<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Brain of Think.Web &#187; Social Networking</title>
	<atom:link href="http://think.web.id/brain/category/social-networking/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://think.web.id/brain</link>
	<description>Think to give, Not to ask</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 May 2012 15:07:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>The end of paid influencers era</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:33:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24862</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar. Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer. Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini Twitter sudah membuka Twitter for business untuk Tending berbayar dan Tweet berbayar.</p>
<p>Ketika ini sampai di Indonesia, maka akan selesailah era paid tweet untuk para influencer.</p>
<p>Pada saat itu advertiser atau brand jadi punya pilihan untuk melakukan tweet bahkan langsung dari account brand nya dan targetted, misal for Indonesia account only. Dan reach nya jelas seluruh Indonesia, tidak bergantung ke jumlah follower account tertentu.<br />
Atau mereka juga tidak perlu repot-repot untuk berpikir bagaimana caranya supaya masuk ke trending topic.<br />
All they need to do is only bayar ke Twitter.</p>
<p>Influencer seharusnya kemudian sadar akan fungsi mereka. Influncer dari kata influence. Yang artinya yang harus mereka ciptakan adalah pengaruh terhadap followernya untuk melakukan interaksi atau action (call to action).<br />
Saat ini semua itu menjadi tidak sesuai karena influencer hanya berpikir bahwa mereka adalah publisher. Spot mereka dibayar untuk melakukan iklan kepada follower mereka.</p>
<p>Seharusnya Influencer harus mampu membuat engagement atau interaksi kepada follower nya sesuai dengan topic yang dibayar oleh brand atau product.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/31/paid-influencers/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>What comes after Facebook?</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 03:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=24863</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar. Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221; Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan itu sering sekali saya dapatkan terutama sejak tahun lalu. Penanya biasanya menjadikan fenomena Friendster sebagai dasar.</p>
<p>Jawaban saya adalah biasanya seperti ini: Kita sudah lebih dari 10 tahun menggunakan Google, apakah pernah berpikir &#8220;apa yang akan menggantikan Google?&#8221;</p>
<p>Saya berani bilang bahwa kita tidak mempunyai pertanyaan itu sekarang. Google sebagai starting point ketika kita mencari sesuatu sudah menjadi bagian dari hidup kita. Yang terjadi kita semakin amaze dengan hasil pencarian dari Google. Kita semakin puas dengan apa yang dihasilkan Google karena Google semakin pintar dan semakin mengerti diri kita.</p>
<p>Saat Facebook me-launching Open Graph di <a href="http://think.web.id/brain/f8/">f8 2010</a>, yang Facebook lakukan adalah menjadikan Facebook sebagai sebuah platform. Facebook tidak lagi hanya sebuah website social network, tapi Facebook &#8216;mem-Facebook-an&#8217; seluruh website di seluruh dunia.</p>
<p>Kita mungkin sudah tidak sering lagi masuk ke Facebook.com, tapi kita menggunakan website-website lain dengan menggunakan feature Facebook. Misal: sign up &amp; login membership dengan Facebook connect, put &#8216;Like&#8217; pada article atau blog post yang kita suka, share to our friends on Facebook, etc.</p>
<p>If Facebook.com is a weekend, other websites (that using Open Graph) are the weekday. You will enjoy your weekend eventually.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2011/12/31/what-comes-after-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>WOOZ.in</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2010/11/04/wooz-in/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2010/11/04/wooz-in/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 01:32:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[Product]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=11250</guid>
		<description><![CDATA[Pada Pesta Blogger tanggal 30 Oktober lalu, kami melakukan soft launch atau open beta produk atau web service pertama kami. Wooz.in namanya (baca: wuzin). Wooz.in adalah sebuah web service yang menggabungkan fungsi Social Network dengan radio-frequency. Saat ini technology radio-frequency yang kami gunakan adalah RFID (Radio-frequency Identification). Idenya adalah bagaimana seseorang bisa melakukan update dimana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-17140" src="http://think.web.id/brain/files/2010/11/logo-woozin.png" alt="" width="219" height="186" /></p>
<p>Pada Pesta Blogger tanggal 30 Oktober lalu, kami melakukan soft launch atau open beta produk atau web service pertama kami. <strong>Wooz.in</strong> namanya (baca: wuzin).</p>
<p>Wooz.in adalah sebuah web service yang menggabungkan fungsi Social Network dengan radio-frequency. Saat ini technology radio-frequency yang kami gunakan adalah RFID (Radio-frequency Identification).</p>
<p>Idenya adalah bagaimana seseorang bisa melakukan update dimana mereka berada hanya dengan melakukan &#8216;tap&#8217;, seperti halnya yang banyak orang lakukan ketika absen pegawai, masuk pintu kantor ataupun seperti ketika di gate MRT Singapore.<br />
Ide ini terinspirasi dari kegiatan yang dilakukan oleh Facebook di Facebook Conference 2010 beberapa bulan lalu. Saat itu setiap name tag peserta juga terdapat RFID chip dan ada beberapa reader di acara tersebut.</p>
<p>Di event pertama Wooz.in device RFID yang digunakan pada event pertama ini adalah kartu atau RFID card. Kartu ini dibagikan secara gratis oleh sponsor pertama kami, Acer Indonesia. Acer membagikan RFID card kepada seluruh peserta Pesta Blogger+ 2010 secara gratis.<br />
Setelah mendapatkan kartu peserta diharuskan untuk melakukan registrasi di website Wooz.in. Yang perlu dilakukan adalah menyambungkan account Facebook dan/atau Twitter mereka, juga Foursquare dan Gowalla apabila memiliki. Hal penting lainnya yang perlu dilakukan adalah memasukkan UID (Unique ID) atau nomer RFID yang tertera pada kartu kedalam account wooz.in masing-masing. Setelah semua proses registrasi selesai RFID device siap digunakan.</p>
