<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.web &#187; Social Media Marketing</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/category/social-media-marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>this Brain continously Think about Web, and sometime other things too</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 19:38:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>The end of paid influencers era</title>
		<link>http://think.web.id/brain/paid-influencers/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/paid-influencers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24862</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar. Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer. Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar.</p>
<p>Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer.</p>
<p>Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach nya jelas seluruh Indonesia, tidak bergantung ke jumlah follower account tertentu.<br />
Atau mereka juga tidak perlu repot-repot untuk berpikir bagaimana caranya supaya masuk ke trending topic.<br />
All they need to do is only bayar ke Twitter.</p>
<p>Influencer seharusnya kemudian sadar akan fungsi mereka. Influncer dari kata influence. Yang artinya yang harus mereka ciptakan adalah pengaruh terhadap followernya untuk melakukan interaksi atau action (call to action).<br />
Saat ini semua itu menjadi tidak sesuai karena influencer hanya berpikir bahwa mereka adalah publisher. Spot mereka dibayar untuk melakukan iklan kepada follower mereka.</p>
<p>Seharusnya Influencer harus mampu membuat engagement atau interaksi kepada follower nya sesuai dengan topic yang dibayar oleh brand atau product.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/paid-influencers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What comes after Facebook?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/what-comes-after-facebook/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/what-comes-after-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24863</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar. Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221; Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar.</p>
<p>Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221;</p>
<p>Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita mencari sesuatu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Yang terjadi kita semakin amaze dengan hasil pencarian dari Google. Kita semakin puas dengan apa yang dihasilkan Google karena Google semakin pintar dan semakin mengerti diri kita.</p>
<p>Saat Facebook me-launching Open Graph di <a href="http://think.web.id/brain/f8/">f8 2010</a>, yang Facebook lakukan adalah menjadikan Facebook sebagai sebuah platform. Facebook tidak lagi hanya sebuah website social network, tapi Facebook &#8216;mem-Facebook-an&#8217; seluruh website di seluruh dunia.</p>
<p>Kita mungkin sudah tidak sering lagi masuk ke Facebook.com, tapi kita menggunakan website-website lain dengan menggunakan feature Facebook. Misal: sign up &#038; login membership dengan Facebook connect, put &#8216;Like&#8217; pada article atau blog post yang kita suka, share to our friends on Facebook, etc.</p>
<p>If Facebook.com is a weekend, other websites (that using Open Graph) are the weekday. You will enjoy your weekend eventually.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/what-comes-after-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Online Video Contest: Peserta atau Pemirsa?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 05:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=16854</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang ini banyak sekali brand yang bikin video contest. Seperti biasa, berangkat dari euphoria Sinta-Jojo, Audrey-Gamaliel dan lainnya. Brand merasa kalo bikin video bisa lebih menarik dari photo. &#8220;Orang Indonesia banyak yang narsis, bikin video di handphone gampang, kalo lucu2an bisa banyak yang nonton&#8221;. Tapi kemudian embel2nya juga banyak: musti ada tema nya, musti ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_17137" class="wp-caption alignnone" style="width: 265px"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:SintaJojo.JPG&amp;filetimestamp=20101014135744"><img class="size-medium wp-image-17137" title="SintaJojo" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2011/03/SintaJojo-255x154.jpg" alt="" width="255" height="154" /></a><p class="wp-caption-text">Source: Wikipedia</p></div>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:SintaJojo.JPG&amp;filetimestamp=20101014135744"></a>Sekarang ini banyak sekali brand yang bikin video contest. Seperti biasa, berangkat dari euphoria <a href="http://www.youtube.com/watch?v=VKP1t3gQ_o0">Sinta-Jojo</a>, <a href="http://www.youtube.com/user/gamal1990">Audrey-Gamaliel</a> dan lainnya.<br />
Brand <span style="text-decoration: underline;">merasa</span> kalo bikin video bisa lebih menarik dari photo. &#8220;Orang Indonesia banyak yang narsis, bikin video di handphone gampang, kalo lucu2an bisa banyak yang nonton&#8221;.</p>
<p>Tapi kemudian embel2nya juga banyak: musti ada tema nya, musti ada isi nya, musti ada pesan sponsor, musti ada logo brand nya, musti di moderasi dll dll.</p>
<p>Brand biasanya lupa juga kalo video dari handphone itu musti dipindah ke komputer buat di upload, kadang butuh sedikit editing juga supaya layak (bukan bagus loh), kualitas video handphone itu beda-beda, nggak semua orang Indonesia punya talent (tampil depan kamera, acting, dll) DAN sebenernya cuman Dono-Kasino-Indro, Srimulat dan Opera Van Java yang lucu.</p>
<p>Nah jadi sebenernya apa sih yang dicari dari video contest?<br />
Jumlah <strong>peserta</strong> yang banyak kah? Tapi isinya nggak sesuai akhirnya overall amplification nya juga kecil.<br />
Atau<br />
Jumlah <strong>pemirsa</strong> per video yang banyak kah? Yang artinya bisa jadi pesertanya sangat sedikit tapi kualitas content nya memang bagus.</p>
<p>Ketika membuat activity sebaiknya berangkat dari tujuannya. Bukan berangkat dari pingin bikin apa.<br />
Dari tujuan akan dijawab dengan activity yang sesuai dengan target market brand. Yang perlu diingat adalah ada beberapa kegiatan yang familiar dengan target market, namun belum tentu kegiatan itu bisa dilakukan oleh target market pada umumnya. Biasa menonton belum tentu bisa membuat, ada beberapa yang sanagt populer belum tentu semuanya bisa membuat.</p>
<p>Intinya adalah be flexible terhadap kebiasaan target market. Tidak ada salahnya memberikan banyak syarat asal sadar akan resikonya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/online-video-contest-peserta-atau-pemirsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WOOZ.in</title>
		<link>http://think.web.id/brain/wooz-in/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/wooz-in/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=11250</guid>
		<description><![CDATA[Pada Pesta Blogger tanggal 30 Oktober lalu, kami melakukan soft launch atau open beta produk atau web service pertama kami. Wooz.in namanya (baca: wuzin). Wooz.in adalah sebuah web service yang menggabungkan fungsi Social Network dengan radio-frequency. Saat ini technology radio-frequency yang kami gunakan adalah RFID (Radio-frequency Identification). Idenya adalah bagaimana seseorang bisa melakukan update dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-17140" title="woozin" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/11/logo-woozin.png" alt="" width="219" height="186" /></p>
<p>Pada Pesta Blogger tanggal 30 Oktober lalu, kami melakukan soft launch atau open beta produk atau web service pertama kami. <strong>Wooz.in</strong> namanya (baca: wuzin).</p>
<p>Wooz.in adalah sebuah web service yang menggabungkan fungsi Social Network dengan radio-frequency. Saat ini technology radio-frequency yang kami gunakan adalah RFID (Radio-frequency Identification).</p>
<p>Idenya adalah bagaimana seseorang bisa melakukan update dimana mereka berada hanya dengan melakukan &#8216;tap&#8217;, seperti halnya yang banyak orang lakukan ketika absen pegawai, masuk pintu kantor ataupun seperti ketika di gate MRT Singapore.<br />
Ide ini terinspirasi dari kegiatan yang dilakukan oleh Facebook di Facebook Conference 2010 beberapa bulan lalu. Saat itu setiap name tag peserta juga terdapat RFID chip dan ada beberapa reader di acara tersebut.</p>
<p>Di event pertama Wooz.in device RFID yang digunakan pada event pertama ini adalah kartu atau RFID card. Kartu ini dibagikan secara gratis oleh sponsor pertama kami, Acer Indonesia. Acer membagikan RFID card kepada seluruh peserta Pesta Blogger+ 2010 secara gratis.<br />
Setelah mendapatkan kartu peserta diharuskan untuk melakukan registrasi di website Wooz.in. Yang perlu dilakukan adalah menyambungkan account Facebook dan/atau Twitter mereka, juga Foursquare dan Gowalla apabila memiliki. Hal penting lainnya yang perlu dilakukan adalah memasukkan UID (Unique ID) atau nomer RFID yang tertera pada kartu kedalam account wooz.in masing-masing. Setelah semua proses registrasi selesai RFID device siap digunakan.</p>
<p>Yang user lakukan hanya melakukan &#8216;tap&#8217; seperti biasanya dilakukan pada mesin absen atau pintu masuk kantor atau pengguna Flazz BCA ataupun ketika menggunakan MRT di Singapore.<br />
User melakukan tap pada RFID reader yang kami kemas dalam bentuk sebuah booth. Kami namakan Wooz.in Spot.</p>
<p><strong>Wooz.in Spot</strong><br />
Adalah station atau booth dimana wooz.in user bisa melakukan woozing RFID device mereka dan kemudian Social Network yang sudah disambungkan akan melakukan update  mengenai keberadaan user.<br />
Ada 4 Wooz.in Spot di event Pesta Blogger+ 2010 yang tersebar diberbagai area. Tujuannya adalah juga agar setiap user exploring area-area tersebut. Ada Wooz.in Pin yang dapat ter-unlock setelah user woozing di 4 spot tersebut.</p>
<p><strong>Wooz.in Pin</strong><br />
Adalah penanda bahwa user telah menyelesaikan task tertentu. Kalau di Foursquare adalah istilah Badge dan di Gowalla isitilahnya Trips, di wooz.in kami namakan pin.</p>
<p>Dengan Wooz.in fungsi updating menjadi lebih mudah dan tidak terjadi orang yang check-in disuatu tempat namun sebenarnya tidak berada di lokasi tersebut (atau isitilahnya jumper).<br />
The possibility is unlimited. Baru 4 Social Network yang terhubung saat ini, tapi kedepan akan terus bertambah.</p>
<p>Wooz.in bisa dilihat di: <a href="http://wooz.in">http://wooz.in</a> dan <a href="http://www.facebook.com/pages/Woozin/157614240949967">FB Page-nya</a></p>
<p>Ini videonya:<br />
<object width="400" height="320"><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="movie" value="http://www.facebook.com/v/462331998058" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="320" src="http://www.facebook.com/v/462331998058" allowfullscreen="true"></embed></object><br />
Wooz.in is the new check-in <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/wooz-in/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Voice vs Noise</title>
		<link>http://think.web.id/brain/voice-vs-noise/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/voice-vs-noise/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jul 2010 11:12:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Digital PR]]></category>
		<category><![CDATA[public relation]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1154</guid>
		<description><![CDATA[Ketika brand masuk ke area Social Media mereka harus MAU dan MAMPU untuk mendengar pembicaraan mengenai dirinya. Mau mendengar adalah karena ketika sebuah brand membuka dirinya di SocMed artinya customer &#38; network bisa langsung menyuarakan pendapatnya. Jadi sebenarnya brand tidak punya pilihan lain untuk mendengarkan. Kalau brand tidak mau mendengar ini jadinya seperti orang yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/08/l_496_282_2699C32D-94CD-4094-82AA-11524B8368E0.jpeg"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/08/l_496_282_2699C32D-94CD-4094-82AA-11524B8368E0.jpeg" alt="" /></a></p>
<p>Ketika brand masuk ke area Social Media mereka harus MAU dan MAMPU untuk mendengar pembicaraan mengenai dirinya.<br />
Mau mendengar adalah karena ketika sebuah brand membuka dirinya di SocMed artinya customer &amp; network bisa langsung menyuarakan pendapatnya. Jadi sebenarnya brand tidak punya pilihan lain untuk mendengarkan. Kalau brand tidak mau mendengar ini jadinya seperti orang yang menutup kupingnya disaat diajak bicara oleh orang lain.<br />
Mampu mendengar ini artinya sebuah brand bukan hanya mau membuka telinga, tapi juga siap untuk mendengarkan banyak suara. Dalam mendengarkan banyak suara ini sebuah brand harus bisa memilah mana yang penting dan mana yang lebih penting (keduanya memang penting).</p>
<p>Ada 2 jenis suara atau feedback yang muncul dari para user. VOICE &amp; NOISE.</p>
<p>Voice adalah jenis suara yang secara skala kualitas dan kuantitas (pembaca) besar, sedangkan Noise yang skalanya kecil. Namun walaupun kecil Noise punya potensi menjadi besar.<br />
Yang memisahkan kedua hal tadi adalah kuantitas dan kualitas dari traffic atau pembaca dan juga interaktifitas.</p>
