<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web &#187; Online Media</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/category/online-media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Harimaumu</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2010/06/23/rambu-social-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2010/06/23/rambu-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 01:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mulutmu Harimaumu&#8221; Kata bijak diatas berlaku untuk kehidupan sehari-hari. Tapi ketika kita memasuki sebuah kehidupan di &#8220;ranah online&#8221;, apakah kata bijak yang sama masih berlaku? Nampaknya sih iya, sejauh yang dilakukan didalam ranah itu adalah berkomunikasi dengan banyak orang. Walau tidak lagi menggunakan mulut untuk bertutur kata, kita menggunakan tulisan untuk menguntai arti. Mungkin sepertinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>&#8220;Mulutmu Harimaumu&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Kata bijak diatas berlaku untuk kehidupan sehari-hari. Tapi ketika kita memasuki sebuah kehidupan di &#8220;ranah online&#8221;, apakah kata bijak yang sama masih berlaku? Nampaknya sih iya, sejauh yang dilakukan didalam ranah itu adalah berkomunikasi dengan banyak orang. Walau tidak lagi menggunakan mulut untuk bertutur kata, kita menggunakan tulisan untuk menguntai arti. Mungkin sepertinya lebih pas kalau;</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Tulisanmu Harimaumu&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Jadi kata bijak ini berlaku untuk siapapun yang akan masuk ke dalam ranah online.  Tua-muda, artis-non artis, brand-bukan brand, siapapun! Yang berniat mencelupkan kaki ke dalam ranah ini sepertinya harus mengingat kata bijak yang satu itu. Beberapa korban sudah berjatuhan lantaran kurang memberikan perhatian pada kekuatan sebuah tulisan;</p>
<p>1. Simak kejatuhan motivator handal Mario Teguh di ranah maya, seperti yang dilansir <a href="http://new-media.kompasiana.com/2010/02/22/mario-teguh-dan-twitter/" target="_blank">kompasiana</a>. Karena sebuah tulisan yang kontroversial, sang motivator akhirnya memutuskan untuk menutup kisah @marioteguhMTGW.  Alasan Mario Teguh menanggapi masalah ini: <em>tulisan kontroversial tersebut diungkapkan oleh moderator, bukan dirinya.<br />
</em><br />
2. Atau ketika salah satu selebriti cantik &#8220;<a href="http://www.detikhot.com/read/2009/12/16/113338/1261034/230/luna-maya-ngamuk-di-twitter" target="_blank">ngamuk</a>-<a href="http://blog.tempointeraktif.com/blog/luna-maya-vs-infotainment/" target="_blank">ngamuk</a>&#8221; dan akhirnya menutup akun dirinya di Twitter.</p>
<p>3.  Hingga kasus baru yang dilakukan oleh sebuah brand biskuit. Melansir status kontroversial di halaman facebook page, menyulut perbincangan seru di twitter dan juga menarik sebuah media online untuk melakukan <a href="http://www.detikinet.com/read/2010/06/14/154248/1377957/398/promo-wafer-di-facebook-kok-ajak-nonton-video-porno/?i991101105" target="_blank">pembahasan</a>. Akhirnya sama halnya seperti Mario Teguh dan sang selebriti cantik, brand tersebut menghapus posting dan membuat pengakuan: <em>Kami tidak pernah menulis status apapun yang berhubungan dengan video asusila para artis yang sedang hangat dibicarakan seperti pada status yang tertulis pada tanggal 9 Juni 2010. Kami sedang menyelidiki hal tersebut kepada Social Media Agency kami selaku admin account facebook tersebut. </em></p>
<p>Ketiga kasus diatas memperlihatkan betapa sebuah status, yang panjangnya hanya beberapa kalimat bisa memiliki &#8220;buntut&#8221; yang sangat panjang.  Buat saya, ada dua hal menarik yang bisa jadi pembahasan menarik;</p>
<p><strong>Yang pertama</strong>, menarik untuk dianalisa bagaimana media dan tekanan sosial menjadi bumbu pemicu dalam pengambilan keputusan akhir terhadap sebuah masalah serta mem&#8221;blow up&#8221; problem proportion dalam sebuah masalah. Mario Teguh dan si artis cantik mendapatkan tekanan sosial bertubi-tubi dari sesama follower. Ketika tekanan berlangsung, media kemudian menyambar isu dan membuatnya satu hingga dua derajat lebih parah. Hasilnya? Isu semakin berkembang dan tekanan sosial juga semakin besar. Pada kasus terakhir yang menimpa brand biskuit (yang dicontohkan pada nomer 3), misalnya, pada saat status dirilis hanya berhasil menarik komentar dari 56 fans (padahal brand biskuit ini sudah punya lebih dari 9.000 fans, ini berarti hanya 0,6% dari fans yang memberi respond) sebelum akhirnya di&#8221;blow up&#8221; oleh media dan mendapat tekanan sosial dari Twitter dan sesama pengguna facebook lainnya (dan juga menambah panjang deret komentar status). Mungkin ketika pembicaraan di twitter atau blow up oleh media tidak terjadi, status itu masih ada di facebook page brand dan akan tertumpuk oleh 1001 status lain yang dikeluarkan secara berkala oleh brand.</p>