<p>Yang user lakukan hanya melakukan &#8216;tap&#8217; seperti biasanya dilakukan pada mesin absen atau pintu masuk kantor atau pengguna Flazz BCA ataupun ketika menggunakan MRT di Singapore.<br />
User melakukan tap pada RFID reader yang kami kemas dalam bentuk sebuah booth. Kami namakan Wooz.in Spot.</p>
<p><strong>Wooz.in Spot</strong><br />
Adalah station atau booth dimana wooz.in user bisa melakukan woozing RFID device mereka dan kemudian Social Network yang sudah disambungkan akan melakukan update  mengenai keberadaan user.<br />
Ada 4 Wooz.in Spot di event Pesta Blogger+ 2010 yang tersebar diberbagai area. Tujuannya adalah juga agar setiap user exploring area-area tersebut. Ada Wooz.in Pin yang dapat ter-unlock setelah user woozing di 4 spot tersebut.</p>
<p><strong>Wooz.in Pin</strong><br />
Adalah penanda bahwa user telah menyelesaikan task tertentu. Kalau di Foursquare adalah istilah Badge dan di Gowalla isitilahnya Trips, di wooz.in kami namakan pin.</p>
<p>Dengan Wooz.in fungsi updating menjadi lebih mudah dan tidak terjadi orang yang check-in disuatu tempat namun sebenarnya tidak berada di lokasi tersebut (atau isitilahnya jumper).<br />
The possibility is unlimited. Baru 4 Social Network yang terhubung saat ini, tapi kedepan akan terus bertambah.</p>
<p>Wooz.in bisa dilihat di: <a href="http://wooz.in">http://wooz.in</a> dan <a href="http://www.facebook.com/pages/Woozin/157614240949967">FB Page-nya</a></p>
<p>Ini videonya:</p>
<p>Wooz.in is the new check-in <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2010/11/04/wooz-in/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harimaumu</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2010/06/23/rambu-social-media/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2010/06/23/rambu-social-media/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 01:31:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1137</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Mulutmu Harimaumu&#8221; Kata bijak diatas berlaku untuk kehidupan sehari-hari. Tapi ketika kita memasuki sebuah kehidupan di &#8220;ranah online&#8221;, apakah kata bijak yang sama masih berlaku? Nampaknya sih iya, sejauh yang dilakukan didalam ranah itu adalah berkomunikasi dengan banyak orang. Walau tidak lagi menggunakan mulut untuk bertutur kata, kita menggunakan tulisan untuk menguntai arti. Mungkin sepertinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>&#8220;Mulutmu Harimaumu&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Kata bijak diatas berlaku untuk kehidupan sehari-hari. Tapi ketika kita memasuki sebuah kehidupan di &#8220;ranah online&#8221;, apakah kata bijak yang sama masih berlaku? Nampaknya sih iya, sejauh yang dilakukan didalam ranah itu adalah berkomunikasi dengan banyak orang. Walau tidak lagi menggunakan mulut untuk bertutur kata, kita menggunakan tulisan untuk menguntai arti. Mungkin sepertinya lebih pas kalau;</p>
<blockquote><p><em>&#8220;Tulisanmu Harimaumu&#8221;</em></p></blockquote>
<p>Jadi kata bijak ini berlaku untuk siapapun yang akan masuk ke dalam ranah online.  Tua-muda, artis-non artis, brand-bukan brand, siapapun! Yang berniat mencelupkan kaki ke dalam ranah ini sepertinya harus mengingat kata bijak yang satu itu. Beberapa korban sudah berjatuhan lantaran kurang memberikan perhatian pada kekuatan sebuah tulisan;</p>
<p>1. Simak kejatuhan motivator handal Mario Teguh di ranah maya, seperti yang dilansir <a href="http://new-media.kompasiana.com/2010/02/22/mario-teguh-dan-twitter/" target="_blank">kompasiana</a>. Karena sebuah tulisan yang kontroversial, sang motivator akhirnya memutuskan untuk menutup kisah @marioteguhMTGW.  Alasan Mario Teguh menanggapi masalah ini: <em>tulisan kontroversial tersebut diungkapkan oleh moderator, bukan dirinya.<br />
</em><br />
2. Atau ketika salah satu selebriti cantik &#8220;<a href="http://www.detikhot.com/read/2009/12/16/113338/1261034/230/luna-maya-ngamuk-di-twitter" target="_blank">ngamuk</a>-<a href="http://blog.tempointeraktif.com/blog/luna-maya-vs-infotainment/" target="_blank">ngamuk</a>&#8221; dan akhirnya menutup akun dirinya di Twitter.</p>
<p>3.  Hingga kasus baru yang dilakukan oleh sebuah brand biskuit. Melansir status kontroversial di halaman facebook page, menyulut perbincangan seru di twitter dan juga menarik sebuah media online untuk melakukan <a href="http://www.detikinet.com/read/2010/06/14/154248/1377957/398/promo-wafer-di-facebook-kok-ajak-nonton-video-porno/?i991101105" target="_blank">pembahasan</a>. Akhirnya sama halnya seperti Mario Teguh dan sang selebriti cantik, brand tersebut menghapus posting dan membuat pengakuan: <em>Kami tidak pernah menulis status apapun yang berhubungan dengan video asusila para artis yang sedang hangat dibicarakan seperti pada status yang tertulis pada tanggal 9 Juni 2010. Kami sedang menyelidiki hal tersebut kepada Social Media Agency kami selaku admin account facebook tersebut. </em></p>
<p>Ketiga kasus diatas memperlihatkan betapa sebuah status, yang panjangnya hanya beberapa kalimat bisa memiliki &#8220;buntut&#8221; yang sangat panjang.  Buat saya, ada dua hal menarik yang bisa jadi pembahasan menarik;</p>
<p><strong>Yang pertama</strong>, menarik untuk dianalisa bagaimana media dan tekanan sosial menjadi bumbu pemicu dalam pengambilan keputusan akhir terhadap sebuah masalah serta mem&#8221;blow up&#8221; problem proportion dalam sebuah masalah. Mario Teguh dan si artis cantik mendapatkan tekanan sosial bertubi-tubi dari sesama follower. Ketika tekanan berlangsung, media kemudian menyambar isu dan membuatnya satu hingga dua derajat lebih parah. Hasilnya? Isu semakin berkembang dan tekanan sosial juga semakin besar. Pada kasus terakhir yang menimpa brand biskuit (yang dicontohkan pada nomer 3), misalnya, pada saat status dirilis hanya berhasil menarik komentar dari 56 fans (padahal brand biskuit ini sudah punya lebih dari 9.000 fans, ini berarti hanya 0,6% dari fans yang memberi respond) sebelum akhirnya di&#8221;blow up&#8221; oleh media dan mendapat tekanan sosial dari Twitter dan sesama pengguna facebook lainnya (dan juga menambah panjang deret komentar status). Mungkin ketika pembicaraan di twitter atau blow up oleh media tidak terjadi, status itu masih ada di facebook page brand dan akan tertumpuk oleh 1001 status lain yang dikeluarkan secara berkala oleh brand.</p>
