dalam 2 bagian besar yaitu One [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>&#8220;Banyak Jalan Menuju Roma&#8221;</p></blockquote>
<p>Sebuah kampanye marketing cocok banget disandingkan dengan petuah bijak diatas. Karena memang beragam jalan dapat dilalui untuk akhirnya mencapai objective yang diinginkan. Strategi marketing communication mix bisa jadi adalah salah satu contohnya. Dalam strategi ini, terdapat beberapa karakteristik kontak (atau jalan). Biasanya karakteristik kontak akan dibagi dalam 2 bagian besar yaitu One Way Communication Contact (iklan mass media, public relation, sales promotion, packaging, etc) dan Two Way Communication Contact (personal sales, e-commerse, events, etc).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/011.jpg"><img class="size-medium wp-image-316 aligncenter" title="011" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/011-300x263.jpg" alt="" width="300" height="263" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Kemampuan dalam me-mix kedua jenis kontak komunikasi inilah yang membantu proses marketing berjalan dengan baik. Nah, salah satu yang berhasil menarik perhatian gue adalah mass media publication. Kenapa menarik? Ini karena kebetulan saja, gue tertarik mengikuti rangkaian publikasi dari salah satu client.</p>
<p style="text-align: left;">Untuk kampanye barunya, mereka sedang gencar berpromosi. Mulai dari communication terang-terangan melalui Billboard, Iklan TV, Iklan cetak dan juga melalui cara yang lebih <em>subtle </em>melalui advertorial belakangan sering muncul. Salah satunya yang hadir di majalan Menshealth, dengan judul advertorial &#8220;The Frutarian Way&#8221;.</p>
<p>Dari beberapa saluran komunikasi yang sudah gue lihat, tidak ada yang bikin saya bisa ketawa kecil sampai di hari Sabtu kemarin. Nah, weekend kemarin saya sempat tertegun karena mata saya menemukan salah satu brand ambasador brand tersebut dalam halaman Nama dan Peristiwa di Kompas. Apa yang membuat saya tertegun, sebenarnya wawancara antara Brand Ambassador dengan Kompas sama sekali tidak membawa brand. Karena yang diobrolkan lebih banyak soal aktifitas film dan sinetron dari brand ambassador. Bukan bukan itu yang menarik hati gue. <strong>Clue: perhatikan imagenya!</strong></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/021.jpg"><img class="size-medium wp-image-317 aligncenter" style="margin-top: 10px; margin-bottom: 10px;" title="021" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/09/021-300x255.jpg" alt="" width="300" height="255" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Sudah tahu? Yukk mari kalo lo perhatiin bener-bener baju yang dipakai sama Nirina. Lo akan tahu apa yang gue maksud, yak the brand having one of it&#8217;s publication moment. Dan entah disengaja atau tidak, dibawah Nirina adalah Darius, yang juga menjadi brand ambassador dari brand yang tampil di baju Nirina. Walau memang bukan membahas mengenai keberadaannya sebagai duta brand, namun gue jadi mikir. Suatu kebetulankah? Atau memang sebuah soft advertorial yang memang sudah dirancang keberadaannya.</p>
<p>Dugaan gue sejauh ini adalah: kebetulan. Karena kebetulan gue lihat list media plan dan entah gue lupa atau memang spot di bagian ini tidak dihadirkan. Memang,  mungkin juga ini adalah bonus yang dikasi oleh Kompas, karena memang sang brand memasang beberapa iklannya di media ini. Tapi kalau memang bonus, harusnya biar keliatan banget Nirina n Darius dua-duanya pake baju yang sama, atau paling ngga menyinggung mengenai pola hidup sehat.</p>
<p>Anyway&#8230;sepertinya sih ini kebetulan. Sebuah kebetulan yang bisa dijadikan contoh bagaimana &#8220;hadir&#8221; secara sangat subtle dalam sebuah media. Buat para ibu yang lagi baca, kadang apa yang dipakai si bintang ngaruh soalnya. Siapa tahu diluar sana ada ibu-ibu yang bilang:</p>
<blockquote><p>&#8220;ihh bajunya Nirina lucu banget&#8221;<br />
&#8220;Be&#8230;Buavita&#8221;</p></blockquote>
<p>Nah paling ngga branding Buavitanya udah dapet kan?</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s think:</p>
<p>Hal lain, gue suka bingung sama brand-brand yang sudah memiliki website dan menggunakan website juga sebagai media informasi campaign mereka. Mereka selalu seperti malu-malu ketika menampilkan URL nya. Kalo di TVC font size nya kecil dan cepet banget, kalo di iklan majalah/koran/media cetak lain font nya kecil, paling cuman iklan radio yang biasanya cukup jelas.</p>
<p>Hal ini gue sampein sih ke client nya, dia bilang &#8220;ya udah nanti digedein&#8221;. Hehehe.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/buavita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Lupakan 16 Agustus</title>
		<link>http://think.web.id/brain/jangan-lupakan-16-agustus/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/jangan-lupakan-16-agustus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 04:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[corporate]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=238</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin seharian ini ketika lagi dijalan denger sebuah iklan radio mengenai sebuah film bertema kemerdekaan berjudul &#8220;Jangan Lupakan 16 Agustus&#8220;. Film ini disponsori oleh Sampoerna (corporate). Iklan nya sering banget muncul, like every cut muncul iklan ini (gue dengerin Hard Rock FM).
Iklan radio nya sangat baik sebagai sebuah teaser karena bikin orang penasaran. Dan karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.16agustus.com"><img class="size-medium wp-image-243 alignleft" style="margin-left: 10px; margin-right: 10px;" title="Jangan Lupakan 16 Agustus" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/08/poster-192x300.png" alt="" width="192" height="300" /></a>Kemarin seharian ini ketika lagi dijalan denger sebuah iklan radio mengenai sebuah film bertema kemerdekaan berjudul &#8220;<strong>Jangan Lupakan 16 Agustus</strong>&#8220;. Film ini disponsori oleh Sampoerna (corporate). Iklan nya sering banget muncul, like every cut muncul iklan ini (gue dengerin Hard Rock FM).<br />
Iklan radio nya sangat baik sebagai sebuah teaser karena bikin orang penasaran. Dan karena seringnya jadi bikin orang ngeh banget.<br />
Di akhir iklan dikasih tahu &#8220;untuk keterangan lebih lanjut lihat di <a href="http://www.16agustus.com" target="_blank">www.16agustus.com</a>&#8220;.</p>
<p>Disaat itu gue langsung berpikir, hebat sekali mantan client gue ini (dulu kita sempet pegang Amild.com untuk beberapa tahun). In fact, kita adalah orang yang &#8216;nyentil&#8217; A Mild, untuk mencoba online media sebagai channel branding baru.</p>
<p>Saat itu www.amildlive.tv, website yang berawal untuk supporting program TV A Mild Live on TV dan kemudian emarging menjadi Portal Musik, menjadi pioneer dari rokok yang bermain di online media. Setelah beberapa lama amildlive.tv (kemudian menjadi amild.com) hanya sebagai extra channel, baru di akhir-akhir tahun kami bekerja sama Sampoerna secara keseluruhan baru menganggap website-website brand-brand mereka. Hal ini terutama setelah Sampoerna dipegang oleh Phillip Morris.</p>
<p>Karena background itu makanya kemudian gue berpendapat, Sampoerna sekarang udah bener-bener sadar akan kebutuhan channel online media. Every campaign moves that they made, pasti disupport dengan online media.</p>
<p>Film &#8220;Jangan Lupakan 16 Agustus&#8221; dikatakan tayang jam 21 di tanggal 16 Agustus ini, serentak dibeberapa stasiun TV (6 kalo nggak salah). Gue tungguin dong. Sampe jam 10 lewat tapi kok belum ada. Karena inget pesan di radio untuk lihat keterangan lebih lanjut di website, gue langsung buka si www.16agustus.com.</p>
<p>Di website nya ada trailer yang sangat patriotik, dan makin bikin penasaran sama film nya.<br />
Ketika gue buka salah satu menu yang  memberikan feature shout box, isinya sangat surprising!!<br />
90% isinya mempertanyakan hal yang sama seperti gue. Lebih parah lagi isinya pernyataan merasa tertipu karena udah nungguin tapi ternyata nggak ada apa2 kecuali trailer nya juga atau cuman iklan biasa aja.<br />
1-2 posting malah memaki dengan kasar.</p>
<p>Tidak ada tanggapan segera terhadap posting-posting ini jelas men-deskreditkan brand Sampoerna secara langsung. All the message in Shout Box NOT EVEN MODERATED.<br />
Segala pikiran gue diawal tadi, bahwa Sampoerna nggak lupain online media, malah jadi kebalikannya.</p>
