<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web &#187; Marketing</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/category/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Online Video Contest: Peserta atau Pemirsa?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/03/05/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/03/05/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 05:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=16854</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini banyak sekali brand yang bikin video contest. Seperti biasa, berangkat dari euphoria Sinta-Jojo, Audrey-Gamaliel dan lainnya. Brand merasa kalo bikin video bisa lebih menarik dari photo. &#8220;Orang Indonesia banyak yang narsis, bikin video di handphone gampang, kalo lucu2an bisa banyak yang nonton&#8221;. Tapi kemudian embel2nya juga banyak: musti ada tema nya, musti ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_17137" class="wp-caption alignnone" style="width: 265px"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:SintaJojo.JPG&amp;filetimestamp=20101014135744"><img class="size-medium wp-image-17137" src="http://think.web.id/brain/files/2011/03/SintaJojo-255x154.jpg" alt="" width="255" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">Source: Wikipedia</p></div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:SintaJojo.JPG&amp;filetimestamp=20101014135744"></a>Sekarang ini banyak sekali brand yang bikin video contest. Seperti biasa, berangkat dari euphoria <a href="http://www.youtube.com/watch?v=VKP1t3gQ_o0">Sinta-Jojo</a>, <a href="http://www.youtube.com/user/gamal1990">Audrey-Gamaliel</a> dan lainnya.<br />
Brand <span style="text-decoration: underline">merasa</span> kalo bikin video bisa lebih menarik dari photo. &#8220;Orang Indonesia banyak yang narsis, bikin video di handphone gampang, kalo lucu2an bisa banyak yang nonton&#8221;.</p>
<p>Tapi kemudian embel2nya juga banyak: musti ada tema nya, musti ada isi nya, musti ada pesan sponsor, musti ada logo brand nya, musti di moderasi dll dll.</p>
<p>Brand biasanya lupa juga kalo video dari handphone itu musti dipindah ke komputer buat di upload, kadang butuh sedikit editing juga supaya layak (bukan bagus loh), kualitas video handphone itu beda-beda, nggak semua orang Indonesia punya talent (tampil depan kamera, acting, dll) DAN sebenernya cuman Dono-Kasino-Indro, Srimulat dan Opera Van Java yang lucu.</p>
<p>Nah jadi sebenernya apa sih yang dicari dari video contest?<br />
Jumlah <strong>peserta</strong> yang banyak kah? Tapi isinya nggak sesuai akhirnya overall amplification nya juga kecil.<br />
Atau<br />
Jumlah <strong>pemirsa</strong> per video yang banyak kah? Yang artinya bisa jadi pesertanya sangat sedikit tapi kualitas content nya memang bagus.</p>
<p>Ketika membuat activity sebaiknya berangkat dari tujuannya. Bukan berangkat dari pingin bikin apa.<br />
Dari tujuan akan dijawab dengan activity yang sesuai dengan target market brand. Yang perlu diingat adalah ada beberapa kegiatan yang familiar dengan target market, namun belum tentu kegiatan itu bisa dilakukan oleh target market pada umumnya. Biasa menonton belum tentu bisa membuat, ada beberapa yang sanagt populer belum tentu semuanya bisa membuat.</p>
<p>Intinya adalah be flexible terhadap kebiasaan target market. Tidak ada salahnya memberikan banyak syarat asal sadar akan resikonya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/03/05/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Social Media Ada [dimana-mana]</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2010/06/16/ketika-social-media-ada-dimana-mana/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2010/06/16/ketika-social-media-ada-dimana-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 01:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis  fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook. Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis   fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook.</p>
<ul></ul>
<p>Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam iklan-iklan yang tayang di TV ataupun media cetak.  Belum habis eksis di tayangan iklan, brand juga sudah merasa perlu untuk mengikutsertakan url social media mereka di kemasan produk, sebuah kepentingan yang bahkan belum ada setahun yang lalu.</p>
<p>Sebuah kepentingan yang tercipta karena tuntutan pengguna. Belum lama ini saya melihat sebuah minuman merek mancanegara yang mencantumkan logo Facebook di kemasannya. Ternyata yang dilakukan si minuman ini adalah melakukan sebuah aktivitas yang berbasis konsumen, memberikan kekuasaan lebih pada konsumen untuk membuat jenis minuman mereka sendiri. Jenis minuman yang paling diminati secara online kemudian di&#8221;wujudkan&#8221; nyata dan didistribusikan ke seluruh negeri. Salah satu cara cerdas melakukan test market, sebelum melakukan produksi barang baru.</p>