<p><strong>Yang kedua</strong>, menarik untuk dianalisa juga, bahwa hampir ketiganya memilih cara yang sama untuk mengakhiri persoalan yang mereka alami. Baik Mario Teguh, sang artis cantik dan juga brand biskuit memilih untuk melakukan penghapusan (account atau status) serta melakukan <a href="http://us.detikinet.com/read/2010/06/14/185507/1378144/398/nissin-minta-maaf-kepada-masyarakat-indonesia/?i991102105" target="_blank">klarifikasi</a> penjernihan nama baik.  Memberikan pengakuan merupakan salah satu jalan yang baik untuk menyudahi masalah dan &#8220;keep moving forward&#8221;, tapi apakah menutup account merupakan solusi terbaik? Simak brand biskuit yang menghapus status tapi tidak menutup account. Ternyata, kesalahan yang dilakukan oleh brand biskuit pada penulisan statusnya tidak mengurungkan niat user untuk bergabung menjadi fans produk tersebut. Selang satu hari setelah insiden status, tercatat fans produk ini meningkat lebih dari 500 orang.</p>
<p>Jadi?  Ketika kita &#8220;bersuara&#8221; di social media beri perhatian lebih pada content dan context, minta maaf dan ambil langkah strategis bila kebetulan salah ngomong, dan <em>do <strong>keep the medium open</strong>. At the end there are still people who like you, and perhaps like you even more because you are being honest for your mistakes.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2010/06/23/rambu-social-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika Social Media Ada [dimana-mana]</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2010/06/16/ketika-social-media-ada-dimana-mana/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2010/06/16/ketika-social-media-ada-dimana-mana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jun 2010 01:02:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1126</guid>
		<description><![CDATA[Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis  fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook. Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bicara soal social media, seperti bicara soal sebuah tanah yang hak gunanya dimiliki oleh banyak orang. Saking mudah penggunaannya, peminatnya lebih menjamur daripada rusunami. Mulai dari iklan handphone yang menjual habis   fungsi twitter-an, facebook-an dan chatting, sampai brand-brand yang berlomba masuk dan eksis di facebook.</p>
<ul></ul>
<p>Beberapa bahkan rajin mencantumkan url social media mereka di dalam iklan-iklan yang tayang di TV ataupun media cetak.  Belum habis eksis di tayangan iklan, brand juga sudah merasa perlu untuk mengikutsertakan url social media mereka di kemasan produk, sebuah kepentingan yang bahkan belum ada setahun yang lalu.</p>
<p>Sebuah kepentingan yang tercipta karena tuntutan pengguna. Belum lama ini saya melihat sebuah minuman merek mancanegara yang mencantumkan logo Facebook di kemasannya. Ternyata yang dilakukan si minuman ini adalah melakukan sebuah aktivitas yang berbasis konsumen, memberikan kekuasaan lebih pada konsumen untuk membuat jenis minuman mereka sendiri. Jenis minuman yang paling diminati secara online kemudian di&#8221;wujudkan&#8221; nyata dan didistribusikan ke seluruh negeri. Salah satu cara cerdas melakukan test market, sebelum melakukan produksi barang baru.</p>
<p>Itu tadi contoh kasus merek mancanegara, terus apakabar merek lokal? Kita tidak usah bahas merek-merek lokal terkenal ya. Karena kebetulan saya bertemu dengan merek yang baru kemarin saya ketahui keberadaannya, dan merek kecil ini pun sudah &#8220;melek&#8221; social media.</p>
<blockquote><p>Mari kita kenalan dengan &#8220;Kree-oks&#8221;</p></blockquote>
<p>Ada yang tau merek apa ini?<br />
[belum tau?]</p>
<p>Gimana kalau saya kasih tambahan embel-embel chip dibelakangnya?<br />
[udah bisa tebak dong, jenis produknya]</p>
<p>Ya ternyata si &#8220;Kree-oks&#8221; ini atau kriuk kalau sambil makan produknya adalah camilan sehat kripik buah kering yang diproduksi di Indonesia dan dikemas oleh sebuah CV di Bandung. Kemasannya sederhana, bersahaja, cenderung polos. Tapi dibalik kebersahajaannya itu, ternyata &#8220;Kree-oks&#8221; termasuk salah satu panganan yang cukup maju karena dia diam-diam menampilkan eksistensinya di salah satu Social Media.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1130" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/kreeoks/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1130" src="http://think.web.id/brain/files/2010/06/Kreeoks-255x333.jpg" alt="" width="255" height="333" /></a></p>
<p>Coba cek di sudut kiri atas dibawah bendera Indonesia yang menjulur. Dengan sedikit malu-malu, Kree-oks menampilkan logo Facebook dan keterangan Kreeoks Chips. Walau belum merupakan affinity URL, namun mereka yang memiliki rasa penasaran berlebih macam saya, dapat dengan mudah melakukan proses search di facebook dengan mengetikkan Kreeoks Chips dan dalam hitungan detik akan bertemu dengan facebook groups <a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=67652859045&amp;v=wall&amp;ref=ts" target="_blank">Kreeoks Chips</a>.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1129" href="http://think.web.id/brain/ketika-social-media-ada-dimana-mana/screen-shot-2010-06-14-at-6-16-18-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1129" src="http://think.web.id/brain/files/2010/06/Screen-shot-2010-06-14-at-6.16.18-PM.png" alt="" width="374" height="62" /></a></p>
<p>Penggunaan facebook oleh Kree-oks chip juga memperlihatkan bahwa social media selain untuk mendukung brand engagement juga dapat dipergunakan untuk step pengembangan bisnis. Ketika masuk ke group Kreeoks Chip, tujuan pengembangan bisnis dan promosi produk adalah dua hal yang paling terasa. Walau belum maksimal, tapi apa yang dilakukan Kree-oks menurut saya adalah sebuah langkah besar dalam memanfaatkan teknologi untuk berpromosi dan mengembangkan bisnis.</p>
<p>PS: Thanks to Mega yang sudah mengenalkan saya pada Kreeoks Chip.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2010/06/16/ketika-social-media-ada-dimana-mana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Change: The Search Habit</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2010/05/26/change-the-search-habit/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2010/05/26/change-the-search-habit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 16:32:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Random Thought]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=1078</guid>