<p><strong>Yang kedua</strong>, menarik untuk dianalisa juga, bahwa hampir ketiganya memilih cara yang sama untuk mengakhiri persoalan yang mereka alami. Baik Mario Teguh, sang artis cantik dan juga brand biskuit memilih untuk melakukan penghapusan (account atau status) serta melakukan <a href="http://us.detikinet.com/read/2010/06/14/185507/1378144/398/nissin-minta-maaf-kepada-masyarakat-indonesia/?i991102105" target="_blank">klarifikasi</a> penjernihan nama baik.  Memberikan pengakuan merupakan salah satu jalan yang baik untuk menyudahi masalah dan &#8220;keep moving forward&#8221;, tapi apakah menutup account merupakan solusi terbaik? Simak brand biskuit yang menghapus status tapi tidak menutup account. Ternyata, kesalahan yang dilakukan oleh brand biskuit pada penulisan statusnya tidak mengurungkan niat user untuk bergabung menjadi fans produk tersebut. Selang satu hari setelah insiden status, tercatat fans produk ini meningkat lebih dari 500 orang.</p>
<p>Jadi?  Ketika kita &#8220;bersuara&#8221; di social media beri perhatian lebih pada content dan context, minta maaf dan ambil langkah strategis bila kebetulan salah ngomong, dan <em>do <strong>keep the medium open</strong>. At the end there are still people who like you, and perhaps like you even more because you are being honest for your mistakes.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2010/06/23/rambu-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Audibles</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2009/04/12/audibles/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2009/04/12/audibles/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 03:20:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=889</guid>
		<description><![CDATA[Audio Enables, mungkin itu kepanjangannya. Audibles ini adalah salah satu servis tambahan dari Yahoo Messenger. Bisa dibilang servis tambahan yang penting-penting-ga penting, hampir mirip seperti keberadaan emoticons. Yang kalau ga ada ga papa, tapi kalau ada tambah nge-gemesin. Audibles ini adalah karakter animasi yang punya suara tertentu yang bisa kamu kirimkan ke teman IM kamu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Audio Enables</em>, mungkin itu kepanjangannya. Audibles ini adalah salah satu servis tambahan dari Yahoo Messenger. Bisa dibilang servis tambahan yang penting-penting-ga penting, hampir mirip seperti keberadaan <em>emoticons</em>.  Yang kalau ga ada ga papa, tapi kalau ada tambah nge-gemesin.  Audibles ini adalah karakter animasi yang punya suara tertentu yang bisa kamu kirimkan ke teman IM kamu. Bentukannya adalah flash movie sederhana.</p>
<p>Setelah cukup puas dengan audible bergaya internasional, beberapa waktu yang lalu selera lokal mulai merambah audible. Walaupun kata-katanya bisa dibilang kurang asyik;</p>
<blockquote><p>Halo Sayang<br />
Apa Kabar<br />
Keren<br />
Eh, Dikacangin<br />
Alamak!<br />
Sebentar ya&#8230;aku lagi sibuk ni<br />
Mo jalan-jalan nggak?<br />
ngomong apa sih?</p></blockquote>
<p>Tapi lumayan lah buat lucu-lucuan. Kalau dijejer jadi satu ternyata lucu juga jajaran Audibles ini. Bayangkan percakapan seorang pria setengah baya dengan seorang wanita belia;</p>
<blockquote><p>B: Halo Sayang<br />
B: Apa Kabar<br />
B: Eh, Dikacangin<br />
B: Mo jalan-jalan nggak?<br />
G: ngomong apa sih?<br />
G: Sebentar ya&#8230;aku lagi sibuk ni<br />
<em>Hasilnya, G kabur, B masih ngarep</em></p>
<p><em><br />
</em></p></blockquote>
<p><img class="alignleft size-medium wp-image-898" style="margin: 10px" src="http://think.web.id/brain/files/2009/03/021-155x300.jpg" alt="List of Audibles" width="93" height="180" /><br />
Sekarang ada jajaran Audible lokal baru. Dan jajaran Audible ini mewakili salah satu grup musik Indonesia papan tengah; Changcuters. Pertanyaannya? Kenapa harus Changcuters ya? Saya sama sekali belum tahu alasannya, karena menurut saya masih ada banyak band yang lebih melegenda atau sensasional dibanding anak-anak muda ini.</p>
<p>Tapi ga papa lah, <em>it still fun to see there are other local</em> audibles tersedia di Yahoo Messenger. Bergerak ke penokohannya, untuk yang satu ini penokohannya agak jauh karena yang bisa langsung bisa ketebak cuma sang lead vokalisnya, dengan rambut jambulismenya. Sementara yang lain, sepertinya kurang mirip.</p>
<p>Keberadaan Changcuters sebagai salah satu Audible buat saya sudah cukup mencengangkan. Setelah mereka merajai kancah soundtrack sinetron dan iklan, kini dengan keberadaan Audibles ini, Changcuters sekelas Madona yang juga punya Audibles di YM.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-902" src="http://think.web.id/brain/files/2009/03/014.jpg" alt="Changcuters" width="558" height="75" /></p>
<p style="text-align: center">
<p>Apa yang diomongin Changcuters di YM? Kata-katanya sih seputaran kata-kata gaol anak muda jaman sekarang getoooh;</p>
<ul>
<li>Berangkat</li>
<li>Oh Siap</li>
<li>Beuh</li>
<li>Aw Aw Aw</li>
<li>I love you Bibeh (sejak kapan yang ini masuk dalam kosa kata gaol?)</li>
</ul>
<p>Gue penasaran banget, siapa yang ngebuat Audible Changcuters ini ya? Btw kalau Changcuters bisa buat Audibles kira-kira Dono Kasino Indro bisa bikin juga ga ya? Gimana Ndro?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2009/04/12/audibles/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pecha Kucha Jakarta</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2009/03/13/pecha-kucha-jakarta/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2009/03/13/pecha-kucha-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 11:45:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Slide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=878</guid>