<p>Itu tadi contoh kasus merek mancanegara, terus apakabar merek lokal? Kita tidak usah bahas merek-merek lokal terkenal ya. Karena kebetulan saya bertemu dengan merek yang baru kemarin saya ketahui keberadaannya, dan merek kecil ini pun sudah &#8220;melek&#8221; social media.</p>
<blockquote><p>Mari kita kenalan dengan &#8220;Kree-oks&#8221;</p></blockquote>
<p>Ada yang tau merek apa ini?<br />
[belum tau?]</p>
<p>Gimana kalau saya kasih tambahan embel-embel chip dibelakangnya?<br />
[udah bisa tebak dong, jenis produknya]</p>
<p>Ya ternyata si &#8220;Kree-oks&#8221; ini atau kriuk kalau sambil makan produknya adalah camilan sehat kripik buah kering yang diproduksi di Indonesia dan dikemas oleh sebuah CV di Bandung. Kemasannya sederhana, bersahaja, cenderung polos. Tapi dibalik kebersahajaannya itu, ternyata &#8220;Kree-oks&#8221; termasuk salah satu panganan yang cukup maju karena dia diam-diam menampilkan eksistensinya di salah satu Social Media.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1130" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/kreeoks/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1130" src="http://think.web.id/brain/files/2010/06/Kreeoks-255x333.jpg" alt="" width="255" height="333" /></a></p>
<p>Coba cek di sudut kiri atas dibawah bendera Indonesia yang menjulur. Dengan sedikit malu-malu, Kree-oks menampilkan logo Facebook dan keterangan Kreeoks Chips. Walau belum merupakan affinity URL, namun mereka yang memiliki rasa penasaran berlebih macam saya, dapat dengan mudah melakukan proses search di facebook dengan mengetikkan Kreeoks Chips dan dalam hitungan detik akan bertemu dengan facebook groups <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=67652859045&amp;v=wall&amp;ref=ts" target="_blank">Kreeoks Chips</a>.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1129" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/screen-shot-2010-06-14-at-6-16-18-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1129" src="http://think.web.id/brain/files/2010/06/Screen-shot-2010-06-14-at-6.16.18-PM.png" alt="" width="374" height="62" /></a></p>
<p>Penggunaan facebook oleh Kree-oks chip juga memperlihatkan bahwa social media selain untuk mendukung brand engagement juga dapat dipergunakan untuk step pengembangan bisnis. Ketika masuk ke group Kreeoks Chip, tujuan pengembangan bisnis dan promosi produk adalah dua hal yang paling terasa. Walau belum maksimal, tapi apa yang dilakukan Kree-oks menurut saya adalah sebuah langkah besar dalam memanfaatkan teknologi untuk berpromosi dan mengembangkan bisnis.</p>
<p>PS: Thanks to Mega yang sudah mengenalkan saya pada Kreeoks Chip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2010/06/16/ketika-social-media-ada-dimana-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Ads Salah Tempat</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/12/28/google-ads-salah-tempat/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/12/28/google-ads-salah-tempat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Dec 2008 01:36:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Uniquely Advertise]]></category>
		<category><![CDATA[google adwords]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=660</guid>
		<description><![CDATA[Google Ads yang muncul ditempat yang nggak seharusnya pasti sering kita lihat kan? Ini karena si pengguna Adsense kurang taktis menggunakan keyword sehingga iklan yang muncul malah merugikan Blog (tempat iklan) itu dipasang. Kemunculan iklan salah tempat yang merugikan blog misalnya iklan tentang website porn yang muncul di blog tentang wanita atau bayi. Tapi ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Google Ads yang muncul ditempat yang nggak seharusnya pasti sering kita lihat kan? Ini karena si pengguna Adsense kurang taktis menggunakan keyword sehingga iklan yang muncul malah merugikan Blog (tempat iklan) itu dipasang. Kemunculan iklan salah tempat yang merugikan blog misalnya iklan tentang website porn yang muncul di blog tentang wanita atau bayi.</p>
<p>Tapi ada hal yang menarik baru-baru ini. Berkaitan dengan peristiwa terorisme di Mumbai.</p>
<p>Perhatikan image ini:</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror.png"><img src="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror.png" alt="Source: Mashable.com" width="600" height="622" /></a><p class="wp-caption-text">Source: Mashable.com</p></div>