<p>Voice yang memang sudah besar memiliki potensi yang besar terhadap kredibilitas brand. Sebuah pertanyaan terhadap brand sudah pasti harus ditanggapi oleh brang. Sebuah negative review dari seorang blogger yang memiliki jumlah pembaca banyak sudah tentu perlu perhatian serius dari brand.<br />
Noise yang skalanya kecil juga perlu mendapat perhatian. Walaupun ada yang bisa dibiarkan (dalam keseharian tidak semua suara kita dengar kan?), namun perkembangannya tetap perlu di monitor.</p>
<p>Strategi siapa yang menjawab dan bagaimana caranya menjadi penting untuk bisa menyikapi semua feedback dengan tepat.</p>
<p>Waktu kita baru lahir semua suara terdengar sama volumenya. Suara burung yang jauh, hembusan angin pada daun sampai dengan orang ngobrol disebelah semua volumenya sama. Seiring dengan pertumbuhan teinga dan otak kita memilah mana suara yang menjadi background dan mana yang menjadi foreground. Mana yang perlu didengar dengan jeli, mana yang bisa &#8216;tidak&#8217; didengar.<br />
Hal yang sama juga terjadi dalam mendengar suara di Social Media.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/voice-vs-noise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Social Media Ada [dimana-mana]</title>
		<link>http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 01:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis  fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook. Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis   fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook.</p>
<ul></ul>
<p>Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam iklan-iklan yang tayang di TV ataupun media cetak.  Belum habis eksis di tayangan iklan, brand juga sudah merasa perlu untuk mengikutsertakan url social media mereka di kemasan produk, sebuah kepentingan yang bahkan belum ada setahun yang lalu.</p>
<p>Sebuah kepentingan yang tercipta karena tuntutan pengguna. Belum lama ini saya melihat sebuah minuman merek mancanegara yang mencantumkan logo Facebook di kemasannya. Ternyata yang dilakukan si minuman ini adalah melakukan sebuah aktivitas yang berbasis konsumen, memberikan kekuasaan lebih pada konsumen untuk membuat jenis minuman mereka sendiri. Jenis minuman yang paling diminati secara online kemudian di&#8221;wujudkan&#8221; nyata dan didistribusikan ke seluruh negeri. Salah satu cara cerdas melakukan test market, sebelum melakukan produksi barang baru.</p>
<p>Itu tadi contoh kasus merek mancanegara, terus apakabar merek lokal? Kita tidak usah bahas merek-merek lokal terkenal ya. Karena kebetulan saya bertemu dengan merek yang baru kemarin saya ketahui keberadaannya, dan merek kecil ini pun sudah &#8220;melek&#8221; social media.</p>
<blockquote><p>Mari kita kenalan dengan &#8220;Kree-oks&#8221;</p></blockquote>
<p>Ada yang tau merek apa ini?<br />
[belum tau?]</p>
<p>Gimana kalau saya kasih tambahan embel-embel chip dibelakangnya?<br />
[udah bisa tebak dong, jenis produknya]</p>
<p>Ya ternyata si &#8220;Kree-oks&#8221; ini atau kriuk kalau sambil makan produknya adalah camilan sehat kripik buah kering yang diproduksi di Indonesia dan dikemas oleh sebuah CV di Bandung. Kemasannya sederhana, bersahaja, cenderung polos. Tapi dibalik kebersahajaannya itu, ternyata &#8220;Kree-oks&#8221; termasuk salah satu panganan yang cukup maju karena dia diam-diam menampilkan eksistensinya di salah satu Social Media.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1130" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/kreeoks/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1130" title="Kreeoks" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/06/Kreeoks-255x333.jpg" alt="" width="255" height="333" /></a></p>
<p>Coba cek di sudut kiri atas dibawah bendera Indonesia yang menjulur. Dengan sedikit malu-malu, Kree-oks menampilkan logo Facebook dan keterangan Kreeoks Chips. Walau belum merupakan affinity URL, namun mereka yang memiliki rasa penasaran berlebih macam saya, dapat dengan mudah melakukan proses search di facebook dengan mengetikkan Kreeoks Chips dan dalam hitungan detik akan bertemu dengan facebook groups <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=67652859045&amp;v=wall&amp;ref=ts" target="_blank">Kreeoks Chips</a>.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1129" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/screen-shot-2010-06-14-at-6-16-18-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1129" title="Kree-oks Chip facebook group" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/06/Screen-shot-2010-06-14-at-6.16.18-PM.png" alt="" width="374" height="62" /></a></p>
<p>Penggunaan facebook oleh Kree-oks chip juga memperlihatkan bahwa social media selain untuk mendukung brand engagement juga dapat dipergunakan untuk step pengembangan bisnis. Ketika masuk ke group Kreeoks Chip, tujuan pengembangan bisnis dan promosi produk adalah dua hal yang paling terasa. Walau belum maksimal, tapi apa yang dilakukan Kree-oks menurut saya adalah sebuah langkah besar dalam memanfaatkan teknologi untuk berpromosi dan mengembangkan bisnis.</p>
<p>PS: Thanks to Mega yang sudah mengenalkan saya pada Kreeoks Chip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Live Report Engagement</title>
		<link>http://think.web.id/brain/live-report-engagement/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/live-report-engagement/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 14:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[Mudah-mudahan tidak berlebihan dan tidak jumawa, tapi saya berani katakan bahwa kami melakukan Live Report yang terbaik di Indonesia. Live Report Engagement Bukan sekedar live report, live tweet, ataupun laporan langsung lainnya. Live Report Engagement berusaha memberikan experience yang sama dengan mereka yang membaca atau melihat, dan juga mengajak mereka berinteraksi. Pengalaman memang tidak pernah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1061" title="jjf-team" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/03/jjf-team.jpg" alt="jjf-team" width="548" height="411" /><br />
Mudah-mudahan tidak berlebihan dan tidak jumawa, tapi saya berani katakan bahwa kami melakukan Live Report yang terbaik di Indonesia.</p>
<p><strong>Live Report Engagement</strong><br />
Bukan sekedar live report, live tweet, ataupun laporan langsung lainnya. Live Report Engagement berusaha memberikan experience yang sama dengan mereka yang membaca atau melihat, dan juga mengajak mereka berinteraksi.</p>
<p>Pengalaman memang tidak pernah berbohong. Saya &amp; <a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a> sudah memulai melakukan (online) Live Report <span style="text-decoration: underline;">sejak tahun 2001</span>. A Mild Live Soundrenaline 2001 di Parkir Timur, Jakarta adalah saat pertama.<br />
No mobile broadband, just gprs modem dr Sony Ericcson T68i.<br />
No blog framework, just html pages (and we&#8217;re not prepare by CMS engine).<br />
No blackberry, just heavy notebook + low pixel digicam + gprs modem-phone.<br />
But we try to give the actual experience to visitor with articles &amp; photos.</p>
<p>The next year, Soundrenaline 2002, we support for 5 cities. More or less with the same equipment. All the articles &amp; photos put on a microsite, all with list of artist, venue map &amp; schedule.<br />
Web statistik menunjukkan kalau visit &amp; page views meningkat selama event berlangsung. Objektif nya simple, memberikan informasi dan experience yang sama dengan mereka yang kota nya dimampiri. Bahkan untuk kota nya yang dimampiri, liputan ini membuat mereka tidak sabar untuk datang langsung ke acaranya.</p>
<p>Di tahun lainnya kami tidak lagi hanya memberikan articles &amp; photos, kami bergerak ke arah lain. Mirip dengan sebuah blog, kami membuat article khusus dari 3 orang crew fiktif. Masing-masing crew fiktif ini punya jobdesk beda-beda di festival, sehingga memberikan masing-masing angle berbeda.<br />
Begitu kuat dan melekatnya karakter ini tidak sedikit yang mencari-cari nama crew-crew fiktif ini di backstage. Anan juga sering ditebak dengan nama-nama berbeda <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah memasuki era Social Media channel-channel menjadi lebih jelas dan pintu interaksi lebih terbuka. Tapi kembali lagi kepada strategi. Penulisan, pelaporan dan lainnya sih bisa dilakukan oleh siapapun. Seseorang dengan Blackberry nya dan UberTwitter sudah bisa melakukan Live Report sebuah event. Tapi apakah mampu menciptakan Engagement?</p>
<p><strong>Engagement butuh strategi</strong>.<br />
Setelah sekian lama kami tidak lagi melakukan Live Report Engagement, akhirnya kesempatan itu datang lagi. JavaJazz Festival 2010 adalah kesempatan berharga untuk kami.<br />
Setiap tweet &amp; message yang keluar semua dilakukan dengan strategi. Karakter account, activation dengan quiz dan lainnya semua on plan. Termasuk bagaimana mengatasi masalah-masalah technical seperti tidak ada sinyal.<br />
Tentunya apa yang kami lakukan tidak luput dari kesalahan, sebuah hal manusiawi. Menjadi bukti bahwa Live Report Engagement masih dilakukan oleh manusia. Jadi engagement adalah manusia dengan manusia. Crisis Management juga menjadi bagian penting. Bagaimana memanage issue atau crisis dari tanggapan/conversation yang menyimpang atau bahkan dari kesalahan sendiri.</p>
<p>Pada akhirnya yang dituju adalah objective tercapai dan kepuasaan dari followers/fans dari brand yang kami tangani.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-1062 aligncenter" title="jjf03" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/03/jjf03-255x172.png" alt="jjf03" width="255" height="172" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/live-report-engagement/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Java Jazz Festival 2010</title>
		<link>http://think.web.id/brain/java-jazz-festival-2010/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/java-jazz-festival-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 08:00:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1043</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kebanggan bagi kami, Think.Web, untuk bisa menjadi partner dari Java Festival Production (JPF) dalam hal Social Network Management. Tahun ini adalah tahun ke 5 dari Java Jazz Festival. Sebuah umur yang cukup matang untuk sebuah festival. Java Jazz Festival (JJF) sudah masuk kedalam agenda kegiatan internasional. Mata dan telinga dari seluruh dunia mengarah ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-1046" title="Java Jazz Festival" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2010/02/JJF1.png" alt="Java Jazz Festival" width="510" height="235" />Sebuah kebanggan bagi kami, <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a>, untuk bisa menjadi partner dari <a href="http://www.javafestivalproduction.com/" target="_blank">Java Festival Production (JPF)</a> dalam hal <strong>Social Network Management</strong>.</p>
<p>Tahun ini adalah tahun ke 5 dari Java Jazz Festival. Sebuah umur yang cukup matang untuk sebuah festival. Java Jazz Festival (JJF) sudah masuk kedalam agenda kegiatan internasional. Mata dan telinga dari seluruh dunia mengarah ke festival ini, terutama bagi mereka yang sangat suka dengan musik Jazz. Lebih dari itu, event ini juga menjadi ajang &#8216;kopi darat&#8217; dari musisi-musisi Jazz dunia.</p>
<p>Tahun ini JJF ingin membuka lebih lebar lagi sayapnya di digital media, specifically online media, atau lebih khusus lagi di Social Media. Bersama dengan team Promosi dari JFP, team Social Network Management (SNM) JJF dari Think.Web menyusun strategi, editorial dan eksekusi dalam channel-channel yang digunakan.</p>
<p>Objective dari SNM JJF adalah meningkatkan kredibilitas festival.</p>
<p>Untuk menjawab objective itu strategi yang dilakukan adalah menjadikan Social Media channel sebagai pusat informasi. Anda bisa tanya apapun (seputar JJF 2010), account @JavaJazz2010 akan coba menjawab. Bukan hanya saat ditanya, informasi seputar venue,festival juga akan diberikan. Mulai dari artis sampai dengan toilet ada dimana.</p>
<p>Ada 3 channel utama dari JJF 2010: <a href="http://twitter.com/JavaJazz2010" target="_blank">@JavaJazz2010</a>, <a href="http://twitter.com/JavaJazzFest" target="_blank">@JavaJazzFest</a> dan <a href="http://Facebook.com/JavaJazzFestival">Facebook.com/JavaJazzFestival</a>.</p>
<p>Diluar itu masih ada channel lainnya yang resmi maupun partner, misalnya kehadirannya <a href="http://koprol.com/#users/javajazz" target="_blank">@JavaJazz</a> di Koprol.</p>
<p>So, want to be part of an international event? come to JIExpo, Kemayoran.<br />
JJF SocMed channel will accompany you along the show.</p>
<p style="padding-left: 30px;">PS:<br />
Want to help us? please ask to <a href="http://twitter.com/JavaJazz2010" target="_blank">@JavaJazz2010</a> ANYTHING that relate to Java Jazz Festival 2010. We need the practice to make us better.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/java-jazz-festival-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite (3rd Part)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-3rd-part/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-3rd-part/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 04:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=988</guid>
		<description><![CDATA[Di part 1 saya bercerita mengenai bagaimana lagu "Kami Tidak Takut" pertama kali diperdengarkan secara online. Di part 2 adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya. 