		<description><![CDATA[Memperhatikan sebuah perubahan terjadi merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Bayangkan antisipasi, bayangkan harapan, bayangkan kemajuan. Keisengan saya memperhatikan perubahan itu jugalah yang membersitkan sebuah senyum di wajah saya, setelah seharian lelah bermain kejar-kejaran dengan deadline. Alkisah, ketika saya sedang iseng mempergunakan kenyamanan WIFI ditengah sebuah cafe di bilangan Jakarta Selatan. Ketika mata sudah agak lelah memperhatikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memperhatikan sebuah perubahan terjadi merupakan pekerjaan yang menyenangkan. Bayangkan antisipasi, bayangkan harapan, bayangkan kemajuan. Keisengan saya memperhatikan perubahan itu jugalah yang membersitkan sebuah senyum di wajah saya, setelah seharian lelah bermain kejar-kejaran dengan deadline.</p>
<p>Alkisah, ketika saya sedang iseng mempergunakan kenyamanan WIFI ditengah sebuah cafe di bilangan Jakarta Selatan. Ketika mata sudah agak lelah memperhatikan status dan update-an foto di Facebook [<em>for the record</em> gue ga mainan ya, Facebook itu bagian dari kerja gue sehari-hari. SUWER], gue melakukan aktivitas yang anehnya tiba-tiba gue lakukan pakai insting.<em> I&#8217;m searching</em>!</p>
<p>Dan baru setelah aktifitas instingtif ini gue lakukan untuk kesekian puluh kalinya, gue baru menyadari satu hal: <em>Facebook is my new search engine</em>!  Yang menarik, hasil search yang ditawarkan datang semeriah munculnya pelangi sehabis hujan.</p>
<p>Nih contohnya, gue coba untuk search salah salah satu film yang mau gue tonton: the newest Shrek movie di Facebook.  Karena lupa sudah sudah Shrek yang keberapa gue cuma mengetik kata kunci Shrek. Tidak ada awalan dan tidak ada hasilnya. Hasilnya? Fenomenal!!!</p>
<p>Berlebihan? Nda juga kook. Coba deh banding hasil di google dengan hasil search di Facebook, <em>and i think you&#8217;ll get my point</em>.</p>
<p>Ini hasil search gue di Google dengan  kata kunci Shrek:<br />
<a rel="attachment wp-att-1079" href="http://think.web.id/brain/change-the-search-habit/screen-shot-2010-05-26-at-11-03-03-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1079" src="http://think.web.id/brain/files/2010/05/Screen-shot-2010-05-26-at-11.03.03-PM.png" alt="" width="575" height="342" /></a><br />
Seperti yang bisa dilihat, hasil pencariannya secara normal menawarkan what&#8217;s on Shrek, link ke official sitenya, review dari imdb untuk shrek than 2001, review lagi dari imdb untuk Shrek than 2002, hasil dari wikipedia, amazon, youtube. [menguap] Hum berguna <em>but…nothing seems new.</em></p>
<p>Sekarang coba kita lihat apa hasil search gue di Facebook:<br />
<a rel="attachment wp-att-1080" href="http://think.web.id/brain/change-the-search-habit/screen-shot-2010-05-26-at-11-15-26-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1080" src="http://think.web.id/brain/files/2010/05/Screen-shot-2010-05-26-at-11.15.26-PM.png" alt="" width="170" height="252" /></a><br />
Ini alasan kenapa guess suka hasilnya. Amazingly it refer me to a Shrek page, dimana guess bisa ikutan Ogre Resistance (<em>I don&#8217;t know what that is…I haven&#8217;t seen the movie, but It definitely make me want to see the movie</em>).  And several other Shrek related Facebook Page.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1081" href="http://think.web.id/brain/change-the-search-habit/screen-shot-2010-05-26-at-11-15-16-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1081" src="http://think.web.id/brain/files/2010/05/Screen-shot-2010-05-26-at-11.15.16-PM.png" alt="" width="535" height="520" /></a></p>
<p>The fun is yet to begin because after I see this pages, I also get referrence from my friends that has previously watched the movie. All I got to do is refer to my movie-fanatic fellow to count on how good is the film actually is [if the review is so-so, i opt for DVD session instead]. The Searching journey has got a bit better with this kind of referrence.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1082" href="http://think.web.id/brain/change-the-search-habit/screen-shot-2010-05-26-at-11-15-34-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1082" src="http://think.web.id/brain/files/2010/05/Screen-shot-2010-05-26-at-11.15.34-PM.png" alt="" width="577" height="408" /></a></p>
<p>And if I still need the old fashion result, I can always see what Big have to offer <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Neat huh??? Proses pencarian di search engine has just got to a new level. Sekarang yang perlu dilakukan adalah menunggu orang lain untuk menyadari hal yang sudah gue sadari, atau melakukan gerakan &#8220;penyadaran&#8221;.</p>
<p>To end my amuzement, and put the last big smile on my face. I just found out that Google feels it&#8217;s highly important to make their brand exist on facebook. Lookey down bellow. Google merasa penting untuk menempatkan Facebook Social Ads to advertise Google Chrome! Ok, I know it&#8217;s a browser and it&#8217;s not the search engine. But nontheles LOL, I still would not search on Chrome if I happen to open Facebook the whole day [not that I actually do it...psttt don't tell anybody!] and do my little searching there? Will in the near future Google advertise itself within Facebook?</p>
<p><a rel="attachment wp-att-1086" href="http://think.web.id/brain/change-the-search-habit/screen-shot-2010-05-26-at-10-51-11-pm/"><img class="aligncenter size-full wp-image-1086" src="http://think.web.id/brain/files/2010/05/Screen-shot-2010-05-26-at-10.51.11-PM.png" alt="" width="593" height="293" /></a></p>
<p>*Opening Chrome &#8211; to open facebook &#8211; to do my little searching for another life-changing writing material*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2010/05/26/change-the-search-habit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Facebook User Indonesia Get Over India and Get Close to Hong Kong</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2009/02/27/facebook-user-indonesia/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2009/02/27/facebook-user-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2009 11:38:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Facebook Application]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://think.web.id/brain/?p=816</guid>
		<description><![CDATA[Baru beberapa bulan lalu pengguna Facebook asal Indonesia menembus angka 1 juta. Saat ini sudah mencapai 1,3 juta, melampaui India dan mendekati jumlah pengguna dari Hong Kong.