<p>Atau yang ini:</p>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 610px"><a href="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror3.png"><img src="http://mashable.com/wp-content/uploads/2008/11/googleadterror3.png" alt="Source: Mashable.com" width="600" height="710" /></a><p class="wp-caption-text">Source: Mashable.com</p></div><br />
 <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Sertifikat untuk melakukan terorisme bisa didapatkan secara online!! begitu kira-kira inti iklan nya. Padahal siapapun yang sedang membaca berita mengenai teroris di Mumbai pasti sedang mengecam aksi terorisme dalam bentuk apapun (didalam hatinya). Kemunculan iklan ini menjadi sebuah humor satir.</p>
<p>Hal seperti ini memang diluar dari kendali Google. Karena mereka hanya menyediakan tempat bagi siapapun yang mau menjual apapun.</p>
<p>Dan seperti nya memang susah untuk mencegah hal-hal seperti ini. <em>At least </em>untuk mendapatkan sebuah aksi preventif, pasti harus ada kejadian pertama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/12/28/google-ads-salah-tempat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Marketing</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/12/22/social-media-marketing/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/12/22/social-media-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[photo credit: Matt Hamm Wikipedia.org: Social Media Marketing is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers. Itu adalah potongan definisi dari Social Media Marketing yang didapat dari Wikipedia.org. Nah tapi apa sebenernya Social Media itu? Mudah nya Social Media [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Jump on the social media bandwagon" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none" src="http://farm4.static.flickr.com/3285/2945559128_53078d246b_m.jpg" border="0" alt="Jump on the social media bandwagon" width="240" height="201" /></a><br />
<a title="Attribution-NonCommercial License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Matt Hamm" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank">Matt Hamm</a></p>
<blockquote><p>Wikipedia.org:</p>
<p><strong>Social Media Marketing</strong> is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers.</p></blockquote>
<p>Itu adalah potongan definisi dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">Social Media Marketin</a><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">g</a> yang didapat dari <a href="http://Wikipedia.org" target="_blank">Wikipedia.org</a>.</p>
<p>Nah tapi apa sebenernya Social Media itu?<br />
Mudah nya Social Media adalah media untuk bersosialisasi dengan pihak lain. Walaupun sebenernya yang namanya media untuk bersosialisasi ya berarti media apapun termasuk Telephone, Mobile Phone atau apapapun, saat ini yang dimaksud dengan Social Media adalah lebih kepada website-website dengan konsep Web 2.0.</p>
<p>Kalau pada era Web 1.0 bentukan Social Media juga sudah ada, misalnya seperti Mailing List pada Yahoogroups atau lainnya, tapi di era Web 2.0 bisa dibilang bahwa bentukan Social Media justru menjadi dasar dari keberadaan sebuah website.</p>
<p>Berikut salah satu slide yang saya temukan di <a href="http://slideshare.net" target="_blank">Slideshare.net</a></p>
<p>[slideshare id=496437&amp;doc=whatthefissocialmedia070208-1215026815612657-8&amp;w=425]</p>
<p>Dengan maraknya Social Media saat ini, banyak pihak yang berpendapat bahwa era baru dalam Internet Marketing sudah dimulai. Kalau beberapa tahun ini SEM (Search Engine Marketing) atau melakukan program (internet) merketing menggunakan jalur Search Engine banyak digunakan oleh banyak pihak, mulai tahun ini dan beberapa tahun kedepan yang akan menjadi unggulan adalah <strong>Social Media Marketing (SMM)</strong>.<br />
Pada dasarnya sebabnya sama, dimana orang banyak melakukan aktivitas di internet, disitulah tempat yang efektif untuk melakukan strategy marketing.</p>
<p>Inti dari Social Media Marketing adalah melakukan marketing di Social Media. Dan tidak hanya sekedar melakukan sesuatu tapi juga menghubungkan antara satu social media dengan social media yang lainnya sehingga network yang terjadi menjadi maksimal. Hal yang perlu untuk dijalankan antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Tidak sekedar paid posting ada sebuah Blog (advetorial), tapi juga menghubungkan posting itu dengan Social Media channel lainnya.</li>
<li>Pada posting blog mengunakan foto dari gallery yang dibuat di Flickr, begitu juga dengan video dari YouTube.</li>
<li>Melakukan tagging pada photo/notes di Facebook.</li>
<li>Melakukan activity-activity yang menggunakan channel dari Social Media.</li>
<li>Etc.</li>
</ul>
<p>Hal yang penting dalam melakukan program Social Media Marketing adalah dengan menentukan channel-channel yang tepat, benar-benar terjun didalamnya dan berdasar pada strategy yang tepat.</p>