<p>Read this for example:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-244" title="Shout Box 1" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/08/capture01-b.png" alt="" width="480" height="394" /></p>
<p>And this:<br />
<img class="alignnone size-full wp-image-246" title="Shout Mix 2" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/08/capture02-b1.png" alt="" width="479" height="391" /></p>
<p>Pasti ada yang terjadi nih, entah apa. Keberadaan website nya jadi senjata makan tuan banget.</p>
<p>Ternyata belakangan, berkat keterangan dari blog <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2008/08/17/film-16-agustus/" target="_blank">Media Ide</a>, bahwa yang diputar memang film pendek 2 menit. Entah itu trailer atau bukan. Tapi ya memang intinya cuman itu doang yang akan dipasang secara serentak.<br />
Ini diluar pembahasan gue &amp; Pitra di malam itu.</p>
<p>Padahal, kalo aja di website dikasih tulisan &#8220;2 menit rangkuman kegiatan paling menentukan bangsa Indonesia&#8221; atau apalah yang memang menjelaskan apa yang akan diberikan adalah hanya 2 menit.</p>
<p>Dan yang sangat penting:<br />
<strong>Brand, please pay attention to your message board (if you have one).</strong></p>
<blockquote><p><strong>Tya&#8217;s Think:</strong></p>
<p>Sebenarnya pas liat iklannya, kebetulan gue liat setengah jam sebelum jam 9, gue pikir ini akan seperti film G30SPKI yang film panjang gitu emang, sayangnya gue ga sempet liat karena keburu pindah haluan (tiba-tiba lebih tertarik channel lain dan juga karena terbayang-bayang film G30SPKI yang buat gue entah kenapa lebih serem dari film-filmnya Susana). Jadi gue ga tau kalau cuma film 2 menit bukan film 120 menit <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Anyway, gue juga penasaran sama 16agustus.com karena iklannya kenceng banget. Tepat sewaktu <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a> ngasih tahu soal message boardnya, gue memang lagi browsing along ke sitenya. Menurut gue <em>its a good thing you to have a message board, look at it at the bright side, at least </em>dapat:<br />
01. Immediate feedback on the 2 minutes show<br />
02. Diantara mereka yang agak &#8220;kesal&#8221; karena menantikan film panjang, seperti gue menantikan film G30SPKI or film Susana, setidaknya jadi tahu bahwa banyak yang menganggap idenya udah bagus, and benar-benar menanti adanya film 16 Agustus.<br />
03. Setidaknya jadi tahu siapa aja yang benar-benar nyimak iklan-iklan A Mild soal 16 Agustus. Ada sekitar 300an komentar, setidaknya 300 orang bener-bener nyimak iklannya, nunggu film diputar dan rela &#8220;protes&#8221; di situsnya.</p>
<p><em>See, its not all bad</em> <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/jangan-lupakan-16-agustus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>5 Tips Menjawab Brief Client</title>
		<link>http://think.web.id/brain/5-tips-menjawab-brief-client/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/5-tips-menjawab-brief-client/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Aug 2008 11:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Gue sering melihat beberapa orang belum mampu menjawab sebuah brief dari client dengan baik. Hal ini terjadi dibeberapa individu di Think.Web maupun beberapa teman diluar. Berikut beberapa tips yang menurut gue akan bisa membuat lo menjawab brief dari client.

5 Tips Answering Client&#8217;s Brief
1. Think Deep Client&#8217;s Objectives
2. Product/Brand Experience
3. Learn &#38; Analyze what their doing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gue sering melihat beberapa orang belum mampu menjawab sebuah brief dari client dengan baik. Hal ini terjadi dibeberapa individu di <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> maupun beberapa teman diluar. Berikut beberapa tips yang menurut gue akan bisa membuat lo menjawab brief dari client.</p>
<div class="tips" style="padding-left: 60px;">
<h2>5 Tips Answering Client&#8217;s Brief</h2>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>1. Think Deep Client&#8217;s Objectives</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>2. Product/Brand Experience</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>3. Learn &amp; Analyze what their doing in the market</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>4. Think like you own the brand</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;"><strong>5. Compete with their competitor</strong></p>
</div>
<p>Berikut penjelasannya.</p>
<p><strong>Think Deep Client&#8217;s Objectives</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Pahami benar-benar apa tujuan client. Semakin detail tujuan itu diketahui akan semakin baik. Objectives ini bisa yang sifat nya jangka pendek maupun jangka panjang. Akan sangat baik apabila kita juga bisa memahami runutan tujuan tersebut.<br />
Segala sesuatu, termasuk tujuan client ini pasti didasari oleh sebab-akibat, setiap penyebab nya akan menjadi yang informasi yang berguna.</p>
<p><strong>Product/Brand Experience</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Salah satu cara memahami benar-benar product atau brand adalah dengan ber-experience langsung dengan product nya. Experience ini adalah dengan segala sesuatunya baik kegiatan yang mendukung maupun segala fungsi dari product tersebut.<br />
Apabila product itu benar-benar baru dipasaran atau mungkin tidak memungkinkan untuk ber-experience secara langsung maka gunakanlah product-product sejenisnya. Atau kalau misalnya product itu merupakan solusi gabungan beberapa product, maka ber-experience dengan product source nya juga baik untuk dilakukan.<br />
Minimal, pelajarilah dari orang-orang yang sudah pernah melakukan experience sebelumnya.</p>
<p><strong>Learn &amp; Analyze what their doing in the market</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Semakin dalam lo mengetahui mengenai sebuah brand atau product akan semakin baik. Kalau memang brand/product tersebut mempunyai buku yang menceritakan sejarah mereka maka baca lah.<br />
Amati semua pergerakan yang sedang dilakukan brand tersebut. Campaign nya, marketing program nya, penetrasi nya, dan lainnya.</p>
<p><strong>Think like you own the brand</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Mengetahui tujuan, ber-experience dengan product dan mengetahui latar belakang belum cukup, yang juga diperlukan adalah berpikir seperti bagian dari brand atau product. Atau bahkan berpikir seperti pemilik product tersebut.<br />
Dengan seperti itu akan muncul pertanyaan dalam hati &#8220;saya sebagai pemilik brand ini, saya akan melakukan apa ya&#8221;. Jawaban jujur dari pertanyaan tersebut bisa jadi salah satu jawaban untuk client.</p>
<p><strong>Compete with their competitor</strong></p>
<p style="padding-left: 30px;">Dan yang terakhir adalah set up pikiran lo bahwa lo sendiri yang berkompetisi dengan kompetitor client lo. Tidak perduli bahwa lo tidak terlalu menyukai produk client, tapi apda kenyataannya client lo ini lah yang memberikan brief untuk dijawab.<br />
Atau bahkan mungkin lo adalah fans dari si kompetitor justru, untuk kali ini lo harus berpikir bahwa product favorite lo itu nggak ada apa-apa nya dibanding product client. Karena pada kenyataannya client (atau calon client) lo itu lah yang memberikan kesempatan kepada lo, bukan kompetitor nya.</p>
<p>Sejauh ini tips itu lah yang menjadi dasar kita dalam berpikir, gimana dengan lo? Mendapatkan pencerahan dalam menjawab brief? atau ada tips lain lain?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/5-tips-menjawab-brief-client/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think.Web @ Hard Rock FM: Your Online Earning</title>
		<link>http://think.web.id/brain/hard-rockfm-online-earning/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/hard-rockfm-online-earning/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Aug 2008 12:31:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Show]]></category>
		<category><![CDATA[Educate]]></category>
		<category><![CDATA[HRFM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[We are back! Yup ini adalah kedua kalinya Think.Web crew goes on air. Buat yang ketinggalan or cuma mau tau, kemarin ngebahas apa sih? Ini ringkasan dari hasil siaran kami di Provocative Proactive Show hosted by Pandji Pragiwaksono, Rabu Malam, 30 Juli 2008.