		<description><![CDATA[Pada malam 10 Maret lalu, saya mendapat kesempatan untuk ikut serta pada Pecha Kucha Jakarta yang pertama. Kebetulan saya 2 kali &#8216;naik panggung&#8217;. Ini gara-gara diminta mewakilkan teman-teman di FreSh makanya sampe 2 kali. Pada kesempatan pertama saya dan Anan &#8216;dibawa&#8217;  bapak Febriyanto (atau biasanya saya memanggil mas Bri). Beliau mendapat kesempatan sebagai pembicara pertama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada malam 10 Maret lalu, saya mendapat kesempatan untuk ikut serta pada Pecha Kucha Jakarta yang pertama. Kebetulan saya 2 kali &#8216;naik panggung&#8217;. Ini gara-gara diminta mewakilkan teman-teman di FreSh makanya sampe 2 kali.</p>
<p>Pada kesempatan pertama saya dan Anan &#8216;dibawa&#8217;  bapak Febriyanto (atau biasanya saya memanggil mas Bri). Beliau mendapat kesempatan sebagai pembicara pertama yang tampil. Presentasinya bercerita tentang perjalanan dia menjadi seorang Entrepreneur.</p>
<div style="width: 425px;text-align: left">Slide of <a title="Bri Febrianto on Pecha Kucha Jakarta" href="http://www.slideshare.net/pechakuchajkt/bri-febrianto-on-pecha-kucha-jakarta-1134775?type=presentation">Bri Febriyanto on Pecha Kucha Jakarta</a></p>
<div style="font-size: 11px;font-family: tahoma,arial;height: 26px;padding-top: 2px">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/pechakuchajkt">Pecha kucha Jakarta</a>.</div>
</div>
<p>Kalau melihat slide diatas, bagian saya dan Anan adalah dari slide 12 sampai dengan 16.</p>
<p>Kemudian pada kesempatan kedua saya mewakili Forum <a href="http://freshyourmind.com" target="_blank">FreSh</a> untuk bercerita tentang apa itu FreSh.<br />
Slide:</p>
<div style="width: 425px;text-align: left"><a title="Fresh on Pecha Kucha Jakarta" href="http://www.slideshare.net/hanoman_nitra/fresh-on-pecha-kucha-jakarta?type=presentation">Fresh on Pecha Kucha Jakarta</a></p>
<div style="font-size: 11px;font-family: tahoma,arial;height: 26px;padding-top: 2px">View more <a href="http://www.slideshare.net/">presentations</a> from <a href="http://www.slideshare.net/hanoman_nitra">Ramya Prajna s</a>.</div>
</div>
<p>Pecha Kucha adalah salah satu contoh bentukan worldwide event yang belakangan banyak muncul. Event-event ini biasanya menggunakan format acara yang sama sebagai penanda kesatuan event. Event pada masing-masing kota atau negara atau pihak dilakukan secara mandiri oleh masing-masing penyelenggara. Sebuah kolaborasi event yang mungkin kalau menggunakan trend nama sekarang menjadi disebut <strong>Event 2.0</strong>.</p>
<p><strong>Pecha Kucha</strong> sendiri, seperti yang disebutkan di <a href="http://www.pecha-kucha.org/" target="_blank">websitenya</a>, mempunyai format 20/20 yang  harus digunakan oleh event-event yang dinaungi oleh Pecha Kucha. 20/20 ini maksudnya 20 slide dan masing-masing berdurasi 20 detik. Jadi total setiap presenter mempunyai waktu 6-7 menit untuk berbicara.</p>
<p><a href="http://twestival.com" target="_blank"><strong>Twestival</strong></a> merupakan contoh lain. Twestival secara bersamaan dilakukan pada tanggal 12 Februari 2009 dengan tujuan mencari donasi untuk kepentingan air bersih di dunia. Setiap negara atau kota atau area mendaftarkan dirinya pada website Twestival untuk kemudian disediakan blog sendiri sebagai tempat komunikasi, publikasi dan update dari masing-masing penyelenggara. Nama Twestival diambil dari Twitter karena basis komunikasi yang dilakukan adalah Twitter.</p>
<p>Bentukan lain adalah <strong>Facebook Developer Garage</strong> (FBDG). Event ini adalah event yang secara resmi di support oleh Facebook dan masuk kedalam agenda acara mereka. FBDG merupakan komunitas event. Salah satu syarat sebagai penyelenggara FBDG adalah diselerenggarakan atau bekerja sama dengan group dari Facebook Developer per negara. Artinya setiap developer group secara mandiri mengadakan FBDG walaupun semuanya dibawah supervisi dari Facebook.</p>
<p>Event-event 2.0 ini yang meng-inspirasi <strong>FreSh</strong> untuk melakukan settle down format. FreSh adalah sebuah forum diskusi dan networking yang dilakukan setiap bulan. Topik yang menjadi pembahasan berganti setiap bulannya dan semuanya berkait dengan dunia online (online enable). Saya &amp; Anan menjadi salah satu penggerak bersama dengan rekan-rekan lainnya: Catur PW, Pitra Satvika, Kukuh TW dan Anggun Himawan.</p>
<p>FreSh berharap forum ini bisa menjadi nation wide atau bahkan world wide. Kalau Pecha Kucha dimulai dari Jepang, Twestival &amp; Facebook Developer Garage dimulai dari US, mungkin FreSh bisa menjadi international event yang dimulai dari Jakarta, Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2009/03/13/pecha-kucha-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook User Indonesia Get Over India and Get Close to Hong Kong</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2009/02/27/facebook-user-indonesia/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2009/02/27/facebook-user-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 11:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Baru beberapa bulan lalu pengguna Facebook asal Indonesia menembus angka 1 juta. Saat ini sudah mencapai 1,3 juta, melampaui India dan mendekati jumlah pengguna dari Hong Kong.