<p>Embrace the Social Media Marketing!</p>
<blockquote><p>Anan&#8217;s Think:</p>
<p>Untuk menjual sesuatu kita butuh <em>a place to sell</em>. Untuk mewartakan sesuatu kita butuh tempat untuk berbicara. Sebuah mall yang tingkat visitornya tinggi tentu saja akan lebih menguntungkan bagi pemilik toko. Kalau kita ingin untuk berinteraksi di dunia maya, berbicara di ranah social media sepertinya memang merupakan pilihan yang tepat karena tempat ini sudah dipenuhi oleh pengguna internet.</p>
<p>Dan yang hadir dalam social media bukan sembarang pengguna internet, namun mereka yang termasuk golongan aktif. Golongan yang akan sangat bermanfaat bagi mereka yang melakukan Social Media Marketing. Golongan ini aktif dalam berkomunikasi, aktif dalam menyumbangkan sesuatu, aktif dalam merekomendasikan sesuatu.</p>
<p>Bagaimana memanfaatkan golongan yang aktif ini? Lakukan Social Media Marketing dengan melakukan <em>Smart Moves</em>!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/12/22/social-media-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ride The Wave</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/12/15/markpluss-conference-09/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/12/15/markpluss-conference-09/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 02:51:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Markplus Conference 09]]></category>
		<category><![CDATA[New Wave Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=691</guid>
		<description><![CDATA[ride (on) a/the wave to become involved with and get advantages from opinions or activities which have become very common or popular. Pertanyaan yang kemudian muncul. Ride what wave? Belakangan satu kata muncul di setiap sudut media. New Wave Marketing &#8211; Ombak baru dalam dunia marketing. Penasaran seperti apa ombaknya? Sebagai seorang pecinta pantai dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em><strong> ride (on) a/the wave</strong><br />
to become involved with and get advantages from opinions or activities which have become very common or popular.</em></p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-699" style="margin-right: 10px" src="http://think.web.id/brain/files/2008/12/kompas_color_small.jpg" alt="" width="280" height="156" />Pertanyaan yang kemudian muncul. Ride what wave? Belakangan satu kata muncul di setiap sudut media. New Wave Marketing &#8211; Ombak baru dalam dunia marketing. Penasaran seperti apa ombaknya? Sebagai seorang pecinta pantai dan olah raga air, saya terus terang penasaran ombak seperti apa yang dibawa oleh New Wave Marketing, what is the fuss is all about?</p>
<p>Salah satu <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/" target="_blank">kawan kami</a> (sebuah media yang selalu penuh ide) belakangan rajin menuliskan dan menyumbangkan pemikirannya mengenai New Wave ini. Dan sejujurnya, mereka yang sudah sering berkarya di dunia online sepertinya sudah 1 langkah lebih dekat dengan keberadaan si ombak baru. Tapi sepertinya pembicaraan mengenai New Wave Marketing ini agak kurang kalau belum mendengarkan langsung dari si pencetus konsep.</p>
<p>Itu kenapa ketika salah satu teman kami menawarkan 2 buah tiket ikut Markplus Confrence 09, we immediately said &#8220;OK why not?&#8221;. Dan ikutlah kami bersiap mengendarai ombak baru yang sibuk didengungkan. 11 Desember 2008, bertepatan dengan hari ulang tahun ibu saya dan juga hari operasi ayah saya, saya dan rama (si partner in crime) memuaskan rasa penasaran untuk mengikuti conference yang katanya akan berjalan 14 jam itu.</p>
<p><em><strong>What was my first opinion?</strong></em><br />
Wow, you must have been good, to being able to gather this many marketing related people all in one room. Ada yang bilang conference ini berhasil mengumpulkan 4000an orang, that&#8217;s a lot. I&#8217;ve got to give a hand to the effort of inviting those many people. And the truth I was quite impress by the room deviding system.</p>
<p><strong>Anything else?</strong><br />
Oh iya, saya juga selalu suka makanan di Ritz Carlton.</p>
<p><strong><em>Move to the content please!</em></strong><br />
All in all, sebenarnya saya belum melihat apa yang baru dalam gelombang yang ditawarkan dalam New Wave Marketing. Saya masuk ke dalam beberapa breakout session, dan menurut saya yang paling menggambarkan soal perpaduan New Wave yang manis adalah penjelasan mengenai kesuksesan program Kick Andy. Program ini memang dinilai sukses mengkombinasikan sebuah acara tv dengan online existance (website). Keberadaan kedua media tersebut berhasil mewadahi komunitas yang terbentuk dari acara Kick Andy. [<em>Tell you the truth we once did this kind of connection antara TV show dan website in 2001 and yes, the result is also good</em>]</p>