Bagaimana kalau dibanding dengan negara Asia lainnya?
Di posting ini saya berikan perbandingan dengan Singapore, Malaysia, China, India, Jepang, South Korea, bahkan Australia &#38; UK.

Baca selengkapnya di Blog kami.
(click Original Posting kalau Anda membaca ini di Facebook Notes)]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berdasar situs <a href="http://www.allfacebook.com" target="_blank">All Facebook</a>, pada Demographic Statistics, pengguna Facebook dari Indonesia sudah mencapai 1,3 juta user. Hal ini cukup mengagetkan karena beberapa bulan lalu Enda Nasution menuliskan di Blog nya bahwa pengguna Facebook dari Indonesia baru menembus angka 1 jt. Ini artinya ada peningkatan sebanyak 300 ribu pengguna di waktu yang cukup pendek.</p>
<p>Pada hari ini, 27 Februari 2009, data menunjukkan bahwa pengguna Facebook yang berasal dari Indonesiaada sekitar 1,3 juta, mendekati pengguna dari Hong Kong yang sebesar 1,5 jt. Dan Indonesia baru saja melewati India di awal Februari ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-817" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user.png" alt="fb-user" width="527" height="382" /></p>
<p>Saya masukkan juga widget dari Demographic Statistic nya, yang akan mendapatkan real update.</p>
<p>Berikut juga perbandingan dengan negara Asia lainnya.</p>
<p>Indonesia vs Malaysia vs Singapore<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-818" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-2-300x217.png" alt="fb-user-2" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs India vs  China<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-823" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-31-300x218.png" alt="fb-user-31" width="300" height="218" /></p>
<p>Indonesia vs Thailand vs Philippines<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-820" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-4-300x217.png" alt="fb-user-4" width="300" height="217" /></p>
<p>Indonesia vs South Korea vs Japan<br />
<img class="alignnone size-medium wp-image-822" src="http://think.web.id/brain/files/2009/02/fb-user-6-300x219.png" alt="fb-user-6" width="300" height="219" /></p>
<p>Dari semua statistik menunjukkan bahwa memang dari seluruh Asia, Indonesia dengan 1,3 juta FB user, berada diperingkat ke 2 setelah Hong Kong. Bahkan menurut <a href="http://orangemood.wordpress.com/" target="_blank">Andy Santoso</a>, salah seorang dari Interactive Hub (Advertising Sales Representative dari Facebook), mengatakan berdasar dari internal data yang dia dapat dari Facebook saat ini user FB dari Indonesia sudah di angka 1,51 juta. Ini artinya kita juga sudah melampaui Hong Kong.</p>
<p>Walau tentunya kita masih dibawah Australia yang mencapai 4,7 juta, atau UK yang 16 juta atau bahkan negara asalnya US 48 juta <img src='http://think.web.id/brain/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  tentunya masalah ketersediaan Internet di Indonesia ikut ambil peran dalam hal ini ya.</p>
<p>Kalau dibandingkan dengan pengguna <a href="http://friendster.com" target="_blank">Friendster</a>, Social Network yang lebih dulu populer di Indonesia, jumlah pengguna yang berasal dari Indonesia juga masih dibawah. Pada saat Friendster me-release versi mobile nya di Indonesia pada <a href="http://www.friendster.com/info/presscenter.php?A=pr44" target="_blank">September 2008 lalu</a>, pengguna dari Indonesia mencapai 8,2 juta.</p>
<blockquote><p>Anan&#8217;s Think:<br />
Akhirnya. Menyenangkan melihat pertumbuhan social networking yang menggila di Indonesia (terutama kota besar seperti Jakarta).  Sepertinya user sudah semakin siap untuk bermain di ranah maya.</p>
<p>Tidak cuma  yang menarik di mata saya, Facebook berhasil menarik kelas pengguna baru. Ini diluar pengguna social network yang biasanya berada di range usia 16-25 tahun. Pengguna baru ini adalah mereka yang termasuk kelas umur diatas 35 tahun.</p>
<p>I&#8217;m welcoming my aunt and uncles on Facebook. Dan sepertinya tak lama lagi my own mom.</p>
<p>Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia, dan jumlah pengguna internet kurang lebih 25 juta orang. Jadi sepertinya, jumlah pengguna Facebook akan terus bertambah ya?</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2009/02/27/facebook-user-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Band Indie Juga Bisa Online Marketing</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/07/10/everybody-loves-irene/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/07/10/everybody-loves-irene/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 14:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Online Media]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[everybody loves irene]]></category>
		<category><![CDATA[indie]]></category>
		<category><![CDATA[online marketing]]></category>
		<category><![CDATA[social media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Band boleh indie, tapi pemasaran harus tetap punya strategi yang mantap. Salah satu band indie yang memiliki strategi pemasaran online yang cukup baik adalah Everybody Loves Irene (ELI). Buat yang belum tahu siapa sih ELI ini harap mengetikkan keyword &#8220;Everybody Loves Irene&#8221; di google, niscaya akan segera dapat informasi lengkap soal band yang satu ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Band boleh indie, tapi pemasaran harus tetap punya strategi yang mantap. Salah satu band indie yang memiliki strategi pemasaran online yang cukup baik adalah <strong>Everybody Loves Irene (ELI)</strong>. Buat yang belum tahu siapa sih ELI ini harap mengetikkan keyword &#8220;Everybody Loves Irene&#8221; di google, niscaya akan segera dapat informasi lengkap soal band yang satu ini. Karena 9 entry di halaman pertama memang membahas soal siapa Everybody Loves Irene, termasuk 2 social network besar myspace dan multiply yang memang mereka buat khusus untuk promosi band mereka.</p>
<p><strong><a href="http://www.everybodylovesirene.com/" target="_blank">Official Web </a>√</strong><br />