Cut 1
[Pandji Opening]
Pandji:
Bener nggak sih, kalau lo tuh bisa nyari uang dari internet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>We are back! Yup ini adalah kedua kalinya <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> crew goes on air. Buat yang ketinggalan or cuma mau tau, kemarin ngebahas apa sih? Ini ringkasan dari hasil siaran kami di Provocative Proactive Show hosted by <a onclick="javascript:pageTracker._trackPageview ('/outbound/www.pandji.com');" href="http://www.pandji.com/" target="_blank">Pandji Pragiwaksono</a>, Rabu Malam, 30 Juli 2008.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cut 1</strong></span></p>
<p>[Pandji Opening]</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Bener nggak sih, kalau lo tuh bisa nyari uang dari internet alias dapetin online earning? Beneran bisa dapetin uang?</em></p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>:</strong><br />
Bisa! Internet atau online media kan sebenernya is just another media. Jadi ya sama aja kaya hal-hal mendapatkan penghasilan yang ada sekarang ini. Nah kali ini emang kita mau provoking Hard Rockers bahwa ada cara lain untuk punya penghasilan. Yaitu dari online/internet.</p>
<p>Dan ini beneran dapet uang. Cash! Ada beberapa orang yang kita kenal yang memang sudah menggangtungkan hidup nya dari online earning.  Pendapatan mereka minimal tuh 2000-3000 USD per bulan.  Berarti kira-kira berapa rupiah tuh. Nah ngiler nggak?<br />
Mereka emang dapet real cheque dari Google, sebagai salah satu tempat mereka dapet pendapatan. Dikirimin gitu pake pos.</p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>:<br />
</strong>Satu hal yang musti di inget bahwa online earning adalah Extra Money, or it could your More that Extram, tapi BUKAN EASY Money.  Jadi ya kaya tadi dibilang, sama hal nya seperti di dunia nyata, bahwa untuk sukses ya butuh usaha keras.</p>
<p><strong>Rama:<br />
</strong>Beda nya… lo cari uang nya bisa dari kamar tidur lo…<strong></strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
OK, tapi gue masih belum nangkep, sebenernya siapa sih yang bakal ngasih duit ke gue?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
Lagi-lagi gue kembaliin ke logika yang biasa kita temui deh. Sebenernya dari mana sih kita bisa dapet uang atau penghasilan?</p>
<ul>
<li> Menjual service lo atau keahlian lo<br />
Ini gampang contohnya, seseorang Web Designer menjual jasa design nya ke sebuah perusahaan dan kemudian dia dibayar.<br />
Atau Think.Web lah misalnya, core kita kan adalah Online Branding, ya kita menjual jasa kita untuk membuat sebuah brand menjadi terangkat di online media dan kita dapet duit dari situ.<br />
Atau hal lain, adalah Paid Review, jadi yang harus dilakukan adalah kita me-review akan sesuatu, kalo dinilai baik review nya ya kita dapet uang.</li>
<li>Menjual barang lo atau hasil produksi lo<br />
Ya ini seperti apa yang sering kita liat sebenernya. Orang jualan computer, baju, sepatu dan macem-macem.</li>
<li>Menjual jasa lo untuk menjual barang nya orang lain<br />
Jadi misal gue cuman jago jualan, tapi nggak jago bikin lagu. Ya gue akan jualan itu lagu aja dan gue dapet komisi nya.</li>
</ul>
<p>Jadi menjawab pertanyaan siapa yang ngasih duit ke kita? Ya tergantung kita ber-bisnis dengan siapa.<br />
<em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Ok kalau gitu gue bisa berbisnis sama siapa aja? Ada contohnya ga?</em></p>
<p><strong>Anan:</strong><br />
Sebenarnya si online earning ini ada banyak banget macamnya. Tapi yang paling sering dipakai untuk online earning ada 3:</p>
<ul>
<li><em>Ad commission<br />
</em>Kita mendapatkan uang karena menyediakan tempat untuk dipasangi iklan. ex: Google AdSense.</li>
<li>Affiliatez<br />
Ada berbagai bentuk program afiliasi, yang cukup banyak dipakai adalah program nya Amazon. Sederhananya adalah kita mendapatkan commision dari menjualkan barang orang.</li>
<li>Online Store<br />
Berjualan barang lewat online media</li>
</ul>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cut 2</strong></span></p>
<p>[Pandji Opening]</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Kalau gue atau hardrockers ada yang tertarik dengan online earning ini. First thing, paling minimal kita harus nyiapin apa?</em></p>
<p><strong>Anan:</strong><br />
Sebelum gue jawab lo harus nyiapin apa, gue mau coba bilang kalau:<br />
Untuk para pemula, jangan takut untuk mencoba karena online earning ini dapat dilakukan oleh siapa saja. Online earning ini relative mudah, dalam artian kalau lo udah bisa browing, lo ngerti bahasa inggris dan punya kemampuan untuk usaha, it’s not that hard to earn your extra money. Karena sebenarnya pengetahuan dan waktulah yang jadi kunci utama dalam memperoleh online earning.</p>
<p>Untuk mulai sebenarnya mudah banget, langkahnya bisa dibilang cuma 3:</p>
<ul>
<li> Bikin web (bikin blog gratisan)</li>
<li> Pilih cara online earningnya</li>
<li> Lakukan pendaftaran atau mengikuti program online earning</li>
</ul>
<p>Dan kita tinggal menunggu extra money kita datang.  Tapi apakah tiga langkah diatas cukup untuk benar-benar bisa mendatangkan online earning? Untuk yang serius mau memulai dapetin online earning, ada beberapa minimum needs yang perlu lo tahu dan lo penuhi untuk bisa mendapatkan earning lo:</p>
<ul>
<li> Website (good content)<br />
Perhatikan content/isi website Anda. Updated Content, akan membuat website Anda lebih akan lebih ramai didatangi pengunjung. Pengunjung/visitor adalah harta utama Anda</li>
<li>Waktu<br />
Walau banyak yang berbagi dan menceritakan mengenai keberhasilan mereka mendapatkan hasil yang mencengangkan dari online earning, jangan terlena karena sejujurnya Online Earning butuh waktu.  Ada beberapa tahapan yang harus dilalui seperti memilih jenis online earning yang tepat, berstrategi dan menyisakan waktu untuk mengurus isi, ini semua akan membutuhkan waktu lo.</li>
<li>Usaha</li>
</ul>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Selain itu lo perlu punya pengetahuan khusus ga?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong></p>
<ul>
<li>Marketing Strategy (good branding, SEM)<br />
Lagi seperti hal nya di non online, usaha yang berhasil adalah yang pake strategi bisnis atau marketing yang bagus.<br />
Biar situs lo dikunjungi user, yang lo butuhkan disini adalah cara marketing yang baik, misalnya:</p>
<ul>
<li>Nah 2 minggu lalu kan kita ngomongin soal beli personal Domain. Ini sebenernya adalah part dari building brand lo. Jadi pemilihan nama yang tepat untuk domain jadi sesuatu yang penting.</li>
<li>Search Engine Optimization, ini supaya online store atau affiliate lo mudah ditemukan secara online<br />
Nggak lupa kan, ketika kita berusaha memasarkan diri atau barang kita ke internet itu artinya pasar kita bisa seluruh dunia loh. Nah ada ribuan bahkan jutaan orang yang mungkin melakukan hal yang sama kaya kita. Kalo kita mau beli sesuatu misalnya, jaman dulu kan orang bukan Yellow Pages, nah gimana caranya data kita itu terlihat saat orang buka Yellow Page itu. Soalnya ini kan Yellow Pages nya mendunia, semua orang di dunia ada disitu. Nah makanya ada yang disebut Search Engine Optimization. Hal ini yang jadi salah satu yang penting di online earning.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<p><strong>Anan:</strong></p>
<ul>
<li> Ingat untuk Updated Content! Ibarat sebuah toko yang menawarkan service dan isi yang beragam pasti akan lebih ramai didatangi pengunjung</li>
<li> Desain yang menarik. Ini tetap menjadi salah satu daya tarik tersendiri dalam menarik pengunjung</li>
<li> Real business</li>
</ul>
<p>Buat orang-orang yang memang mau menjadikan online earning bukan cuman menjadi sekedar extra money, berarti ya bener-bener musti terjun disitu. Ngabisin banyak waktu, usaha keras mempelajari banyak hal, termasuk habit pasar dll untuk kemudian bener2 bisa jalan jadi bisnis.<br />
<span style="text-decoration: underline;"><strong></strong></span></p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cut 3</strong></span></p>