Di part ini adalah cerita mengenai website indonesiaunite.com dan channel lainnya yang ikut melengkapi.

(Thumbnail Credit: Iqbal Prakasa)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="padding-left: 30px;">Di <a href="../dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/">part 1</a> saya bercerita mengenai bagaimana lagu &#8220;Kami Tidak Takut&#8221; pertama kali diperdengarkan secara online. Di <a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/">part 2</a> adalah cerita mengenai bagaimana video klip nya online di YouTube dan mengantarkan pesan lagu nya. Di part ini adalah cerita mengenai website <a href="http://indonesiaunite.com" target="_blank">indonesiaunite.com</a> dan channel lainnya yang ikut melengkapi.</p>
<p>Tweeps semakin ramai berkomentar tantang video &#8220;Kami Tidak Takut&#8221; dan meneruskan link nya ke yang lain. Hashtag #indonesiaunite pun semakin banyak digunakan juga. Ada juga yang kemudian mengkombinasikan 2 kalimat tersebut dalam 1 twit.</p>
<p>Bentuk dukungan pun juga mulai berkembang. Untuk lebih terlihat kemudian muncul ajakan untuk mengganti avatar profile masing-masing dengan atribut merah-putih. Satu per satu user Twitter mulai mengganti avatar nya. Ada yang bentuknya overlay, ada yang badge, ada juga yang di layout khusus.</p>
<p><a href="http://www.andirapramanta.com/?p=632"><img class="size-medium wp-image-1018 alignleft" style="margin-right: 10px; margin-bottom: 5px;" title="andira" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/08/andira-300x280.jpg" alt="andira" width="300" height="280" /></a>Pada awalnya memang untuk memasangkan attribute perlu software design. Untuk yang tidak berada atau dekat dengan dunia design langsung pada teriak ngiri <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Seorang teman, <a href="http://www.andirapramanta.com/?p=632" target="_blank">Andira Pramanta</a>, membuka bantuan untuk yang ingin avatar nya dengan overlay merah-putih. Dia buatkan secara manual dan hasilnya bisa di download di <a href="http://www.flickr.com/photos/deasdira/sets/72157621595536322/" target="_blank">Flickr</a> nya. Baik sekali.</p>
<p>Saya bersama salah satu rekan di kantor, <a href="http://twitter.com/endihamid" target="_blank">Endi Hamid</a>, bertanya-tanya masa sih nggak ada tools online yang bisa membantu melakukan hal itu. &#8220;Bisa kok&#8221; begitu kata Endi dan kemudian dia terlihat sibuk melakukan sesuatu.</p>
<p>Hampir disaat yang bersamaan juga salah satu user yang yang saya follow (kira-kira) berkata seperti ini &#8220;Hi IT geek, bikin yang kaya Iran Election dong&#8221;. Twit itu dari <a href="http://twitter.com/dondihananto" target="_blank">@dondihananto</a>.<br />
Saya penasaran, memang nya Iran Election bikin apa sih? Yang saya tahu memang bahwa orang-orang yang bersimpati terhadap peristiwa election di Iran memang memberikan attribut mereka dengan warna hijau. Kebanyakan avatar mereka di overlay dengan warna hijau. Saya googling dan kemudian menemukan website <a href="http://helpiranelection.com/" target="_blank">Help Iran Election</a>.<br />
Isi si website hanya tools untuk avatar tadi. Dengan engine untuk mengambil dan menambah element pada image, dan kemudian menggunakan fungsi <a href="http://apiwiki.twitter.com/OAuth-FAQ" target="_blank">OAuth </a>dr Twitter, mengganti avatar jadi sangat mudah.</p>
<p>Ok, I got the idea. Salah satu programmer <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> saat itu sedang cuti menikah. The only person that I know about programming is only <a href="http://twitter.com/antorio" target="_blank">Antorio</a>, Design &amp; Technical Associates di Think.Web. Yang saya tanyakan adalah berapa cepat dia bisa bikin seperti ini. Karena dikepala saya saat itu adalah semangat Tweeps ini harus di fasilitasi, kalo kelamaan akan hilang begitu aja.<br />
His answer is &#8220;wait&#8221; dan kemudian &#8220;bisa sih&#8230;&#8221;, disaat itu saya percaya bahwa dia pasti bisa bantu.</p>
<p>I don&#8217;t know how tapi next thing yang saya pikirkan adalah website -&gt; nampung informasi -&gt; jadi tujuan orang -&gt; beli domain. Dan yang saya lakukan kemudian adalah checking domain availability, book, bayar dan siap. <a href="Http://indonesiaunite.com" target="_blank">Http://indonesiaunite.com</a> siap digunakan. Proses pembelian domain nya sangat cepat, tapi menunggu domain nya resolve dan siap mengarah kepada server yang saya siapkan ini yang makan waktu cukup lama.<br />
Dulu proses ini makan 2 hari, bwehh&#8230; too long!! untungnya sekarang dalam hitungan jam saja sudah siap. Walaupun belum sempurna. Di beberapa tempat/pengguna tetap saja baru 1-2 hari kemudian bisa masuk ke domain tersebut.</p>
<p>Hal yang juga membuat saya berpikir bahwa harus ada sebuah website adalah saya sadar pengguna Twitter di Indonesia masih sedikit. Saat itu pembicaraan yang mulai bergulir adalah membawa semangat &#8220;Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite&#8221; ini keluar dari dunia online.<br />
Kalau sudah keluar dan kemudian ngomong panjang lebar kan ribet, akan jauh lebih simpel kalo ngajak orang masuk ke website dan kemudian lihat sendiri apa yang berjalan dengan #indonesiaunite.</p>
<p>Endi, yang tadi mulai sibuk ternyata memang sedang menyiapkan tools dengan platform flash. Antorio pun sudah hampir selesai dia bilang. Disaat yang hampir sama juga seorang teman, <a href="http://twitter.com/valentmustamin" target="_blank">Valent Mustamin</a>, membuat <a href="http://www.valenmustamin.com/indonesiaunite" target="_blank">halaman</a> dengan fungsi yang sama.</p>
<p>Mengejar waktu solusi yang paling sederhana adalah website instant dengan platform blog. Dengan hosting server yang dilengkapi feature cPanel dengan Fantastico nya, menyiapkan sebuah blog benar-benar instant. 5 menit! (nggak sampe ding :p)<br />
Dikepala saya saat itu website ini berisi hanya tools untuk menambahkan attribute merah-putih dan hasil Twitter Search untuk #indonesiaunite.</p>
<p>Tools Endi &amp; Antorio ready, layout sederhana dari Antorio juga siap, maka online lah <a href="http://www.indonesiaunite.com" target="_blank">Indonesiaunite.com</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://indonesiaunite.com"><img class="aligncenter size-full wp-image-1021" style="border: 1px solid black;" title="Indonesiaunite" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/08/Indonesiaunite2.jpg" alt="Indonesiaunite" width="550" height="469" /></a></p>
<p>Ada beberapa tambahan tools yang kemudian saya masukkan disana. Dan kemudian mulai dengan beberapa isi yang memang dibutuhkan. Tapi itu saya lakukan besoknya. Karena setelah website online kemudian saya&#8230; ketiduran&#8230;</p>
<blockquote><p>Apa yang kami lakukan untuk beberapa orang (terutama memang berada di bidang web development) adalah hal yang sangat mudah.</p>
<p>Saya percaya disaat yang bersamaan juga pasti ada minimal 1 orang yang punya ide yang sama dari call up yang berbeda. Kami hanya kebetuan melakukannya duluan.</p>
<p>In my (twitter) timeline call up datang dari <a href="http://twitter.com/dondihananto" target="_blank">@dondihananto</a>. Yang kemudian menjadi triger saya untuk memberikan kontribusi terhadap #indonesiaunite.<br />
Masih pentingkah mempertanyakan &#8220;siapa penggagasnya?&#8221; didalam memberikan sesuatu untuk Bangsa? karena siapapun bisa melakukan apapun demi Bangsa nya.</p></blockquote>
<p><em>Bersambung&#8230;</em></p>
<p style="padding-left: 30px;">Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.<br />
Di part selanjutnya adalah cerita dibalik channel lainnya selain website dan bagaimana gerakan ini dibawa ke offline.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-3rd-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite (2nd Part)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2009 02:46:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pandji]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=976</guid>
		<description><![CDATA[Di part sebelumnya adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di <a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/">part sebelumnya</a> adalah cerita mengenai (my) first digital movement yang berkait dengan peristiwa bom, Kami Tidak Takut dan #indonesiaunite. Di part ini adalah cerita (my) digital movement yang selanjutnya.</p>
<p><a href="http://www.youtube.com/watch?v=HEw1iHc6CP4">www.youtube.com/watch?v=HEw1iHc6CP4</a></p>
<p>Kalau di youtube mana seru kalau cuma dengar suara tanpa video. Ok, gue harus membuat video nya supaya bisa di upload ke YouTube. I&#8217;m thinking what&#8217;s the easiest &amp; fastest software to use. Gue terpikir bahwa Mac seharusnya punya software dasar kaya gini. Karena inget prinsip nya Mac &#8220;everyone can use it&#8221;.  Ok, iMovie adalah pilihannya pagi itu.</p>
<p>Sambil belajar cara pake iMovie dan dibekali pengalaman editing dikit2 hasil kerja di Production House dulu, gue berusaha dengan cepat semuanya dibikin. Gue cuman mikir, kualitas nanti dulu deh. Yang penting lagu nya dan pesen nya sampe. Hal yang paling mudah dilakukan adalah bermain dengan template-template tittle text yang ada di iMovie.</p>
<p>1,5 jam kemudian selesai lagu itu. Itu adalah sekitar jam 1 siang. Saya perhatikan di Twitter timeline saya orang sudah mulai banyak menggunakan hashtag #indonesiaunite. Maka kemudian link video tadi saya twit juga dengan menyertakan #indonesiaunite.</p>
<p>Ketika orang nonton video klip di YouTube pasti yang diharapkan adalah sebuah penggambaran/film cerita dari lagu yang didengarkan. Apa yang muncul dari video ini adalah hanya teks &amp; blank screen dengan beberapa warna (merah, putih, hitam). Semua dilakukan dengan sengaja.</p>
<p><strong>Kenapa Sengaja?</strong><br />
Alasan pertama adalah karena memang tidak punya stock materi video untuk dipakai.<br />
Alasan kedua adalah (saat itu) gue merasa orang harus mendengarkan pesan dari lagu ini. Visual nya tidak penting. Yang penting lirik nya. Ini juga kenapa dibeberapa bagian ada teks yang muncul, fungsinya untuk menekankan pesan. Tapi dibagian lain ada blank screen juga, karena memang untuk kembali mendengarkan lagunya meresapi liriknya.<br />
Kalau aja semua lirik saya masukkan disitu maka video itu akan menjadi video karaoke.</p>
<p>Scene pertama diawali dengan blank screen warna putih, tujuannya untuk  menandakan kalau video nya sudah ter-load. Karena kan starting screen dari YouTube adalah hitam.<br />
Scene berikutnya berganti-ganti merah dan putih sesuai dengan beat musik, warna merah untuk menandakan tetesan darah yang baru saja terjadi akibat peristiwa bom, warna putih yang mengikuti adalah untuk menyampaikan peristiwa berdarah itu terjadi di Indonesia. Kemudian warna hitam sebagai perlambang bahwa tetesan darah di Indonesia itu membuat kita berduka. Dan kemudian rangkaian itu berlulang untuk mempertegas dari yang kita rasakan.</p>