<p>Sisanya? Beberapa breakout lain yang saya masuki kebanyakan berbicara mengenai gambaran singkat performa brand mereka di tahun 2009 tanpa memberikan penekanan pada si &#8220;New Wave&#8221;. Memang saya cuma masuk ke beberapa sesi dan sayangnya disetiap yang saya masuki tidak ada yang meng-highlight si &#8220;New Wave&#8221;, sepertinya memang aura saya yang salah di hari itu.</p>
<p>Bahkan sesi Research 2.0 on Social Media yang tadinya saya pikir bisa memberikan pencerahan jiwa yang sedang kusyut, ternyata tidak terlalu membantu. Bahan yang dihadirkan sebenarnya bisa dibilang sudah menjadi santapan mereka yang berkecimpung basah di dunia internet. Entah karena waktu yang memang singkat atau memang sesi ini sengaja dibuat sebagai sesi &#8220;pemancing&#8221; saja.</p>
<p><strong><em>So What Is New Wave Marketing?</em></strong><br />
Untuk yang bekerja di internet field be gratefull, karena gelombang ini sebagian besar akan menerpa di ranah maya. Ranah yang memungkinkan kita untuk berbicara secara horizontal kepada target market. MarkPlus memetakan pembicaraan horizontal ini melalui 3 jalur:</p>
<ul>
<li> Jalur Mobile</li>
<li> Jalur Experential</li>
<li> Jalur Social</li>
</ul>
<p>[<em>Buat saya sejujurnya jika kita berbicara mengenai horizontal, sebenarnya keberadaan orang lain-lah yang berpengaruh. Yang mempu berbicara pada saya sebagai seorang target market bukanlah brand, tetapi teman saya yang kemudian merekomendasikan atau membicarakan mengenai sesuatu. Itu gaya bertutur horizontal menurut saya</em>]</p>
<p>Melalui New Wave Marketing ini juga, MarkPlus mengemukakan strategi 12C.</p>
<ul>
<li> Communnitization</li>
<li> Confirming</li>
<li> Clarifying</li>
<li> Coding</li>
<li> Co-Creation</li>
<li> Currency</li>
<li> Communal Activation</li>
<li> Conversation</li>
<li> Commercialization</li>
<li> Character</li>
<li> Caring</li>
<li> Collaboration</li>
</ul>
<p>Banyak ya? Apa artinya? Saran saya sih, just buy their book and perhaps just read their article.</p>
<p>Atau berterimakasihlah karena MarkPlus juga sudah riding the new wave dan memberikan kesempatan kepada siapapun, ya siapapun untuk mendownload materi conference mereka kemarin di website <a href="http://www.markplusconference.com/downloads/" target="_blank">markplusconference</a>. Walau memang tidak semua materi diupload, tapi menurut saya usaha untuk membagi materi ini sudah bisa dibilang: &#8220;bagus&#8230;bagus&#8221; ala pak Tino Sidin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/12/15/markpluss-conference-09/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Get Reach or Die Trying</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/11/28/get-reach-or-die-trying/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/11/28/get-reach-or-die-trying/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 03:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[photo credit: Cayusa Beberapa tahun yang lalu Fakta 01. Ketika saya masih duduk di bangku kuliah mengambil mata kuliah periklanan dan mendengarkan dengan seksama mengenai pengukuran dalam strategi promosi. Kesemua penjelasan hanya mencakup pengukuran keberhasilan komunikasi dalam 3 media; cetak, radio dan televisi. Waktu itu walau bergumam &#8220;mana pengukuran keberhasilan komunikasi buat media online ya,&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Reach" href="http://www.flickr.com/photos/17731548@N00/2068087368/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;margin-bottom: 5px;margin-right: 10px" src="http://farm3.static.flickr.com/2173/2068087368_f010f11862_m.jpg" border="0" alt="Reach" width="240" height="240" /></a><br />
<a title="Attribution-NonCommercial License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Cayusa" href="http://www.flickr.com/photos/17731548@N00/2068087368/" target="_blank">Cayusa</a></p>
<p><em>Beberapa tahun yang lalu</em></p>
<p><strong>Fakta 01.<br />
<span style="font-weight: normal">Ketika saya masih duduk di bangku kuliah mengambil mata kuliah periklanan dan mendengarkan dengan seksama mengenai pengukuran dalam strategi promosi. Kesemua penjelasan hanya mencakup pengukuran keberhasilan komunikasi dalam 3 media; cetak, radio dan televisi. Waktu itu walau bergumam &#8220;mana pengukuran keberhasilan komunikasi buat media online ya,&#8221; ternyata hanya sebatas bergumam, tidak menanyakan atau mempermasalahkan.</span></strong></p>
<p><strong>Fakta 02.<br />