<p>[Pandji Opening]</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Kalau tadi udah tahu apa, dan modal yang dibutuhkan. Sekarang gimana sih cara mulainya? Kapan gue harus mulai?<br />
</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
As soon as lo punya blog, lo bisa mulai online earning lo. Kemudian lo juga harus menentukan cara pembayaran yang lo mau. Cara lo dibayar ini juga tergantung jenis apa yang lo jalanin. Kalo lo ‘ngikut’ sama orang, dapet komisi dari dia, ya tentunya musti ikut dengan cara dia. Cara Google misalnya dia pake dengan cara pembayaran lewat cheque.</p>
<p>Nah kalo lo jualan barang, ya lo bisa tentuin lo mau dibayar dengan cara apa. Tentunya semakin mudah orang melakukan transaksi artinya akan semakin confortable orang bertransaksi disitu.<br />
Lo bisa dengan cara yang paling gampang kok, transfer ke rekening Bank lo misalnya. Tapi jangan kaget kalo nanti ada orang dari Afrika Selatan ya mau beli barang lo 2 container dan dia mau bayar pake credit card.</p>
<p>Nah ini juga, Lo musti tahu pasar mana yang cocok dengan barang lo. Untuk research ini lo bisa pake Google Keyword Tools. Misal lo mau jualan baju batik, lo bisa dapet kira-kira nya negara mana sih yang paling banyak mencari kata batik. Disitu kan artinya pasar lo.<br />
Ini nanti yang menentukan ke gimana cara lo bicara dan jualan.<br />
<em><strong></strong></em></p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Ada lagi ga?</em></p>
<p><strong>Anan:</strong><br />
Lo juga harus tahu apa sebenarnya yang lo punya. Artinya kalo dari tadi kita ngomongin kalo online earning cuman butuh modal dengkul, nah tapi kan kita musti tahu dengkul kita bagus buat apaan. :</p>
<ul>
<li> Bahan bagus untuk blog<br />
Kalo lo emang suka nulis, suka me-review sesuatu, membahas sesuatu, dan hal yang lo tulis itu bisa menarik untuk konsumsi umum, berarti ya ini modal lo.</li>
<li> Sumber bagus untuk jualan<br />
Sumber bagus ini bisa dari 2 titik mulai nya, lo cari dulu pasar nya nari apa dan kemudian lo cari supplier nya, atau lo udah punya supplier nya dan kemudian lo cari pasar nya yang tepat.<br />
Tapi paling nggak lo udah tahu mau jualan apa (walaupun bukan lo yang bikin barang nya).</li>
<li> Barang bagus untuk dijual<br />
Mirip sama punya sumber bagus, cuman yang ini sumber nya ya diri lo sendiri. Kalo lo emang bisa bikin sesuatu yang unik, kenapa nggak lo coba untuk nge jual itu secara online.</li>
</ul>
<p><strong><br />
Rama:</strong><br />
Hard Rockers mungkin nggak sadar kalo Indonesia itu punya sumber daya yang bisa sekali untuk dijual, dan ini for real. Dan untuk bisa mendapatkan uang tidak berarti harus punya barang nya. Contoh: Coba search di Google: Bali Villas<br />
3-5 urutan dari search result nya itu yang punya website nya orang Indonesia, orang Bali asli.<br />
Si pemilik website ini nggak punya villa sama sekali loh, yang dia kasih adalah fasilitas untuk booking villa-villa di bali. Komisi yang dia dapet adalah dari pemesanan villa per night. Dan masih banyak lagi yang kaya gini, di bali aja selain villa tuh ada silver dan aksesoris.</p>
<p>Ada banyak sekali barang-barang hasil Indonesia yang kita belum kepikiran untuk masarin nya lebih luas lagi ke seluruh Indonesia. Intinya, ketika lo mau mendapat online earning, inget-inget bahwa lo bersaing dengan dan berpeluang  dari orang-orang di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/hard-rockfm-online-earning/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Another Smart Marketing Moves</title>
		<link>http://think.web.id/brain/everybody-loves-irene-marketing-moves/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/everybody-loves-irene-marketing-moves/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 15:23:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[everybody loves irene]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin gue udah sempet bahas soal everybody loves irene (ELI) kan? Dan sekarang, gue akan membahas soal ELI.
Kalau ada yang tanya: Yah ampun masih sama ya? Bukannya kemarin udah dibahas?
Jawaban saya: Iya masih sama, dan iya kemarin udah dibahas
Kalau ada yang tanya: Kenapa?
Jawaban saya: lho ini blog saya, saya boleh nulis apapun yang bisa tiba-tiba [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kemarin gue udah sempet bahas soal everybody loves irene (ELI) kan? Dan sekarang, gue akan membahas soal ELI.</p>
<p>Kalau ada yang tanya: Yah ampun masih sama ya? Bukannya kemarin udah dibahas?<br />
Jawaban saya: Iya masih sama, dan iya kemarin udah dibahas<br />
Kalau ada yang tanya: Kenapa?<br />
Jawaban saya: lho ini blog saya, saya boleh nulis apapun yang bisa tiba-tiba membuat otak saya berpikir &#8220;wah ini cemerlang&#8221;<br />
Kalau ada yang bilang: iya bisa, tapi kenapa?<br />
Jawaban saya: Iya karena ELI membuat satu (lagi) gerakan pintar</p>
<p>Dimana letak kepintarannya? Mari saya tunjukkan.<br />
Tahu <a href="http://www.detik.com" target="_blank">detik</a> dong? Iya detik, portal yang konon merupakan satu-satunya website yang paling sering dikunjungi orang seantero Indonesia. Iya seantero Indonesia. Penduduk Indonesia yang sudah mainan internet menurut APJII saat akan mencapai 50 juta di akhir tahun ini (banyak ya, tapi kayaknya ga semuanya masuk detik ya?).</p>
<p>Nah ELI berhasil masuk dan menempatkan dirinya di salah satu bagian dalam halaman muka detik.com, bukan melalui  dari hasil interview apalagi melalui iklan, ELI masuk melalui blognya detik. Kisahnya  adalah detik punya layanan blog sekarang, dan ini yang dipergunakan (secara disengaja atau tidak) untuk marketing moves  oleh ELI .  Posting blog mereka masuk di halaman muka detik sebagai blog terbaru. Bayangkan sekarang dengan kepopuleran detik yang pembaca setianya 68% (data AC Nielsen tahun 2004) masuk setiap hari ke situs tersebut, sudah berapa banyak orang yang kenal ELI?</p>
<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/07/detik3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-218" title="detik" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/07/detik.png" alt="" width="500" height="399" /></a></p>
<p>Keliatan kan posting blognya ELI? Nah its another briliant move. Masuk ke detik and you could generate ribuan orang untuk masuk dan mengenal ELI. Apalagi kalau di dalam blognya, berisi tulisan yang nantinya bisa membawa mereka ke masing-masing sarana komunikasi yang sudah dibuat sebelumnya. <em>It&#8217;s a good step</em> untuk membawa orang tahu siap ELI itu. Dan yang paling penting lo ga harus membayar 7 juta rupiah (ini iklan paling murah untuk jangka seminggu yang bisa hadir di halaman muka detik per 2008) dan lo udah bisa dapet publikasi.  See, dunia online menawarkan banyak kesempatan dan cara untuk bisa berpromosi</p>
<p>Bila langkah-langkah dalam dunia online memang distrategikan, banyak cara untuk menjadi terkenal. Dan buat band indie lain,<strong> a<em> keep on promoting yourself out there</em>.</strong></p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Dan dengan bijaknya pemilik blog ELI juga menempatkan link blog ini di posting nya. Hasilnya&#8230; terjadi lonjakan statistik di blog ini.<br />
Ini lah hasil positif dari spirit sharing di era Web 2.0 ini.<br />
Thanks to ELI and welcome for the new visitor.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/everybody-loves-irene-marketing-moves/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think.Web @ Hard Rock FM: Online Branding with your domain</title>
		<link>http://think.web.id/brain/hard-rock-fm-domain/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/hard-rock-fm-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 00:25:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Show]]></category>
		<category><![CDATA[Educate]]></category>
		<category><![CDATA[HRFM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah kurang lebih ringkasan dari hasil siaran kami di Provocative Proactive Show hosted by Pandji Pragiwaksono, Rabu Malam, 16 Juli 2008.