<p>Mungkin saja semua itu dilakukan dengan berbagai design atau element visual yang lebih menarik, tapi:<br />
1. Lama<br />
2. Saya udah lama nggak ngedesain (berkait sama nomer 1 tadi)<br />
3. Nggak terlalu penting (untuk saat itu)<br />
4. Baru pake software ini pertama kali :p</p>
<p>Kemudian blank screen mulai ditambahkan dengan teks-teks seiring dengan vokal Pandji juga sudah muncul. Teks nya hanya summary inti dari kalimat-kalimat Pandji karena memang untuk mempertegas isi pesan nya.<br />
Begitu juga kenapa pada bagian chorus kalimat &#8220;Kami Tidak Takut&#8221; terus-terusan muncul, ya memang untuk mengajak semuanya menyerukan &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Rangkaian visual seperlunya sudah selesai, tetapi rasanya perlu ada hal-hal yang ditambahkan untuk melengkapi. Perlu ada pesan sendiri untuk merangkum seluruh pesan dari lagu nya. Sepertinya memang ajakan yang paling tepat adalah untuk bersatu. Ini kenapa di paling akhir dari video saya sisipkan pesan &#8220;Bersatu Indonesia!!&#8221;.<br />
Lagu sudah selesai, sisa suara tinggal sedikit, kalimat &#8220;Bersatu Indonesia!!&#8221; muncul dengan cepat dan hilang. Tujuannya seperti shock therapy. Membuat &#8216;kaget&#8217; dan kemudian memikirkan hal itu.</p>
<p>Hal terakhir yang ditambahkan adalah nama. Ada 2 nama yang saya masukkan disana. Nama Pandji Pragiwaksono harus masuk karena sebagai penyanyinya. Dan saya tidak ingin seperti teroris yang abis nge-bom kemudian tidak meng-claim siapa yang berbuat.<br />
Kemudian di intro lagu juga saya tempatkan <a href="http://twitter.com/joelbanget" target="_blank">@joelbanget</a> karena setelah lagu di Imeem muncul kemudian orang-orang bertanya &#8220;itu yang intro dengan solo bass Barry Likumahuwa ya?&#8221;. Jadi sekalian saja keterangannya ditaro didepan.<br />
Nama saya nggak dimasukin? nggak penting rasanya, toh akhirnya saya posting juga disini.</p>
<p>Editing wrap up. Selanjutnya adalah uplod. Kemudian saya meng-embed video tersebut di blog <a href="http://pandji.com" target="_blank">Pandji</a>.<br />
Sengaja saya tidak Twit untuk yang ini, pingin tahu reaksi orang setelah dengar lagunya Pandji di Imeem apakah kemudian membuka blog nya dia.<br />
Tidak lama ternyata somehow sudah ada yang twit link ini. Dan kemudian mulai lah video ini berpopulasi.</p>
<p>5  jam setelah upload video ini online mendapat 200 views dan 22 comments.<br />
Kurang dari 10 jam setelahnya sudah menjadi 1000 views.<br />
Hari ketiga setelah upload sudah mencapai 4000 views.<br />
Dan saat ini 10 hari setelah upload view nya adalah 14ribu!  dengan 144 comments.</p>
<p>Berikut detail statistic nya yang saya capture per hari ini:</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-986" title="KTT-stat-youtube-01" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-youtube-01.png" alt="KTT-stat-youtube-01" width="646" height="517" /></p>
<p>Twitt RT pun terus berjalan dengan rangkaian kata &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;. Semua orang berusaha untuk menggugah teman lainnya dengan video ini.</p>
<p>Sambil mengikuti perkembangan berita seputar bom, dan juga sambil mengikuti timeline twitter saya, tiba-tiba saya mendapat call up. Panggilan ini yang mengantarkan saya mengerjakan hal lainnya lagi untuk #indonesiaunite.</p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-3rd-part/" target="_blank"><em>Bersambung&#8230;</em></a></p>
<blockquote><p>Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.<br />
Kalau 2 part yang sudah di post adalah soal &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;, part-part berikutnya akan cerita soal website indonesiaunite.com dan hal-hal lain didalamnya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dibelakang (digital things) Kami Tidak Takut &#8211; #indonesiaunite (1st Part)</title>
		<link>http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2009 03:29:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Personal Rama]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pandji]]></category>
		<category><![CDATA[power of new media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=975</guid>
		<description><![CDATA[17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa. (image credit: antobilang) AH SHITTT!!! BOM LAGI!!! That&#8217;s exactly my [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1006 alignleft" style="border: 1px solid black; margin-right: 10px;" title="indonesiaunite-part01" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/indonesiaunite-part011.jpg" alt="indonesiaunite-part01" width="300" height="275" />17 Juli 2009 jam 9 pagi saya baru terbangun setelah baru pulang 3 jam sebelumnya. Bangun agak kesiangan karena hari itu orang-orang rumah semua lagi pergi ke Bandung. Saya terbangun setelah mendengar suara telpon. Dan kemudian di TV ada sebuah tontonan yang beda dari biasa.</p>
<p>(image credit: <a href="http://antobilang.googlepages.com/tidaktakut.png" target="_blank">antobilang</a>)</p>
<p><span id="more-975"></span></p>
<p>AH SHITTT!!! BOM LAGI!!!</p>
<p>That&#8217;s exactly my word saat itu. Marah, geram, kesal, sedih, semua campur-campur.</p>
<p>Masih dengan agak terbengong dan ngantuk, berusaha mencerna dimana lokasi terjadinya. Dan sambil mulai membaca Twitter timeline saya, pingin tahu udah seberapa rame pembicaraan di Twitter. Dan ternyata memang bener, sudah banyak yang membicarakan hal itu. Mulai dari kejadian di lokasi, dan kemudian yang paling hangat adalah &#8220;Manchester United jadi dateng nggak ya?&#8221;.<br />
Saat itu juga saya sadar akan imbas besar yang terjadi terhadap (online) public figure luar negri untuk datang ke Indonesia.</p>
<blockquote><p>I was on the mission mengajak beberapa orang dari luar untuk datang &amp;  bicara kepada brand-brand di Indonesia mengenai Digital Marketing/Internet Marketing. Lebih-lebih ada kepada salah satu perusahaan besar saya agak memaksa karena memang pertumbuhannya sangat pesat di Indonesia.<br />
Tapi dengan kejadian ini kan buyar semua jadinya.<br />
Sorry to say, sepertinya brand-brand di Indonesia lebih percaya kepada mereka mereka yang berambut pirang dan speak in english dibanding kita-kita orang lokal yang kebetulan sudah duluan berada di internet industry.</p></blockquote>
<p>Arggghhhh!!! saat itu makin kesal with those idiot yg mikirin isi kepalanya sendiri (this is the reason kenapa buat mereka nggak masalah ketika kepala nya putus dari badan nya akibat bom bunuh diri, &#8217;cause what they&#8217;re thinking is only their head).</p>
<p>Entah gimana gue teringat dengan salah satu lagunya <a href="http://pandji.com" target="_blank">Pandji</a> di album ke 2 nya yang baru rilis awal Juli kemarin. Tentang sebuah pernyataan sikap tidak takut atas intimidasi terorisme. Dan gue merasa orang perlu denger lagu ini. Judulnya &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Upload! upload! upload! tapi kemana ya. I was trying upload to <a href="http://www.facebook.com/Pandjimusic" target="_blank">Pandji&#8217;s Facebook Page</a> at that time, tapi koneksi <a href="http://http://www.facebook.com" target="_blank">Facebook</a> beberapa minggu kemaren lagi bener-bener payah. Second thought is <a href="http://youtube.com" target="_blank">YouTube</a>, tapi gimana caranya, YouTube hanya untuk video. <a href="http://myspace.com" target="_blank">MySpace</a>? terlalu ribet, koneksi lama, musti delete salah satu lagu dari list yang lama dulu.</p>
<blockquote><p>(Think.Web adalah salah satu pihak yang membantu Pandji dibelakang channel-channel onlinenya. Ini kenapa dikepala saya yang muncul cuman channel2 nya dia). Selain itu, ini lagu dia juga, akan lebih baik kalau keluar dari channel nya dia sendiri. Cuman aja memang kita belum sempet naikin lagu2 album baru nya.</p></blockquote>
<p>Pilihan termudah saat itu adalah jatuh ke <a href="http://imeem.com" target="_blank">Imeem</a>. Saya sengaja membuat banyak channel social media untuk Pandji dengan tujuan ada dimana-mana. <em><span style="text-decoration: underline;">Dalam Social Media Marketing (SMM) salah satu hal yang perlu dilakukan adalah ada dimana-mana (dengan kepentingan mengamankan account/domain juga) tetapi fokus dibeberapa tempat saja (yang ramai target marketnya).</span></em></p>
<p>Upload selesai, dan this is my first tweet:</p>
<div style="width: 300px;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="300" height="110" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="wmode" value="transparent" /><param name="src" value="http://media.imeem.com/m/fZxN1gSVPv/aus=false/" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" src="http://media.imeem.com/m/fZxN1gSVPv/aus=false/" wmode="transparent"></embed></object></p>
<div style="background-color:#E6E6E6;padding:1px;">
<div style="float:left;padding:4px 4px 0 0;"><a href="http://www.imeem.com/"><img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" alt="" /></a></div>
<form style="margin:0;padding:0;" action="http://www.imeem.com/embedsearch/" method="post">
<input name="EmbedSearchBox" type="text" />
<input style="font-size:12px;" type="submit" value="Search" />
<div style="padding-top:3px;"><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" alt="" /></a><a rel="nofollow" href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;ek=fZxN1gSVPv"><img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/fZxN1gSVPv/" border="0" alt="" /></a></div>
</form>
</div>
</div>
<p><a href="http://www.imeem.com/people/fBaXvdk/music/9wC5xd-e/pandji-pragiwaksono-kami-tidak-takut/">Kami Tidak Takut &#8211; Pandji Pragiwaksono</a></p>
<p>Dalam hitungan 4 menit sudah 10 RT (ReTweet/Forward Tweet) yang terjadi. Dan kemudian terus sambung-menyambung dan semakin banyak. Gue ikuti semuanya lewat Twitter Search &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;.</p>
<p>Ini hasil statistik dari Imeem yang gue capture per hari ini:</p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-01.png"><img class="alignnone size-full wp-image-979" title="KTT-stat-imeem-01a" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-01a.png" alt="KTT-stat-imeem-01a" width="582" height="265" /></a></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-980" title="KTT-stat-imeem-01b" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-01b.png" alt="KTT-stat-imeem-01b" width="279" height="265" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-981" title="KTT-stat-imeem-02" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/07/KTT-stat-imeem-02.png" alt="KTT-stat-imeem-02" width="589" height="463" /></p>