</strong>Dalam salah satu buku yang kebetulan terbaca selama masa kuliah, saya juga menyadari bahwa menurut teori, konsumen sudah berubah. Dari konsumen yang pasif menjadi konsumen yang aktif dan lebih kritis, lebih aware akan sesuatu hal dan lebih mau untuk berbagi. Secara singkat, konsumen digambarkan memiliki kekuasaan yang lebih dibanding beberapa dekade sebelumnya.</p>
<p><em>Sekarang<br />
<span style="font-style: normal">Pernah terpikir sekarang, mengapa media online menjadi semakin menarik perhatian konsumen? Jawabannya ada kaitannya dengan fakta 02, karena mau tidak mau konsumen telah berubah. Bentukan konsumen dunia online sendiri telah mengalami perubahan, dari mereka yang hanya membaca dan sedikit berkomentar, menjadi mereka yang banyak berkomentar dan malah kini banyak mencipta. Bentukan media online pun semakin mengikuti gaya konsumen. Itulah mengapa website gelombang kedua yang dikenal dengan istilah pop: web 2.0 hadir.</span></em></p>
<p>Bagaimana dengan pengukuran keberhasilan komunikasi media online? Jawabannya banyak berhubungan dengan fakta 01 yang gue tulis diatas. Sampai saat ini ukuran keberhasilan sebuah komunikasi banyak diwakili dengan REACH. Mengukur komunikasi yang dilakukan akan dapat menjangkau audience seberapa besar dan dengan biaya x rupiah. Namun bila kita berbicara mengenai online media, sepertinya pengertian mengenai REACH ini harus sedikit diubah:</p>
<ul>
<li>Komunikasi di dunia online bukan saja mengenai komunikasi yang mencapai massa sebesar-besarnya dan dengan hasil yang semurah-murahnya. Hasil akhirnya bukan awareness semata. Tetapi juga mengenai bagaimana bisa mengundang orang dan mengajak mereka untuk berinteraksi dengan brand. Dalam perhitungan ini, semakin target audience mau berinteraksi maka semakin sukses sebuah komunikasi yang dilakukan oleh Brand. Saat ini, sepertinya belum ada media lain yang dapat melakukan pengukuran sedalam ini.</li>
<li>Yang di reach melalui komunikasi online bukanlah semua orang, tetapi mereka yang memang merupakan target yang cocok seperti fans, pecinta brand, dan konsumen yang memang ingin membeli produk/service yang ditawarkan dan mau merekomendasikan brand ke orang lain.</li>
<li>Komunikasi di dunia online memungkinkan adanya partisipasi, percakapan, dan mendapatkan feedback dari target market.</li>
</ul>
<div><em>Funny when times changes everything.  So get (online) reach or die trying&#8230;</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/11/28/get-reach-or-die-trying/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/22/social-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/22/social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[  What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<div id="attachment_579" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://think.web.id/brain/files/2008/10/social-media.jpg"><img class="size-full wp-image-579" src="http://think.web.id/brain/files/2008/10/social-media.jpg" alt="Image courtesyof: www.donortec.com.au" width="500" height="356" /></a><p class="wp-caption-text">Image courtesyof: www.donortec.com.au</p></div>
<p>What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium online tadi.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Aplikasi sosial media sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:</p>
<p>Communication</p>
<ul>
<li>Blogs: WordPress, TypePad, Blogger (service)</li>
<li>Microblogs / Presence apps: Twitter and Pownce</li>
<li>Social networking: Friendster, Facebook, LinkedIn, MySpace, Orkut</li>
</ul>
<p>Collaboration</p>
<ul>
<li>Wikis: Wikipedia, PBWiki</li>
<li>Social bookmarking: del.icio.us and StumbleUpon</li>
<li>Social News Sites: Digg, Mixx and Reddit</li>
</ul>
<p>Multimedia</p>
<ul>
<li>Photo sharing: Flickr and Zooomr</li>
<li>Video sharing: YouTube and Vimeo</li>
<li>Audio and Music Sharing: imeem, iLike</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Agar brand bisa sukses dalam social media pastikan Anda tidak terjebak dalam beberapa anggapan yang &#8220;salah&#8221; berikut ini:</p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal">01. kampanye sosial media = halaman facebook dan myspace</span><br />
</strong><span style="font-style: normal">Dalam kenyataannya walaupun keduanya adalah social networking besar, namun masih banyak opsi lain yang mungkin lebih cocok dengan brand Anda. Semua tergantung dari objektif yang ingin dicapai. Bila Anda perusahaan perhotelan/travel mungkin lebih cocok main di Flickr atau youtube. Bila hanya ingin berita tersebar coba gunakan digg atau del.icio.us atau coba juga gunakan wikipedia untuk mengembangkan brand Anda. </span></em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal">02. Traffiknya nggak tinggi</span></strong><br />