Yap, ELI punya official email. Walau kalau kita search Google ternyata ga keluar di halaman pertama. Namun mereka tetap memiliki official web kan? Karena sedang promosi album ke-2nya, official webnya hanya berupa promo salah satu single mereka yang judulnya Rindu (bisa download juga lho). Beserta link ke beberapa promo page mereka yang lain di berbagai media online. Satu trik lain untuk mempopulerkan lagu mereka, ada code embed yang bisa dimasukkan di web dan ada juga promo untuk album pertama mereka (tentunya juga disertai dengan how to download RBT)</p>
<p><strong>Social Network </strong><strong>√</strong><br />
Ini menarik, karena ELI cukup eksis di dunia per-social network-an. Mulai dari <a href="http://www.myspace.com/everybodylovesirene" target="_blank">myspace</a>, <a href="http://profiles.friendster.com/everybodylovesirene" target="_blank">friendster</a>, <a href="http://everybodylovesirene.multiply.com/" target="_blank">multiply </a>sampai <a href="http://www.facebook.com/pages/everybodylovesirene/7823652799">facebook </a>semua dibabat habis. Di Friendster, teman mereka sudah mencapai 996 orang, move on to facebook, walau fansnya masih sedikit (80 orang), tapi semua fitur yang ditawarkan oleh facebook page dibabat habis. Mulai dari video, foto, event schedule dan discography berjejer manis di halaman facebook mereka.</p>
<p><a href="http://think.web.id/brain/files/2008/07/eli-apps.png"><img class="alignnone size-medium wp-image-210 alignright" style="float: right" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/07/eli-apps-300x151.png" alt="" width="300" height="151" /></a><strong>Application </strong><strong>√</strong><br />
Ngomong soal Social Networking, terutama facebook harus punya dong yang namanya application. And yes guys, ELI punya application! Isinya memang agak sama dengan yang ada di web mereka, but still dalam hitungan hari sudah ratusan orang yang menggunakannya.</p>
<p><strong><a href="http://www.imeem.com/everybodylovesirene" target="_blank">Imeem</a> [dan ilike] </strong><strong>√</strong><br />
Another social network, dan yang ini khusus musik, I Love Imeem. Cara kerjanya murup dengan social network lain, bikin account, nyari temen, dan yang satu ini ditambah dengan denger musik.</p>
<p><strong><a href="http://www.youtube.com/everybodylovesirene" target="_blank">Youtube</a> </strong><strong>√</strong><br />
I dont have to explain kenapa youtube penting untuk sebuah band kan? Ok walau view mereka masih agak tipis, tapi at least bisa punya tempat untuk showcasing your clip or rekaman manggung and let the whole world to see.</p>
<p>Gue terus terang cukup salut dengan usaha mereka bermain dengan online media dan benar-benar memanfaatkan kelebihan yang ada di online untuk marketing band mereka. Hope for the best!</p>
<blockquote><p>Rama&#8217;s Think:</p>
<p><a href="http://www.widgetbox.com/widget/everybodylovesirene"><img class="alignright size-medium wp-image-211" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/07/eli-widget-300x240.png" alt="" width="300" height="240" /></a>Prinsip Indie adalah Independent&#8230; Do It Your Self. Di online media nggak harus mahal, yang penting taktis.</p>
<p>Tambahan Tools yang mereka udah punya juga adalah <strong>Widget</strong><br />
<strong></strong>This is smart. Karena setiap fans nya bisa pasang widget ini dimana pun (Blog, account MySpace, Multiply, etc).</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/07/10/everybody-loves-irene/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Grand Launch of C3friends.com</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/07/02/grand-launch-of-c3friendscom/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/07/02/grand-launch-of-c3friendscom/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 10:35:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Portofolio]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>
		<category><![CDATA[c3]]></category>
		<category><![CDATA[study case]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Steny: &#8220;Sazkia seneng nggak kalo ada temen yang dateng main ke RS Dharmais?&#8221; Sazkia: &#8220;Iya seneng banget, soalnya di rumah sakit kan kita bosen nggak ngapa2in&#8221;. Pandji : &#8220;Sazkia kamu udah berapa kali di kemoterapi?&#8221; Sazkia: &#8220;mmm&#8230; berapa ya? kayaknya udah lebih dari 20 kali&#8221; Pandji: &#8220;kalo nggak salah kemoterapi itu sangat sakit dan tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft alignnone size-medium wp-image-206" style="margin-left: 20px;margin-right: 20px;float: left" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/07/c3-05-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /><strong>Steny</strong>: &#8220;Sazkia seneng nggak kalo ada temen yang dateng main ke RS Dharmais?&#8221;<strong><br />
Sazkia</strong>: &#8220;Iya seneng banget, soalnya di rumah sakit kan kita bosen nggak ngapa2in&#8221;.<strong><br />
Pandji </strong>: &#8220;Sazkia kamu udah berapa kali di kemoterapi?&#8221;<strong><br />
Sazkia</strong>: &#8220;mmm&#8230; berapa ya? kayaknya udah lebih dari 20 kali&#8221;<strong><br />
Pandji</strong>: &#8220;kalo nggak salah kemoterapi itu sangat sakit dan tidak enak ya?&#8221;<br />
<strong>Sazkia</strong>: &#8220;Iya sakit banget&#8221;</p>
<p>Nggak sadar mata saya berkaca-kaca waktu denger Sazkia bercerita. Saya buru-buru menenangkan diri karena beberapa saat kemudian saya musti naik panggung lagi untuk menjelaskan soal C3friends.com</p>
<p>Sazkia adalah salah satu anak penderita kanker yang berada dibawah naungan <strong>C3 </strong>(Community for Children with Cancer). Coba bandingkan penampilannya di layar belakang, masih gemuk dan rambut panjang, dibanding dengan sekarang yang sudah kurus dan cepak.</p>
<p>Beberapa waktu lalu saya pernah menuliskan tentang <a href="http://www.think.web.id/brain/c3friends/">C3friends.com</a>. Salah satu project sosial dari Think.Web untuk mendukung anak-anak penderita kanker dibawah naungan C3.<br />