Bagaimana kalau dibanding dengan negara Asia lainnya?
Di posting ini saya berikan perbandingan dengan Singapore, Malaysia, China, India, Jepang, South Korea, bahkan Australia &#38; UK.

Baca selengkapnya di Blog kami.
(click Original Posting kalau Anda membaca ini di Facebook Notes)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasar situs <a href="http://www.allfacebook.com" target="_blank">All Facebook</a>, pada Demographic Statistics, pengguna Facebook dari Indonesia sudah mencapai 1,3 juta user. Hal ini cukup mengagetkan karena beberapa bulan lalu Enda Nasution menuliskan di Blog nya bahwa pengguna Facebook dari Indonesia baru menembus angka 1 jt. Ini artinya ada peningkatan sebanyak 300 ribu pengguna di waktu yang cukup pendek.</p>
<p>Pada hari ini, 27 Februari 2009, data menunjukkan bahwa pengguna Facebook yang berasal dari Indonesiaada sekitar 1,3 juta, mendekati pengguna dari Hong Kong yang sebesar 1,5 jt. Dan Indonesia baru saja melewati India di awal Februari ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-817" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user.png" alt="fb-user" width="527" height="382" /></p>
<p>Saya masukkan juga widget dari Demographic Statistic nya, yang akan mendapatkan real update.</p>
<p>Berikut juga perbandingan dengan negara Asia lainnya.</p>
<p>Indonesia vs Malaysia vs Singapore<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-818" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-2-300x217.png" alt="fb-user-2" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs India vs  China<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-823" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-31-300x218.png" alt="fb-user-31" width="300" height="218" /></p>
<p>Indonesia vs Thailand vs Philippines<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-820" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-4-300x217.png" alt="fb-user-4" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs South Korea vs Japan<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-822" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-6-300x219.png" alt="fb-user-6" width="300" height="219" /></p>
<p>Dari semua statistik menunjukkan bahwa memang dari seluruh Asia, Indonesia dengan 1,3 juta FB user, berada diperingkat ke 2 setelah Hong Kong. Bahkan menurut <a href="http://orangemood.wordpress.com/" target="_blank">Andy Santoso</a>, salah seorang dari Interactive Hub (Advertising Sales Representative dari Facebook), mengatakan berdasar dari internal data yang dia dapat dari Facebook saat ini user FB dari Indonesia sudah di angka 1,51 juta. Ini artinya kita juga sudah melampaui Hong Kong.</p>
<p>Walau tentunya kita masih dibawah Australia yang mencapai 4,7 juta, atau UK yang 16 juta atau bahkan negara asalnya US 48 juta <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tentunya masalah ketersediaan Internet di Indonesia ikut ambil peran dalam hal ini ya.</p>
<p>Kalau dibandingkan dengan pengguna <a href="http://friendster.com" target="_blank">Friendster</a>, Social Network yang lebih dulu populer di Indonesia, jumlah pengguna yang berasal dari Indonesia juga masih dibawah. Pada saat Friendster me-release versi mobile nya di Indonesia pada <a href="http://www.friendster.com/info/presscenter.php?A=pr44" target="_blank">September 2008 lalu</a>, pengguna dari Indonesia mencapai 8,2 juta.</p>
<blockquote><p>Anan&#8217;s Think:<br />
Akhirnya. Menyenangkan melihat pertumbuhan social networking yang menggila di Indonesia (terutama kota besar seperti Jakarta).  Sepertinya user sudah semakin siap untuk bermain di ranah maya.</p>
<p>Tidak cuma  yang menarik di mata saya, Facebook berhasil menarik kelas pengguna baru. Ini diluar pengguna social network yang biasanya berada di range usia 16-25 tahun. Pengguna baru ini adalah mereka yang termasuk kelas umur diatas 35 tahun.</p>
<p>I&#8217;m welcoming my aunt and uncles on Facebook. Dan sepertinya tak lama lagi my own mom.</p>
<p>Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, dan jumlah pengguna internet kurang lebih 25 juta orang. Jadi sepertinya, jumlah pengguna Facebook akan terus bertambah ya?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2009/02/27/facebook-user-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Holiday Season. Need a guide?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/12/03/holiday-season-need-a-guide/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/12/03/holiday-season-need-a-guide/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 06:03:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=642</guid>
		<description><![CDATA[We&#8217;re in December now. Untuk banyak orang akhir tahun adalah masanya untuk liburan. Ada beberapa yang mampu untuk menyusun rencana perjalanan sendiri, tapi yang lainnya hanya pergi ke tempat-tempat yang memang sebelum nya sudah pernah didatangi. Buat yang niat nya adventure biasanya lebih memilih tempat-tempat yang memang belum pernah didatangi sebelumnya. Tapi kalo kita nggak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>We&#8217;re in December now. Untuk banyak orang akhir tahun adalah masanya untuk liburan. Ada beberapa yang mampu untuk menyusun rencana perjalanan sendiri, tapi yang lainnya hanya pergi ke tempat-tempat yang memang sebelum nya sudah pernah didatangi.</p>