Cut 1
[Testimonial 1: "Menurut lo keren nggak kalo punya email dengan nama lo sendiri?"]
[Testimonial 2: "Kenapa nggak punya domain sendiri?"]
[Pandji Opening]
Pandji:
Dari cuplikan tadi, hard rockers mengakui bahwa punya domain dengan nama sendiri itu keren, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut adalah kurang lebih ringkasan dari hasil siaran kami di Provocative Proactive Show hosted by <a href="http://www.pandji.com" target="_blank">Pandji Pragiwaksono</a>, Rabu Malam, 16 Juli 2008.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cut 1</strong></span></p>
<p>[Testimonial 1: "Menurut lo keren nggak kalo punya email dengan nama lo sendiri?"]<br />
[Testimonial 2: "Kenapa nggak punya domain sendiri?"]</p>
<p>[Pandji Opening]</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Dari cuplikan tadi, hard rockers mengakui bahwa punya domain dengan nama sendiri itu keren, tapi ternyata mereka belum punya. Menurut loe yang jadi penghalang apa nih?</em></p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>:</strong><br />
1. Nggak kepikiran bahwa gue bisa punya email  ….@namalosendiri.com<br />
Ok, this is why kita sekarang akan provoking lo bahwa lo butuh those email to look stylish as a professional.<br />
2. Nggak tahu caranya (bahwa itu gampang).Gue juga berpikir tadinya ribet, karena kadang ngeliat internet gue liat ribet, tapi ternyata ngga juga. Karena waktu dicoba dan dijalanin gue malah mengutuk pemikiran ribet tadi. Its just  a minute away.<br />
3. Nggak tahu dimana daftarin nya.<br />
4. Ragu-ragu cara pembayarannya.</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Apakah perlu jadi seorang yang expert di bidang teknologi informasi untuk memiliki sebuah domain pribadi? Maksudnya, prosedurnya ribet ngga?</em></p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>:</strong><br />
Nggak ribet sama sekali kok.<br />
Caranya cuman:<br />
1. Masuk ke website dimana lo mau pesen domain itu<br />
2. Pastiin domain yang lo pilih emang available<br />
3. Lakukan registrasi<br />
4. Lakukan pembayaran<br />
5. Done</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Mahal kah untuk bikin sebuah domain dengan nama sendiri?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
Mahal murah pasti kan relative ya. Gue kasih info aja kalo harga dasarnya ada yang mulai dari 25rb per tahun s.d 300rb per tahun. Semua tergantung jenis akhirannya (.com, .co.id, .web.id, etc).<br />
<strong>Anan:</strong><br />
Tapi ini tergantung, ada pihak yang memang sudah menyadari bahwa nama domain adalah brand lo di dunia online. Kadang nama-nama domain yang memang dilihat “komersial” sudah diblok dan dijual kembali dengan harga supermahal. Misalnya Business.com dijual di tahun 1999 seharga $7.5 juta, atau CreditCards.com yang dijual $2.75 juta di tahun 2004. Tapi sepertinya jangan khawatir, karena kecuali nama yang dipilih adalah nama umum atau nama brand terkenal, sepertinya biaya yang dikeluarkan cukup hanya dengan 25-300 ribu per tahun kok.<br />
<strong>Rama:</strong><br />
Dan masing-masing reseller biasanya bikin paket-paket sendiri. Ada yang lo cuman bayar hosting aja tapi domain nya gratis. Eh tau kan bedanya hosting sama domain? Domain tuh alamat rumah nya, hosting tuh tanah tempat si rumah berada.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cut 2</strong></span></p>
<p>[Pandji Opening]</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Prosedur untuk membeli domain dengan nama sendiri bagaimana? </em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
Untuk yang umum/generic (bukan per country, misal: .com, .net, .org, .biz, .name, .info, etc) bisa dibilang nggak ada syarat nya.<br />
Tapi untuk yang per country di beberapa negara ada syarat nya. Misal di Indonesia: untuk .co.id (biasanya buat perusahaan) ini musti menyertai NPWP perusahaan dan beberapa dokumen lainnya. Untuk .or.id (biasanya untuk organisasi) ini ada dokumen2 yang dibutuhkan, untuk .web.id (disediakan untuk personal yang dibutuhkan cuman scan-scanan KTP).</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Untuk pilihan yang Top Level Domains bagaimana? Bagusnya pilih yang generic (gTLDs) atau country (cTLDs), dan seberapa penting factor TLDs saat kita bikin sebuah domain?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
Your domain adalah be your branding. Pertanyaannya jadi lo mau muncul atau dikenal dengan domain apa.  Karena penentuan .com, .net, .info, .name, .web.id, .co.id itu semua bebas dipilih.<br />
Sebagai contoh:<br />
1. Pandji.com -&gt; ini biar gampang aja, orang inget nama (dan cara spelling) abis itu langsung kepikir untuk nambahin .com dibelakang nya.<br />
2. <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.web</a>.id -&gt; ini kenapa kita pilih .web.id karena kebetulan nama perusahaan kita think.web dan berlokasi di Indonesia. Jadi .id dibelakang nya sebagai penanda kita berasal dari mana.</p>
<p><strong>Anan:</strong><br />
Tapi yang tetap perlu diingat, pikirkan benar-benar dalam memilih nama. Karena nama domain ini yang nantinya akan menjadi &#8220;brand&#8221; yang lo kasih tau ke orang-orang.</p>
<p>Kenapa gue bilang pilih yang benar? Karena ada jutaan pengguna internet diluar sana, menemukan nama domain yang masih available dan sesuai dengan keinginan sama sulitnya seperti memilih alamat email di email-email gratisan. Apalagi jika kebetulan nama kita atau nama perusahaan adalah nama pasaran yang mungkin dimiliki oleh ribuan orang diluar sana. Sarannya sih memilih nama harus dilakukan dengan cerdik. Sebelum mulai memilih, eksplore dulu semua opsi. Pemilik nama Iwan misalnya mungkin akan kesulitan untuk membuat domain dengan nama iwan.com misalnya sehingga harus melakukan modifikasi menjadi iwan23.com. padahal kalau dilihat, ia bisa saja mencoba mencari jalan lain misalnya dengan membuat dengan nama panjang. Atau mungkin lo bisa menyiasati dengan memilih iwan.name atau iwantanata.name (nama panjang) atau dokter-iwan.com (sesuai profesi) dan masih banyak alternatiflain.</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Enaknya hosting dimana untuk sebuah domain yang murah dan mudah? Biayanya berapa untuk masing-masing host?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
Sebenernya kebanyakan dari reseller domain itu adalah service nya penyedia jasa hosting. Service tambahannya adalah sewa domain.<br />
Hosting dimana  kalo bicara lokasi server (dalam negri atau luar negri) ini berkait nya sama nanti siapa yang kira-kira (atau di inginkan) masuk website lo. Kalo banyak orang Indonesia ya taro aja di dalem negri, kalo banyak orang luar ya taro nya di luar. Biasanya di hosting service itu ada pilihannya kok.<br />
Harganya beragam dan tergantung paket2 yang ditawarkan si penyedia jasa. Ada yang mulai 5rb per bulan s.d 2jt per bulan.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Cut 3</strong></span></p>
<p>[Pandji Opening]</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Cara pembayarannya gimana?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
Pada dasar nya memang seluruh pembayaran di online media itu emang pake credit card. Tapi kan banyak yang takut.. nah gimana cara yang aman?? Itu kayaknya di sesi berikut nya aja deh kita khusus bahas soal itu hehehe.<br />