Pada tanggal 25 Juni 2008 kemarin di Score, Cilandak Townsquare diadakan acara charity concert:<br />
&#8220;Musicare the 3rd: the Grand launch of C3friends.com&#8221;</p>
<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-207" style="float: right" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/07/c3-03-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /><img class="alignright size-thumbnail wp-image-208" style="float: right" src="http://www.think.web.id/brain/wp-content/uploads/2008/07/c3-02-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />Di tengah-tengah acara itu saya dan Anan berkesempatan menjelaskan bagaimana membantu C3 dan apakah itu C3friends.com.</p>
<p class="MsoNormal">Untuk lebih mudah dalam penjelasan kami mencoba untuk mengkomunikasikan dalam bentuk C3 atau 3 huruf C.<strong></strong></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt" lang="IN">C3</span></strong><span lang="IN"> adalah <span style="text-decoration: underline">singkatan</span> dari </span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ommunity for </span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">hildren with </span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ancer.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt" lang="IN">C3 </span></strong><span lang="IN">adalah <span style="text-decoration: underline">cara membantu</span> mereka:<br />
</span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ash<br />
Sampai saat ini pengobatan kanker di Indonesia masih mahal. Berdonasi uang dalam jumlah berapapun pasti akan berguna. Bahkan hanya beberapa ribu rupiah untuk membeli 1 lembar kertas dan 1 buah crayon akan membuat mereka senang.<br />
Nomer rekening untuk donasi dapat dilihat <a href="http://www.c3friends.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=67&amp;Itemid=58" target="_blank">disini</a>.<br />
</span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ollocation<br />
Untuk membantu bisa juga dengan mengalokasikan waktu untuk berkunjung ke RS Dharmais. Dengan menemani mereka bermain ataupun nonton kartun hal ini akan sangat berarti buat anak-anak ini.<br />
</span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ommunicate</span><span lang="IN"><br />
Komunikasikan atau beri tahukan siapapun yang dikenal akan C3 dan c3friends.com.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt" lang="IN">C3 </span></strong><span lang="IN">adalah <span style="text-decoration: underline">isi</span> dari </span><a href="http://www.think.web.id/brain/c3friends/">C3friends.com</a><span lang="IN">:<br />
</span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ontent</span><span lang="IN"><br />
Berita seputar C3, Blog dari anak-anak penderita, event, informasi kesehatan, atau apapun bisa didapat di website terebut.<br />
</span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ommunity<br />
Ini bukan website yang melulu soal sakit aja. Ini adalah online community yang dasar kepentingan dari semuanya adalah ingin ikut berpartisipasi dalam membantu anak-anak penderita kanker di Indonesia.<br />
</span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">ommercial<br />
Dari mana kah nantinya website ini akan mendatangkan dana, yaitu dari Commercial Space. Bisa dalam bentuk banner, sponsorship page, sponsorship feature, atau apapun.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt" lang="IN">C3 </span></strong><span lang="IN">adalah <span style="text-decoration: underline">bagaimana </span></span><a href="http://www.think.web.id/brain/c3friends/">C3friends.com</a><span lang="IN"><span style="text-decoration: underline"> bisa membantu</span>:<br />
</span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">lick<br />
</span>Setiap click berarti Hits, Visit &amp; Page Views. Itu semua artinya value dari sebuah website bertambah. Persis sama dengan yang terjadi di majalah, radio, tv atau media apapun. Makin banyak pembaca, pendengar atau pemirsa pasti value nya semakin tinggi.<br />
<strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">onnect</span><br />
Apa yang menyenangkan saat ini dalam ber-online? Connectivity, Friendster, Facebook, MySpace or all others Social Network semua dasarnya adalah connect. Penyebaran informasi, viral, dan lainnya juga berdasar dari connect. Dengan cara ini kita bisa lebih dekat dengan mereka, lebih dekat dengan teman (lama atau baru) dan lebih dekat dengan informasi.<br />
<strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">are</span><br />
Why we click, why we connect, because we Care.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size: 14pt" lang="IN">C3 </span></strong><span lang="IN">adalah <span style="text-decoration: underline">harapan</span> yang didapatkan: </span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">heers, </span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">heers dan </span><strong><span style="font-size: 12pt" lang="IN">C</span></strong><span lang="IN">heers.</span><span lang="IN"><br />
Si anak mendapatkan kebahagiaan (mudah2an tidak pendek), orang tua nya pasti ikut bahagia, yang membantu juga ikut bahagia, yang yang mendengar juga pasti bahagia.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Thanks for the real hero di Think.Web sampai dengan website online di versi beta maupun yang sekarang:<br />
<a class="fname" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1345864669">Abdullah Alaydrus</a><span class="fname">, </span><a class="fname" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=698073044">Jeffry Rahatama</a><span class="fname"><span class="fname">, </span></span><a class="fname" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=713318436">Citra Pramadi</a>, Khalid Adisendjaja, <a class="fname" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=783058019">Antorio Bergasdito</a><span class="fstatus"> dan lainnya yang walaupun tidak terlibat langsung tapi pasti sangat membantu.</span></p>