<p>Buat yang niat nya adventure biasanya lebih memilih tempat-tempat yang memang belum pernah didatangi sebelumnya. Tapi kalo kita nggak familiar dengan tempat nya pasti kan little bit loss.</p>
<p>Solusinya bisa buka dulu semua website yang mengenai tempat tujuan, dibacain satu-satu baru kemudian susun rencana. Atau di print website per website dan pergi dengan berkas print-print an. Atau ya beli buku tentang kota atau daerah tersebut, tapi kadang-kadang terlalu general isinya malah bikin bingung.</p>
<p><a href="http://www.offbeatguides.com/"><img class="size-medium wp-image-643 alignleft" style="margin: 5px 10px" src="http://think.web.id/brain/files/2008/11/offbeatguide-screen-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><strong>Dave Sifry</strong> founder <a href="http://technorati.com/" target="_blank">Technorati</a> memberikan solusi sebuah instant travel guide, hadir dalam format PDF dan Print Edition, yang sumber content nya adalah beberapa open source website seperti <a href="http://wikipedia.com" target="_blank">Wikipedia</a>, <a href="http://wikitravel.org/en/Main_Page" target="_blank">Wikitravel</a>, <a href="http://flickr.com" target="_blank">Flickr</a>, <a href="http://maps.google.com/" target="_blank">Google Maps</a> dan lainnya: <a href="http://www.offbeatguides.com/" target="_blank"><strong>Offbeat Guides</strong></a>.</p>
<p>Disana Anda bisa membuat personalized travel guide. Kalo cuman ke Bali sih mungkin kurang seru ya isi Travel Guide ini (kurang banyak isinya), tapi coba ini: kota tujuan Ibiza. Banyak sekali informasi yang tersedia disana. Dan semua datanya adalah yang terkini (tidak terpaut waktu cetak dari buku).</p>
<p>Places, exchange rates, current event, sampai ke simple dictionary juga ada. Kita bisa pilih sendiri mana yang mau kita masukin di buku itu mana yang nggak. Personal banget dan bener-bener sesuai kebutuhan.</p>
<p>So, pack your bag and have a nice trip <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong>Anan&#8217;s Think:</strong></p>
<p>Gue suka banget planning a holiday, entah karena terpaksa atau karena memang niat tapi belakangan I&#8217;ve done it quite a lot. And i find internet as my personal helper. Gue belajar banget bisa ngapain dan kemana aja trough the net, mulai dari menentukan tempat tujuan sampai merencanakan itenerary lengkap. 3 hal yang bisa gue dapetin: Inspirasi, Informasi, Panduan. Holiday Season jadi lebih menyenangkan</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/12/03/holiday-season-need-a-guide/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/22/social-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/22/social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:14:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Web 2.0]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[  What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<div id="attachment_579" class="wp-caption alignnone" style="width: 510px"><a href="http://think.web.id/brain/files/2008/10/social-media.jpg"><img class="size-full wp-image-579" src="http://think.web.id/brain/files/2008/10/social-media.jpg" alt="Image courtesyof: www.donortec.com.au" width="500" height="356" /></a><p class="wp-caption-text">Image courtesyof: www.donortec.com.au</p></div>
<p>What&#8217;s the fuzz about social media? Kalau belajar dari asal kata, menurut wikipedia, social media adalah penggunaan internet untuk tujuan saling berbagi dan mendiskusikan informasi dan pengalaman dengan manusia lain. Kenapa kata ini belakangan sering muncul? Karena belakangan trend online memang sedang membawa kita kepada interaksi antar manusia dan saling berbagi pengalaman dengan medium online tadi.</p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Aplikasi sosial media sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:</p>
<p>Communication</p>
<ul>
<li>Blogs: WordPress, TypePad, Blogger (service)</li>
<li>Microblogs / Presence apps: Twitter and Pownce</li>
<li>Social networking: Friendster, Facebook, LinkedIn, MySpace, Orkut</li>
</ul>
<p>Collaboration</p>
<ul>
<li>Wikis: Wikipedia, PBWiki</li>
<li>Social bookmarking: del.icio.us and StumbleUpon</li>
<li>Social News Sites: Digg, Mixx and Reddit</li>
</ul>
<p>Multimedia</p>
<ul>
<li>Photo sharing: Flickr and Zooomr</li>
<li>Video sharing: YouTube and Vimeo</li>
<li>Audio and Music Sharing: imeem, iLike</li>
</ul>
<p> </p>
<p>Agar brand bisa sukses dalam social media pastikan Anda tidak terjebak dalam beberapa anggapan yang &#8220;salah&#8221; berikut ini:</p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal">01. kampanye sosial media = halaman facebook dan myspace</span><br />
</strong><span style="font-style: normal">Dalam kenyataannya walaupun keduanya adalah social networking besar, namun masih banyak opsi lain yang mungkin lebih cocok dengan brand Anda. Semua tergantung dari objektif yang ingin dicapai. Bila Anda perusahaan perhotelan/travel mungkin lebih cocok main di Flickr atau youtube. Bila hanya ingin berita tersebar coba gunakan digg atau del.icio.us atau coba juga gunakan wikipedia untuk mengembangkan brand Anda. </span></em></p>
<p><em><strong><span style="font-style: normal">02. Traffiknya nggak tinggi</span></strong><br />