Nah kalo nggak nyaman pake credit card untuk yang local biasanya pasti ada transfer bank. Nah ya pake itu.<br />
Iya salah satunya penyedia .id (PANDI) di pandi.or.id, ini system pembayarannya juga dengan system transfer. Jadi kalau sudah memilih nama domainnya, kemudian melengkapi persyaratan, tinggal kirim biaya pendaftaran yang kisarannya dari 25-100 ribu lewat transefer bank.</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Akan hangus ngga atau hilang saat kita tidak membayar untuk tahun berikutnya?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
Ya iya dong. Rumah kita kalo dianggurin lama-lama juga akhirnya bisa diambil orang atau minimal bukan orang tapi &#8216;mahluk&#8217; deh.<br />
<strong>Anan:</strong><br />
Soalnya sebenarnya pada saat kita beli domain itu bukan kaya kita lagi beli baju di mall. Yang dibeli disini bukan actual domain jadi hak milik tapi yang dibeli hanya masa sewa eksklusif atau hak sewa tunggal.<br />
Biasanya pembelian hak sewa eksklusif ini dilakukan dalam jangka waktu tahunan dengan minimun satu tahun dan maksimum pembayaran didepan 10 tahun (hal ini bervariasi tergantung dari kebijakan penyedia domain).<br />
<strong>Rama:</strong><br />
Jadi ya emang musti hati-hati dan dijaga tuh renewal nya. Temen gue lagi ada yang kehilangan domain dan domain nya udah keburu diambil sama calo domain, sekarang lagi tawar2an dia. Terakhir katanya dia ditawarin bayar 150USD (sebelum nya 250USD). Padahal tadi harga domain berapa coba, max cuman 200rb an.<br />
Kalo mau aman ya langsung sewa 2, 3, 5 atau 10 tahun aja.</p>
<p><em><strong>Pandji:</strong><br />
Recap tentang apa yang yang harus dipersiapkan lagi untuk memiliki domain pilihan sendiri.</em></p>
<p><strong>Rama:</strong><br />
1. Pergi ke penyedia jasa nya, tempat sewa hosting atau pun domain.<br />
• <a href="http://www.indoglobal.com" target="_blank">Indoglobal.com<br />
</a> • <a href="http://www.techscape.co.id" target="_blank">Techscape.co.id<br />
</a> • <a href="http://www.masterwebnet.com" target="_blank">Masterwebnet.com</a><br />
• <a href="http://www.yahoo.com" target="_blank">Yahoo.com</a><br />
• <a href="http://www.mediatemple.com" target="_blank">Mediatemple.com</a><br />
• Atau pun ISP2 yang lo pake mungkin juga punya jasa ini.<br />
2. Pastiin domain yang lo mau emang available.<br />
3. Daftar/pesen domain itu.<br />
4. Lakukan pembayaran.<br />
5. Tunggu maksimal 2 hari untuk domain itu resolve di jaringan seluruh dunia.<br />
6. Create alamat email lo deh.<br />
7. Selesai</p>
<p>Tips dari kita:<br />
<strong>Anan:<br />
</strong>1. (entah itu individu ataupun company) di online media. Domain bisa menjadi sarana untuk building brand lo Jadi have your own domain&#8230; why not?<br />
2. Pilih domain yang paling mewakili diri lo, bisnis lo atau website lo nanti, entah itu personal web, blog, atau apapun.<br />
<strong>Rama:</strong><br />
3. Pake email resmi lo (eg: contact@namalo.com) untuk yang sifatnya business atau personal aja. Untuk hal lain, kaya ikutan Facebook, Friendster, Multiply dll dll&#8230; ini lo bisa pake email Yahoo or Gmail aja.<br />
4. Set reminder untuk renewel (walaupun lo akan di ingetin).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/hard-rock-fm-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ik-Col</title>
		<link>http://think.web.id/brain/ikla/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/ikla/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jun 2008 16:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[Waktu jadi sesuatu yang mahal. Mungkin itu sebabnya, jaman sekarang jaman instan. Hal ini bisa dilihat dari beragam barang consumer goods yang ditawarkan. Banyak sekali yang menawarkan konsep instan.
Makanan: Mie, kopi 2 in 1, pasta instan
Selebritas: indonesian idol, AFI, Seleb dance
Hubungan: speed dating
Masih terimbas konsep instan, sepertinya konsep ini mulai merambah ke dunia iklan. Memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu jadi sesuatu yang mahal. Mungkin itu sebabnya, jaman sekarang jaman instan. Hal ini bisa dilihat dari beragam barang consumer goods yang ditawarkan. Banyak sekali yang menawarkan konsep instan.</p>
<p>Makanan: Mie, kopi 2 in 1, pasta instan<br />
Selebritas: indonesian idol, AFI, Seleb dance<br />
Hubungan: speed dating</p>
<p>Masih terimbas konsep instan, sepertinya konsep ini mulai merambah ke dunia iklan. Memang saya tidak melakukan research mendalam mengenai ada/tidaknya iklan sebelumnya yang menggunakan konsep ini. Namun sewaktu saya melihat iklan ini saya tersenyum. Kalau saya biasa colongan curhat, berarti brand yang satu ini termasuk colongan ngiklan alias Ik-Col (iklan-colongan).</p>
<p>Iklan colongan ini dilakukan oleh salah satu perusahaan transportasi yang kebetulan melakukan iklan colongan di sebuah iklan milik sepupu jauhnya. Sebelumnya brandnya tidak terlihat jelas, namun lama kelamaan terlihat juga. Mungkin iklan ini dibuat dengan split budget. Karena dari awal setting sudah diatur dalam salah satu armada sang perusahaan transportasi. Kemudian dalam beberapa adegan terlihatlah brand identity sang perusahaan transportasi.</p>
<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/06/starmild.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-192" title="starmild" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/06/starmild-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/06/starmild_01.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-193" title="starmild_01" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/06/starmild_01-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Terlihatkah? Yup 2 in 1 commercial&#8230;not bad isn&#8217;t it?. Disaat inflasi, BBM naik, semua harga meningkat, mungkin ini salah satu cara yang efisien untuk beriklan.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Terlihat apanya sih? (belaga bego). Ini kaya itu loh nan&#8230; butuh talent untuk sebuah episode tapi budget dr client mepet. Seraya ada yang berkata &#8220;Nan&#8230; nanti lo aja jadi talent nya&#8221;.<br />
Dududu&#8230;. lalalala&#8230;.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/ikla/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kandang Burung</title>
		<link>http://think.web.id/brain/kandang-burung/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/kandang-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 04:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[birdcage]]></category>
		<category><![CDATA[female magazine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Apa menariknya sebuah kandang burung? Saya juga kurang bisa menangkapnya. Kecuali mungkin bagi para burung aficionado (hum kalimat ini konotasinya agak aneh ya?). Nah saya masih tidak menangkap mengapa sebuah kandang burung punya arti yang sangat besar, apalagi ketika saya membalik-balik halaman sebuah majalah franchise ibukota dan menemukan si kandang burung ini muncul di beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/06/female.jpg"><img class="alignright alignnone size-medium wp-image-183" style="float: right; margin-left: 20px; margin-right: 20px;" title="female" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/06/female-300x205.jpg" alt="" width="203" height="139" /></a>Apa menariknya sebuah kandang burung? Saya juga kurang bisa menangkapnya. Kecuali mungkin bagi para burung aficionado (hum kalimat ini konotasinya agak aneh ya?). Nah saya masih tidak menangkap mengapa sebuah kandang burung punya arti yang sangat besar, apalagi ketika saya membalik-balik halaman sebuah majalah franchise ibukota dan menemukan si kandang burung ini muncul di beberapa halaman dalam satu edisi.</p>