<p>Tapi ini nggak cukup, musti ada channel lain untuk men-support juga. Soalnya, Imeem tidak (belum) terlalu populer di Indonesia. YouTube jauh lebih populer. <span style="text-decoration: underline;"><em>Di SMM kalau ingin sesuatu terpopulasi dengan baik maka harus dilakukan di social media yang memang banyak digunakan orang. Banyak digunakan yang ini maksudnya adalah juga kepada kemudahan orang untuk menyebarkan. Fungsi share, embed, fasilitas dari web service lain juga jadi penting.</em></span></p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/dibelakang-digital-things-kami-tidak-takut-indonesiaunite-2nd-part/" target="_self">bersambung&#8230;</a></p>
<blockquote><p>Posting-poting ini sengaja saya bikin bersambung supaya nggak terlalu panjang di 1 posting.<br />
On the next post saya akan cerita soal video klip &#8220;Kami Tidak Takut&#8221;, website Indonesiaunite.com, dan hal-hal lainnya.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/dibelakang-kami-tidak-takut-indonesiaunite-1st-par/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Design Facebook Berubah Lagi</title>
		<link>http://think.web.id/brain/design-facebook-berubah-lagi/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/design-facebook-berubah-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 22:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=855</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini Facebook melakukan sebuah pembaharuan lagi. Salah satunya adalah dalam hal design. Mungkin beberapa orang ada yang sependapat dengan saya yang kecewa dengan layout baru Facebook (yang saat ini berjalan). Kenapa? karena berbeda dengan layout yang lama dimana seluruh application yang digunakan oleh seseorang &#8216;dijembreng&#8217; pada 1 halaman profile. Sedangkan pada layout baru application [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.allfacebook.com/images/new-home-large.png" target="_blank"><img class="alignnone size-full wp-image-859" title="wp04" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/03/wp04.gif" alt="wp04" width="520" height="255" /></a></p>
<p>Hari ini Facebook melakukan sebuah pembaharuan lagi. Salah satunya adalah dalam hal design. Mungkin beberapa orang ada yang sependapat dengan saya yang kecewa dengan layout baru Facebook (yang saat ini berjalan). Kenapa? karena berbeda dengan layout yang lama dimana seluruh application yang digunakan oleh seseorang &#8216;dijembreng&#8217; pada 1 halaman profile. Sedangkan pada layout baru application tersebut dimasukkan kedalam tab &#8220;Boxes&#8221;. Itu pun hanya aplikasi-aplikasi yang memang kita pilih untuk ada di Boxes. Hal ini mengecewakan karena aplikasi yang dapat menjadi &#8216;ruang branding&#8217;  jadi kehilangan fungsi langsung nya.</p>
<p><img class="size-full wp-image-858 alignnone" title="wp03" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/03/wp03.gif" alt="wp03" width="520" height="253" /></p>
<p>Namun baru saya anilisa kemudian bahwa layout yang baru tersebut memang untuk menunjang interaksi &amp; sharing antar pengguna Facebook. Layout ini merupakan solusi jenius dari para UX (User Xperience) expert untuk bisa mendukung konsep networking Facebook.</p>
<p><strong>Social Graph to Stream</strong><br />
Bukan cuman itu, Facebook juga akan mengeluarkan konsep baru untuk News Feed. News Feed adalah salah satu feature Facebook untuk menampilkan activity yang terjadi kita dan teman-teman kita.<br />
Facebook mengalami pertumbuhan jumlah user yang cukup pesat. Hal ini adalah hasil dari konsep Social Graph, sebuah cara dari Facebook untuk memetakan network/connection dari user nya. Dari hal ini kemudian Facebook juga mengembangkan fungsi share nya. Mungkin bayangannya adalah seperti yang apa yang berjalan pada Freindfeed.com.<br />
Namun untuk bisa membatasi apa saja yang mau ditampilkan&#8230; Facebook mempermudah system filtering di profile.</p>
<p>News Feed ini akan muncul dalam bentuk  Stream. Jadi seluruh update akan ditampilkan dalam bentuk list update (seperti pada Twitter) atau horizontal scroll (seperti pada plurk). Secara automaticaly website akan me refresh sekitar 10 s.d 15 menit untuk mendapatkan update baru. Feature ini akan di launch pada tanggal 11 Maret minggu depan.</p>
<p><img class="size-full wp-image-857 alignnone" title="wp011" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/03/wp011.gif" alt="wp011" width="520" height="320" /></p>
<p><strong>Facebook Page</strong><br />
<img class="size-full wp-image-860 alignnone" title="wp05" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/03/wp05.gif" alt="wp05" width="520" height="296" /></p>
<p>Facebok  Page akan muncul dalam bentuk baru. Secara fungsi dan tampilan akan disamakan juga dengan profil account.  Banyak hal-hal yang bisa dilakukan pada sebuah profile. FB Application yang dipasangkan pada sebuah FB Page akan masuk kedalam tab Boxes.</p>
<p>Hal ini sangat menguntungkan para/Brand atau product owner, karena mereka  bisa berbicara dengan para fans atau menunjukkan profile nya seolah-olah si Brand itu adalah seorang individu.</p>
<p><em>Foto source: Allfacebook.com, techcrunch.com</em></p>
<div class="cbw snap_nopreview">
<div class="cbw_header"><script src="http://www.crunchbase.com/javascripts/widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<div class="cbw_header_text"><a href="http://www.crunchbase.com/">CrunchBase Information</a></div>
</div>
<div class="cbw_content">
<div class="cbw_subheader"><a href="http://www.crunchbase.com/company/facebook">Facebook</a></div>
<div class="cbw_subcontent"><script src="http://www.crunchbase.com/cbw/company/facebook.js" type="text/javascript"></script></div>
<div class="cbw_footer">Information provided by <a href="http://www.crunchbase.com/">CrunchBase</a></div>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/design-facebook-berubah-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook Connect Tidak Cuman Untuk Website</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Mar 2009 03:56:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=834</guid>
		<description><![CDATA[Pasti beberapa bulan belakangan kita sering berada dalam kondisi ini: berada pada sebuah cafe atau other hang out places dan ada beberapa meja yang menggunakan laptop dan di layar nya terlihat tampilan Facebook. Jadi inget komik nya Benny &#38; Mice hari Minggu kemarin di Kompas. Notebook nya bagus-bagus tapi kerjanya cari WiFi gratis dan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasti beberapa bulan belakangan kita sering berada dalam kondisi ini: berada pada sebuah cafe atau <em>other hang out places</em> dan ada beberapa meja yang menggunakan laptop dan di layar nya terlihat tampilan Facebook.</p>
<p>Jadi inget komik nya Benny &amp; Mice hari Minggu kemarin di Kompas. Notebook nya bagus-bagus tapi kerjanya cari WiFi gratis dan untuk browsing Facebook. Hahahaha.</p>
<p>Well, sama sekali nggak ada yang salah sih dengan hal itu. Notebook bagus termasuk preferensi &amp; daya beli masing-masing orang. WiFi dengan internet gratis karena (menurut saya) internet di<em> public space </em>memang seharusnya gratis. Dan browsing Facebook, nggak ada yang salah dengan berusaha untuk membangun &#8216;<em>social life</em>&#8216; di dunia maya. Tapi kombinasi nya <em>a little bit ironic</em> aja <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>Back to topic</em>, dari topik pembicaraan mengenai cafe diatas udah jelas terlihat bahwa Facebook sekarang udah menjadi <em>part of our daily life (or environment)</em>. Keluarnya <a href="http://developers.facebook.com/connect.php" target="_blank">Facebook Connect</a> memungkinkan semua website untuk juga menggunakan jaringan Facebook sebagai salah satu kemudahan dalam registrasi. Yah misalnya ada website yang baru muncul, tentu saja <em>less popular than </em>Facebook, dia bisa mengajak user nya untuk sign in menggunakan Facebook Connect.</p>
<p>Namun apa yang dilakukan di <strong>Calgary Airport, Canada</strong> ini sangat menarik. Mereka menggunakan Facebook Connect sebagai pilihan dari orang-orang yang ingin menggunakan WiFi gratis disana.</p>
<p><a href="http://drop.io/swltweet/asset/yycfb"></a><a href="http://drop.io/swltweet/asset/yycfb"><img class="alignnone size-full wp-image-838" title="calgary2" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/03/calgary2.jpg" alt="calgary2" width="558" height="398" /></a></p>
<p><em>Single sign</em> in seperti yang dilakukan OpenID atau juga yang sebelumnya pernah kami bicarakan untuk <a href="http://think.web.id/brain/facebook-connect-atau-google-friend-connect/">Google Friend Connect atau Facebook Connect</a> menjadi sesuatu yang menarik karena memang membuat semua proses registrasi dan sign in menjadi leih sederhana. Apakah ini salah satu bagian dari menuju Single ID atau Universal ID? <em>We&#8217;ll see</em>.</p>
<p>Yang terpikir oleh saya adalah gimana kalau sebuah cafe memberikan fasilitas internet dgn WiFi gratis dan kemudian meminta pengunjungnya untuk register atau sign in dengan Facebook Connect. Dan kemudian ada sebuah aplikasi yang memungkinkan si pengunjung melihat siapa aja di cafe itu yang sedang sign in ke Facebook. Dan selanjutnya mungkin Anda bisa membayangkan sendiri&#8230; add friend, chatiing, flirting, join table, and&#8230;. hehehehe.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>&#8216;s think:</p>
<p>.<em>..and having a social life in a virtual world could extend to having one in the real world. </em>Di era keterbukaan dan saling berbagi ini,<em> yes it is fun to be able to log in to different site from a single entry point. Just like it is fun to pay all your bill from a single billing statement. Make it a whole lot easier for the user.</em><br />
<em>But then again</em>, ada pertanyaan yang kemudian keluar.  Apakah single sign in  ini membantu ketika kita berusaha untuk menjalankan CRM, dimana keberadaan dan kepemilikan sebuah data menjadi sesuatu yang krusial.  <em>Hum&#8230;let&#8217;s just see where the wind will blow.</em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/facebook-connect-tidak-cuman-untuk-website/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook User Indonesia Get Over India and Get Close to Hong Kong</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-user-indonesia/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/facebook-user-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 11:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Baru beberapa bulan lalu pengguna Facebook asal Indonesia menembus angka 1 juta. Saat ini sudah mencapai 1,3 juta, melampaui India dan mendekati jumlah pengguna dari Hong Kong.