<span style="font-style: normal">Tinggi rendahnya traffic sebenarnya tergantung bagaimana planning yang dibuat. Selain itu yang perlu disasar adalah menujukan komunikasi pada audience yang tepat sehingga mampu menghasilkan traffic berkualitas baik.</span></em></p>
<p><strong><em><span style="font-style: normal">03. Selalu kontrol komunikasi di social media</span><br />
<span style="font-style: normal;font-weight: normal">Pada kenyataannya bila kita berbicara mengenai sosial media, Anda harus bersiap untuk kehilangan kontrol. Mungkin saja pembicaraan yang terjadi terhadap brand adalah campuran antara negatif dan positif .</span></em></strong></p>
<p><strong> 04. Ga bisa diukur</strong><br />
Bisa kok, cara paling mudah adalah lihat refferal yang masuk ke situs.  Atau monitor sendiri pembicaraan mengenai brand yang terjadi di blog, forum dan lainnya.</p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Nih tips dari gue:<br />
1. You have to be there!! Optimizing in Social Media nggak akan jalan kalo cuman ditaro aja. At least musti sampai kepada critical mass tertentu baru kemudian account/campaign itu bisa ditinggal. Tapi juga tetap harus dalam supervisi.</p>
<p>2. Minimize usage of one-door service. Masing-masing social media biasanya punya style dan cara masing-masing. Kalau kita menggunakan 1 pintu untuk blasting tapi kemudian tidak berada disitu (lagi-lagi point 1 tadi jadi yang utama) maka campaign nya akan percuma.<br />
Contoh: lewat ping.fm orang bisa posting ke beberapa microblogging secara langsung. Tetapi yang didapat tidak akan maksimal:</p>
<p style="padding-left: 30px"> a. Twitter secara fungsi adalah untuk mengupdate status sedang apa seseorang, karena itu kalau kita login ke web nya akan ada tulisan &#8220;What are you doing?&#8221;.</p>
<p style="padding-left: 30px">b. Plurk memungkinkan tercipta nya conversation di masing-masing message nya. Kalo kita cuman posting tanpa kemudian mengikutinya makan tidak akan maksimal fungsinya.</p>
<p style="padding-left: 30px"> </p>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/22/social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pilih Nama Domain</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 14:47:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlihat sederhana. Apalah arti sebuah nama domain. Tapi jangan salah, seperti layaknya nama Anda, nama sebuah domain ternyata memegang peranan penting dalam kehidupan. Setidaknya kehidupan kampanye online Anda.   Kalau selama ini kita disibukkan dengan, bagaimana ya isi situs kita nanti, tampilannya harus a,b,c,d, tapi jangan lupa bahwa ternyata nama situs menjadi salah satu daya tarik untuk menarik <em>audience</em>. </p>
<p> </p>
<p>Ada beberapa alasan mengapa pemilihan nama domain menjadi sesuatu yang penting:</p>
<p><strong>01. Menggunakan kata yang sudah dikenal umum atau kata yang sering dijadikan keyword brand kita akan sangat menolong mendatangkan traffic direct ke dalam situs.</strong><strong> </strong><br />
Selain itu, mereka yang masuk direct ke dalam situs memiliki kualitas yang lebih baik. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh WebSideStory menunjukkan bahwa visitor yang masuk melalui URL direct 2x lebih berkualitas dalam melakukan action (melakukan klik, memberikan komentar, mengikuti quiz, etc) daripada mereka yang masuk melalui search engine atau masuk melalui refferer lain.  <br />
Mereka yang menggunakan keywords sebagai nama situs antara lain:<br />
- Calvin Klein -&gt; <a href="http://www.underwear.com" target="_blank">underwear.com</a><br />
- Johnson &amp; Johnson -&gt; <a href="http://www.baby.com" target="_blank">baby.com</a></p>
<p> </p>
<p><strong>02. Bila kampanye online didasari sebuah kampanye singkat (Quiz atau hal sejenis), pemasar bisa lebih kreatif sesuai dengan ide yang ditawarkan dalam kampanye singkat tersebut.</strong><br />
Misalnya:<br />
- Burger King -&gt; <a href="http://www.subservientchicken.com" target="_blank">subservientchicken.com<br />
</a>- Wrigley -&gt; <a href="http://www.candystand.com" target="_blank">candystand.com</a><br />
Nama-nama seperti ini akan mengajak dan membangun rasa penasaran target market. Target market akan lebih tertarik untuk membuka candystand.com dibanding wrigley.com. </p>
<p> </p>
<p><strong>03. Selain itu perhatikan juga pemilihan nama. </strong><br />
Ada beberapa kata yang bila digabung memiliki arti lain. Misalnya sebuah perusahaan database artis Who Represents, ingin menggunakan brandnya secara online dan memilih whorepresents.com (kata who dan represent bila digabung ternyata membentuk arti lain).</p>
<p> </p>
<p><strong>04. Selain itu yang perlu juga diperhatikan, walau isi kampanye online pada akhirnya merupakan penentu dalam sukses tidaknya sebuah kampanye, memilih nama domain yang pas juga membantu untuk membangun traffic masuk ke dalam situs.</strong></p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Tentunya hal ini juga berlaku untuk nama domain dengan bahasa Indonesia. Namun jadi sedikit masalah kalau nama Brand nya adalah International sedangkan yang initiate membuat website nya dari Indonesia.<br />
Atau mungkin ya hanya sekedar dibuat untuk kepentingan redirect aja. Yang penting mudah diingat, gampang disebut. </p>