<span style="font-style: normal">Tinggi rendahnya traffic sebenarnya tergantung bagaimana planning yang dibuat. Selain itu yang perlu disasar adalah menujukan komunikasi pada audience yang tepat sehingga mampu menghasilkan traffic berkualitas baik.</span></em></p>
<p><strong><em><span style="font-style: normal">03. Selalu kontrol komunikasi di social media</span><br />
<span style="font-style: normal;font-weight: normal">Pada kenyataannya bila kita berbicara mengenai sosial media, Anda harus bersiap untuk kehilangan kontrol. Mungkin saja pembicaraan yang terjadi terhadap brand adalah campuran antara negatif dan positif .</span></em></strong></p>
<p><strong> 04. Ga bisa diukur</strong><br />
Bisa kok, cara paling mudah adalah lihat refferal yang masuk ke situs.  Atau monitor sendiri pembicaraan mengenai brand yang terjadi di blog, forum dan lainnya.</p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Nih tips dari gue:<br />
1. You have to be there!! Optimizing in Social Media nggak akan jalan kalo cuman ditaro aja. At least musti sampai kepada critical mass tertentu baru kemudian account/campaign itu bisa ditinggal. Tapi juga tetap harus dalam supervisi.</p>
<p>2. Minimize usage of one-door service. Masing-masing social media biasanya punya style dan cara masing-masing. Kalau kita menggunakan 1 pintu untuk blasting tapi kemudian tidak berada disitu (lagi-lagi point 1 tadi jadi yang utama) maka campaign nya akan percuma.<br />
Contoh: lewat ping.fm orang bisa posting ke beberapa microblogging secara langsung. Tetapi yang didapat tidak akan maksimal:</p>
<p style="padding-left: 30px"> a. Twitter secara fungsi adalah untuk mengupdate status sedang apa seseorang, karena itu kalau kita login ke web nya akan ada tulisan &#8220;What are you doing?&#8221;.</p>
<p style="padding-left: 30px">b. Plurk memungkinkan tercipta nya conversation di masing-masing message nya. Kalo kita cuman posting tanpa kemudian mengikutinya makan tidak akan maksimal fungsinya.</p>
<p style="padding-left: 30px"> </p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/22/social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Nama Domain</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 14:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik untuk menarik <em>audience</em>. </p>
<p> </p>
<p>Ada beberapa alasan mengapa pemilihan nama domain menjadi sesuatu yang penting:</p>
<p><strong>01. Menggunakan kata yang sudah dikenal umum atau kata yang sering dijadikan keyword brand kita akan sangat menolong mendatangkan traffic direct ke dalam situs.</strong><strong> </strong><br />
Selain itu, mereka yang masuk direct ke dalam situs memiliki kualitas yang lebih baik. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh WebSideStory menunjukkan bahwa visitor yang masuk melalui URL direct 2x lebih berkualitas dalam melakukan action (melakukan klik, memberikan komentar, mengikuti quiz, etc) daripada mereka yang masuk melalui search engine atau masuk melalui refferer lain.  <br />
Mereka yang menggunakan keywords sebagai nama situs antara lain:<br />
- Calvin Klein -&gt; <a href="http://www.underwear.com" target="_blank">underwear.com</a><br />
- Johnson &amp; Johnson -&gt; <a href="http://www.baby.com" target="_blank">baby.com</a></p>
<p> </p>
<p><strong>02. Bila kampanye online didasari sebuah kampanye singkat (Quiz atau hal sejenis), pemasar bisa lebih kreatif sesuai dengan ide yang ditawarkan dalam kampanye singkat tersebut.</strong><br />
Misalnya:<br />
- Burger King -&gt; <a href="http://www.subservientchicken.com" target="_blank">subservientchicken.com<br />
</a>- Wrigley -&gt; <a href="http://www.candystand.com" target="_blank">candystand.com</a><br />
Nama-nama seperti ini akan mengajak dan membangun rasa penasaran target market. Target market akan lebih tertarik untuk membuka candystand.com dibanding wrigley.com. </p>
<p> </p>
<p><strong>03. Selain itu perhatikan juga pemilihan nama. </strong><br />
Ada beberapa kata yang bila digabung memiliki arti lain. Misalnya sebuah perusahaan database artis Who Represents, ingin menggunakan brandnya secara online dan memilih whorepresents.com (kata who dan represent bila digabung ternyata membentuk arti lain).</p>
<p> </p>
<p><strong>04. Selain itu yang perlu juga diperhatikan, walau isi kampanye online pada akhirnya merupakan penentu dalam sukses tidaknya sebuah kampanye, memilih nama domain yang pas juga membantu untuk membangun traffic masuk ke dalam situs.</strong></p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Tentunya hal ini juga berlaku untuk nama domain dengan bahasa Indonesia. Namun jadi sedikit masalah kalau nama Brand nya adalah International sedangkan yang initiate membuat website nya dari Indonesia.<br />
Atau mungkin ya hanya sekedar dibuat untuk kepentingan redirect aja. Yang penting mudah diingat, gampang disebut. </p>