Bagaimana kalau dibanding dengan negara Asia lainnya?
Di posting ini saya berikan perbandingan dengan Singapore, Malaysia, China, India, Jepang, South Korea, bahkan Australia &#038; UK.

Baca selengkapnya di Blog kami.
(click Original Posting kalau Anda membaca ini di Facebook Notes)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasar situs <a href="http://www.allfacebook.com" target="_blank">All Facebook</a>, pada Demographic Statistics, pengguna Facebook dari Indonesia sudah mencapai 1,3 juta user. Hal ini cukup mengagetkan karena beberapa bulan lalu Enda Nasution menuliskan di Blog nya bahwa pengguna Facebook dari Indonesia baru menembus angka 1 jt. Ini artinya ada peningkatan sebanyak 300 ribu pengguna di waktu yang cukup pendek.</p>
<p>Pada hari ini, 27 Februari 2009, data menunjukkan bahwa pengguna Facebook yang berasal dari Indonesiaada sekitar 1,3 juta, mendekati pengguna dari Hong Kong yang sebesar 1,5 jt. Dan Indonesia baru saja melewati India di awal Februari ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-817" title="fb-user" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user.png" alt="fb-user" width="527" height="382" /></p>
<p>Saya masukkan juga widget dari Demographic Statistic nya, yang akan mendapatkan real update.</p>
<p><script src="http://widgets.clearspring.com/o/49487c157da35b0b/49a7bf353385912e/49488c688d93b6e5/b74980e0/-cpid/dbcad697a73087d4/widget.js" type="text/javascript"></script></p>
<p>Berikut juga perbandingan dengan negara Asia lainnya.</p>
<p>Indonesia vs Malaysia vs Singapore<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-818" title="fb-user-2" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-2-300x217.png" alt="fb-user-2" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs India vs  China<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-823" title="fb-user-31" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-31-300x218.png" alt="fb-user-31" width="300" height="218" /></p>
<p>Indonesia vs Thailand vs Philippines<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-820" title="fb-user-4" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-4-300x217.png" alt="fb-user-4" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs South Korea vs Japan<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-822" title="fb-user-6" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/fb-user-6-300x219.png" alt="fb-user-6" width="300" height="219" /></p>
<p>Dari semua statistik menunjukkan bahwa memang dari seluruh Asia, Indonesia dengan 1,3 juta FB user, berada diperingkat ke 2 setelah Hong Kong. Bahkan menurut <a href="http://orangemood.wordpress.com/" target="_blank">Andy Santoso</a>, salah seorang dari Interactive Hub (Advertising Sales Representative dari Facebook), mengatakan berdasar dari internal data yang dia dapat dari Facebook saat ini user FB dari Indonesia sudah di angka 1,51 juta. Ini artinya kita juga sudah melampaui Hong Kong.</p>
<p>Walau tentunya kita masih dibawah Australia yang mencapai 4,7 juta, atau UK yang 16 juta atau bahkan negara asalnya US 48 juta <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tentunya masalah ketersediaan Internet di Indonesia ikut ambil peran dalam hal ini ya.</p>
<p>Kalau dibandingkan dengan pengguna <a href="http://friendster.com" target="_blank">Friendster</a>, Social Network yang lebih dulu populer di Indonesia, jumlah pengguna yang berasal dari Indonesia juga masih dibawah. Pada saat Friendster me-release versi mobile nya di Indonesia pada <a href="http://www.friendster.com/info/presscenter.php?A=pr44" target="_blank">September 2008 lalu</a>, pengguna dari Indonesia mencapai 8,2 juta.</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>&#8216;s Think:<br />
Akhirnya. Menyenangkan melihat pertumbuhan social networking yang menggila di Indonesia (terutama kota besar seperti Jakarta).  Sepertinya user sudah semakin siap untuk bermain di ranah maya.</p>
<p>Tidak cuma  yang menarik di mata saya, Facebook berhasil menarik kelas pengguna baru. Ini diluar pengguna social network yang biasanya berada di range usia 16-25 tahun. Pengguna baru ini adalah mereka yang termasuk kelas umur diatas 35 tahun.</p>
<p>I&#8217;m welcoming my aunt and uncles on Facebook. Dan sepertinya tak lama lagi my own mom.</p>
<p>Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, dan jumlah pengguna internet kurang lebih 25 juta orang. Jadi sepertinya, jumlah pengguna Facebook akan terus bertambah ya?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/facebook-user-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa sih ukuran pertemanan?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/facebook-application-burger-king/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/facebook-application-burger-king/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 05:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=773</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sebuah hubungan, apa sih sebenarnya penanda sebuah kesetiaan. Dalam hubungan suami istri biasanya tanda kesetiaan ditandai dengan sebuah cincin. Kalau dalam hubungan pertemanan, tanda kesetiaannya ditandai dengan apa ya? Pertanyaan yang menarik karena tidak mudah untuk mengukur kesetiaan seorang teman. Yang dapat dilakukan hanyalah melakukan tes kesetiaan. Caranya? Dari tadi kebanyakan nanya ya? (eh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-803" style="margin-bottom: 5px; margin-right: 10px;" title="bk" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2009/02/bk-300x196.png" alt="bk" width="300" height="196" />Dalam sebuah hubungan, apa sih sebenarnya penanda sebuah kesetiaan. Dalam hubungan suami istri biasanya tanda kesetiaan ditandai dengan sebuah cincin. Kalau dalam hubungan pertemanan, tanda kesetiaannya ditandai dengan apa ya?</p>
<p>Pertanyaan yang menarik karena tidak mudah untuk mengukur kesetiaan seorang teman. Yang dapat dilakukan hanyalah melakukan tes kesetiaan. Caranya?</p>
<p>Dari tadi kebanyakan nanya ya? (eh itu udah pertanyaan ketiga, empat kalau judul dihitung).</p>
<p>Kebetulan saya mendapatkan jawaban soal bagaimana melihat kesetiaan seseorang, tapi sayangnya tes kesetiaan ini sekarang sudah berakhir.</p>
<p>Tapi karena testnya menarik, saya bagi ya disini. Jadi <a href="http://apps.facebook.com/sacrifice/" target="_blank">tes ini</a> adalah untuk melihat seberapa bersedianya seseorang untuk mengorbankan sebuah persahabatan demi sebuah burger gratis. Ok burger bukan sembarang burger, karena ini adalah sebuah Whopper dari BK (saya ga boleh menyebut brand jadi inisial aja ya).</p>
<p>Jadi ceritanya, BK Amerika barengan sama biro iklannya, berinisiatif untuk mengukur sampai pada taraf apa seseorang menginginkan sebuah whopper. Jadilah mereka membuat sebuah applikasi facebook yang dengan sangat beraninya mengusung konsep ini: <strong>Korbankan 10 orang teman facebook (delete dari friendlist) dan dapatkan 1 Whopper grati</strong><strong>s</strong>. Hasilnya? Ternyata banyak sekali orang lapar yang ingin burger (burjer = bahasa gaulnya) secara gratis. Karena ternyata 233,906 teman didelete oleh 82.771 orang dalam waktu kurang dari satu minggu.</p>
<p>Pencapaian yang luar biasa, dan ternyata pencapaian ini mengusik Facebook si empunya tempat. Applikasi yang satu ini mendapatkan teguran dan harus dihentikan karena dinilai menyalahi privacy policy mereka (Facebook). Satu pasal yang katanya bertentangan adalah soal:<em> memberitahukan teman yang didelete bahwa mereka telah didelete. Padahal Facebook tidak melakukan notifikasi ketika seorang teman kita delete dari list pertemanan.</em></p>
<p>Yah sayang ya applikasi ini harus dihentikan, padahal menurut saya ini cara yang sangat bagus untuk mengurangi world hunger. Dan cukup bagus kalau kebetulan sedang akhir bulan, let see saya punya 800an teman, ini berarti saya bisa dapetin 80an burger [baca: burjer] gratis!</p>
<p>Teman di FB atau burger [baca: burjer]<br />
Burger [baca: burjer] atau teman di FB<br />
Teman di FB atau burger [baca: burjer]<br />
Burger [baca: burjer] atau teman di FB</p>
<p>Saya pilih teman makan burger [baca: burjer] aja deh <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
Kalau Anda? Pilih teman atau pilih whooper?</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>&#8216;s think:</p>
<p>Yah link nya udah mati ya kayaknya. <a href="http://media-ide.bajingloncat.com/2009/01/13/buang-10-teman-hadiah-1-burger/" target="_blank">Media-ide</a> pernah membuat tulisan ini juga. Dan sebenernya posting ini udah lama banget di draft, maap ya Nan baru akhirnya di publish. Hehehe.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/facebook-application-burger-king/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEM or SMM</title>
		<link>http://think.web.id/brain/sem-or-smm/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/sem-or-smm/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 13:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[photo credit: Pete Kim Membaca tulisan Toni di NavinoT yang berjudul &#8220;SEO: Masih berhargakah dikejar?&#8221; membuat saya tertarik untuk mengangkat hal ini. Pada tulisan tersebut Toni mempertanyakan masih penting nggak sih men-SEO kan sebuah website? atau cukup eksis di Facebook (Social Network) aja? Hal ini bisa dijawab berdasar tujuan dari website (atau blog) masing-masing. Website [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="How social media succeeds by being invisibly serious fun" href="http://www.flickr.com/photos/35468141938@N01/209665229/" target="_blank"></a><a title="234 social media marketing examples" href="http://www.flickr.com/photos/31884970@N00/2909140600/" target="_blank"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3135/2909140600_5fc420fb20.jpg" border="0" alt="234 social media marketing examples" /></a><br />
<small><a title="Attribution-NonCommercial-ShareAlike License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Pete Kim" href="http://www.flickr.com/photos/31884970@N00/2909140600/" target="_blank">Pete Kim</a></small></p>
<p>Membaca tulisan <a href="http://www.navinot.com/author/neofreko/" target="_blank">Toni</a> di <a href="http://www.navinot.com" target="_blank">NavinoT</a> yang berjudul &#8220;<a href="http://www.navinot.com/2009/02/16/seo-masih-berharga-dikejar/" target="_blank">SEO: Masih berhargakah dikejar?</a>&#8221; membuat saya tertarik untuk mengangkat hal ini.</p>
<p>Pada tulisan tersebut Toni mempertanyakan masih penting nggak sih men-SEO kan sebuah website? atau cukup eksis di Facebook (Social Network) aja? Hal ini bisa dijawab berdasar tujuan dari website (atau blog) masing-masing.</p>
<p>Website untuk traveling atau yang berkait pariwisata biasanya yang paling efektif memang menggunakan<em> SEM (Search Engine Marketing)</em>. Karena habit <em>user </em>ketika mau pergi ke suatu tempat yang  jarang dia tuju atau bahkan belum pernah sama sekali adalah mencari informasi nya lewat Search Engine. Tetapi bukannya mereka tidak bisa melakukan (juga) dengan<em> SMM (Social Media Marketing)</em>.</p>