<p>Coba buat orang Indonesia mana yang lebih cepet nempel: <a href="http://www.disingkat.com" target="_blank">disingkat.com</a> atau <a href="http://www.tinyurl.com" target="_blank">tinyurl.com</a>.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/19/pilih-nama-domain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Effective Online Branding</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 17:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>
		<category><![CDATA[Rich Media]]></category>
		<category><![CDATA[Statistic]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=357</guid>
		<description><![CDATA[Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.    Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah online branding yang selama ini lakukan efektif? Untuk menjawab hal ini, dibutuhkan pengukuran yang jelas. Dalam media online &#8220;apapun yang dilakukan dapat diukur“. Oleh karena itu, memperlihatkan return of investment dari kampanye yang dilakukan menjadi penting.   </p>
<p>Tantangan untuk melakukan pengukuran ini dikeluarkan oleh hampir semua brand, terutama mereka yang berada pada sektor FMCG (Fast Moving Consumer Goods) semakin giat melakukan kampanye promosi online. Memilih situs yang cocok dan melakukan placement yang baik merupakan salah satu kunci.</p>
<p>Mencari dasar perhitungan online branding memang sulit, karena belum ada dasar pengukuran universal seperti hanya pengukuran pada media konvensional (TV, Radio atau media cetak). Namun bukan berarti kita tidak dapat mengukur hasil kampanye online kita.</p>
<p><strong>1) Bila menggunakan Rich Media Interactions</strong><br />
Berupa banner atau product knowledge yang dibuat dengan Rich Media format. Biasanya menggunakan flash  yang tidak hanya menawarkan bentukan kreatif yang menarik perhatian, tetapi juga memungkinkan pengukuran. Hal yang dapat diukur antara lain adalah: </p>
<ul>
<li>bagaimana interaksi user (memperlihatkan ketertarikan/interest user): mouse over, banner expanded, video dimainkan, waktu interaksi</li>
<li>apakah user tertarik lebih jauh: click trough, testimoni </li>
</ul>
<p><strong>2) Ukur Kliknya<br />
</strong>Jika membuat microsite (mungkin berisi tips, info produk atau newsletter), pastikan selain terlihat menarik, seluruh aktifitas dalam microsite tersebut dapat dimonitor dan diukur pada akhir periode. Bisa dengan mengukur traffic dari Log atau dengan embed code pada setiap halaman yang ada.</p>
<p><strong>3) Bila menggunakan Social networking<br />
</strong>Belakangan, melakukan kampanye online di Social Networking banyak dilakukan oleh brand.  Baik itu menghadirkan forum, membuat aplikasi di Facebook, membuat halaman di Friendster, Facebook, Myspace atau Multiply. Kuncinya adalah untuk  mendapatkan WOM yang pada akhirnya mendapatkan rekomendasi ke jaringan teman lain. Dengan social networking yang didapat adalah dan penting untuk diukur adalah bagaimana feedback yang terbentuk.</p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Yang menjadi dasar menjadi efektivitas adalah segala sesuatu harus berdasar analisa yang kemudian turun kepada strategy. Jadi bukan asal jalan.</p>
<p>Kemudian apapun itu, bilsa sudah menyangkut brand, didunia online harus diurus dan dijaga. Karena apapun informasi yang ada di dunia online akan hidup selamanya disana.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/19/effective-online-branding/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hindari Bad Press</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/18/hindari-bad-press/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/18/hindari-bad-press/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2008 09:44:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[communication]]></category>
		<category><![CDATA[online branding]]></category>
		<category><![CDATA[public relation]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[Pemberitaan buruk alias bad press tidak hanya terjadi di surat kabar atau TV saja, belakangan bad press lebih cepat menyebar melalui online publicity. Berterimakasihlah pada user generated content atau juga maraknya citizen journalism online. Nah ketika masalah ini terjadi, apa yang harus dilakukan? Cobalah untuk melakukan Search Engine Optimization (SEO).   Kenapa SEO? Mari, let [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<div class="O"><span>Pemberitaan buruk alias bad press tidak hanya terjadi di surat kabar atau TV saja, belakangan bad press lebih cepat menyebar melalui online publicity. Berterimakasihlah pada user generated content atau juga maraknya citizen journalism online. Nah k</span><span>etika masalah ini terjadi, apa yang harus dilakukan? Cobalah untuk melakukan </span><span><em>Search Engine Optimization</em></span><span> (SEO).<br />
  </span></div>
<div class="O"><span> </span></div>
<div class="O"><span>Kenapa SEO? Mari, </span><span><em>let us share you a fact: </em></span></div>
<div class="O1">
<ul>
<li><span><em>bad or good publicity</em></span><span> mengenai brand akan hadir dalam versi online. Dan hampir 50% dari traffic yang datang ke sebuah situs biasanya </span><span>dihasilkan oleh Searh Engine dan sisanya masuk melalui direct URL ataupun refferal (link) dari situs lain.</span></li>
<li><span>85% pengguna internet menggunakan Search Engines untuk menemukan situs/produk yang dicari</span></li>