<p>Kandang burung yang dalam bahasa inggrisnya dinamakan bird cage yang sedang saya bahas disini adalah salah satu tempat makan yang mungkin akan jadi tempat yang hip dalam beberapa saat lagi (gimana ngga, promonya gila-gilaan). Di salah satu majalah franchise ibukota yang tadi saya sebut diatas, pada edisi Juni 2008, coba deh buka halaman 196. Saya mulai dari paling belakang yah, karena saya suka membaca majalah dari belakang.</p>
<p><strong>Review 1</strong><br />
Si bird cage ini hadir di bagian buzz nightspot (halaman 196). Dalam review pertamanya ini, promosinya memang tidak terlalu bombastis, namun imagenya mendukung. Dikisahkan bahwa interior bird cage didominasi kayu dengan jendela super besar untuk memaksimalkan pencahayaan. Kemudian diterangkan juga kalau tempat ini menawarkan koleksi wine beragam (dan murah) serta koleksi martini yang katanya &#8220;juara&#8221;.<br />
&#8230;dari imagenya saya lumayan tertarik untuk hadir mencoba duduk di posisi paling dekat kaca yang menghadap ke luar, sepertinya akan menyenangkan</p>
<p><strong>Review 2</strong><br />
Secara spektakuler si bird cage ini hadir di 1 halaman sebelum buzz nightspot, yaitu di buzz dining (halaman 195!). Karena gak percaya saya sampai membaca ulang lokasi Bird Cage: Wijaya 9 no 23, yap sama persis. Ga salah ini restoran yang sama. Untungnya foto yang ditampilkan berbeda, kalau sama sih namanya copy paste yah. Apa yang dibahas sih kurang lebih sama, tapi penggunaan katanya agak sedikit berbeda. Tapi ya itu intinya sama sih, dominasi kayu, disekelilingi pepohonan dan jendela besar.<br />
&#8230;dari penggambaran dan kalimat-kalimat ajakannya saya belum terlalu tertarik. Saya jadi bertanya-tanya keputusan dari review 1 tadi</p>
<p><strong>Review 3</strong><br />
Daaan ini review penutup di halaman 14 bagian mens special edition. Ok secara struktur dia ada di sisipan sebenarnya. Tapi tetep lah, muncul 3 kali dalam 1 edisi. Pencapaian yang spektakuler. Yang ini gaya penyampaiannya juga paling beda diantara 2 artikel sebelumnya. Penggambarannya lebih menarik, mulai dari saran untuk memilih tempat outdoor untuk mereka yang ingin santai karena disana ada sofa bed atau mengarahkan kaki ke lantai 2 untuk mereka yang suka dengan gaya vintage sekaligus menikmati kandang burung yang diletakkan di langit-langit.<br />
&#8230;yak akhirnya saya tertarik lagi untuk datang ke Kandang Burung ini.</p>
<p>Weekend ke Bird Cage ahh&#8230;haha terkena promosi 3x berturut-turut dalam majalah. Seperti iklan murah yang diulang 3 kali yah.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8217;s Think:</p>
<p>Bisa ada 2 kemungkinan sih. Disengaja atau tidak.<br />
Disengaja karena si tempat itu minta dipromosikan di majalah secara soft sale (jangan-jangan ada kesamaan secara kepemilikan hehehe).<br />
Tidak disengaja, kalo ini sih lebih kepada kelalaian editor-in-chief nya. Dalam 1 edisi mengulang topic yang sama (lebih-lebih dengan tulisan yang mirip) kan bukan sesuatu yang baik.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/kandang-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blogvertorial??</title>
		<link>http://think.web.id/brain/blogvertorial/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/blogvertorial/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 May 2008 06:26:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Blovertorial]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu salah satu posting nya Reza cukup menggugah saya. Posting nya diakibatkan karena dia &#8216;curiga&#8217; terhadap beberapa blog yang sama karena membicarakan sebuah product dan muncul di waktu yang hampir bersamaan.
Tidak berselang lama setelah saya baca posting itu saya memang menemukan posting yang agak &#8216;beda&#8217; di blog nya Priyadi. Di posting tersebut Priyadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu salah satu <a href="http://reza.yazdi.or.id/blog-menghasilkan-uang/" target="_blank">posting nya Reza</a> cukup menggugah saya. Posting nya diakibatkan karena dia &#8216;curiga&#8217; terhadap beberapa blog yang sama karena membicarakan sebuah product dan muncul di waktu yang hampir bersamaan.</p>
<p>Tidak berselang lama setelah saya baca posting itu saya memang menemukan <a href="http://priyadi.net/archives/2008/04/23/pencetak-multifungsi-hp-lasetjet-m1522nf-mfp/" target="_blank">posting</a> yang agak &#8216;beda&#8217; di blog nya <a href="http://priyadi.net" target="_blank">Priyadi</a>. Di posting tersebut Priyadi bercerita bagaimana experient nya dengan sebuah produk yang dipinjam kan kepadanya. Isinya ya memang ulasan produk.</p>
<p>Pada blog yang <a href="http://roniyuzirman.blogspot.com/search/label/Advertorial" target="_blank">lain</a> yang saya dapat dari posting Reza juga berisikan cerita yang kurang lebih sama (katanya punya pak Roni, founder dari <a href="http://www.tangandiatas.com" target="_blank">komunitas Tangan Diatas</a>. Saya belum kenal beliau, baru juga jadi member nya hehehe).</p>
<p>Lalu saya temukan juga di <a href="http://www.sudutpandang.com/entrepreneurship/kantor-kecil-atau-besar-kenyamanan-dan-efisiensi-tetap-penting/" target="_blank">posting</a> dari &#8216;blog selingkuhan&#8217; nya <a href="http://www.virtual.co.id/blog/" target="_blank">pak Nukman Luthfie</a> yang isinya juga kurang lebih sama. Hanya saja di punya pak Nukman ini lebih &#8216;halus&#8217;. Posting nya sebenarnya bercerita tentang kantor nya yang baru pindah, kemudian &#8216;disisipi&#8217; dengan info produk.</p>
<p>Advertorial sebagai salah satu bagian dari media cetak adalah salah satu space dari media cetak untuk mendapatkan uang. Hal yang sama bisa jadi (atau mungkin sudah) terjadi di online media. Tapi bukan hal itu yang ingin saya angkat, yang menarik untuk saya adalah mulai dianggap nya Blog sebagai media publik atau media massa.</p>
<p>Blog adalah mungkin seperti koran/majalah tetapi milik dari masing-masing orang. Bayangkan kalau banyak orang yang membuat selebaran yang berisi tentang tulisannya dan ada orang-orang yang memang menunggu/berlangganan selebaran tersebut.</p>
<p>It&#8217;s a good thing ketika mendapat/mendengar perkembangan baru dari kekuatan online media, apapun itu. Saat ini sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang akan lebih percaya terhadap referensi yang diberikan teman atau rekan lainnya dibanding dengan promosi yang dilakukan sebuah brand atau product. Ketika sebuah informasi dari sebuah produk diangkat menjadi sebuah posting maka para pembaca blog tersebut akan menerima posting itu sebagai referensi dari pemilik blog.<br />
Apabila pemilik blog tersebut adalah orang yang memiliki &#8216;kekuatan&#8217; dalam diri pembaca nya (entah sebagai panutan, guru, favorit atau apapun) maka kekuatan referensi tadi akan berlipat ganda.</p>