<p>Ada beberapa orang bilang <em>SEM is lame, the hip new trend is SMM</em>. Tapi menurut saya (saat ini) masing-masing punya tempatnya masing-masing. Yang menarik adalah ketika kita melakukan SMM secara tidak langsung kita juga melakukan SEO. Website/blog kita menjadi optimize.</p>
<p>Kami punya contoh nyatanya. Coba search di <a href="http://www.google.com" target="_blank">Google </a>dengan keyword &#8220;Thinkweb&#8221;. Anda akan menemukan URL website <a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> pada top result (result tgl 16 Februari 2009). Apakah kami melakukan SEO? <span style="text-decoration: underline;">Tidak sama sekali</span>.<br />
Sekitar 2 tahun lalu ketika saya melakukan search dengan keyword tersebut maka website kami berada di page result 3 atau 4. Kami tidak melakukan apa-apa setelahnya, the website is not Search Engine friendly (yet).</p>
<blockquote><p>** mohon maaf untuk <a href="http://seokita.com" target="_blank">mas Keke</a> karena seminar <a href="http://indonesiabootcamp.com/" target="_blank">Indonesia Bootcamp</a> Bali nya nggak saya praktekkan langsung :p **</p></blockquote>
<p>Tapi kemudian kami rajin mempublish URL itu di semua Social Media yang kami ikuti. Hasilnya ya seperti sekarang ini <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi&#8230; SEM or SEO?<br />
<em>based on needs.. you decide.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/sem-or-smm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog dan Piring</title>
		<link>http://think.web.id/brain/blog-pr/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/blog-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 01:56:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=742</guid>
		<description><![CDATA[Apa hubungannya blog dan piring? Sebenarnya tulisan diatas dibacanya Blog dan PR-ing. Nah tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari beberapa wacana online yang membicarakan mengenai kehadiran blog. Salah satunya adalah pendapat yang dikemukakan oleh Steve Rubel, senior vice president dari Edelman Digital. Steve punya pandangan sendiri soal digital world, ini salah satu pendapatnya: &#8220;If marketers want [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa hubungannya blog dan piring? Sebenarnya tulisan diatas dibacanya Blog dan PR-ing. Nah tulisan ini sebenarnya terinspirasi dari beberapa wacana online yang membicarakan mengenai kehadiran blog. Salah satunya adalah pendapat yang dikemukakan oleh Steve Rubel, senior vice president dari Edelman Digital.</p>
<p>Steve punya pandangan sendiri soal digital world, ini salah satu pendapatnya:<br />
<em>&#8220;If marketers want to succeed in this Web 2.0 world, they need to follow their audiences, not the technologies&#8221;</em></p>
<p>Inti pendapat Steve menarik karena memang new technology come and go dalam dunia online, kita harus cerdik melihat dimana konsumen kita berada (akan berada), dalam opini selanjutnya ia mengemukakan pentingnya hal ini; bagaimana mengintegrasikan komunikasi kita pada platform web 2.0 yang berbeda menjadi sebuah komunikasi yang utuh dan holistik.</p>
<p>Ada banyak sekali pilihan sarana/saluran komunikasi dalam dunia online, dan kadang kita terjerumus untuk hanya memikirkan strategi untuk salah satu saluran komunikasi. Menjadi expert di salah satu hal bukanlah hal yang buruk, tapi marilah kita kembali ke fitrah web 2.0 dan keberadaan sosial media.</p>
<p>Yaitu memikirkan bagaimana saluran komunikasi yang akan kita pergunakan dapat bersatu dan menyuarakan satu kampanye komunikasi. Ini sudah pernah sedikit dibahas di pembahasan soal <a href="http://think.web.id/brain/social-media-marketing/" target="_blank">Social Media Marketing </a>. Well what do you know, I think <a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a> and Steve Rubel thinks quite alike.</p>
<p><strong>Lalu apa hubungan blog dan PR-ing? </strong><br />
Untuk mereka yang sudah melihat komunitas blog sebagai sebuah opportunity, selamat. Karena memang kehadiran blog sebagai saluran komunikasi baru adalah sebuah kesempatan yang harus dimanfaatkan. Bagaimana caranya? Steve Rubel memberikan beberapa petunjuk:</p>
<ul>
<li><em>Try not to spam</em><br />
Berbicara dalam ranah blog bisa dikategorikan dalam kategori gampang-gampang susah. Proses pendekatan yang dilakukan adalah sebuah proses jangka panjang dan satu hal yang perlu diingat adalah apapun proses komunikasi yang dilakukan, coba untuk tidak melakukan spamming.</li>
<li><em>Coba untuk lebih transparan</em><br />
Bila sebuah brand memutuskan untuk membuat blog, berbicaralah dengan transparan dan apa adanya. Setidaknya keterus terangan akan menghasilkan hasil positif.</li>
<li><em>Kuncinya: Bicara pada konsumen</em><br />
Ketahui siapa mereka, bagaimana mereka berinteraksi dalam dunia online dan apa saja yang mereka lakukan disana.</li>
</ul>
<p><em>All n all</em>, gue setuju dengan pendapat Steve, karena <em>it&#8217;s the basic rules</em> ketika kita berkomunikasi secara online. Dasar yang baik adalah anggap blog sebagai <em>opportunity </em>(bukan threat) dan jangan lupa untuk mengaitkan satu social media dengan socoal media lainnya, dalam hal ini jangan lupa mengaitkan blog dengan social network, wiki dan lainnya.</p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p>Gue hanya men-quote kalimat <a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a> disini: &#8220;&#8230;I think Rama and Steve Rubel thinks quite alike.&#8221;, I take that as a compliment. Hahahahahahah&#8230;.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/blog-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Samsung Hope</title>
		<link>http://think.web.id/brain/samsung-hope/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/samsung-hope/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 14:25:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Think.Web kali ini dipercaya oleh Samsung Indonesia untuk mendukung salah satu program mereka yaitu Samsung Hope. Samsung Hope adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Samsung untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Samsung menunjuk 3 yayasan yang akan diberikan bantuan dan besar donasi ke masing-masing yayasan bergantung pada jumlah vote yang berlangsung di microsite Samsung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.samsunghopeid.org"><img class="alignleft size-full wp-image-706" style="margin-top: 5px; margin-right: 10px;" title="Samsung Hope" src="http://think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/12/samsunghope.jpg" alt="" width="320" height="320" /></a><a href="http://www.think.web.id" class="kblinker" title="More about Think.Web &raquo;">Think.Web</a> kali ini dipercaya oleh Samsung Indonesia untuk mendukung salah satu program mereka yaitu Samsung Hope. Samsung Hope adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Samsung untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Samsung menunjuk 3 yayasan yang akan diberikan bantuan dan besar donasi ke masing-masing yayasan bergantung pada jumlah vote yang berlangsung di <a href="http://www.samsunghope.org" target="_blank">microsite Samsung Hope</a>.</p>
<p>Service Think.Web kali ini adalah <strong>Social Media Optimization Service</strong>. Rasanya baru kali ini ada brand di Indonesia yang melakukan Social Media Optimization secara comprehensive. Selama ini yang saya temukan hanya sebatas advetorial pada Blog saja.</p>
<p>Think.Web melakukan optimize dan maintenance pada <a href="http://www.samsunghopeid.org" target="_blank">blog Samsung Hope Indonesia</a>. Kemudian juga menggunakan jalur Facebook, Twitter, Plurk dan Blog (lain) dengan cara &amp; strategi sendiri-sendiri.</p>
<p>Walaupun masih menjadi hal yang baru dan masih ada beberapa kendala, mudah-mudahan langkah dari Social Media Marketing ini bisa membuktikan bahwa Social (media) Marketing dapat berjalan &#8220;Low Cost, High Impact&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/samsung-hope/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Social Media Marketing</title>
		<link>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 03:32:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna S</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=672</guid>
		<description><![CDATA[photo credit: Matt Hamm Wikipedia.org: Social Media Marketing is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers. Itu adalah potongan definisi dari Social Media Marketing yang didapat dari Wikipedia.org. Nah tapi apa sebenernya Social Media itu? Mudah nya Social Media [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Jump on the social media bandwagon" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank"><img class="alignleft" style="border: 0pt none;" src="http://farm4.static.flickr.com/3285/2945559128_53078d246b_m.jpg" border="0" alt="Jump on the social media bandwagon" width="240" height="201" /></a><br />
<small><a title="Attribution-NonCommercial License" href="http://creativecommons.org/licenses/by-nc/2.0/" target="_blank"><img src="http://think.web.id/brain/wp-content/plugins/photo-dropper/images/cc.png" border="0" alt="Creative Commons License" width="16" height="16" align="absmiddle" /></a> <a href="http://www.photodropper.com/photos/" target="_blank">photo</a> credit: <a title="Matt Hamm" href="http://www.flickr.com/photos/73532212@N00/2945559128/" target="_blank">Matt Hamm</a></small></p>
<blockquote><p>Wikipedia.org:</p>
<p><strong>Social Media Marketing</strong> is the process of promoting a site, business or brand through social media channels by engaging and interacting with existing consumers or potential consumers.</p></blockquote>
<p>Itu adalah potongan definisi dari <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">Social Media Marketin</a><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_media_marketing" target="_blank">g</a> yang didapat dari <a href="http://Wikipedia.org" target="_blank">Wikipedia.org</a>.</p>
<p>Nah tapi apa sebenernya Social Media itu?<br />
Mudah nya Social Media adalah media untuk bersosialisasi dengan pihak lain. Walaupun sebenernya yang namanya media untuk bersosialisasi ya berarti media apapun termasuk Telephone, Mobile Phone atau apapapun, saat ini yang dimaksud dengan Social Media adalah lebih kepada website-website dengan konsep Web 2.0.</p>
<p>Kalau pada era Web 1.0 bentukan Social Media juga sudah ada, misalnya seperti Mailing List pada Yahoogroups atau lainnya, tapi di era Web 2.0 bisa dibilang bahwa bentukan Social Media justru menjadi dasar dari keberadaan sebuah website.</p>
<p>Berikut salah satu slide yang saya temukan di <a href="http://slideshare.net" target="_blank">Slideshare.net</a></p>
<iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/496437" width="425" height="356" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe><br/><br/>
<p>Dengan maraknya Social Media saat ini, banyak pihak yang berpendapat bahwa era baru dalam Internet Marketing sudah dimulai. Kalau beberapa tahun ini SEM (Search Engine Marketing) atau melakukan program (internet) merketing menggunakan jalur Search Engine banyak digunakan oleh banyak pihak, mulai tahun ini dan beberapa tahun kedepan yang akan menjadi unggulan adalah <strong>Social Media Marketing (SMM)</strong>.<br />