</ul>
<p>Nah dilihat dari dua fakta tersebut, limitasi bad press memang dapat dilakukan dengan SEO. Caranya ada dua:<br />
<span> </span></div>
<div class="O"><span> </span></div>
<div class="O"><span><strong>1. Fokuskan pada keyword yang akan memberikan image positive pada brand </strong></span></div>
<div class="O"><span>Biasanya user akan mengetikkan nama brand atau nama perusahaan sebagai keyword untuk mencari sesuatu yang terkait dengan brand.  </span><span>Cobalah untuk mengoptimasi keyword ini, agar hasil pencarian menghasilkan link yang brand-friendly.</span></div>
<div class="O">
<div><span><br />
</span><span>Dengan melakukan hal ini, berarti Anda juga telah mengoptimasi produk untuk membangun image baik brand. Dengan demikian link brand-friendly akan </span><span>mendorong bad press dari posisi halaman pertama atau kedua di search engine, dan memperbesar peluang user untuk menemukan berita baik mengenai </span><span>brand<br />
</span><span><br />
</span><span><strong>2. Link building </strong></span></div>
<div><span>Bad press biasanya masuk dalam peringkat atas karena adanya link building. Komunitas online dapat menyebarkan gosip dan link dan ini akan </span><span>menyebabkan naiknya posisi bad press dalam search engine. Sebagai penangkalnya, cobalah untuk membuat strategi penyebaran yang sama (melalui link </span><span>building) dengan positive press.<br />
  </span></div>
<div><span> </span></div>
<div><span><em>&#8220;Bad publicity is a good publicity&#8221;.</em> Ini bisa jadi apa yang dikatakan oleh PR person Anda, apalagi bila <em>bad publicity</em> kemudian bisa di-twist sehingga </span><span>menghasilkan <em>happy ending</em> untuk semua pihak. </span></div>
<blockquote>
<div><span><strong>Rama&#8217;s Think:</strong></span></div>
<div><span>Permasalahannya dibeberapa kasus justru yang mendapat Bad Publicity malah trauma dengan online media. Saat mereka search nama brand mereka, yang ditemukan adalah website-website yang memberikan bad comment terhadap brand mereka.</span></div>
<h3>&#8220;Bad publicity is good publicity&#8221;</h3>
<p>Kalimat itu sangat tepat tapi perlu diikuti dengan 3 hal ini: <br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Wise</strong><br />
Bijak lah dalam menerima tanggapan. Jangan panik atau bahkan trauma kemudian malah meninggalkan online media. Karena tanggapan itu akan terus ada dan bahkan mungkin terus berkembang. Meninggalkannya hanya bikin semakin tidak terkendali.</p>
<p><strong>Open hearted</strong><br />
Dalam dunia internet yang tanpa batas orang ber hak untuk melakukan apapun. Berhati terbuka lah untuk menerima segala sesuatu tanggapan yang ada.</p>
<p><strong>Smart<br />
</strong>Bukan berarti semua tanggapan itu diterima saja dan tidak dibalas, tentunya semua harus juga ditanggapi. Tapi kita tetap harus smart dalam menanggapinya. Jangan terjebak malah memperdalam bad publicity tadi. </p></blockquote>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/18/hindari-bad-press/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Posisi Penting Sosial Media</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 11:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana. Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka.  Pertanyaan besar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kenapa ya bekangan kata-kata ini sering banget diucapkan, didengar, ditulis dan dibaca? Sepertinya karena keberadaanya juga sedang sangat dinikmati oleh para pengguna internet di luar sana.</p>
<p>Konsumen memang belakangan ini, secara serentak sama-sama menerima dan mencoba Social Network. Para pemasar juga menempatkan Social Media Marketing (SMM) dalam salah satu list marketing online mereka. </p>
<p>Pertanyaan besar yang ada kemudian adalah: <em>&#8220;bagaimana hasilnya?&#8221;</em></p>
<p>Salah satu kekuatan yang dimiliki adalah keberadaan natural seeding, posting pada blog dan social media optimizing ternyata memiliki Google rank yang lebih tinggi dibandingankan dengan sebuah situs korporat biasa. Selain itu keberadaan sebuah brand dalam social networking juga berakhir pada long tail (alias berbuntut panjang), dimana eksistensi brand berada dalam waktu yang cukup lama dalam dunia online.</p>
<p>Sebuah studi yang dilakukan oleh JupiterResearch memperlihatkan bahwa 22% dari responden yang diresearch (para pengguna email) mengatakan bahwa mereka menggunakan situs sosial network untuk sarana komunikasi mereka yang utama (bukan lagi dengan menggunakan email). Funny thing is, hal ini terjadi pada diri gue sendiri. Sewaktu mau menggalang acara kumpul-kumpul buka puasa teman kuliah, instead of mengunakan SMS atau email, saya menggunakan inbox facebook tempat teman2 kuliah saya juga terdaftar. Lebih cepat dan efektif. </p>
<p><em>&#8220;Have you tried using Social Network to communicate? Coba deh, it worked for me, mungkin juga worked for you guys.&#8221;</em></p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Dari Social Media Marketing (SMM) kemudian lahir Social Media Optimizing (SMO) yang merupakan kegiatan dari Social Media Strategy (SMS).<br />
And I proudly to say the Think.Web as Social Media Evangelist. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/09/15/posisi-penting-sosial-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