<p class="MsoNormal">Anda semua bisa menjadi <strong>the Real Hero</strong> untuk anak-anak penderita kanker itu. Salah satunya dengan masuk dan menjadi member di <strong><span style="font-size: 14pt" lang="IN"><a href="http://www.c3friends.com" target="_blank">www.c3friends.com</a>.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">Atau bisa juga dengan menempatkan Web Badge C3 yang ada di sidebar blog ini sebagai cara mengkomunikasikan C3.</p>
<blockquote>
<p class="MsoNormal">Anan&#8217;s Think:<br />
Walau tidak terlalu involve banyak di C3 sendiri, tapi doing something with the web ternyata sudah menjadi bantuan tersendiri. I just wish I have more time, more than 24 hours a day to really help</p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/07/02/grand-launch-of-c3friendscom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MySpace.com/pandjimusic</title>
		<link>http://think.web.id/brain/2008/04/27/pandjimusic/</link>
		<comments>http://think.web.id/brain/2008/04/27/pandjimusic/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 05:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ramya Prajna</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[Social Networking]]></category>
		<category><![CDATA[Think.Web]]></category>
		<category><![CDATA[pandji]]></category>
		<category><![CDATA[study case]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.think.web.id/brain/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Masih dalam rangkaian bekerja sama dengan Pandji Pragiwaksono, website yang kami juga support adalah website untuk album pertama nya. Pandji baru saja me-release album pertama nya, Provocative Proactive. Album ini ber genre Rap/Hip Hop. Yang dibutuhkan dari sebuah website artist adalah media publikasi dan berkomunikasi dengan fans nya. Karena alasan ini kemudian kami memilih MySpace [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masih dalam rangkaian bekerja sama dengan <a href="http://www.think.web.id/brain/pandji-pragiwaksono/" target="_self">Pandji Pragiwaksono</a>, website yang kami juga support adalah website untuk album pertama nya.</p>
<p>Pandji baru saja me-release album pertama nya, Provocative Proactive. Album ini ber genre Rap/Hip Hop.</p>
<p>Yang dibutuhkan dari sebuah website artist adalah media publikasi dan berkomunikasi dengan fans nya. Karena alasan ini kemudian kami memilih MySpace sebagai tempat nya. Feature-feature standard MySpace (terutama My Space Music) sudah sangat mendukung website artist. Mulai dari fungsi player nya, event schedule, blog, friends/fans list sampai dengan comment. Disamping itu jaringan MySpace pun juga sudah cukup besar, sehingga tidak ada salahnya memilih My Space sebagai platform nya.<br />
Oleh karena itu website album <a href="http://www.myspace.com/pandjimusic" target="_blank">Provocative Proactive</a> berjalan lewat My Space.</p>
<p>Tetapi tentu saja, agar branding nya menjadi kuat layout dasar yang diberikan My Space harus di modifikasi. Account My Space is a good start bagi artist yang membutuhkan web profile dan ber-interkasi dengan fans nya. Tentu saja hal modifikasi layout harus juga dijadikan menjadi bagian dari pekerjaan. Jangan sampai layout nya dibiarkan mengikuti layout dasar My Space, karena layout yang mendukung merupakan hal yang penting dalam membangun brand secara online.<br />
Yang perlu juga diingat adalah apabila nanti website nya berkembang dan dinilai account My Space nya sudah tidak mencukupi/representative, segera upgrade ke website sendiri.</p>
<p>Untuk CD nya sendiri sebenarnya Pandji punya konsep marketing tersendiri, dia memikirkan bagaimana memberikan Added Value terhadap CD nya. Kami memang sama-sama menganut konsep &#8220;always gives added value&#8221;, mungkin hal-hal itu terbentuk dari <a href="http://www.fsrd.itb.ac.id/" target="_blank">tempat belajar</a> kami.<br />
Pandji memberikan added value berupa sumbangan kepada <a href="http://www.c3friends.com" target="_blank">C3</a> setiap 50% dari profit penjualan. Jadi beli CD nggak cuman dapet lagu, tapi juga berdonasi.<br />
Bahkan dia berani meng-claim &#8220;bajak saja album ini&#8221;, tetapi dengan begitu ketika seseorang beli bajakannya berarti mengambil sebagian dari anak penderita cancer.</p>
<p>Berikut saya kutip kata-kata nya tentang idealisme nya mengenai pembajakan,</p>
<blockquote><p>&#8220;Orang-prang itu terlalu sibuk perang dengan pembajakan. Memberantas pembajakan itu tugas nya pemerintah dan pembajakan itu tidak akan pernah hilang. Yang perlu dilakukan oleh artis adalah memberikan alasan lain dari kenapa harus membeli CD asli nya.&#8221;</p></blockquote>
<p>Saya rasa memang ada masalah lain bagi para artis sehingga tidak bisa melakukan strategy itu, minimal tidak semua artis punya pemikiran marketing yang luas. Atau ya mungkin karena Pandji di awal launching dia hanya memproduksi 1000 keping sehingga pengaturan nya tidak serumit mereka yang memproduksi 10.000 keping. Entah lah.</p>
<p>Yang pasti website ini terus dikembangkan untuk dapat memberikan added value bagi fans atau visitor nya. Salah satu keuntungan menggunakan account sebuah Social Network adalah secara function website SosNet memang dipersiapkan untuk perluasan network.<br />
Misal, song list yang ada di music player nya dapat di add ke player masing-masing account MySpace. Dengan demikian proses buzzing nya dapat berjalan dengan cepat.</p>
<p>Next one, Think.Web dan <a href="http://www.pandji.com" target="_blank">Pandji</a> berencana membuat Integrated Strategy antara CD, sponsor &amp; website.<br />
Tunggu saja.</p>
<p>Silahkan kunjungi website album Provocative Proactive <a href="http://www.myspace.com/pandjimusic" target="_blank">disini</a>.</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://www.myspace.com/pandjimusic" target="_blank"><img class="size-full wp-image-157" src="http://think.web.id/brain/files/2008/04/pandjimusic.png" alt="Provocative Proactive" width="500" height="1534" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://think.web.id/brain/2008/04/27/pandjimusic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