Pada dasarnya sebabnya sama, dimana orang banyak melakukan aktivitas di internet, disitulah tempat yang efektif untuk melakukan strategy marketing.</p>
<p>Inti dari Social Media Marketing adalah melakukan marketing di Social Media. Dan tidak hanya sekedar melakukan sesuatu tapi juga menghubungkan antara satu social media dengan social media yang lainnya sehingga network yang terjadi menjadi maksimal. Hal yang perlu untuk dijalankan antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Tidak sekedar paid posting ada sebuah Blog (advetorial), tapi juga menghubungkan posting itu dengan Social Media channel lainnya.</li>
<li>Pada posting blog mengunakan foto dari gallery yang dibuat di Flickr, begitu juga dengan video dari YouTube.</li>
<li>Melakukan tagging pada photo/notes di Facebook.</li>
<li>Melakukan activity-activity yang menggunakan channel dari Social Media.</li>
<li>Etc.</li>
</ul>
<p>Hal yang penting dalam melakukan program Social Media Marketing adalah dengan menentukan channel-channel yang tepat, benar-benar terjun didalamnya dan berdasar pada strategy yang tepat.</p>
<p>Embrace the Social Media Marketing!</p>
<blockquote><p><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>&#8216;s Think:</p>
<p>Untuk menjual sesuatu kita butuh <em>a place to sell</em>. Untuk mewartakan sesuatu kita butuh tempat untuk berbicara. Sebuah mall yang tingkat visitornya tinggi tentu saja akan lebih menguntungkan bagi pemilik toko. Kalau kita ingin untuk berinteraksi di dunia maya, berbicara di ranah social media sepertinya memang merupakan pilihan yang tepat karena tempat ini sudah dipenuhi oleh pengguna internet.</p>
<p>Dan yang hadir dalam social media bukan sembarang pengguna internet, namun mereka yang termasuk golongan aktif. Golongan yang akan sangat bermanfaat bagi mereka yang melakukan Social Media Marketing. Golongan ini aktif dalam berkomunikasi, aktif dalam menyumbangkan sesuatu, aktif dalam merekomendasikan sesuatu.</p>
<p>Bagaimana memanfaatkan golongan yang aktif ini? Lakukan Social Media Marketing dengan melakukan <em>Smart Moves</em>!</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/social-media-marketing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Think.Web @ Hard Rock FM: Online Outlook 2009</title>
		<link>http://think.web.id/brain/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2008 05:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Anantya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Online Business]]></category>
		<category><![CDATA[Radio Show]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=701</guid>
		<description><![CDATA[Trend berubah sebegitu cepatnya? Iya! Dan untuk ukuran dunia maya, percepatan pertumbuhan teknologi itu berkembang secara eksponensial (Moore’s Law). Setiap menit muncul website baru di dunia maya yang juga menawarkan cara baru untuk berinteraksi atau berkominikasi. Ini berarti setiap harinya ada ratusan kesempatan bagi trend dunia online untuk berubah. Pandji: Untuk tahun 2009 kira-kira apa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Trend berubah sebegitu cepatnya? Iya! Dan untuk ukuran dunia maya, percepatan pertumbuhan teknologi itu berkembang secara eksponensial (Moore’s Law). Setiap menit muncul website baru di dunia maya yang juga menawarkan cara baru untuk berinteraksi atau berkominikasi. Ini berarti setiap harinya ada ratusan kesempatan bagi trend dunia online untuk berubah.</p>
<p><em>Pandji: Untuk tahun 2009 kira-kira apa yang akan jadi trend dunia online?</em></p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/ramya-prajna-s/" class="kblinker" title="More about Rama &raquo;">Rama</a>: </strong>Walau kita bukan cenayang, tapi kurang lebih ada beberapa hal yang memang akan menarik untuk dibicarakan. Secara overall ini seperti kancah tangga lagu top 40 ada mereka yang naik, ada yang turun ada yang posisinya tetap dan tentunya ada juga pendatang baru.</p>
<p><em>Pandji: Yang naik?</em></p>
<p><strong><a href="http://think.web.id/brain/anantya/" class="kblinker" title="More about Anan &raquo;">Anan</a>: </strong>Hal yang pastinya akan naik</p>
<ul>
<li>Internet User<br />
Kenapa kita bilang trendnya akan naik? Karena Indonesia is the 4th most populated country in the world (237.512.355)dan  Indonesia has now approximately 25.000.000 online user, 5th in Asia.<br />
dari dua fakta diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa</p>
<ul>
<li>Existing User<br />
Indonesia adalah negara pengakses internet terbesar di Asia Tenggara lebih dari negara tetangga seperti<br />
Thailand 13 million<br />
Singapore 2 million<br />
Philippines 14 million<br />
Malaysia 14 million</li>
<li>Potential<br />
Dengan 25 juta pengguna, jumlah ini hanya  10,5% dari total populasi Indonesia. Karena itu juga pengguna internet di Indonesia itu masih akan tumbuh 89,5% lagi.</li>
<li>User Growth<br />
Dalam sepuluh tahun terakhir ini, 1998-2008, Indonesia memiliki pertumbuhan internet user yang cukup tinggi yaitu 1150%.</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>Video Content<br />
Yup video content sepertinya akan jadi semakin booming, karena sekarang perangkat yang ada memungkinkan kita untuk dengan mudahnya merekam sebuah peristiwa dan menguploadnya ke internet. Karena dua syarat utama sebenarnya sudah ada:<br />
<em>Every mobile phone is Video Cam enable</em><br />
Karena kemudahan ini, proses rekam video bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan hampir untuk semua kejadian.<br />
<em>More Internet Speed</em><br />
Belakangan, provider internet berlomba untuk memberikan layanan dan servis terbaik dengan harga terjangkau. Gaya promosi yang sudah hampir sama dengan gaya promosi di dunia telekomunikasi ini bisa dibilang sebenarnya menguntungkan bagi pengguna.  Beberapa waktu yang lalu harga koneksi di Indonesia bisa dibilang merupakan harga termahal di daerah Asia. Namun kini penurunan harga dan menaikkan bandwidth dan speed sedang dilakukan oleh para provider. Koneksi yang semakin cepat ini menjadi salah satu pendukung berkembangnya content video</li>
</ul>
<ul>
<li>Transparency (brand)<br />
Brand yang berada di dunia online juga dituntut untuk menjadi lebih transparan, lebih dinamis dan bisa berinteraksi dengan target audiencenya</li>
</ul>
<ul>
<li>Connect Anywhere<br />
Blackberry Officially in Indonesia<br />
Bb Connect on other mobile phone<br />
Kedua hal ini memudahkan para pengguna untuk tap into the online world kapanpun! Pantau email kantor dari manapun, komunikasi dengan teman dan kolega via IM, eksis di social network via small application (twitterberry atau facebook mobile) dan juga yang paling bermanfaat RSS feed dan Online browsing.</li>
</ul>
<p><em>Pandji: Kalau ada yang naik, pastinya juga ada yang turun. Kalau yang turun apa?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong> Internet Connection Price! Akan terjadi perang harga. Kita sudah sempat mention tadi bahwa memang Provider internet tertular gaya provider telco yang sekarang sedang melakukan perang harga. Salah satunya sekarang memberikan diskon di kisaran 40-60an% untuk servisnya. Bahkan salah satu provider internet yang kita pakai juga melakukan hal yang sama, bedanya mereka tidak menurunkan harga tetapi menaikkan service denga harga yang sama.<br />
Porn Site. Untuk porn site sebenarnya kita sudah sempat mention di pembahasan kita sebelumnya.</p>
<ul>
<li>Pencarian mengalami penurunan sebanyak 10 percent dari rata-rata 20 percent. Apa yang dapat menggantikan adult entertainment? The hottest Internet searches now are for social networking sites</li>
<li>Semakin tinggi traffic social networking, traffic ke situs adult entertainment akan semakin berkurang. Fakta ini mengungkap kenyataan baru, generasi muda kita, kelompok umur 18-24 tidak lagi sibuk mencari adult material, karena mereka sibuk eksis di social network.</li>
</ul>
<p><em>Pandji:  Kalau tadi naik dan turun, yang tetap ada ngga?</em></p>
<p><strong>Rama:</strong> Yang tetap di 2009 adalah Portal Web. Keberadaan portal web masih akan mewarnai dunia online di tahun 2009. Walaupun kemunculan pemain barunya sedikit, tapi sepertinya mereka yang memang sudah ada masih akan memegang peranan penting dengan 2 pemain besar saat ini: Detik dan Kompas</p>
<p><em>Pandji: Kalau sesuatu yang baru di 2009?</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Yang Baru adalah Multi touch.</p>
<p><em>Pandji: Untuk 2009, online earning via online apakah masih big hit?</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Sepertinya iya karena 2 alasan besar: Global Crisis dan Payment Gateway<br />
Global crisis akan memaksa orang untuk mencari penghasilan tambahan mereka dengan cara yang baru. Dan internet merupakan sebuah ladang luas yang dapat dimasuki.<br />
<em>Pandji: Ada lagi ga yang lain? Untuk 2009</em></p>
<p><strong>Rama: </strong>Social Media</p>
<ul>
<li>Mobile application<br />
Mobile application sebenarnya membuat update social media menjadi 100% lebih mudah. Facebook misalnya, dengan applikasi facebook mobile, kita bisa dengan mudah approve/reject teman, change stat, upload photo, etc.</li>
</ul>
<ul>
<li>Communication tools<br />
Social media menjadi salah satu bagian penting dari habit orang ketika online karena social media membantu kita untuk berkomunikasi. Contoh dengan mengganti status saya di Facebook semua teman saya jadi tahu apa yang sedang terjadi dengan saya, even saudara dan teman dekat tahu update terkini saya dari Facebook.</p>
<p>Mengatur sebuah pertemuan jadi lebih mudah. Beberapa kali saya mengatur jalan-jalan dengan teman atau kumpul-kumpul dengan bantuan FB atau conference YM.</li>
</ul>
<ul>
<li>Branding Media<br />
<em>Be Wise</em><br />
Melakukan branding di dunia online bisa dibilang susah-susah gampang. Apalagi di social media dimana transparansi menjadi raja dan feedback menjadi sesuatu yang dapat menguntungkan sekaligus merugikan. Karena berkembangnya Social Media,</p>
<p>Brand tidak lagi bisa diam dan memilih untuk tidak mendengar/tidak mau tahu. Karena bila mereka masih memutuskan untuk melakukan hal ini, opini pasar tetap akan terbentuk dan brand tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyelamatkan value mereka</p>
<p>Brand dapat memilih untuk berkomunikasi dan walaupun mereka dapat berkomunikasi secara aktif. Kebanyakan dari brand yang ada masih memilih untuk ”mendengar” saja dan tidak berbicara secara komunikatif dengan pasar.</p>
<p>Atau Brand dapat memilih untuk terlibat langsung dalam proses komunikasi. Brand dapat langsung mengkomunikasikan solusi atau permintaan maaf ke target marketnya.</p>
<p><em>Be Nice</em><br />
Berkomunikasi dengan terbuka nampaknya memang mampu membawa positive impact bagi brand. 2 brand besar di Amerika sudah melakukannya dengan Dell Ideastorm dan My Starbucks Idea,  disini semua orang bisa ngasih usul seputar brand dan Dell/Starbuck benar-benar memberikan reply terhadap usul-usul tersebut. Starbucks juga punya Twitters yang mewartakan mengenai apa yang terjadi di My Starbucks Idea.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/thinkweb-hard-rock-fm-online-outloo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