<p>Coba buat orang Indonesia mana yang lebih cepet nempel: <a href="http://www.disingkat.com" target="_blank">disingkat.com</a> atau <a href="http://www.tinyurl.com" target="_blank">tinyurl.com</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Effective Online Branding</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 17:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>
		<category><![CDATA[Rich Media]]></category>
		<category><![CDATA[Statistic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.    Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.   </p>
<p>Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods) semakin giat melakukan kampanye promosi online. Memilih situs yang cocok dan melakukan placement yang baik merupakan salah satu kunci.</p>
<p>Mencari dasar perhitungan online branding memang sulit, karena belum ada dasar pengukuran universal seperti hanya pengukuran pada media konvensional (TV, Radio atau media cetak). Namun bukan berarti kita tidak dapat mengukur hasil kampanye online kita.</p>
<p><strong>1) Bila menggunakan Rich Media Interactions</strong><br />
Berupa banner atau product knowledge yang dibuat dengan Rich Media format. Biasanya menggunakan flash  yang tidak hanya menawarkan bentukan kreatif yang menarik perhatian, tetapi juga memungkinkan pengukuran. Hal yang dapat diukur antara lain adalah: </p>
<ul>
<li>bagaimana interaksi user (memperlihatkan ketertarikan/interest user): mouse over, banner expanded, video dimainkan, waktu interaksi</li>
<li>apakah user tertarik lebih jauh: click trough, testimoni </li>
</ul>
<p><strong>2) Ukur Kliknya<br />
</strong>Jika membuat microsite (mungkin berisi tips, info produk atau newsletter), pastikan selain terlihat menarik, seluruh aktifitas dalam microsite tersebut dapat dimonitor dan diukur pada akhir periode. Bisa dengan mengukur traffic dari Log atau dengan embed code pada setiap halaman yang ada.</p>
<p><strong>3) Bila menggunakan Social networking<br />
</strong>Belakangan, melakukan kampanye online di Social Networking banyak dilakukan oleh brand.  Baik itu menghadirkan forum, membuat aplikasi di Facebook, membuat halaman di Friendster, Facebook, Myspace atau Multiply. Kuncinya adalah untuk  mendapatkan WOM yang pada akhirnya mendapatkan rekomendasi ke jaringan teman lain. Dengan social networking yang didapat adalah dan penting untuk diukur adalah bagaimana feedback yang terbentuk.</p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Yang menjadi dasar menjadi efektivitas adalah segala sesuatu harus berdasar analisa yang kemudian turun kepada strategy. Jadi bukan asal jalan.</p>
<p>Kemudian apapun itu, bilsa sudah menyangkut brand, didunia online harus diurus dan dijaga. Karena apapun informasi yang ada di dunia online akan hidup selamanya disana.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posisi Penting Sosial Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 11:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana. Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka.  Pertanyaan besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana.</p>
<p>Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka. </p>
<p>Pertanyaan besar yang ada kemudian adalah: <em>&#8220;bagaimana hasilnya?&#8221;</em></p>
<p>Salah satu kekuatan yang dimiliki adalah keberadaan natural seeding, posting pada blog dan social media optimizing ternyata memiliki Google rank yang lebih tinggi dibandingankan dengan sebuah situs korporat biasa. Selain itu keberadaan sebuah brand dalam social networking juga berakhir pada long tail (alias berbuntut panjang), dimana eksistensi brand berada dalam waktu yang cukup lama dalam dunia online.</p>
<p>Sebuah studi yang dilakukan oleh JupiterResearch memperlihatkan bahwa 22% dari responden yang diresearch (para pengguna email) mengatakan bahwa mereka menggunakan situs sosial network untuk sarana komunikasi mereka yang utama (bukan lagi dengan menggunakan email). Funny thing is, hal ini terjadi pada diri gue sendiri. Sewaktu mau menggalang acara kumpul-kumpul buka puasa teman kuliah, instead of mengunakan SMS atau email, saya menggunakan inbox facebook tempat teman2 kuliah saya juga terdaftar. Lebih cepat dan efektif. </p>
<p><em>&#8220;Have you tried using Social Network to communicate? Coba deh, it worked for me, mungkin juga worked for you guys.&#8221;</em></p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Dari Social Media Marketing (SMM) kemudian lahir Social Media Optimizing (SMO) yang merupakan kegiatan dari Social Media Strategy (SMS).<br />
And I proudly to say the Think.Web as Social Media Evangelist. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