<p>Blog dapat menjadi ruang Advertorial yang sangat baik. Karena target pembacanya sangat segmented dan punya fungsi provokasi/referensi yang sangat kuat. So can I call it in short Advertorial on Blog =<strong> BLOGVERTORIAL</strong> <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hanya saja pemilik blog tetap harus bijak dengan space advertorial ini. Karena bagaimanapun blog reader bukan datang ke sebuah blog hanya untuk membaca advertorial atau review produk.<br />
Kompensasi apa sih yang didapat dari menyediakan posting Blogvertorial? bentuknya bisa apapun, mulai dari uang sampai, dipinjamkan produknya atau mungkin hanya terima kasih (tapi masa ya ketika meminta sesuatu tidak ada kompensasinya).<br />
Di comment nya Priyadi mengenai produk yang dia referensikan, produk nya hanya dipinjemin. Nah ini bocoran Pri, katanya kalau review nya bagus dibolehkan jadi hak milik hehehe.<br />
Seperti tidak fair sih minta di review  kemudian &#8216;bayarannya&#8217; bergantung dari review nya, karena nanti review nya bisa menjadi bias, yang dipentingin dapet gratisan aja. Untungnya produk yang di review Priyadi ini tidak claim dari permulaan dengan &#8220;kalau review nya bagus maka dapet hadiah&#8221;.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anantya &raquo;">Anantya</a> think:</p>
<p>&#8221; Sudah menjadi nature advertorial untuk tampil menyerupai tulisan-tulisan &#8220;biasa&#8221; yang ada di publikasi tempat advertorial itu hadir. Dari beberapa hasil advertorial yang dikemukakan <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">rama</a> diatas. Pak Nukman berhasil mengemas Advertorial yang ada dengan gaya yang paling cantik, dalam artian membuat advertorial semirip mungkin dengan tulisan beliau yang lain. Menyesuaikan dengan apa yang biasa dibaca oleh audiencenya, sehingga audience secara tidak sadar sedang dihadapkan pada sebuah iklan. Dua advertorial lainnya sekilas memiliki kemiripan gaya penyampaian dan dengan rapi dan sadar dikategorikan ke dalam bagian ADVERTORIAL dalam blog yang menjadi tempat publikasi. Jadi siapapun yang mengklik artikel dalam kategori tersebut sadar betul bahwa mereka sedang melihat sebuah iklan.</p>
<p>Fenomena Blogvertorial ini sepertinya memang sebuah langkah yang natural, karena secara ciri memang kehadiran blog sangat mirip dengan media cetak konvensional tempat ADVERTORIAL biasanya hadir. Namun memang apa yang dikatakan rama benar, sebuah blog sejatinya adalah sebuah log yang kebanyakan dipakai oleh perseorangan untuk konsumsi terbatas. Jadi siapapun yang mau meletakkan sebuah ADVERTORIAL dalam blog harus sadar bahwa audience yang akan dicakup oleh blog umumnya bukanlah audience massal (walau dalam kasus tertentu pembaca blog kadang lebih banyak dari pembaca media cetak). Namun Blog masih memiliki kelebihan yaitu fanatisme audience dan kedekatan audience kepada si-empunya blog. Kedekatan inilah yang bisa menjadi nilai tambah tersendiri ketika sebuah ADVERTORIAL memilih blog sebagai media. &#8220;</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/blogvertorial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bechek Ojheck</title>
		<link>http://think.web.id/brain/bechek-ojheck/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/bechek-ojheck/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 09:15:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>
		<category><![CDATA[buzz]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[
 &#124; View &#124; Upload your own


Ini adalah salah satu viral yang baru kami produksi sekitar 2 minggu lalu. Dalam waktu singkat penyebaran nya begitu cepat, beberapa orang mendapatkan forward dr viral ini 3-4 kali.
2 hari setelah di blast ternyata ada yang pasang viral ini di Kaskus (maaf nggak nemu link nya).
Bukan cuman itu, ternyata [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="__ss_374418" style="width:425px;text-align:left"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="425" height="355" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowScriptAccess" value="always" /><param name="src" value="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=bechekojheck-1209282503145832-9" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="355" src="http://static.slideshare.net/swf/ssplayer2.swf?doc=bechekojheck-1209282503145832-9" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<div style="font-size:11px;font-family:tahoma,arial;height:26px;padding-top:2px;"><a href="http://www.slideshare.net/?src=embed"><img style="border:0px none;margin-bottom:-5px" src="http://static.slideshare.net/swf/logo_embd.png" alt="SlideShare" /></a> | <a title="View 'Bechek Ojheck' on SlideShare" href="http://www.slideshare.net/hanoman_nitra/bechek-ojheck?src=embed">View</a> | <a href="http://www.slideshare.net/upload?src=embed">Upload your own</a></div>
<div style="font-size:11px;font-family:tahoma,arial;height:26px;padding-top:2px;"></div>
</div>
<p>Ini adalah salah satu viral yang baru kami produksi sekitar 2 minggu lalu. Dalam waktu singkat penyebaran nya begitu cepat, beberapa orang mendapatkan forward dr viral ini 3-4 kali.<br />
2 hari setelah di blast ternyata ada yang pasang viral ini di Kaskus (maaf nggak nemu link nya).<br />
Bukan cuman itu, ternyata ada pihak-pihak yang begitu antusias sampai dengan mengedit viral ini. Terus terang kami tidak terpikir untuk melakukan proteksi edit pada file PowerPoint Show nya, sehingga slide terakhir yang isinya &#8216;pesan sponsor&#8217; dihilangkan. Walau demikian file viral aslinya tetap berpopulasi dengan cepat.</p>
<p>Berikut point-point penting (terutama dari viral ini):</p>
<ul>
<li><strong>Kontroversial/Funny Theme</strong><br />
Belakangan gaya bicara si artis inisial CL begitu marak. Sampai-sampai ada orang-orang yang memberikan perhatian begitu serius sama dia, saya sempat menuliskan <a href="http://www.think.web.id/brain/cincha-lawra/" target="_self">posting</a> tentang hal ini.</li>
<li><strong>Eksekusi Total<br />
</strong>Pada slide terakhir yang berisikan pesan sponsor di eksekusi sama persis seperti eksekusi photo retouch di slide-slide sebelum nya. Hal ini membuat user benar-benar membaca pesan yang disampaikan, at least hal ini dilakukan tanpa sengaja. Hal ini juga semakin kuat karena ketika membaca tulisan-tulisan &#8216;aksen&#8217; sebelum nya perlu usaha agak keras.</li>
<li><strong>Tidak Harus Game</strong><br />
Sering kami ketika berdiskusi dengan client yang muncul di benak mereka viral/email attachment adalah harus berupa flash game. Mereka melupakan konsep dasar viral, pada viral yang penting adalah<span style="text-decoration: underline;"> trigger untuk menyebarkannya</span>, bukan fun nya user ketika membuka viral nya.<br />
Format PowerPoint, Word, Jpg, PDF, atau yang lainnya harusnya masuk dalam pilihan.</li>
</ul>
<blockquote><p>Selamat untuk <a href="http://think.web.id/blog/radit/" target="_blank"><strong>Radityo Soenarto</strong></a> (Web Reporter) dan <strong>Endi Hamid</strong> (Flash Developer) karena berhasil memberikan inspirasi dan eksekusi yang baik pada viral ini.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/bechek-ojheck/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
